Author: Aisyah Yekti

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi oleh penulis

Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Di balik kesuksesan sebuah produk global, selalu ada strategi branding yang cerdas. Begitu pula dengan Kopiko. Permen kopi asal Indonesia yang berhasil menembus lebih dari 80 negara.  Tak hanya hadir di rak-rak supermarket dunia, Kopiko juga tampil di drama Korea populer hingga ikut menemani astronot NASA di luar angkasa.  Perjalanan ini bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang bagaimana sebuah brand lokal mampu membangun citra, dan memanfaatkan momentum budaya. Sejarah Singkat Kopiko Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia.  Pada era itu, masyarakat Indonesia mulai mengalami perubahan gaya hidup: Ritme kerja semakin cepat, aktivitas padat, dan kebutuhan akan kafein tinggi.  Namun, tidak semua orang punya waktu untuk menyeduh secangkir kopi di tengah kesibukan. Melihat peluang tersebut, Mayora menghadirkan inovasi unik: permen kopi berbahan ekstrak kopi asli.  Inilah yang kemudian menjadi ciri khas Kopiko. Sebuah cemilan kecil yang mampu memberikan sensasi rasa kopi tanpa repot. Dengan tagline ikonik “Kopiko, gantinya ngopi!”, produk ini langsung populer di kalangan masyarakat luas. Bukan hanya rasanya yang khas, tapi juga konsepnya yang praktis: Bisa dinikmati di mana saja, kapan saja, bahkan saat bepergian.  Seiring waktu, Kopiko menjadi identik dengan gaya hidup modern yang serba cepat, sekaligus membawa nuansa lokal Indonesia melalui cita rasa kopinya. Inovasi ini pula yang menjadi fondasi kuat perjalanan Kopiko untuk menembus pasar global di tahun-tahun berikutnya. Perjalanan Kopiko Mendunia Berawal dari produksi dalam skala terbatas di Indonesia, Kopiko berhasil mencuri hati konsumen berkat rasanya yang khas dan kepraktisannya.  Dalam waktu relatif singkat, permintaan pun meluas ke luar negeri. Kini, Kopiko hadir di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Di kawasan Asia, produk ini sudah lama populer, terutama di Filipina, Thailand, dan Vietnam.  Di Timur Tengah, Kopiko mendapat sambutan hangat karena masyarakatnya juga memiliki budaya minum kopi yang kuat.  Bahkan, Kopiko berhasil menembus pasar yang lebih kompetitif seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Wilayah yang sudah terbiasa dengan berbagai produk kopi instan maupun premium. Citra Kopiko sebagai permen kopi asli dari ekstrak kopi membuatnya mudah diterima lintas budaya.  Di banyak negara, Kopiko dipandang bukan sekadar permen, melainkan alternatif praktis bagi mereka yang ingin tetap merasakan sensasi kopi di sela aktivitas.  Momen ini selaras dengan tren global: Kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup. Keberhasilan Kopiko menembus pasar dunia menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dari Indonesia bisa bersaing di panggung internasional, ya! Asalkan konsisten menjaga kualitas dan berani beradaptasi dengan selera konsumen global. Strategi Branding Kopiko Lewat Drama Korea Salah satu langkah brilian Kopiko adalah melakukan product placement di drama Korea populer.  Permen ini muncul di serial Vincenzo dan Start-Up, yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia.  Walau biaya promosi lewat drama internasional ini tidak murah, dampaknya luar biasa. Brand Kopiko ikut terkerek naik seiring popularitas Hallyu Wave. Strategi ini makin tepat karena budaya kopi di Korea Selatan sangat kencang.  Negeri ginseng dikenal sebagai salah satu konsumen kopi terbesar di Asia, dengan budaya nongkrong di kafe dan minum kopi instan yang sudah mengakar dalam keseharian.  Kehadiran Kopiko di drama Korea membuat permen ini bukan hanya sekadar produk, tapi juga bagian dari gaya hidup yang dekat dengan audiens. Dengan memanfaatkan tren tersebut, Kopiko berhasil menancapkan citra sebagai permen kopi modern yang relevan dengan gaya hidup masyarakat global. Terutama generasi muda yang menjadi penonton setia drama Korea. Kopiko di Luar Angkasa Bersama NASA Prestasi yang paling mengejutkan dari Kopiko adalah ketika permen mungil ini berhasil ikut terbang ke luar angkasa.  Pada tahun 2017, sebuah foto viral menunjukkan astronot NASA sedang merayakan Thanksgiving di International Space Station (ISS) sambil menikmati Kopiko. Alasan dipilihnya Kopiko cukup sederhana namun logis: Bentuknya kecil, praktis, mudah disimpan, dan bisa dikonsumsi di kondisi zero gravity tanpa menimbulkan masalah. Selain itu, rasanya yang manis sekaligus memberi sensasi kopi membuatnya jadi camilan favorit yang bisa meningkatkan mood di tengah rutinitas berat para astronot. Momen ini langsung menyita perhatian publik di Indonesia.  Banyak yang tak menyangka permen lokal bisa berada sejajar dengan produk internasional lain di panggung luar angkasa.  Lebih dari sekadar viral, peristiwa ini menegaskan bahwa Kopiko bukan hanya sukses di bumi, tapi juga berhasil menembus batas. Tak heran, sejak saat itu Kopiko makin dikenal sebagai simbol kebanggaan produk lokal Indonesia yang mampu mendunia. Inovasi dan Konsistensi di Balik Sukses Kesuksesan Kopiko bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga hasil dari strategi bisnis yang cermat dan inovasi tanpa henti.  Mayora sebagai produsen terus menjaga kualitas bahan baku, memastikan setiap permen tetap menggunakan ekstrak kopi asli agar cita rasanya konsisten sejak pertama kali diluncurkan. Selain itu, desain kemasan Kopiko juga berkembang mengikuti zaman.  Dari kemasan klasik berwarna hitam-cokelat yang ikonik, hingga varian desain modern yang lebih segar, semua disesuaikan dengan selera pasar di berbagai negara.  Bahkan, ukuran kemasan dan gaya visualnya sering diadaptasi agar sesuai dengan kebiasaan konsumen lokal, baik untuk penjualan di warung kecil maupun di supermarket global. Inovasi lain yang turut mendukung adalah hadirnya berbagai varian, seperti Kopiko Brown Coffee atau Kopiko versi mix, yang menawarkan pengalaman rasa lebih beragam.  Hal ini menjaga brand tetap relevan, terutama di tengah kompetisi ketat dengan produk kopi instan dan permen rasa kopi dari negara lain. Kunci utamanya ada pada konsistensi.  Kopiko tidak sekadar meluncurkan produk lalu berhenti berinovasi, melainkan terus mengikuti tren, memahami pasar, dan menjaga standar tinggi.  Inilah yang membuat Kopiko mampu bertahan puluhan tahun sekaligus tetap dipercaya oleh konsumen di seluruh dunia. FAQ 1. Kapan Kopiko pertama kali diluncurkan? Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk. 2. Berapa banyak negara yang sudah menjadi pasar Kopiko? Hingga kini, Kopiko sudah masuk ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia. 3. Apakah benar Kopiko pernah masuk drama Korea? Ya, Kopiko pernah muncul di drama Korea populer seperti Vincenzo dan Start-Up melalui strategi product placement. 4. Mengapa Kopiko bisa dibawa ke luar angkasa? Karena bentuknya kecil, praktis, dan mudah dikonsumsi tanpa gravitasi, astronot NASA memilih Kopiko untuk menemani momen Thanksgiving pada tahun 2017. 5. Apa rahasia kesuksesan Kopiko hingga mendunia? Rahasianya ada pada kombinasi kualitas produk berbahan ekstrak kopi asli, konsistensi menjaga

SELENGKAPNYA
Strategi Quick Wins Purbaya untuk Kejar Target Setoran Negara 2025

Strategi Quick Wins Purbaya untuk Kejar Target Setoran Negara 2025

Menjadi Pengaruh – Pemerintah menargetkan penerimaan negara di tahun 2025 bisa naik dari tahun sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan bahwa langkah cepat perlu dilakukan agar target tersebut tercapai dengan quick wins. “Untuk memperbaiki performa penerimaan negara termasuk penerimaan pajak yang belakangan masih terkontraksi,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN edisi September 2025, dikutip Jumat (26/9/2025). Untuk itu, Purbaya menyiapkan serangkaian program quick wins yang diharapkan mampu memberi hasil nyata dalam waktu dekat. Lima Program Quick Wins Purbaya untuk Kenaikan Penerimaan Pajak Untuk mencapai target penerimaan, Purbaya merumuskan lima program quick wins yang berfokus pada hasil nyata dalam jangka pendek: 1. Stimulus Ekonomi (Paket 8+4+5) Langkah pertama yang dicanangkan Purbaya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui paket stimulus yang dikenal dengan formula 8+4+5.  Inti dari kebijakan ini adalah memperbesar aktivitas ekonomi nasional, sehingga penerimaan negara bertambah secara alami tanpa harus menaikkan tarif pajak yang sudah ada. Dalam penjelasannya, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat atau dunia usaha dengan kenaikan tarif.  Sebaliknya, fokus diarahkan pada peningkatan volume transaksi dan kegiatan usaha.  Dengan semakin banyaknya aktivitas ekonomi, maka basis pajak otomatis menjadi lebih luas. 2. Penagihan Tunggakan Pajak Besar  Purbaya menyebut ada sekitar 200 wajib pajak besar yang hingga kini masih memiliki utang pajak dengan nilai fantastis, yakni Rp50–60 triliun. Dengan status yang sudah inkrah, tunggakan tersebut seharusnya tidak lagi bisa diperdebatkan secara hukum.  Artinya, pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk melakukan penagihan langsung. 3. Penguatan Penegakan Hukum & Pertukaran Data  Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak bisa bekerja sendirian dalam mengejar penerimaan negara. Karena itu, pemerintah memperkuat kerja sama dengan lembaga penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, KPK, hingga lembaga keuangan strategis seperti PPATK. Dengan adanya pertukaran data antar lembaga, Kemenkeu akan lebih mudah mendeteksi aliran dana mencurigakan, termasuk upaya penyembunyian aset atau manipulasi laporan keuangan. 4. Perbaikan Core Tax System  Sistem inti pajak ini sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala teknis yang berdampak pada kelancaran layanan perpajakan. Baik untuk wajib pajak maupun aparat pajak. Purbaya menekankan pentingnya percepatan perbaikan agar sistem kembali optimal dalam waktu singkat.  Ia bahkan menargetkan progres perbaikan bisa langsung terasa dalam 1 bulan ke depan. 5. Pemberantasan Rokok Ilegal Quick win terakhir difokuskan pada pemberantasan peredaran rokok ilegal yang selama ini menjadi salah satu sumber kebocoran penerimaan cukai.  Pemerintah menilai maraknya rokok tanpa pita cukai resmi, baik di pasar tradisional, marketplace, maupun jalur impor, telah merugikan negara triliunan rupiah setiap tahunnya. Purbaya menegaskan langkah tegas akan diambil, mulai dari mengumpulkan penyedia marketplace agar segera melarang penjualan rokok ilegal, hingga menindak jalur impor yang kerap digunakan untuk memasukkan produk tanpa izin. “Siapa pun yang terlibat … akan kami sikat habis,” tegas Purbaya. Tantangan Implementasi Quick Wins Purbaya Meski lima program quick wins yang dicanangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terdengar menjanjikan, pelaksanaannya tidak bisa dianggap mudah.  Ada sejumlah tantangan krusial yang perlu dihadapi pemerintah agar program ini benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap penerimaan negara. 1. Koordinasi lintas lembagaPenegakan hukum di sektor perpajakan tidak bisa hanya dilakukan oleh Kementerian Keuangan.  Sinergi dengan Polri, Kejaksaan, KPK, hingga PPATK menjadi kunci.  Tanpa koordinasi yang solid, potensi data yang tidak terintegrasi atau perbedaan langkah antar lembaga bisa memperlambat implementasi. 2. Perlawanan pelaku ilegalPemberantasan rokok ilegal bukan perkara sederhana. Pelaku kerap menggunakan modus distribusi baru, termasuk memanfaatkan platform digital dan jalur impor yang sulit diawasi.  Jika tidak ada strategi pengawasan yang adaptif, kebocoran penerimaan negara dari cukai akan tetap sulit diberantas. 3. Ketahanan sistem digitalPerbaikan Core Tax System harus dipastikan tidak hanya bersifat tambal sulam. Sistem ini memegang peranan vital dalam administrasi perpajakan.  Jika perbaikan hanya jangka pendek, maka masalah teknis bisa muncul kembali dan berisiko mengganggu pelayanan, kepatuhan wajib pajak, hingga keakuratan pencatatan penerimaan negara. Secara keseluruhan, keberhasilan quick wins tidak hanya bergantung pada ide kebijakan. Tetapi juga pada eksekusi di lapangan, komitmen antar lembaga, serta ketahanan infrastruktur sistem yang mendukungnya. Dampak terhadap Ekonomi Apabila kelima program quick wins yang dicanangkan Menteri Keuangan Purbaya dapat dijalankan dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sisi penerimaan negara, ya! Tetapi juga pada keseluruhan perekonomian nasional. Efek domino yang mungkin terjadi antara lain: 1. Meningkatkan basis pajak lewat pertumbuhan ekonomiDengan stimulus ekonomi, aktivitas usaha, konsumsi, dan investasi akan tumbuh.  Peningkatan ini otomatis memperluas basis pajak sehingga penerimaan negara meningkat tanpa harus menaikkan tarif. 2. Menutup kebocoran penerimaan dari tunggakan pajak dan rokok ilegalPenagihan tunggakan Rp50–60 triliun serta pemberantasan rokok ilegal dapat langsung menambah kas negara.  Kedua langkah ini menutup celah penerimaan yang selama ini hilang akibat kelalaian atau pelanggaran hukum. 3. Mengurangi praktik penghindaran pajak lewat integrasi data dan penegakan hukumPertukaran data antar lembaga serta penegakan hukum yang konsisten akan menekan praktik penghindaran pajak.  Transparansi yang lebih baik juga memberi sinyal keadilan bagi wajib pajak yang patuh. 4. Menambah kepercayaan pasar dan investorImplementasi quick wins akan menunjukkan bahwa pemerintah serius memperbaiki tata kelola fiskal.  Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi jangka menengah. Secara keseluruhan, program quick wins bukan hanya instrumen fiskal jangka pendek, melainkan juga pondasi untuk membangun iklim ekonomi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Kesimpulan Program quick wins Purbaya adalah langkah strategis untuk mempercepat penerimaan negara di 2025.  Dengan fokus pada stimulus ekonomi, penagihan pajak besar, sampai pemberantasan rokok ilegal, pemerintah berharap target setoran negara dapat tercapai tanpa membebani masyarakat dengan tarif baru. Namun, efektivitas program ini akan sangat ditentukan oleh kecepatan eksekusi dan respon kondisi ekonomi global.

SELENGKAPNYA
Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ kini hadir di berbagai sudut kota Indonesia. Dari Solo, Bandung, hingga Jember, brand kopi global ini makin mudah ditemui dengan konsep outlet yang rapi, harga ramah kantong, dan menu yang membumi. Langkah Nescafé turun ke jalan ini tentu jadi sorotan.  Di satu sisi, konsumen makin diuntungkan karena bisa menikmati kopi berkualitas dengan harga terjangkau.  Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: dengan ekspansi besar-besaran ini, UMKM kopi lokal harus gimana? Apa Itu Kedai NESCAFÉ? Kedai ini merupakan hasil kolaborasi antara Nestlé Professional Indonesia dengan pelaku usaha lokal. Usaha ini untuk memperluas kehadiran Nescafé hingga ke kota-kota sekunder dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. Brandingnya menghadirkan cita rasa Nescafé yang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan.  Konsep kedai Nescafé dikelola langsung oleh operator yang dipilih dan bukan menggunakan waralaba (franchise) dengan tujuan untuk menjaga standar kualitas. Pertama kali diluncurkan di Solo, Jawa Tengah, dan bertumbuh secara signifikan seiring dengan penerimaan konsumen.  Lalu, ekspansi awal dilakukan di area Jawa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, baru kemudian ke luar Jawa. Apa Saja Menu Kedai NESCAFÉ? Kedai NESCAFÉ tidak hanya sekedar menjual kopi, tetapi menghadirkan pengalaman ala café dengan harga yang lebih terjangkau.  Menu yang ditawarkan pun sudah sangat familiar bagi masyarakat, baik pecinta kopi maupun mereka yang lebih suka minuman non kopi. Untuk kategori kopi, ada dua varian utama yang paling diminati: 1. Nescafé Caffe Latte, kombinasi rasa kopi dan susu. 2. Nescafé Americano, kopi hitam dengan rasa yang lebih kuat. Sementara untuk kategori non kopi, Kedai NESCAFÉ menyajikan: 1. Nestea Lemon Tea, minuman teh dengan sentuhan lemon. 2. Nestlé Lemonade, minuman citrus. 3. Nestlé Blackcurrant, varian buah dengan rasa manis-asam. 4. Nestlé MILO, minuman coklat legendaris yang sudah akrab bagi semua kalangan. Menariknya, Kedai NESCAFÉ juga menghadirkan inovasi menu terbaru yang menggabungkan sentuhan lokal: ‘NESCAFÉ Es Kopi Klepon’.  Minuman ini memadukan kopi premium dengan cita rasa klepon, kue tradisional Indonesia yang identik dengan aroma pandan, gula merah cair, dan taburan kelapa.  Menu unik ini sementara hanya tersedia di beberapa gerai Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan mendapat sambutan positif dari konsumen yang penasaran dengan kombinasi rasa modern dan tradisional. Lokasi Kedai NESCAFÉ Saat ini Kedai Nescafé telah hadir di lebih dari 500 gerai di 80 kota. Beberapa di antaranya: Komitmen Nestlé Indonesia Dalam memperluas jangkauan Kedai NESCAFÉ, Nestlé Indonesia menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan akses bagi masyarakat luas. Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kopi yang mudah diakses oleh semua kalangan: “Untuk itu, kami percaya bahwa setiap orang berhak menikmati produk-produk Nestlé, seperti kopi NESCAFÉ melalui pengalaman ngopi terbaik, dimanapun mereka berada. Harapan kami tentunya agar Kedai NESCAFÉ dapat menjadi bagian dari rutinitas harian dan momen kebersamaan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia,” kata Sufintri di Jakarta, Kamis (14/8/2025). Sementara itu, dari sisi operasional, Mochamad Machfud, Country Business Manager Nestlé Professional Indonesia, menekankan strategi pengelolaan kedai agar tetap sesuai standar global. “… dengan model bisnis non-kemitraan/non-franchise ini dirasa paling tepat untuk dapat menjaga komitmen Nestlé Professional dalam segi penerapan standar kualitas sesuai dengan nilai dan prinsip Nestlé Indonesia,” ujarnya. Dampak Kedai NESCAFÉ ke Kopi Lokal Masuknya Kedai NESCAFÉ ke pasar UMKM jelas memberi warna baru dalam industri kopi Indonesia.  Di satu sisi, kehadiran brand global ini bisa menjadi ancaman serius bagi pelaku kopi lokal.  Dengan modal besar, jaringan distribusi yang kuat, serta branding yang sudah mapan, Nescafé mampu menghadirkan kedai yang rapi, konsisten, dan punya daya tarik tinggi bagi konsumen.  Bagi UMKM kecil dengan modal terbatas, persaingan ini tentu terasa berat. Namun, di sisi lain, langkah Nescafé juga bisa menjadi pemicu persaingan yang lebih sehat.  Kehadiran brand global mendorong pelaku kopi lokal untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat branding, hingga mencari diferensiasi melalui cita rasa khas daerah atau pengalaman ngopi yang lebih personal. Kopi lokal sebenarnya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh Nescafé, yaitu kedekatan dengan budaya, cerita di balik biji kopi, serta nuansa komunitas yang lebih intim. Jika mampu mengemas nilai-nilai ini, pelaku kopi lokal justru bisa memanfaatkan “efek Nescafé” untuk menarik perhatian konsumen yang penasaran dengan alternatif rasa dan pengalaman yang lebih autentik.

SELENGKAPNYA
Halal Indo 2025 X Menjadi Pengaruh: Tiket VIP & Kopdar Bisnis Gratis

Halal Indo 2025 X Menjadi Pengaruh: Tiket VIP & Kopdar Bisnis Gratis

Event halal terbesar di Indonesia, Halal Indo 2025, akan segera digelar pada 25–28 September 2025 di ICE BSD, Tangerang.  Ajang ini menghadirkan kombinasi expo, conference, talkshow, business matching, hingga Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) yang siap menjadi pusat perhatian industri halal tanah air. Kabar baiknya, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan tiket VIP gratis dan bahkan ikut Dinner Eksklusif bareng komunitas pengusaha dengan mendaftar melalui Komunitas Menjadi Pengaruh (MP). Apa Itu Halal Indo 2025? Halal Indo 2025 adalah pameran dan konferensi akbar yang berfokus pada perkembangan industri halal di Indonesia.  Event ini akan menjadi titik temu ribuan pelaku usaha, pembeli potensial, regulator, hingga influencer dari berbagai sektor yang terkait dengan produk dan layanan halal.  Tidak hanya sekedar pameran, Halal Indo 2025 juga menghadirkan rangkaian agenda utama seperti showcase produk halal dari berbagai brand dan UMKM, conference dan talkshow. Dihadiri dengan narasumber inspiratif, serta business matching yang mempertemukan pengusaha dengan buyer potensial. Selain itu, peserta juga bisa memanfaatkan layanan sertifikasi halal on-the-spot yang sangat membantu pelaku usaha, serta menyaksikan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi di industri halal nasional. Apa Itu Komunitas Menjadi Pengaruh? Menjadi Pengaruh (MP) adalah komunitas bisnis yang berfokus pada pemberdayaan pengusaha, khususnya UMKM, agar bisa naik kelas melalui ekosistem edukasi, networking, dan kolaborasi.  Komunitas ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga wadah bagi para pebisnis untuk mendapatkan akses peluang. Mulai dari program pelatihan, konsultasi, hingga kemitraan strategis. Sejak berdiri, Menjadi Pengaruh telah aktif mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari kopdar komunitas, seminar, hingga program workshop yang melibatkan pengusaha lintas bidang.  Komunitas ini juga berkolaborasi dengan berbagai event besar, termasuk Halal Indo 2025. Ini menjadi bukti nyata komitmen komunitas ini dalam membuka jalan lebih luas bagi anggotanya untuk dikenal, berkembang, dan terhubung dengan jaringan bisnis nasional. Benefit Eksklusif Daftar Halal Indo 2025 via Menjadi Pengaruh Kalau kamu mendaftar melalui komunitas Menjadi Pengaruh, ada dua keuntungan utama yang bisa kamu dapatkan. Pertama, tersedia tiket VIP gratis khusus untuk 10 orang terpilih.  Dengan tiket ini, kamu akan memperoleh akses istimewa ke berbagai agenda penting, mulai dari conference, expo, hingga special session yang biasanya hanya terbuka untuk tamu tertentu.  Kesempatan ini tentu sangat berharga bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman Halal Indo 2025 secara lebih dekat dan eksklusif. Selain itu, ada juga program community dinner eksklusif untuk 20 orang terpilih.  Melalui sesi makan malam ini, kamu tidak hanya bisa menikmati hidangan bersama, tetapi juga berkesempatan untuk membangun relasi bisnis, berbagi pengalaman, dan memperluas networking dengan komunitas pengusaha yang hadir.  Momen ini akan menjadi ruang interaksi yang lebih santai namun penuh peluang untuk kolaborasi baru. Cara Klaim Tiket VIP & Free Dinner Kesempatan untuk mendapatkan tiket VIP gratis dan ikut community dinner eksklusif hanya terbuka untuk beberapa orang terpilih.  Berikut langkah-langkah yang harus kamu ikuti: 1. Daftar melalui link form khusus Menjadi PengaruhIsi data diri kamu secara lengkap dan benar di sini https://menjadipengaruh.com/registrasi-halal-expo-mp/  Pendaftaran ini jadi pintu utama agar kamu bisa masuk ke daftar peserta seleksi tiket VIP maupun dinner eksklusif. 2. Follow akun Instagram resmiPastikan kamu sudah mengikuti akun @MenjadiPengaruh dan @HalalIndo.  Dengan mengikuti kedua akun ini, kamu akan terus mendapatkan update terbaru mengenai event, sekaligus memudahkan panitia memverifikasi keikutsertaanmu. 3. Pantau pengumuman pemenang di InstagramSetelah semua syarat dipenuhi, kamu tinggal menunggu pengumuman resmi di akun Instagram @MenjadiPengaruh.  Di sana akan diumumkan siapa saja 10 orang yang mendapatkan tiket VIP dan 20 orang yang berhak ikut community dinner. Kuotanya sangat terbatas. Jadi, semakin cepat kamu mendaftar, semakin besar peluang untuk terpilih sebagai salah satu peserta eksklusif di Halal Indo 2025. Kesimpulan Halal Indo 2025 bukan hanya sekedar expo, tapi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan industri halal Indonesia ke level global.  Dengan daftar melalui Komunitas Menjadi Pengaruh, kamu bisa mendapatkan tiket VIP gratis, dinner eksklusif bareng komunitas pengusaha, hingga kesempatan networking premium.

SELENGKAPNYA
Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Wings Group dikenal sebagai salah satu raksasa FMCG (fast-moving consumer goods) di Indonesia. Produk mereka ada di hampir semua lini kebutuhan rumah tangga, mulai dari deterjen, sabun, sampai minuman dalam kemasan. Di kategori minuman, mereka cukup jago memainkan citra “sehat, alami, dan segar”.  Dari Floridina, Aquiva, hingga Ale-Ale, semuanya dikemas dengan narasi bahwa konsumen sedang membeli produk yang baik untuk tubuh.  Tapi, benarkah klaim ini sesuai fakta? Yuk, kita bedah di artikel ini! Apa Saja Produk Wings Group? Sebagai salah satu raksasa FMCG di Indonesia, Wings Group punya portofolio produk yang sangat luas.  Hampir semua kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, deterjen, sampai makanan dan minuman, bisa ditemukan dengan merek Wings. 1. Kebutuhan Rumah TanggaWings Group dikenal lewat produk legendaris seperti So Klin, Daia, dan Ekonomi di kategori deterjen. Untuk kebutuhan dapur, ada Mama Lemon sebagai sabun pencuci piring, serta Super Sol untuk pembersih lantai. 2. Perawatan DiriDi kategori personal care, Wings punya Nuvo dan GIV sebagai sabun mandi, Emeron dan Zinc untuk shampoo, serta Ciptadent untuk pasta gigi. Produk-produk ini banyak digunakan sehari-hari karena harganya terjangkau dengan kualitas yang stabil. 3. Makanan & MinumanTak kalah populer, Wings Group juga bermain di pasar makanan dan minuman. Mie Sedaap adalah pesaing utama Indomie di kategori mie instan. Untuk minuman, mereka punya Floridina, Ale-Ale, Teh Rio, Aquiva, hingga Isoplus. Produk-produk ini selalu dikemas dengan citra segar, sehat, dan cocok untuk semua kalangan. Dari kategori rumah tangga hingga minuman siap saji, Wings Group berhasil menancapkan brand awareness yang kuat di benak konsumen Indonesia. Strategi Branding Wings Group: Sehat, Alami, Terjangkau Wings Group punya resep khusus dalam membangun citra produk minumannya.  Pola ini konsisten terlihat di hampir semua brand mereka. Mulai dari Floridina, Aquiva, sampai Ale-Ale.  Strategi ini fokus pada tiga pilar: sehat, alami, dan terjangkau. 1. Positioning Sehat & Alami Hampir semua minuman Wings Group menonjolkan kesan natural lewat pilihan kata di Strategi ini bekerja karena konsumen cenderung mengasosiasikan kata-kata “buah”, “alami”, atau “pegunungan” dengan sesuatu yang sehat, segar, dan lebih baik bagi tubuh. 2. Visual Marketing yang Kuat Selain kata-kata, Wings Group mengandalkan visual kemasan yang persuasif. – Gambar buah jeruk segar pada Floridina langsung memberi sugesti rasa alami. – Ilustrasi air jernih yang mengalir dari pegunungan pada Aquiva membuat orang yakin sumbernya benar-benar dari alam. – Desain penuh warna pada Ale-Ale memunculkan kesan fun, ceria, dan cocok untuk anak muda. Visual ini memanfaatkan psikologi konsumen: Otak manusia lebih cepat percaya pada gambar dibanding tulisan kecil di label komposisi. 3. Harga Ekonomis Berbeda dari produk premium yang menekankan kualitas bahan, Wings Group memilih strategi harga yang ramah kantong. Minuman mereka diposisikan dengan harga kompetitif, sehingga konsumen merasa “mendapat minuman sehat” tanpa harus membayar mahal. Strategi ini membuat brand mereka bisa masuk ke semua lapisan masyarakat. Dari anak sekolah, mahasiswa, sampai pekerja kantoran. Harga terjangkau memperkuat persepsi positif: Seolah-olah kesehatan bisa diakses semua orang, meskipun sebenarnya isi produk tidak sepenuhnya se-“sehat” klaimnya. Kombinasi ini membuat strategi branding Wings Group sangat efektif.  Studi Kasus Produk Wings Group Strategi branding sehat & alami yang digunakan Wings Group bisa terlihat jelas dari produk-produk andalannya. Mari kita bedah satu per satu: 1. Aquviva  Aquviva dipasarkan dengan klaim sebagai air pegunungan yang murni.  Branding ini membuat konsumen membayangkan sumber mata air alami yang jernih dan sehat.  Namun faktanya, produk ini diproduksi di kawasan industri MM2100, Bekasi, dan tidak ada keterangan spesifik mengenai pegunungan mana yang dimaksud.  Dengan kata lain, istilah “pegunungan” lebih berfungsi sebagai strategi citra yang membangun persepsi alami, meskipun sumber air tidak dijelaskan secara transparan. 2. Ale-Ale Ale-Ale dikemas dengan narasi minuman buah segar, didukung visual buah yang segar di kemasannya.  Konsumen pun percaya mereka sedang membeli minuman berbasis buah. Padahal, jika diteliti komposisinya, minuman ini hanya berisi air, gula, sirup fruktosa, perisa sintetis, dan pewarna buatan. Tidak ada kandungan buah asli sama sekali.  Hal ini menunjukkan bahwa branding lebih menekankan kesan segar dan fruity ketimbang fakta isi produk yang sebenarnya. 3. Floridina – “Real Orange Pulp” Floridina menggunakan tagline Real Orange Pulp untuk menonjolkan adanya bulir jeruk asli.  Memang benar, minuman ini mengandung sekitar 4% bulir jeruk dan 2% konsentrat jeruk.  Namun, mayoritas isi botolnya tetap air, gula, dan sirup fruktosa. Artinya, meskipun ada elemen jeruk, porsinya sangat kecil dibanding dominasi gula.  Hasilnya, Floridina lebih tepat dianggap sebagai soft drink rasa jeruk dengan tambahan bulir, bukan jus jeruk murni seperti yang dibayangkan konsumen. Dari tiga studi kasus ini terlihat pola yang sama: Wings Group berhasil memanfaatkan klaim sehat, visual alami, dan kata kunci meyakinkan untuk membangun citra produk.  Namun, ketika komposisi diteliti, kandungan utama sering kali tidak sejalan dengan narasi yang diangkat di kemasan. Psikologi Konsumen: Kenapa Mudah Percaya? Salah satu alasan utama trik branding Wings Group berhasil adalah karena mayoritas konsumen jarang membaca label komposisi secara detail.  Tulisan kecil di bagian belakang kemasan sering diabaikan, sementara visual buah segar atau kata-kata seperti “alami” dan “real” di depan kemasan langsung dipercaya.  Hal ini semakin diperkuat dengan strategi harga murah yang menciptakan persepsi untung, seolah konsumen bisa mendapatkan produk sehat tanpa harus bayar mahal.  Pada akhirnya, keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi oleh kesan visual dan narasi di kemasan, bukan fakta sebenarnya yang tercantum di label. Apa Trik Ini Sah secara Regulasi? Secara hukum, strategi branding seperti yang dilakukan Wings Group masih sah selama tidak melanggar aturan yang berlaku.  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengendalian Klaim pada Label Pangan Olahan dan Iklan, sudah menetapkan bahwa klaim. Seperti “alami”, “buah segar”, atau “real” boleh digunakan, asalkan sesuai dengan definisi dan tidak menyesatkan konsumen.  Artinya, produsen wajib memastikan bahwa setiap kata atau visual yang dipakai punya dasar yang jelas, meskipun porsinya kecil. Selain itu, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan aturan baru berupa label gizi depan kemasan (front-of-pack nutrition label). Dalam rancangan regulasi ini, setiap produk minuman dan makanan olahan nantinya harus mencantumkan kandungan gula, garam, dan lemak secara jelas di bagian depan kemasan.  Tujuannya adalah membantu konsumen memilih lebih bijak dan mengurangi risiko misleading akibat hanya terpaku pada visual atau tagline.  Jika aturan ini sudah diterapkan, klaim seperti “segar”, “sehat”,

SELENGKAPNYA
Acara Business Matching Terbesar Sampai Ikut IHYA: Halal Indo 2025

Acara Business Matching Terbesar Sampai Ikut IHYA: Halal Indo 2025

Bayangkan ribuan pelaku usaha halal dari berbagai negara berkumpul di satu tempat, memperkenalkan inovasi, membangun koneksi, hingga membuka peluang kolaborasi.  Itulah yang akan terjadi di Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo 2025) pada 25–28 September 2025 di ICE BSD City.  Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadikan momen ini sebagai langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem halal global, ya! Artikel ini akan memberi gambaran menarik soal acara Halal Indo 2025. Apa yang Ditawarkan di Halal Indo 2025? Tidak hanya sekedar pameran, Halal Indo 2025 hadir sebagai ajang komprehensif yang menggabungkan showcase produk dengan program strategis untuk memperkuat jaringan bisnis halal, loh! Berikut agenda utama yang bisa diikuti pengunjung maupun peserta pameran: 1. Product Showcases Ratusan exhibitor dari dalam dan luar negeri akan memamerkan produk halal terbaik mereka, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, kosmetik, fashion muslim, hingga pariwisata ramah muslim.  Area pameran akan dibagi sesuai kategori, sehingga pengunjung bisa lebih mudah menemukan produk yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka. 2. Business Matching Bagi pelaku usaha, inilah momen penting untuk menjajaki peluang kerja sama.  Business Matching mempertemukan produsen, distributor, hingga investor dalam sesi terjadwal, sehingga proses networking lebih terarah. l. 3. Conference & Talkshow Sesi ini akan menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah, akademisi, hingga praktisi industri halal.  Topik yang dibahas mulai dari inovasi produk halal, digitalisasi industri, hingga tantangan sertifikasi di pasar internasional.  Talkshow dibuat lebih interaktif sehingga peserta bisa bertanya langsung kepada narasumber. 4. Halal Consultation Salah satu agenda yang paling ditunggu, khususnya bagi UMKM dan pengusaha baru.  Di sini, peserta bisa mendapatkan bimbingan langsung mengenai standar halal, prosedur sertifikasi, hingga peluang ekspor produk halal.  Sesi konsultasi ini dirancang agar praktis dan aplikatif, membantu pelaku usaha memahami langkah-langkah yang harus ditempuh. 5. Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) Puncak acara akan ditutup dengan penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA), sebuah ajang apresiasi untuk para pelaku industri halal terbaik.  Penghargaan ini tidak hanya memberi pengakuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi baru yang dapat meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di kancah global. Bagi pengunjung umum, acara ini juga memberi kesempatan untuk melihat lebih dekat ragam produk halal inovatif yang akan menjadi tren di masa depan. Kategori Pameran Halal Indo 2025 Halal Indo 2025 menghadirkan beragam kategori utama yang mencerminkan betapa luasnya cakupan industri halal.  Inilah beberapa sektor yang akan diadakan pameran: 1. Food & Beverages Cocok untuk distributor, retailer, maupun pengusaha F&B yang ingin memperluas pasar. 2. Healthcare & Pharmaceuticals Industri farmasi dan kesehatan halal kini terus berkembang pesat. Pameran ini akan menampilkan obat-obatan, suplemen, herbal, hingga layanan kesehatan yang sesuai standar halal.  3. Fashion, Textile & Apparel Dari modest fashion hingga tekstil inovatif, sektor ini akan memperlihatkan kekayaan tren busana muslim dunia.  Pengunjung bisa menemukan brand fashion lokal maupun internasional, koleksi kain, serta apparel dengan sentuhan kreatif yang ramah pasar global. 4. Beauty & Lifestyle Kosmetik halal, produk perawatan tubuh, skincare, hingga gaya hidup halal akan menjadi bagian penting dari pameran.  5. Education, Tourism & Hospitality Tidak kalah menarik, sektor ini menghadirkan layanan pendidikan halal, destinasi wisata ramah muslim, hingga hospitality yang berbasis syariah.  Venue yang Lebih Luas dan Inspiratif Tahun ini, Halal Indo 2025 hadir dengan skala yang lebih besar.  Acara akan digelar di Halls 6 dan 7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, menempati area seluas lebih dari 12.000 m². Setiap hall dirancang bukan hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai pengalaman.  Tata ruang akan disusun secara tematik sesuai kategori industri halal. Mulai dari food & beverages, fashion, hingga pariwisata halal sehingga pengunjung dapat menjelajah dengan lebih nyaman dan terarah. Selain itu, fasilitas ICE BSD City yang modern dan representatif menjadikan suasana pameran semakin profesional.  Ruang pameran yang luas memungkinkan para exhibitor untuk menampilkan produk secara lebih kreatif, sementara pengunjung bisa menikmati perjalanan pameran dengan suasana lapang dan inspiratif. Bagi para pelaku industri, venue yang luas ini membuka kesempatan untuk showcase produk dengan skala besar, sekaligus memberikan ruang lebih leluasa untuk menjalin koneksi bisnis.  Sementara bagi pengunjung umum, Halal Indo 2025 akan terasa seperti destinasi halal yang lengkap di satu tempat. Kilas Balik Halal Indo 2024 Kesuksesan penyelenggaraan Halal Indo 2024 menjadi pijakan penting menuju event yang lebih besar di tahun 2025.  Gelaran tahun lalu mencatat angka yang cukup impresif: – 12.280 pengunjung yang hadir selama empat hari pameran – 302 exhibitor dari berbagai sektor industri halal – Nilai transaksi mencapai Rp1,3 miliar Data tersebut menunjukkan tingginya minat publik maupun pelaku usaha terhadap perkembangan industri halal di Indonesia.  Bahkan, empat sektor utama tercatat mengalami pertumbuhan paling signifikan, yaitu: 1. Food & Beverages, yang terus mendominasi pasar dengan inovasi produk halal siap saji hingga bahan baku ekspor. 2. Textile & Apparel, yang mulai menarik perhatian pasar internasional dengan kualitas dan desain yang kompetitif. 3. Modest Fashion, yang kian mengukuhkan Indonesia sebagai pusat tren busana muslim dunia. 4. Cosmetics & Pharmaceuticals, yang menunjukkan lonjakan permintaan seiring meningkatnya kesadaran akan produk halal untuk kesehatan dan kecantikan. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa Halal Indo bukan sekadar pameran, tetapi juga motor penggerak ekosistem halal Indonesia.  Dengan tren yang terus berkembang, tidak heran jika antusiasme terhadap Halal Indo 2025 diprediksi akan semakin tinggi. Mengapa Harus Hadir di Halal Indo 2025? Halal Indo 2025 bukan sekadar pameran, melainkan ajang untuk berjejaring, memperluas pasar, serta memahami tren terbaru industri halal dunia.  Dengan partisipasi ribuan pengunjung dan ratusan exhibitor, acara ini menjadi titik temu bagi inovator, pengusaha, akademisi, serta pemerintah yang ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal global, loh! Jangan lewatkan kesempatan ini, ya! Daftarkan diri sebagai visitor dan mari terhubung dengan dunia industri halal di Halal Indo 2025!

SELENGKAPNYA
MR DIY: Berani Beda, Dominasi melalui Kota Pinggiran

MR DIY: Berani Beda, Dominasi melalui Kota Pinggiran

Industri ritel modern di Indonesia tengah memasuki fase persaingan yang semakin ketat, terutama di kota-kota besar.  Harga yang saling banting, biaya sewa yang tinggi, hingga operasional yang terus meningkat membuat pemain ritel harus mencari strategi baru agar tetap bertahan. Di saat banyak brand memilih bertarung di pusat kota, MR DIY justru mengambil langkah berbeda dengan menerapkan Flanking Strategy.  Alih-alih fokus pada pasar utama, mereka menyasar kota pinggiran, daerah tingkat II/III, hingga wilayah suburban yang masih kurang terlayani.  Strategi ini terbukti efektif, karena mampu menjangkau konsumen yang menginginkan produk rumah tangga dengan harga terjangkau, lokasi lebih dekat, dan pengalaman belanja yang praktis tanpa perlu ke mal besar. Apa Itu Flanking Strategy? Flanking Strategy adalah strategi pemasaran di mana sebuah perusahaan memilih untuk tidak bertarung langsung di medan persaingan utama, melainkan menyasar ceruk pasar yang belum banyak disentuh oleh para pemain besar.  Intinya, perusahaan mencari celah dengan masuk ke area yang kurang terlayani namun memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Dalam konteks MR DIY Indonesia, strategi ini terlihat jelas dari cara mereka menentukan lokasi gerai dan target konsumennya.  MR DIY menempatkan diri di kota pinggiran, kota tingkat II/III, hingga kawasan suburban.  Langkah ini membuat mereka menjadi salah satu pilihan utama masyarakat yang menginginkan toko perlengkapan rumah tangga lengkap tanpa harus pergi jauh ke pusat kota. Strategi semacam ini tidak hanya memberi ruang bagi MR DIY untuk berkembang pesat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana flanking strategy dapat menjadi alternatif cerdas dalam menghadapi pasar yang sudah jenuh. Fakta & Data Aktual MR DIY Indonesia (2024–2025) Kategori Data / Fakta Jumlah Toko 961 toko (akhir 2024) → 1.021 toko (Q1 2025, +63 toko) Target Ekspansi >270 toko baru sepanjang 2025 Pendapatan FY 2024: Rp6,8 triliun (+73,9% YoY)Q1 2025: Rp1,8 triliun (+56,8% YoY)H1 2025: Rp3,7 triliun (+16,5% YoY) Laba Bersih (PAT) Q1 2025: Rp226,1 miliar (melonjak YoY) Kenapa MR DIY Memilih Kota Pinggiran & Suburban? Kalau lihat strategi ekspansinya, MR DIY nggak ikut-ikutan ritel besar lain yang sibuk rebutan space di pusat kota.  Alasannya? Cukup masuk akal kok: 1. Pasar masih kosong  Banyak kota kecil dan daerah pinggiran punya kebutuhan barang rumah tangga, tapi pilihan retail modernnya terbatas banget. Nah, MR DIY hadir buat ngisi kekosongan itu.  2. Lebih dekat ke konsumen Toko mereka biasanya ada di dekat pemukiman. Jadi orang nggak perlu jauh-jauh ke mall di pusat kota. Lebih hemat waktu dan ongkos bensin juga.  3. Biaya lebih ramah Sewa lahan, biaya operasional, sampai ongkos logistik di kota pinggiran cenderung lebih murah. Walaupun ada tantangan distribusi, MR DIY bisa akalin lewat kerjasama lokal dan optimasi jalur logistik.  4. Kompetisi nggak seganas di kota besar Retail modern gede biasanya fokusnya di mall atau kota utama. Jadi MR DIY bisa leluasa bangun basis pelanggan tanpa perang harga yang brutal. Hasil dan Dampak Strategi Flanking MR. DIY Strategi flanking yang dijalankan MR DIY terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar.  Hingga awal 2025, perusahaan ini telah memiliki lebih dari 1.000 toko yang tersebar tidak hanya di Jawa dan kota besar, tetapi juga menjangkau kota-kota tingkat II/III serta wilayah luar Jawa (Marketing-Interactive).  Ekspansi agresif ini didukung kinerja keuangan yang solid.  Pendapatan dan laba bersih meningkat signifikan, bahkan pada 2025 perusahaan menargetkan penambahan lebih dari 270 toko baru sebagai bentuk keyakinan terhadap keberlanjutan strategi ini. Lebih dari sekadar menambah jumlah toko, MR DIY juga berhasil meningkatkan margin keuntungan dan efisiensi operasional.  Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya berbasis kuantitas, melainkan juga kualitas dalam manajemen rantai pasok, distribusi, dan pengelolaan toko. Kesimpulan Strategi flanking yang diterapkan MR DIY membuktikan bahwa memasuki pasar yang kurang terlayani (underserved market) bisa sama efektifnya, bahkan lebih strategis, dibandingkan hanya berfokus di pusat kota yang sudah jenuh.  Pendekatan ini memperlihatkan bahwa efisiensi operasional dan pemilihan lokasi yang dekat dengan konsumen mampu menjadi faktor pembeda yang signifikan dalam memenangkan pasar. Keberhasilan ada pada kombinasi antara lokasi tepat, efisiensi biaya, dan adaptasi terhadap karakteristik pasar lokal. FAQ 1. Apa itu Flanking Strategy yang digunakan MR DIY?Flanking Strategy adalah strategi pemasaran dengan menyasar pasar yang kurang terlayani (underserved market), alih-alih bertarung langsung di pusat persaingan.  2. Kenapa MR DIY lebih memilih ekspansi ke kota kecil?Di kota kecil dan pinggiran, kebutuhan produk rumah tangga tetap tinggi tetapi pilihan retail modern masih terbatas. 3. Apa keuntungan utama strategi flanking bagi konsumen?Konsumen bisa belanja kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau di lokasi yang dekat dari pemukiman, tanpa harus pergi jauh ke mal besar di pusat kota. 4. Bagaimana dampak strategi flanking terhadap bisnis MR DIY?Strategi ini mendorong ekspansi pesat hingga MR DIY punya lebih dari 1.000 toko pada awal 2025. Pendapatan dan laba bersih juga meningkat signifikan, serta margin keuntungan lebih sehat berkat efisiensi operasional. 5. Apa tantangan terbesar dari strategi flanking?Tantangannya ada di distribusi dan logistik ke kota kecil atau luar Jawa. Namun, MR DIY mengatasinya dengan kerja sama lokal dan optimasi rantai pasok agar tetap efisien.

SELENGKAPNYA
Rp200 Triliun Masuk Bank Himbara: Bisa Menambah Lapangan Kerja?

Rp200 Triliun Masuk Bank Himbara: Bisa Menambah Lapangan Kerja?

Menjadi Pengaruh – Pemerintah memindahkan Rp200 triliun kas negara dari Bank Indonesia ke lima bank Himbara melalui skema deposit on call agar dana wajib disalurkan sebagai kredit. Aturannya juga menetapkan tingkat imbal hasil yang mengacu sekitar 80,5% dari suku bunga kebijakan BI dan dapat ditarik sewaktu-waktu jika diperlukan.  Tujuan eksplisitnya: Mengalirkan likuiditas ke sektor riil sehingga investasi dan pembukaan lapangan kerja terdorong.  Mengacu dokumen kebijakan dan pernyataan resmi, penempatan dana diarahkan ke Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI.  Distribusi indikatif yang diberitakan: Mandiri, BNI, BRI masing-masing ~Rp55T, BTN ~Rp25T, dan BSI ~Rp10T. Seluruhnya wajib dipakai untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif dan dilaporkan secara berkala.  Kenapa Digadang-gadang Bisa Menciptakan Pekerjaan? Ketika biaya dana (cost of fund) perbankan menurun, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih rendah.  Dampaknya, kredit modal kerja maupun investasi akan lebih mudah diakses oleh pelaku usaha.  Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan ekspansi, seperti menambah kapasitas produksi, membuka cabang baru, membeli mesin, hingga memperluas lini produksi.  Semua langkah tersebut secara langsung membutuhkan tambahan tenaga kerja sehingga tercipta lapangan kerja baru.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, per Februari 2025 penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 10,30% secara tahunan (YoY) dengan nilai mencapai Rp7.825 triliun. Di mana kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sekitar 14,62%. Pertumbuhan ini selaras dengan pernyataan OJK bahwa penempatan dana ke sektor keuangan dapat menekan suku bunga kredit sekaligus menstimulasi pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah, seperti UMKM, industri pengolahan, pertanian, hingga perumahan.  Artinya, penurunan biaya dana tidak hanya berdampak pada efisiensi perbankan, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas melalui peningkatan aktivitas ekonomi riil. Realita Terkini, Permintaan Kredit Masih Lesu Data OJK mencatat, pertumbuhan kredit pada Juli 2025 hanya mencapai 7,03% year-on-year, melambat dibanding bulan sebelumnya.  Angka ini menjadi indikasi bahwa permintaan pinjaman dari dunia usaha belum pulih kuat.  Beberapa ekonom dan otoritas juga menegaskan bahwa tambahan likuiditas di perbankan bukan berarti otomatis kredit akan melonjak, terutama jika daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku usaha untuk ekspansi masih rendah.  Intinya, ketersediaan dana hanyalah satu sisi, sementara sisi lain yang lebih krusial adalah adanya peminjam yang siap mengembangkan usaha. Apa Syarat Agar Kebijakan Ini Benar-Benar Menambah Lapangan Kerja? Agar penyaluran kredit benar-benar berdampak pada penciptaan lapangan kerja, distribusi dana harus diarahkan ke sektor-sektor produktif.  Porsi besar idealnya masuk ke UMKM dan sektor padat karya seperti manufaktur ringan, ritel modern, dan agri-processing, dengan syarat tambahan rekrutmen tenaga kerja sebagai salah satu indikator kinerja utama (KPI) kredit.  Selain itu, dana penempatan bank tidak dialihkan ke instrumen aman seperti SBN atau SRBI, melainkan harus diarahkan ke proyek riil yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.  Kebijakan ini akan efektif bila dibarengi dengan reformasi di luar sektor keuangan. Misalnya percepatan perizinan, penyederhanaan syarat agunan bagi UMKM, hingga insentif pajak untuk investasi peralatan produksi.  Tanpa langkah-langkah pendukung tersebut, permintaan kredit bisa tetap bersifat “wait-and-see”.  Di sisi tata kelola, transparansi juga penting. Bank penerima dana wajib menyampaikan laporan bulanan terkait sektor penyaluran, jumlah debitur baru, serta estimasi tenaga kerja yang terserap. Risiko yang Perlu Diantisipasi Meski potensinya besar, ada resiko yang harus diantisipasi.  Pertama, risiko miss direksi kredit ke proyek yang tidak produktif, yang akhirnya minim kontribusi pada penciptaan kerja.  Karena itu, OJK bersama Kementerian Keuangan menegaskan akan memperketat pengawasan agar penempatan dana benar-benar mendorong kredit produktif sekaligus menurunkan suku bunga.  Kedua, bila terjadi kondisi likuiditas berlebih tanpa permintaan, maka dana justru akan menganggur dan efek serapan tenaga kerja menjadi kecil.  Inilah alasan mengapa sebagian ekonom menilai bahwa injeksi dana ke perbankan bukanlah solusi otomatis untuk menciptakan lapangan kerja. Kecuali disertai peningkatan permintaan agregat di sisi dunia usaha maupun konsumen.

SELENGKAPNYA
Gimana Cara Gacoan Menyesuaikan Diri dengan Gaya Hidup Anak Muda?

Gimana Cara Gacoan Menyesuaikan Diri dengan Gaya Hidup Anak Muda?

Mie Gacoan berhasil memposisikan diri sebagai lebih dari sekadar tempat makan.  Sejak berdiri di Malang pada 2016, brand ini paham betul bahwa anak muda mencari kombinasi unik: Makanan pedas yang menantang, harga yang ramah kantong, dan tempat nongkrong yang selalu ramai.  Resep sederhana inilah yang membuat Gacoan tumbuh pesat hingga menguasai pasar nasional dengan ratusan gerai dan ribuan karyawan. Namun, keberhasilan Gacoan tidak hanya terletak pada produk mie pedasnya, melainkan juga pada kemampuannya membaca dan menyesuaikan diri dengan gaya hidup anak muda.  Mulai dari menghadirkan suasana kekinian, menciptakan menu yang bisa jadi bahan konten media sosial, hingga menegaskan identitasnya dengan sertifikasi halal yang memperluas segmen konsumen.  Dengan strategi ini, Gacoan bukan sekadar brand kuliner, tetapi sudah menjadi bagian dari kultur generasi muda Indonesia. Profil Mie Gacoan Hingga 2025, Gacoan telah memiliki lebih dari 280 gerai secara nasional dengan dukungan lebih dari 10.000 karyawan sejak didirikan tahun 2016. Mayoritas terkonsentrasi di Pulau Jawa.  Angka ini menunjukkan betapa masifnya traffic pengunjung yang datang setiap hari dan betapa stabilnya permintaan di berbagai lokasi. Kepercayaan konsumen makin diperkuat ketika pada 22 Juni 2023 Gacoan resmi memperoleh sertifikasi halal MUI (Antara News).  Sertifikasi ini bukan hanya sekadar simbol, melainkan langkah strategis yang membuat brand semakin inklusif dan dapat diterima lintas komunitas. Dari mahasiswa, anak muda, hingga keluarga yang membutuhkan kepastian halal dalam memilih kuliner. Untuk urusan performa bisnis, Gacoan tidak secara resmi mempublikasikan data omzet.  Meski banyak estimasi beredar, metodologinya beragam dan sulit dipastikan validitasnya, ya! Indikator paling aman untuk menilai kinerja Gacoan justru dapat dilihat dari skala outlet yang terus bertambah dan animo pengunjung yang konsisten tinggi. Dua hal yang menjadi bukti nyata kekuatan brand di lapangan. Animo Pelanggan Gacoan Fenomena Mie Gacoan di berbagai kota hampir selalu diwarnai dengan pemandangan serupa: Antrean panjang yang konsisten mengular di depan gerai.  Setiap kali membuka cabang baru, media lokal dan radio daerah kerap melaporkan suasana “selalu ramai” dengan ratusan warga yang berbondong-bondong ingin menjadi bagian dari euforia pertama.  Kehadiran Gacoan seolah menjadi magnet sosial. Lebih dari sekadar membeli mie, melainkan pengalaman kolektif yang membuat orang rela menunggu. Daya tarik Gacoan terbangun secara organik, lahir dari kombinasi harga ramah kantong, cita rasa khas, dan atmosfer nongkrong yang begitu lekat dengan gaya hidup masyarakat modern, ya! Kenapa Fotografi Cocok Banget untuk Gacoan? Mie Gacoan Jember berkolaborasi dengan Curah Manis Studio. Hasilnya terasa begitu natural. Perpaduan pengalaman kuliner pedas dengan tren fotografi yang sedang digandrungi anak muda.  Bagi generasi sekarang, makan bukan sekadar mengisi perut, ya! Ini soal gaya hidup. Nongkrong bareng teman, foto bareng, lalu upload ke media sosial sudah menjadi ritual sehari-hari. Data menunjukkan betapa besar potensinya. Awal 2025, Instagram menjangkau sekitar 48,7% dari basis pengguna internet di Indonesia, dengan total pengguna mencapai 92,6 juta orang (Sumber: Global Digital Insights).  Angka ini adalah ceruk raksasa untuk konten seputar makanan dan momen kebersamaan. Tren photobooth atau photobox pun ikut mendukung. Di kalangan Gen Z, photobooth bukan lagi sekadar nostalgia, melainkan bentuk ekspresi diri yang mudah dibagikan di media sosial.  Media gaya hidup bahkan menyoroti photobox sebagai salah satu ide bisnis baru yang booming di kalangan anak muda. Kolaborasi ini sudah diwujudkan secara nyata melalui Photobox Curah Manis Studio di Gacoan Jember.  Di sana, pengunjung bisa menikmati mie pedas khas Gacoan lalu langsung mengabadikan momen kebersamaan lewat photobox dengan desain playful dan kekinian dari Curah Manis Studio.  Hasil foto bisa langsung dibawa pulang, sekaligus diunggah ke Instagram untuk memperkuat user-generated content (UGC).  Ini bukan hanya menambah value pengalaman makan, tapi juga menciptakan buzz organik yang memperluas jangkauan brand tanpa biaya iklan besar. Studi Kasus Kolaborasi Mie Gacoan Jember × Curah Manis Studio Kolaborasi antara Mie Gacoan Jember dan Curah Manis Studio menghadirkan format sederhana tapi efektif. Sebuah Photobox ditempatkan langsung di dalam gerai Gacoan.  Ide ini menyatukan dua pengalaman yang paling dicari anak muda saat hangout. Makan pedas bareng teman, lalu mengabadikan momen seru dalam bentuk foto instan yang bisa langsung dibagikan ke media sosial.  Bagi Mie Gacoan Jember, photobox memberikan added value setelah makan, sehingga pengunjung tidak hanya merasa kenyang tetapi juga betah dan terdorong untuk kembali. Selain itu, Gacoan memperoleh konten organik dari pelanggan yang otomatis men-tag lokasi serta menyebut brand, sekaligus meningkatkan dwell time atau durasi kunjungan. Sementara itu, bagi Curah Manis Studio, kolaborasi ini menghadirkan traffic organik dari ramainya pengunjung gerai. Lalu menghasilkan brand exposure konsisten melalui user-generated content (UGC) yang diunggah pelanggan ke media sosial.  Singkatnya, format ini menjadi contoh nyata bagaimana brand F&B dan creative studio bisa saling melengkapi dengan menciptakan pengalaman yang fun, shareable, dan bernilai tambah. Kesimpulan Kolaborasi antara Mie Gacoan dan Curah Manis Studio begitu kuat karena keduanya menyasar crowd yang sama. Anak muda yang gemar nongkrong, berbagi momen, dan aktif di Instagram maupun TikTok.  Dengan menghadirkan photobox di Gacoan Jember, pengalaman makan tidak lagi berhenti di meja, melainkan berlanjut menjadi momen memorable yang bisa dibawa pulang dan dibagikan.  Dari sisi bisnis, kolaborasi ini bukan sekadar gimmick, melainkan strategi yang membuka jalur UGC (user-generated content), meningkatkan potensi repeat visit, dan memungkinkan bundling layanan dengan dampak yang bisa diukur secara nyata.

SELENGKAPNYA
Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke 5 Bank Himbara: Apa Tujuannya?

Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke 5 Bank Himbara: Apa Tujuannya?

Menjadi Pengaruh — Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah besar dengan memindahkan dana negara senilai Rp 200 triliun yang selama ini mengendap di Bank Indonesia ke lima bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).  Kebijakan ini disebut sebagai salah satu strategi fiskal paling berani sejak awal 2025. Karena bertujuan langsung menggerakkan likuiditas perbankan sekaligus memberi dorongan nyata pada sektor riil. Selama ini, dana pemerintah dalam jumlah masif tersebut hanya tersimpan pasif di BI tanpa memberikan efek langsung ke perekonomian.  Dengan penempatan dana di perbankan umum, diharapkan aliran kredit bisa lebih deras. Sehingga bank punya ruang lebih luas untuk membiayai dunia usaha, termasuk UMKM dan sektor produktif lainnya. Adapun bank yang dipilih untuk menerima kucuran dana jumbo ini adalah lima bank milik negara yang tergabung dalam Himbara, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), plus satu bank syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI). Penempatan dana akan dilakukan dengan mekanisme on call dan tenor enam bulan, sehingga pemerintah masih bisa menjaga fleksibilitas dalam mengelola kas negara. Asal Dana & Besarannya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa sumber utama dana jumbo ini berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pemerintah.  Selama ini, kedua pos anggaran tersebut mengendap di Bank Indonesia dengan nilai yang sangat besar, mencapai kisaran Rp 425 triliun hingga Rp 440 triliun. Menurut Purbaya, penempatan dana di BI memang aman, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.  Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menyalurkan sebagian dana, yakni sekitar Rp 200 triliun, ke bank umum.  Langkah ini diharapkan dapat mempercepat perputaran likuiditas, meningkatkan penyaluran kredit, dan pada akhirnya mendorong aktivitas sektor riil. Kebijakan memindahkan sebagian dana ini juga dilakukan secara bertahap. Pemerintah memilih tidak langsung mengalihkan seluruh dana yang mengendap, melainkan hanya separuhnya, agar efektivitas kebijakan bisa dievaluasi terlebih dahulu sebelum diambil langkah lanjutan. Bank Penerima Dana & Alokasinya Lima bank milik negara yang tergabung dalam Himbara dipilih pemerintah sebagai penerima penempatan dana jumbo Rp 200 triliun tersebut.  Rinciannya adalah sebagai berikut: 1. Bank Mandiri – sekitar Rp 55 triliun  2. BRI – sekitar Rp 55 triliun  3. BNI – sekitar Rp 55 triliun  4. BTN – sekitar Rp 25 triliun 5. BSI – sekitar Rp 10 triliun “Jadi saya pastikan dana yang Rp200 triliun dikirim masuk ke sistem perbankan hari ini,” ujar Menteri Keuangan di laman Kementerian Keuangan.  Ia optimistis tambahan likuiditas tersebut bisa menjadi pemicu bergeraknya sektor ekonomi riil.  Purbaya menegaskan bahwa dana yang dialihkan bukanlah dana darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya belum digunakan dan hanya tersimpan di Bank Indonesia.  Dengan dipindahkan ke bank-bank komersial, dana tersebut bisa dimanfaatkan langsung untuk memperluas penyaluran kredit. Dengan adanya suntikan dana ini, kelima bank pelat merah diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama penyaluran kredit, khususnya bagi UMKM dan proyek strategis nasional yang membutuhkan dukungan pembiayaan jangka menengah hingga panjang. Mekanisme Penempatan Aliran Dana di Bank Dana Rp 200 triliun tersebut akan ditempatkan dalam bentuk rekening pemerintah di lima bank, dengan mekanisme on call dan tenor enam bulan.  Artinya, pemerintah tetap memiliki fleksibilitas untuk menarik kembali dana tersebut sewaktu-waktu jika diperlukan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, skema ini dipilih agar penempatan dana tetap aman, namun pada saat yang sama bank bisa menggunakannya untuk memperluas pembiayaan. Selain itu, desain kebijakan tersebut juga memungkinkan evaluasi berkala.  Jika hasilnya efektif dalam meningkatkan penyaluran kredit dan memperbaiki likuiditas, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menambah alokasi dana di periode berikutnya. Apa Alasan Adanya Kebijakan Mengalirkan Dana ke Bank? Kebijakan pemindahan dana pemerintah ini lahir dari beberapa pertimbangan strategis. Pertama, selama bertahun-tahun dana negara yang mengendap di Bank Indonesia dinilai tidak produktif karena tidak bisa diakses langsung oleh perbankan.  Dengan memindahkannya ke bank komersial, dana tersebut diharapkan dapat benar-benar mengalir ke perekonomian. Kedua, langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan aliran kredit, sehingga bank terdorong mencari imbal hasil lebih optimal.  Dampaknya, penyaluran pinjaman ke sektor usaha dapat diperluas dan mendukung pembiayaan produktif, termasuk bagi UMKM. Ketiga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi fiskal pro-pertumbuhan.  Dengan memperkuat likuiditas bank tadi, pemerintah berharap kebijakan fiskal mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi likuiditas yang sempat ketat beberapa waktu terakhir. Potensi Dampak & Tantangan Penempatan dana Rp 200 triliun di lima bank tersebut diprediksi membawa sejumlah dampak positif.  Misalnya, likuiditas perbankan akan meningkat signifikan, sehingga ruang untuk menyalurkan kredit pun semakin besar.  Jika berjalan efektif, aliran dana ini dapat mempercepat pergerakan sektor riil, mulai dari pembiayaan UMKM, investasi, hingga proyek strategis nasional. Meski begitu, sejumlah tantangan tetap membayangi.  Ekonom menilai bahwa likuiditas yang melimpah tidak otomatis membuat kredit mengalir deras, sebab faktor permintaan kredit juga harus kuat.  Selain itu, transparansi dan pengawasan ketat dibutuhkan agar dana ini benar-benar disalurkan ke sektor produktif, bukan hanya tersimpan kembali di instrumen jangka pendek. Pemerintah sendiri memilih langkah hati-hati dengan hanya mengalirkan Rp 200 triliun dari total Rp 425–440 triliun dana mengendap di BI.  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan ini akan menjadi pilot project yang hasilnya akan dievaluasi.

SELENGKAPNYA