Daftar Isi

Bisnis Padel Dilirik Investor, Bisa Balik Modal dalam Setahun

Bisnis Padel Dilirik Investor, Bisa Balik Modal dalam Setahun

Menjadi Pengaruh – Bukan sekadar tren olahraga, padel kini berkembang menjadi peluang bisnis potensial yang tak bisa dianggap remeh.

Dengan gaya permainan yang seru dan inklusif, padel cepat membentuk komunitas loyal dan permintaan yang terus tumbuh. 

Tidak heran jika bisnis lapangan padel disebut-sebut mampu menghasilkan omzet hingga Rp1 miliar per bulan, dengan estimasi balik modal dalam waktu 12–18 bulan saja.

Bagaimana cara biar bisa ikut ambil bagian dalam peluang usaha ini? Simak ulasan lengkapnya berikut!

Apa Itu Olahraga Padel? Sejarah Singkat

Padel adalah olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash, dimainkan secara berpasangan (dua lawan dua) di lapangan yang lebih kecil dan menggunakan raket tanpa senar. 

Permainannya cepat, menyenangkan, dan tidak membutuhkan kekuatan fisik besar, sehingga cocok dimainkan lintas usia dan generasi.

Olahraga ini pertama kali dikembangkan di Meksiko pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera, lalu populer di Spanyol dan Argentina, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia. 

Saat ini, padel menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat secara global.

Menurut data dari International Padel Federation (FIP), padel telah dimainkan di lebih dari 90 negara dan memiliki lebih dari 25 juta pemain secara global pada tahun 2024.

Seiring waktu, olahraga ini juga mulai berkembang pesat di Eropa, Timur Tengah, hingga kawasan Asia Tenggara. 

Indonesia pun menunjukkan tren positif terhadap padel, ditandai dengan bertambahnya komunitas, pembangunan lapangan di kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya, serta meningkatnya minat dari kalangan menengah ke atas.

Tren Olahraga Padel di Indonesia

Olahraga padel mulai merambah kawasan perkotaan Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali. 

Baca juga  Warga Jatim Keluhkan Motor Brebet, Bengkel Kebanjiran Pelanggan

Di Jakarta, kawasan seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Barat menjadi titik awal berkembangnya tren ini.

Komunitas padel tumbuh subur di kalangan kelas menengah atas dan ekspatriat. 

Hal ini tak lepas dari karakter olahraga padel yang bersifat sosial, mudah dimainkan oleh berbagai usia, dan menjadi sarana gaya hidup urban.

Tak hanya sekadar olahraga, padel juga menjadi media networking yang efektif, ya!

Terutama bagi kalangan profesional dan pebisnis. 

Animo masyarakat terhadap padel berkembang sangat pesat, dengan munculnya berbagai fasilitas baru, seperti The Padel Room Jakarta di kawasan Cipete yang dibangun dengan standar premium. 

Dengan komunitas yang aktif, turnamen internal, hingga pelatihan terstruktur, padel perlahan membentuk ekosistem olahraga baru di Indonesia.

Bukan hanya sehat, melainkan juga menguntungkan dari sisi bisnis.

Potensi Cuan Bisnis Lapangan Padel

Seiring tingginya minat terhadap padel, potensi cuan dari bisnis ini pun tak main-main.

Harga sewa lapangan padel di kawasan perkotaan bisa mencapai Rp 550.000 hingga Rp 600.000 per jam

Dengan jam operasional yang bisa mencapai 18 jam per hari, pendapatan harian tentu sangat menjanjikan, ya!

Terutama jika tersedia lebih dari satu lapangan dalam satu lokasi.

Dari sisi investasi, pembangunan lima lapangan padel dengan kualitas dan fasilitas standar profesional diperkirakan membutuhkan modal sekitar Rp 9 miliar. 

Meski terkesan besar, angka tersebut bisa kembali dalam waktu 12 hingga 18 bulan, tergantung pada okupansi dan strategi pengelolaannya.

Dengan kombinasi antara tren gaya hidup sehat, nilai hiburan, dan potensi komunitas yang aktif, bisnis lapangan padel semakin layak dilirik sebagai investasi masa kini.

Kenapa Bisnis Lapangan Padel Layak Dicoba?

Berikut beberapa alasan mengapa bisnis lapangan padel patut kamu pertimbangkan:

  1. Tren Pasar yang Tumbuh
Baca juga  Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 27 Januari 2026, Nyaris Rp 3 Juta per Gram

Padel kini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tapi telah menjadi bagian dari gaya hidup. 

Banyak orang mulai beralih dari olahraga seperti golf ke padel karena durasi bermainnya lebih singkat, namun tetap efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus memperluas relasi sosial.

  1. Biaya Investasi Masuk Akal

Ukuran lapangan padel yang lebih kecil dari lapangan tenis memungkinkan efisiensi lahan dan biaya konstruksi. 

Dalam satu lokasi, beberapa court bisa dibangun sekaligus. Hal ini meningkatkan potensi pemasukan dan mempercepat ROI.

  1. Model Bisnis Fleksibel

Pendapatan dari bisnis ini tidak hanya berasal dari sewa lapangan per jam. Kamu juga bisa menambah aliran pemasukan dari:

  • Pelatihan dan coaching
  • Turnamen komunitas
  • Penyewaan alat olahraga
  • Kolaborasi dengan brand (sponsorship & aktivasi event)

Dengan fleksibilitas ini, bisnis lapangan padel dapat dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pasar, dari pemain pemula hingga komunitas profesional.

Strategi Memulai Bisnis Olahraga Padel

Memulai bisnis lapangan padel tidak bisa hanya bermodal lahan dan lapangan, ya!

Untuk menjadikannya usaha yang berkelanjutan dan diminati banyak orang, diperlukan pendekatan yang strategis, terutama di tahap awal. 

Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan:

1. Riset Lokasi dan Komunitas Lokal

Pilih lokasi yang strategis dan memiliki potensi pasar aktif.

Seperti kawasan perumahan elite, pusat kota, atau dekat sekolah internasional dan kantor.

Perhatikan juga keberadaan komunitas olahraga yang sudah terbentuk di sekitar area tersebut. 

Semakin kuat kultur olahraganya, semakin mudah untuk menarik pengguna padel.

2. Aktif di Media Sosial & Komunitas Digital

Manfaatkan platform digital untuk memperkenalkan olahraga padel. 

Edukasi publik melalui konten interaktif seperti video singkat, ulasan manfaat, hingga tips bermain. 

Kamu juga bisa menarik perhatian dengan menawarkan program free trial, diskon soft opening, atau menyelenggarakan turnamen komunitas sebagai langkah awal membangun loyalitas.

Baca juga  Pemkot Bandar Lampung Bagikan 100 Gerobak Motor Listrik untuk UMKM

3. Bangun Atmosfer yang Engaging

Jadikan lapangan padel bukan hanya tempat berolahraga, tapi juga area bersosialisasi.

Tambahkan fasilitas seperti café sehat, lounge, atau bahkan ruang kerja mini yang nyaman.

Konsep ini akan menarik target pasar urban yang mencari tempat untuk olahraga sambil bersantai atau membangun jejaring sosial.

Franchise dan Masa Depan Padel di Indonesia

Melihat antusiasme pasar dan tren gaya hidup sehat yang terus meningkat, franchise lapangan padel diprediksi menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan di sektor olahraga dan hiburan.

Model franchise memungkinkan pemilik brand untuk memperluas jaringan dengan lebih cepat, sambil menjaga standarisasi fasilitas, pelayanan, dan atmosfer komunitas di setiap lokasi, ya! 

Ini membuka jalan bagi pertumbuhan yang konsisten dan pengenalan padel ke berbagai kota.

Termasuk kawasan wisata dan daerah dengan komunitas ekspatriat yang kuat.

Tak hanya itu, dibandingkan bisnis gym atau olahraga konvensional lain, biaya investasi padel relatif lebih ringan, tetapi potensi return on investment (ROI)-nya tetap tinggi. 

Hal inilah yang mulai menarik perhatian para investor muda, pelaku industri kreatif, hingga pemilik lahan kosong.

Kesimpulan

Bisnis lapangan padel menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan.

Dengan tren pasar yang tumbuh, biaya operasional yang efisien, dan model pendapatan yang beragam, potensi ROI-nya sangat menarik.

Bagi pengusaha yang ingin masuk ke industri gaya hidup dan olahraga, padel layak dipertimbangkan sebagai investasi masa depan.

Daftar Isi