Category: Bisnis

Menampilkan semua artikel pada kategori yang disesuaikan

Apa Itu SAPA UMKM? Platform Terpadu untuk Pelaku Usaha

Apa Itu SAPA UMKM? Platform Terpadu untuk Pelaku Usaha

Usaha mikro, kecil, dan menengah selama ini jadi penopang utama ekonomi Indonesia. Jumlahnya lebih dari 60 juta unit dan menyerap hampir seluruh tenaga kerja di sektor riil. Sayangnya, di balik peran besar itu, banyak pelaku UMKM masih kesulitan mengakses layanan pemerintah karena programnya tersebar di puluhan kementerian dan lembaga dengan sistem dan data yang berbeda-beda. Kamu mungkin pernah dengar cerita pedagang kecil yang bolak-balik mengurus izin ke instansi berbeda, atau pelaku usaha yang tidak tahu ke mana harus mencari bantuan modal karena informasinya berserakan di banyak tempat. Untuk menjawab persoalan itu, pemerintah lewat Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) menghadirkan SAPA UMKM, singkatan dari Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM. Platform ini dirancang jadi pintu tunggal yang menghubungkan berbagai layanan pemberdayaan UMKM dalam satu aplikasi. Artikel ini akan mengupas apa itu SAPA UMKM, kenapa integrasi data jadi persoalan mendesak, dasar hukum yang melandasinya, sampai manfaat dan tantangan yang masih dihadapi. Awal Mula dan Tujuan SAPA UMKM SAPA UMKM pertama kali diperkenalkan lewat proses pendataan bertahap sejak Desember 2025, lalu resmi soft launching pada 21 Mei 2026 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta. Peluncuran ini dilakukan bersama antara Kementerian UMKM dan Kementerian PPN/Bappenas sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra). Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa data UMKM yang dimiliki pemerintah selama ini bersifat statis, artinya dikumpulkan sekali lalu jarang diperbarui. Kondisi ini membuat kebijakan dan program bantuan sering kali kurang pas dengan kebutuhan pelaku usaha yang sebenarnya. Lewat SAPA UMKM, data yang tadinya statis diharapkan berubah jadi data dinamis yang terus diperbarui, sehingga keputusan dan program pemerintah bisa lebih sesuai dengan kondisi UMKM di lapangan. Pendekatan ini berbeda dari program Satu Data UMKM sebelumnya yang dinilai belum cukup membantu karena hanya berhenti di tahap pengumpulan data tanpa disertai layanan konkret. SAPA UMKM justru dirancang untuk tidak berhenti di pendataan saja, tapi juga menghadirkan layanan nyata yang langsung dibutuhkan pelaku usaha, mulai dari sebelum produksi sampai pascaproduksi. Kenapa Data UMKM yang Tersebar Jadi Masalah Serius? Sebelum ada SAPA UMKM, program dan layanan pemerintah untuk UMKM tersebar di puluhan kementerian dan lembaga dengan mekanisme serta basis data yang berbeda-beda. Bahkan menurut catatan Kementerian UMKM, ada sekitar 27 kementerian dan lembaga yang punya program masing-masing untuk UMKM, sehingga sulit mendapat gambaran menyeluruh soal perkembangan usaha kecil di Indonesia. Akibatnya, data UMKM belum sepenuhnya terpadu dan berpotensi memicu program atau bantuan yang tumpang tindih antarlembaga. Persoalan fragmentasi data ini juga jadi sorotan kalangan ekonom. Bhima Yudhistira Adhinegara, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang sebelumnya juga aktif di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), lama menyoroti bahwa dari puluhan juta unit UMKM di Indonesia, datanya tersebar dengan jenis dan kualitas yang beragam serta belum terintegrasi satu sama lain. Kondisi seperti ini membuat penyusunan kebijakan berbasis data jadi sulit dilakukan secara akurat, sebab pemerintah tidak punya potret tunggal yang bisa diandalkan soal kondisi riil pelaku usaha di lapangan. Pemerintah sebenarnya sudah punya payung hukum untuk mendorong penyatuan data UMKM ini sejak beberapa tahun lalu. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, secara eksplisit mengamanatkan penyusunan basis data tunggal UMKM yang akurat dan berdasarkan nama serta alamat pelaku usaha yang jelas. Aturan ini juga mewajibkan pemerintah pusat dan daerah memberi kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM melalui pembinaan serta fasilitas yang terkoordinasi. Nah, SAPA UMKM pada dasarnya adalah bentuk pelaksanaan lebih lanjut dari amanat regulasi ini, di mana basis data tunggal yang sudah lama diperintahkan lewat aturan tersebut sekarang diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang bisa dipakai langsung oleh pelaku usaha dan pemerintah. Fitur-Fitur SAPA UMKM SAPA UMKM dilengkapi setidaknya 12 fitur yang dirancang untuk menunjang seluruh siklus usaha, mulai dari kemitraan, pemasaran, permodalan, standardisasi, sumber daya manusia, sampai teknologi. Beberapa fitur utamanya meliputi: Menteri Maman mencontohkan, kalau ada pelaku usaha yang belum punya NIB, sistem akan otomatis mengarahkan mereka untuk mengurusnya lewat lembaga terkait. Pola yang sama juga berlaku untuk sertifikasi halal maupun izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan begitu, sistem tidak cuma pasif menyimpan data, tapi ikut mendorong pelaku usaha memenuhi standar yang mereka butuhkan. Proses Integrasi yang Berjalan Bertahap Meski targetnya ambisius, yaitu mencakup sekitar 40 juta pelaku UMKM, pemerintah menegaskan proses integrasi SAPA UMKM tidak bisa dilakukan sekaligus. Hal ini ditegaskan lagi dalam Rapat Koordinasi Sinergi Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan UMKM yang digelar di Jakarta pada 12 Agustus 2026, yang dihadiri pimpinan dan perwakilan puluhan kementerian dan lembaga. Dalam forum tersebut, sebagian besar kementerian dan lembaga menandatangani komitmen bersama untuk mendukung implementasi SAPA UMKM sebagai satu sistem pelayanan terintegrasi bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Menteri Maman menjelaskan bahwa setiap kementerian dan lembaga punya mekanisme layanan dan basis data yang berbeda, sehingga integrasinya perlu berjalan bertahap dan terukur sesuai kesiapan masing-masing institusi. Ia menegaskan, semua proses ingin dijalankan secara proporsional supaya tidak terburu-buru dan justru kurang tepat sasaran bagi pengusaha UMKM. Sejumlah capaian integrasi yang sudah berjalan sampai saat itu antara lain layanan sertifikasi halal bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) bersama pemerintah provinsi, serta aspek pengawasan bersama BPOM. Pendekatan bertahap semacam ini sebenarnya masuk akal kalau melihat kompleksitas datanya. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bahkan menyebut kehadiran SAPA UMKM sebagai bagian dari kebutuhan mendesak menjelang Sensus Ekonomi 2026, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. UMKM diperkirakan jadi kelompok usaha terbesar yang akan didata dalam sensus tersebut, sehingga keberadaan basis data tunggal ini jadi aset penting untuk memastikan intervensi pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan sampai pemetaan rantai pasok, bisa lebih presisi dan efisien. Manfaat Digitalisasi bagi Pertumbuhan UMKM Selain soal integrasi data pemerintah, kehadiran SAPA UMKM juga sejalan dengan tren yang lebih luas soal manfaat digitalisasi bagi pelaku usaha kecil. Penelitian yang ditulis Rasenda dan tim dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dalam jurnal ilmiah “Digitalisasi UMKM: Strategi dan Model Bisnis Berbasis Teknologi untuk Keberlanjutan” yang terbit di Jurnal Bisnis Digital pada Januari 2025 menyebutkan, riset dari Google dan

SELENGKAPNYA
Mengenal Saham PACK dan Cara Memantaunya lewat Aplikasi Berlisensi OJK

Mengenal Saham PACK dan Cara Memantaunya lewat Aplikasi Berlisensi OJK

Minat masyarakat terhadap pasar modal terus tumbuh setiap tahun. Semakin banyak investor pemula yang mulai mempelajari saham-saham tertentu sebelum memutuskan untuk menambah portofolionya. Salah satu saham yang cukup sering dibahas belakangan ini adalah saham PACK. Sebelum memutuskan untuk mengoleksinya, ada baiknya calon investor memahami dulu profil bisnis dan kondisi fundamental perusahaan tersebut. Memahami angka-angka fundamental menjadi bagian penting dalam menilai kondisi sebuah saham. Langkah ini membantu investor membaca kondisi perusahaan secara lebih objektif sebelum mengambil keputusan. Membaca Kondisi Fundamental Saham PACK Untuk menilai kondisi sebuah saham, investor biasanya melihat beberapa indikator utama, mulai dari valuasi seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Earnings Per Share (EPS), margin laba (gross profit margin dan operating profit margin), rasio profitabilitas seperti Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA), hingga struktur permodalan lewat Debt to Equity Ratio (DER). Khusus untuk saham PACK, angka-angka pada indikator tersebut cenderung bergerak cukup dinamis dari waktu ke waktu, mengingat pergerakan harga sahamnya sendiri tergolong fluktuatif di pasar. Karena itu, alih-alih mengacu pada angka yang bisa saja sudah tidak relevan begitu dibaca, calon investor disarankan untuk mengecek data fundamental terbaru langsung melalui sumber resmi seperti laporan keuangan perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (IDX), atau melalui fitur analisis fundamental yang tersedia di aplikasi investasi berlisensi OJK. Perlu dicatat pula, saham PACK belum memiliki riwayat pembagian dividen secara konsisten, sehingga aspek Dividend Per Share (DPS) dan dividend yield belum bisa dijadikan acuan utama. Karena itu, aspek bisnis dan perkembangan kinerja perusahaan menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih jauh oleh investor. Data fundamental hanyalah sebagian dari gambaran yang perlu dipelajari, bukan acuan tunggal untuk mengambil keputusan investasi. Pentingnya Platform yang Tepat untuk Memantau Saham Selain memahami kondisi perusahaan, investor juga membutuhkan alat bantu untuk memantau pergerakan saham secara berkala. Di sinilah peran aplikasi investasi menjadi penting. Mengingat data fundamental dan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu, investor perlu menggunakan platform yang menyediakan informasi akurat dan terkini untuk membantu mengambil keputusan. Selain itu, keamanan data pribadi dan dana investasi juga menjadi pertimbangan utama, apalagi bagi investor pemula yang baru pertama kali membuka rekening efek secara digital. Aspek legalitas menjadi kunci di sini. Aplikasi yang telah berizin resmi memastikan setiap transaksi berada dalam pengawasan otoritas yang berwenang, sehingga risiko terkait penyalahgunaan dana atau data bisa diminimalkan. Salah satu platform yang bisa digunakan adalah aplikasi saham Makmur aman dan terbaik. Aplikasi ini telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga proses transaksinya berada dalam pengawasan yang jelas. Tahapan Umum Menggunakan Aplikasi Investasi Saham Bagi investor pemula, memahami alur penggunaan aplikasi saham bisa membantu proses belajar menjadi lebih terarah. Berikut gambaran tahapannya secara umum. Tahap pertama adalah mengunduh aplikasi melalui toko aplikasi resmi di ponsel. Pastikan koneksi internet stabil agar proses pemasangan berjalan lancar. Setelah aplikasi terpasang, pengguna perlu mendaftarkan akun dan melengkapi proses verifikasi data. Dokumen identitas biasanya dibutuhkan pada tahap ini untuk memastikan keabsahan data. Setelah verifikasi selesai, pengguna perlu menunggu rekening efek diaktifkan oleh sistem. Notifikasi biasanya akan muncul begitu rekening efek sudah dapat digunakan. Setelah rekening efek aktif, tahap selanjutnya adalah menyetorkan dana awal. Banyak investor pemula memulai dari nominal kecil terlebih dahulu, lalu menambah secara bertahap sesuai kemampuan. Barulah pada tahap akhir, pengguna dapat mencari kode saham yang ingin dipantau atau ditransaksikan melalui fitur pencarian di aplikasi. Sebelum mengirim pesanan, ada baiknya memeriksa kembali detail transaksi agar sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Menjadi Investor yang Lebih Terinformasi Mengenal fundamental sebuah saham dan memahami cara kerja platform investasi adalah dua hal yang saling melengkapi. Keduanya membantu investor membangun kebiasaan mengambil keputusan berdasarkan data dan kondisi pasar yang ada. Aplikasi Makmur sendiri dikembangkan oleh tim yang memiliki pengalaman di bidang teknologi dan finansial, termasuk dari Silicon Valley dan Wall Street. Sistem keamanannya telah tersertifikasi ISO 27001 untuk menjaga data dan transaksi pengguna. Pada 2026, aplikasi ini juga tercatat meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards dari Investortrust dan InfoVesta, untuk kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online. Pada akhirnya, keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing individu. Semakin dalam pemahaman terhadap fundamental perusahaan dan semakin tepat platform yang digunakan, semakin terarah pula proses belajar investor dalam menyusun portofolionya.

SELENGKAPNYA
Tips Memilih Transportasi untuk Mendukung Operasional Bisnis Lebih Efisien

Tips Memilih Transportasi untuk Mendukung Operasional Bisnis Lebih Efisien

Salah satu keputusan yang kerap diremehkan pelaku usaha, terutama di skala UMKM, adalah soal transportasi operasional. Padahal, pilihan yang keliru di sini bisa menggerus efisiensi bisnis secara perlahan, mulai dari waktu yang terbuang hingga biaya yang membengkak tanpa disadari. Selain itu, kebutuhan transportasi operasional juga dapat berubah seiring perkembangan bisnis. Kendaraan yang kurang sesuai dengan kebutuhan dapat menghambat mobilitas, sementara biaya kepemilikan armada yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menambah beban operasional perusahaan. Sebelum memutuskan, ada beberapa hal mendasar yang perlu dipertimbangkan secara matang. Kenali Pola Operasional Bisnis Anda Langkah pertama yang perlu dilakukan bukan memilih kendaraan, melainkan memahami bagaimana bisnis Anda sebenarnya bergerak. Seberapa sering kendaraan dibutuhkan dalam seminggu? Apakah untuk mengantarkan produk ke pelanggan, menjemput bahan baku dari pemasok, atau mendukung mobilitas tim di lapangan? Jenis kebutuhan operasional ini akan sangat menentukan pilihan transportasi yang paling efisien. Bisnis dengan kebutuhan harian yang tinggi dan rute yang konsisten tentu memiliki pertimbangan berbeda dibanding usaha yang hanya memerlukan kendaraan beberapa kali dalam sebulan. Mengenali pola ini sejak awal akan menghindarkan Anda dari investasi yang tidak sebanding dengan intensitas penggunaan. Beli Mobil atau Sewa Saja? Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul dan jawabannya tidak selalu sederhana. Membeli kendaraan operasional memang memberikan kesan kepemilikan penuh dan ketersediaan kapan saja. Namun, di balik harga beli yang tampak sebagai pengeluaran satu kali, ada deretan kewajiban finansial yang terus berjalan. Di sinilah banyak pelaku usaha mulai merasakan beban yang tidak diantisipasi sejak awal. Sewa kendaraan, di sisi lain, memungkinkan bisnis untuk mengakses armada yang sesuai kebutuhan tanpa harus menanggung seluruh biaya kepemilikan. Untuk UMKM yang sedang dalam fase pertumbuhan, fleksibilitas ini bisa menjadi keunggulan strategis yang nyata. Biaya Tersembunyi yang Sering Terlupakan Inilah bagian yang paling krusial dan paling sering diabaikan saat kalkulasi awal dilakukan. Ketika memutuskan membeli kendaraan operasional, biaya yang perlu diperhitungkan tidak berhenti pada harga beli atau cicilan bulanan. Ada pajak kendaraan yang wajib dibayarkan setiap tahun, premi asuransi yang idealnya tidak boleh dilewatkan, biaya servis berkala, tambahan biaya untuk jasa pengemudi, hingga penggantian suku cadang yang semakin mahal seiring usia kendaraan. Belum lagi depresiasi nilai kendaraan yang terus menurun dari tahun ke tahun. Jika kendaraan tersebut nantinya ingin dijual atau diganti, nilai yang diperoleh kembali akan jauh dari harga awal pembelian. Ketika seluruh komponen biaya tersebut diperhitungkan, sebagian bisnis mulai mempertimbangkan layanan sewa mobil sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk mendukung kebutuhan operasional tanpa harus mengelola armada sendiri, apalagi tersedia pilihan layanan yang sudah termasuk pengemudi. Solusi ini cocok bagi bisnis yang belum memiliki cash flow yang stabil untuk menanggung biaya kepemilikan penuh. Armada Fleksibel untuk Skala Bisnis Setelah memahami kebutuhan dan kalkulasi biaya, langkah berikutnya adalah memilih mitra transportasi yang bisa mengikuti dinamika operasional bisnis Anda, bukan yang justru membatasi ruang geraknya. Di sinilah fleksibilitas layanan menjadi faktor pembeda yang penting. Bisnis tidak selalu bergerak dalam ritme yang sama setiap bulannya. Ada kalanya kebutuhan meningkat tajam, ada kalanya lebih minimal. Mitra transportasi yang baik adalah yang mampu mengakomodasi perubahan tersebut tanpa memaksa Anda terikat pada kapasitas yang tidak selalu dibutuhkan. Goldenbird dari Bluebird Group menghadirkan layanan sewa mobil yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan perjalanan bisnis. Layanan Ini dapat dimanfaatkan untuk mobilitas karyawan, kunjungan ke klien, antar-jemput tamu VVIP, airport transfer atau layanan antar jemput bandara, hingga sewa mobil business trip di berbagai kota. Goldenbird menyediakan pilihan layanan Goldenbird Standard, Goldenbird Premium, hingga Goldenbird Luxury, serta pilihan EV (electric vehicle) di setiap kategori tersebut bagi perusahaan yang membutuhkan sewa mobil listrik. Pilihan armadanya lengkap, seperti Alphard, Denza D9, Hyundai Ioniq 5, BYD M6, Innova, Zenix, dan Avanza.  Bagi perusahaan yang membutuhkan sewa mobil VIP atau rental mobil untuk perusahaan dengan standar layanan premium, tersedia berbagai pilihan kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Seluruh perjalanan didukung oleh pengemudi profesional dari Bluebird Group dan armada yang terawat. Tarif yang ditawarkan juga transparan karena telah mencakup kendaraan, driver, dan bahan bakar sesuai ketentuan layanan yang berlaku. Proses pemesanan yang mudah juga menjadi pertimbangan praktis, terutama bagi UMKM yang tidak memiliki divisi khusus untuk mengelola armada. Melalui website reservasi Goldenbird di https://reservation.bluebirdgroup.com, Anda bisa sewa mobil secara online kapan saja dengan proses mudah dan cepat.  Informasi ketersediaan armada, pilihan kendaraan, hingga detail pemesanan & harga dapat diakses dalam satu website sehingga proses reservasi jadi lebih praktis. Kalau butuh informasi lebih lanjut, Anda juga bisa hubungi Customer Care Bluebird Group via WhatsApp di nomor +62 811-1794-1234. Saat ini, layanan Goldenbird tersedia di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya & Malang, Medan, Bali, Yogyakarta, Semarang, Lombok, Balikpapan, Solo, Makassar, Manado. Kesimpulan: Transportasi Cerdas, Bisnis Lebih Efisien Memilih transportasi operasional bukan sekadar soal kendaraan. Ini adalah keputusan bisnis yang berdampak langsung pada efisiensi, arus kas, dan kapasitas tumbuh perusahaan Anda. Kenali pola kebutuhan operasional, hitung seluruh komponen biaya secara jujur, dan pertimbangkan fleksibilitas sebagai aset strategis. Bagi banyak pelaku UMKM, bermitra dengan layanan transportasi yang adaptif terbukti lebih mendorong pertumbuhan dibanding terburu-buru memiliki armada sendiri sebelum waktunya. Pada akhirnya, transportasi yang cerdas bukan yang paling mewah, melainkan yang paling sesuai dengan tahapan dan kebutuhan nyata bisnis Anda hari ini.

SELENGKAPNYA
Voucher Diskon TikTok Shop Ditanggung Siapa? Ini Penjelasannya!

Voucher Diskon TikTok Shop Ditanggung Siapa? Ini Penjelasannya!

Kalau kamu sering belanja di TikTok Shop, pasti pernah menemukan berbagai macam potongan harga saat checkout. Ada yang muncul otomatis dari platform, ada yang kamu cari sendiri dari toko, dan ada juga yang baru aktif saat kamu ikut kampanye tertentu. Pertanyaan yang sering muncul adalah: sebetulnya siapa yang menanggung biaya potongan harga ini? Apakah penjual yang rugi, atau TikTok yang menanggung semuanya? Jawabannya tidak sesederhana salah satu pihak saja. Sistem voucher di TikTok Shop dirancang dengan skema tanggung jawab yang terbagi antara platform dan penjual, tergantung jenis voucher yang digunakan. Memahami perbedaan ini penting, baik bagi kamu yang berbelanja maupun bagi yang berjualan di platform ini. Tiga Jenis Voucher dan Siapa yang Menanggungnya Meski sama-sama memberikan keuntungan bagi konsumen, setiap jenis voucher memiliki perlakuan yang berbeda dari sisi bisnis dan administrasi. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami karakteristik masing-masing voucher agar tidak keliru dalam pencatatan transaksi. 1. Diskon Platform: Ditanggung Penuh oleh TikTok Diskon platform adalah jenis potongan harga yang murni berasal dari TikTok sendiri. Dana untuk diskon ini tidak dipotong dari penghasilan penjual, melainkan disubsidi langsung oleh TikTok sebagai bentuk investasi untuk menarik lebih banyak pengguna berbelanja di platformnya. Jadi, kalau kamu melihat label “Diskon Platform” saat checkout dan harga produk turun, penjual tidak akan mengalami kerugian apapun. Pendapatan yang mereka terima tetap dihitung dari harga asal produk, bukan harga setelah potongan. TikTok yang menanggung selisihnya. Praktik ini umum dilakukan oleh platform besar sebagai strategi untuk menggaet pengguna baru, meningkatkan volume transaksi, dan bersaing dengan marketplace lain. Ini bukan kebaikan murni, melainkan investasi bisnis dari TikTok untuk mengembangkan ekosistem belanjanya. 2. Voucher Penjual: Ditanggung Penuh oleh Toko Berbeda dari diskon platform, voucher penjual adalah potongan harga yang secara sengaja dibuat oleh pemilik toko melalui TikTok Seller Center. Saat kamu menggunakan voucher jenis ini, maka sepenuhnya penjual yang menanggung biayanya. Penjual biasanya membuat voucher jenis ini untuk berbagai alasan: membersihkan stok produk yang menumpuk, menarik pembeli pertama, mempertahankan pelanggan lama, atau meningkatkan rating toko. Keputusan untuk membuat voucher ada di tangan penjual, begitu pula risikonya. Penting bagi penjual untuk menghitung margin dengan cermat sebelum menerbitkan voucher. Sebab, komisi platform dihitung dari harga produk dikurangi diskon penjual. Berdasarkan kebijakan TikTok Shop yang berlaku sejak pertengahan 2025, formula yang digunakan adalah: Biaya Komisi = (Harga Produk – Diskon Penjual) × Persentase Komisi dengan batas maksimum Rp40.000 per item. Ini berarti semakin besar diskon yang diberikan penjual, semakin kecil pula dasar perhitungan komisinya, tapi margin keuntungan mereka juga ikut menyusut. 3. Voucher Gabungan (Co-Funded): Ditanggung Bersama Jenis ketiga adalah voucher co-funded, yaitu diskon yang biayanya ditanggung bersama antara TikTok dan penjual dengan persentase tertentu. Skema ini biasanya muncul saat kampanye besar seperti Harbolnas, Mega Campaign, atau flash sale khusus yang diselenggarakan TikTok. Penjual yang ingin ikut kampanye besar tersebut perlu menyepakati persentase kontribusi diskon yang akan mereka tanggung. Sebelum mendaftar ke kampanye, TikTok biasanya sudah mencantumkan berapa persen potongan yang menjadi tanggung jawab penjual dan berapa persen yang ditanggung platform. Dengan demikian, kedua pihak sama-sama mendapat keuntungan: TikTok mendapat lebih banyak transaksi, dan penjual mendapat eksposur lebih besar. Kenapa Harus Paham Skema Ini? Bagi kamu yang berjualan di TikTok Shop, memahami siapa yang menanggung voucher bukan sekadar urusan administratif. Ini langsung berdampak pada keuntungan bersih yang kamu terima di akhir bulan. Menurut pakar pemasaran digital Aloysius Bhima Yudhistira dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), ekosistem e-commerce di Indonesia memang membuat posisi penjual, terutama UMKM, cukup rentan terhadap berbagai potongan biaya yang bertumpuk. Menurutnya, penjual perlu memahami setiap komponen biaya, mulai dari biaya komisi, biaya promosi, hingga ongkos kirim, sebelum menentukan harga jual. Ketidaktahuan soal skema biaya ini bisa membuat penjual menetapkan harga yang tidak menguntungkan tanpa mereka sadari. Senada dengan itu, Dr. Rhenald Kasali, guru besar manajemen dari Universitas Indonesia, dalam berbagai forum diskusi ekonomi digital menegaskan bahwa UMKM yang masuk ke platform digital harus mampu membaca struktur biaya platform secara menyeluruh. Ia menyebut bahwa margin yang terlihat besar di permukaan seringkali sudah terpangkas oleh berbagai potongan tersembunyi yang tidak diperhitungkan sejak awal. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting (2025) memperkuat hal ini. Studi tersebut menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dan menemukan bahwa diskon memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat beli ulang konsumen di platform e-commerce. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi diskon memang efektif mendatangkan pembeli, namun penjual perlu memastikan bahwa manfaat kenaikan volume penjualan benar-benar sepadan dengan biaya diskon yang mereka keluarkan. Voucher dan Regulasi Pemerintah Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam melihat perkembangan ekosistem e-commerce yang kian kompleks ini. Pada Juni 2026, Kementerian Perdagangan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Beleid baru ini menggantikan Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang sebelumnya mengatur sektor serupa. Salah satu poin penting dalam regulasi ini adalah kewajiban platform untuk transparan soal semua biaya yang dikenakan kepada penjual. Platform digital wajib menjelaskan seluruh komponen biaya melalui perjanjian tertulis atau kontrak elektronik, dan setiap perubahan biaya harus mendapat persetujuan penjual terlebih dahulu. Ini termasuk biaya komisi, biaya promosi, maupun skema voucher yang melibatkan kontribusi dari penjual. Lebih jauh, Permendag 19/2026 juga memberikan tanggung jawab lebih besar kepada platform untuk mengawasi praktik manipulasi harga, termasuk subsidi harga yang dinilai tidak wajar dan diskon berkepanjangan yang berpotensi mendistorsi pasar. Jika ada dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat, platform wajib berkoordinasi dengan otoritas terkait paling lambat tiga hari kerja sejak laporan diterima. Selain itu, regulasi ini mewajibkan marketplace untuk memprioritaskan produk dalam negeri dan UMKM dalam sistem pencarian, rekomendasi, serta promosi di halaman utama. Langkah ini diharapkan bisa membantu penjual lokal bersaing lebih sehat tanpa harus terus-menerus bergantung pada diskon besar yang menggerus margin mereka. Dalam konteks perlindungan UMKM, Kementerian UMKM juga sedang menyusun aturan tambahan yang akan mengatur batas wajar biaya administrasi di marketplace. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa ke depan akan ada ketentuan mengenai biaya platform serta potongan khusus bagi usaha kecil dan produk dalam negeri. Penjual juga akan mendapat pemberitahuan lebih awal jika ada kenaikan biaya admin dari platform.

SELENGKAPNYA
7 Layanan IT Terbaik yang Dikreasikan oleh GeekGarden

7 Layanan IT Terbaik yang Dikreasikan oleh GeekGarden

Biaya operasional yang membengkak menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku bisnis di era digital. Tahukah Anda bahwa IT outsourcing mampu memangkas biaya operasional hingga 85 persen per bulan?  Lebih dari sekadar efisiensi biaya, langkah ini memungkinkan bisnis untuk berkonsentrasi penuh pada pengembangan produk dan layanan inti mereka. Salah satu contoh nyata manfaatnya adalah pada penjual di platform e-commerce. Sejak Juli 2025, Shopee menerapkan biaya layanan sebesar 12,5 hingga 14 persen per transaksi, ditambah biaya tetap Rp1.250 per pesanan. Tokopedia pun mengenakan biaya bebas ongkir yang dibebankan langsung ke penjual. Bagi pelaku usaha mikro dan kecil, kenaikan ini berdampak langsung pada margin keuntungan mereka. Kondisi tersebut mendorong sebagian pemilik bisnis untuk membangun platform e-commerce sendiri. Dengan platform sendiri, seluruh margin keuntungan dari setiap transaksi masuk penuh ke bisnis, tanpa potongan dari pihak marketplace. GeekGarden menjadi salah satu pilihan bagi bisnis yang ingin mengembangkan platform digitalnya secara mandiri.  Apa itu GeekGarden? GeekGarden adalah perusahaan pengembangan IT asal Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2007. Didirikan oleh Firmansyah, GeekGarden memulai perjalanannya dengan fokus pada pasar lokal sebelum akhirnya berkembang menangani proyek-proyek berskala nasional. Sembilan tahun setelah berdiri, GeekGarden mulai merambah pasar internasional. Salah satunya, mereka memiliki koneksi bisnis dengan klien di Rusia.  GeekGarden tidak langsung terjun mengerjakan proyek begitu klien datang. Mereka memulai dengan memahami dulu akar permasalahan yang ada, baru kemudian menentukan platform dan solusi teknologi yang sesuai. Selain itu, GeekGarden juga mengedepankan komitmen kerja sama jangka panjang. Dari sisi kredibilitas, GeekGarden telah mengantongi sejumlah sertifikasi resmi yang cukup meyakinkan: GeekGarden memiliki empat nilai kerja yang mereka pegang, yaitu Fun, Famous, Creative, dan Competitive. Anda bisa membaca lebih lengkap nilai ini pada halaman About Us web GeekGarden. Nilai-nilai ini yang membentuk cara GeekGarden melayani kliennya, mulai dari startup yang baru berkembang hingga perusahaan enterprise skala besar.  Dari sisi klien, GeekGarden juga banyak mendapatkan testimoni positif. Beberapa klien mereka mengapresiasi responsivitas tim serta proaktifnya GeekGarden dalam memberikan feedback teknis dan update progres proyek. 7 Layanan IT Terbaik oleh GeekGarden GeekGarden memiliki berbagai layanan IT yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berikut beberapa di antaranya.  1. Real-Time Transaction Tracker MRA Group adalah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor seperti media, retail, hotel, dan otomotif sejak 1993 dan berpusat di Jakarta. Salah satu kebutuhan internal mereka adalah program diskon karyawan dengan merchant yang bekerja sama dengan perusahaan. Untuk mendukung program ini, MRA Group membutuhkan aplikasi web yang bisa memantau dan melacak seluruh transaksi, sehingga tidak ada selisih data.  GeekGarden mengerjakan proyek ini pada 2022, dengan tiga fitur utama yaitu employee dashboard, feedback and surveys, dan integrasi dengan sistem HR MRA Group.  2. Integrated E-Commerce App GeekGarden mengembangkan aplikasi mobile dan web untuk YADA pada 2023, platform yang memudahkan konsumen, arsitek, dan kontraktor dalam mencari dan membeli material bangunan seperti cat, keramik, semen, dan material konstruksi lainnya. Aplikasi ini terdiri dari dua modul utama, yaitu back-office untuk manajemen bisnis dan aplikasi customer. Beberapa fitur yang tersedia: 3. Enterprise Resource Planning System Mie Nyinyir mempercayakan pengembangan sistem ERP mereka kepada GeekGarden pada 2022. Sistem berbasis web app ini mengelola berbagai kebutuhan operasional bisnis mereka, yaitu:  Dengan sistem ini, Mie Nyinyir bisa mengelola operasional bisnisnya secara lebih terintegrasi dan terpantau dari satu tempat. 4. Digital Marketplace Hub Vonix, atau PT Ventura Koin Nusantara, adalah platform layanan keuangan digital untuk jual beli cryptocurrency yang didukung oleh Samuel International Group, perusahaan jasa keuangan dengan pengalaman 30 tahun di pasar modal. GeekGarden mengerjakan pengembangan website Vonix pada 2021, dengan fitur utama portfolio crypto yang memudahkan pengguna dalam memantau aset digital mereka. 5. Human Resource Information System Pulau Intan Lestari mempercayakan pengembangan sistem HRIS mereka kepada GeekGarden pada 2022. Sistem ini dirancang untuk membantu bisnis memenuhi kebutuhan HR dan meningkatkan produktivitas manajer maupun karyawan. Fitur yang tersedia:  6. Integrated ERP System GeekGarden mengembangkan sistem ERP untuk Nagamas Motor pada 2021 dengan modul yang cukup lengkap: Seluruh modul ini saling terhubung dalam satu platform, sehingga operasional bisnis otomotif Nagamas Motor bisa dikelola dan dipantau secara terintegrasi. 7. Geo-Tagging Data System GeekGarden mengembangkan web app untuk Beegarden pada 2021, yang berfungsi mengumpulkan data keanekaragaman hayati menggunakan geo-tagging untuk memetakan distribusi biodiversitas di suatu wilayah.  Fitur yang tersedia adalah: Siap Membangun Solusi Digital Bisnis Anda? Ketujuh proyek di atas hanyalah sebagian kecil dari portofolio panjang yang telah berhasil dikerjakan oleh GeekGarden. Setiap proyek mencerminkan komitmen mendalam terhadap solusi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata bisnis klien. Apakah bisnis Anda membutuhkan sistem ERP, platform e-commerce mandiri, aplikasi HRIS, atau solusi IT khusus lainnya?  GeekGarden siap menjadi mitra transformasi digital Anda, mulai dari tahap konsultasi hingga implementasi penuh.Kunjungi geekgarden.id dan diskusikan langsung dengan tim GeekGarden. 

SELENGKAPNYA
FinDay Jakarta 2026 Ungkap Kunci Operasional Bisnis yang Siap Scale Up

FinDay Jakarta 2026 Ungkap Kunci Operasional Bisnis yang Siap Scale Up

FinDay Jakarta 2026 telah diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, sebagai forum diskusi dan networking bagi para pengusaha yang tengah menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis. Acara Mekari yang salah satunya berkolaborasi dengan Menjadi Pengaruh ini mengangkat isu yang semakin relevan di dunia usaha. Ketika bisnis tumbuh pesat, sistem operasional di dalamnya belum tentu siap berkembang dengan kecepatan yang sama. Dalam praktiknya, pertumbuhan bisnis memang menjadi target banyak pengusaha, terutama di sektor retail dan F&B. Namun seiring bertambahnya cabang dan skala operasional, tantangan baru mulai bermunculan, mulai dari pengelolaan multi-outlet yang semakin kompleks, sulitnya memantau data secara menyeluruh, hingga menjaga konsistensi proses di setiap cabang.  Melalui FinDay Jakarta 2026, para peserta diajak memahami pentingnya membangun sistem operasional yang lebih terstruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan lebih stabil dan berkelanjutan. Tidak hanya menghadirkan sesi sharing dari para pembicara, FinDay Jakarta 2026 juga dirancang secara interaktif melalui diskusi langsung dan networking antar peserta. Format ini membuat acara terasa lebih dekat dengan kebutuhan pengusaha, karena peserta dapat saling bertukar pengalaman, membahas tantangan nyata di lapangan, hingga membangun koneksi bisnis baru dalam satu forum yang sama. Apa Saja yang Dibahas di FinDay Jakarta 2026? Ada beberapa topik utama yang menjadi fokus diskusi dalam acara ini. Semuanya relevan dengan tantangan yang banyak dihadapi bisnis yang sedang dalam fase berkembang. 1. Membangun Operasional yang Terstruktur Banyak bisnis yang tumbuh dengan cepat tapi tidak punya sistem operasional yang jelas. Akibatnya, setiap ada masalah, solusinya bersifat tambal sulam dan tidak bisa diulang. Di FinDay Jakarta 2026, peserta diajak untuk melihat bagaimana cara membangun struktur operasional yang bisa berjalan konsisten, bahkan ketika tim atau cabang terus bertambah. 2. Strategi Scale tanpa Kehilangan Kontrol Scale bukan hanya soal menambah outlet atau merekrut lebih banyak staf. Scale yang sehat berarti bisnis tetap bisa berjalan dengan efisien meski ukurannya makin besar. Sesi ini membahas bagaimana bisnis retail dan F&B bisa tumbuh tanpa kehilangan kontrol atas kualitas produk, layanan, dan pengelolaan keuangan. 3. Pentingnya Visibilitas Data dalam Bisnis Salah satu masalah yang sering muncul saat bisnis mulai berkembang adalah sulitnya mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi bisnis secara keseluruhan. Laporan dari satu cabang tidak sinkron dengan cabang lain, stok tidak terpantau dengan baik, atau keputusan diambil berdasarkan data yang sudah ketinggalan. Di sini, diskusi berfokus pada bagaimana teknologi bisa membantu bisnis mendapatkan visibilitas data yang akurat dan real-time. 4. Sistem Terintegrasi sebagai Fondasi Pertumbuhan Menggunakan banyak aplikasi yang tidak saling terhubung justru bisa memperlambat operasional. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sistem yang terintegrasi, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga laporan keuangan, bisa menjadi fondasi yang kuat agar bisnis siap berkembang lebih jauh. 5. Praktik yang Langsung Bisa Diterapkan Yang membuat sesi ini terasa relevan adalah pendekatannya yang praktis. Para pembicara tidak hanya berbagi teori, tapi juga membahas langkah konkret yang bisa langsung dicoba dan diterapkan di bisnis masing-masing peserta. Siapa Saja Pembicara di FinDay Jakarta 2026? Kualitas sebuah forum diskusi sangat bergantung pada siapa yang berbicara. Di FinDay Jakarta 2026, empat pembicara hadir dengan latar belakang dan perspektif yang saling melengkapi. 1. Jansen Jumino, Chief Business Officer Mekari Sebagai Chief Business Officer di Mekari, Jansen membawa perspektif strategis tentang bagaimana teknologi bisa menjadi enabler pertumbuhan bisnis. Ia berbagi tentang pola yang sering dilihat pada bisnis yang berhasil melewati fase scale dengan baik, dan apa yang biasanya membedakannya dari yang tidak. 2. Liana Oktavia, Entrepreneur Liana hadir sebagai praktisi yang sudah menjalani langsung perjalanan membangun dan mengembangkan bisnis. Perspektif yang ia bawa sangat ground-level karena didasarkan pada pengalaman nyata, bukan hanya teori. Ini membuat paparannya terasa relevan bagi pengusaha yang sedang menghadapi tantangan serupa. 3. Jeremmy Joseph, Head of Sales Mekari Dari posisinya sebagai Head of Sales, Jeremmy memiliki pandangan langsung tentang apa yang dicari bisnis-bisnis berkembang dalam sebuah solusi operasional. Ia berbagi tentang pola kebutuhan yang sering muncul di berbagai jenis bisnis dan bagaimana pendekatan berbasis data bisa membantu tim sales maupun operasional bekerja lebih efisien. 4. M. Ariau Akbar, AVP Product Manager Mekari Sebagai AVP Product Manager, Ariau membahas sisi teknologi dari sudut pandang pengembangan produk. Ia menjelaskan bagaimana fitur-fitur dalam platform Mekari dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata bisnis yang sedang berkembang, bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Lebih dari Sekadar Seminar Kalau kamu membayangkan FinDay Jakarta 2026 sebagai acara di mana peserta hanya duduk mendengarkan presentasi, gambarannya tidak terlalu tepat. Suasana yang terbangun jauh lebih hidup dari itu. Diskusi berlangsung dua arah. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi kondisi bisnis mereka sendiri, dan mendapat respons langsung dari para pembicara. Banyak percakapan yang kemudian berlanjut secara informal di sela-sela sesi, di mana sesama pelaku bisnis saling bertukar kontak dan pengalaman. Sesi networking juga menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Di sinilah koneksi baru terbentuk antara pemilik bisnis dari berbagai latar belakang industri. Ada yang baru merintis, ada yang sudah mengelola beberapa outlet, ada juga yang sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem baru. Perbedaan tahap pertumbuhan ini justru membuat diskusinya kaya karena setiap orang membawa sudut pandang yang berbeda. Ruang acara yang dirancang untuk mendukung interaksi ini membuat siapa pun yang hadir merasa bisa terlibat langsung, bukan sekadar menjadi penonton. Ini sejalan dengan semangat yang coba dibangun oleh Menjadi Pengaruh: komunitas yang tumbuh bersama, bukan hanya berkumpul. Penutup FinDay Jakarta 2026 membuktikan bahwa kebutuhan akan diskusi yang mendalam tentang operasional bisnis memang nyata dan banyak diminati. Kehadiran para peserta yang antusias, diskusi yang berlangsung hangat, dan wawasan yang dibagikan para pembicara menjadikan acara ini lebih dari sekadar event networking biasa. Melalui FinDay Jakarta 2026, Mekari dan Menjadi Pengaruh menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi yang bermakna bagi pelaku bisnis. Bukan hanya tentang produk atau solusi teknologi, tapi tentang bagaimana bisnis bisa membangun operasional yang benar-benar siap menghadapi pertumbuhan ke depan. Kalau kamu melewatkan acara ini, pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan berikutnya, ya!

SELENGKAPNYA
Tidak Semua Orang Untung dari Crypto, Tapi Semua Bisa Belajar

Tidak Semua Orang Untung dari Crypto, Tapi Semua Bisa Belajar

Kalau dipikir-pikir, banyak orang masuk ke dunia crypto bukan karena paham, tapi karena penasaran. Melihat orang lain profit, lalu ikut mencoba. Di titik ini, keputusan paling masuk akal sebenarnya sederhana, mulai dari hal yang aman, seperti memilih aplikasi yang aman dan legal untuk beli bitcoin agar tidak terjebak platform abal-abal sejak awal. Namun setelah masuk, barulah terasa bahwa dunia crypto tidak sesederhana yang terlihat. Harga bisa berubah cepat, sentimen bisa bergeser dalam hitungan jam. Karena itu, penting juga untuk tidak hanya mengandalkan feeling, tapi rutin membaca berita kripto hari ini dari sumber terpercaya Indonesia supaya kamu tidak tertinggal informasi penting yang bisa memengaruhi keputusan. Banyak yang tidak siap dengan kenyataan bahwa rugi adalah bagian dari proses. Mereka datang dengan ekspektasi tinggi, tapi tidak dibekali pemahaman yang cukup. Padahal, dalam dunia crypto, belajar dari kesalahan justru jadi hal yang paling berharga. Belajar dari Kerugian, Bukan Menyesalinya Hampir semua investor crypto pernah mengalami kerugian, terutama di awal. Bukan karena market “jahat”, tapi karena kurang pengalaman. Kesalahan yang sering terjadi: Alih-alih menyesal, lebih baik jadikan itu sebagai pelajaran. Dari situ, kamu akan mulai memahami pola market dan cara menghindari kesalahan yang sama. Tidak Semua Harus Jadi Trader Banyak pemula berpikir bahwa satu-satunya cara menghasilkan uang dari crypto adalah dengan trading aktif. Padahal, tidak semua orang cocok dengan gaya tersebut. Ada alternatif lain: Menemukan gaya yang sesuai jauh lebih penting daripada memaksakan diri mengikuti orang lain. Waktu Lebih Penting dari Timing Banyak orang sibuk mencari “waktu terbaik” untuk masuk market. Padahal, sering kali yang lebih penting adalah berapa lama kamu bertahan di market tersebut. Dengan pendekatan jangka panjang: Ini bukan soal cepat, tapi soal konsisten. Sadar Batas dan Kendali Diri Crypto bisa sangat menarik, bahkan cenderung membuat ketagihan. Melihat grafik naik turun, mengejar momentum, dan berharap profit cepat bisa membuat seseorang lupa batas. Karena itu, penting untuk: Mengendalikan diri justru menjadi skill paling penting dalam dunia ini. Dunia crypto bukan hanya tentang untung dan rugi, tapi tentang proses belajar yang terus berjalan. Tidak semua orang langsung berhasil, tapi semua orang punya kesempatan untuk berkembang. Kalau kamu bisa sabar, belajar dari kesalahan, dan tidak mudah terbawa emosi, maka kamu sudah selangkah lebih maju dibanding banyak orang. Disclaimer Aset kripto memiliki risiko tinggi dengan volatilitas yang sangat cepat. Tulisan ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan sebagai ajakan untuk melakukan pembelian atau penjualan aset tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing individu, termasuk segala potensi keuntungan maupun kerugian yang mungkin terjadi.

SELENGKAPNYA

10 Rekomendasi Software Pembukuan Terbaik untuk UMKM di Indonesia

Mengelola keuangan adalah salah satu tantangan terbesar bagi pelaku UMKM di Indonesia. Banyak bisnis masih menggunakan cara manual seperti Excel atau pencatatan di buku, yang berisiko menimbulkan kesalahan dan sulit dianalisis.  Oleh karena itu, penggunaan software pembukuan menjadi solusi penting untuk membantu bisnis lebih rapi, efisien, dan siap berkembang. Saat ini, sudah banyak software pembukuan yang dirancang khusus untuk UMKM dengan fitur yang mudah digunakan, harga terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis di Indonesia. Berikut beberapa rekomendasi software pembukuan yang bisa dipertimbangkan. 1. Kledo Kledo adalah software pembukuan asal Yogyakarta berbasis cloud yang dibuat khusus untuk UMKM. Aplikasi ini menawarkan fitur seperti pencatatan transaksi otomatis, laporan keuangan lengkap, serta manajemen persediaan. Dengan fitur laporan keuangannya, pengguna bisa melihat data keuangan dari mana saja dan kapan saja dan mengolahnya untuk berbagai hal, seperti menghitung HPP produk atau menghitung break even point dengan rumus BEP. Karena khusus ditujukan untuk UMKM dan bisnis skala kecil hingga menengah, aplikasi ini dibekali dengan antarmuka yang user-friendly dan mudah dinavigasi oleh pemula sekalipun. Fitur: Kelebihan: 2. Mekari Jurnal Mekari Jurnal merupakan salah satu software pembukuan populer di Indonesia yang membantu otomatisasi pembukuan dan pelaporan keuangan. Aplikasi ini cocok untuk UMKM yang kebutuhan transaksinya sudah rumit, karena mengusung fitur-fitur yang lengkap seperti analisis AI. Karena itu, harga berlangganannya juga tergolong cukup tinggi. Fitur: Kelebihan: 3. Zahir Accounting Zahir adalah software pembukuan lokal yang sudah lama digunakan oleh berbagai jenis bisnis di Indonesia, termasuk UMKM. Aplikasi ini memiliki ekosistem POS dan ERP, serta berbahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris. Fitur: Kelebihan: 4. BeeAccounting BeeAccounting adalah software pembukuan yang bisa digunakan secara offline dan tersedia dalam versi gratis untuk UMKM. Tidak seperti kebanyakan software lainnya, BeeAccounting menggunakan sistem lisensi sekali bayar, yang artinya Anda cukup membeli sekali saja tanpa mengurus biaya bulanan. Kekurangan model pembayaran seperti ini adalah Anda membutuhkan investasi yang lebih tinggi di awal.  Fitur: Kelebihan: 5. Wave Accounting Wave adalah software pembukuan gratis berbasis cloud yang banyak digunakan oleh freelancer. Aplikasi ini memiliki tampilan yang sederhana sehingga mudah digunakan. Namun, jika bisnis Anda ingin menerima pembayaran melalui kartu kredit, maka ada biaya admin per transaksi yang harus diperhatikan. Fitur: Kelebihan: 6. Xero Xero merupakan software pembukuan internasional yang cukup populer di kalangan startup dan bisnis berkembang. Hanya saja, harga paket berlangganannya tergolong tinggi dan paket terendahnya memiliki keterbatasan jumlah tagihan dan invoice yang bisa dibuat. Fitur: Kelebihan: 8. QuickBooks QuickBooks adalah software pembukuan global yang banyak digunakan oleh UMKM hingga bisnis berkembang. Aplikasi ini memiliki ratusan integrasi dengan aplikasi bisnis lainnya dan terus diperbarui. Namun, ada keterbatasan jumlah pengguna untuk setiap paket berlangganannya.  Fitur: Kelebihan: 9. Zoho Books Zoho Books adalah software pembukuan berbasis cloud dengan fitur lengkap dan harga yang cukup kompetitif. Namun seperti QuickBooks, ada batasan jumlah pengguna di setiap paketnya. Sehingga jika Anda mengelola keuangan bersama beberapa tim lainnya, mungkin Anda perlu meng-upgrade harga langganan.  Fitur: Kelebihan: 10. HashMicro Accounting HashMicro Accounting adalah software pembukuan berbasis cloud yang merupakan bagian dari sistem ERP terintegrasi.  Software ini banyak digunakan oleh bisnis yang membutuhkan sistem keuangan yang lebih kompleks dan terhubung dengan berbagai operasional lain seperti inventory, HR, hingga CRM.  Fitur: Kelebihan: Memilih software pembukuan yang tepat adalah langkah penting bagi UMKM untuk mengelola keuangan secara lebih profesional dan terstruktur.  Dengan berbagai pilihan yang tersedia, setiap bisnis dapat menyesuaikan software berdasarkan kebutuhan, skala usaha, serta kompleksitas operasional yang dijalankan. Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan memiliki keunggulan lebih.  Oleh karena itu, mulailah beralih ke software pembukuan sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan dan perkembangan bisnis.

SELENGKAPNYA

Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Benar

Gaji merupakan hak setiap karyawan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan dan dilindungi oleh Undang-Undang. Perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan gaji dengan layak sesuai UMK yang berlaku agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan baik. Untuk itu, perusahaan harus mengetahui cara menghitung gaji karyawan dengan benar hak karyawan dapat dipenuhi dengan baik. Lalu bagaimana cara menghitung gaji karyawan yang benar ini? Yuk simak penjelasannya di bawah ini: Apa Saja Komponen Gaji Karyawan? Gaji karyawan adalah total kompensasi yang perusahaan bayar kepada pekerja berdasarkan kontrak kerja. Gaji ini mencakup komponen tetap dan variabel yang membentuk struktur penghasilan. Komponen utama gaji: Dari komponen-komponen yang ada di dalam gaji karyawan ini, nantinya dapat diperoleh nominal gaji kotor hingga gaji bersih karyawan. Dasar Hukum Perhitungan Gaji Karyawan Dasar hukum perhitungan gaji di Indonesia adalah Undang-Undang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 36 Tahun 2021. Dari UU Ketenagakerjaan dan PP Nomor 36 Tahun 2021 diketahui beberapa informasi berikut ini, yakni: Rumus Perhitungan Gaji Karyawan Dalam menghitung gaji karyawan, perusahaan harus menggunakan rumus dengan tepat. Secara umum, rumus menghitung gaji karyawan adalah total pendapatan dikurangi potongan-potongan. Berikut rumus dasar yang dimilikinya: Rumus dasar: Gaji Bersih = (Gaji Pokok + Tunjangan + Lembur + Bonus) – (PPh 21 + BPJS + Potongan lain) Dari rumus ini diketahui informasi sebagai berikut: Gaji pokok : dasar perhitungan utama gaji karyawan Tunjangan : Menjadi komponen yang menambah gaji karyawan Lembur : Kompensasi yang didapatkan karyawan atas jam kerja tambahan di luar jam kerja utama PPh 21: Komponen potongan gaji dari pajak penghasilan karyawan BPJS : Komponen gaji yang mengurangi jaminan sosial karyawan Contoh Perhitungan Gaji Karyawan Untuk memudahkan Anda dalam menghitung gaji karyawan, berikut contoh perhitungan gaji karyawan yang dapat menjadi referensi untuk Anda: Contoh kasus: Alina bekerja sebagai Social Media Manager di perusahaan AGH dengan rincian penghasilan sebagai berikut: Lalu berapa gaji bersih yang dibawa pulang oleh Alina? Berikut jawabannya: Perhitungan: Dari perhitungan ini, dapat diketahui bahwa gaji bersih yang didapatkan oleh Alina adalah Rp6.000.000. Cara Menghitung Upah Lembur Karyawan Selain menghitung gaji bersih karyawan, penting juga bagi perusahaan untuk mengetahui cara menghitung upah lembur karyawan. Seperti yang diketahui, lembur menjadi salah satu komponen penting yang ada dalam perhitungan gaji karyawan. Lalu bagaimana cara menghitung upah lembur karyawan? Untuk menghitung upah lembur ini dapat menggunakan tarif per jam sesuai upah bulanan dan jumlah jam kerja. Berikut rumusnya: Rumus lembur: Upah per jam = 1/173 × gaji bulanan Faktor lembur: Contohnya adalah Alina melakukan lembur selama 3 jam pada hari Jumat dengan gaji Rp4.000.000 per bulan, berapa upah lembur yang didapatkan oleh Alina? Berikut jawabannya: Lembur 1 jam pertama = 1,5 x 1/173 x 1 jam x Rp 4.000.000 = Rp 34.682 Lembur jam kedua = 2 x 1/173 /x 2 jam x Rp 4.000.000 = Rp 92.485 Jadi, total upah lembur yang didapatkan Alina adalah Rp34.682 + Rp92.485 = Rp127.167 Hitung Gaji Karyawan Lebih Mudah dengan GajiHub Menghitung gaji karyawan masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Padahal gaji ini menjadi bagian penting yang menentukan kesejahteraan karyawan. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, menghitung gaji karyawan bisa dilakukan secara mudah dan otomatis. Caranya adalah dengan menggunakan software payroll dari GajiHub. GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi dengan berbagai fitur terbaik yang akan memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda. GajiHub memiliki fitur terlengkap di mana tidak hanya memudahkan pengelolaan gaji karyawan, tetapi komponen-komponen gaji lainnya, di antaranya lembur karyawan, BPJS, PPh 21, hingga employee self service. Selain itu, GajiHub juga dilengkapi dengan fitur rekrutmen di mana memudahkan Anda dalam merekrut karyawan, mulai dari membuat postingan informasi lowongan kerja, menyeleksi berkas lamaran kerja seperti cover letter, CV, portofolio, hingga memudahkan untuk proses interview dan onboarding karyawan. Dengan GajiHub, semua jadi serba otomatis sehingga Anda bisa menggunakan waktu yang dimiliki untuk kebutuhan lainnya. Kesimpulan Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai cara menghitung gaji karyawan dengan benar. Dengan perkembangan teknologi yang ada, menghitung gaji karyawan saat ini dapat dilakukan dengan mudah dan otomatis dengan teknologi bernama software payroll. GajiHub menjadi rekomendasi software payroll terbaik yang memudahkan pengelolaan penggajian karyawan. Jadi, Anda tidak perlu lagi melakukan perhitungan gaji ini secara manual di mana risiko kesalahannya cukup tinggi. Dengan GajiHub, perhitungan gaji lebih mudah dan cepat, jadi, waktu yang dimiliki dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.

SELENGKAPNYA

4 Strategi Penetapan Harga Produk PIRT agar Kompetitif

Tantangan yang dihadapi hampir semua pelaku UMKM adalah menentukan harga jual yang tepat setelah memiliki izin PIRT.  Harga yang terlalu tinggi membuat produk sulit bersaing, sementara harga yang terlalu rendah membuat usaha tidak bisa bertahan dalam jangka panjang. Di sinilah banyak pelaku usaha rumahan terjebak, karena penetapan harga sering kali dilakukan berdasarkan perkiraan, bukan perhitungan yang sistematis. Artikel ini menyajikan panduan taktis untuk menentukan harga jual produk rumahan secara terstruktur. Mulai dari strategi utama penetapan harga, komponen biaya yang sering luput dari perhitungan, cara meningkatkan daya saing tanpa menurunkan harga, hingga panduan evaluasi harga secara berkala. Strategi Utama Penetapan Harga Produk PIRT agar Kompetitif Setiap pendekatan punya kelebihan dan kondisi yang paling sesuai untuk diterapkan. Berikut empat strategi utama yang bisa kamu jadikan acuan. 1. Cost-Plus Pricing: Harga Berbasis Biaya Produksi Strategi ini adalah titik awal yang paling umum digunakan oleh pelaku usaha pemula. Caranya sederhana: hitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk, lalu tambahkan persentase margin keuntungan yang kamu inginkan. Misalnya, total biaya produksi satu toples keripik singkong adalah Rp15.000, termasuk bahan baku, kemasan, dan biaya operasional. Jika kamu menetapkan margin keuntungan 40%, maka harga jualnya adalah Rp21.000. Rumus dasarnya: Harga Jual = Total Biaya Produksi + (Total Biaya Produksi × Persentase Margin) Kelebihan strategi ini adalah kamu bisa memastikan setiap produk yang terjual menghasilkan keuntungan. Kekurangan, strategi ini tidak mempertimbangkan kondisi pasar, sehingga harga yang dihasilkan bisa saja terlalu tinggi atau terlalu rendah dibanding kompetitor. 2. Competitor-Based Pricing: Harga Berbasis Riset Pasar Strategi ini mengharuskan kamu melakukan riset harga pasar untuk produk sejenis sebelum menetapkan angka. Kamu bisa melakukannya dengan memantau harga produk kompetitor di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, mengunjungi toko ritel lokal di sekitar wilayah produksi, atau mengecek harga di media sosial. Dari data tersebut, kamu bisa memposisikan produkmu di bawah, setara, atau di atas rata-rata harga pasar, tergantung pada kualitas dan nilai tambah yang kamu tawarkan. Dr. Ir. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., ekonom pertanian dari Universitas Gadjah Mada, menyatakan bahwa pelaku usaha pangan skala kecil sering kali menetapkan harga terlalu rendah karena mengikuti harga pesaing tanpa memperhitungkan struktur biaya sendiri. Menurutnya, riset kompetitor harus digunakan sebagai referensi pembanding, bukan sebagai patokan utama penetapan harga, karena setiap usaha memiliki struktur biaya yang berbeda. (Sumber: Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM) 3. Value-Based Pricing: Harga Berbasis Nilai Produk Strategi ini paling efektif diterapkan ketika produkmu memiliki keunggulan yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen. Keunggulan tersebut bisa berupa formula tanpa pengawet, bahan baku organik bersertifikat, kemasan premium, resep turun-temurun, atau proses produksi yang terjamin kebersihannya sesuai standar PIRT. Dengan value-based pricing, kamu tidak perlu bersaing di level harga terendah. Kamu menawarkan alasan yang kuat mengapa produkmu layak dihargai lebih tinggi, dan konsumen yang tepat akan memahami serta menghargai hal itu. Pendekatan ini sejalan dengan temuan dalam studi yang diterbitkan di Journal of Small Business Management (Vol. 60, Issue 3, 2022), yang meneliti strategi penetapan harga pada usaha pangan skala kecil di negara berkembang. Penelitian tersebut menemukan bahwa pelaku usaha yang mengkomunikasikan nilai produk secara konsisten kepada konsumen mampu mempertahankan harga jual yang lebih tinggi dibanding kompetitor, sekaligus mencapai tingkat loyalitas pelanggan yang lebih baik. (Sumber: Journal of Small Business Management, Wiley-Blackwell) 4. Psychological Pricing: Harga yang Bekerja Secara Psikologis Strategi ini memanfaatkan cara kerja persepsi konsumen terhadap angka harga. Penelitian perilaku konsumen sudah lama menunjukkan bahwa harga Rp19.900 terasa jauh lebih terjangkau dibanding Rp20.000, meskipun selisihnya hanya Rp100. Beberapa penerapan yang umum digunakan: Psychological pricing paling efektif dikombinasikan dengan strategi lain, bukan digunakan sebagai satu-satunya pendekatan. Komponen Biaya yang Sering Terlupakan oleh Produsen PIRT Banyak pelaku usaha hanya memperhitungkan harga bahan baku, padahal ada sejumlah komponen biaya lain yang perlu masuk ke dalam kalkulasi. 1. Biaya Overhead Biaya overhead mencakup pengeluaran operasional yang tidak langsung terkait dengan proses produksi, namun tetap ada dan perlu diperhitungkan. Contohnya adalah tagihan listrik yang meningkat saat kompor, oven, atau peralatan masak digunakan dalam waktu lama, konsumsi air bersih untuk mencuci bahan baku dan peralatan, serta penggunaan gas untuk proses memasak atau menggoreng. Cara paling praktis untuk menghitungnya adalah dengan mencatat total tagihan utilitas bulanan, lalu mengalokasikan proporsi yang digunakan untuk kegiatan produksi. Jika 40% waktu penggunaan listrik di rumahmu dipakai untuk keperluan produksi, maka 40% dari tagihan listrik bulanan masuk sebagai biaya overhead produksi. 5. Penyusutan Alat Produksi Peralatan seperti kompor, wajan, blender, sealer kemasan, timbangan, dan loyang tidak bertahan selamanya.Setiap kali digunakan, nilainya berkurang sedikit demi sedikit. Jika kamu tidak memperhitungkan penyusutan ini ke dalam harga jual, pada akhirnya kamu yang menanggung biaya penggantian alat dari keuntungan usaha. Rumus sederhana menghitung penyusutan per unit produk: Biaya Penyusutan per Bulan = Harga Beli Alat ÷ Masa Pakai (dalam bulan) Hasil perhitungan ini kemudian dibagi dengan total unit produksi dalam sebulan untuk mendapatkan nilai penyusutan per unit produk. 6. Biaya Pemasaran dan Kemasan Stiker label, plastik food grade, toples atau wadah kemasan, dus pengiriman, hingga biaya iklan di media sosial atau marketplace adalah komponen yang nyata dan perlu dialokasikan ke dalam struktur biaya. Seringkali, biaya kemasan dianggap kecil dan diabaikan, padahal dalam skala produksi tertentu nilainya cukup signifikan. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, setiap produk pangan yang beredar wajib mencantumkan informasi tertentu pada label kemasan, termasuk nama produk, komposisi, berat bersih, nama produsen, tanggal kedaluwarsa, dan nomor izin edar.  7. Upah Tenaga Kerja, Termasuk Waktu Pemilik Usaha Ini adalah komponen yang paling sering tidak diperhitungkan oleh pelaku usaha rumahan. Banyak pemilik usaha menganggap waktu yang mereka curahkan untuk memasak, mengemas, dan mendistribusikan produk bukan sebagai biaya, melainkan sebagai bagian dari rutinitas. Padahal, waktu memiliki nilai ekonomi. Jika kamu menghabiskan 8 jam sehari untuk produksi dan mengelola usaha, hitung berapa nilai waktu tersebut berdasarkan upah minimum regional (UMR) di daerahmu atau berdasarkan tarif jasa yang berlaku di industri serupa. Nilai tersebut harus masuk ke dalam komponen biaya tenaga kerja. Contoh Penetapan Harga Keripik Singkong PIRT Contohnya Ibu Sari memproduksi keripik singkong kemasan 150 gram di rumah.  Sebelum menentukan harga jual, ia perlu menghitung semua

SELENGKAPNYA