Author: Aisyah Yekti

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi oleh penulis

RI Akan Bentuk BUMN Tekstil Baru, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun

RI Akan Bentuk BUMN Tekstil Baru, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun

Pemerintah memastikan Indonesia akan memiliki BUMN baru yang secara khusus mengurusi sektor tekstil.  Pengumuman ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). Rencana ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor pada Minggu (11/1/2026). Airlangga menjelaskan: “Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan USD 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara.” Airlangga juga menegaskan bahwa entitas yang dimaksud adalah BUMN baru, bukan reaktivasi perusahaan lama: “Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali.” Pendanaan untuk perusahaan tersebut disiapkan oleh Danantara sebesar USD 6 miliar atau setara Rp 101,2 triliun (kurs Rp 16.869). Dalam rapat tersebut turut dibahas risiko sektor tekstil terhadap potensi tarif resiprokal dari Amerika Serikat. Menurut Airlangga: “Yang di garis terdepan dalam trade tarif itu adalah yang resiko tertinggi itu di sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garment, dan elektronik.” Untuk itu, Presiden meminta pemerintah menyiapkan strategi defensif, termasuk mencari pasar-pasar baru agar tidak hanya bergantung pada pasar yang rentan kena tarif.  Salah satunya melalui kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa melalui EU-CEPA yang diperkirakan efektif pada 2027. Pemerintah menargetkan ekspor tekstil meningkat signifikan.  Menurut Airlangga, roadmap ekspor sudah disusun dengan target peningkatan dari USD 4 miliar menjadi USD 40 miliar dalam 10 tahun.  Strategi ini menandai ambisi industrialisasi sektor tekstil sebagai bagian dari agenda besar hilirisasi. Upaya Perbaikan Rantai Pasok Tekstil Nasional Pemerintah juga menyoroti kelemahan struktur value chain tekstil Indonesia. Airlangga menyampaikan: “Nah kita ketahui memang kelemahan kita berada pada value chain yang di tengah yaitu tekstil dalam produksi benang, dalam produksi kain, dyeing, printing, dan finishing. Nah ini yang harus kita dorong untuk dibangkitkan kembali.” Penguatan rantai pasok menjadi kunci agar produksi tekstil tidak lagi bergantung pada material impor serta mampu memenuhi kebutuhan pasar global secara kompetitif. Gimana Dampaknya ke Sektor Ekonomi dengan Dana Se-Fantastis Itu? Pendanaan Rp 101 triliun untuk BUMN baru menjadikan kebijakan ini salah satu proyek industrialisasi terbesar di sektor tekstil dalam 20 tahun terakhir.  Dampaknya berpotensi masuk ke beberapa lapis ekonomi: 1. Dampak ke Industri Padat Karya Sektor tekstil merupakan salah satu penyerap tenaga kerja terbesar dalam manufaktur. Dana sebesar ini berpotensi: – menghidupkan kembali pabrik yang tutup – mencegah PHK massal – meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor Efek ini krusial karena TPT termasuk sektor dengan jumlah UMKM terbanyak di rantai pasoknya. 2. Stimulus Hilirisasi Industri Jika dana difokuskan ke produksi benang, kain, dyeing, printing hingga finishing seperti yang disebut Airlangga, maka Indonesia beralih dari sekedar import-based finishing menjadi full integrated supply chain.  Ini meningkatkan nilai tambah domestik, daya tawar ekspor, dan substitusi impor. 3. Dampak ke Ekspor & Neraca Perdagangan Target peningkatan 10x lipat ekspor dalam 10 tahun berarti ada tambahan potensi devisa besar, kontribusi terhadap surplus neraca perdagangan, dan peningkatan daya saing global. Jika terealisasi, tekstil dapat kembali menjadi sektor inti ekspor non-komoditas Indonesia. 4. Multiplier Effect Makro Pendanaan Rp 101 triliun ke sektor riil akan menciptakan multiplier effect terhadap logistik, energi, pengemasan, retail,, perdagangan internasional, dan UMKM konveksi. Ekonom memperhitungkan multiplier sektor manufaktur antara 1,7–2,3 artinya setiap Rp 1 investasi bisa menghasilkan hingga Rp 2,3 output ekonomi. 5. Dampak ke Konsumsi & Daya Serap Pasar Industri tekstil juga mempengaruhi konsumsi rumah tangga melalui sandang, fashion, produk OEM brand, dan e-commerce garment. Jika industri pulih, harga dan ketersediaan barang tekstil akan lebih stabil.

SELENGKAPNYA
Strategi Marketing Scarlett x Hearts2Hearts: Meningkatkan Penjualan 24,61%

Strategi Marketing Scarlett x Hearts2Hearts: Tingkatkan Penjualan 24,61%

Kolaborasi brand dengan figur publik, komunitas, hingga kelompok fandom semakin sering digunakan di industri beauty Indonesia. Namun, tidak semua kolaborasi menghasilkan dampak bisnis yang nyata.  Scarlett x Hearts2Hearts pada tahun 2025 menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat mendorong pertumbuhan penjualan jika didukung oleh data, komunitas, dan pemahaman terhadap momentum pasar. Artikel ini membahas strategi Scarlett dalam memanfaatkan kolaborasi sebagai alat pertumbuhan (growth engine) dan apa saja insight yang dapat dipelajari oleh brand lain di sektor beauty maupun kategori consumer goods lainnya. Tren Mengalami Penurunan Sebelum Kolaborasi Hearts2Hearts Sebelum kolaborasi Scarlett x Hearts2Hearts diumumkan, performa penjualan Scarlett tidak berada pada titik puncak.  Data Markethac menunjukkan bahwa Scarlett mengalami penurunan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar minus 4,48 persen pada bulan Juni 2025.  Penurunan ini menandakan adanya fase perlambatan setelah periode pertumbuhan di bulan-bulan sebelumnya. Dalam industri beauty, perlambatan semacam ini bukan sesuatu yang tidak biasa.  Mayoritas konsumen berada dalam fase yang disebut sebagai “pre-purchase exploration”, yaitu fase ketika konsumen mulai mencari referensi, membandingkan merek, serta menunda pembelian hingga periode promo besar.  Pada awal kuartal ketiga (Q3), konsumen umumnya belum memasuki fase belanja intensif.  Momentum belanja besar baru terjadi menjelang kuartal keempat (Q4), terutama bertepatan dengan festival diskon seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12. Posisi Scarlett pada saat itu menjadi menarik untuk dianalisis, karena perusahaan memiliki dua pilihan strategi: Scarlett memilih opsi kedua. Kolaborasi dengan Hearts2Hearts diluncurkan pada Juli 2025, yaitu di periode ketika kompetitor belum terlalu agresif melakukan kampanye dan ketika konsumen sedang berada dalam fase pemanasan belanja.  Keputusan ini mengubah Scarlett dari sekadar mengikuti siklus pasar menjadi pihak yang menginisiasi momentum. Langkah ini penting karena dalam strategi consumer marketing, “Siapa yang memulai momentum terlebih dahulu” sering menentukan siapa yang mendapatkan pangsa permintaan lebih besar sebelum pasar memasuki fase kompetisi tinggi. Kolaborasi ini juga berfungsi sebagai akselerator untuk mengatasi dua tantangan sekaligus: 1. Mengembalikan minat konsumen setelah fase perlambatan. 2. Mengamankan awareness dan demand lebih awal sebelum kompetitor meningkatkan belanja iklannya di Q3–Q4. Dengan cara ini, Scarlett tidak hanya memanfaatkan periode low competition, tetapi juga mempengaruhi pola belanja konsumen di kategori beauty dan body care menjelang musim puncak. Dampak Kolaborasi: Penjualan Meningkat 24,61 Persen Peluncuran kampanye kolaborasi Scarlett x Hearts2Hearts pada Juli 2025 memberikan dampak langsung terhadap performa penjualan Scarlett di e-commerce.  Berdasarkan data Markethac, Gross Merchandise Value (GMV) Scarlett naik sebesar 24,61% pada bulan tersebut.  Kenaikan ini bukan hanya sekadar lonjakan sesaat, tetapi juga menandai titik balik penting setelah Scarlett mengalami perlambatan pada bulan sebelumnya. Kenaikan GMV sebesar 24,61% menunjukkan bahwa kampanye kolaborasi mampu mengaktifkan kembali permintaan konsumen (reactivating demand) dan mendorong konversi pembelian pada kategori inti Scarlett.  Dalam industri beauty, peningkatan penjualan yang terjadi tepat setelah peluncuran kampanye juga menjadi indikator bahwa pesan campaign diterima dengan cepat oleh pasar dan tidak membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan dampak komersial. Pada bulan Agustus 2025, performa GMV kembali mengalami penurunan sebesar minus 4,42%.  Turunnya angka pada bulan berikutnya merupakan pola yang umum dalam kampanye berbasis kolaborasi, karena puncak atensi biasanya terjadi pada bulan peluncuran pertama ketika novelty, storyline, dan distribusi konten masih segar.  Sementara pada bulan berikutnya, pasar bergerak memasuki fase stabilisasi setelah hype awal mereda. Namun, konteks penurunan ini tidak dapat dilihat secara negatif.  Justru poin penting yang perlu diperhatikan adalah keberhasilan Scarlett memanfaatkan momentum sebelum memasuki periode kompetisi belanja yang lebih intens di kuartal ketiga (Q3) dan kuartal keempat (Q4).  Pada saat kompetitor baru mulai menyiapkan kampanye jelang festival diskon seperti 9.9 dan 11.11, Scarlett sudah lebih dulu memperoleh peningkatan awareness, demand, dan traction komersial. Strategi ini memberikan Scarlett keuntungan dalam dua aspek: 1. Demand capturing lebih awalScarlett berhasil menangkap permintaan konsumen terlebih dahulu sebelum pasar menjadi sangat kompetitif. 2. Demand priming untuk periode promoKonsumen yang sudah terpapar campaign sebelumnya cenderung memiliki tingkat konversi lebih tinggi ketika memasuki periode promo besar. Dalam analisis ekonomi konsumen, kondisi seperti ini disebut sebagai pre-conditioning, yaitu perilaku di mana konsumen sudah menempatkan merek dalam daftar pertimbangan (brand consideration set) lebih awal.  Implikasinya, biaya iklan Scarlett untuk memperoleh konversi pada periode promo besar berpotensi menjadi lebih efisien karena konsumen tidak lagi membutuhkan edukasi panjang. Dengan demikian, meskipun puncak dampak kolaborasi terjadi pada Juli 2025, kontribusinya terhadap performa kuartal berikutnya tidak dapat diabaikan.  Kampanye ini menunjukkan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak hanya diukur dari peningkatan angka pada bulan peluncuran, tetapi juga dari bagaimana kolaborasi tersebut mempengaruhi struktur permintaan konsumen pada fase kompetisi selanjutnya. Kategori Produk Scarlatte Paling Best Seller Pertumbuhan Scarlett pada kolaborasi ini tidak terjadi secara merata di semua lini produk.  Markethac mencatat dua kategori yang menjadi penyumbang peningkatan terbesar, yaitu: 1. Parfum dengan kontribusi 37,6 persen terhadap total GMV 2. Body lotion dengan kontribusi 19,8 persen terhadap total GMV Dua kategori tersebut merupakan produk inti Scarlett yang sudah memiliki ekuitas kuat.  Scarlett memanfaatkan kolaborasi bukan untuk memperkenalkan kategori baru, tetapi untuk memperkuat kategori yang telah mapan.  Strategi ini menunjukkan pemahaman positioning yang jelas, sehingga campaign tidak kehilangan fokus. Desain kemasan dengan nuansa pastel serta format limited edition pada varian parfum menjadikan penawaran tersebut memiliki nilai emosional dan nilai kelangkaan, yang keduanya mampu meningkatkan willingness to buy konsumen. Kolaborasi Berbasis Komunitas dan Permintaan Konsumen Kolaborasi Scarlett x Hearts2Hearts tidak muncul dari asumsi internal brand semata. Menurut penjelasan Felicya Angelista, ide kolaborasi justru datang dari komunitas pengguna Scarlett di media sosial.  Banyak konsumen mengusulkan kolaborasi tersebut, terutama karena salah satu anggota Hearts2Hearts berasal dari Indonesia sehingga memiliki basis pendukung lokal yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan Scarlett bertumpu pada praktik community listening.  Dalam strategi marketing modern, kemampuan mendengar sinyal dari komunitas menjadi faktor penting karena komunitas berfungsi sebagai: – sumber insight – validator keputusan – distributor awareness – penggerak konversi Dengan pendekatan ini, komunitas tidak hanya dipandang sebagai target pasar, tetapi sebagai bagian dari proses pembentukan nilai bisnis, ya! Formula Strategi Scarlett untuk Menangkan Pasar Scarlett x Hearts2Hearts menunjukkan bahwa keberhasilan kampanye bukanlah hasil dari satu variabel tunggal, tetapi dari perpaduan tiga elemen penting yang saling menguatkan. Diantaranya: data, komunitas, dan emosi.  Ketiga elemen ini bekerja pada lapisan keputusan konsumen yang berbeda, mulai dari fase perencanaan hingga titik konversi. 1. Data sebagai Dasar Perumusan Strategi Scarlett tidak

SELENGKAPNYA
Cara Mengelola Influencer Marketing Agar Kampanye Brand Lebih Efektif

Cara Mengelola Influencer Marketing Agar Kampanye Brand Lebih Efektif

Influencer marketing kini tidak lagi sekadar kolaborasi sekali posting. Perannya sudah berkembang menjadi strategi pemasaran yang lebih serius, terukur, dan terencana.  Brand dan agensi kini dituntut untuk mengelola campaign bersama influencer (atau KOL) secara berkelanjutan agar hasilnya dapat diukur, mulai dari engagement, reach, awareness, hingga kontribusi pada penjualan. Tanpa sistem pengelolaan yang tepat, kolaborasi dengan banyak KOL justru berisiko tidak efektif, memakan waktu, dan sulit dievaluasi dari sisi performa bisnis. Di sinilah KOL Management memainkan peran penting. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data, KOL Management membantu brand, agency, dan talent membangun kerja sama yang profesional. Mulai dari pemilihan KOL yang relevan, eksekusi kampanye yang rapi, hingga analisis hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. KOL Management adalah proses strategis untuk mengelola kerja sama antara brand dan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer secara menyeluruh (end-to-end).  Proses ini tidak hanya berfokus pada pemilihan influencer yang tepat, tetapi juga mencakup seluruh siklus kampanye. Mulai dari: Dengan KOL Management yang tepat, kolaborasi tidak lagi bersifat sporadis, melainkan menjadi bagian dari strategi pemasaran yang terukur dan berkelanjutan. Tantangan Brand & Agency dalam Mengelola KOL Seiring meningkatnya jumlah influencer dan platform digital, brand maupun agency menghadapi tantangan baru dalam mengelola kampanye KOL.   Tantangan ini muncul karena prosesnya tidak hanya soal mencari influencer yang cocok, tetapi juga memastikan campaign berjalan konsisten, efektif, dan hasilnya dapat diukur.  Beberapa tantangan yang paling sering ditemui antara lain: 1. Kesulitan menemukan KOL yang tepat Banyaknya pilihan KOL sering kali tidak diiringi dengan data yang cukup untuk memastikan relevansi dengan target audiens. 2. Proses operasional yang kompleks dan manual Outreach, follow-up, approval konten, hingga reporting sering dilakukan secara terpisah dan memakan waktu. 3. Kurangnya transparansi performa Tanpa data yang akurat, sulit mengukur efektivitas kampanye terhadap objective bisnis. 4. Sulit melakukan scaling kampanye Mengelola puluhan hingga ratusan KOL membutuhkan sistem dan koordinasi yang solid. Kondisi ini membuat peran KOL Agency dan platform manajemen KOL menjadi semakin penting. Manfaat KOL Management untuk Brand & Agency Dengan menerapkan KOL Management secara profesional, brand dan agency dapat memperoleh berbagai manfaat strategis dalam menjalankan influencer marketing.  Manfaat tersebut antara lain: 1. Efisiensi Waktu dan Biaya Operasional Tanpa sistem yang jelas, pengelolaan influencer bisa menyita waktu karena melibatkan banyak proses: pencarian KOL, negosiasi, briefing, revisi konten, hingga pelaporan.  KOL Management membantu merapikan alur kerja sehingga tim tidak perlu melakukan pekerjaan administratif secara berulang. Hasilnya, campaign dapat berjalan lebih cepat dan hemat biaya. 2. Pemilihan KOL Berbasis Data Pemilihan influencer tidak lagi hanya mengandalkan jumlah followers. Dengan data, brand dapat menilai kualitas audience, engagement rate, demografi followers, hingga relevansi niche.  Pendekatan berbasis data membuat kolaborasi lebih tepat sasaran dan meningkatkan potensi hasil kampanye. 3. Kampanye Lebih Terukur dan Terkontrol KOL Management menempatkan KPI dan indikator performa sejak awal campaign. Hal ini memungkinkan brand memonitor progress, memastikan konten tayang sesuai timeline, hingga mengetahui apakah campaign berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan. 4. Brand Safety dan Konsistensi Pesan Brand perlu menjaga citra dan pesan komunikasi saat bekerja dengan banyak influencer. Sistem KOL Management memastikan konten melalui tahap briefing dan approval agar tidak terjadi mismatch pesan, kesalahan penyampaian, atau penggunaan narasi yang melanggar standar brand. 5. ROI Influencer Marketing yang Lebih Optimal Dengan data, kontrol, dan proses reporting yang jelas, brand dapat melihat dampak kampanye terhadap awareness, engagement, hingga sales funnel. Hal ini membuat investasi influencer marketing lebih accountable dan memberikan gambaran ROI yang lebih realistis. Manfaat KOL Management bagi KOL & Talent Tidak hanya menguntungkan brand, penerapan KOL Management juga memberikan nilai tambah besar bagi KOL atau talent. Beberapa manfaat utamanya antara lain: 1. Akses ke Peluang Kolaborasi Brand yang Lebih Kredibel Dengan adanya sistem dan jaringan yang solid, talent dapat terhubung dengan brand yang lebih relevan dan kredibel. Ini membantu meningkatkan portofolio kerja serta memperluas exposure. 2. Brief dan Ekspektasi Kerja yang Lebih Jelas Banyak masalah antara brand dan influencer terjadi karena miskomunikasi. KOL Management membantu memastikan brief, deliverables, timeline, dan KPI disampaikan secara jelas sejak awal, sehingga risiko salah interpretasi bisa diminimalkan. 3. Manajemen Kontrak dan Jadwal yang Profesional Talent seringkali harus mengurus banyak hal sekaligus: negosiasi rate, legal agreement, hingga pengaturan timeline posting.  Dengan sistem manajemen yang tepat, seluruh aspek kontraktual dan penjadwalan menjadi lebih tertata sehingga mengurangi konflik dan overlapping job. 4. Fokus pada Kualitas Konten dan Personal Branding Dengan beban administratif berkurang, KOL bisa fokus pada hal yang paling penting: proses kreatif, peningkatan kualitas konten, dan penguatan positioning personal brand mereka di pasar. Secara keseluruhan, sistem KOL Management membantu talent berkembang secara lebih berkelanjutan, profesional, dan memiliki arah karier yang lebih jelas dalam industri influencer marketing. Peran KOL.ID dalam KOL Management End-to-End Sebagai platform influencer marketing berbasis data, KOL.ID ( https://kol.id/ ) hadir untuk membantu brand, agency, dan talent dalam mengelola kampanye KOL secara menyeluruh dan terintegrasi. 1. KOL Discovery yang Lebih Akurat KOL.ID memungkinkan brand dan agency menemukan KOL berdasarkan data yang relevan, seperti: Dengan pendekatan ini, kolaborasi menjadi lebih tepat sasaran sejak awal. 2. Manajemen Eksekusi Kampanye KOL.ID membantu mengelola proses kampanye secara terstruktur, mulai dari: Hal ini sangat penting untuk kampanye berskala besar yang membutuhkan konsistensi dan kontrol. 3. Reporting & Analisis Berbasis Data Setelah kampanye berjalan, KOL.ID menyediakan laporan performa yang komprehensif, mencakup: Data ini membantu brand dan agency mengambil keputusan yang lebih strategis untuk kampanye selanjutnya. Mengapa Memilih KOL Agency dari KOL.ID? Bekerja sama dengan KOL Agency memberikan solusi lengkap bagi brand dan talent yang ingin menjalankan influencer marketing secara profesional. Bagi brand dan agency, layanan ini membantu: Sementara bagi talent, KOL Agency membuka akses ke brand yang lebih kredibel dan relevan dengan niche mereka.  Selain itu, alur kerja kolaborasi menjadi lebih transparan dan profesional karena seluruh proses (mulai dari negosiasi rate, penyusunan brief, penyelarasan konsep konten, hingga pelaporan dan pembayaran) dikelola dengan sistem yang terstruktur.  Dengan demikian, talent dapat meminimalkan risiko miskomunikasi, keterlambatan pembayaran, serta ketidakjelasan ekspektasi. Nah, pada akhirnya lebih fokus mengembangkan kualitas konten serta personal branding mereka. KOL Management kini menjadi fondasi penting dalam strategi influencer marketing.  Karena pengelolaan influencer tidak lagi hanya soal kolaborasi konten, tetapi bagaimana memastikan campaign berjalan terukur, terkontrol, dan memberikan dampak bisnis yang nyata. 

SELENGKAPNYA
Trump Akan Jual 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Ini Efeknya ke Pasar Global

Trump Akan Jual 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Ini Efeknya ke Pasar Global

Menjadi Pengaruh — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak mentah berstatus sanksi kepada Amerika Serikat, dan hasil dari penjualan minyak tersebut akan dikuasai langsung oleh dirinya sebagai Presiden AS.  Dalam pernyataannya lewat platform media sosial, Trump mengatakan bahwa minyak “akan dijual sesuai harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.”  Minyak yang akan diserahkan itu merupakan bagian dari stok minyak Venezuela yang sebelumnya terblokade akibat sanksi AS sejak Desember lalu dan tidak dapat diekspor ke luar negeri.  Kini, minyak tersebut akan diambil dari kapal dan fasilitas penyimpanan, lalu dibawa langsung ke pelabuhan di Amerika Serikat untuk kemudian dijual.  Langkah ini dilakukan di tengah tekanan besar yang dilancarkan Washington terhadap Venezuela. Termasuk blokade ekspor minyak dan penegasan kekuatan geopolitik setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS baru-baru ini.  Kesepakatan ini merupakan bagian dari strategi untuk mengalihkan ekspor minyak yang selama ini ditujukan ke China sebagai pembeli utama minyak Venezuela selama bertahun-tahun menuju Amerika Serikat. Perjanjian ini dinilai sebagai langkah strategis Trump untuk menunjukkan kemenangan diplomatik dan ekonomi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, meskipun negara seperti China. Meskipun belum memberikan reaksi resmi terbaru, China tetap menjadi pihak yang paling terdampak dari pengalihan pasokan ini karena sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Efek ke Pasar Global Pengumuman Trump langsung berpengaruh pada pasar minyak dunia.  Harga minyak mentah, termasuk benchmark West Texas Intermediate (WTI) dan Brent, turun signifikan setelah berita itu muncul. Artinya ada kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan peningkatan pasokan minyak global yang sudah melimpah.  Menurut laporan pasar, WTI turun sekitar 1,37% ke level sekitar $56,35 per barel, sementara Brent melemah lebih dari 1% ke sekitar $60,09 per barel. Karena investor mulai menimbang realisasi pasokan Venezuela di pasar bebas dibanding permintaan yang tidak tumbuh cepat. Dari analisis Morgan Stanley (perusahaan keuangan berbasis di New York), rencana pelepasan minyak Venezuela ini berkontribusi pada kekhawatiran pasar tentang surplus pasokan global di 2026. Di mana produksi minyak dari negara-negara lain dan pertumbuhan pasokan OPEC+ serta non-OPEC lebih tinggi dibanding pertumbuhan permintaan energi dunia. Meski demikian, beberapa respon pasar menunjukkan efek berbeda: Saham perusahaan energi AS, seperti Chevron, sempat menguat karena potensi keterlibatan dan lonjakan prospek bisnis di Venezuela. Sementara itu, di tengah kondisi geopolitik yang memanas akibat campur tangan militer dan perubahan rezim di Venezuela, pasar global kini tetap waspada terhadap risiko hubungan internasional dan potensi perubahan aliran minyak dunia. Terutama dampaknya terhadap China, India, dan pasar Asia lainnya.

SELENGKAPNYA
Ekspor Alas Kaki RI ke AS Anjlok Imbas Tarif Trump

Ekspor Alas Kaki RI ke AS Anjlok Imbas Tarif Trump

Menjadi Pengaruh — Industri alas kaki nasional tengah menghadapi tekanan serius setelah ekspor ke Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan tajam akibat pemberlakuan tarif resiprokal sebesar 19% atau yang dikenal sebagai Tarif Trump.  Kondisi ini dinilai berpotensi menekan produktivitas dan meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengungkapkan bahwa ekspor alas kaki Indonesia ke AS turun signifikan sejak tarif tersebut diberlakukan.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor alas kaki ke AS anjlok hingga 23,14% pada periode Agustus–September 2025. Direktur Eksekutif Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda menyampaikan bahwa dampak tarif impor tersebut sangat dirasakan oleh pelaku industri. “Dampak tarif masuk ke AS menyebabkan penurunan pesanan tentu ini akan memberikan dampak produktivitas dengan kejadian lay-off [PHK] yang harus dihindari sangat berat pelaku industri alas kaki, walau ini sudah terjadi di sektor lain seperti tekstil,” kata Billie dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/1/2026). Tarif Trump Tekan Daya Saing Industri Alas Kaki Nasional Menurut Aprisindo, tarif impor 19% membuat produk alas kaki Indonesia kalah bersaing dibanding negara pesaing seperti Vietnam, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, India, dan China.  Oleh karena itu, asosiasi menilai pemerintah perlu segera melakukan negosiasi agar tarif resiprokal tersebut dapat diturunkan. Billie menegaskan bahwa tarif 0% di sektor alas kaki akan memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan industri nasional. “Tujuan Aprisindo mendukung tarif resiprokal AS lebih rendah dari negara pesaing adalah untuk menyelamatkan produktivitas serapan tenaga untuk dapat stabil agar industri ini tetap sunrise,” sambungnya. Saat ini, industri alas kaki Indonesia tercatat menyerap sekitar 960.000 tenaga kerja dan menjadi salah satu penopang utama sektor manufaktur nasional. Beban Biaya Produksi Masih Tinggi Selain tekanan dari tarif ekspor, Aprisindo juga menyoroti tingginya biaya produksi di dalam negeri. Beban tersebut meliputi harga listrik dan gas, bahan baku impor, sertifikasi mesin, PPN jasa subkontrak, hingga perizinan usaha. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang gerak pelaku industri alas kaki di tengah melemahnya permintaan ekspor.  Oleh karena itu, dukungan kebijakan pemerintah dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga daya saing industri di pasar global. Ratifikasi IEU–CEPA dan Kenaikan Upah Tambah Tekanan Aprisindo juga mencatat bahwa proses ratifikasi perjanjian IEU–CEPA yang baru diperkirakan rampung pada kuartal I/2027 turut menambah urgensi perlunya negosiasi tarif yang lebih kompetitif.  Di sisi lain, kenaikan pengupahan domestik dan berbagai biaya di luar produksi turut menjadi tantangan tambahan bagi industri. “Belum lagi berbagai biaya di luar produksi yang membebani pelaku industri, sebagaimana relasi Tripartit antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja yang diharapkan memiliki mutualisme proteksi yang berkelanjutan,” pungkas Billie. Penurunan ekspor alas kaki Indonesia ke AS hingga 23,14% akibat Tarif Trump 19% menjadi sinyal serius bagi keberlangsungan industri padat karya.  Tanpa kebijakan proteksi dan negosiasi tarif yang lebih kompetitif, risiko penurunan produktivitas hingga PHK dinilai semakin sulit dihindari.  Peran aktif pemerintah dalam menjaga daya saing industri alas kaki nasional menjadi kunci untuk mempertahankan serapan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi sektor manufaktur.

SELENGKAPNYA
Harga Minyakita Naik, Bulog Kasih Solusi: Pakai QRIS

Harga Minyakita Naik, Bulog Kasih Solusi: Pakai QRIS

Menjadi Pengaruh – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, angkat bicara terkait temuan penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700/liter. Temuan itu muncul usai sidak di beberapa pasar tradisional, termasuk Pasar Kramat Jati, Jakarta dan Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.  Terakhir, Minyakita ditemukan dijual Rp 16.000 per liter di Pasar Rawamangun, Jakarta, pada pekan sebelumnya. Pedagang beralasan harga lebih tinggi karena sulit memberi uang kembalian.  Menanggapi hal ini, Rizal mendorong pedagang menggunakan pembayaran digital QRIS, agar transaksi tetap lancar. Rizal menambahkan: “Kita mendorong ke teman-teman pedagang pengecer gunakan QRIS, itu lebih efektif dan lebih efisien (untuk transaksi jual beli).” Selain itu, pedagang bisa memberikan bonus pengganti kembalian berupa kecap atau saos sachet senilai nominal kecil, agar keseimbangan transaksi tetap terjaga. “Jadi, contohnya kalau memang terpaksa tidak ada kembaliannya, itu bisa dikasih bonusnya itu, kecap (sachet) yang harganya Rp 300. Saos (sachet) yang harganya Rp 300, itu boleh,” ucap Rizal. Rizal juga menegaskan bahwa penjualan Minyakita secara bundling tidak diperbolehkan. Konsumen tidak boleh diwajibkan membeli produk lain sebagai syarat pembelian Minyakita. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menambahkan bahwa kenaikan harga yang melebihi HET sedang dalam proses evaluasi: “Ini kami evaluasi dulu, di lapangan masalahnya apa. Kalau misalnya harganya masih tinggi penyebabnya apa,” katanya di Pondok Indah Mall, Jakarta, Jumat, 26 Desember 2025. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, yang diundangkan 12 Desember 2025, mengatur distribusi Minyakita agar minimal 35% dikelola BUMN sektor pangan seperti Bulog dan ID Food.  Aturan ini berlaku 14 hari setelah diundangkan, dan diharapkan menekan harga minyak goreng rakyat sesuai HET. Apa Pakai QRIS Cukup Efektif Menekan Kenaikan Harga Minyakita? Penggunaan QRIS sebagai solusi transaksi yang didorong oleh Bulog pada dasarnya bukan untuk menaikkan atau menurunkan harga secara langsung, ya! Melainkan untuk mengatasi persoalan teknis di lapangan, khususnya keterbatasan uang kembalian yang kerap dijadikan alasan pedagang menjual Minyakita di atas HET. Dengan pembayaran digital, nominal transaksi bisa disesuaikan secara presisi tanpa pembulatan.  Hal ini berpotensi menghilangkan praktik menaikkan harga hanya karena alasan kembalian, sehingga harga jual Minyakita dapat tetap berada di angka HET Rp 15.700 per liter. Namun demikian, efektivitas QRIS dalam menekan kenaikan harga sangat bergantung pada tingkat adopsi pedagang dan kesiapan infrastruktur digital di pasar tradisional.  Tidak semua pedagang memiliki perangkat, jaringan, atau literasi digital yang memadai. Di wilayah tertentu, transaksi tunai masih menjadi pilihan utama, sehingga solusi QRIS belum tentu bisa diterapkan secara merata. Selain itu, persoalan harga Minyakita tidak hanya dipengaruhi oleh sistem pembayaran.  Faktor distribusi, pasokan barang, biaya logistik, hingga potensi pelanggaran di tingkat distributor juga turut menentukan harga di tingkat pengecer.  Karena itu, QRIS lebih tepat dipandang sebagai solusi pendukung, bukan satu-satunya instrumen pengendalian harga. Artinya, penggunaan QRIS dapat membantu menciptakan transaksi yang lebih tertib dan transparan, tetapi tetap perlu dibarengi dengan pengawasan distribusi, penegakan aturan HET, serta evaluasi kebijakan.

SELENGKAPNYA
Baju Impor Bekas Dilarang, Menteri UMKM Tegaskan Thrifting Lokal Tetap Aman

Baju Impor Bekas Dilarang, Menteri UMKM: Thrifting Lokal Aman

Menjadi Pengaruh — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa baju impor bekas tidak diperbolehkan beredar di pasar lokal. Sementara aktivitas thrifting yang menggunakan baju bekas lokal tetap aman dan tidak dilarang.  Penegasan ini disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di tengah polemik larangan thrifting yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang. Maman menekankan bahwa isu utama yang menjadi perhatian pemerintah bukanlah thrifting secara umum, melainkan peredaran baju impor bekas yang masuk dan diperdagangkan secara ilegal.  Menurutnya, konsep thrifting memiliki banyak model dan tidak semuanya bertentangan dengan aturan. “Ini bukan thrifting, tetapi baju impor bekas. Itu dulu ya. Karena thrifting itu macam-macam modelnya tuh. Kalau thrifting yang baju-baju bekas lokal kan nggak apa-apa. Tapi yang jadi isu kan baju impor bekas. Itu yang nggak boleh,” kata Maman saat ditemui di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025). Ia menjelaskan, sebagian besar pedagang di pasar telah menyatakan kesediaannya untuk mengganti baju impor bekas dengan produk lokal.  Namun, hingga saat ini pemerintah masih membahas mekanisme kerja sama yang paling tepat antara pedagang dan produsen pakaian lokal agar peralihan tersebut tidak memberatkan pelaku usaha kecil. “Secara prinsip sebetulnya sebagian besar sudah oke, tinggal mekanisme bentuk kerja sama antara produsen dan pedagang. Tinggal itu aja nih yang lagi dicari,” ujarnya. Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah sistem titip jual, di mana pedagang dapat menjual produk terlebih dahulu tanpa harus membayar di muka.  Selain itu, pemerintah juga masih membahas persoalan teknis lain seperti ketersediaan ruang di pasar agar implementasi substitusi berjalan lancar. Maman menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.300 merek yang berpotensi menggantikan baju impor bekas di pasar lokal.  Pemilihan merek akan diserahkan sepenuhnya kepada pedagang agar sesuai dengan karakter dan kebutuhan konsumen masing-masing. Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menyatakan bahwa pemerintah tengah mencari formula agar pedagang thrifting impor tetap bisa bertahan secara ekonomi tanpa melanggar regulasi yang berlaku.  Menurutnya, peralihan ke produk lokal tidak akan dilakukan secara mendadak. “Teman-teman pedagang ini harus mau shifting dulu. Brand ini siap, tapi bagaimana polanya kan kita lagi cari nih, model bisnisnya seperti apa, sehingga saling menguntungkan, win-win,” kata Temmy seusai konferensi pers Epic Sale 2025 di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025). Selain mengandalkan produk lokal, pemerintah juga membuka opsi kerja sama dengan merek global resmi yang beroperasi di Indonesia untuk menggantikan penjualan barang ilegal dengan produk legal. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan ketersediaan barang di pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang. Temmy menambahkan bahwa pembenahan ekosistem perdagangan pakaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pedagang. Tetapi juga membutuhkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap produk lokal. “Pembenahan itu bukan hanya ada di pihak pedagang, juga ada di masyarakat, harus mulai melihat bahwa produk lokal juga bagus-bagus dan harganya juga bersaing,” tuturnya. Pemerintah berharap, dengan pendekatan bertahap dan dukungan berbagai skema kerja sama, larangan baju impor bekas dapat diimplementasikan tanpa mengganggu roda ekonomi pedagang pasar sekaligus mendorong penguatan industri dan merek lokal di dalam negeri. Dampak Larangan Baju Impor Bekas terhadap UMKM Larangan peredaran baju impor bekas dinilai membawa dampak signifikan bagi pelaku UMKM, khususnya produsen dan merek pakaian lokal.  Dengan berkurangnya barang impor bekas di pasar, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk mengisi ruang distribusi yang sebelumnya dikuasai pakaian bekas dari luar negeri. Bagi UMKM di sektor fesyen dan garmen, kebijakan ini membuka akses pasar yang lebih luas, terutama di pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat perdagangan thrifting.  Selain itu, skema kerja sama seperti sistem titip jual berpotensi membantu UMKM memperluas jaringan pemasaran tanpa terbebani biaya distribusi yang tinggi. Di sisi lain, kebijakan ini juga mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, konsistensi pasokan, serta penyesuaian harga agar tetap kompetitif di mata konsumen. Pemerintah berharap, melalui proses transisi yang bertahap dan terukur, larangan baju impor bekas dapat menjadi momentum penguatan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan industri fesyen lokal secara berkelanjutan.

SELENGKAPNYA
RANS Nusantara Hebat Raffi Ahmad–Kaesang Kini Jadi Lapangan Padel

RANS Nusantara Hebat Raffi Ahmad–Kaesang Kini Jadi Lapangan Padel

Kawasan bekas pusat kuliner RANS Nusantara Hebat di Jalan Raya BSD Pusat, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, kini tidak lagi berfungsi sebagai sentra UMKM.  Setelah hanya beroperasi kurang dari satu tahun, bangunan tersebut dibongkar dan saat ini tengah dikembangkan menjadi lapangan padel dan area kafe. Di lokasi memperlihatkan pagar seng menutup seluruh area proyek. Spanduk berwarna hijau terpampang di beberapa sisi, memuat keterangan standar lapangan olahraga internasional, seperti “FIP standard court” dan “ITF standard court”, serta ilustrasi olahraga padel dan tenis. Awal Operasional dan Target Pengembangan UMKM RANS Nusantara Hebat mulai beroperasi pada 30 Maret 2024 dengan konsep pusat kuliner yang menaungi 122 tenant UMKM.  Proyek ini diperkenalkan sebagai ruang usaha berbasis lifestyle yang diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM meningkatkan kelas usahanya. Dalam acara peresmian, Raffi Ahmad menekankan pentingnya penyediaan ruang yang layak bagi pelaku usaha kecil. “Di sini niat kita harus membuat UMKM kita mendapatkan tempat terbaik dan naik kelas,” ujar Raffi Ahmad, Sabtu (30/3/2024). Ia juga menyoroti peran aktivitas non kuliner sebagai daya tarik kawasan. “Mudah-mudahan teman-teman yang ada di sini bukan hanya sekadar makan, tapi lifestyle juga.” Penghentian Operasional Kurang dari Setahun Aktivitas di pusat kuliner tersebut akhirnya berhenti pada 28 Februari 2025.  Informasi penghentian operasional disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @ransnusantarahebat. “Rans Nusantara Hebat akan berhenti beroperasi sementara mulai 28 Februari 2025.” Pihak pengelola juga mengimbau pelanggan untuk menukarkan voucher makan yang masih dimiliki sebelum masa berlakunya habis. Menjelang penutupan, kondisi RANS Nusantara Hebat dilaporkan semakin sepi.  Saat dikunjungi pada 26 Februari 2025, hanya sebagian kecil tenant yang masih beroperasi. Salah satu pemilik tenant, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung RANS Nusantara Hebat sempat meningkat pada awal operasional, namun secara bertahap mengalami penurunan.  Meski demikian, ia menilai biaya sewa tenant masih tergolong terjangkau, dengan kisaran sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Pembongkaran Bangunan dan Perubahan Kepemilikan Setelah lama tidak digunakan, pembongkaran bangunan RANS Nusantara Hebat mulai dilakukan pada awal September 2025.  Warga sekitar menyebut kawasan tersebut telah lama kosong dari aktivitas perdagangan dan tidak lagi dimanfaatkan oleh para penyewa.  Seluruh area kemudian ditutup menggunakan pagar seng dan dibersihkan sebelum memasuki tahap pembangunan lanjutan.  Dalam perkembangan terbaru, struktur bangunan baru mulai terlihat di lokasi, menandakan perubahan fungsi kawasan.  Berdasarkan keterangan di lapangan, area tersebut tengah dikembangkan menjadi fasilitas olahraga berupa lapangan padel yang dilengkapi dengan area kafe.  Selain itu, kepemilikan lahan juga telah berpindah tangan dan tidak lagi berada di bawah pengelolaan RANS Nusantara Hebat. Mengapa Pusat UMKM Sulit Bertahan? Perubahan fungsi bekas RANS Nusantara Hebat menunjukkan bahwa pengelolaan pusat UMKM membutuhkan perencanaan jangka panjang yang matang dan berkelanjutan.  Keberhasilan sebuah pusat UMKM tidak hanya ditentukan oleh konsep yang menarik atau keterlibatan figur publik dengan daya tarik besar. Tetapi juga oleh faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi aktivitas usaha sehari-hari.  Lokasi yang strategis, kemudahan akses pengunjung, serta kesesuaian dengan pola mobilitas masyarakat menjadi aspek penting dalam menjaga tingkat kunjungan.  Selain itu, strategi pemasaran yang konsisten dan adaptif diperlukan untuk memastikan arus pengunjung tetap terjaga. Terutama setelah fase awal pembukaan yang umumnya didorong oleh promosi dan rasa penasaran publik.  Tanpa dukungan ekosistem yang kuat dan kesinambungan trafik pengunjung, pusat UMKM berisiko mengalami penurunan aktivitas, meskipun memiliki konsep dan dukungan branding yang kuat di tahap awal.

SELENGKAPNYA
Prabowo Dorong Sawit di Papua, Perhatian Lingkungan Jadi Sorotan

Prabowo Dorong Sawit di Papua, Lingkungan Jadi Sorotan

Menjadi Pengaruh – Presiden Prabowo Subianto mendorong Papua untuk mencapai swasembada energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, salah satunya melalui pengembangan kelapa sawit sebagai bahan baku BBM.  Kebijakan ini menuai respons dari sejumlah lembaga negara, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan DPR RI, yang pada prinsipnya mendukung. Namun juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis serta tata ruang hutan Papua. DPD RI Dukung Sawit untuk Energi, Ingatkan Keseimbangan Ekologis Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Najamudin menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan Papua swasembada energi dengan memanfaatkan kelapa sawit sebagai penghasil BBM.  Sultan menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, namun mengingatkan agar kebijakan ini tetap memperhatikan keseimbangan ekologis. Menurut Sultan, secara natural sawit merupakan sumber daya ekonomi yang inklusif dan efektif dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Ia berharap kebijakan ini mampu mendorong terwujudnya swasembada energi di Papua. “Kami menghormati upaya Presiden menjadikan sawit sebagai instrumen untuk mencapai visi swasembada energi dan pangan. Dengan sawit dan tebu Indonesia memimpin agenda pengembangan energi baru terbarukan di era perubahan iklim,” ujar Sultan dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025). Sultan juga menyebut bahwa kelapa sawit berpotensi menjadi soft power Indonesia dalam agenda diplomasi dagang internasional.  Ia berharap Indonesia semakin dikenal sebagai negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. “Dulu Indonesia pernah dikenal sebagai negara pengekspor minyak bumi, tapi saat ini kita telah bertransformasi menjadi negara pengekspor minyak sawit (CPO) terbesar dunia. Sehingga sawit menjadi salah satu produk unggulan dan andalan Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya. Meski demikian, Sultan mengingatkan agar perluasan perkebunan sawit dan tebu tidak mengabaikan daya dukung lingkungan.  Ia menegaskan agar konversi lahan tidak menggeser ruang hidup masyarakat adat maupun mengancam satwa endemik Papua. “Ekstensifikasi perkebunan sawit sebaiknya dikembangkan oleh BUMN dan BUMD atau bahkan BUMdes dengan memperhatikan keseimbangan ekologis. Selain itu, penting juga agar melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam industri perkebunan kelapa sawit,” katanya. DPR Minta Perencanaan dan Analisis Dampak Lingkungan Diperkuat Senada dengan DPD RI, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman juga menekankan bahwa kebijakan penanaman sawit di Papua harus disertai dengan perencanaan yang matang serta analisis dampak lingkungan yang komprehensif. “Kami berharap arahan dari Bapak Presiden tersebut dilaksanakan dengan perencanaan dan analisa dampak lingkungan yang baik sehingga tata ruang terjaga, di mana hutan alam sebagai wilayah serapan air tetap terjaga dan terlindungi,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (17/12/2025). Legislator dari PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa hutan memang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan dan pembangunan, namun harus dipastikan tidak menimbulkan risiko bencana di kemudian hari. “Hutan harus bisa kita manfaatkan untuk kehidupan, tetapi juga harus dipastikan tidak menjadi sumber malapetaka,” ungkapnya. Alex juga menegaskan bahwa tidak seluruh wilayah hutan Papua dapat dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Menurutnya, fungsi utama hutan sebagai daerah serapan air harus tetap dijaga. Arahan Prabowo: Energi Lokal untuk Kemandirian Papua Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar Papua dapat mencapai swasembada energi dengan mengoptimalkan sumber daya yang dikelola oleh masyarakat setempat.  Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan BBM dari luar daerah dapat dikurangi, sekaligus menekan harga energi di Papua agar lebih terjangkau. “Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua. Di samping itu kita ujungnya nanti daerah-daerah yang sulit kita harus dengan menggunakan tenaga surya atau tenaga air,” kata Prabowo saat memberikan arahan di depan kepala daerah se-Papua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/12/2025). Prabowo menambahkan bahwa perkembangan teknologi energi terbarukan saat ini semakin mendukung pemerataan akses energi hingga ke wilayah terpencil. “Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah dan ini bisa untuk mencapai daerah-daerah terpencil, juga tenaga hidro sekarang ada hidro-hidro yang mini yang bisa juga dipakai di daerah yang terpencil. Ini semua adalah supaya ada kemandirian tiap daerah. Kalau ada tenaga surya dan tenaga air tidak perlu kirim-kirim BBM mahal-mahal dari daerah-daerah lain dan juga nanti,” lanjutnya. Selain tenaga surya dan air, Prabowo juga berharap Papua dapat ditanami kelapa sawit serta tanaman energi lainnya seperti tebu dan singkong untuk menghasilkan BBM dan etanol.  Ia menargetkan seluruh daerah di Indonesia dapat mencapai swasembada energi dan pangan dalam lima tahun ke depan. “Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun Semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi,” ujarnya. Prabowo menyebut jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah karena tidak lagi bergantung pada impor BBM dari luar negeri. Tantangan dan Fokus Kebijakan ke Depan Rencana menjadikan Papua sebagai wilayah swasembada energi berbasis sumber daya lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian daerah.  Namun, dukungan dari DPR dan DPD RI menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, tata ruang yang berkelanjutan, serta pelibatan masyarakat adat dan lokal agar pembangunan energi di Papua tidak menimbulkan persoalan sosial maupun ekologis di masa depan. Kehati-hatian ini penting jika berkaca pada berbagai kejadian ekologis di wilayah lain, khususnya di Sumatera.  Pembukaan lahan skala besar untuk kepentingan ekonomi di masa lalu kerap dikaitkan dengan munculnya banjir, degradasi hutan, hingga hilangnya fungsi kawasan serapan air.  Kondisi tersebut menjadi pelajaran bahwa pembangunan berbasis sumber daya alam tanpa perencanaan lingkungan yang ketat berpotensi menimbulkan bencana dan kerugian jangka panjang. Dalam konteks Papua, pendekatan kebijakan dinilai perlu lebih selektif dan berbasis tata ruang.  Dengan demikian, target swasembada energi nasional dapat dicapai tanpa mengulang kesalahan pembangunan yang berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat di daerah lain.

SELENGKAPNYA
Manufacturing Indonesia 2025 Usai Digelar dengan Puluahan Ribu Pengunjung

Manufacturing Indonesia 2025 Sukses Dihadiri Puluhan Ribu Pengunjung

Manufacturing Indonesia Series 2025 resmi berakhir dengan catatan positif bagi perkembangan industri manufaktur nasional.  Pameran yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran ini kembali menegaskan posisinya sebagai ajang manufaktur terbesar dan paling strategis di Asia Tenggara.  Selama pelaksanaan acara, tercatat sekitar 50.000 pengunjung hadir dari berbagai latar belakang industri, mulai dari pelaku manufaktur, pemilik bisnis, profesional teknik, hingga pengambil kebijakan. Mengusung tema Beyond Challenges Empowering Indonesia’s Manufacturing Excellence and Resilience, pameran ini tidak hanya menjadi etalase teknologi, tetapi juga ruang refleksi pasca tantangan global yang dihadapi sektor industri.  Kehadiran lebih dari 1000 eksibitor dari 29 negara memperlihatkan tingginya kepercayaan global terhadap potensi manufaktur Indonesia.  Setelah acara berakhir, Manufacturing Indonesia Series 2025 meninggalkan dampak nyata berupa perluasan jejaring bisnis, pertukaran pengetahuan, serta dorongan kuat terhadap adopsi teknologi industri 4.0 dan manufaktur berkelanjutan. Antusiasme Pengunjung dan Aktivitas Pameran Salah satu indikator keberhasilan Manufacturing Indonesia Series 2025 terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 50.000 orang.  Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap transformasi manufaktur terus meningkat, terutama di tengah kebutuhan industri untuk beradaptasi dengan digitalisasi dan efisiensi operasional.  Area pameran dipadati pengunjung yang aktif berdiskusi, mencoba teknologi, serta menjajaki peluang kolaborasi. Dari berbagai rangkaian kegiatan yang digelar, sesi Forklift Hero Competition menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.  Kompetisi ini tidak hanya menyedot minat pengunjung, tetapi juga menjadi simbol pentingnya keterampilan operasional dan keselamatan kerja di industri manufaktur dan logistik.  Selain kompetisi, demonstrasi mesin, solusi otomasi, dan teknologi digital real time menjadi magnet tersendiri.  Banyak pelaku industri memanfaatkan momen ini untuk membandingkan solusi, mengevaluasi kebutuhan bisnis, dan mengambil keputusan investasi.  Interaksi intens ini memperkuat peran pameran sebagai platform bisnis yang efektif, bukan sekadar ajang pamer produk saja. Transformasi Industri 4.0 dan Manufaktur Berkelanjutan Pasca Manufacturing Indonesia Series 2025, arah transformasi industri nasional semakin terlihat jelas. Pameran ini menegaskan bahwa digitalisasi dan keberlanjutan bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan strategis bagi perusahaan manufaktur.  Berbagai solusi berbasis Internet of Things, kecerdasan buatan, dan sistem pemantauan produksi real time yang ditampilkan selama acara menjadi referensi nyata bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, implementasi teknologi digital terbukti mampu memberikan dampak signifikan.  Data yang disorot selama pameran menunjukkan bahwa perusahaan yang telah menerapkan transformasi digital mampu meningkatkan produktivitas secara drastis, mempercepat waktu produksi, serta menurunkan emisi karbon.  Hal ini memperkuat narasi bahwa keberlanjutan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan. Penguatan Sumber Daya Manusia dan Budaya Keselamatan Industri Selain teknologi, Manufacturing Indonesia Series 2025 juga meninggalkan pesan kuat mengenai pentingnya penguatan sumber daya manusia.  Berbagai kompetisi dan program edukatif seperti Forklift Hero Competition, HSE Championship, serta sesi pelatihan teknis menjadi bukti bahwa kualitas tenaga kerja merupakan fondasi utama transformasi industri.  Antusiasme terhadap sesi Forklift Hero menunjukkan bahwa keterampilan praktis dan keselamatan kerja masih menjadi isu krusial di lapangan. Budaya keselamatan kerja yang ditonjolkan selama pameran menjadi pengingat bahwa modernisasi industri harus diiringi dengan peningkatan standar operasional.  Pasca acara, perusahaan diharapkan tidak hanya fokus pada investasi mesin dan sistem, tetapi juga pada pelatihan berkelanjutan bagi karyawan.  Kombinasi antara teknologi canggih dan tenaga kerja terampil akan menentukan daya saing industri manufaktur Indonesia ke depan. Selain itu, program seminar dan workshop yang digelar selama pameran memberikan wawasan strategis bagi manajemen dan praktisi industri.  Dampak Strategis Manufacturing Indonesia Series 2025 Berakhirnya Manufacturing Indonesia Series 2025 menandai babak baru bagi ekosistem manufaktur nasional.  Dengan dukungan pemerintah, asosiasi industri, dan partisipasi aktif pelaku usaha, pameran ini berhasil mempertemukan seluruh rantai nilai manufaktur dalam satu platform kolaboratif.  Pasca acara, sinergi lintas sektor yang terbangun diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama bisnis, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional yang terus menguat menjadi latar belakang optimisme ini.  Manufacturing Indonesia Series 2025 memperkuat posisi manufaktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendorong kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global.  Dengan meningkatnya minat pengunjung dan kualitas pameran, acara ini tidak hanya sukses secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Digitalisasi, keberlanjutan, dan penguatan sumber daya manusia menjadi tiga pilar utama yang akan menentukan masa depan industri manufaktur Indonesia.

SELENGKAPNYA