Dengan makin banyaknya platform dan pilihan kerja sama, brand harus lebih cermat dalam memilih cara promosi yang tepat. Dua strategi yang sering jadi andalan adalah endorse dan affiliate marketing.
Tapi, nggak sedikit pelaku bisnis yang bingung harus pilih yang mana.
Keduanya sama-sama efektif, tapi punya pendekatan yang berbeda.
Nah, artikel ini akan bantu kamu memahami perbedaan endorse dan affiliate, kelebihan masing-masing, serta mana yang paling cocok untuk kebutuhan promosi bisnismu.
Apa Itu Endorsement?
Endorsement adalah bentuk kerja sama berbayar antara sebuah brand dengan influencer atau figur publik.
Dalam kerja sama ini, influencer akan mempromosikan produk atau jasa melalui konten di media sosial mereka.
Bisa berupa foto, video, story, atau review.
Tujuan utama endorsement bukan sekadar mendorong penjualan langsung, tapi lebih fokus ke branding dan meningkatkan awareness.
Strategi ini efektif untuk memperkenalkan brand ke audiens yang lebih luas, membangun citra positif, dan menciptakan kesan pertama yang kuat di benak calon konsumen.
Apa Itu Affiliate Marketing?
Affiliate marketing adalah strategi promosi berbasis kinerja, ya!
Di mana seorang influencer, content creator, atau bahkan pengguna biasa bisa mempromosikan produk atau layanan kamu.
Sebagai imbalannya, mereka akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan atau tindakan (seperti klik atau pendaftaran) yang berhasil mereka hasilkan melalui link atau kode referral khusus.
Sistem ini sering digunakan oleh brand yang ingin menjangkau pasar lebih luas tanpa harus membayar biaya promosi di awal.
Kamu hanya membayar saat ada hasil. Itulah kenapa strategi ini disebut berbasis hasil atau kinerja (performance-based marketing).
Fokus utama affiliate marketing adalah konversi dan penjualan.
Artinya, semakin banyak produk terjual lewat link affiliate, semakin besar keuntungan yang didapat oleh kedua belah pihak.
Perbedaan Utama Endorse dan Affiliate
| Aspek | Endorsement | Affiliate |
| Tujuan Utama | Awareness & branding | Penjualan & konversi |
| Bentuk Pembayaran | Dibayar di awal (flat fee) | Komisi dari hasil penjualan |
| Kontrol Brand | Terbatas (konten diatur influencer) | Lebih fleksibel (link bisa disebar) |
| Jangka Waktu Efek | Cepat tapi pendek | Pelan tapi tahan lama |
| Cocok Untuk | Produk baru/high brand image | Produk laris & repeat order |
Kapan Sebaiknya Memilih Endorsement?
Endorsement cocok banget dipilih kalau kamu ingin membangun awareness dalam waktu singkat.
Misalnya saat:
– Baru launching produk atau brand
– Lagi bikin promo spesial atau campaign tertentu
– Ingin memperkenalkan brand ke target audiens baru
Strategi ini efektif karena influencer punya trust dan koneksi langsung dengan followers-nya.
Jadi, saat mereka mempromosikan produkmu, audiens akan lebih cepat tertarik dan mengenal brand-mu.
Tapi perlu diingat, endorsement biasanya butuh biaya di awal (upfront payment).
Karena itu, strategi ini paling cocok buat kamu yang sedang fokus pada branding, bukan langsung ngejar penjualan.
Kalau tujuan utamamu adalah ngebangun nama dan kredibilitas di pasar, endorsement bisa jadi langkah awal yang kuat.
Kapan Sebaiknya Memilih Affiliate?
Affiliate cocok dipilih kalau kamu ingin hasil promosi yang lebih terukur dan efisien secara biaya.
Kamu hanya perlu bayar komisi kalau ada penjualan, jadi risikonya kecil.
Strategi ini pas banget buat kamu yang:
– Jual produk digital atau e-commerce
– Punya sistem tracking (link/kode promo)
– Ingin promosi berjalan terus dalam jangka panjang
Affiliate juga cocok untuk brand yang udah punya produk mapan dan mau meningkatkan konversi tanpa keluarin banyak biaya di awal.
Strategi Kombinasi Endorse dan Affiliate (Bonus Tips)
Kalau kamu ingin promosi yang kuat secara branding sekaligus efektif untuk penjualan, strategi kombinasi endorsement dan affiliate adalah jawabannya.
Langkah-langkahnya bisa begini:
1. Gunakan endorsement lebih dulu untuk memperkenalkan produk ke audiens.
Influencer membuat konten menarik, membangun awareness, dan menunjukkan value dari produkmu.
2. Lalu, selipkan kode atau link affiliate dalam konten tersebut.
Audiens yang tertarik bisa langsung beli dengan diskon atau benefit khusus lewat kode itu.
Hasilnya?
– Brand-mu makin dikenal
– Influencer tetap semangat karena bisa cuan dari komisi
– Audiens senang karena dapat diskon
– Kamu untung karena penjualan naik
Pilih influencer yang relevan dengan niche-mu dan punya engagement tinggi.
Bukan cuma followers banyak, tapi yang audiens-nya benar-benar aktif dan percaya.
Dengan strategi kombinasi ini, kamu bisa bangun trust jangka panjang, loh!
Sekaligus dapetin hasil nyata lewat tracking affiliate yang jelas. Win-win solution!
Studi Kasus Singkat Endorse dan Affiliate Marketing: Wardah Beauty
Wardah, sebagai salah satu brand kosmetik halal terbesar di Indonesia, memanfaatkan strategi affiliate marketing secara serius untuk meningkatkan penjualan online mereka, ya!
Khususnya di platform Shopee.
Strategi ini tidak berdiri sendiri, tetapi juga dikombinasikan dengan kekuatan endorsement oleh influencer, baik dari kalangan mikro maupun nano influencer.
Melalui program Wardah Beauty Affiliate, brand ini menawarkan komisi sebesar 7,5% pada para affiliate untuk setiap transaksi yang berhasil.
Sistemnya cukup simpel dan transparan: Setiap pembelian yang dilakukan lewat link affiliate akan terlacak, dengan masa aktif cookie selama tujuh hari.
Kalau pembeli menyelesaikan transaksinya tanpa refund, maka affiliate berhak mendapatkan komisinya.
Wardah juga menggandeng platform seperti Accesstrade untuk mendukung sistem pelacakan yang akurat dan efisien.
Hasilnya? Strategi ini membawa dampak positif yang signifikan.
Banyak mikro dan nano influencer yang lebih semangat mempromosikan produk Wardah karena mereka mendapatkan insentif langsung dari penjualan, bukan hanya sekadar exposure.
Di sisi lain, brand juga diuntungkan karena bisa mengukur performa campaign secara real-time, termasuk menghitung rasio klik terhadap penjualan, dan menilai ROI dengan lebih jelas.
Kombinasi antara endorsement dan affiliate ini terbukti jadi formula efektif.
Konten awareness dari influencer mampu membangun kepercayaan, sementara link affiliate yang diselipkan dalam konten mendorong audiens untuk langsung beli dengan diskon atau benefit tertentu.
Jadi, menciptakan efek berkelanjutan: Branding terbangun, konversi naik, dan hubungan dengan influencer makin kuat.
Wardah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan sistem yang jelas, affiliate marketing bukan sekadar tren, tapi bisa jadi mesin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Terutama jika digabung dengan strategi endorsement yang autentik dan relevan.
Kesimpulan
Tidak ada strategi promosi yang paling sempurna untuk semua brand.
Endorsement maupun affiliate marketing punya kelebihan masing-masing. Semua kembali ke tujuan bisnismu, jenis produk, dan budget yang tersedia.
Kalau kamu ingin cepat dikenal, bangun citra dulu lewat endorsement.
Tapi kalau kamu fokus ke hasil dan efisiensi biaya, affiliate bisa jadi pilihan cerdas.
Rekomendasinya? Mulai dari yang paling sesuai dengan kondisi bisnis saat ini. Lalu, uji dan ukur performanya.
Dari situ, kamu bisa tahu mana strategi yang paling efektif dan bisa ditingkatkan ke level berikutnya.





