Daftar Isi

Memahami Istilah-istilah Penting dalam Pertanahan yang Sering Membingungkan

istilah Penting dalam Pertanahan

Bagi banyak orang, istilah-istilah yang berkaitan dengan tanah sering kali bikin pusing. Terutama saat berurusan dengan jual beli properti. 

Padahal, memahami istilah tersebut sangat penting agar tidak salah saat pengurusannya.

Oleh sebab itu, di artikel ini kita akan bahas dengan mudah berbagai istilah penting dalam pertanahan.

Apa Itu Persil Tanah?

Persil tanah adalah istilah yang dipakai buat menggambarkan sebidang tanah yang sudah ditetapkan batas-batasnya secara resmi dan legal. 

Gampangnya, persil tanah itu seperti satu unit tanah yang sudah jelas ukurannya dan diakui oleh hukum. 

Tanah yang sudah ditentukan persilnya biasanya punya sertifikat atau dokumen resmi yang menjelaskan tentang kepemilikan dan batas-batas tanah tersebut.

Setiap persil tanah biasanya punya nomor identifikasi unik yang terdaftar di Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Sistem Pendaftaran Tanah Nasional. 

Nomor ini memudahkan untuk melacak tanah dan memastikan legalitasnya, sehingga kamu tidak perlu khawatir tentang sengketa atau masalah lainnya di kemudian hari.

Apa Fungsi dan Pentingnya Persil Tanah?

Nah, buat kamu yang berencana beli atau jual tanah, harus tahu apa itu persil tanah agar transaksi berjalan aman dan lancar. Ini beberapa alasannya:

1. Jaminan Kepastian Hukum

Persil tanah memastikan bahwa kepemilikan dan batas-batas tanah sudah jelas dan diakui secara hukum. Jadi, kamu nggak perlu takut akan adanya sengketa tanah atau klaim dari pihak lain di kemudian hari.

2. Pembuatan Sertifikat Tanah Jadi Lebih Mudah

Kalau tanahnya sudah punya persil yang jelas, proses pendaftaran dan pembuatan sertifikat tanah jadi lebih mudah dan cepat. Ini juga melindungi kamu sebagai pemilik dari potensi masalah hukum.

3. Menghindari Sengketa Tanah

Sengketa tanah sering terjadi karena batas-batas tanah yang belum jelas. Dengan persil tanah yang sudah resmi, kamu bisa menghindari konflik seperti ini karena semua ukuran dan batas tanah sudah diatur dengan pasti.

4. Menentukan Nilai Jual Properti

Persil tanah yang jelas memudahkan untuk menentukan nilai jual tanah. Tanah yang sudah tertata dengan baik dari sisi hukum biasanya lebih gampang dihargai dan nilainya lebih stabil.

5. Memudahkan Proses Jual Beli Tanah

Dalam proses jual beli tanah, persil tanah sangat membantu memudahkan pemindahan kepemilikan. Tanpa persil yang jelas, proses ini bisa terhambat atau malah batal karena ada masalah batas atau legalitas tanah.

Sertifikat Tanah: Jenis dan Fungsinya

Sertifikat tanah adalah dokumen resmi yang sangat penting untuk membuktikan siapa yang memiliki atau menggunakan lahan tertentu. 

Dokumen ini dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan diakui oleh hukum. 

Ada beberapa jenis sertifikat tanah, masing-masing dengan hak dan kewajibannya sendiri. Berikut adalah penjelasannya dikutip dari Lamudi:

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Ini adalah jenis sertifikat yang memberikan hak kepemilikan penuh kepada pemiliknya. 

Baca juga  Ketahui syarat Pendirian Yayasan

Dengan SHM, kamu bebas menjual, mewariskan, atau mengalihkan kepemilikan tanah kapan saja tanpa batasan waktu. 

SHM adalah sertifikat paling kuat dalam hal kepemilikan tanah. Sebab, SHM memberi hak penuh atas kepemilikan tanah secara permanen.

Pemilik dapat melakukan semua tindakan hukum terkait tanah, seperti menjual atau mewariskan.

Hak Guna Bangunan (HGB)

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang dimiliki oleh pihak lain (biasanya milik negara). 

Namun, hak ini hanya berlaku selama jangka waktu tertentu. Umumnya 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun. 

Setelah masa berlaku habis, pemilik HGB harus memperbarui izin atau menyerahkan kembali lahan kepada negara. 

HGB sering digunakan oleh pengembang properti atau pelaku bisnis yang ingin menggunakan lahan untuk keperluan komersial atau perumahan dalam waktu terbatas.

Sertifikat Hak Pakai

Sertifikat Hak Pakai memberikan hak kepada seseorang atau badan hukum untuk menggunakan atau memanfaatkan tanah milik negara atau pihak lain.

Biasanya untuk tujuan tertentu seperti pertanian, tempat tinggal, atau perkantoran. 

Hak ini bersifat sementara, biasanya berlaku selama 25 tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan. 

Sertifikat Hak Pakai sering digunakan oleh perusahaan asing atau individu yang membutuhkan tanah untuk tujuan non-komersial dengan batas waktu tertentu.

Apa beda Sertifikat Hak Pakai dengan HGB? 

Keduanya berbeda dalam hal tujuan, durasi, dan sifat kepemilikannya. 

HGB biasanya digunakan untuk mendirikan bangunan di atas tanah milik negara dengan durasi 30 tahun, yang bisa diperpanjang hingga 20 tahun, dan lebih cocok untuk proyek komersial. 

Sertifikat Hak Pakai memberikan hak untuk menggunakan tanah milik negara atau pihak lain untuk keperluan tertentu, seperti pertanian atau perkantoran. Durasinya 25 tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan. 

Selain itu, HGB bersifat lebih permanen. Sedangkan Sertifikat Hak Pakai bersifat sementara dan lebih fleksibel.

Garis Sempadan: Pengertian dan Pentingnya

Selain sertifikat tanah, kamu juga harus tahu tentang garis sempadan.

Garis sempadan adalah batas minimum yang harus diperhatikan antara bangunan dan objek tertentu seperti jalan, sungai, atau pantai. 

Aturan garis sempadan ada untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keindahan tata ruang.

Apa Itu Garis Sempadan?

Secara umum, garis sempadan mengacu pada jarak minimum antara bangunan dan elemen tertentu di sekitarnya, seperti:

Sempadan Jalan: Jarak minimal antara bangunan dan jalan agar lalu lintas tetap lancar dan menghindari kecelakaan.

Sempadan Sungai: Bertujuan untuk melindungi bangunan dari risiko banjir dan menjaga ekosistem sungai.

Sempadan Pantai: Untuk melindungi lingkungan pantai dan mencegah erosi serta kerusakan akibat gelombang laut.

Apa Fungsi Garis Sempadan?

Garis sempadan berperan dalam menjamin keamanan, memberikan perlindungan dari risiko seperti banjir, longsor, atau kecelakaan yang bisa terjadi akibat bangunan yang terlalu dekat dengan jalan atau badan air. 

Baca juga  Masa Berlaku NIB: Panduan Lengkap & Konsekuensinya

Garis ini juga berkontribusi dalam menjaga estetika dan kenyamanan lingkungan.

Khususnya di area pemukiman atau tempat wisata, sehingga menciptakan suasana yang lebih indah dan nyaman bagi semua orang.

Selain itu, garis sempadan juga membantu mencegah masalah hukum. Sebab, pemilik properti bisa menghadapi risiko pembongkaran paksa jika melanggar ketentuan yang ada. 

Girik Tanah dan Legalitasnya

Girik tanah adalah dokumen yang menunjukkan kepemilikan atas sebidang tanah. 

Di Indonesia, girik sering dipakai sebagai bukti awal kepemilikan tanah. Terutama di daerah yang belum sepenuhnya terdaftar secara resmi.

Namun, girik tidak punya kekuatan hukum yang sama dengan dokumen resmi lainnya seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB). 

Girik lebih bersifat administrasi dan sering menjadi langkah awal untuk mendapatkan sertifikat yang lebih kuat.

Apakah Girik Tanah Bisa Dijual?

Jawabannya, bisa! Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika kamu berencana untuk mengalihkan atau menjual girik tanah ini. 

Berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan dilansir dari Rumah123:

1. Cek Kepemilikan

Pertama-tama, pastikan girik yang kamu miliki adalah sah dan datanya sesuai dengan yang ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ini berguna untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

2. Buat Akta Jual Beli

Jika semua sudah oke, kamu perlu menyusun akta jual beli. Ini adalah dokumen resmi yang akan mendokumentasikan transaksi antara kamu dan pembeli.

3. Pendaftaran di BPN

Setelah akta selesai, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan transaksi tersebut di BPN. Dengan mendaftar, hak atas tanah akan lebih aman dan terhindar dari sengketa di masa mendatang.

Hak Guna Usaha (HGU) dan Penggunaannya

HGU adalah hak yang diberikan kepada individu atau badan hukum untuk mengelola tanah negara. 

Ini biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dan pertanian. Jadi, jika kamu punya usaha pertanian atau perkebunan, HGU ini sangat penting!

HGU biasanya diberikan untuk jangka waktu maksimal 35 tahun dan bisa diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. 

Proses perpanjangan ini perlu diajukan ke BPN. Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti bukti bahwa kamu sudah memanfaatkan tanah tersebut sesuai peruntukannya.

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Kalau kamu tinggal di apartemen atau rumah susun, kamu pasti perlu tahu tentang Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS).

Sertifikat ini memberikan hak kepada pemilik unit apartemen atas bagian tertentu dalam bangunan bersama.

Bedanya SHSRS dengan SHM dan HGB

Terus, apa bedanya SHSRS dengan SHM dan HGB? 

SHM adalah sertifikat yang menunjukkan kepemilikan tanah secara keseluruhan.

Baca juga  Apa Beda PKP dan Non PKP dalam Pajak Badan Usaha? Simak Penjelasannya

Sedangkan HGB adalah hak untuk membangun dan menguasai tanah dalam jangka waktu tertentu. 

Sementara SHSRS itu lebih spesifik, karena ini adalah hak atas unit dalam bangunan bertingkat.

Hak-hak Pemilik SHSRS

Sebagai pemilik SHSRS, kamu mempunyai berbagai hak seperti:

Menggunakan unit yang kamu miliki sesuai dengan peruntukannya.

Menjual atau mengalihkan hak atas unit kamu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berpartisipasi dalam keputusan yang diambil oleh pengelola bangunan.

Bagaimana Proses Pengukuran Tanah Dilakukan?

Proses pengukuran tanah di Indonesia dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menetapkan batas-batas kepemilikan tanah. 

Berikut langkah-langkah dalam proses pengukuran tanah:

1. Ajukan Permohonan

Pertama, pemilik tanah harus mengajukan permohonan pengukuran kepada BPN. Pastikan semua dokumen persyaratan sudah lengkap.

2. Pengukuran Lapangan

Setelah permohonan disetujui, tim BPN akan datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran fisik. Mereka akan menggunakan alat ukur dan peta untuk menentukan batas-batas tanah.

3. Peta Persil

Setelah pengukuran selesai, mereka akan menyusun peta persil. Peta ini menunjukkan batas-batas tanah yang terukur dan menjadi dasar untuk penerbitan sertifikat tanah.

Kesimpulan

Kalau berencana melakukan transaksi properti, kamu harus memahami istilah-istilah yang ada di dunia pertanahan

Beberapa istilah yang harus kamu ketahui antara lain girik tanah, Hak Guna Usaha (HGU), Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS), dan juga proses pengukuran tanah. 

Masing-masing istilah ini punya peran penting dalam menentukan siapa yang berhak atas tanah dan bagaimana tanah itu bisa digunakan. 

Selain itu, kamu juga perlu memahami dokumen-dokumen yang terlibat agar nggak ada masalah di kemudian hari.

Jadi, sebaiknya sebelum melakukan transaksi, konsultasikan dulu dengan notaris atau ahli hukum pertanahan.

Apa itu persil tanah dan mengapa penting dalam transaksi properti?

Persil tanah adalah satuan unit sebidang tanah yang telah ditetapkan batas-batasnya secara resmi dan diakui secara hukum. Pentingnya persil tanah dalam transaksi properti adalah memastikan kejelasan luas dan lokasi tanah yang dimiliki, sehingga menghindari potensi konflik batas tanah dengan pihak lain.

Apa perbedaan antara Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB)?

Sertifikat Hak Milik (SHM) memberikan kepemilikan penuh atas tanah kepada pemegangnya tanpa batas waktu, sementara Hak Guna Bangunan (HGB) hanya memberi hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah negara atau tanah milik orang lain dalam jangka waktu tertentu, umumnya 30 tahun, yang bisa diperpanjang.

Apakah girik tanah bisa dijadikan sertifikat hak milik?

Girik tanah bukan merupakan sertifikat kepemilikan resmi, tetapi dokumen penguasaan tanah yang masih bisa diproses menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk itu, pemilik girik perlu melalui proses pengajuan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memvalidasi hak kepemilikannya melalui sertifikasi tanah.

Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Daftar Isi