Perubahan dunia digital marketing terjadi semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI), perubahan algoritma media sosial, hingga pergeseran perilaku konsumen membuat pelaku bisnis, marketer, dan content creator dituntut untuk terus beradaptasi. Di tengah dinamika tersebut, Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 hadir sebagai salah satu konferensi digital marketing terbesar di Indonesia yang menjadi wadah berkumpulnya para profesional industri untuk mempelajari tren, strategi, dan teknologi pemasaran terbaru.
Diselenggarakan pada 4–5 Juni 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, IDMC 2026 mengusung tema “Move. Adapt. Play.”, sebuah ajakan bagi pelaku industri untuk terus bergerak, beradaptasi dengan perubahan yang cepat, dan berani bereksperimen dalam menghadapi tantangan era digital.
Tahun ini, konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 5.000 peserta dari Indonesia dan Asia Tenggara, serta menghadirkan berbagai pembicara ternama dan sejumlah praktisi digital marketing terkemuka lainnya.
Ribuan pelaku industri digital marketing memadati Nusantara Hall ICE BSD selama dua hari penyelenggaraan Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026. Mulai dari content creator, digital marketer, pemilik bisnis, hingga perusahaan teknologi berkumpul untuk membahas masa depan pemasaran digital di tengah perkembangan AI yang semakin pesat.
Sebagai Community Partner resmi IDMC 2026, Menjadi Pengaruh turut hadir dan mengikuti berbagai sesi yang membahas digital marketing, content creation, personal branding, teknologi pemasaran (MarTech), hingga pengembangan komunitas.
Ada Apa Saja yang Dibahas di IDMC 2026?

Selain membahas perkembangan industri secara umum, berbagai sesi di IDMC 2026 juga menyoroti sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi bisnis dan kreator dalam menarik perhatian audiens yang semakin selektif.
1. From Clicks to Conversion: How Salesmanship Drives 10X Results
Salah satu sesi yang cukup menarik perhatian dalam IDMC 2026 adalah From Clicks to Conversion: How Salesmanship Drives 10X Results yang dibawakan oleh Panca Lucky.
Dalam sesi ini, dibahas bagaimana strategi konten dan kemampuan salesmanship memiliki peran penting dalam mengubah perhatian audiens (clicks) menjadi hasil nyata berupa interaksi, prospek, hingga penjualan (conversion).
Panca Lucky menyoroti fenomena yang sering terjadi di media sosial saat ini, yaitu banyak brand dan kreator yang membuat konten dengan pola yang hampir seragam. Namun, ketika terlalu banyak orang menggunakan pendekatan yang sama, konten menjadi sulit dibedakan dan cenderung tenggelam di tengah banyaknya informasi yang diterima audiens setiap hari.
Menurutnya, peluang terbesar untuk menarik perhatian audiens justru sering kali muncul ketika seseorang berani menciptakan pendekatan yang berani keluar dari pola yang sudah ada dengan menghadirkan sudut pandang yang berbeda, unik, dan tidak terduga.
Karena di era media sosial yang dipenuhi ribuan konten setiap hari, audiens cenderung lebih mudah memperhatikan sesuatu yang berbeda dari ekspektasi mereka.
Dalam banyak kasus, konten yang menampilkan realitas di balik layar, tantangan, kegagalan, atau sudut pandang yang jarang dibahas justru memiliki potensi lebih besar untuk diingat dan dibagikan.
Materi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk atau besarnya anggaran promosi. Kemampuan menyampaikan cerita (storytelling), memahami psikologi audiens, serta keberanian untuk keluar dari pola yang sudah umum digunakan menjadi faktor penting dalam menciptakan engagement dan meningkatkan konversi.
Bagi bisnis maupun kreator, sesi ini memberikan pengingat bahwa menjadi berbeda bukan berarti harus kontroversial. Sebaliknya, yang diperlukan adalah keberanian untuk melihat suatu topik dari sudut pandang yang jarang digunakan orang lain.
Ketika mayoritas konten bergerak ke arah yang sama, peluang untuk menonjol justru hadir melalui pendekatan yang lebih unik, autentik, dan relevan dengan pengalaman nyata audiens.
Pada akhirnya, kombinasi antara salesmanship yang kuat dan kreativitas dalam membangun konten menjadi salah satu kunci untuk mengubah perhatian audiens menjadi tindakan nyata.
2. Why People Choose You: Building Brands That Last and Win
Topik berikutnya yang banyak mendapat perhatian dalam IDMC 2026 adalah pentingnya membangun kepercayaan pelanggan. Dalam sesi Why People Choose You: Building Brands That Last and Win, Tommy Wong menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya anggaran promosi.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, brand yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah brand yang berhasil membangun hubungan yang kuat dengan pelanggannya.
Menurut Tommy, saat ini terjadi pergeseran paradigma dalam dunia branding. Jika dulu banyak brand berlomba-lomba untuk menjadi viral dan mendapatkan perhatian sebanyak mungkin, kini fokusnya mulai bergeser pada pembangunan kepercayaan (trust). Viral memang dapat meningkatkan awareness dalam waktu singkat, tetapi kepercayaan adalah faktor yang membuat pelanggan bertahan dan kembali menggunakan produk atau layanan yang sama.
Salah satu hal yang menarik dari sesi ini adalah pembahasan mengenai pengalaman pelanggan. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli sebuah produk, sebenarnya ia sudah memberikan sebagian kepercayaannya kepada brand tersebut. Namun jika pengalaman yang diterima tidak sesuai harapan, rasa kecewa yang muncul bisa berdampak jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan satu transaksi. Dalam beberapa kasus, pengalaman buruk bahkan dapat meninggalkan kesan negatif yang membuat pelanggan enggan kembali di masa depan.
Tommy juga menekankan bahwa persepsi terhadap sebuah brand sering kali dibentuk oleh hal-hal kecil yang mungkin tidak disadari. Sebagai contoh, keramahan seorang petugas keamanan di bank dapat menciptakan pengalaman positif yang kemudian diasosiasikan pelanggan dengan brand bank tersebut secara keseluruhan.
Di sisi lain, promosi dan diskon bukanlah pondasi utama dalam membangun brand yang kuat. Strategi tersebut memang dapat membantu menarik perhatian pelanggan, tetapi tidak cukup untuk menciptakan loyalitas jangka panjang. Sebelum berbicara tentang promosi, sebuah brand perlu terlebih dahulu membangun rasa aman, nyaman, dan percaya di benak pelanggan.
Tommy juga menyinggung pentingnya personal branding dalam memperkuat citra sebuah brand. Sosok yang berada di balik perusahaan sering kali ikut mempengaruhi cara publik memandang sebuah bisnis. Contoh yang paling mudah dilihat adalah hubungan antara Steve Jobs dengan Apple atau Elon Musk dengan Tesla. Figur yang kuat dan konsisten dapat memperkuat kepercayaan sekaligus membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Sesi ini memberikan insight bahwa loyalitas pelanggan tidak lahir dari tekanan penjualan atau promosi yang terus-menerus, melainkan dari kepercayaan yang dibangun secara konsisten dari waktu ke waktu. Semakin baik pengalaman yang diberikan kepada pelanggan, semakin besar peluang sebuah brand untuk bertahan dan memenangkan hati konsumennya dalam jangka panjang.
3. How Brands Achieve 100K Views and 10X Revenue with Content Hooks
Konten video pendek masih menjadi salah satu format dominan di berbagai platform digital. Dalam sesi How Brands Achieve 100K Views and 10X Revenue with Content Hooks, Samuel Christ, Founder Seefluencer, menjelaskan bahwa beberapa detik pertama video memiliki pengaruh besar terhadap performa konten secara keseluruhan.
Menurut Samuel, media sosial pada dasarnya dirancang untuk membuat pengguna terus melakukan scrolling. Dari aktivitas tersebut, algoritma akan mempelajari konten apa yang paling menarik perhatian pengguna, terutama video yang ditonton hingga selesai. Konten yang mampu mempertahankan perhatian penonton lebih lama memiliki peluang lebih besar untuk didistribusikan kepada audiens yang lebih luas melalui halaman rekomendasi atau FYP (For You Page).
Karena itu, bagian pembuka atau hook menjadi elemen yang sangat penting. Dalam rentang sekitar 3–8 detik pertama, penonton biasanya sudah memutuskan apakah mereka akan melanjutkan menonton atau beralih ke konten berikutnya. Hook yang kuat mampu membangun rasa penasaran dan memberikan alasan bagi audiens untuk tetap bertahan hingga akhir video.
Sesi ini menunjukkan bahwa membuat konten yang menarik tidak hanya soal memiliki informasi yang bagus, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan. Di tengah persaingan konten yang semakin padat, kemampuan menarik perhatian sejak detik pertama dan menjaga minat audiens hingga akhir menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan jangkauan, engagement, bahkan konversi dari media sosial.
4. The Future of Media is Community
Salah satu topik yang cukup relevan dengan perkembangan industri saat ini adalah konsep Community Driven Economy yang dibahas oleh Fanbul Prabowo, CEO Infipop. Dalam sesi ini, dibahas bagaimana peran komunitas semakin penting dalam membangun pertumbuhan bisnis dan media di era digital.
Menurut Fanbul, saat ini terjadi pergeseran besar dalam cara brand dan media membangun hubungan dengan audiens. Jika sebelumnya keberhasilan sering diukur dari jumlah views, traffic, atau seberapa viral sebuah konten, kini fokus mulai bergeser pada kualitas hubungan yang berhasil dibangun dengan audiens. Engagement, loyalitas, dan rasa memiliki dari anggota komunitas menjadi indikator yang semakin penting.
Dalam model Community Driven Economy, nilai sebuah brand tidak hanya berasal dari produk atau kontennya, tetapi juga dari komunitas yang terbentuk di sekitarnya. Audiens tidak lagi hanya menjadi penonton atau konsumen pasif, melainkan ikut berperan dalam membangun ekosistem melalui diskusi, berbagi pengalaman, memberikan masukan, hingga membantu menyebarkan pesan secara organik kepada orang lain.
Komunitas yang aktif dapat memberikan berbagai manfaat bagi sebuah brand, seperti meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong word of mouth marketing, menghasilkan user generated content, menjadi sumber feedback yang lebih cepat, hingga membantu memperluas jangkauan secara alami. Karena itulah, banyak organisasi mulai melihat komunitas sebagai aset strategis yang memiliki nilai jangka panjang.
Fanbul juga menjelaskan bahwa komunitas yang kuat umumnya dibangun di atas empat fondasi utama, yaitu purpose (tujuan yang jelas), engagement (interaksi yang aktif), sense of belonging (rasa memiliki), dan empowerment (memberikan ruang bagi anggota untuk berkontribusi). Keempat elemen tersebut membantu komunitas berkembang menjadi ekosistem yang saling mendukung.
Di masa depan, media dan brand diperkirakan tidak hanya berperan sebagai penyedia konten, tetapi juga sebagai penghubung yang memfasilitasi interaksi antar anggota komunitas.
Tren Digital Marketing yang Terlihat dari IDMC 2026
Jika ditarik benang merah dari berbagai sesi yang berlangsung selama IDMC 2026, terdapat beberapa tren utama yang tampak semakin kuat dan berpotensi membentuk arah industri digital marketing dalam beberapa tahun ke depan.
a. Diferensiasi Menjadi Kunci
Di tengah banjir konten yang muncul setiap hari, menjadi “baik” saja tidak lagi cukup. Brand dan kreator perlu menemukan sudut pandang yang unik agar dapat menonjol di antara kompetitor. Kreativitas, storytelling, dan keberanian untuk keluar dari pola yang umum digunakan menjadi faktor penting untuk menarik perhatian audiens. Semakin banyak konten yang seragam, semakin besar nilai dari sebuah diferensiasi.
b. Trust Lebih Penting daripada Viralitas
Awareness memang penting, tetapi kepercayaan menjadi pondasi yang membuat pelanggan bertahan dalam jangka panjang. Berbagai sesi di IDMC 2026 menunjukkan bahwa brand yang sukses bukan hanya yang mampu menarik perhatian, melainkan yang mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan dipercaya oleh pelanggannya. Viralitas dapat mendatangkan audiens baru, tetapi trust yang akan mengubah mereka menjadi pelanggan loyal.
c. Retensi Audiens Menjadi Fokus Baru
Kesuksesan konten saat ini tidak lagi hanya diukur dari jumlah views. Platform digital semakin memperhatikan bagaimana audiens berinteraksi dengan sebuah konten, termasuk berapa lama mereka menonton dan apakah mereka menyelesaikan video hingga akhir. Karena itu, kemampuan mempertahankan perhatian audiens melalui hook yang kuat, storytelling yang jelas, dan penyampaian yang menarik menjadi semakin penting.
d. Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan
Semakin banyak bisnis mulai menyadari bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada iklan atau kampanye pemasaran. Komunitas yang aktif dan loyal mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat antara brand dan audiens. Selain meningkatkan loyalitas, komunitas juga dapat membantu penyebaran pesan secara organik, menghasilkan konten dari pengguna, hingga memberikan masukan yang berharga untuk pengembangan bisnis..
Update Insight Bisnis di Komunitas Menjadi Pengaruh
IDMC 2026 menunjukkan bahwa masa depan digital marketing tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau algoritma platform. Faktor manusia tetap menjadi elemen utama, mulai dari kemampuan menciptakan konten yang relevan, membangun kepercayaan, mempertahankan perhatian audiens, hingga menciptakan komunitas yang loyal.
Berbagai insight yang dibagikan selama konferensi memperlihatkan bahwa strategi pemasaran yang efektif saat ini tidak lagi hanya berfokus pada menjangkau lebih banyak orang, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang lebih bermakna dengan audiens. Bagi bisnis, marketer, maupun content creator, pelajaran dari IDMC 2026 dapat menjadi referensi untuk menghadapi perubahan industri digital yang terus berkembang di masa mendatang.
Ingin terus mendapatkan insight seputar bisnis? Gabung dengan Komunitas Menjadi Pengaruh untuk belajar dan berkembang bersama, ya!




