Daftar Isi

Rahasia Marketing Samsung: Konsisten Dominasi Pasar Global

Rahasia Marketing Samsung: Konsisten Dominasi Pasar Global

Samsung adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Keberhasilan perusahaan ini tidak hanya disebabkan oleh kualitas produk, tetapi juga karena strategi marketing mix yang terstruktur. 

Marketing mix Samsung terdiri dari 7 elemen yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process dan Physical Evidence. 

Ketujuh elemen ini berjalan berdampingan dan menciptakan kekuatan merek yang konsisten.

Artikel ini menyajikan analisis lengkap mengenai bagaimana Samsung menjalankan strategi marketing mix berdasarkan fakta operasional perusahaan di pasar global.

Sejarah Samsung

Samsung didirikan pada tahun 1938 oleh Lee Byung Chul di Daegu, Korea Selatan. 

Pada masa awal berdiri, perusahaan ini bergerak di bidang ekspor sayuran, ikan kering dan mie lokal. Perusahaan berkembang menjadi penyedia layanan transportasi, perdagangan dan penyulingan gula.

Samsung mulai masuk industri elektronik pada akhir tahun enam puluhan. 

Tahun 1969 menjadi titik penting karena Samsung Electric Industries resmi berdiri dan mulai memproduksi televisi hitam putih. 

Dalam periode berikutnya perusahaan memperluas cakupan produk seperti mesin cuci, lemari es dan perangkat elektronik rumah tangga lainnya.

Pada tahun delapan puluh, Samsung memperkuat divisi semikonduktor. 

Tahun 1983 menjadi tahun penting karena perusahaan memproduksi DRAM generasi pertama. 

Langkah ini menjadi pondasi yang menjadikan Samsung sebagai produsen chip terbesar di dunia pada dekade berikutnya.

Samsung mulai dikenal global pada awal tahun dua ribu seiring perkembangan ponsel dan televisi digital. 

Tahun 2010 peluncuran seri Galaxy menjadikan Samsung sebagai pemimpin pasar smartphone dunia. 

Saat ini Samsung Electronics beroperasi di lebih dari delapan puluh negara dan menjadi salah satu perusahaan dengan investasi riset terbesar di dunia.

Analisis Marketing Mix Samsung yang Paling Banyak Dicari

Bagian berikut membahas tujuh elemen pemasaran Samsung. 

Setiap subjudul disusun berdasarkan topik yang paling sering dicari pengusaha, mahasiswa bisnis dan praktisi pemasaran.

  1. Produk: Samsung dan Strategi Inovasi Teknologi
Baca juga  JAF Parfum's: Rahasia Storytelling yang Bikin Brand Parfum Lokal Ini Jadi Top-of-Mind

Samsung mengembangkan produk melalui riset dan pengembangan yang sangat besar. Perusahaan mengalokasikan anggaran riset lebih dari puluhan miliar dolar setiap tahun. 

Hal ini membuat perusahaan mampu memperkenalkan teknologi baru secara konsisten.

Samsung memiliki portofolio produk yang luas. 

Produk utama meliputi smartphone, tablet, televisi, perangkat wearable, laptop, monitor, audio, perangkat rumah tangga pintar, pendingin udara, chip memori, sensor kamera dan prosesor mobile.

Perusahaan menerapkan struktur lini produk yang jelas pada setiap kategori. 

Pada smartphone terdapat seri Galaxy S yang berorientasi premium, Galaxy Z yang membawa teknologi layar lipat, Galaxy A yang berada pada tingkat menengah dan Galaxy M yang fokus pada pasar ekonomis. 

Televisi Samsung dibagi menjadi QLED, OLED, Crystal UHD dan model lifestyle seperti The Frame.

Samsung menempatkan desain sebagai bagian dari pengembangan produk. 

Setiap perangkat dirancang dengan bentuk modern, pilihan warna yang sesuai tren dan fitur yang diperbarui. 

Pendekatan ini membuat Samsung selalu relevan di berbagai pasar global.

  1. Price: Harga Berdasarkan Nilai Produk

Penetapan harga Samsung mengacu pada nilai teknologi, biaya produksi, target segmen dan tingkat persaingan. 

Setiap kategori produk memiliki skema harga yang berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Produk premium ditempatkan pada harga tinggi. 

Hal ini sesuai dengan fitur yang ditawarkan seperti kamera beresolusi tinggi, material premium, teknologi layar mutakhir dan prosesor kelas atas. 

Pada kategori menengah Samsung menetapkan harga yang lebih kompetitif agar dapat menjangkau konsumen yang membutuhkan perangkat bertenaga dengan harga moderat. 

Produk entry level diberikan harga terjangkau agar penetrasi pasar tetap kuat.

Samsung juga menjalankan program potongan harga pada periode penjualan tertentu.

Program ini meningkatkan volume penjualan dan memperkuat posisi merek pada berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah dan Amerika.

  1. Place: Distribusi Global Samsung
Baca juga  MR DIY: Berani Beda, Dominasi melalui Kota Pinggiran

Samsung menerapkan distribusi multi saluran. Produk tersedia di toko resmi, pusat retail elektronik modern, distributor nasional, gerai operator telekomunikasi dan platform e commerce. 

Di banyak negara Samsung juga memiliki toko pengalaman yang menampilkan produk secara interaktif.

Perusahaan membangun pusat distribusi di berbagai wilayah seperti Asia Timur, Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa dan Amerika. 

Pusat distribusi ini memastikan ketersediaan produk tetap stabil dan dapat dikirim dengan cepat. 

Pengaturan logistik dilakukan melalui sistem manajemen rantai pasok yang telah dikembangkan dalam jangka panjang.

Strategi distribusi ini menjadikan Samsung sebagai salah satu merek dengan tingkat ketersediaan produk terbaik di dunia.

  1. Promotion: Samsung Menguasai Media

Samsung menjalankan promosi dengan pendekatan internasional dan lokal. 

Kampanye global menonjolkan inovasi teknologi seperti kamera smartphone baru, layar lipat dan kecerdasan buatan. 

Promosi dilakukan melalui televisi, billboard kota besar, media digital dan iklan video.

Samsung aktif dalam kegiatan sponsor olahraga. 

Perusahaan menjadi sponsor resmi event olahraga internasional seperti Olimpiade dan berbagai liga sepak bola. 

Selain itu Samsung mengadakan peluncuran produk berskala global yang ditayangkan secara langsung.

Di tingkat lokal, Samsung bekerja sama dengan pembuat konten, influencer, komunitas teknologi dan media nasional. 

Pendekatan ini membangun keakraban dengan konsumen lokal dan membuat pesan produk lebih mudah dipahami.

  1. People: Pengembangan Sumber Daya Manusia

Samsung memiliki sistem pelatihan karyawan yang komprehensif. 

Karyawan di bidang riset, teknik, pemasaran, produksi dan layanan pelanggan mendapatkan program peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

Perusahaan menerapkan standar layanan yang sama di seluruh dunia. 

Staf toko, teknisi servis, agen pusat panggilan dan petugas layanan aplikasi bekerja mengikuti prosedur perusahaan yang terukur. 

Pelatihan terus diberikan agar kualitas layanan tetap tinggi.

  1. Process: Sistem Proses Produksi dan Layanan
Baca juga  Wow! 5 Strategi J.CO Jadi Brand Donat Lokal yang Mendunia

Samsung menjalankan proses produksi melalui sistem kontrol kualitas tingkat tinggi. Setiap komponen melalui tahapan pemeriksaan yang dilakukan secara berlapis. 

Pabrik Samsung berada di Korea Selatan, Vietnam, India, Brasil dan beberapa negara lain.

Proses distribusi dirancang dengan manajemen stok yang sistematis agar pergerakan barang dari pabrik ke distributor berjalan lancar. 

Pada tahap layanan purna jual Samsung menyediakan pusat servis resmi yang tersebar luas, layanan teknisi bersertifikat, aplikasi layanan dan sistem pengecekan status perbaikan.

Samsung menyediakan suku cadang asli di setiap pusat servis sehingga pelanggan mendapatkan kejelasan dan keamanan selama perbaikan.

  1. Physical Evidence: Penguatan Citra Produk

Produk Samsung dikenal melalui desain yang modern dan tampilan yang rapi. 

Kemasan disusun dengan pendekatan visual yang bersih dan profesional. Toko resmi menampilkan interior dengan pencahayaan terang dan tata ruang yang memudahkan konsumen mengakses produk.

Website dan aplikasi Samsung disusun dengan navigasi yang mudah diikuti. 

Informasi produk disampaikan secara jelas sehingga konsumen mendapatkan gambaran lengkap sebelum membeli. 

Semua elemen visual ini menciptakan pengalaman merek yang konsisten dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Strategi marketing 7P mix Samsung memberikan gambaran bahwa pengelolaan tujuh elemen pemasaran yang sistematis dapat menciptakan posisi dominan dalam industri. 

Samsung memadukan inovasi produk, penetapan harga sesuai nilai, distribusi global, promosi yang masif, pengembangan sumber daya manusia yang serius, proses operasional yang terstandarisasi dan bukti fisik yang kuat.

Dengan memahami model ini, pelaku bisnis dapat mempelajari bagaimana sebuah perusahaan besar memanfaatkan kekuatan pemasaran untuk memperkuat posisi di pasar internasional.

Daftar Isi