Kalau ngomongin obat herbal masuk angin di Indonesia, pasti yang pertama kebayang adalah Tolak Angin.
Brand legendaris ini udah jadi semacam default choice buat banyak orang.
Bahkan, tagline ikoniknya, “Orang Pintar Minum Tolak Angin”, udah nempel banget di kepala masyarakat.
Tapi, pernah kepikiran gak, kenapa bisa segitunya?
Apa rahasia strategi pemasaran Tolak Angin sampai jadi top of mind brand bukan cuma di Indonesia, tapi juga mulai ekspansi ke pasar global?
Di artikel ini, kita bakal bongkar tuntas strategi pemasaran Tolak Angin, gimana mereka build brand step by step, dan kenapa sekarang Tolak Angin bisa go internasional.
Apa Itu Tolak Angin?
Buat yang belum tahu, Tolak Angin adalah produk herbal dari PT Sido Muncul yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.
Komposisinya dari bahan alami kayak jahe, kayu manis, temulawak, dan peppermint.
Kombinasi yang dipercaya ampuh buat meredakan masuk angin, perut kembung, mual, sampai pusing.
Produk ini hadir dalam berbagai varian: Tolak Angin Cair, Sirup, sampai Lozenges alias permen herbal.
Jadi, gampang banget dipilih sesuai kebutuhan dan selera konsumen.
Bagaimana Tolak Angin Bisa Jadi Top of Mind?
Menjadi top of mind artinya merek itu jadi pilihan pertama yang muncul di benak konsumen saat menyebut suatu kategori produk.
Dalam kasus ini, saat orang bilang “masuk angin”, yang langsung kepikiran ya Tolak Angin.
Tapi pencapaian ini gak terjadi secara kebetulan.
Ada proses bertahap yang dilalui, yang dalam dunia branding dikenal dengan brand awareness ladder.
Yuk kita bedah satu per satu tahapannya dan gimana Tolak Angin menaklukkannya:
1. Unaware Brand
Di tahap awal ini, konsumen belum tahu sama sekali bahwa Tolak Angin itu ada. Ini fase paling dasar dalam brand awareness.
Apa yang dilakukan Tolak Angin?
- Distribusi awal ke apotek & warung: Biar orang lihat dulu produk ini di rak.
- Promosi offline sederhana: Seperti brosur, spanduk, sampai sponsor kegiatan lokal.
- Sampling gratis: Mereka juga aktif bagi-bagi sampel gratis di acara kesehatan dan pasar.
Tujuannya bikin orang sadar dulu bahwa ada produk herbal bernama Tolak Angin.
2. Brand Recognition
Di tahap ini, orang mulai kenal nama Tolak Angin. Mungkin belum paham banget kegunaannya, tapi kalau lihat logo kuning-hijau dan tulisan khasnya, mereka mulai ngeh.
Strategi Tolak Angin:
- Logo dan warna khas: Desain kemasan dengan warna kuning-hijau dan font tegas bikin gampang diingat.
- Slogan ikonik: “Orang Pintar Minum Tolak Angin” mulai disebar lewat iklan TV dan radio.
- Testimoni & edukasi: Di iklan mereka sering munculin dokter atau ahli herbal buat jelasin manfaatnya.
Tujuannya membentuk identitas visual dan audio yang konsisten, supaya orang gampang ngenalin produk ini di antara kompetitor.
3. Brand Recall
Nah, di tahap ini, orang udah bisa nginget Tolak Angin tanpa harus lihat iklannya. Misalnya, kalau ditanya: “Sebut merek obat herbal buat masuk angin!”, banyak yang langsung jawab Tolak Angin.
Strategi yang dipakai:
- Iklan berulang & konsisten: Mereka gak ganti-ganti slogan, bahkan dari tahun ke tahun iklannya tetap bawa nuansa yang sama.
- Varian produk: Ada Tolak Angin Cair, Sirup, Anak, sampai Lozenges. Jadi orang makin familiar karena sering lihat di berbagai bentuk.
- Edukasi terus-menerus: Lewat konten kesehatan di media sosial, artikel, dan kerja sama dengan influencer kesehatan.
Tujuannya memperkuat ingatan konsumen supaya mereka spontan nyebut Tolak Angin saat ngomongin masuk angin.
4. Top of Mind Brand
Ini puncak pencapaian! Saat orang ngomong “masuk angin”, yang pertama kali muncul di kepala mereka adalah Tolak Angin.
Bahkan banyak yang udah nganggepnya kayak “default solution” buat gejala masuk angin.
Strategi Final:
- Brand ambassador & kampanye nasional: Mereka sering sponsorin acara besar, konser, olahraga, dll.
- Kolaborasi dengan influencer: Biar brandnya tetap relevan sama generasi muda.
- Ekspansi ke luar negeri: Supaya brand ini juga dikenal global dan makin dipercaya di dalam negeri.
Tujuannya mengokohkan posisi sebagai pilihan utama konsumen, bahkan sebelum mereka mempertimbangkan merek lain.
Tolak Angin sukses jadi top of mind karena konsistensi branding, iklan yang kuat, distribusi luas, dan edukasi pasar yang terus-menerus.
Mereka gak cuma jual produk, tapi bangun persepsi kuat bahwa “kalau masuk angin, solusinya ya Tolak Angin.”
Proses ini butuh waktu panjang, tapi dengan strategi pemasaran yang tepat dan konsisten, mereka berhasil menempati posisi puncak di benak konsumen.
Ekspansi Tolak Angin ke Pasar Global
Ekspansi Tolak Angin ke pasar global jadi salah satu langkah besar yang patut diperhitungkan.
Produk herbal asal Indonesia ini kini gak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga sudah menembus pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika dan Eropa.
Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan produk herbal di dunia, di mana banyak konsumen global mulai mencari alternatif alami untuk menjaga kesehatan.
Menariknya, target pasar Tolak Angin bukan hanya diaspora Indonesia, tetapi juga masyarakat internasional yang membutuhkan herbal praktis untuk mencegah masuk angin.
Strategi yang digunakan pun cukup matang, mulai dari menyesuaikan desain kemasan agar lebih internasional, mengantongi sertifikasi kesehatan global, hingga aktif berpartisipasi dalam pameran kesehatan dunia.
Dalam lima tahun terakhir, terutama sejak tren gaya hidup wellness semakin populer, ekspansi ini semakin agresif.
Tolak Angin juga memaksimalkan digital marketing global, bekerja sama dengan distributor lokal, serta menguatkan branding sebagai “Herbal Original dari Indonesia.”
Dengan strategi ini, Tolak Angin bukan hanya top of mind di Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu produk herbal yang dikenal dan dipercaya di dunia.
Ekspansi Tolak Angin Kemana Saja?
Tolak Angin bukan lagi sekadar obat herbal khas Indonesia yang hanya bisa ditemui di warung atau apotek dalam negeri.
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat berbasis herbal, produk andalan Sido Muncul ini berhasil menembus pasar global. Kemana saja?
1. Filipina
Ekspor perdana Tolak Angin ke Filipina diumumkan oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.
Selain membuktikan bahwa produk herbal Indonesia bisa diterima pasar luar negeri, mereka menggandeng artis terkenal Kris Aquino sebagai brand ambassador untuk memperkuat brand awareness di Filipina. Hal ini menjadi titik awal ekspansi Tolak Angin ke ASEAN.
2. Arab Saudi
Pada Agustus 2020, Tolak Angin sejak itu resmi diekspor ke Arab Saudi.
Pelepasan ekspor perdana dilakukan via streaming dari pabrik di Semarang dan markas Sido Muncul di Jakarta.
Keberhasilan ini tak lepas dari pemenuhan dua persyaratan utama yaitu sertifikasi keamanan pangan/halal dan uji toksisitas.
Arab Saudi menjadi pintu masuk penting ke wilayah Timur Tengah.
3. Negara-negara Lain: Asia, Afrika, dan Barat
Menurut laporan internasional, Tolak Angin juga dipasarkan di beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, Nigeria, Hong Kong, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat.
Meskipun sebagian kontribusi ekspor baru sekitar 5% dari total penjualan di 2014, hal ini menandakan kehadiran produk di berbagai belahan dunia.
4. Africa
Tolak Angin gak berhenti di Afrika Barat, seperti Nigeria, tetapi juga merambah ke Afrika Timur.
Sido Muncul merencanakan penetrasi pasar Kenya sebagai titik masuk, diikuti pengiriman ke Tanzania dan Uganda pada kuartal I 2024.
Desain kemasan produk pun disesuaikan agar makin diterima oleh konsumen lokal.
5. Tahun 2025 dan Ekspansi Skala Lebih Besar
Menurut laporan kuartal I–II 2025, Sido Muncul telah memperluas distribusi produk ke lebih dari 30 negara.
Dengan pertumbuhan ekspor naik menjadi 10% dari total penjualan, dibandingkan 7% di tahun sebelumnya.
Pasar strategis yang berada di puncak pertumbuhan: Nigeria, Malaysia, dan Filipina.
5 Strategi Pemasaran Tolak Angin yang Bikin Sukses
Ada strategi pemasaran jitu di balik popularitasnya. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran yang bikin Tolak Angin tetap eksis dan relevan di tengah persaingan.
1. Konsistensi Branding
Salah satu kunci sukses Tolak Angin ada pada branding yang konsisten.
Logo khas dengan warna kuning-hijau, kemasan yang familiar, serta slogan yang tak pernah berubah membuat produk ini mudah dikenali.
Konsistensi ini menciptakan rasa familiar di benak konsumen, sehingga membangun kepercayaan.
Bahkan, ketika orang melihat warna kuning-hijau di rak toko, asosiasi dengan Tolak Angin langsung muncul secara otomatis.
2. Kampanye Iklan yang Ikonik
Siapa yang gak kenal dengan tagline legendaris “Orang Pintar Minum Tolak Angin”? Iklan ini sederhana, mudah diingat, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Bukan hanya sekedar promosi, kampanye ini berhasil menanamkan pesan bahwa mengkonsumsi Tolak Angin adalah pilihan cerdas untuk menjaga kesehatan.
Keikatan emosional inilah yang membuat pesan iklan bertahan lama di benak audiens.
3. Penetrasi Pasar yang Luas
Tolak Angin gak hanya terbatas dijual di apotek. Produk ini juga mudah ditemukan di minimarket, warung kelontong, hingga platform e-commerce.
Strategi distribusi yang luas ini memastikan konsumen bisa mendapatkannya kapanpun dan dimanapun dibutuhkan.
Misalnya, ketika seseorang merasa masuk angin saat perjalanan, ia gak perlu repot mencari. Karena Tolak Angin ada hampir di setiap titik penjualan.
4. Kolaborasi dengan Influencer
Agar tetap relevan dengan generasi muda, Tolak Angin juga menggandeng influencer di bidang kesehatan maupun lifestyle.
Kolaborasi ini membuat brand yang identik dengan jamu tradisional terlihat lebih modern dan kekinian.
Misalnya, ketika influencer membagikan pengalaman mereka minum Tolak Angin setelah begadang atau traveling, audiens jadi merasa lebih dekat dan percaya pada produk.
5. Digital Marketing & Media Sosial
Tolak Angin tidak ketinggalan memanfaatkan media sosial. Mereka aktif di Instagram, YouTube, hingga Facebook dengan konten seputar kesehatan, tips menjaga daya tahan tubuh, hingga campaign interaktif seperti giveaway.
Strategi ini bukan hanya meningkatkan engagement, tetapi juga memperluas jangkauan audiens, terutama generasi muda yang aktif di dunia digital.
Kesimpulan
Strategi pemasaran Tolak Angin bisa jadi contoh keren buat brand lain.
Mereka konsisten, ngerti pasar, adaptif sama zaman, plus berani ekspansi ke luar negeri.
Dari tagline legendaris, iklan kreatif, sampai keberanian go internasional, Tolak Angin berhasil nunjukin kalau brand lokal bisa banget jadi global player.
Jadi, kalau ditanya kenapa Tolak Angin bisa jadi top of mind brand? Jawabannya simpel: branding kuat + strategi pemasaran tepat + kualitas produk terjaga.





