Daftar Isi

Moell: Marketing Skincare Anak Lokal yang Menang di Pasar

Moell: Marketing Skincare Anak Lokal yang Menang di Pasar

Kalau kamu sedang mencari produk perawatan kulit yang aman untuk si kecil, nama Moell mungkin sudah pernah muncul di linimasa media sosialmu atau di rekomendasi sesama orang tua. 

Tapi yang menarik, Moell tidak tumbuh besar karena konten viral yang tiba-tiba meledak. Brand skincare anak asal Surabaya ini justru memilih jalur yang lebih pelan dan lebih solid, yaitu membangun kepercayaan lewat kualitas produk, riset ilmiah, dan pendekatan komunitas.

Hasilnya cukup berbicara sendiri. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak diluncurkan pada 2022, Moell telah menjadi brand skincare anak terlaris di eCommerce Indonesia dengan market share mencapai 17,6% menurut Compas tahun 2024. 

Di tengah persaingan yang dipenuhi brand impor dan ratusan produk lokal lainnya, angka itu bukan hal kecil.

Artikel ini akan membahas secara lengkap siapa di balik Moell, bagaimana strategi bisnis yang dijalankan, dan mengapa pendekatan mereka bisa jadi pelajaran penting.

Sejarah Skincare Anak Moell

Moell didirikan oleh pasangan asal Surabaya, Jonathan dan Uung. Keduanya bukan orang baru di dunia produk berbasis komunitas ibu dan anak. 

Sebelumnya, mereka sukses membangun brand Mom Uung, suplemen ASI booster yang digandrungi para ibu muda. Jejaring komunitas pejuang ASI inilah yang menjadi titik awal mereka menyadari ada kebutuhan lebih besar, yaitu perawatan kulit anak yang tidak hanya efektif tapi juga terjangkau.

Dari pengalaman itu, Jonathan dan Uung belajar bahwa kebutuhan nyata orang tua jauh lebih penting daripada tren pasar yang datang dan pergi. 

Mereka melihat bahwa produk skincare anak yang ada di pasar kebanyakan menawarkan dua pilihan yang kurang memuaskan: produk murah tapi kandungannya meragukan, atau produk impor yang kualitasnya lebih terjamin tapi harganya di luar jangkauan kebanyakan keluarga Indonesia.

Dari situlah lahir visi Moell: menghadirkan produk aman dan lembut untuk bayi dan anak, dengan formulasi yang dikerjakan bersama dokter spesialis anak dan dokter kulit, berbahan alami, bebas alkohol, hypoallergenic, dan non-toxic sejak newborn.

Proses Riset Moell yang Tidak Instan

Salah satu hal yang membedakan Moell dari banyak brand skincare anak lainnya adalah komitmen mereka dalam proses pengembangan produk. 

Baca juga  Rumah Makan Padang: Peluang Cuan dan Tantangannya

Mereka mengembangkan formula bersama dokter anak dan dokter kulit selama 1,5 tahun sebelum meluncurkan Moell.

Proses itu bukan sekadar formalitas. Hasilnya adalah serangkaian produk yang benar-benar dirancang memahami karakteristik unik kulit bayi dan anak. 

Kulit bayi dan anak jauh lebih tipis dan rentan dibandingkan kulit orang dewasa. 

Paparan sinar matahari, panas, dan UV bisa menyebabkan kulit bayi menjadi merah, iritasi, kering, kusam, bahkan meningkatkan risiko kerusakan kulit jangka panjang.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Moell berinovasi dengan teknologi modern seperti Micro-biome Technology, ceramide kompleks, plant-based probiotic, dan bahan aktif natural yang terbukti efektif dan aman untuk bayi.

Formula Moell bahkan sudah tersertifikasi oleh Ecocert, sebuah lembaga sertifikasi internasional untuk produk organik dan natural, dan dikembangkan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter kulit, dan mikrobiologis.

Apa Itu Microbiome Technology dalam Produk Moell?

Kamu mungkin sering mendengar kata “microbiome” tapi belum terlalu paham maksudnya dalam konteks produk perawatan kulit anak. Sederhananya, kulit manusia, termasuk kulit bayi, dihuni oleh jutaan mikroorganisme yang sebagian besar bersifat menguntungkan dan membantu menjaga keseimbangan kulit.

Menurut dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, yang berperan sebagai Medical Doctor Moell, kulit anak memiliki ekosistem mikrobioma yang masih sangat rapuh. 

Penggunaan teknologi microbiome dapat membantu menjaga keseimbangan alami kulit, sehingga tidak hanya melindungi kulit anak yang sensitif, tetapi juga menutrisinya.

Teknologi Micro-biome pada produk Moell bekerja membantu menyeimbangkan bakteri baik pada kulit, yang sangat bermanfaat untuk bayi dan anak yang memiliki kulit sensitif, mudah kering, atau rentan iritasi.

Dengan kata lain, produk Moell tidak hanya memberi lapisan perlindungan dari luar, tapi juga membantu menjaga ekosistem alami kulit bayi tetap dalam kondisi seimbang.

Strategi Harga yang Menabrak Persepsi Pasar

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari orang tua adalah: “Kalau kualitasnya segitu, pasti mahal dong?” Pertanyaan itu wajar, karena selama ini banyak produk skincare anak berkualitas tinggi identik dengan harga yang cukup tinggi, terutama produk impor.

Baca juga  Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Moell menabrak persepsi tersebut dengan strategi pemanfaatan bahan lokal berkhasiat tinggi serta efisiensi produksi yang cerdas. 

Hasilnya, Moell mampu menghadirkan produk lokal dengan kualitas global namun tetap ramah di kantong, menjadi daya tarik utama bagi keluarga muda Indonesia yang menginginkan produk aman dan efektif tanpa harus menguras dompet.

Pendekatan ini sejalan dengan kondisi pasar skincare Indonesia secara umum. Pasar skincare di Indonesia tumbuh pesat, didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap bahan-bahan produk dan efektivitasnya. 

Konsumen Indonesia kini semakin kritis dan memilih produk yang transparan soal kandungan dan aman bagi kesehatan kulit.

Dengan kata lain, Moell muncul di waktu yang tepat dengan pendekatan yang tepat pula.

Membangun dari Komunitas, Bukan dari Iklan

Strategi Moell tidak bertumpu pada iklan berbayar yang masif atau sekadar memburu konten viral. Sejak awal, Jonathan dan Uung membangun brand ini dari komunitas yang sudah ada.

Komunitas yang dibangun sejak brand sebelumnya, Mom Uung, turut memperkuat loyalitas konsumen. Seiring dengan pengembangan produk, Jonathan dan Uung juga fokus pada edukasi konsumen. Mereka berupaya memahami kebutuhan kulit anak dan menyusun formulasi yang relevan.

Moell hadir melalui media sosial, komunitas parenting, webinar, dan konten edukatif agar orang tua mendapatkan informasi yang tepat terkait perawatan kulit bayi dan anak.

Pendekatan berbasis edukasi ini membangun kepercayaan yang lebih dalam dibandingkan sekadar eksposur brand. 

Orang tua yang paham mengapa suatu produk aman cenderung lebih loyal dan lebih aktif merekomendasikan ke sesama orang tua lainnya.

Dalam sebuah wawancara, Jonathan menegaskan filosofi yang mendasari strategi mereka: “Kami ingin menciptakan produk yang bisa menjual dirinya sendiri lewat pengalaman nyata konsumen, bukan sekadar FYP di media sosial.”

Platform Digital sebagai Mesin Pertumbuhan

Kesadaran akan pentingnya kehadiran digital mendorong Jonathan dan Uung untuk memilih platform eCommerce sebagai jalur distribusi utama. Sejak awal bergabung pada 2023, Moell telah menjadi bagian dari LazMall.

Lewat berbagai fitur seperti Gratis Ongkir, Voucher Toko, dan program afiliasi LazAffiliate, Moell mampu menjangkau konsumen baru tanpa harus membakar biaya pemasaran secara besar-besaran. 

Baca juga  Studi Kasus Merek Restoran Padang "Pagi Sore" Merah dan Hijau

Ditambah lagi, fitur Bisnis Analis di Seller Center Lazada membantu mereka memahami perilaku konsumen dan melakukan segmentasi serta retargeting secara lebih presisi.

Chief Business Officer Lazada Indonesia, Stefan Winata, menyebut bahwa Moell merupakan salah satu wujud keberhasilan dari perpaduan kualitas dan strategi pemasaran digital yang tepat sasaran.

Dengan kata lain, pertumbuhan Moell bukan semata-mata soal produk yang bagus, tapi juga soal bagaimana memanfaatkan ekosistem digital secara cerdas untuk menjangkau konsumen yang tepat di waktu yang tepat.

Ekspansi ke Pasar Internasional

Langkah terbaru Moell membuktikan bahwa ambisi brand ini tidak berhenti di pasar domestik. PT Moell Indonesia Sukses secara resmi mengumumkan ekspansi bisnisnya ke pasar internasional, dimulai dari Malaysia dan Singapura, ditandai dengan acara gathering eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Agustus 2025.

Acara tersebut menghadirkan puluhan key opinion leader, dokter kulit, hingga influencer parenting. 

Selebritas Atta Halilintar bersama putrinya, Ameena, tampil sebagai brand ambassador Moell dalam momen ekspansi ini.

Respons dari pasar Malaysia cukup positif. Nur Elisya, mom influencer asal Malaysia, mengungkapkan kesannya setelah mencoba sunscreen Moell. 

Menurutnya, sunscreen itu sangat berbeda dari yang lain karena tidak meninggalkan white cast, cepat menyerap, dan nyaman dipakai anak yang aktif di luar ruangan.

Dengan sambutan positif tersebut, Moell kini menjadi satu-satunya skincare anak lokal yang berhasil go international, sekaligus membuka peluang bagi produk perawatan anak Indonesia untuk bersaing di kancah global.

Kesimpulan

Moell bukan brand skincare anak yang lahir dari kebetulan atau momentum viral. Ia dibangun dari riset yang panjang, pemahaman mendalam tentang kebutuhan orang tua Indonesia, dan komitmen untuk tidak menurunkan standar kualitas demi efisiensi biaya jangka pendek.

Dari pasar eCommerce Indonesia dengan market share 17,6%, meraih penghargaan Best Baby Care Brand, menjangkau tujuh juta anak Indonesia, hingga kini melangkah ke pasar Malaysia dan Singapura, perjalanan Moell membuktikan bahwa strategi yang berbasis kepercayaan dan kualitas memang membutuhkan waktu lebih lama untuk terlihat hasilnya.

Daftar Isi