Daftar Isi

Strategi Bisnis Bean Spot: Cara Kopi Alfamart Tarik Konsumen

Strategi Bisnis Bean Spot: Cara Kopi Alfamart Tarik Konsumen

Kalau kamu sering mampir ke Alfamart, kemungkinan besar kamu pernah melihat sudut kecil berisi mesin kopi dengan tulisan Bean Spot di dekat kasir. Sudut kecil ini bukan sekadar pelengkap toko saja, ya!

Bean Spot adalah lini bisnis food and beverage milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang mulai dibuka pada 2020, mengusung konsep coffee corner sederhana di gerai-gerai Alfamart.

Kehadirannya menarik untuk dibahas karena menunjukkan bagaimana strategi bisnis yang dirancang dengan matang bisa membuat produk sederhana seperti kopi tetap laku di tengah persaingan pasar yang padat.

Menariknya, cerita Bean Spot tidak melulu soal kesuksesan mulus. Ada bagian yang berhasil, ada juga bagian yang perlu dievaluasi.

Artikel ini akan mengupas strategi bisnis Bean Spot secara menyeluruh, mulai dari konsep produk, cara mereka menetapkan harga, gaya promosi, sampai pelajaran penting soal kepercayaan konsumen yang ternyata jauh lebih berpengaruh dibanding gencarnya promo.

Konsep Grab-and-Go Bean Spot

Bean Spot dirancang dengan format grab-and-go, artinya pembeli bisa memesan, membayar, dan langsung pergi tanpa perlu duduk lama seperti di kedai kopi pada umumnya.

Format ini dipilih karena Alfamart sendiri merupakan tempat orang berbelanja kebutuhan harian, jadi target pembelinya adalah orang yang sedang terburu-buru atau sekalian mampir belanja kebutuhan lain sambil membeli kopi.

Pendekatan ini sejalan dengan riset tentang usaha kopi kekinian di Indonesia yang menyebut bahwa harga terjangkau dan kepraktisan menjadi kekuatan utama pelaku usaha kopi untuk bersaing dengan gerai kopi modern yang lebih besar.

Dalam sebuah kajian tentang strategi bertahan pelaku usaha kopi di tengah gempuran coffee shop modern, ditemukan bahwa keberhasilan usaha kopi skala kecil tidak hanya bergantung pada produk dan harga, tapi juga pada kemampuan menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan gaya hidup pelanggan sehari-hari.

Bean Spot mempraktikkan hal serupa lewat lokasi yang menyatu dengan aktivitas belanja harian masyarakat, sehingga kopi menjadi pembelian tambahan yang terasa wajar dan tidak merepotkan.

Dari sisi teori pemasaran, langkah ini juga mencerminkan gagasan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku Marketing Management, yang menekankan bahwa penempatan produk atau place harus disesuaikan dengan kebiasaan berbelanja target pasar agar produk mudah diakses kapan saja dibutuhkan.

Bean Spot menerapkan prinsip ini dengan menempatkan kedai kopi persis di titik yang sudah ramai dilalui orang setiap hari, yaitu minimarket.

Baca juga  Warung Madura: Sejarah dan Alasan Buka 24 Jam

Bean Spot Menarik Pembeli Lewat Diskon

Salah satu ciri khas strategi bisnis Bean Spot adalah harga yang dijaga tetap murah dan promo yang rutin diadakan.

Program yang cukup dikenal adalah Coffee Day, di mana pada hari-hari tertentu seperti Senin, Rabu, dan Jumat, semua varian kopi dijual dengan harga Rp10.000 saja.

Selain itu, Bean Spot juga rutin memberikan promo beli satu gratis satu, paket hemat, potongan harga di tanggal cantik, sampai diskon tambahan jika pembayaran dilakukan lewat dompet digital tertentu.

Strategi promosi seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pemasaran. Konsep promosi penjualan atau sales promotion memang dikenal sebagai penawaran khusus dalam waktu terbatas yang bertujuan mendorong konsumen segera membeli atau mencoba produk.

Teori yang dikenal dengan nama Sales Promotion Stimulus Theory menjelaskan bahwa promosi bekerja sebagai rangsangan yang membuat konsumen merasa perlu segera bertindak karena ada rasa senang saat melihat harga yang lebih murah dari biasanya.

Yang perlu kamu tahu, ketika sebuah bisnis rutin memberikan diskon dan potongan harga, ada aturan hukum yang mengatur agar konsumen tidak dirugikan oleh promosi yang menyesatkan.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mewajibkan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi serta syarat dari setiap barang atau jasa yang dipromosikan, termasuk soal syarat dan ketentuan promo seperti batas waktu, metode pembayaran yang berlaku, atau apakah promo bisa digabung dengan diskon lain.

Aturan ini penting karena riset tentang Bean Spot justru menemukan bahwa banyak konsumen hanya mengetahui sebagian kecil dari syarat dan ketentuan promo yang berlaku, sehingga transparansi informasi promosi menjadi bagian yang perlu terus diperbaiki, bukan hanya soal menarik perhatian lewat harga murah semata.

Storytelling dan Marketing Konten Media Sosial

Bean Spot cukup aktif memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, untuk membangun kedekatan dengan pelanggan.

Selain mengumumkan promo, mereka juga menerapkan storytelling dengan mengangkat tema tertentu, misalnya edisi khusus Hari Ayah Nasional, untuk menyentuh sisi emosional konsumen alih-alih hanya menjual produk secara langsung.

Pendekatan pemasaran konten seperti ini terbukti efektif dibanding sekadar iklan biasa.

Media sosial memungkinkan bisnis kopi skala kecil sampai besar menjangkau audiens lebih luas secara geografis maupun demografis, sekaligus membangun interaksi dua arah dengan pelanggan yang sulit didapat dari media cetak.

Baca juga  Perusahaan yang Bikin Musuh Sendiri: Strategi Avoskin, Lacoco, dan Looké

Studi tentang strategi promosi bisnis kedai kopi lain di Indonesia juga menunjukkan pola serupa, di mana konten yang dibangun dengan cerita dan suasana yang relevan dengan keseharian pelanggan cenderung lebih diingat dibanding konten yang hanya berisi informasi harga.

Namun ada catatan penting di sini. Riset yang secara khusus meneliti hubungan antara promosi penjualan Bean Spot dengan keputusan pembelian, yang dilakukan oleh Uci Andriani bersama Tandiyo Pradekso dan Wiwid Noor Rakhmad dari Universitas Diponegoro, justru menemukan hasil yang mengejutkan.

Penelitian terhadap 100 responden di Kota Palembang yang pernah melihat promo Bean Spot ini menunjukkan bahwa terpaan promosi penjualan tidak berhubungan secara signifikan dengan keputusan konsumen untuk membeli, dengan nilai signifikansi 0,275 yang berarti lebih besar dari batas 0,05 yang biasa dipakai dalam uji statistik.

Artinya, sesering apa pun promo ditampilkan, itu tidak otomatis membuat orang memutuskan untuk membeli.

Kepercayaan Konsumen Bean Spot

Penelitian yang sama justru menemukan hal lain yang jauh lebih menentukan, yaitu tingkat kepercayaan konsumen.

Hasil uji hipotesis kedua dalam penelitian tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kepercayaan dengan keputusan pembelian produk Bean Spot, dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai koefisien korelasi 0,353.

Artinya, semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap kebersihan, rasa, kecepatan pelayanan, sampai kesesuaian pesanan, semakin besar pula kemungkinan mereka memutuskan untuk membeli.

Temuan ini sejalan dengan Brand Equity Theory yang diperkenalkan oleh David Aaker, yang menyebutkan bahwa kekuatan sebuah merek di pasar dipengaruhi oleh lima hal, yaitu perilaku pasar, kesadaran merek, asosiasi merek, kualitas yang dirasakan, dan loyalitas konsumen.

Kepercayaan menjadi bagian yang menyatu dengan hampir semua elemen ini, karena tanpa rasa percaya, konsumen sulit membangun loyalitas terhadap sebuah merek, sekalipun harga produknya murah dan promonya sering muncul di media sosial.

Strategi Bisnis dari Bean Spot untuk Pelaku Usaha Lain

Kalau dirangkum, ada beberapa pelajaran strategi bisnis yang bisa diambil dari perjalanan Bean Spot.

1. Mengutamakan Konsep Grab-and-Go yang Praktis
Format grab-and-go sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan. Penempatan gerai di lokasi dengan lalu lintas pengunjung tinggi, seperti minimarket, juga meningkatkan peluang pembelian spontan.

2. Menawarkan Harga yang Kompetitif
Harga yang terjangkau dan program promosi dapat menarik minat konsumen. Namun, promo sebaiknya menjadi pelengkap, bukan satu-satunya strategi, karena keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh faktor lain, terutama kepercayaan terhadap merek.

Baca juga  Studi Kasus Merek Restoran Padang "Pagi Sore" Merah dan Hijau

3. Memperkuat Produk Unggulan dan Storytelling
Produk andalan yang berkualitas, didukung dengan storytelling yang konsisten di media sosial, dapat membangun kedekatan emosional dengan pelanggan. Strategi ini akan lebih efektif jika dibarengi kualitas produk dan pelayanan yang tetap terjaga.

4. Membangun Kepercayaan Konsumen
Kepercayaan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian. Oleh karena itu, bisnis perlu menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, serta membangun reputasi merek secara konsisten.

5. Memenuhi Regulasi yang Berlaku
Kepatuhan terhadap regulasi, seperti memiliki sertifikasi halal dan memenuhi ketentuan keamanan pangan, bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Bagi kamu yang sedang merintis usaha kopi atau bisnis makanan minuman lainnya, kombinasi antara harga yang wajar, kualitas yang konsisten, kepatuhan terhadap regulasi, dan kepercayaan yang dibangun secara perlahan tampaknya menjadi fondasi strategi bisnis yang lebih tahan lama dibanding sekadar mengandalkan promo besar-besaran.

Studi kasus Bean Spot menunjukkan bahwa promosi memang penting untuk menarik perhatian di awal, tapi yang membuat pelanggan kembali lagi adalah rasa percaya yang terbangun dari pengalaman langsung mereka setiap kali membeli.

Referensi

  • Andriani, U., Pradekso, T., & Rakhmad, W. N. (2023). Hubungan Antara Terpaan Promosi Penjualan dan Tingkat Kepercayaan dengan Keputusan Pembelian Produk Bean Spot. Interaksi Online, Universitas Diponegoro. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/download/39216/29143
  • Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
  • Aaker, D. A. — Brand Equity Theory, sebagaimana dirujuk dalam Andriani, Pradekso, & Rakhmad (2023), mengacu pada Hatch, M. J., & Schultz, M. (2008). Taking Brand Initiative. Wiley.
  • Kumar, R. (2018). Sales Promotion Stimulus Theory: A Review and Future Research Agenda. Journal of Advertising Research, 58(2), 133–147.
  • Kompas.com (2026). Kisah Warunk Upnormal: Brand Kuat yang Gagal Bertahan. https://money.kompas.com/read/2026/05/21/145000326/kisah-warunk-upnormal–brand-kuat-yang-gagal-bertahan
  • Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. https://jdih.kemenkeu.go.id/api/download/fulltext/2014/33TAHUN2014UU.htm
  • Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, sebagaimana diberitakan BPJPH. https://bpjph.halal.go.id/detail/masa-penahapan-usai-kewajiban-sertifikasi-halal-berlaku-mulai-18-oktober-2024/
  • Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
  • Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
  • Alfamart. Mengapa Alfamart. https://waralaba.alfamart.co.id/about/mengapa-alfamart
  • Akun Instagram resmi Bean Spot (@beanspot_id). https://www.instagram.com/p/CkSVCGqB55W/ dan https://www.instagram.com/reel/DZrU1l1xnxz/

Daftar Isi