Daftar Isi

KBLI 2020 Perdagangan: Klasifikasi Lengkap & Resmi

Kbli 2020 Perdagangan: Klasifikasi Lengkap & Resmi

Dalam dunia perdagangan yang dinamis, klasifikasi yang terstruktur dan baku sangatlah penting. Di Indonesia, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 hadir sebagai acuan resmi untuk mengklasifikasikan berbagai jenis kegiatan ekonomi, termasuk di sektor perdagangan. KBLI 2020 merupakan revisi dari KBLI 2017 dan menjadi standar nasional yang digunakan oleh berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat umum. Penerapan KBLI 2020 di sektor perdagangan bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam pencatatan dan analisis data perdagangan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan ekonomi.

Penggunaan KBLI 2020 dalam kegiatan perdagangan di Indonesia memberikan berbagai manfaat. Pertama, KBLI 2020 membantu pelaku usaha dalam mengidentifikasi jenis usaha mereka secara spesifik dan akurat. Hal ini penting untuk berbagai keperluan, seperti pengurusan izin usaha, pengajuan kredit, dan pelaporan pajak. Kedua, KBLI 2020 memfasilitasi pengumpulan dan analisis data statistik perdagangan yang lebih komprehensif dan terstruktur. Data yang terstandardisasi ini bermanfaat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan perdagangan, memantau perkembangan sektor perdagangan, dan mengevaluasi efektivitas program-program pembangunan. Ketiga, KBLI 2020 memudahkan komunikasi dan koordinasi antar pelaku usaha, instansi pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam sektor perdagangan.

KBLI 2020 memiliki beberapa perbedaan dengan versi sebelumnya, KBLI 2017, khususnya di sektor perdagangan. Perbedaan ini mencakup penambahan, penghapusan, dan perubahan kode KBLI untuk beberapa jenis usaha perdagangan. Revisi ini dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan jenis usaha baru, menyesuaikan dengan standar internasional, dan meningkatkan akurasi klasifikasi.

Secara garis besar, struktur KBLI 2020 menggunakan sistem 5 digit yang merepresentasikan sektor, subsektor, golongan, subgolongan, dan jenis kegiatan. Sektor perdagangan pada KBLI 2020 terbagi menjadi dua golongan utama, yaitu Perdagangan Besar (kode G46) dan Perdagangan Eceran (kode G47). Masing-masing golongan ini kemudian dibagi lagi menjadi subgolongan dan jenis kegiatan yang lebih spesifik, mencakup berbagai jenis usaha perdagangan, baik barang maupun jasa.

Struktur dan Kode KBLI 2020: Panduan Lengkap

KBLI 2020 menggunakan struktur 5 digit untuk mengklasifikasikan setiap jenis kegiatan usaha. Setiap digit memiliki makna dan mewakili tingkatan klasifikasi yang semakin spesifik. Berikut adalah penjelasan struktur 5 digit KBLI 2020:

  • Digit 1 (Sektor): Mewakili sektor ekonomi secara umum. Contohnya, sektor G mewakili “Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor”.
  • Digit 2 (Subsektor): Mewakili subsektor dalam sektor tertentu. Misalnya, G4 mewakili “Perdagangan Besar dan Eceran, kecuali Kendaraan Bermotor dan Sepeda Motor”.
  • Digit 3 (Golongan): Mewakili golongan usaha dalam subsektor. Contohnya, G46 mewakili “Perdagangan Besar, kecuali Kendaraan Bermotor dan Sepeda Motor”.
  • Digit 4 (Subgolongan): Mewakili subgolongan usaha dalam golongan tertentu. Misalnya, G463 mewakili “Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas, dan Produk Terkait”.
  • Digit 5 (Jenis Kegiatan): Mewakili jenis kegiatan usaha yang spesifik dalam subgolongan. Contohnya, G4631 mewakili “Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas”.

Ilustrasi Kode KBLI di Sektor Perdagangan:

Mari kita ambil contoh kode KBLI 47711. Berikut cara membacanya berdasarkan struktur 5 digit:

  • 4: Sektor G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor)
  • 7: Subsektor G47 (Perdagangan Eceran, kecuali Kendaraan Bermotor dan Sepeda Motor)
  • 7: Golongan G477 (Perdagangan Eceran Barang-Barang Khusus Lainnya di Toko Khusus)
  • 1: Subgolongan G4771 (Perdagangan Eceran Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit di Toko Khusus)
  • 1: Jenis Kegiatan G47711 (Perdagangan Eceran Tekstil di Toko Khusus)

Jadi, kode KBLI 47711 merujuk pada jenis usaha “Perdagangan Eceran Tekstil di Toko Khusus”.

Tabel Struktur 5 Digit KBLI 2020 dan Contoh di Sektor Perdagangan:

DigitKeteranganContoh di Sektor Perdagangan
1SektorG (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor)
2SubsektorG46 (Perdagangan Besar, kecuali Kendaraan Bermotor dan Sepeda Motor)
3GolonganG463 (Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas, dan Produk Terkait)
4SubgolonganG4631 (Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas)
5Jenis KegiatanG46310 (Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat)

Dengan memahami struktur 5 digit KBLI 2020, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi kode KBLI yang sesuai dengan jenis usaha perdagangan Anda. Informasi ini penting untuk berbagai keperluan administrasi dan legalitas usaha Anda.

KBLI Perdagangan Besar (G46): Klasifikasi dan Jenis Usaha

KBLI Perdagangan Besar (kode G46) mencakup kegiatan usaha yang menjual barang dalam jumlah besar kepada pengecer, perusahaan industri, lembaga, atau pedagang besar lainnya. Perdagangan besar berperan sebagai penghubung antara produsen dan konsumen akhir, mendistribusikan barang dalam skala besar dan memastikan ketersediaan barang di pasar. Kegiatan yang termasuk dalam KBLI G46 meliputi pembelian barang dari produsen atau importir, penyimpanan barang di gudang, penjualan dan distribusi barang ke pelanggan, serta aktivitas promosi dan pemasaran.

Contoh Jenis Usaha Perdagangan Besar:

  • Perdagangan Besar Barang Konsumsi Rumah Tangga (G464): Meliputi perdagangan besar berbagai produk kebutuhan rumah tangga seperti makanan, minuman, peralatan rumah tangga, tekstil, pakaian jadi, dan lainnya. Contohnya, distributor makanan dan minuman, grosir tekstil, dan supplier peralatan rumah tangga.
  • Perdagangan Besar Bahan Bangunan, Perlengkapan dan Peralatan Sanitasi (G465): Meliputi perdagangan besar material bangunan seperti semen, pasir, batu bata, keramik, pipa, peralatan sanitasi, dan lainnya. Contohnya, distributor bahan bangunan, supplier keramik, dan grosir pipa PVC.
  • Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (G466): Meliputi perdagangan besar mesin industri, peralatan pertanian, peralatan kantor, peralatan medis, dan lainnya. Contohnya, distributor mesin industri, supplier peralatan pertanian, dan grosir peralatan kantor.
Baca juga  Suami-Istri Boleh Jadi Pemilik PT? Ini Aturannya

Subgolongan KBLI Perdagangan Besar dan Kode KBLI:

Berikut adalah tabel yang merangkum subgolongan dalam KBLI Perdagangan Besar (G46) beserta kode KBLI masing-masing:

Kode KBLISubgolongan KBLI Perdagangan Besar
G461Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang
G462Perdagangan Besar Hasil Pertanian Mentah dan Hewan Hidup
G463Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas, dan Produk Terkait
G464Perdagangan Besar Barang Konsumsi Rumah Tangga
G465Perdagangan Besar Bahan Bangunan, Perlengkapan dan Peralatan Sanitasi
G466Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya
G469Perdagangan Besar Lainnya yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain

Contoh Kasus Penerapan KBLI Perdagangan Besar:

  • PT. Maju Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman kemasan. Mereka membeli produk dari berbagai produsen dan menjualnya ke toko-toko kelontong, supermarket, dan restoran. KBLI yang sesuai untuk PT. Maju Jaya adalah G4641 (Perdagangan Besar Makanan, Minuman dan Tembakau).
  • CV. Bangun Bersama adalah perusahaan yang menyediakan berbagai macam material bangunan. Mereka membeli semen, pasir, batu bata, dan material lainnya dari produsen dan menjualnya ke kontraktor, toko bangunan, dan konsumen perorangan. KBLI yang sesuai untuk CV. Bangun Bersama adalah G4651 (Perdagangan Besar Kayu, Bahan Bangunan dan Perlengkapan Sanitasi).
  • Toko Makmur adalah perusahaan yang menjual berbagai macam mesin industri, seperti mesin bubut, mesin frais, dan mesin las. Mereka membeli mesin dari produsen dalam dan luar negeri dan menjualnya ke pabrik-pabrik dan bengkel-bengkel. KBLI yang sesuai untuk Toko Makmur adalah G4669 (Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya YTDL).

Dengan memahami KBLI Perdagangan Besar (G46), Anda dapat mengklasifikasikan jenis usaha perdagangan Anda dengan tepat. Hal ini penting untuk berbagai keperluan, seperti pengurusan perizinan, pelaporan pajak, dan analisis data statistik.

KBLI Perdagangan Eceran (G47): Klasifikasi dan Jenis Usaha

KBLI Perdagangan Eceran (kode G47) meliputi semua kegiatan usaha yang menjual berbagai macam barang secara langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi atau rumah tangga, bukan untuk dijual kembali. Perdagangan eceran merupakan ujung tombak dalam rantai distribusi barang, menghubungkan produsen atau pedagang besar dengan konsumen. Kegiatan yang termasuk dalam KBLI G47 antara lain penjualan barang di toko, kios, pasar, lapak, atau melalui media online, serta aktivitas pelayanan dan pengemasan barang yang dijual.

Contoh Jenis Usaha Perdagangan Eceran:

Berikut adalah beberapa contoh jenis usaha yang termasuk dalam KBLI Perdagangan Eceran (G47):

  • Toko Kelontong (G4711): Menjual berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, rokok, sabun, deterjen, dan lain-lain.
  • Supermarket (G4712): Menjual berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari, makanan segar, produk rumah tangga, pakaian, dan lain-lain dalam skala yang lebih besar dari toko kelontong.
  • Minimarket (G4713): Menjual berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari dengan skala yang lebih kecil dari supermarket, biasanya berlokasi di area perumahan atau perkantoran.
  • Toko Pakaian (G4771): Menjual berbagai macam pakaian jadi, seperti baju, celana, jaket, dan aksesoris pakaian.
  • Toko Buku (G4772): Menjual berbagai macam buku, majalah, alat tulis, dan perlengkapan kantor.
  • Toko Elektronik (G4773): Menjual berbagai macam barang elektronik, seperti televisi, kulkas, mesin cuci, komputer, dan handphone.
  • Apotek (G4774): Menjual obat-obatan, suplemen, dan alat kesehatan.
  • Toko Online (G4791): Menjual berbagai macam barang melalui platform online atau marketplace.

Subgolongan KBLI Perdagangan Eceran dan Kode KBLI:

Berikut adalah tabel yang merangkum subgolongan dalam KBLI Perdagangan Eceran (G47) beserta kode KBLI masing-masing:

Kode KBLISubgolongan KBLI Perdagangan Eceran
G471Perdagangan Eceran Barang Makanan, Minuman dan Tembakau di Toko Khusus
G472Perdagangan Eceran Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit di Toko Khusus
G473Perdagangan Eceran Barang-Barang Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan di Toko Khusus
G474Perdagangan Eceran Peralatan Informasi dan Komunikasi di Toko Khusus
G475Perdagangan Eceran Peralatan Rumah Tangga Lainnya di Toko Khusus
G476Perdagangan Eceran Barang Kebutuhan Budaya dan Rekreasi di Toko Khusus
G477Perdagangan Eceran Barang-Barang Khusus Lainnya di Toko Khusus
G478Perdagangan Eceran di Kios dan Pasar yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain
G479Perdagangan Eceran Lainnya yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain

Contoh Kasus Penerapan KBLI Perdagangan Eceran:

  • “Warung Sejahtera” adalah toko kelontong yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari di lingkungan perumahan. KBLI yang sesuai adalah G4711.
  • “Supermarket Jaya” menjual berbagai macam produk makanan, minuman, pakaian, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dalam satu tempat yang luas. KBLI yang sesuai adalah G4712.
  • “AlfaMart” adalah minimarket yang berlokasi di dekat perkantoran dan menjual makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. KBLI yang sesuai adalah G4713.
  • “Butik Cantik” menjual berbagai macam pakaian wanita, tas, dan aksesoris. KBLI yang sesuai adalah G4771.
  • “Toko Buku Gramedia” menjual berbagai macam buku, majalah, alat tulis, dan perlengkapan kantor. KBLI yang sesuai adalah G4772.
  • “Blibli.com” adalah platform e-commerce yang menjual berbagai macam barang dari berbagai kategori. KBLI yang sesuai adalah G4791.
Baca juga  Perbedaan PT Tertutup vs Terbuka: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Dengan memahami KBLI Perdagangan Eceran (G47), Anda dapat mengklasifikasikan jenis usaha Anda dengan tepat dan memanfaatkannya untuk berbagai keperluan administrasi dan legalitas usaha.

Perbedaan KBLI Perdagangan Besar dan Perdagangan Eceran

Setelah memahami definisi dan ruang lingkup KBLI Perdagangan Besar (G46) dan KBLI Perdagangan Eceran (G47), penting bagi Anda untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Perbedaan ini menjadi krusial dalam menentukan klasifikasi usaha Anda dan memengaruhi berbagai aspek legalitas serta administrasi bisnis.

Perbedaan Mendasar:

Perbedaan paling mendasar antara perdagangan besar dan eceran terletak pada siapa pelanggan utama mereka dan tujuan penjualan barang.

  • Perdagangan besar (wholesale) berfokus pada penjualan barang dalam jumlah besar kepada pelanggan bisnis, seperti pengecer, perusahaan industri, lembaga, atau pedagang besar lainnya. Tujuannya adalah untuk didistribusikan kembali, digunakan dalam proses produksi, atau dijual kembali dengan nilai tambah.
  • Perdagangan eceran (retail) berfokus pada penjualan barang secara langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi atau rumah tangga. Tujuannya adalah untuk penggunaan akhir dan bukan untuk dijual kembali.

Faktor Pembeda Klasifikasi:

Beberapa faktor yang membedakan klasifikasi usaha ke dalam perdagangan besar atau eceran meliputi:

  • Jumlah barang yang dijual: Perdagangan besar umumnya menjual barang dalam jumlah besar atau partai besar, sedangkan perdagangan eceran menjual barang dalam jumlah satuan atau kecil sesuai kebutuhan konsumen.
  • Jenis pelanggan: Perdagangan besar melayani pelanggan bisnis, sedangkan perdagangan eceran melayani konsumen akhir.
  • Harga jual: Perdagangan besar menawarkan harga yang lebih rendah karena menjual dalam jumlah besar, sedangkan perdagangan eceran menetapkan harga eceran yang sudah termasuk margin keuntungan.
  • Strategi pemasaran: Perdagangan besar lebih fokus pada membangun hubungan dengan pelanggan bisnis, sedangkan perdagangan eceran lebih fokus pada menarik minat konsumen akhir.

Contoh Kasus:

Berikut adalah beberapa contoh kasus untuk membedakan usaha perdagangan besar dan eceran berdasarkan KBLI:

  • PT. Sumber Makmur adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual beras dalam kemasan besar kepada supermarket dan toko kelontong. Karena menjual dalam jumlah besar kepada pelaku usaha lain, PT. Sumber Makmur diklasifikasikan sebagai perdagangan besar (G46), khususnya G4620 (Perdagangan Besar Hasil Pertanian Mentah dan Hewan Hidup).
  • Toko “Beras Kita” membeli beras dalam kemasan besar dari PT. Sumber Makmur dan menjualnya kembali dalam kemasan kecil kepada konsumen akhir di toko mereka. Karena menjual langsung kepada konsumen akhir, Toko “Beras Kita” diklasifikasikan sebagai perdagangan eceran (G47), khususnya G4711 (Perdagangan Eceran Barang Makanan, Minuman dan Tembakau di Toko Khusus).
  • PT. Anugrah Jaya adalah distributor pakaian yang menjual pakaian jadi dalam jumlah besar kepada butik dan toko pakaian. PT. Anugrah Jaya termasuk dalam kategori perdagangan besar (G46), khususnya G4642 (Perdagangan Besar Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang Dari Kulit).
  • Butik “Fashionista” membeli pakaian jadi dari PT. Anugrah Jaya dan menjualnya kembali secara eceran kepada konsumen akhir. Butik “Fashionista” termasuk dalam kategori perdagangan eceran (G47), khususnya G4771 (Perdagangan Eceran Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit di Toko Khusus).

Tabel Perbandingan Perdagangan Besar dan Eceran:

KarakteristikPerdagangan Besar (G46)Perdagangan Eceran (G47)
Pelanggan UtamaPelaku usaha lain (pengecer, industri, lembaga)Konsumen akhir
Tujuan PenjualanDistribusi kembali, produksi, dijual kembaliKonsumsi pribadi/rumah tangga
Jumlah BarangBesar (partai besar)Kecil (satuan)
Harga JualRelatif rendahRelatif tinggi (harga eceran)
Strategi PemasaranBusiness-to-business (B2B)Business-to-consumer (B2C)
ContohDistributor, grosir, agenToko, supermarket, minimarket, toko online

Dengan memahami perbedaan antara perdagangan besar dan eceran, Anda dapat menentukan klasifikasi KBLI yang tepat untuk usaha Anda. Hal ini penting untuk berbagai keperluan administrasi dan legalitas, seperti pengurusan izin usaha, pelaporan pajak, dan akses ke program pemerintah.

Baca juga  Memahami Ketentuan Pajak bagi CV

KBLI untuk Perdagangan Ekspor dan Impor

KBLI 2020 tidak hanya mengklasifikasikan perdagangan besar dan eceran di dalam negeri, tetapi juga mencakup kegiatan perdagangan ekspor dan impor. Artinya, jika Anda menjalankan usaha yang melibatkan perdagangan lintas negara, Anda juga perlu memahami dan menerapkan KBLI yang relevan.

Kode KBLI untuk Ekspor dan Impor:

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada kode KBLI khusus yang secara eksplisit menyatakan “ekspor” atau “impor”. Kode KBLI yang digunakan untuk usaha ekspor-impor tetap merujuk pada jenis barang yang diperdagangkan. Dengan kata lain, Anda perlu menentukan kode KBLI berdasarkan golongan dan subgolongan barang yang Anda ekspor atau impor, baik itu termasuk dalam kategori perdagangan besar (G46) maupun perdagangan eceran (G47).

Menentukan Kode KBLI yang Tepat:

Untuk menentukan kode KBLI yang tepat untuk usaha ekspor-impor, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi jenis barang yang Anda perdagangkan. Misalnya, Anda mengekspor furniture, mengimpor bahan baku tekstil, atau mengekspor produk makanan olahan.
  2. Cari golongan dan subgolongan KBLI yang sesuai dengan jenis barang tersebut. Anda dapat merujuk pada tabel KBLI Perdagangan Besar (G46) dan KBLI Perdagangan Eceran (G47) yang telah dijelaskan sebelumnya.
  3. Pilih kode KBLI 5 digit yang paling spesifik dan mewakili jenis kegiatan usaha Anda.

Contoh Kasus Penerapan KBLI pada Usaha Ekspor-Impor:

Berikut adalah beberapa contoh kasus penerapan KBLI pada usaha ekspor-impor:

  • Contoh 1: Anda memiliki usaha ekspor furniture kayu. Jenis barang ini termasuk dalam kategori “Perdagangan Besar Barang Lainnya” (G469). Setelah melihat subgolongan yang tersedia, Anda dapat memilih kode KBLI G46919 (Perdagangan Besar Barang Lainnya YTDL) karena paling sesuai dengan kegiatan usaha Anda.
  • Contoh 2: Anda mengimpor bahan baku tekstil seperti benang dan kain. Jenis barang ini termasuk dalam kategori “Perdagangan Besar Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang Dari Kulit” (G4642). Kode KBLI yang sesuai adalah G46421 (Perdagangan Besar Tekstil).
  • Contoh 3: Anda menjalankan usaha ekspor kopi bubuk. Jenis barang ini termasuk dalam kategori “Perdagangan Besar Makanan, Minuman dan Tembakau” (G4641). Kode KBLI yang sesuai adalah G46411 (Perdagangan Besar Kopi, Teh, Kakao dan Rempah-Rempah).
  • Contoh 4: Anda mengimpor pakaian jadi dari luar negeri dan menjualnya secara online. Meskipun Anda menjual secara eceran, jenis barang yang Anda impor tetap termasuk dalam kategori perdagangan besar. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan kode KBLI G46422 (Perdagangan Besar Pakaian Jadi).

Dengan memahami cara menentukan dan menerapkan kode KBLI yang tepat untuk usaha ekspor-impor, Anda dapat memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas yang berlaku, serta memudahkan proses pengurusan perizinan, pelaporan pajak, dan kegiatan lainnya yang terkait dengan bisnis Anda.

Mencari Informasi dan Bantuan Terkait KBLI 2020 Perdagangan

Setelah memahami seluk-beluk KBLI 2020 Perdagangan, langkah selanjutnya adalah mengetahui di mana Anda dapat mengakses informasi resmi dan bagaimana cara mencari kode KBLI yang sesuai dengan jenis usaha Anda. Berikut adalah beberapa sumber dan panduan yang dapat Anda manfaatkan:

Sumber Resmi Informasi KBLI 2020:

  • Website Badan Pusat Statistik (BPS): BPS adalah lembaga resmi yang menerbitkan dan mengelola KBLI 2020. Anda dapat mengakses informasi lengkap tentang KBLI, termasuk struktur, kode, definisi, dan penjelasannya di website BPS.
  • Buku KBLI 2020: BPS juga menerbitkan buku KBLI 2020 yang berisi informasi detail tentang klasifikasi lapangan usaha di Indonesia. Anda dapat membeli buku ini di toko buku resmi atau mengunduh versi digitalnya di website BPS.

Langkah-Langkah Mencari Kode KBLI yang Sesuai:

  1. Identifikasi kegiatan usaha utama Anda: Tentukan jenis barang atau jasa yang Anda jual, target pasar Anda (konsumen akhir atau pelaku usaha lain), dan skala usaha Anda (besar atau eceran).
  2. Telusuri struktur KBLI: Gunakan website BPS atau buku KBLI 2020 untuk menelusuri struktur KBLI. Mulailah dari sektor “Perdagangan Besar dan Eceran” (G), kemudian cari subsektor, golongan, dan subgolongan yang paling relevan dengan kegiatan usaha Anda.
  3. Baca definisi dan penjelasan setiap kode KBLI: Pastikan Anda membaca definisi dan penjelasan setiap kode KBLI yang Anda temukan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kegiatan usaha Anda.
  4. Pilih kode KBLI 5 digit yang paling spesifik: Pilih kode KBLI yang paling spesifik dan detail yang menggambarkan jenis kegiatan usaha Anda.

Tips dan Saran dalam Menentukan dan Menerapkan Kode KBLI:

  • Teliti dan cermat: Luangkan waktu untuk memahami struktur dan definisi KBLI dengan baik. Kesalahan dalam memilih kode KBLI dapat berdampak pada legalitas dan administrasi usaha Anda.
  • Konsultasi dengan ahli: Jika Anda kesulitan dalam menentukan kode KBLI yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan bisnis atau ahli di bidang KBLI.
  • Perbarui informasi: KBLI dapat direvisi secara berkala. Pastikan Anda selalu memperbarui informasi tentang KBLI dan menggunakan versi terbaru yang berlaku.

Informasi Pelatihan dan Konsultasi:

BPS dan beberapa lembaga lain seringkali menyelenggarakan pelatihan dan konsultasi terkait KBLI 2020. Anda dapat mencari informasi tentang pelatihan ini di website BPS atau menghubungi kantor BPS terdekat.

Dengan memanfaatkan sumber informasi dan mengikuti panduan di atas, Anda dapat menentukan dan menerapkan kode KBLI 2020 yang tepat untuk bisnis perdagangan Anda. Hal ini akan membantu Anda dalam memenuhi persyaratan legalitas, memudahkan administrasi usaha, dan mendukung perkembangan bisnis Anda ke depannya.

Penutup: KBLI 2020 sebagai Acuan Penting dalam Dunia Perdagangan

KBLI 2020 memegang peranan penting dalam menciptakan standarisasi dan analisis data perdagangan di Indonesia. Dengan adanya klasifikasi yang baku dan terstruktur, Anda sebagai pelaku usaha maupun pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan komprehensif mengenai berbagai jenis usaha di sektor perdagangan. Data yang terstandardisasi ini memudahkan proses analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif.

Memahami dan menerapkan KBLI yang tepat juga sangat krusial bagi legalitas dan pengembangan usaha Anda. Kode KBLI yang benar diperlukan dalam berbagai proses administrasi, seperti pengurusan izin usaha, pengajuan kredit, dan pelaporan pajak. Selain itu, KBLI juga dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi peluang pasar, menganalisis kompetitor, dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih baik.

Oleh karena itu, sangat diharapkan Anda untuk terus mengikuti perkembangan dan update terbaru terkait KBLI dari BPS. Manfaatkan sumber informasi resmi seperti website BPS dan buku KBLI 2020 untuk memastikan Anda selalu menggunakan kode KBLI yang sesuai dengan jenis usaha perdagangan Anda. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa usaha Anda berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang di masa depan.

Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Daftar Isi