Daftar Isi

KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Ini Tanggal Peluncurannya!

KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Ini Tanggal Resminya!

Menjadi Pengaruh – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali meluncurkan inovasi baru untuk memperluas layanan transportasi publik, yaitu Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus untuk Petani dan Pedagang.

Layanan ini dibuat khusus untuk memudahkan para petani dan pedagang dalam membawa hasil bumi maupun barang dagangan mereka menuju pasar tujuan dengan cara yang lebih aman, cepat, dan efisien.

Gagasan kereta khusus petani-pedagang sendiri sudah mulai dibahas sejak Mei 2024.

Lalu diwujudkan melalui proses modifikasi sarana kereta api di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng hingga akhirnya siap diluncurkan.

Desain Gerbong Kereta Petani dan Pedagang

Dalam upaya mendukung aktivitas distribusi hasil panen dan perdagangan lokal, PT KAI melakukan modifikasi khusus pada gerbong kelas ekonomi dan bisnis. 

Modifikasi ini benar-benar dirancang agar sesuai dengan kebutuhan petani dan pedagang yang sering membawa barang dalam jumlah banyak. 

“Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas. Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta,” ungkap Anne, Vice President Public Relations KAI, Selasa (19/8/2025).

Beberapa penyesuaian yang dilakukan antara lain:

1. Tata Letak Kursi yang Lebih Fungsional

Kursi penumpang dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan gerbong, bukan berhadapan seperti pada gerbong penumpang biasa. 

Dengan desain ini, bagian tengah gerbong menjadi lebih luas sehingga bisa difungsikan untuk menaruh hasil panen seperti sayur-mayur, buah, beras, atau barang dagangan lainnya. 

Alur pergerakan orang di dalam kereta pun lebih lancar, karena ruang tengah tidak terhalang oleh kursi.

2. Lebar Pintu Bordes Diperbesar

Pintu di ujung gerbong (bordes) diperluas dari ukuran standar 800 mm menjadi 900 mm.

Perubahan sederhana ini sangat berpengaruh saat proses bongkar muat barang. 

Petani dan pedagang yang membawa karung beras, keranjang buah, atau barang dalam jumlah besar bisa lebih mudah mengangkatnya keluar-masuk tanpa khawatir tersangkut di pintu.

Baca juga  Pemerintah Bagikan Tanah ke 1 Juta Warga Miskin, Begini Mekanismenya

3. Kapasitas Penumpang Disesuaikan

Demi memberikan ruang yang cukup untuk barang bawaan, jumlah kursi penumpang dikurangi dari 106 kursi menjadi 73 kursi. 

Artinya, prioritas bukan hanya mengangkut manusia, tetapi juga memberi fleksibilitas agar hasil panen atau dagangan bisa ikut terangkut dengan aman. 

Dengan konsep ini, penumpang tidak lagi harus berdesakan dengan barang bawaan mereka.

4. Interior yang Lebih Terbuka

Sekat partisi di dalam gerbong dihilangkan, sehingga ruang terasa lebih lapang dan memudahkan akses antar bagian gerbong. 

Meski begitu, fasilitas dasar tetap dipertahankan. 

Satu toilet disediakan agar perjalanan tetap nyaman, dan rak bagasi tetap ada untuk barang-barang kecil seperti tas atau koper pribadi.

Dengan serangkaian modifikasi tersebut, gerbong kereta ini tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga solusi logistik yang praktis untuk petani dan pedagang. 

Mereka bisa menghemat biaya, mempercepat distribusi barang, dan tetap mendapatkan kenyamanan selama perjalanan.

Tanggal Uji Coba Gerbong Kereta Khusus Petani dan Pedagang

Sebelum benar-benar melayani masyarakat, kereta khusus petani dan pedagang ini tidak langsung beroperasi begitu saja. 

Ada tahapan penting berupa uji coba yang dilakukan untuk memastikan kereta sudah aman, nyaman, dan sesuai dengan fungsinya.

1. Uji Coba Statis (14–15 Agustus 2025)

Tahap ini dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng, yaitu pusat perawatan dan perbaikan kereta milik KAI. 

Fokusnya adalah mengecek berbagai aspek teknis ketika kereta dalam keadaan diam. Beberapa hal yang diperiksa meliputi:

– Kekuatan konstruksi gerbong setelah dimodifikasi.

– Fungsi pintu yang diperlebar untuk bongkar muat barang.

– Kelistrikan dan sistem penerangan.

– Interior, termasuk tata letak kursi, ventilasi, serta keberadaan toilet dan rak bagasi.

Dengan uji statis ini, teknisi bisa memastikan bahwa seluruh modifikasi sesuai standar keselamatan sebelum kereta benar-benar dijalankan di jalur rel.

2. Uji Coba Dinamis (15 Agustus 2025)

Setelah dinyatakan aman secara statis, tahap berikutnya adalah uji coba dinamis

Baca juga  Rp200 Triliun Masuk Bank Himbara: Bisa Menambah Lapangan Kerja?

Pada tahap ini, kereta dijalankan langsung dengan rute Surabaya Gubeng–Lamongan (PP)

Tujuannya untuk melihat performa kereta di lapangan, termasuk:

– Stabilitas dan kenyamanan saat melaju.

– Fungsi sistem pengereman dan keamanan pintu saat perjalanan.

– Kemudahan penumpang dalam naik turun sambil membawa hasil panen atau barang dagangan.

– Hasil uji dinamis sangat krusial karena menjadi gambaran nyata bagaimana kereta akan digunakan nantinya oleh petani dan pedagang.

3. Tahap Pengujian Lanjutan

Setelah melewati dua tahap awal, kereta ini masih harus melalui pengujian tambahan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Proses ini wajib dilakukan agar semua aspek keselamatan terpenuhi sesuai regulasi nasional, sehingga masyarakat dapat menggunakan layanan ini tanpa rasa khawatir.

Dengan melalui proses uji coba yang bertahap dan menyeluruh ini, KAI memastikan bahwa gerbong khusus petani dan pedagang benar-benar layak jalan serta siap memberi manfaat nyata ketika nanti resmi diluncurkan.

Manfaat Kereta Khusus Petani dan Pedagang

Hadirnya kereta ini diharapkan memberikan sejumlah manfaat nyata, antara lain:

a. Memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan perdagangan dengan transportasi massal yang efisien.

Selama ini, distribusi hasil panen petani atau barang dagangan sering terkendala oleh keterbatasan sarana angkutan, terutama di jalur darat yang rawan macet. 

Dengan adanya gerbong khusus ini, hasil pertanian bisa langsung dikirim dalam jumlah besar menggunakan kereta yang terjadwal. 

Alurnya jadi lebih pasti, kualitas produk tetap terjaga karena perjalanan lebih cepat, dan rantai pasok dari produsen hingga konsumen jadi lebih lancar.

b. Mengurangi biaya logistik karena angkutan barang dan penumpang bisa dilakukan bersamaan.

Umumnya, petani atau pedagang harus menyewa truk untuk membawa barang sekaligus menempuh perjalanan sendiri. Itu artinya ada biaya ganda. 

Dengan kereta ini, mereka bisa bepergian sambil membawa dagangannya dalam satu moda transportasi, sehingga lebih hemat biaya. 

Selain itu, biaya operasional logistik skala besar juga bisa ditekan karena distribusi barang melalui jalur rel relatif lebih murah dibandingkan jalur darat.

Baca juga  Bandung Dikunjungi 6,5 Juta Wisatawan, Kuliner Paling Diminati

c. Meningkatkan peluang usaha petani dan pedagang berkat akses distribusi yang lebih cepat.

Barang dagangan seperti sayur, buah, hingga hasil bumi lain sangat bergantung pada kecepatan distribusi. 

Semakin cepat barang sampai ke pasar, semakin tinggi pula nilai jualnya karena kondisi tetap segar. 

Dengan transportasi ini, pedagang bisa memperluas pasar mereka ke daerah lain yang sebelumnya sulit dijangkau. Hasilnya, peluang usaha semakin terbuka, margin keuntungan pun lebih besar.

d. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas antar wilayah yang lebih baik.

Konektivitas antar wilayah adalah kunci pertumbuhan ekonomi. 

Kereta khusus ini bisa menghubungkan sentra pertanian dengan pasar-pasar besar di kota, bahkan bisa menjadi jalur ekspor ke pelabuhan jika dikembangkan. 

Dengan begitu, daerah produsen tidak lagi terisolasi dan bisa ikut terkoneksi dengan pusat ekonomi nasional. 

Efek berantainya, akan ada peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

Mulai dari lapangan kerja baru hingga tumbuhnya ekosistem bisnis yang lebih kuat.

Kapan Kereta Khusus Petani dan Pedagang Diluncurkan?

Kereta Khusus Pedagang dan Petani resmi diluncurkan pada 28 September 2025, tepat di momen perayaan HUT ke-80 KAI

Tanggal ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga jadi tonggak penting yang menandai komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih inklusif.

Kehadiran kereta khusus ini bukan hanya fasilitas tambahan, melainkan wujud nyata kontribusi KAI dalam mempermudah mobilitas petani dan pedagang yang selama ini mengandalkan jalur darat konvensional. 

Dengan adanya layanan ini, proses distribusi hasil bumi maupun barang dagangan bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan aman.

Lebih jauh, peluncuran kereta ini juga sejalan dengan visi besar Astacita Indonesia Emas 2045. 

Artinya, langkah KAI tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga mendukung pembangunan nasional melalui pemerataan akses dan peningkatan ekonomi rakyat kecil, khususnya sektor pertanian dan perdagangan.

Daftar Isi