Daftar Isi

IDMC 2026 Bahas Strategi AI dan Masa Depan Digital Marketing Bisnis

IDMC 2026 Bahas Strategi AI dan Masa Depan Digital Marketing untuk Bisnis

Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 akan kembali digelar pada 4–5 Juni 2026 di Jakarta. Acara ini menjadi salah satu konferensi pemasaran digital terbesar di Indonesia yang mempertemukan pengusaha, praktisi marketing, hingga profesional teknologi untuk membahas perkembangan dunia digital yang terus berubah.

Penyelenggaraan IDMC 2026 hadir di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang kini mulai banyak digunakan dalam aktivitas pemasaran digital. Penggunaan AI diperkirakan akan semakin berkembang sepanjang 2026 dan memengaruhi cara bisnis membangun strategi penjualan maupun menjangkau konsumen.

Di sisi lain, pengusaha saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Biaya iklan digital terus naik, perilaku konsumen berubah semakin selektif, dan persaingan bisnis bergerak lebih cepat dibanding sebelumnya. Kondisi ini membuat banyak pengusaha perlu mencari strategi baru agar bisnis mereka tetap relevan dan mampu berkembang.

Karena itu, kebutuhan akan wawasan digital, keterampilan pemasaran modern, dan ruang belajar yang tepat semakin dibutuhkan oleh pebisnis. Melalui IDMC 2026, peserta diharapkan bisa memperoleh insight baru terkait strategi digital marketing, pemanfaatan AI, hingga peluang pengembangan usaha di era digital.

Alasan IDMC 2026 Kembali Diselenggarakan

Dalam beberapa tahun terakhir, strategi pemasaran yang hanya mengandalkan promosi dan iklan berbayar mulai dianggap kurang efektif. Konsumen kini tidak hanya melihat produk, tetapi juga memperhatikan nilai sebuah brand, pengalaman pelanggan, dan hubungan yang dibangun dengan audiens.

Karena itu, pendekatan pemasaran berbasis komunitas serta dukungan teknologi mulai menjadi fokus utama banyak bisnis.

CEO ToffeeDev sekaligus Founder IDMC, Ryan Kristo Muljono, menjelaskan bahwa bisnis saat ini tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk berkembang.

Menurutnya, tantangan terbesar bisnis modern adalah membangun komunitas pelanggan yang loyal. Komunitas dianggap menjadi kekuatan baru dalam pemasaran karena mampu menciptakan hubungan jangka panjang antara brand dan pelanggan melalui branding, storytelling, dan strategi digital yang tepat.

Baca juga  RI Akan Bentuk BUMN Tekstil Baru, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun

Ryan juga menyebut IDMC 2026 dirancang sebagai ruang belajar bagi pelaku usaha agar dapat memperbarui wawasan sekaligus memahami peluang bisnis di tengah perkembangan teknologi digital.

Targetkan Ribuan Peserta dan Puluhan Pembicara

Tahun ini, IDMC menargetkan lebih dari 5.000 peserta hadir selama acara berlangsung. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak konferensi ini pertama kali diadakan.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemilik usaha, tim pemasaran, praktisi teknologi, hingga pelaku industri digital yang ingin meningkatkan kemampuan mereka di bidang pemasaran modern.

Sebanyak 50 pembicara juga akan hadir mengisi berbagai sesi konferensi. Sebagian besar merupakan ahli di bidang pemasaran dan penjualan digital.

Beberapa nama yang telah dikonfirmasi hadir di antaranya Peng Joon selaku CEO dan Founder Smobble, Ryan Kristo Muljono, serta Adythia Pratama sebagai Founder Guerilla Marketing Academy. Selain itu, akan ada perwakilan dari Google yang dijadwalkan membahas perkembangan teknologi digital dan perubahan algoritma di tahun 2026.

AI Commerce Jadi Topik Utama IDMC 2026

Mengusung tema “The New Game of Digital Marketing”, IDMC 2026 menempatkan AI Commerce sebagai salah satu pembahasan utama yang paling dinantikan peserta.

Bersama SVO.ai, peserta akan diperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat membantu menyederhanakan proses penjualan online secara lebih efisien.

Teknologi yang dibahas meliputi pembuatan konten otomatis, pengelolaan iklan berbasis AI, chatbot AI, hingga sistem CRM berbasis AI untuk membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan secara lebih konsisten.

Pendekatan ini dinilai relevan karena banyak bisnis saat ini mencari strategi pemasaran yang lebih hemat waktu, mudah diukur hasilnya, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas termasuk pasar internasional.

Ryan menyebut konferensi ini tidak hanya berisi motivasi bisnis, tetapi juga panduan strategi yang bisa langsung diterapkan peserta setelah acara selesai.

Baca juga  DPR Resmi Sahkan RKUHAP, Ini Dampaknya ke Bisnis Digital

Menurutnya, pengusaha membutuhkan arah strategi yang jelas agar mampu beradaptasi dengan perubahan digital yang bergerak sangat cepat.

Marketing Technology Expo Hadirkan Berbagai Solusi Digital

Selain konferensi utama, IDMC 2026 juga akan menghadirkan Marketing Technology Expo yang diikuti sekitar 80 perusahaan teknologi dan penyedia layanan digital.

Melalui expo ini, peserta dapat melihat berbagai inovasi teknologi yang sedang berkembang di industri pemasaran digital, mulai dari tools automasi marketing, platform pengelolaan data, sistem CRM, teknologi AI marketing, hingga software analisis performa kampanye digital.

Tidak hanya itu, expo juga membuka peluang networking bagi para pelaku usaha untuk bertemu dengan sesama profesional industri maupun calon mitra bisnis melalui sesi pertemuan dan networking yang telah disiapkan panitia.

Perkembangan AI Bisnis Harus Diimbangi Legalitas Usaha

Di tengah perkembangan teknologi AI dan strategi pemasaran digital, ada satu hal penting yang masih sering diabaikan pengusaha, yaitu legalitas bisnis.

Padahal, semakin berkembang operasional bisnis digital, semakin penting pula memastikan usaha berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Bisnis yang aktif memanfaatkan teknologi digital dan berinteraksi dengan pelanggan secara online perlu memastikan berbagai aspek hukumnya sudah aman. Mulai dari izin usaha, perlindungan merek dagang, perjanjian kerja sama dengan vendor teknologi, hingga kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pelanggan.

Karena itu, layanan legalitas seperti Legal MP hadir untuk membantu pengusaha mengurus kebutuhan hukum bisnis secara lebih praktis dan efisien.

Layanannya mencakup pendirian badan usaha, pengurusan izin usaha, pembuatan perjanjian kerja sama, hingga konsultasi hukum terkait operasional bisnis digital.

Bagi pengusaha yang mulai memanfaatkan AI dan strategi digital seperti yang dibahas di IDMC 2026, memastikan legalitas bisnis sejak awal menjadi langkah penting agar operasional bisnis tetap aman dan berkelanjutan.

Baca juga  KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Ini Tanggal Peluncurannya!

Dengan fondasi hukum yang jelas, pengusaha dapat lebih fokus menjalankan strategi pemasaran digital tanpa khawatir menghadapi kendala regulasi di masa mendatang.

Daftar Isi