Daftar Isi

5 Negara Keluarkan Travel Alert ke Indonesia Imbas Demo: Gimana Nasib Ekonomi?

5 Negara Keluarkan Travel Alert ke Indonesia Imbas Demo: Gimana Nasib Ekonomi?

Menjadi Pengaruh – Gelombang demo DPR yang berlangsung sejak akhir Agustus 2025 kini menjadi perhatian dunia internasional. 

Aksi protes yang awalnya digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, telah meluas ke kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar, hingga Denpasar Bali.

Dalam beberapa kasus, demonstrasi berujung bentrokan dengan aparat, kerusuhan, dan kerusakan fasilitas publik. 

Situasi inilah yang mendorong sejumlah negara asing mengeluarkan peringatan perjalanan (travel alert) untuk warganya yang berada atau berencana bepergian ke Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, hingga kini lima negara telah mengeluarkan peringatan resmi, yakni: Australia, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman.

Rincian Travel Alert Indonesia dari 5 Negara

Lima negara besar dunia resmi merilis travel alert ke Indonesia, berikut rincian lengkap peringatannya.

1. Australia

Pemerintah Australia melalui portal Smart Traveller memperbarui travel advice untuk Indonesia pada 1 September 2025, menetapkan status “Exercise a high degree of caution” untuk seluruh wilayah Indonesia. 

Penetapan ini didasari oleh:

  • Aksi protes besar yang berpotensi menjadi kekerasan dan merusak fasilitas publik di kota besar, termasuk Denpasar, Bali.
  • Gangguan signifikan terhadap lalu lintas dan mobilitas warga maupun wisatawan.
  • Risiko terorisme masih terpantau di area-area publik populer.
  • Transportasi laut juga menjadi area perhatian, karena ketidakpatuhan standar keselamatan oleh operator tertentu 

Penjelasan tingkat risk level Level 2 menekankan bahwa meski bukan larangan bepergian, kaum wisatawan dan warga Australia dianjurkan untuk menjaga keamanan diri sendiri terhadap situasi dan terus pantau media.

“Pay close attention to your personal security and the current health situation. Monitor the media…”

2. Singapura

Kedubes Singapura di Jakarta, melalui pengumuman resmi tanggal 30 Agustus 2025, secara tegas memperingatkan warganya untuk:

  • Menghindari area demonstrasi dan kerumunan massa.
  • Tetap waspada dengan memantau media lokal dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
  • Sebagai upaya kesiapsiagaan, warga diminta mendaftar melalui e‑service Kementerian Luar Negeri Singapura
Baca juga  Strategi Quick Wins Purbaya untuk Kejar Target Setoran Negara 2025

3. Amerika Serikat

Melalui situs resmi U.S. Embassy Jakarta, dikeluarkan Demonstration Alert per 1 September 2025 yang menandakan demonstrasi sedang berlangsung dan berpotensi berubah menjadi kekerasan. 

Rincian anjuran bagi warga AS:

  • Menghindari area demonstrasi (Jakarta pusat, sekitar Gedung DPR dan Markas Brimob Senen).
  • Menjalin kontak rutin dengan keluarga serta mendaftarkan diri pada program STEP (Smart Traveler Enrollment Program) untuk memudahkan komunikasi saat terjadi darurat

4. Kanada

Travel advisory dari Kanada menyebutkan bahwa Ketegangan politik dan sosial yang intens telah memicu keputusan untuk menunda layanan konsuler tatap muka di Jakarta mulai 2 September 2025

Meskipun layanan tersebut dihentikan sementara, komunikasi dan bantuan konsuler tetap tersedia secara non‑fisik.

5. Jerman

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jerman, unjuk rasa sejak 25 Agustus 2025 telah meluas ke kota-kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Bandung, dengan potensi bentrokan yang masih tinggi. 

Imbauan bagi warga Jerman meliputi:

  • Menjauhi pusat kota, lokasi demonstrasi, dan kantor polisi.
  • Mendaftar dalam daftar kesiapsiagaan krisis di Kemenlu Jerman.
  • Selain itu, meski prediksi kerusuhan lebih tinggi di Jawa, mereka juga memperingatkan potensi ketegangan di Papua dan wilayah timur Indonesia sebagai bagian dari analisis risiko mereka

Ringkasan dalam Tabel

NegaraInti Peringatan
AustraliaLevel 2 – Tingkatkan kewaspadaan; protest violence, risiko terorisme, transportasi laut diperingatkan.
SingapuraHindari kerumunan dan demo; pantau media, daftar via e-service Kemenlu Singapura.
ASDemonstration alert; hindari lokasi sibuk, daftar STEP, hubungi keluarga secara rutin.
KanadaLayanan konsuler tatap muka dihentikan mulai 2 Sept 2025; situasi dinamis dan kurang aman.
JermanHindari pusat kota, kantor polisi, demo; daftar kesiapsiagaan; Papua juga diwaspadai.

Dampak Travel Warning bagi Pariwisata Indonesia

Travel warning dari lima negara asing langsung memberi tekanan pada sektor pariwisata Indonesia. 

Baca juga  Purbaya: Dana Desa Hanya Cair Jika Pemda Bentuk Kopdes Merah Putih

Beberapa dampak yang diprediksi antara lain:

  1. Penurunan Kunjungan Wisman
    Destinasi seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta bisa mengalami penurunan jumlah turis mancanegara karena wisatawan enggan datang saat situasi dianggap tidak aman.
  2. Pembatalan Acara Internasional
    Gelaran internasional seperti konferensi, konser, hingga festival berpotensi dibatalkan atau ditunda. Contoh kasus: Mandalika International Festival disebut-sebut akan dievaluasi ulang oleh panitia internasional.
  3. Kerugian bagi UMKM Pariwisata
    Hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha oleh-oleh akan terkena dampak langsung karena turunnya okupansi dan daya beli turis asing.
  4. Citra Indonesia di Mata Dunia
    Isu keamanan menjadi salah satu faktor utama wisatawan memilih destinasi. Dengan adanya travel alert, reputasi Indonesia sebagai negara tujuan wisata bisa tercoreng dalam jangka pendek.

Bagaimana dengan Ekonomi Indonesia Setelah Terbit Travel Alert dari Negara Asing?

Selain sektor pariwisata, ekonomi nasional juga berpotensi terguncang jika kondisi ini berlarut-larut.

  • Investasi Asing Menurun
    Investor biasanya sangat sensitif terhadap isu politik dan keamanan. Ketidakstabilan sosial akibat demo DPR bisa membuat investor asing menunda atau bahkan membatalkan rencana penanaman modal.
  • Gangguan Rantai Pasok
    Jika demonstrasi mengganggu pelabuhan, bandara, atau jalur distribusi, maka ekspor-impor Indonesia juga bisa terganggu.
  • Pelemahan Rupiah
    Isu keamanan sering mempengaruhi nilai tukar mata uang. Rupiah berpotensi melemah jika kepercayaan pasar terhadap stabilitas Indonesia menurun.
  • Dampak pada Sektor Jasa dan UMKM
    UMKM yang bergantung pada mobilitas masyarakat bisa kehilangan pasar karena akses jalan ditutup atau konsumen memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.

Apakah Aman ke Indonesia Saat Ini?

Pertanyaan “Apakah aman ke Indonesia sekarang?” menjadi salah satu yang paling sering muncul di mesin pencari. Jawabannya: situasi masih dinamis.

Baca juga  Update Koperasi Desa Merah Putih: Bisa Kelola Tambang, sampai Suntikan Dana dari Kemenkeu

Bagi warga asing maupun wisatawan domestik, langkah paling aman adalah:

  • Menghindari area demonstrasi (Jakarta pusat, Gedung DPR, kawasan Senen).
  • Terus memantau update dari media resmi.
  • Mematuhi arahan pemerintah dan aparat keamanan.
  • Mengutamakan keselamatan dibanding agenda perjalanan.

Kesimpulan

Travel alert yang dikeluarkan oleh Australia, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman menjadi tanda bahwa dunia tengah mengawasi kondisi Indonesia.

Jika demo DPR terus meluas dan menimbulkan kekerasan, dampaknya bisa signifikan terhadap pariwisata, ekonomi, dan bahkan citra Indonesia.

Saat ini, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah mengatasi masalah menjaga stabilitas keamanan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Sehingga Indonesia bisa tetap menjadi destinasi aman bagi wisatawan serta investor.

Daftar Isi