Daftar Isi

Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ Ada di Mana-Mana, UMKM Lokal Harus Gimana?

Kedai NESCAFÉ kini hadir di berbagai sudut kota Indonesia. Dari Solo, Bandung, hingga Jember, brand kopi global ini makin mudah ditemui dengan konsep outlet yang rapi, harga ramah kantong, dan menu yang membumi.

Langkah Nescafé turun ke jalan ini tentu jadi sorotan. 

Di satu sisi, konsumen makin diuntungkan karena bisa menikmati kopi berkualitas dengan harga terjangkau. 

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: dengan ekspansi besar-besaran ini, UMKM kopi lokal harus gimana?

Apa Itu Kedai NESCAFÉ?

Kedai ini merupakan hasil kolaborasi antara Nestlé Professional Indonesia dengan pelaku usaha lokal.

Usaha ini untuk memperluas kehadiran Nescafé hingga ke kota-kota sekunder dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

Brandingnya menghadirkan cita rasa Nescafé yang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan. 

Konsep kedai Nescafé dikelola langsung oleh operator yang dipilih dan bukan menggunakan waralaba (franchise) dengan tujuan untuk menjaga standar kualitas.

Pertama kali diluncurkan di Solo, Jawa Tengah, dan bertumbuh secara signifikan seiring dengan penerimaan konsumen. 

Lalu, ekspansi awal dilakukan di area Jawa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, baru kemudian ke luar Jawa.

Apa Saja Menu Kedai NESCAFÉ?

Kedai NESCAFÉ tidak hanya sekedar menjual kopi, tetapi menghadirkan pengalaman ala café dengan harga yang lebih terjangkau. 

Menu yang ditawarkan pun sudah sangat familiar bagi masyarakat, baik pecinta kopi maupun mereka yang lebih suka minuman non kopi.

Untuk kategori kopi, ada dua varian utama yang paling diminati:

1. Nescafé Caffe Latte, kombinasi rasa kopi dan susu.

2. Nescafé Americano, kopi hitam dengan rasa yang lebih kuat.

Sementara untuk kategori non kopi, Kedai NESCAFÉ menyajikan:

Baca juga  Isu PHK Massal Gudang Garam, Ternyata Pensiun Dini?

1. Nestea Lemon Tea, minuman teh dengan sentuhan lemon.

2. Nestlé Lemonade, minuman citrus.

3. Nestlé Blackcurrant, varian buah dengan rasa manis-asam.

4. Nestlé MILO, minuman coklat legendaris yang sudah akrab bagi semua kalangan.

Menariknya, Kedai NESCAFÉ juga menghadirkan inovasi menu terbaru yang menggabungkan sentuhan lokal: ‘NESCAFÉ Es Kopi Klepon’. 

Minuman ini memadukan kopi premium dengan cita rasa klepon, kue tradisional Indonesia yang identik dengan aroma pandan, gula merah cair, dan taburan kelapa. 

Menu unik ini sementara hanya tersedia di beberapa gerai Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan mendapat sambutan positif dari konsumen yang penasaran dengan kombinasi rasa modern dan tradisional.

Lokasi Kedai NESCAFÉ

Saat ini Kedai Nescafé telah hadir di lebih dari 500 gerai di 80 kota. Beberapa di antaranya:

  • Solo dan sekitarnya (Nusukan, Jebres, Mojosongo, Makamhaji, Kartasura)
  • Semarang (Gajahmungkur, Abdulrahman Saleh, Banyumanik, Ngaliyan, UNNES)
  • Yogyakarta (Warungboto, Rajawali Raya, Perumnas Seturan, Karangkajen)
  • Pekalongan (Buaran Kradenan, Kandang Panjang, Kajen)
  • Banyumas (Sudagaran, Karangklesem, Karangwangkal)
  • Tegal (Werkudoro, Bandasari)
  • Bandung (Ciumbuleuit, Ruko Melrose, Cinunuk)
  • Tasikmalaya (Lengkongsari, Kahuripan, Cilembang)
  • Bekasi (Bekasi Jaya, Kota Baru, Jatiasih)
  • Depok (Tugu UI, Kukusan Beji)
  • Tangerang (Paninggilan, Sasmita, Cipadu, Pondok Pucung)
  • Kota lain: Karawang, Jember, dan wilayah padat penduduk lainnya.

Komitmen Nestlé Indonesia

Dalam memperluas jangkauan Kedai NESCAFÉ, Nestlé Indonesia menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan akses bagi masyarakat luas.

Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kopi yang mudah diakses oleh semua kalangan:

“Untuk itu, kami percaya bahwa setiap orang berhak menikmati produk-produk Nestlé, seperti kopi NESCAFÉ melalui pengalaman ngopi terbaik, dimanapun mereka berada. Harapan kami tentunya agar Kedai NESCAFÉ dapat menjadi bagian dari rutinitas harian dan momen kebersamaan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia,” kata Sufintri di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Baca juga  Viral Sidak Dedi Mulyadi, AQUA Klarifikasi Soal Sumber Air

Sementara itu, dari sisi operasional, Mochamad Machfud, Country Business Manager Nestlé Professional Indonesia, menekankan strategi pengelolaan kedai agar tetap sesuai standar global.

“… dengan model bisnis non-kemitraan/non-franchise ini dirasa paling tepat untuk dapat menjaga komitmen Nestlé Professional dalam segi penerapan standar kualitas sesuai dengan nilai dan prinsip Nestlé Indonesia,” ujarnya.

Dampak Kedai NESCAFÉ ke Kopi Lokal

Masuknya Kedai NESCAFÉ ke pasar UMKM jelas memberi warna baru dalam industri kopi Indonesia. 

Di satu sisi, kehadiran brand global ini bisa menjadi ancaman serius bagi pelaku kopi lokal. 

Dengan modal besar, jaringan distribusi yang kuat, serta branding yang sudah mapan, Nescafé mampu menghadirkan kedai yang rapi, konsisten, dan punya daya tarik tinggi bagi konsumen. 

Bagi UMKM kecil dengan modal terbatas, persaingan ini tentu terasa berat.

Namun, di sisi lain, langkah Nescafé juga bisa menjadi pemicu persaingan yang lebih sehat. 

Kehadiran brand global mendorong pelaku kopi lokal untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat branding, hingga mencari diferensiasi melalui cita rasa khas daerah atau pengalaman ngopi yang lebih personal.

Kopi lokal sebenarnya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh Nescafé, yaitu kedekatan dengan budaya, cerita di balik biji kopi, serta nuansa komunitas yang lebih intim.

Jika mampu mengemas nilai-nilai ini, pelaku kopi lokal justru bisa memanfaatkan “efek Nescafé” untuk menarik perhatian konsumen yang penasaran dengan alternatif rasa dan pengalaman yang lebih autentik.

Daftar Isi