Day: June 10, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

IDMC 2026: Dihadiri 5000 Peserta, Bahas Strategi Marketing Terbaru

IDMC 2026: Dihadiri 5000 Peserta, Bahas Strategi Marketing Terbaru

Perubahan dunia digital marketing terjadi semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI), perubahan algoritma media sosial, hingga pergeseran perilaku konsumen membuat pelaku bisnis, marketer, dan content creator dituntut untuk terus beradaptasi. Di tengah dinamika tersebut, Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 hadir sebagai salah satu konferensi digital marketing terbesar di Indonesia yang menjadi wadah berkumpulnya para profesional industri untuk mempelajari tren, strategi, dan teknologi pemasaran terbaru. Diselenggarakan pada 4–5 Juni 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, IDMC 2026 mengusung tema “Move. Adapt. Play.”, sebuah ajakan bagi pelaku industri untuk terus bergerak, beradaptasi dengan perubahan yang cepat, dan berani bereksperimen dalam menghadapi tantangan era digital.  Tahun ini, konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 5.000 peserta dari Indonesia dan Asia Tenggara, serta menghadirkan berbagai pembicara ternama dan sejumlah praktisi digital marketing terkemuka lainnya. Ribuan pelaku industri digital marketing memadati Nusantara Hall ICE BSD selama dua hari penyelenggaraan Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026. Mulai dari content creator, digital marketer, pemilik bisnis, hingga perusahaan teknologi berkumpul untuk membahas masa depan pemasaran digital di tengah perkembangan AI yang semakin pesat. Sebagai Community Partner resmi IDMC 2026, Menjadi Pengaruh turut hadir dan mengikuti berbagai sesi yang membahas digital marketing, content creation, personal branding, teknologi pemasaran (MarTech), hingga pengembangan komunitas. Ada Apa Saja yang Dibahas di IDMC 2026? Selain membahas perkembangan industri secara umum, berbagai sesi di IDMC 2026 juga menyoroti sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi bisnis dan kreator dalam menarik perhatian audiens yang semakin selektif. 1. From Clicks to Conversion: How Salesmanship Drives 10X Results Salah satu sesi yang cukup menarik perhatian dalam IDMC 2026 adalah From Clicks to Conversion: How Salesmanship Drives 10X Results yang dibawakan oleh Panca Lucky.  Dalam sesi ini, dibahas bagaimana strategi konten dan kemampuan salesmanship memiliki peran penting dalam mengubah perhatian audiens (clicks) menjadi hasil nyata berupa interaksi, prospek, hingga penjualan (conversion). Panca Lucky menyoroti fenomena yang sering terjadi di media sosial saat ini, yaitu banyak brand dan kreator yang membuat konten dengan pola yang hampir seragam. Namun, ketika terlalu banyak orang menggunakan pendekatan yang sama, konten menjadi sulit dibedakan dan cenderung tenggelam di tengah banyaknya informasi yang diterima audiens setiap hari. Menurutnya, peluang terbesar untuk menarik perhatian audiens justru sering kali muncul ketika seseorang berani menciptakan pendekatan yang berani keluar dari pola yang sudah ada dengan menghadirkan sudut pandang yang berbeda, unik, dan tidak terduga. Karena di era media sosial yang dipenuhi ribuan konten setiap hari, audiens cenderung lebih mudah memperhatikan sesuatu yang berbeda dari ekspektasi mereka. Dalam banyak kasus, konten yang menampilkan realitas di balik layar, tantangan, kegagalan, atau sudut pandang yang jarang dibahas justru memiliki potensi lebih besar untuk diingat dan dibagikan. Materi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk atau besarnya anggaran promosi. Kemampuan menyampaikan cerita (storytelling), memahami psikologi audiens, serta keberanian untuk keluar dari pola yang sudah umum digunakan menjadi faktor penting dalam menciptakan engagement dan meningkatkan konversi. Bagi bisnis maupun kreator, sesi ini memberikan pengingat bahwa menjadi berbeda bukan berarti harus kontroversial. Sebaliknya, yang diperlukan adalah keberanian untuk melihat suatu topik dari sudut pandang yang jarang digunakan orang lain.  Ketika mayoritas konten bergerak ke arah yang sama, peluang untuk menonjol justru hadir melalui pendekatan yang lebih unik, autentik, dan relevan dengan pengalaman nyata audiens. Pada akhirnya, kombinasi antara salesmanship yang kuat dan kreativitas dalam membangun konten menjadi salah satu kunci untuk mengubah perhatian audiens menjadi tindakan nyata.  2. Why People Choose You: Building Brands That Last and Win Topik berikutnya yang banyak mendapat perhatian dalam IDMC 2026 adalah pentingnya membangun kepercayaan pelanggan. Dalam sesi Why People Choose You: Building Brands That Last and Win, Tommy Wong menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya anggaran promosi.  Di tengah persaingan yang semakin ketat, brand yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah brand yang berhasil membangun hubungan yang kuat dengan pelanggannya. Menurut Tommy, saat ini terjadi pergeseran paradigma dalam dunia branding. Jika dulu banyak brand berlomba-lomba untuk menjadi viral dan mendapatkan perhatian sebanyak mungkin, kini fokusnya mulai bergeser pada pembangunan kepercayaan (trust). Viral memang dapat meningkatkan awareness dalam waktu singkat, tetapi kepercayaan adalah faktor yang membuat pelanggan bertahan dan kembali menggunakan produk atau layanan yang sama. Salah satu hal yang menarik dari sesi ini adalah pembahasan mengenai pengalaman pelanggan. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli sebuah produk, sebenarnya ia sudah memberikan sebagian kepercayaannya kepada brand tersebut. Namun jika pengalaman yang diterima tidak sesuai harapan, rasa kecewa yang muncul bisa berdampak jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan satu transaksi. Dalam beberapa kasus, pengalaman buruk bahkan dapat meninggalkan kesan negatif yang membuat pelanggan enggan kembali di masa depan. Tommy juga menekankan bahwa persepsi terhadap sebuah brand sering kali dibentuk oleh hal-hal kecil yang mungkin tidak disadari. Sebagai contoh, keramahan seorang petugas keamanan di bank dapat menciptakan pengalaman positif yang kemudian diasosiasikan pelanggan dengan brand bank tersebut secara keseluruhan.  Di sisi lain, promosi dan diskon bukanlah pondasi utama dalam membangun brand yang kuat. Strategi tersebut memang dapat membantu menarik perhatian pelanggan, tetapi tidak cukup untuk menciptakan loyalitas jangka panjang. Sebelum berbicara tentang promosi, sebuah brand perlu terlebih dahulu membangun rasa aman, nyaman, dan percaya di benak pelanggan. Tommy juga menyinggung pentingnya personal branding dalam memperkuat citra sebuah brand. Sosok yang berada di balik perusahaan sering kali ikut mempengaruhi cara publik memandang sebuah bisnis. Contoh yang paling mudah dilihat adalah hubungan antara Steve Jobs dengan Apple atau Elon Musk dengan Tesla. Figur yang kuat dan konsisten dapat memperkuat kepercayaan sekaligus membangun kedekatan emosional dengan audiens. Sesi ini memberikan insight bahwa loyalitas pelanggan tidak lahir dari tekanan penjualan atau promosi yang terus-menerus, melainkan dari kepercayaan yang dibangun secara konsisten dari waktu ke waktu. Semakin baik pengalaman yang diberikan kepada pelanggan, semakin besar peluang sebuah brand untuk bertahan dan memenangkan hati konsumennya dalam jangka panjang. 3. How Brands Achieve 100K Views and 10X Revenue with Content Hooks Konten video pendek masih menjadi salah satu format dominan di berbagai platform digital. Dalam sesi How Brands Achieve 100K Views and 10X Revenue with Content Hooks, Samuel

SELENGKAPNYA