Daftar Isi

Viral Sidak Dedi Mulyadi, AQUA Klarifikasi Soal Sumber Air

Viral Sidak Dedi Mulyadi, AQUA Klarifikasi Soal Sumber Air

Menjadi Pengaruh – Sebuah kunjungan mendadak oleh Dedi Mulyadi ke pabrik AQUA di Subang pekan lalu menjadi sorotan setelah ditemukan fakta bahwa sumber air yang selama ini diklaim “mata air pegunungan” ternyata berasal dari pengeboran dalam. 

Dalam video inspeksi itu, staf pabrik menyampaikan:

“Ambil airnya dari bawah tanah, Pak.” 

Dedi kemudian menanggapi dengan kritis:

“Ini di-bor airnya? Gak akan ngefek pada pergeseran tanah?”

Temuan ini memicu kekhawatiran publik terkait kredibilitas label air pegunungan dan potensi dampak lingkungan yang menyertai aktivitas pengambilan air dalam.

Menanggapi kehebohan tersebut, Danone Indonesia selaku produsen AQUA menyampaikan klarifikasi resmi bahwa sumber air mereka berasal dari akuifer dalam yang terlindungi dan bukan dari sumur bor sembarangan. 

Dalam pernyataannya:

“Sumber air kami berasal dari 19 lokasi pegunungan di Indonesia dan diambil dari akuifer dalam yang kedalamannya antara 60 hingga 140 meter.” 

Pihak perusahaan menegaskan bahwa pengambilan air telah melalui kajian ilmiah, mempunyai izin resmi dari instansi terkait, dan dioperasikan dengan sistem otomatis tanpa kontak manusia langsung. 

Reaksi Publik dan Kekhawatiran Lingkungan

Viralnya video inspeksi tersebut menimbulkan reaksi beragam di media sosial. 

Sebagian masyarakat mempertanyakan keaslian klaim “air pegunungan”, sementara yang lain menyoroti dampak lingkungan akibat eksploitasi air tanah dalam.

Pertanyaan Dedi Mulyadi tentang potensi “pergeseran tanah” mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap resiko ekologis di sekitar area pengambilan air.

Sejumlah pakar hidrogeologi menilai bahwa penggunaan akuifer dalam memang umum dilakukan industri air minum.

Namun tetap harus disertai studi keberlanjutan, pemantauan debit air, dan audit lingkungan berkala untuk memastikan ekosistem tidak terganggu.

Kepercayaan Konsumen dan Reputasi Brand

Kasus ini menjadi ujian besar bagi AQUA sebagai salah satu merek air minum paling dikenal di Indonesia. 

Baca juga  Bahlil Pastikan 2026 Indonesia Tak Impor Solar Lagi

Selama puluhan tahun, citra “air pegunungan murni” menjadi kekuatan utama brand ini. 

Namun setelah video inspeksi Dedi Mulyadi viral, muncul keraguan di sebagian masyarakat terhadap keaslian klaim tersebut.

Beberapa pengguna media sosial menyuarakan kekhawatiran bahwa praktik pengeboran air tanah bisa bertentangan dengan citra alami yang selama ini dikampanyekan AQUA. 

Di sisi lain, sebagian konsumen tetap memberikan dukungan dengan alasan merek tersebut telah terbukti menjaga standar kualitas air dan memiliki izin resmi.

Daftar Isi