Daftar Isi

Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Strategi Kopiko Mendunia Lewat Branding hingga Sampai NASA

Di balik kesuksesan sebuah produk global, selalu ada strategi branding yang cerdas. Begitu pula dengan Kopiko.

Permen kopi asal Indonesia yang berhasil menembus lebih dari 80 negara. 

Tak hanya hadir di rak-rak supermarket dunia, Kopiko juga tampil di drama Korea populer hingga ikut menemani astronot NASA di luar angkasa. 

Perjalanan ini bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang bagaimana sebuah brand lokal mampu membangun citra, dan memanfaatkan momentum budaya.

Sejarah Singkat Kopiko

Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia. 

Pada era itu, masyarakat Indonesia mulai mengalami perubahan gaya hidup: Ritme kerja semakin cepat, aktivitas padat, dan kebutuhan akan kafein tinggi. 

Namun, tidak semua orang punya waktu untuk menyeduh secangkir kopi di tengah kesibukan.

Melihat peluang tersebut, Mayora menghadirkan inovasi unik: permen kopi berbahan ekstrak kopi asli. 

Inilah yang kemudian menjadi ciri khas Kopiko.

Sebuah cemilan kecil yang mampu memberikan sensasi rasa kopi tanpa repot.

Dengan tagline ikonik “Kopiko, gantinya ngopi!”, produk ini langsung populer di kalangan masyarakat luas.

Bukan hanya rasanya yang khas, tapi juga konsepnya yang praktis: Bisa dinikmati di mana saja, kapan saja, bahkan saat bepergian. 

Seiring waktu, Kopiko menjadi identik dengan gaya hidup modern yang serba cepat, sekaligus membawa nuansa lokal Indonesia melalui cita rasa kopinya.

Inovasi ini pula yang menjadi fondasi kuat perjalanan Kopiko untuk menembus pasar global di tahun-tahun berikutnya.

Perjalanan Kopiko Mendunia

Berawal dari produksi dalam skala terbatas di Indonesia, Kopiko berhasil mencuri hati konsumen berkat rasanya yang khas dan kepraktisannya. 

Dalam waktu relatif singkat, permintaan pun meluas ke luar negeri.

Baca juga  Strategi Marketing Momoyo: Es Krim Ember Jadi Branding Efektif

Kini, Kopiko hadir di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Di kawasan Asia, produk ini sudah lama populer, terutama di Filipina, Thailand, dan Vietnam. 

Di Timur Tengah, Kopiko mendapat sambutan hangat karena masyarakatnya juga memiliki budaya minum kopi yang kuat. 

Bahkan, Kopiko berhasil menembus pasar yang lebih kompetitif seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Wilayah yang sudah terbiasa dengan berbagai produk kopi instan maupun premium.

Citra Kopiko sebagai permen kopi asli dari ekstrak kopi membuatnya mudah diterima lintas budaya. 

Di banyak negara, Kopiko dipandang bukan sekadar permen, melainkan alternatif praktis bagi mereka yang ingin tetap merasakan sensasi kopi di sela aktivitas. 

Momen ini selaras dengan tren global: Kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup.

Keberhasilan Kopiko menembus pasar dunia menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dari Indonesia bisa bersaing di panggung internasional, ya!

Asalkan konsisten menjaga kualitas dan berani beradaptasi dengan selera konsumen global.

Strategi Branding Kopiko Lewat Drama Korea

Salah satu langkah brilian Kopiko adalah melakukan product placement di drama Korea populer. 

Permen ini muncul di serial Vincenzo dan Start-Up, yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia. 

Walau biaya promosi lewat drama internasional ini tidak murah, dampaknya luar biasa. Brand Kopiko ikut terkerek naik seiring popularitas Hallyu Wave.

Strategi ini makin tepat karena budaya kopi di Korea Selatan sangat kencang. 

Negeri ginseng dikenal sebagai salah satu konsumen kopi terbesar di Asia, dengan budaya nongkrong di kafe dan minum kopi instan yang sudah mengakar dalam keseharian. 

Kehadiran Kopiko di drama Korea membuat permen ini bukan hanya sekadar produk, tapi juga bagian dari gaya hidup yang dekat dengan audiens.

Baca juga  Wow! 5 Strategi J.CO Jadi Brand Donat Lokal yang Mendunia

Dengan memanfaatkan tren tersebut, Kopiko berhasil menancapkan citra sebagai permen kopi modern yang relevan dengan gaya hidup masyarakat global.

Terutama generasi muda yang menjadi penonton setia drama Korea.

Kopiko di Luar Angkasa Bersama NASA

Prestasi yang paling mengejutkan dari Kopiko adalah ketika permen mungil ini berhasil ikut terbang ke luar angkasa. 

Pada tahun 2017, sebuah foto viral menunjukkan astronot NASA sedang merayakan Thanksgiving di International Space Station (ISS) sambil menikmati Kopiko.

Alasan dipilihnya Kopiko cukup sederhana namun logis: Bentuknya kecil, praktis, mudah disimpan, dan bisa dikonsumsi di kondisi zero gravity tanpa menimbulkan masalah.

Selain itu, rasanya yang manis sekaligus memberi sensasi kopi membuatnya jadi camilan favorit yang bisa meningkatkan mood di tengah rutinitas berat para astronot.

Momen ini langsung menyita perhatian publik di Indonesia. 

Banyak yang tak menyangka permen lokal bisa berada sejajar dengan produk internasional lain di panggung luar angkasa. 

Lebih dari sekadar viral, peristiwa ini menegaskan bahwa Kopiko bukan hanya sukses di bumi, tapi juga berhasil menembus batas.

Tak heran, sejak saat itu Kopiko makin dikenal sebagai simbol kebanggaan produk lokal Indonesia yang mampu mendunia.

Inovasi dan Konsistensi di Balik Sukses

Kesuksesan Kopiko bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga hasil dari strategi bisnis yang cermat dan inovasi tanpa henti. 

Mayora sebagai produsen terus menjaga kualitas bahan baku, memastikan setiap permen tetap menggunakan ekstrak kopi asli agar cita rasanya konsisten sejak pertama kali diluncurkan.

Selain itu, desain kemasan Kopiko juga berkembang mengikuti zaman. 

Dari kemasan klasik berwarna hitam-cokelat yang ikonik, hingga varian desain modern yang lebih segar, semua disesuaikan dengan selera pasar di berbagai negara. 

Baca juga  Rahasia Marketing Samsung: Konsisten Dominasi Pasar Global

Bahkan, ukuran kemasan dan gaya visualnya sering diadaptasi agar sesuai dengan kebiasaan konsumen lokal, baik untuk penjualan di warung kecil maupun di supermarket global.

Inovasi lain yang turut mendukung adalah hadirnya berbagai varian, seperti Kopiko Brown Coffee atau Kopiko versi mix, yang menawarkan pengalaman rasa lebih beragam. 

Hal ini menjaga brand tetap relevan, terutama di tengah kompetisi ketat dengan produk kopi instan dan permen rasa kopi dari negara lain.

Kunci utamanya ada pada konsistensi. 

Kopiko tidak sekadar meluncurkan produk lalu berhenti berinovasi, melainkan terus mengikuti tren, memahami pasar, dan menjaga standar tinggi. 

Inilah yang membuat Kopiko mampu bertahan puluhan tahun sekaligus tetap dipercaya oleh konsumen di seluruh dunia.

FAQ

1. Kapan Kopiko pertama kali diluncurkan?
Kopiko pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 oleh PT Mayora Indah Tbk.

2. Berapa banyak negara yang sudah menjadi pasar Kopiko?
Hingga kini, Kopiko sudah masuk ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

3. Apakah benar Kopiko pernah masuk drama Korea?
Ya, Kopiko pernah muncul di drama Korea populer seperti Vincenzo dan Start-Up melalui strategi product placement.

4. Mengapa Kopiko bisa dibawa ke luar angkasa?
Karena bentuknya kecil, praktis, dan mudah dikonsumsi tanpa gravitasi, astronot NASA memilih Kopiko untuk menemani momen Thanksgiving pada tahun 2017.

5. Apa rahasia kesuksesan Kopiko hingga mendunia?
Rahasianya ada pada kombinasi kualitas produk berbahan ekstrak kopi asli, konsistensi menjaga cita rasa, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Daftar Isi