Author: Aisyah Yekti

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi oleh penulis

Raperda Kawasan Tanpa Rokok DKI: Ancaman bagi Pedagang Kecil?

Raperda Kawasan Tanpa Rokok DKI: Ancaman bagi Pedagang Kecil?

Menjadi Pengaruh — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang tengah dibahas DPRD DKI Jakarta kembali memicu kegelisahan di kalangan pedagang kecil.  Terutama karena sejumlah pasal dalam rancangan itu dianggap berpotensi “mematikan” usaha warung, warteg, PKL, dan toko di pasar tradisional. Salah satu pasal kontroversial dalam Raperda KTR menyebutkan bahwa penjualan rokok akan dilarang dalam radius 200 meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak.  Selain itu, larangan penjualan juga direncanakan diperluas ke warung, lapak pedagang kaki lima (PKL), toko di pasar tradisional, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tak hanya itu, Raperda tersebut juga mengatur kewajiban izin khusus untuk penjualan rokok serta pelarangan penjualan rokok secara eceran dalam kawasan yang tergolong KTR.  Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, menyuarakan kekhawatiran keras terhadap draf Raperda KTR.  Menurutnya, selama sekitar enam bulan proses pembahasan, aspirasi pedagang kecil seperti warteg, warung kopi, dan sejenisnya diabaikan. “Kami kecewa, aspirasi pedagang kecil tidak didengarkan. Apa yang sudah kami sampaikan dianggap angin lalu. Raperda KTR yang dipaksakan ini akan semakin menindas usaha rakyat kecil,” ujar Mukroni, 4 Oktober 2025. Mukroni juga menyinggung kondisi berat yang tengah dihadapi pedagang kecil. Ia menyebut bahwa hingga pertengahan 2025, sekitar 25 ribu warteg di wilayah Jabodetabek telah tutup. Artinya sekitar 50 % dari total 50.000 warteg yang ada sebelumnya.  Menurutnya, terutama karena tekanan ekonomi dan daya beli pelanggan melemah.  Ia meminta agar Gubernur DKI sebagai eksekutif mempertimbangkan kembali draf final Raperda agar tidak merugikan UMKM dan para pelaku usaha mikro.  Raperda Masih Dinamis, Terbuka untuk Masukan Di sisi legislatif, DPRD DKI menegaskan bahwa Raperda KTR masih bersifat dinamis dan terbuka untuk masukan publik.  Farah Savira, Ketua Pansus KTR DPRD DKI, menyebut bahwa belum semua pasal dibahas secara detail.  Ia menyampaikan bahwa DPRD secara aktif menyelenggarakan rapat dengar pendapat (RDP) guna menghimpun pandangan dari berbagai pihak, termasuk yang menolak dan yang mendukung.  Selain itu, Wakil Ketua Pansus Abdurrahman Suhaimi menekankan bahwa terdapat pasal-pasal terkait penjualan rokok dalam kawasan KTR yang masih “rancu” dan bertabrakan satu sama lain.  Pasal 17 misalnya, menyebut larangan penjualan rokok di kawasan KTR, tetapi ada ayat pengecualian bagi “tempat umum yang memiliki izin”, yang kemudian bertumbukan dengan aturan radius 200 meter dari sekolah.  Untuk itu, ia mengusulkan agar aturan penjualan rokok dibuat pasal terpisah agar tidak tumpang tindih dengan definisi kawasan KTR.  Secara umum, DPRD menegaskan bahwa Raperda ini akan dirumuskan realistis, mengedepankan edukasi masyarakat, serta mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi, terutama kepada UMKM.  Kritik & Kekhawatiran: PHK Massal & Kehilangan Usaha Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menyatakan bahwa pasal-pasal yang melarang penjualan rokok di radius 200 meter dan melebarkan kawasan tanpa rokok bisa berdampak sistemik. Termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan hilangnya peluang usaha bagi UMKM.  Beberapa pihak juga menilai bahwa draf Raperda KTR kurang mengakomodasi masukan stakeholders, terutama pedagang kecil, dan dinilai “dipaksakan”. Landasan Hukum & Regulasi yang Sudah Ada Sebelum adanya Raperda, DKI Jakarta sudah memiliki regulasi yang mengatur kawasan larangan merokok.  Beberapa landasan tersebut antara lain: 1. Perda Nomor 2 Tahun 2005, tentang Pengendalian Pencemaran Udara Jakarta, sebagai dasar larangan merokok di ruang publik. 2. Peraturan Gubernur (Pergub) DKI terkait pedoman pelaksanaan, pengawasan, dan penegakan kawasan larangan merokok, termasuk Pergub No. 40 Tahun 2020 yang mengubah Pergub 50 Tahun 2012. 3. Larangan reklame rokok: sejak Perda No. 9 Tahun 2014 dan turunannya, Pemprov DKI telah melarang seluruh reklame rokok baik indoor maupun outdoor.  4. Surat Seruan Gubernur No. 8 Tahun 2021 yang menegaskan larangan iklan, reklame, dan pemasangan kemasan rokok di tempat penjualan. Namun, meskipun regulasi ini sudah ada, kepatuhan di lapangan masih dinilai rendah.  Pasar tradisional, restoran, hotel, hingga gedung pemerintahan masih mencatat tingkat pelanggaran yang tinggi.  Strategi Implementasi Raperda Rokok DKI agar Tidak Merugikan Pedagang Agar kebijakan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) benar-benar efektif dan tidak menekan pelaku usaha kecil, diperlukan strategi implementasi yang seimbang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan aturan ini: 1. Perlu Keseimbangan Jika Raperda KTR akan disahkan, perlu ada keseimbangan antara tujuan kesehatan publik dan keberlangsungan bisnis kecil.  Regulasi yang terlalu ketat bisa menimbulkan beban besar pada UMKM. 2. Penyelenggaraan Sosialisasi & Uji Coba Sebelum implementasi penuh, diperlukan uji coba atau fase penerapan bertahap untuk memberikan kesempatan adaptasi bagi pedagang dan konsumen. 3. Sanksi yang Proporsional & Kepastian Hukum Regulasi sebaiknya menyertakan sanksi yang jelas, adil, dan proporsional bagi pelanggar, serta pengecualian yang tidak multitafsir. 4. Partisipasi Publik Lebih Luas Proses pembahasan mesti benar-benar melibatkan pedagang kecil, asosiasi UMKM, kalangan kesehatan, akademisi, dan warga yang terkena dampak. 5. Penegakan Konsisten Regulasi tanpa penegakan akan hanya jadi dokumen. Diperlukan kerangka pengawasan lintas OPD serta mekanisme pengaduan dari masyarakat.

SELENGKAPNYA
Halal Indo 2025: Tawarkan Ilmu, Experience, dan Kesempatan Baru Pengusaha

Halal Indo 2025: Tawarkan Ilmu, Experience, dan Kesempatan Baru Pengusaha

Halal Indo 2025 kembali digelar dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.  Ribuan pengunjung memadati hall utama sejak pagi untuk mengikuti rangkaian acara yang mencakup talkshow, fashion show, hingga pameran produk halal dari berbagai sektor.  Tidak hanya menjadi ajang hiburan, acara ini juga dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat belajar, mencari inspirasi, dan menjalin relasi bisnis baru Antusiasme dan Suasana Halal Indo 2025 Banyak pengunjung datang dengan rasa penasaran terhadap acara ini.  Begitu memasuki venue, mereka langsung disambut keramaian di area registrasi dan ramainya pengunjung yang memenuhi hall utama.  Berbagai booth exhibitor menampilkan produk halal dari beragam kategori, mulai dari fashion, makanan, hingga kebutuhan sehari-hari.  Selain berbelanja, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner di area food court, sampai memanfaatkan kesempatan untuk berjejaring dengan komunitas dan pelaku usaha lain. Salah satu pengunjung, Hamdi, menggambarkan pengalamannya, “Kesannya agak kaget sih, di luar ekspektasi. Dari luar aja sudah ramai, banyak orang berlalu lalang dan scan registrasi.” Rangkaian Acara Halal Indo 2025 Halal Indo 2025 menghadirkan rangkaian program yang padat dan bervariasi sepanjang acara.  Di panggung utama, talkshow inspiratif menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang membahas tren gaya hidup halal dan peluang usaha. Di sisi lain, area workshop selalu ramai oleh peserta yang ingin mencoba pengalaman baru, mulai dari kelas meracik parfum hingga kreasi produk halal lainnya. Selain itu, penampilan bintang tamu menjadi salah satu sorotan yang menarik perhatian banyak pengunjung.  Tidak kalah meriah, booth exhibitor yang tersebar di seluruh hall menampilkan produk beragam, mulai dari fashion muslim, kuliner halal, hingga brand lokal yang menawarkan promo khusus selama pameran. Variasi acara ini membuat Halal Indo berbeda dari event lain. “Menurutku semua cukup berkesan, apalagi banyak banget rangkaian acara yang disediakan. Mulai dari talkshow, workshop, sampai booth exhibitor, semua ada di Halal Expo,” ujar Hamdi. Fasilitas Ramah Muslim dan Momen Unik Selain rangkaian acara yang beragam, Halal Indo 2025 juga memperhatikan hal-hal praktis yang membuat pengunjung merasa lebih nyaman.  Salah satu contohnya adalah penyediaan mushola di dekat area food court.  Penempatan ini memudahkan pengunjung untuk beribadah tanpa perlu berjalan jauh atau keluar dari hall utama, terutama di tengah padatnya jadwal acara.  Menjadi penting karena sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi, mulai dari mengikuti talkshow, mencoba workshop, hingga berkeliling booth pameran.  Dengan adanya mushola yang mudah dijangkau, pengunjung tidak perlu khawatir meninggalkan aktivitas utama hanya untuk mencari tempat ibadah. Bagi banyak peserta, keberadaan fasilitas ramah muslim seperti ini menunjukkan perhatian panitia terhadap kebutuhan dasar pengunjung.  Meski terlihat sederhana, detail kecil ini memberikan pengalaman yang lebih nyaman, menambah nilai positif acara, dan membedakan Halal Indo dari pameran sejenis.  Pada akhirnya, hal-hal kecil inilah yang membuat pengunjung merasa betah dan ingin kembali di tahun berikutnya. Lebih dari Sekadar Pameran Halal Indo 2025 tidak hanya menghadirkan kemeriahan belanja produk halal atau hiburan di panggung utama.  Bagi sebagian besar pengunjung, acara ini menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan baru, menambah jejaring, sekaligus merasakan suasana komunitas yang terbuka dan inklusif.  Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan pelaku usaha di booth, mencari inspirasi dari talkshow, hingga menjajaki peluang kerjasama bisnis. Suasana interaksi juga terlihat di setiap sudut pameran, mulai dari percakapan singkat antar pengunjung saat mencoba produk, hingga pertemuan serius antara pengusaha dengan calon partner bisnis.  Puncak hiburan seperti fashion show dan penampilan bintang tamu menambah semarak, membuat pengalaman terasa lebih lengkap.  Perpaduan edukasi, inspirasi, dan hiburan inilah yang akhirnya membedakan Halal Indo dari sekadar pameran biasa, menjadikannya ajang yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Kesimpulan Dengan cerita-cerita pengunjung yang penuh kesan, Halal Indo 2025 menegaskan dirinya sebagai ajang berkumpulnya komunitas halal lifestyle di Indonesia.  Lebih dari sekadar event, event ini menjadi ruang berbagi inspirasi, membuka peluang kolaborasi, dan tentu saja meninggalkan memori manis bagi siapa saja yang hadir.

SELENGKAPNYA
Vivo & Shell Batal Beli BBM Impor Pertamina? Begini Kronologinya

Vivo & Shell Batal Beli BBM Impor Pertamina? Begini Kronologinya

Menjadi Pengaruh — Sejumlah perusahaan bahan bakar swasta seperti Vivo dan BP-AKR (operator SPBU BP) dikabarkan membatalkan rencana pembelian base fuel impor dari Pertamina.  Pembatalan ini dipicu oleh persoalan spesifikasi bahan bakar serta hambatan regulasi. Meski begitu, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama manajemen Pertamina memastikan bahwa proses negosiasi masih berlangsung secara business to business (B2B).  Pemerintah juga menegaskan stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman. Alasan Pembatalan & Spesifikasi Teknis Pada Rapat Dengar Pendapat dengan DPR, 1 Oktober 2025, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar menjelaskan bahwa Vivo dan BP-AKR sebelumnya sudah sepakat membeli base fuel dari kargo impor Pertamina. Namun akhirnya membatalkan transaksi karena masalah spesifikasi. Alasan utama pembatalan adalah adanya kandungan etanol sebesar 3,5% dalam bahan bakar impor tersebut.  Menurut Achmad, kandungan itu sebenarnya masih diperbolehkan secara regulasi hingga 20%. “Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini, adalah mengenai konten. Kontennya itu ada kandungan etanol. Nah, dimana secara regulasi itu diperkenankan, etanol itu sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20% etanol, kalau tidak salah. Sedangkan ada etanol 3.5%.” Ujar Achmad Muchtasyar, Wakil Dirut Pertamina Patra Niaga. Selain soal etanol, BP-AKR menolak pembelian karena Pertamina tidak menyertakan certificate of origin (COO) yang menjadi syarat penting dalam perdagangan internasional.  COO diperlukan untuk menjamin asal-usul barang dan memastikan tidak ada masalah terkait standar mutu maupun sanksi perdagangan. Respons Pemerintah & Strategi Pasokan Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memperbolehkan importir swasta untuk tetap mengimpor BBM melalui Pertamina guna menjaga ketersediaan bahan bakar nasional.  Untuk meredam kelangkaan, Pertamina kemudian menawarkan pengiriman sebesar 16.000 kiloliter atau sekitar 100.640 barel kepada SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR. Dalam sidang DPR, manajemen Pertamina juga mengungkap bahwa dari total kargo impor 100.000 barel, semula Vivo telah sepakat mengambil 40.000 barel. Namun kesepakatan itu batal karena ketidakcocokan teknis terkait kandungan etano tadil. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa SPBU swasta tetap dapat melakukan pembelian melalui skema business-to-business (B2B) dengan Pertamina.  Ia juga memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman untuk kebutuhan dalam negeri setidaknya selama tiga minggu ke depan.  Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menaikkan kuota impor BBM untuk swasta sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini guna memberikan kelonggaran pasokan di tengah meningkatnya permintaan Dampak pada SPBU Swasta & Operasional Kelangkaan BBM yang dialami SPBU swasta kini berdampak nyata pada layanan konsumen. Di Tangerang Selatan, SPBU Shell dilaporkan sudah tidak menjual BBM selama tiga minggu terakhir. “Belum ada kepastian pak datangnya mobil isi BBM. Kami masih menunggu,” kata seorang petugas SPBU dikutip dari beritabanten. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Shell Bintaro, di mana ketiadaan stok BBM membuat pegawai SPBU beralih sementara dengan berjualan kopi dan matcha demi menutup kebutuhan harian.  Situasi ini menggambarkan betapa serius dampak keterbatasan pasokan BBM terhadap operasional SPBU swasta.  Tidak hanya menurunkan layanan kepada pelanggan, tetapi juga memaksa pekerja mencari alternatif penghasilan di luar tugas utamanya. Kasus pembatalan pembelian oleh Vivo dan BP-AKR menjadi ilustrasi nyata bahwa di sektor energi, spesifikasi teknis dan kepatuhan regulasi (seperti kandungan etanol dan sertifikat asal) memainkan peran kritis.  Meski pemerintah membuka peluang kolaborasi impor melalui Pertamina dan menambah kuota impor bagi swasta, tidak serta-merta memudahkan proses di lapangan.  Kunci keberhasilan kolaborasi ini bergantung pada keseimbangan antara kepastian teknis, regulasi, dan praktek bisnis yang transparan.

SELENGKAPNYA
Pemkot Bandar Lampung Bagikan 100 Gerobak Motor Listrik untuk UMKM

Pemkot Bandar Lampung Bagikan 100 Gerobak Motor Listrik untuk UMKM

Menjadi Pengaruh – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Pada Kamis (25/9), Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, secara simbolis menyerahkan 100 gerobak motor listrik kepada para pelaku usaha kecil yang tersebar di 20 kecamatan. Program ini bukan sekadar dukungan ekonomi, tetapi juga upaya menghadirkan inovasi ramah lingkungan di sektor usaha.  “Alhamdulillah, hari ini kita bagikan 100 gerobak motor listrik untuk teman-teman UMKM. Semoga bisa menjadi sarana usaha yang lebih modern, efisien, dan tentunya ramah lingkungan,” ujar Eva Dwiana dalam sambutannya. Eva, yang akrab disapa “Bunda Eva”, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah.  Karena itu, Pemkot terus berkomitmen menghadirkan program stimulus, mulai dari bantuan modal, pelatihan, hingga penyediaan sarana usaha yang layak.  Ia juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan usaha.  “Bantuan ini harus digunakan sebaik-baiknya, jangan disia-siakan. Kita ingin UMKM di Bandar Lampung bisa maju, mandiri, berdaya saing, dan tentu saja jika UMKM berkembang, maka akan berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya. Inovasi Ramah Lingkungan untuk Usaha Kecil Gerobak motor listrik yang diberikan tidak hanya mempermudah mobilitas pedagang, tetapi juga menjadi simbol transformasi usaha kecil menuju cara berjualan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.  Dengan beralih ke energi listrik, pelaku UMKM dapat menekan biaya operasional harian. Seperti bahan bakar, sekaligus berkontribusi pada upaya mengurangi emisi karbon di perkotaan.  Inovasi ini diharapkan menjadi titik awal perubahan gaya usaha mikro di Bandar Lampung agar lebih adaptif terhadap tren bisnis berkelanjutan. Stimulus Modal untuk UMKM Selain penyerahan gerobak motor listrik, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta untuk setiap penerima manfaat.  Dana ini disalurkan sebagai tambahan dukungan agar UMKM tidak hanya memiliki sarana berdagang, tetapi juga modal kerja yang nyata untuk mengembangkan usaha mereka. Modal tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya: – Menambah stok barang dagangan, seperti bahan baku makanan, minuman, atau produk jualan lainnya. – Memperluas variasi produk, sehingga pedagang bisa menawarkan menu atau barang baru yang lebih menarik bagi konsumen. – Memperkuat arus kas harian, dengan memastikan pelaku usaha memiliki cadangan modal untuk biaya operasional rutin seperti bahan tambahan, kemasan, hingga ongkos distribusi. Dengan adanya stimulus ini, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa memperbesar peluang usahanya.  Bagi pelaku kecil yang biasanya kesulitan mengakses pinjaman bank, bantuan langsung seperti ini menjadi suntikan penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Dorongan Kemandirian dan Daya Saing Program ini menegaskan komitmen Pemkot Bandar Lampung agar UMKM tidak hanya sekedar bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.  Adanya sarana usaha modern berupa gerobak motor listrik, ditambah stimulus modal dan program pendampingan pemerintah, pelaku UMKM didorong untuk lebih mandiri dalam mengelola usahanya. Dukungan ini diharapkan membuka peluang UMKM untuk memperluas pasar, menjangkau konsumen yang lebih beragam, serta meningkatkan daya saing baik di tingkat lokal maupun regional.  Lebih jauh, penguatan UMKM juga berarti menciptakan lapangan kerja baru, mempercepat perputaran ekonomi, dan memberikan kontribusi nyata pada pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan dukungan nyata tersebut, UMKM Bandar Lampung diharapkan tumbuh lebih berdaya, berkelanjutan, dan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di masa depan.

SELENGKAPNYA
Halal Indo 2025 Sukses Himpun Komitmen Investasi Sampai Rp7,2 Triliun

Halal Indo 2025 Sukses Himpun Komitmen Investasi Sampai Rp7,2 Triliun

Menjadi Pengaruh – Halal Indo 2025 yang berlangsung pada 25–28 September 2025 di ICE BSD, Tangerang resmi berakhir dengan capaian gemilang dengan komitmen investasi sampai Rp7,2 Triliun. Ajang ini tidak hanya menjadi pameran industri halal terbesar di Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem halal global. Diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bersama Kementerian Perindustrian, Halal Indo 2025 menghadirkan lebih dari 300 exhibitor dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, hingga travel.  Partisipasi internasional juga meningkat signifikan, dengan 11 negara ikut serta, termasuk Malaysia, Thailand, Tiongkok, Turki, Amerika Serikat, hingga Selandia Baru. Halal Indo 2025 juga mencatatkan lebih dari 25.000 pengunjung, jauh melampaui target awal 15.000 orang.  Tak hanya dari dalam negeri, pengunjung juga datang dari Tiongkok, Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, Turki, hingga Yordania.  Dari sisi ekonomi, Halal Indo 2025 mencatatkan transaksi penjualan sebesar Rp7,7 miliar. Program Utama Halal Indo 2025 Kesuksesan Halal Indo 2025 tidak terlepas dari rangkaian program strategis dan inspiratif yang digelar sepanjang acara.  Dimulai dengan Opening Ceremony yang dihadiri pejabat tinggi dan para stakeholder utama. Acara ini kemudian berlanjut dengan Halal Connect Forum yang mempertemukan pelaku industri, regulator, investor, hingga akademisi dalam diskusi produktif.  Selain itu, Industrial Festival dan sesi Business Matching menjadi wadah penting untuk membuka peluang kolaborasi baru di sektor halal.  Ajang ini juga menghadirkan Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku industri halal berprestasi.  Tidak ketinggalan, Modest Fashion Show by #MARKAMARIE memperlihatkan tren fesyen halal global yang memikat perhatian pengunjung. Sementara penampilan musik dari musisi ternama seperti HIVI dan Lalahuta menambah semarak suasana pameran. Rangkaian Acara Harian Selama penyelenggaraan, Halal Indo 2025 menghadirkan agenda padat yang dirancang untuk memperkuat ekosistem industri halal. Setiap harinya, program tersusun dari forum diskusi, kuliah umum, festival industri, hingga pertunjukan hiburan yang melibatkan tokoh penting pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas halal.  Berikut adalah rangkaian acara utama pada hari pertama dan kedua: Day 1 – Kamis, 25 September 2025 11:00 – 12:00 | Halal Connect Forum – Halalin Dong: Your Next Level LifestyleSpeaker: Ust. Hilman Fauzi • Moderator: Safira Kusumaningsih 14:00 – 15:00 | Opening Ceremony & Indonesia Halal Industry Award (IHYA)Hadir: Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita 15:00 – 16:30 | Industrial Festival – Kuliah Umum 1: Are You Fit For The Future? Generasi Muda Landasan Keberlanjutan Industri HalalSpeaker: Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita 16:30 – 17:30 | Guest Star Performance: HIVI! 18:30 – 20:00 | Halal Indo Modest Fashion Show by #MARKAMARIE Day 2 – Jumat, 26 September 2025 10:15 – 11:30 | Industrial Festival – Membangun Ekosistem Halal Nasional Berorientasi Pasar GlobalSpeaker: Ms. Emmy Suryandari (Kemenperin) 13:00 – 14:00 | Industrial Festival – Community Engagement Talkshow 1: Di Balik Halal: Cerita Logistik & SDM yang Menguatkan KepercayaanSpeakers: Influencer & Entrepreneur Esha Mahendra; Ibu Reni Yanita (Dirjen IKMA); Arie Wicaksono (Direktur APP) 15:00 – 16:00 | Halal Connect Forum: Mau Ekspor Tanpa Tersesat? Ini GPS-nya!Speakers: Raymond (COO & Co-Founder Export Expert Indonesia) • Fikry Ajiqeffy (CEO & Founder Riset Pasar Ekspor) 16:00 – 17:15 | Halal Connect Forum: Halal Tourism Unveiled: A New Era of TravelSpeakers: Rizal Agustin (Direktur Utama Serumpun Travel), Rio Bella Marchal (Direktur Marketing Hanania Group), Hania Qudri (CEO & Founder Dewi Asean Hanania Travel) 18:00 – 19:00 | Guest Star Performance: Avolia Day 3 – Sabtu, 27 September 2025 10:30 – 11:45 | Halal ConnectTowards One Standard: Advancing Halal Certification and Regulatory FrameworksSpeakers: Mamat Slamet Burhanudin (Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal) 12:45 – 13:45 | Halal Connect Forum with BRI 13:45 – 14:45 | Industrial Festival – Community EngagementSeberapa Halal Kamu?: Gaya Hidup dan ProdukSpeakers: Bang Anca (Influencer & Entrepreneur), Kris Sasono Ngudi Wibowo (Kepala PHA) 16:00 – 17:00 | Halal Connect ForumCore to Couture: Ensuring Halal Standards in Fashion ProductionSpeakers: Indar Wardani & Rista Monita (Influencer & Entrepreneur), Fariza Irawady (Tenaga Ahli BPJPH RI Bidang Komunikasi) 16:00 – 17:00 | Halal Indo Talkshow with #MARKAMARIE 18:00 – 19:00 | Guest Star PerformancePerformer: Home Band by Music Vibe Day 4 – Minggu, 28 September 2025 10:30 – 11:30 | Halal ConnectHalalpreneurs: Building Success in the Halal Food IndustrySpeakers: Irvan Farhad & Inara Rusli (Influencer & Entrepreneur), Ibu Sri Nasifah 11:30 – 12:30 | Halal ConnectMembatik by LKP Jayanti, UMKM Binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan 13:00 – 14:15 | Halal ConnectValues in Action: Empowering a Halal Lifestyle Through Smart Giving and Ethical InvestingSpeakers: Ust. Devin Halim Wijaya (Influencer & Entrepreneur), Prof. Nadtratutzzaman Hosain (Kepala BAZNAS) 14:15 – 15:30 | Halal ConnectFrom Modesty to Modernity: Embracing Halal Lifestyle in Fashion & BeautySpeakers: Intan Kusuma Fauzia, Dhini Aminarti (Influencer & Entrepreneur), Findi Novia Lusiniastari (Halal Beauty Decorative Marketing Group Head of ParagonCorp) 15:30 – 16:30 | Halal Connect Forum with BSI 16:30 – 16:45 | Closing CeremonySpeaker: Sekretaris Jenderal Kemenperin 17:00 – 18:00 | Guest Star PerformancePerformer: Lalahuta Kehadiran Tokoh Penting Berbagai tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya pejabat Kementerian Perindustrian, BPJPH, Baznas, hingga perwakilan brand besar seperti Paragon, BRI, dan BSI. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, menyampaikan apresiasinya: “Saya senang sekali, bangga sekali dengan Halal Indo 2025 yang jauh lebih baik, meriah, dan lebih sukses dari Halal Indo 2024. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara ini. Capaian ini akan menjadi penyemangat untuk terus mendorong industri halal Indonesia.” Sementara itu, Project Manager Halal Indo 2025, Ismi Puspita, menegaskan: “Halal Indo 2025 menjadi momentum penting untuk pertumbuhan industri halal tanah air. Kami percaya capaian ini membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama industri halal dunia.” Kehadiran dan pernyataan kedua tokoh tersebut semakin menegaskan bahwa Halal Indo bukan sekadar ajang pameran. Melainkan platform strategis yang mempertemukan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang berdaya saing global. Dukungan Multi-Stakeholder untuk Halal Indo 2025 Penyelenggaraan Halal Indo 2025 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang menjadi tulang punggung kesuksesan acara.  Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), ID Survey, serta Baznas hadir memberikan legitimasi sekaligus penguatan ekosistem halal nasional.  Di sisi finansial, bank-bank besar nasional seperti BRI, BSI, BNI, dan Mandiri menjadi mitra utama yang memfasilitasi

SELENGKAPNYA
Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Di balik kesuksesan sebuah produk global, selalu ada strategi branding yang cerdas. Begitu pula dengan Kopiko. Permen kopi asal Indonesia yang berhasil menembus lebih dari 80 negara.  Tak hanya hadir di rak-rak supermarket dunia, Kopiko juga tampil di drama Korea populer hingga ikut menemani astronot NASA di luar angkasa.  Perjalanan ini bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang bagaimana sebuah brand lokal mampu membangun citra, dan memanfaatkan momentum budaya. Sejarah Singkat Kopiko Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia.  Pada era itu, masyarakat Indonesia mulai mengalami perubahan gaya hidup: Ritme kerja semakin cepat, aktivitas padat, dan kebutuhan akan kafein tinggi.  Namun, tidak semua orang punya waktu untuk menyeduh secangkir kopi di tengah kesibukan. Melihat peluang tersebut, Mayora menghadirkan inovasi unik: permen kopi berbahan ekstrak kopi asli.  Inilah yang kemudian menjadi ciri khas Kopiko. Sebuah cemilan kecil yang mampu memberikan sensasi rasa kopi tanpa repot. Dengan tagline ikonik “Kopiko, gantinya ngopi!”, produk ini langsung populer di kalangan masyarakat luas. Bukan hanya rasanya yang khas, tapi juga konsepnya yang praktis: Bisa dinikmati di mana saja, kapan saja, bahkan saat bepergian.  Seiring waktu, Kopiko menjadi identik dengan gaya hidup modern yang serba cepat, sekaligus membawa nuansa lokal Indonesia melalui cita rasa kopinya. Inovasi ini pula yang menjadi fondasi kuat perjalanan Kopiko untuk menembus pasar global di tahun-tahun berikutnya. Perjalanan Kopiko Mendunia Berawal dari produksi dalam skala terbatas di Indonesia, Kopiko berhasil mencuri hati konsumen berkat rasanya yang khas dan kepraktisannya.  Dalam waktu relatif singkat, permintaan pun meluas ke luar negeri. Kini, Kopiko hadir di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Di kawasan Asia, produk ini sudah lama populer, terutama di Filipina, Thailand, dan Vietnam.  Di Timur Tengah, Kopiko mendapat sambutan hangat karena masyarakatnya juga memiliki budaya minum kopi yang kuat.  Bahkan, Kopiko berhasil menembus pasar yang lebih kompetitif seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Wilayah yang sudah terbiasa dengan berbagai produk kopi instan maupun premium. Citra Kopiko sebagai permen kopi asli dari ekstrak kopi membuatnya mudah diterima lintas budaya.  Di banyak negara, Kopiko dipandang bukan sekadar permen, melainkan alternatif praktis bagi mereka yang ingin tetap merasakan sensasi kopi di sela aktivitas.  Momen ini selaras dengan tren global: Kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup. Keberhasilan Kopiko menembus pasar dunia menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dari Indonesia bisa bersaing di panggung internasional, ya! Asalkan konsisten menjaga kualitas dan berani beradaptasi dengan selera konsumen global. Strategi Branding Kopiko Lewat Drama Korea Salah satu langkah brilian Kopiko adalah melakukan product placement di drama Korea populer.  Permen ini muncul di serial Vincenzo dan Start-Up, yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia.  Walau biaya promosi lewat drama internasional ini tidak murah, dampaknya luar biasa. Brand Kopiko ikut terkerek naik seiring popularitas Hallyu Wave. Strategi ini makin tepat karena budaya kopi di Korea Selatan sangat kencang.  Negeri ginseng dikenal sebagai salah satu konsumen kopi terbesar di Asia, dengan budaya nongkrong di kafe dan minum kopi instan yang sudah mengakar dalam keseharian.  Kehadiran Kopiko di drama Korea membuat permen ini bukan hanya sekadar produk, tapi juga bagian dari gaya hidup yang dekat dengan audiens. Dengan memanfaatkan tren tersebut, Kopiko berhasil menancapkan citra sebagai permen kopi modern yang relevan dengan gaya hidup masyarakat global. Terutama generasi muda yang menjadi penonton setia drama Korea. Kopiko di Luar Angkasa Bersama NASA Prestasi yang paling mengejutkan dari Kopiko adalah ketika permen mungil ini berhasil ikut terbang ke luar angkasa.  Pada tahun 2017, sebuah foto viral menunjukkan astronot NASA sedang merayakan Thanksgiving di International Space Station (ISS) sambil menikmati Kopiko. Alasan dipilihnya Kopiko cukup sederhana namun logis: Bentuknya kecil, praktis, mudah disimpan, dan bisa dikonsumsi di kondisi zero gravity tanpa menimbulkan masalah. Selain itu, rasanya yang manis sekaligus memberi sensasi kopi membuatnya jadi camilan favorit yang bisa meningkatkan mood di tengah rutinitas berat para astronot. Momen ini langsung menyita perhatian publik di Indonesia.  Banyak yang tak menyangka permen lokal bisa berada sejajar dengan produk internasional lain di panggung luar angkasa.  Lebih dari sekadar viral, peristiwa ini menegaskan bahwa Kopiko bukan hanya sukses di bumi, tapi juga berhasil menembus batas. Tak heran, sejak saat itu Kopiko makin dikenal sebagai simbol kebanggaan produk lokal Indonesia yang mampu mendunia. Inovasi dan Konsistensi di Balik Sukses Kesuksesan Kopiko bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga hasil dari strategi bisnis yang cermat dan inovasi tanpa henti.  Mayora sebagai produsen terus menjaga kualitas bahan baku, memastikan setiap permen tetap menggunakan ekstrak kopi asli agar cita rasanya konsisten sejak pertama kali diluncurkan. Selain itu, desain kemasan Kopiko juga berkembang mengikuti zaman.  Dari kemasan klasik berwarna hitam-cokelat yang ikonik, hingga varian desain modern yang lebih segar, semua disesuaikan dengan selera pasar di berbagai negara.  Bahkan, ukuran kemasan dan gaya visualnya sering diadaptasi agar sesuai dengan kebiasaan konsumen lokal, baik untuk penjualan di warung kecil maupun di supermarket global. Inovasi lain yang turut mendukung adalah hadirnya berbagai varian, seperti Kopiko Brown Coffee atau Kopiko versi mix, yang menawarkan pengalaman rasa lebih beragam.  Hal ini menjaga brand tetap relevan, terutama di tengah kompetisi ketat dengan produk kopi instan dan permen rasa kopi dari negara lain. Kunci utamanya ada pada konsistensi.  Kopiko tidak sekadar meluncurkan produk lalu berhenti berinovasi, melainkan terus mengikuti tren, memahami pasar, dan menjaga standar tinggi.  Inilah yang membuat Kopiko mampu bertahan puluhan tahun sekaligus tetap dipercaya oleh konsumen di seluruh dunia. FAQ 1. Kapan Kopiko pertama kali diluncurkan? Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk. 2. Berapa banyak negara yang sudah menjadi pasar Kopiko? Hingga kini, Kopiko sudah masuk ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia. 3. Apakah benar Kopiko pernah masuk drama Korea? Ya, Kopiko pernah muncul di drama Korea populer seperti Vincenzo dan Start-Up melalui strategi product placement. 4. Mengapa Kopiko bisa dibawa ke luar angkasa? Karena bentuknya kecil, praktis, dan mudah dikonsumsi tanpa gravitasi, astronot NASA memilih Kopiko untuk menemani momen Thanksgiving pada tahun 2017. 5. Apa rahasia kesuksesan Kopiko hingga mendunia? Rahasianya ada pada kombinasi kualitas produk berbahan ekstrak kopi asli, konsistensi menjaga

SELENGKAPNYA
Strategi Quick Wins Purbaya untuk Kejar Target Setoran Negara 2025

Strategi Quick Wins Purbaya untuk Kejar Target Setoran Negara 2025

Menjadi Pengaruh – Pemerintah menargetkan penerimaan negara di tahun 2025 bisa naik dari tahun sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan bahwa langkah cepat perlu dilakukan agar target tersebut tercapai dengan quick wins. “Untuk memperbaiki performa penerimaan negara termasuk penerimaan pajak yang belakangan masih terkontraksi,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN edisi September 2025, dikutip Jumat (26/9/2025). Untuk itu, Purbaya menyiapkan serangkaian program quick wins yang diharapkan mampu memberi hasil nyata dalam waktu dekat. Lima Program Quick Wins Purbaya untuk Kenaikan Penerimaan Pajak Untuk mencapai target penerimaan, Purbaya merumuskan lima program quick wins yang berfokus pada hasil nyata dalam jangka pendek: 1. Stimulus Ekonomi (Paket 8+4+5) Langkah pertama yang dicanangkan Purbaya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui paket stimulus yang dikenal dengan formula 8+4+5.  Inti dari kebijakan ini adalah memperbesar aktivitas ekonomi nasional, sehingga penerimaan negara bertambah secara alami tanpa harus menaikkan tarif pajak yang sudah ada. Dalam penjelasannya, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat atau dunia usaha dengan kenaikan tarif.  Sebaliknya, fokus diarahkan pada peningkatan volume transaksi dan kegiatan usaha.  Dengan semakin banyaknya aktivitas ekonomi, maka basis pajak otomatis menjadi lebih luas. 2. Penagihan Tunggakan Pajak Besar  Purbaya menyebut ada sekitar 200 wajib pajak besar yang hingga kini masih memiliki utang pajak dengan nilai fantastis, yakni Rp50–60 triliun. Dengan status yang sudah inkrah, tunggakan tersebut seharusnya tidak lagi bisa diperdebatkan secara hukum.  Artinya, pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk melakukan penagihan langsung. 3. Penguatan Penegakan Hukum & Pertukaran Data  Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak bisa bekerja sendirian dalam mengejar penerimaan negara. Karena itu, pemerintah memperkuat kerja sama dengan lembaga penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, KPK, hingga lembaga keuangan strategis seperti PPATK. Dengan adanya pertukaran data antar lembaga, Kemenkeu akan lebih mudah mendeteksi aliran dana mencurigakan, termasuk upaya penyembunyian aset atau manipulasi laporan keuangan. 4. Perbaikan Core Tax System  Sistem inti pajak ini sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala teknis yang berdampak pada kelancaran layanan perpajakan. Baik untuk wajib pajak maupun aparat pajak. Purbaya menekankan pentingnya percepatan perbaikan agar sistem kembali optimal dalam waktu singkat.  Ia bahkan menargetkan progres perbaikan bisa langsung terasa dalam 1 bulan ke depan. 5. Pemberantasan Rokok Ilegal Quick win terakhir difokuskan pada pemberantasan peredaran rokok ilegal yang selama ini menjadi salah satu sumber kebocoran penerimaan cukai.  Pemerintah menilai maraknya rokok tanpa pita cukai resmi, baik di pasar tradisional, marketplace, maupun jalur impor, telah merugikan negara triliunan rupiah setiap tahunnya. Purbaya menegaskan langkah tegas akan diambil, mulai dari mengumpulkan penyedia marketplace agar segera melarang penjualan rokok ilegal, hingga menindak jalur impor yang kerap digunakan untuk memasukkan produk tanpa izin. “Siapa pun yang terlibat … akan kami sikat habis,” tegas Purbaya. Tantangan Implementasi Quick Wins Purbaya Meski lima program quick wins yang dicanangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terdengar menjanjikan, pelaksanaannya tidak bisa dianggap mudah.  Ada sejumlah tantangan krusial yang perlu dihadapi pemerintah agar program ini benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap penerimaan negara. 1. Koordinasi lintas lembagaPenegakan hukum di sektor perpajakan tidak bisa hanya dilakukan oleh Kementerian Keuangan.  Sinergi dengan Polri, Kejaksaan, KPK, hingga PPATK menjadi kunci.  Tanpa koordinasi yang solid, potensi data yang tidak terintegrasi atau perbedaan langkah antar lembaga bisa memperlambat implementasi. 2. Perlawanan pelaku ilegalPemberantasan rokok ilegal bukan perkara sederhana. Pelaku kerap menggunakan modus distribusi baru, termasuk memanfaatkan platform digital dan jalur impor yang sulit diawasi.  Jika tidak ada strategi pengawasan yang adaptif, kebocoran penerimaan negara dari cukai akan tetap sulit diberantas. 3. Ketahanan sistem digitalPerbaikan Core Tax System harus dipastikan tidak hanya bersifat tambal sulam. Sistem ini memegang peranan vital dalam administrasi perpajakan.  Jika perbaikan hanya jangka pendek, maka masalah teknis bisa muncul kembali dan berisiko mengganggu pelayanan, kepatuhan wajib pajak, hingga keakuratan pencatatan penerimaan negara. Secara keseluruhan, keberhasilan quick wins tidak hanya bergantung pada ide kebijakan. Tetapi juga pada eksekusi di lapangan, komitmen antar lembaga, serta ketahanan infrastruktur sistem yang mendukungnya. Dampak terhadap Ekonomi Apabila kelima program quick wins yang dicanangkan Menteri Keuangan Purbaya dapat dijalankan dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sisi penerimaan negara, ya! Tetapi juga pada keseluruhan perekonomian nasional. Efek domino yang mungkin terjadi antara lain: 1. Meningkatkan basis pajak lewat pertumbuhan ekonomiDengan stimulus ekonomi, aktivitas usaha, konsumsi, dan investasi akan tumbuh.  Peningkatan ini otomatis memperluas basis pajak sehingga penerimaan negara meningkat tanpa harus menaikkan tarif. 2. Menutup kebocoran penerimaan dari tunggakan pajak dan rokok ilegalPenagihan tunggakan Rp50–60 triliun serta pemberantasan rokok ilegal dapat langsung menambah kas negara.  Kedua langkah ini menutup celah penerimaan yang selama ini hilang akibat kelalaian atau pelanggaran hukum. 3. Mengurangi praktik penghindaran pajak lewat integrasi data dan penegakan hukumPertukaran data antar lembaga serta penegakan hukum yang konsisten akan menekan praktik penghindaran pajak.  Transparansi yang lebih baik juga memberi sinyal keadilan bagi wajib pajak yang patuh. 4. Menambah kepercayaan pasar dan investorImplementasi quick wins akan menunjukkan bahwa pemerintah serius memperbaiki tata kelola fiskal.  Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi jangka menengah. Secara keseluruhan, program quick wins bukan hanya instrumen fiskal jangka pendek, melainkan juga pondasi untuk membangun iklim ekonomi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Kesimpulan Program quick wins Purbaya adalah langkah strategis untuk mempercepat penerimaan negara di 2025.  Dengan fokus pada stimulus ekonomi, penagihan pajak besar, sampai pemberantasan rokok ilegal, pemerintah berharap target setoran negara dapat tercapai tanpa membebani masyarakat dengan tarif baru. Namun, efektivitas program ini akan sangat ditentukan oleh kecepatan eksekusi dan respon kondisi ekonomi global.

SELENGKAPNYA
Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ kini hadir di berbagai sudut kota Indonesia. Dari Solo, Bandung, hingga Jember, brand kopi global ini makin mudah ditemui dengan konsep outlet yang rapi, harga ramah kantong, dan menu yang membumi. Langkah Nescafé turun ke jalan ini tentu jadi sorotan.  Di satu sisi, konsumen makin diuntungkan karena bisa menikmati kopi berkualitas dengan harga terjangkau.  Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: dengan ekspansi besar-besaran ini, UMKM kopi lokal harus gimana? Apa Itu Kedai NESCAFÉ? Kedai ini merupakan hasil kolaborasi antara Nestlé Professional Indonesia dengan pelaku usaha lokal. Usaha ini untuk memperluas kehadiran Nescafé hingga ke kota-kota sekunder dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. Brandingnya menghadirkan cita rasa Nescafé yang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan.  Konsep kedai Nescafé dikelola langsung oleh operator yang dipilih dan bukan menggunakan waralaba (franchise) dengan tujuan untuk menjaga standar kualitas. Pertama kali diluncurkan di Solo, Jawa Tengah, dan bertumbuh secara signifikan seiring dengan penerimaan konsumen.  Lalu, ekspansi awal dilakukan di area Jawa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, baru kemudian ke luar Jawa. Apa Saja Menu Kedai NESCAFÉ? Kedai NESCAFÉ tidak hanya sekedar menjual kopi, tetapi menghadirkan pengalaman ala café dengan harga yang lebih terjangkau.  Menu yang ditawarkan pun sudah sangat familiar bagi masyarakat, baik pecinta kopi maupun mereka yang lebih suka minuman non kopi. Untuk kategori kopi, ada dua varian utama yang paling diminati: 1. Nescafé Caffe Latte, kombinasi rasa kopi dan susu. 2. Nescafé Americano, kopi hitam dengan rasa yang lebih kuat. Sementara untuk kategori non kopi, Kedai NESCAFÉ menyajikan: 1. Nestea Lemon Tea, minuman teh dengan sentuhan lemon. 2. Nestlé Lemonade, minuman citrus. 3. Nestlé Blackcurrant, varian buah dengan rasa manis-asam. 4. Nestlé MILO, minuman coklat legendaris yang sudah akrab bagi semua kalangan. Menariknya, Kedai NESCAFÉ juga menghadirkan inovasi menu terbaru yang menggabungkan sentuhan lokal: ‘NESCAFÉ Es Kopi Klepon’.  Minuman ini memadukan kopi premium dengan cita rasa klepon, kue tradisional Indonesia yang identik dengan aroma pandan, gula merah cair, dan taburan kelapa.  Menu unik ini sementara hanya tersedia di beberapa gerai Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan mendapat sambutan positif dari konsumen yang penasaran dengan kombinasi rasa modern dan tradisional. Lokasi Kedai NESCAFÉ Saat ini Kedai Nescafé telah hadir di lebih dari 500 gerai di 80 kota. Beberapa di antaranya: Komitmen Nestlé Indonesia Dalam memperluas jangkauan Kedai NESCAFÉ, Nestlé Indonesia menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan akses bagi masyarakat luas. Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kopi yang mudah diakses oleh semua kalangan: “Untuk itu, kami percaya bahwa setiap orang berhak menikmati produk-produk Nestlé, seperti kopi NESCAFÉ melalui pengalaman ngopi terbaik, dimanapun mereka berada. Harapan kami tentunya agar Kedai NESCAFÉ dapat menjadi bagian dari rutinitas harian dan momen kebersamaan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia,” kata Sufintri di Jakarta, Kamis (14/8/2025). Sementara itu, dari sisi operasional, Mochamad Machfud, Country Business Manager Nestlé Professional Indonesia, menekankan strategi pengelolaan kedai agar tetap sesuai standar global. “… dengan model bisnis non-kemitraan/non-franchise ini dirasa paling tepat untuk dapat menjaga komitmen Nestlé Professional dalam segi penerapan standar kualitas sesuai dengan nilai dan prinsip Nestlé Indonesia,” ujarnya. Dampak Kedai NESCAFÉ ke Kopi Lokal Masuknya Kedai NESCAFÉ ke pasar UMKM jelas memberi warna baru dalam industri kopi Indonesia.  Di satu sisi, kehadiran brand global ini bisa menjadi ancaman serius bagi pelaku kopi lokal.  Dengan modal besar, jaringan distribusi yang kuat, serta branding yang sudah mapan, Nescafé mampu menghadirkan kedai yang rapi, konsisten, dan punya daya tarik tinggi bagi konsumen.  Bagi UMKM kecil dengan modal terbatas, persaingan ini tentu terasa berat. Namun, di sisi lain, langkah Nescafé juga bisa menjadi pemicu persaingan yang lebih sehat.  Kehadiran brand global mendorong pelaku kopi lokal untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat branding, hingga mencari diferensiasi melalui cita rasa khas daerah atau pengalaman ngopi yang lebih personal. Kopi lokal sebenarnya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh Nescafé, yaitu kedekatan dengan budaya, cerita di balik biji kopi, serta nuansa komunitas yang lebih intim. Jika mampu mengemas nilai-nilai ini, pelaku kopi lokal justru bisa memanfaatkan “efek Nescafé” untuk menarik perhatian konsumen yang penasaran dengan alternatif rasa dan pengalaman yang lebih autentik.

SELENGKAPNYA
Halal Indo 2025 X Menjadi Pengaruh: Tiket VIP & Kopdar Bisnis Gratis

Halal Indo 2025 X Menjadi Pengaruh: Tiket VIP & Kopdar Bisnis Gratis

Event halal terbesar di Indonesia, Halal Indo 2025, akan segera digelar pada 25–28 September 2025 di ICE BSD, Tangerang.  Ajang ini menghadirkan kombinasi expo, conference, talkshow, business matching, hingga Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) yang siap menjadi pusat perhatian industri halal tanah air. Kabar baiknya, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan tiket VIP gratis dan bahkan ikut Dinner Eksklusif bareng komunitas pengusaha dengan mendaftar melalui Komunitas Menjadi Pengaruh (MP). Apa Itu Halal Indo 2025? Halal Indo 2025 adalah pameran dan konferensi akbar yang berfokus pada perkembangan industri halal di Indonesia.  Event ini akan menjadi titik temu ribuan pelaku usaha, pembeli potensial, regulator, hingga influencer dari berbagai sektor yang terkait dengan produk dan layanan halal.  Tidak hanya sekedar pameran, Halal Indo 2025 juga menghadirkan rangkaian agenda utama seperti showcase produk halal dari berbagai brand dan UMKM, conference dan talkshow. Dihadiri dengan narasumber inspiratif, serta business matching yang mempertemukan pengusaha dengan buyer potensial. Selain itu, peserta juga bisa memanfaatkan layanan sertifikasi halal on-the-spot yang sangat membantu pelaku usaha, serta menyaksikan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi di industri halal nasional. Apa Itu Komunitas Menjadi Pengaruh? Menjadi Pengaruh (MP) adalah komunitas bisnis yang berfokus pada pemberdayaan pengusaha, khususnya UMKM, agar bisa naik kelas melalui ekosistem edukasi, networking, dan kolaborasi.  Komunitas ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga wadah bagi para pebisnis untuk mendapatkan akses peluang. Mulai dari program pelatihan, konsultasi, hingga kemitraan strategis. Sejak berdiri, Menjadi Pengaruh telah aktif mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari kopdar komunitas, seminar, hingga program workshop yang melibatkan pengusaha lintas bidang.  Komunitas ini juga berkolaborasi dengan berbagai event besar, termasuk Halal Indo 2025. Ini menjadi bukti nyata komitmen komunitas ini dalam membuka jalan lebih luas bagi anggotanya untuk dikenal, berkembang, dan terhubung dengan jaringan bisnis nasional. Benefit Eksklusif Daftar Halal Indo 2025 via Menjadi Pengaruh Kalau kamu mendaftar melalui komunitas Menjadi Pengaruh, ada dua keuntungan utama yang bisa kamu dapatkan. Pertama, tersedia tiket VIP gratis khusus untuk 10 orang terpilih.  Dengan tiket ini, kamu akan memperoleh akses istimewa ke berbagai agenda penting, mulai dari conference, expo, hingga special session yang biasanya hanya terbuka untuk tamu tertentu.  Kesempatan ini tentu sangat berharga bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman Halal Indo 2025 secara lebih dekat dan eksklusif. Selain itu, ada juga program community dinner eksklusif untuk 20 orang terpilih.  Melalui sesi makan malam ini, kamu tidak hanya bisa menikmati hidangan bersama, tetapi juga berkesempatan untuk membangun relasi bisnis, berbagi pengalaman, dan memperluas networking dengan komunitas pengusaha yang hadir.  Momen ini akan menjadi ruang interaksi yang lebih santai namun penuh peluang untuk kolaborasi baru. Cara Klaim Tiket VIP & Free Dinner Kesempatan untuk mendapatkan tiket VIP gratis dan ikut community dinner eksklusif hanya terbuka untuk beberapa orang terpilih.  Berikut langkah-langkah yang harus kamu ikuti: 1. Daftar melalui link form khusus Menjadi PengaruhIsi data diri kamu secara lengkap dan benar di sini https://menjadipengaruh.com/registrasi-halal-expo-mp/  Pendaftaran ini jadi pintu utama agar kamu bisa masuk ke daftar peserta seleksi tiket VIP maupun dinner eksklusif. 2. Follow akun Instagram resmiPastikan kamu sudah mengikuti akun @MenjadiPengaruh dan @HalalIndo.  Dengan mengikuti kedua akun ini, kamu akan terus mendapatkan update terbaru mengenai event, sekaligus memudahkan panitia memverifikasi keikutsertaanmu. 3. Pantau pengumuman pemenang di InstagramSetelah semua syarat dipenuhi, kamu tinggal menunggu pengumuman resmi di akun Instagram @MenjadiPengaruh.  Di sana akan diumumkan siapa saja 10 orang yang mendapatkan tiket VIP dan 20 orang yang berhak ikut community dinner. Kuotanya sangat terbatas. Jadi, semakin cepat kamu mendaftar, semakin besar peluang untuk terpilih sebagai salah satu peserta eksklusif di Halal Indo 2025. Kesimpulan Halal Indo 2025 bukan hanya sekedar expo, tapi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan industri halal Indonesia ke level global.  Dengan daftar melalui Komunitas Menjadi Pengaruh, kamu bisa mendapatkan tiket VIP gratis, dinner eksklusif bareng komunitas pengusaha, hingga kesempatan networking premium.

SELENGKAPNYA
Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Wings Group dikenal sebagai salah satu raksasa FMCG (fast-moving consumer goods) di Indonesia. Produk mereka ada di hampir semua lini kebutuhan rumah tangga, mulai dari deterjen, sabun, sampai minuman dalam kemasan. Di kategori minuman, mereka cukup jago memainkan citra “sehat, alami, dan segar”.  Dari Floridina, Aquiva, hingga Ale-Ale, semuanya dikemas dengan narasi bahwa konsumen sedang membeli produk yang baik untuk tubuh.  Tapi, benarkah klaim ini sesuai fakta? Yuk, kita bedah di artikel ini! Apa Saja Produk Wings Group? Sebagai salah satu raksasa FMCG di Indonesia, Wings Group punya portofolio produk yang sangat luas.  Hampir semua kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, deterjen, sampai makanan dan minuman, bisa ditemukan dengan merek Wings. 1. Kebutuhan Rumah TanggaWings Group dikenal lewat produk legendaris seperti So Klin, Daia, dan Ekonomi di kategori deterjen. Untuk kebutuhan dapur, ada Mama Lemon sebagai sabun pencuci piring, serta Super Sol untuk pembersih lantai. 2. Perawatan DiriDi kategori personal care, Wings punya Nuvo dan GIV sebagai sabun mandi, Emeron dan Zinc untuk shampoo, serta Ciptadent untuk pasta gigi. Produk-produk ini banyak digunakan sehari-hari karena harganya terjangkau dengan kualitas yang stabil. 3. Makanan & MinumanTak kalah populer, Wings Group juga bermain di pasar makanan dan minuman. Mie Sedaap adalah pesaing utama Indomie di kategori mie instan. Untuk minuman, mereka punya Floridina, Ale-Ale, Teh Rio, Aquiva, hingga Isoplus. Produk-produk ini selalu dikemas dengan citra segar, sehat, dan cocok untuk semua kalangan. Dari kategori rumah tangga hingga minuman siap saji, Wings Group berhasil menancapkan brand awareness yang kuat di benak konsumen Indonesia. Strategi Branding Wings Group: Sehat, Alami, Terjangkau Wings Group punya resep khusus dalam membangun citra produk minumannya.  Pola ini konsisten terlihat di hampir semua brand mereka. Mulai dari Floridina, Aquiva, sampai Ale-Ale.  Strategi ini fokus pada tiga pilar: sehat, alami, dan terjangkau. 1. Positioning Sehat & Alami Hampir semua minuman Wings Group menonjolkan kesan natural lewat pilihan kata di Strategi ini bekerja karena konsumen cenderung mengasosiasikan kata-kata “buah”, “alami”, atau “pegunungan” dengan sesuatu yang sehat, segar, dan lebih baik bagi tubuh. 2. Visual Marketing yang Kuat Selain kata-kata, Wings Group mengandalkan visual kemasan yang persuasif. – Gambar buah jeruk segar pada Floridina langsung memberi sugesti rasa alami. – Ilustrasi air jernih yang mengalir dari pegunungan pada Aquiva membuat orang yakin sumbernya benar-benar dari alam. – Desain penuh warna pada Ale-Ale memunculkan kesan fun, ceria, dan cocok untuk anak muda. Visual ini memanfaatkan psikologi konsumen: Otak manusia lebih cepat percaya pada gambar dibanding tulisan kecil di label komposisi. 3. Harga Ekonomis Berbeda dari produk premium yang menekankan kualitas bahan, Wings Group memilih strategi harga yang ramah kantong. Minuman mereka diposisikan dengan harga kompetitif, sehingga konsumen merasa “mendapat minuman sehat” tanpa harus membayar mahal. Strategi ini membuat brand mereka bisa masuk ke semua lapisan masyarakat. Dari anak sekolah, mahasiswa, sampai pekerja kantoran. Harga terjangkau memperkuat persepsi positif: Seolah-olah kesehatan bisa diakses semua orang, meskipun sebenarnya isi produk tidak sepenuhnya se-“sehat” klaimnya. Kombinasi ini membuat strategi branding Wings Group sangat efektif.  Studi Kasus Produk Wings Group Strategi branding sehat & alami yang digunakan Wings Group bisa terlihat jelas dari produk-produk andalannya. Mari kita bedah satu per satu: 1. Aquviva  Aquviva dipasarkan dengan klaim sebagai air pegunungan yang murni.  Branding ini membuat konsumen membayangkan sumber mata air alami yang jernih dan sehat.  Namun faktanya, produk ini diproduksi di kawasan industri MM2100, Bekasi, dan tidak ada keterangan spesifik mengenai pegunungan mana yang dimaksud.  Dengan kata lain, istilah “pegunungan” lebih berfungsi sebagai strategi citra yang membangun persepsi alami, meskipun sumber air tidak dijelaskan secara transparan. 2. Ale-Ale Ale-Ale dikemas dengan narasi minuman buah segar, didukung visual buah yang segar di kemasannya.  Konsumen pun percaya mereka sedang membeli minuman berbasis buah. Padahal, jika diteliti komposisinya, minuman ini hanya berisi air, gula, sirup fruktosa, perisa sintetis, dan pewarna buatan. Tidak ada kandungan buah asli sama sekali.  Hal ini menunjukkan bahwa branding lebih menekankan kesan segar dan fruity ketimbang fakta isi produk yang sebenarnya. 3. Floridina – “Real Orange Pulp” Floridina menggunakan tagline Real Orange Pulp untuk menonjolkan adanya bulir jeruk asli.  Memang benar, minuman ini mengandung sekitar 4% bulir jeruk dan 2% konsentrat jeruk.  Namun, mayoritas isi botolnya tetap air, gula, dan sirup fruktosa. Artinya, meskipun ada elemen jeruk, porsinya sangat kecil dibanding dominasi gula.  Hasilnya, Floridina lebih tepat dianggap sebagai soft drink rasa jeruk dengan tambahan bulir, bukan jus jeruk murni seperti yang dibayangkan konsumen. Dari tiga studi kasus ini terlihat pola yang sama: Wings Group berhasil memanfaatkan klaim sehat, visual alami, dan kata kunci meyakinkan untuk membangun citra produk.  Namun, ketika komposisi diteliti, kandungan utama sering kali tidak sejalan dengan narasi yang diangkat di kemasan. Psikologi Konsumen: Kenapa Mudah Percaya? Salah satu alasan utama trik branding Wings Group berhasil adalah karena mayoritas konsumen jarang membaca label komposisi secara detail.  Tulisan kecil di bagian belakang kemasan sering diabaikan, sementara visual buah segar atau kata-kata seperti “alami” dan “real” di depan kemasan langsung dipercaya.  Hal ini semakin diperkuat dengan strategi harga murah yang menciptakan persepsi untung, seolah konsumen bisa mendapatkan produk sehat tanpa harus bayar mahal.  Pada akhirnya, keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi oleh kesan visual dan narasi di kemasan, bukan fakta sebenarnya yang tercantum di label. Apa Trik Ini Sah secara Regulasi? Secara hukum, strategi branding seperti yang dilakukan Wings Group masih sah selama tidak melanggar aturan yang berlaku.  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengendalian Klaim pada Label Pangan Olahan dan Iklan, sudah menetapkan bahwa klaim. Seperti “alami”, “buah segar”, atau “real” boleh digunakan, asalkan sesuai dengan definisi dan tidak menyesatkan konsumen.  Artinya, produsen wajib memastikan bahwa setiap kata atau visual yang dipakai punya dasar yang jelas, meskipun porsinya kecil. Selain itu, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan aturan baru berupa label gizi depan kemasan (front-of-pack nutrition label). Dalam rancangan regulasi ini, setiap produk minuman dan makanan olahan nantinya harus mencantumkan kandungan gula, garam, dan lemak secara jelas di bagian depan kemasan.  Tujuannya adalah membantu konsumen memilih lebih bijak dan mengurangi risiko misleading akibat hanya terpaku pada visual atau tagline.  Jika aturan ini sudah diterapkan, klaim seperti “segar”, “sehat”,

SELENGKAPNYA