Sekilas Tentang Persekutuan Komanditer (CV)

MenjadiPengaruh.com – Sebagian besar perusahaan berbentuk badan usaha dinaungi oleh payung hukum. 

Salah satunya adalah badan usaha berbentuk CV.

Persekutuan komanditer atau CV merupakan salah satu bentuk badan usaha yang cukup diminati oleh pelaku usaha.

Syarat pendiriannya yang relatif mudah menjadikan CV tetap populer hingga saat ini. 

Berikut penjelasan lengkap mengenai CV.

Pengertian Komanditer CV

Dilansir dari Populix, komanditer CV punya arti sebagai sebuah badan usaha yang dibentuk oleh beberapa orang sebagai pemilik modal, lalu menyerahkan modal tersebut kepada beberapa orang lain untuk dikelola sebagai pelaksana bisnis.

Jika dirangkum lebih singkat, komanditer CV adalah persekutuan antara dua pihak atau lebih dalam mendirikan suatu usaha bersama.

Dikutip dari Zenius, Persekutuan komanditer sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu Commanditaire Vennootschap (CV).

Sesuai namanya, CV pada dasarnya berartikan sebagai proses mempersekutukan modal dari kedua belah pihak. 

Jabatan Perseroan Komanditer

Menurut Mekarsign, terdapat dua jabatan yang ada di dalam persekutuan komanditer. Apa saja jabatan itu?

  1. Sekutu Aktif

Jabatan pertama yang ada di persekutuan komanditer adalah sekutu aktif atau sekutu komplementer.

Sekutu aktif adalah pihak yang bertugas untuk menjalankan operasional bisnis serta berhak melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga. 

Tidak hanya menjalankan operasional bisnis, namun sekutu aktif juga turut berperan dalam penyuntikan modal ke perusahaan

Sekutu komplementer juga berperan dalam memberikan ide, tenaga, dan setiap hal yang berurusan dengan bisnis.

  1. Sekutu Pasif

Kemudian, jabatan yang kedua adalah sekutu pasif atau sekutu komanditer.

Berbeda dengan sekutu aktif, sekutu pasif tidak bertanggung jawab dalam menjalankan operasional bisnis, namun hanya menyerahkan pemasukan sebagai modal perusahaan.

Sekutu pasif hanya bertanggung jawab untuk menyediakan modal kepada sekutu aktif untuk perkembangan dan kemajuan persekutuan. 

Baca juga  KBLI: Definisi dan Manfaat

Terlepas dari posisi jabatan di atas, semua pihak atau pemegang modal pada sebuah komanditer CV memiliki status hukum yang sama.

Tujuan setiap aktivitas pada persekutuan komanditer adalah tercapainya target dengan keterlibatan sesuai posisi masing-masing

Kelebihan dan Kekurangan CV

Sebelum mendirikan persekutuan komanditer CV, alangkah lebih baik jika mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pembuatan CV.

Menurut Voffice, beberapa kelebihan dan kekurangan yang wajib kamu ketahui sebelum membuat CV. Apa saja kah itu?

Sebelumnya simak juga tips menentukan untuk membuat PT atau CV.

Kelebihan CV

  1. Lebih mudah untuk mendirikan CV ketimbang PT.
  2. Lebih gampang mendapatkan modal karena lebih dipercaya oleh pihak bank.
  3. Mudah berkembang karena bisa dikelola oleh siapa saja, termasuk para profesional dengan keahlian di bidang bisnis.
  4. Risiko dan kendala yang muncul menjadi tanggung jawab bersama. 

Kekurangan CV

  1. Kesulitan menarik kembali modal atau pemasukan yang sudah disetorkan sebelumnya.
  2. Kemungkinan yang sangat besar untuk terjadi konflik antar sekutu aktif dan pasif. 
  3. Kelangsungan perusahaan sangat tidak tetap karena seluruh operasional dan kelancaran aktivitas CV ada di tangan sekutu aktif saja.

Ciri-Ciri Persekutuan Komanditer (CV)

Setelah membaca mulai dari pengertian hingga kekurangan dan kelebihan CV, selanjutnya kita akan membahas tentang ciri-ciri persekutuan komanditer.

Dirangkum dari accurate, ciri-ciri dari persekutuan komanditer terletak pada dua sekutunya, yaitu sekutu aktif dan pasif.

Pada sekutu aktif, pihak inilah yang menjalankan operasional perusahaan dan hak untuk melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. 

Karena itu, pihak sekutu aktif memiliki hak untuk membentuk kebijakan dan peraturan perusahaan dan akan dijalankan secara penuh oleh mereka. 

Sekutu aktif juga sering disebut sebagai persero kuasa, pengurus, atau persero aktif, yang berarti mereka berperan menjadi pihak yang punya tanggung jawab penuh atas kelangsungan hidup dari perusahaan. 

Baca juga  8 Aturan Nama PT, Pelajari Dulu Sebelum Mendirikan

Pihak ini juga memiliki tanggung jawab terhadap utang piutang seperti yang tertulis dalam pasal 18 di Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

Lalu, terdapat sekutu pasif yang bertanggung jawab hanya untuk menyetorkan modal dalam perusahaan CV.

Karena itu, jika perusahaan alami kerugian, maka tanggung jawab mereka hanya sebatas modal yang mereka serahkan saja. 

Hal ini berbanding lurus jika perusahaan mendapatkan laba, makan sekutu pasif akan mendapatkan keuntungan sebatas modal yang mereka berikan.

Sekutu pasif juga punya status hukum yang sama seperti orang lain yang hanya menyetorkan modal ke suatu perusahaan. 

Jadinya, mereka hanya mendapatkan keuntungan dari modal yang disetorkannya tersebut. Sekutu pasif tidak ikut andil dalam sistem pengurusan, pengusahaan atau lainnya.

FAQ:

Apa itu Persekutuan Komanditer (CV)?

Persekutuan komanditer (CV) adalah salah satu bentuk badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih, yang mana salah satu pihak bertindak sebagai sekutu komanditer atau sekutu pelepas uang dan sekutu lainnya bertindak sebagai sekutu komplementer untuk melakukan pengurusan terhadap CV.

Apa perbedaan antara sekutu komanditer dan komplementer?

Sekutu komanditer adalah sekutu yang hanya menyerahkan modal, tidak ikut campur dalam pengelolaan usaha, dan tidak bertanggung jawab secara penuh atas utang-utang perusahaan. Sekutu komplementer adalah sekutu yang ikut campur dalam pengelolaan usaha dan bertanggung jawab secara penuh atas utang-utang perusahaan.

Apa saja kelebihan dan kekurangan CV?

Kelebihan CV:
– Syarat pendiriannya relatif mudah.
– Modal pendiriannya tidak dibatasi.
– Mudah didirikan dan dibubarkan.
– Tidak memerlukan izin usaha khusus untuk beberapa bidang usaha.
Kekurangan CV:
– Tanggung jawab sekutu komanditer terbatas pada modal yang disetorkan.
– Sekutu komplementer bertanggung jawab secara penuh atas utang-utang perusahaan.

Bagikan:

Artikel Lainnya

bantuan modal usaha juni 2024

Cek Daftar Bantuan Modal Usaha Juni 2024 dan Persyaratannya Berikut

Bantuan Modal Usaha Juni 2024: Peluang untuk Pengembangan Ekonomi Umat Bulan Juni 2024 membawa kabar baik bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Pemerintah telah mengumumkan beberapa program bantuan modal usaha yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Program ini diharapkan dapat membantu UKM untuk bangkit dan berkembang, terutama setelah dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Bantuan Modal Usaha Juni 2024 FAQ tentang Bantuan Modal Usaha Juni 2024 Program bantuan modal usaha yang diluncurkan pada Juni 2024 ini memberikan peluang besar bagi pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya. Dengan memanfaatkan bantuan ini, diharapkan UKM dapat lebih berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Baca juga  KBLI: Definisi dan Manfaat

beda ceo dan direktur

Perbedaan Antara CEO dan Direktur pada Perusahaan dan Tinggi Mana Jabatannya

Pendahuluan Kepemimpinan memainkan peran yang sangat krusial dalam keberhasilan sebuah perusahaan.  Baik di perusahaan konvensional maupun startup, para pemimpin seperti CEO dan Direktur memiliki tanggung jawab yang berbeda namun sama-sama penting.  Memahami perbedaan antara CEO dan Direktur tidak hanya membantu dalam menentukan struktur organisasi yang efektif. Namun juga mempengaruhi operasional dan strategi bisnis. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara CEO dan Direktur, serta bagaimana peran-peran tersebut diterapkan dalam konteks perusahaan tradisional dan startup.  Definisi dan Peran CEO CEO, atau Chief Executive Officer, adalah eksekutif tertinggi dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dan kinerja perusahaan dikutip dari AlphaJWC.  Tugas utama seorang CEO meliputi pengambilan keputusan strategis, manajemen sumber daya perusahaan, dan pengawasan terhadap implementasi visi dan misi perusahaan.  Dalam hierarki perusahaan, CEO berada di puncak struktur organisasi, langsung bertanggung jawab kepada dewan direksi dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir.  Di perusahaan konvensional, peran CEO sering kali terfokus pada pengelolaan operasional yang stabil, pengembangan jangka panjang, dan kepatuhan terhadap regulasi yang ketat.  Sebagai contoh, seorang CEO di perusahaan manufaktur mungkin mengawasi proses produksi, memastikan efisiensi operasional, dan mengelola hubungan dengan pemasok dan pelanggan utama.  Sebaliknya, di startup, peran CEO cenderung lebih dinamis dan adaptif, mencakup tanggung jawab seperti mencari pendanaan, membangun budaya perusahaan yang inovatif, dan sering kali terlibat langsung dalam pengembangan produk.  Definisi dan Peran Direktur Direktur adalah individu yang memegang posisi eksekutif dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas pengelolaan aspek tertentu dari operasional perusahaan.  Ada berbagai jenis direktur, termasuk Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Keuangan, dan Direktur Pemasaran, masing-masing dengan tanggung jawab spesifik.  Baca juga  KBLI: Definisi dan ManfaatDalam struktur perusahaan, direktur biasanya berada di bawah CEO dan berperan dalam melaksanakan kebijakan strategis yang ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi.  Peran direktur dalam perusahaan mencakup pengawasan departemen mereka, pengambilan keputusan taktis, dan memastikan bahwa tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai.  Tugas utama seorang direktur bisa bervariasi tergantung pada bidangnya; misalnya, Direktur Operasional bertanggung jawab atas efisiensi proses bisnis sehari-hari. Sementara Direktur Keuangan mengelola anggaran, laporan keuangan, dan strategi investasi perusahaan.  Di departemen pemasaran, seorang direktur bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran, termasuk kampanye promosi dan analisis pasar.  Perbedaan Utama Antara CEO dan Direktur Perbedaan dalam tanggung jawab dan tugas antara seorang CEO dan seorang Direktur mencerminkan fokus kerja yang berbeda dalam struktur organisasi perusahaan dilansir dari HiveFive.  Sebagai pemimpin tertinggi, CEO bertanggung jawab atas arah strategis perusahaan secara keseluruhan, dengan fokus pada pengambilan keputusan strategis, pengembangan visi perusahaan, dan memastikan pertumbuhan jangka panjang.  Sebaliknya, Direktur, meskipun juga berkontribusi pada keputusan strategis, lebih terfokus pada pengelolaan operasional dan implementasi taktis dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi. Keputusan yang diambil oleh seorang CEO memiliki dampak yang lebih luas dan jangka panjang terhadap arah dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.  CEO seringkali harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti tren pasar, persaingan, dan regulasi. Sementara Direktur cenderung berfokus pada pengelolaan aspek internal perusahaan dan memastikan efisiensi operasional dalam departemen yang mereka pimpin. Dalam hierarki dan struktur organisasi, CEO berada di puncak, diikuti oleh dewan direksi dan kemudian direktur-direktur departemen.  CEO biasanya berinteraksi secara langsung dengan dewan direksi untuk melaporkan kinerja perusahaan dan memperoleh persetujuan atas keputusan strategis besar.  Baca juga  Perbedaan PKWT dan PKWTT Bagi Pekerja: Panduan LengkapDi sisi lain, direktur berinteraksi lebih langsung dengan tim mereka di departemen masing-masing, mengkoordinasikan tugas sehari-hari dan memastikan pencapaian tujuan departemen. Perbedaan dalam interaksi dan hierarki ini juga dapat dilihat dalam struktur organisasi perusahaan konvensional dan startup.  Perusahaan konvensional cenderung memiliki hierarki yang lebih jelas dan formal, dengan pembagian kerja yang terdefinisi dengan jelas antara berbagai tingkatan manajemen.  Di startup, struktur organisasi cenderung lebih datar dan fleksibel, dengan interaksi yang lebih langsung antara CEO, Direktur, dan anggota tim, serta kemampuan untuk merespons perubahan dengan cepat. Kesimpulan Perbedaan antara CEO dan Direktur sangatlah penting untuk dipahami bagi kelangsungan dan kesuksesan sebuah perusahaan.  CEO bertanggung jawab atas strategi jangka panjang dan kinerja keseluruhan perusahaan, sementara Direktur lebih fokus pada pengawasan dan kepatuhan.  Memilih individu yang tepat untuk kedua peran ini krusial, karena mereka akan memengaruhi arah dan kesehatan organisasi secara keseluruhan.  Oleh karena itu, pengertian mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing, serta kemampuan untuk memilih individu yang memiliki visi, keahlian, dan integritas yang sesuai, sangatlah penting bagi kesuksesan perusahaan.

pembagian shift kerja karyawan

Contoh Perseroan Terbatas Tertutup dan Perbedaannya dengan PT Terbuka

Dalam dunia bisnis, memahami jenis-jenis Perseroan Terbatas (PT) sangat penting, terutama perbedaan antara PT Terbuka dan PT Tertutup. Artikel ini akan membahas contoh perseroan terbatas tertutup, karakteristiknya, serta perbedaannya dengan PT Terbuka. Apa Itu Perseroan Terbatas Tertutup? PT Tertutup adalah jenis perseroan terbatas yang saham-sahamnya tidak diperjualbelikan secara umum di pasar saham. Saham PT Tertutup biasanya dimiliki oleh sekelompok kecil pemegang saham, yang bisa termasuk pendiri, keluarga, atau sekelompok individu tertentu. Contoh dari PT Tertutup yang terkenal di Indonesia termasuk Djarum Group, Mayapada Group, dan Sinar Mas Group . Perbedaan PT Terbuka dan PT Tertutup Menurut ProLegal dan Riviera Publishing, berikut adalah perbedaan utama antara PT Terbuka dan PT Tertutup: Karakteristik Perseroan Terbatas Tertutup Manfaat Memiliki PT Tertutup FAQ tentang Perseroan Terbatas Tertutup Dengan memahami perbedaan antara PT Tertutup dan PT Terbuka serta contoh-contohnya, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai struktur perusahaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka. Baca juga  Perbedaan PKWT dan PKWTT Bagi Pekerja: Panduan Lengkap

cek nama cv

Cara Cek Nama CV: Panduan Lengkap dan Tips Legalitas

Memastikan legalitas sebuah perusahaan adalah langkah penting sebelum melakukan kerjasama atau transaksi bisnis. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan cek nama CV (Commanditaire Vennootschap) guna memastikan perusahaan tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki legalitas yang jelas. Artikel ini akan membahas cara-cara untuk cek nama CV, tips penting, serta informasi tambahan yang relevan. Mengapa Penting untuk Cek Nama CV? Cek nama CV sangat penting untuk menghindari potensi penipuan dan memastikan bahwa perusahaan yang Anda ajak kerjasama beroperasi secara legal dan terpercaya. Dengan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat meminimalkan risiko dan memastikan bahwa semua transaksi dilakukan sesuai hukum. Cara Cek Nama CV Menurut artikel di izin.co.id, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk cek nama CV: Artikel di novandi.id juga menyebutkan bahwa Anda dapat memanfaatkan direktori bisnis atau basis data perusahaan yang menyediakan informasi tentang daftar nama CV yang telah terdaftar. Ini bisa menjadi sumber tambahan untuk memastikan legalitas sebuah CV. Tips untuk Cek Nama CV Mengutip dari artikel di izinkilat.id, berikut adalah beberapa tips untuk memastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat saat cek nama CV: FAQ tentang Cek Nama CV Dengan memahami cara cek nama CV dan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat melakukan transaksi bisnis dengan lebih aman dan terpercaya. Pastikan selalu melakukan pengecekan ini sebelum menjalin kerjasama untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Baca juga  Apa Bentuk Badan Hukum Perusahaan Pers? CV, PT Perorangan, atau PT Reguler? Ini Aturannya

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Gratis Ebook!

Legal Menjadi Pengaruh sudah bantu 1500+ pengusaha di seluruh Indonesia. Gabung sekarang dan rasakan kemudahan mendirikan PT, CV, dan legalitas lainnya!