Menjadi Pengaruh – Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan seller dari berbagai marketplace besar memilih hengkang dan memindahkan lapaknya ke Toco.id atau Toco.
Sebuah marketplace baru yang diklaim bebas biaya admin.
Migrasi ini bukan tanpa alasan, ya! Banyak pelaku UMKM merasa kebijakan platform lama, seperti potongan komisi tinggi, ongkos kirim melejit, dan sistem retur yang merugikan, semakin memberatkan mereka.
Seberapa menguntungkannya sih jualan di Toco buat UMKM? Kita akan bahas di artikel ini.
Asal Usul Toco, Marketplace Baru Saingan Shopee dan Tokopedia
Toco adalah marketplace sekaligus platform iklan baris (classified ads) berbasis komunitas yang resmi diluncurkan di Indonesia pada Agustus 2024.
Kehadirannya langsung menarik perhatian karena menawarkan konsep berbeda dari pemain lama seperti Shopee dan Tokopedia.
Terutama dalam hal kebijakan biaya untuk penjual.
Pendiri Toco adalah Arnold Sebastian Egg, sosok yang sebelumnya dikenal sebagai otak di balik kesuksesan TokoBagus.com (dulu OLX Indonesia).
Pengalaman panjang Arnold membangun dan mengelola marketplace membuatnya peka terhadap kebutuhan dan keluhan para penjual di ekosistem e-commerce.
Gagasan Toco mulai dirancang sejak awal 2023, ketika Arnold mengamati tren biaya admin dan potongan komisi di marketplace besar yang semakin tinggi.
Kondisi ini dianggap memberatkan penjual, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang margin keuntungannya terbatas.
Banyak penjual mengeluh karena harus menanggung beban biaya admin, ongkos kirim volumetrik, hingga kebijakan retur dan COD yang sering merugikan.
Berangkat dari keresahan tersebut, Arnold mengusung visi membangun platform jual beli yang bebas biaya admin seumur hidup dan mudah diakses oleh siapa pun.
Baik pemilik bisnis besar, UMKM, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja lepas.
Lonjakan Drastis Penjual di Platform Toco
Fenomena perpindahan massal penjual ke Toco menjadi sorotan di dunia e-commerce Indonesia.
Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memilih meninggalkan marketplace besar dan membuka toko di Toco.
Menurut Arnold Sebastian Egg, pertumbuhan ini terjadi sangat cepat dan sebagian besar secara organik.
Hanya dalam tiga minggu sejak awal Juni 2025, jumlah seller aktif melonjak dari ratusan menjadi 45 ribu.
Tidak berhenti di situ, pada akhir Juni, angka tersebut kembali meroket hingga lebih dari 150 ribu penjual aktif.
Ledakan jumlah penjual ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah produk yang luar biasa.
Etalase Toco kini menampilkan lebih dari satu juta item dari berbagai kategori, mulai dari kebutuhan rumah tangga, produk fashion, mainan anak, alat tulis, hingga barang elektronik.
Arnold menyebut bahwa kebijakan bebas biaya admin seumur hidup dan dukungan penuh terhadap penjual menjadi daya tarik utama.
Apa Kelebihan Toco yang Bikin UMKM Migrasi dari Shopee dan Tokopedia?
Platform e-commerce ini menghadirkan berbagai keunggulan yang jarang ditemukan, sehingga menarik perhatian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
1. Tidak Ada Komisi Penjualan
Berbeda dari marketplace besar yang memotong sebagian hasil penjualan, Toco tidak mengambil komisi sama sekali.
Pendapatan penjual utuh 100%, karena monetisasi Toco hanya berasal dari biaya flat Rp 2.000 per transaksi.
Skema ini dinilai jauh lebih ringan dan transparan bagi UMKM yang margin labanya tipis.
2. Platform Berbasis Komunitas
Toco dibangun dengan konsep marketplace berbasis komunitas, di mana penjual dan pembeli dapat berinteraksi lebih dekat tanpa terlalu bergantung pada algoritma yang menonjolkan toko tertentu.
Hal ini menciptakan ekosistem yang lebih adil, di mana peluang dilihat pembeli tidak hanya dimiliki seller besar.
3. Dukungan Customer Service Manusiawi
Salah satu keluhan terbesar seller di marketplace besar adalah pelayanan CS yang diotomatisasi dengan bot.
Toco menghadirkan Customer Service berbasis manusia yang siap membantu secara personal, memastikan setiap masalah diselesaikan tuntas.
Mulai dari unggah produk, pengaturan toko, hingga penanganan keluhan pelanggan.
4. Fitur Iklan Baris & Kemudahan KYC
Toco.id tidak hanya berfungsi sebagai marketplace produk fisik, tetapi juga sebagai platform iklan baris (classified ads).
Fitur ini memudahkan penjual untuk memasarkan barang-barang besar seperti properti, kendaraan, atau peralatan bisnis.
Proses verifikasi penjual (Know Your Customer) juga sangat cepat dan mudah, cukup dengan unggah KTP untuk mengaktifkan akun penjual.
Cara Mulai Jualan di Toco
Bergabung sebagai penjual di Toco sangat mudah, loh!
Bahkan untuk pemula sekalipun. Berikut langkah-langkahnya:
- Daftar sebagai Seller
Kunjungi laman resmi Toco.id dan pilih opsi Daftar sebagai Penjual. Isi formulir pendaftaran dengan data diri dan informasi toko yang akurat.
- Verifikasi Akun dengan KTP
Lakukan verifikasi cepat hanya dengan mengunggah foto KTP. Proses ini penting untuk memastikan keamanan transaksi dan meningkatkan kepercayaan pembeli.
- Upload Produk Lengkap
Unggah foto produk berkualitas tinggi dengan pencahayaan yang baik. Tambahkan deskripsi lengkap berisi spesifikasi, keunggulan, dan harga produk untuk membantu pembeli membuat keputusan.
- Manfaatkan Fitur Promosi
Gunakan fasilitas diskon atau gratis ongkir untuk menarik lebih banyak pembeli. Di Toco, penjual bebas mengatur promo sendiri tanpa potongan komisi.
- Respon Cepat dan Profesional
Balas chat atau pertanyaan pembeli dengan cepat. Pelayanan yang responsif akan meningkatkan reputasi toko dan peluang pembelian ulang.
Kesimpulan
Fenomena perpindahan besar-besaran seller ke Toco.id membuktikan bahwa pelaku UMKM di Indonesia semakin selektif memilih marketplace yang adil dan menguntungkan.
Dengan kebijakan bebas biaya admin seumur hidup, sampai konsep platform berbasis komunitas, Toco berhasil menjadi alternatif marketplace untuk UMKM.





