Daftar Isi

Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Strategi Wings Group Membuat Produk Terlihat Sehat & Berkualitas

Wings Group dikenal sebagai salah satu raksasa FMCG (fast-moving consumer goods) di Indonesia. Produk mereka ada di hampir semua lini kebutuhan rumah tangga, mulai dari deterjen, sabun, sampai minuman dalam kemasan.

Di kategori minuman, mereka cukup jago memainkan citra “sehat, alami, dan segar”

Dari Floridina, Aquiva, hingga Ale-Ale, semuanya dikemas dengan narasi bahwa konsumen sedang membeli produk yang baik untuk tubuh. 

Tapi, benarkah klaim ini sesuai fakta? Yuk, kita bedah di artikel ini!

Apa Saja Produk Wings Group?

Sebagai salah satu raksasa FMCG di Indonesia, Wings Group punya portofolio produk yang sangat luas. 

Hampir semua kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, deterjen, sampai makanan dan minuman, bisa ditemukan dengan merek Wings.

1. Kebutuhan Rumah Tangga
Wings Group dikenal lewat produk legendaris seperti So Klin, Daia, dan Ekonomi di kategori deterjen. Untuk kebutuhan dapur, ada Mama Lemon sebagai sabun pencuci piring, serta Super Sol untuk pembersih lantai.

2. Perawatan Diri
Di kategori personal care, Wings punya Nuvo dan GIV sebagai sabun mandi, Emeron dan Zinc untuk shampoo, serta Ciptadent untuk pasta gigi. Produk-produk ini banyak digunakan sehari-hari karena harganya terjangkau dengan kualitas yang stabil.

3. Makanan & Minuman
Tak kalah populer, Wings Group juga bermain di pasar makanan dan minuman. Mie Sedaap adalah pesaing utama Indomie di kategori mie instan. Untuk minuman, mereka punya Floridina, Ale-Ale, Teh Rio, Aquiva, hingga Isoplus. Produk-produk ini selalu dikemas dengan citra segar, sehat, dan cocok untuk semua kalangan.

Dari kategori rumah tangga hingga minuman siap saji, Wings Group berhasil menancapkan brand awareness yang kuat di benak konsumen Indonesia.

Strategi Branding Wings Group: Sehat, Alami, Terjangkau

Wings Group punya resep khusus dalam membangun citra produk minumannya. 

Pola ini konsisten terlihat di hampir semua brand mereka. Mulai dari Floridina, Aquiva, sampai Ale-Ale

Strategi ini fokus pada tiga pilar: sehat, alami, dan terjangkau.

1. Positioning Sehat & Alami

Hampir semua minuman Wings Group menonjolkan kesan natural lewat pilihan kata di

Baca juga  Strategi Marketing Momoyo: Es Krim Ember Jadi Branding Efektif

Strategi ini bekerja karena konsumen cenderung mengasosiasikan kata-kata “buah”, “alami”, atau “pegunungan” dengan sesuatu yang sehat, segar, dan lebih baik bagi tubuh.

2. Visual Marketing yang Kuat

Selain kata-kata, Wings Group mengandalkan visual kemasan yang persuasif.

– Gambar buah jeruk segar pada Floridina langsung memberi sugesti rasa alami.

– Ilustrasi air jernih yang mengalir dari pegunungan pada Aquiva membuat orang yakin sumbernya benar-benar dari alam.

– Desain penuh warna pada Ale-Ale memunculkan kesan fun, ceria, dan cocok untuk anak muda.

Visual ini memanfaatkan psikologi konsumen: Otak manusia lebih cepat percaya pada gambar dibanding tulisan kecil di label komposisi.

3. Harga Ekonomis

Berbeda dari produk premium yang menekankan kualitas bahan, Wings Group memilih strategi harga yang ramah kantong.

Minuman mereka diposisikan dengan harga kompetitif, sehingga konsumen merasa “mendapat minuman sehat” tanpa harus membayar mahal.

Strategi ini membuat brand mereka bisa masuk ke semua lapisan masyarakat. Dari anak sekolah, mahasiswa, sampai pekerja kantoran.

Harga terjangkau memperkuat persepsi positif: Seolah-olah kesehatan bisa diakses semua orang, meskipun sebenarnya isi produk tidak sepenuhnya se-“sehat” klaimnya.

Kombinasi ini membuat strategi branding Wings Group sangat efektif. 

Studi Kasus Produk Wings Group

Strategi branding sehat & alami yang digunakan Wings Group bisa terlihat jelas dari produk-produk andalannya. Mari kita bedah satu per satu:

1. Aquviva 


Aquviva dipasarkan dengan klaim sebagai air pegunungan yang murni

Branding ini membuat konsumen membayangkan sumber mata air alami yang jernih dan sehat. 

Namun faktanya, produk ini diproduksi di kawasan industri MM2100, Bekasi, dan tidak ada keterangan spesifik mengenai pegunungan mana yang dimaksud. 

Dengan kata lain, istilah “pegunungan” lebih berfungsi sebagai strategi citra yang membangun persepsi alami, meskipun sumber air tidak dijelaskan secara transparan.

2. Ale-Ale


Ale-Ale dikemas dengan narasi minuman buah segar, didukung visual buah yang segar di kemasannya. 

Konsumen pun percaya mereka sedang membeli minuman berbasis buah.

Baca juga  MR DIY: Berani Beda, Dominasi melalui Kota Pinggiran

Padahal, jika diteliti komposisinya, minuman ini hanya berisi air, gula, sirup fruktosa, perisa sintetis, dan pewarna buatan. Tidak ada kandungan buah asli sama sekali. 

Hal ini menunjukkan bahwa branding lebih menekankan kesan segar dan fruity ketimbang fakta isi produk yang sebenarnya.

3. Floridina – “Real Orange Pulp”


Floridina menggunakan tagline Real Orange Pulp untuk menonjolkan adanya bulir jeruk asli. 

Memang benar, minuman ini mengandung sekitar 4% bulir jeruk dan 2% konsentrat jeruk. 

Namun, mayoritas isi botolnya tetap air, gula, dan sirup fruktosa. Artinya, meskipun ada elemen jeruk, porsinya sangat kecil dibanding dominasi gula. 

Hasilnya, Floridina lebih tepat dianggap sebagai soft drink rasa jeruk dengan tambahan bulir, bukan jus jeruk murni seperti yang dibayangkan konsumen.

Dari tiga studi kasus ini terlihat pola yang sama: Wings Group berhasil memanfaatkan klaim sehat, visual alami, dan kata kunci meyakinkan untuk membangun citra produk. 

Namun, ketika komposisi diteliti, kandungan utama sering kali tidak sejalan dengan narasi yang diangkat di kemasan.

Psikologi Konsumen: Kenapa Mudah Percaya?

Salah satu alasan utama trik branding Wings Group berhasil adalah karena mayoritas konsumen jarang membaca label komposisi secara detail. 

Tulisan kecil di bagian belakang kemasan sering diabaikan, sementara visual buah segar atau kata-kata seperti “alami” dan “real” di depan kemasan langsung dipercaya. 

Hal ini semakin diperkuat dengan strategi harga murah yang menciptakan persepsi untung, seolah konsumen bisa mendapatkan produk sehat tanpa harus bayar mahal. 

Pada akhirnya, keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi oleh kesan visual dan narasi di kemasan, bukan fakta sebenarnya yang tercantum di label.

Apa Trik Ini Sah secara Regulasi?

Secara hukum, strategi branding seperti yang dilakukan Wings Group masih sah selama tidak melanggar aturan yang berlaku. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengendalian Klaim pada Label Pangan Olahan dan Iklan, sudah menetapkan bahwa klaim.

Baca juga  Kenapa Indomaret dan Alfamart Berdekatan? Alasannya Marketing

Seperti “alami”, “buah segar”, atau “real” boleh digunakan, asalkan sesuai dengan definisi dan tidak menyesatkan konsumen. 

Artinya, produsen wajib memastikan bahwa setiap kata atau visual yang dipakai punya dasar yang jelas, meskipun porsinya kecil.

Selain itu, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan aturan baru berupa label gizi depan kemasan (front-of-pack nutrition label).

Dalam rancangan regulasi ini, setiap produk minuman dan makanan olahan nantinya harus mencantumkan kandungan gula, garam, dan lemak secara jelas di bagian depan kemasan. 

Tujuannya adalah membantu konsumen memilih lebih bijak dan mengurangi risiko misleading akibat hanya terpaku pada visual atau tagline. 

Jika aturan ini sudah diterapkan, klaim seperti “segar”, “sehat”, atau “alami” akan lebih mudah diteliti konsumen karena informasi nilai gizi langsung terlihat tanpa harus membalik kemasan.

Dengan demikian, trik branding Wings Group masih dalam batas yang diperbolehkan regulasi selama mereka transparan mencantumkan komposisi sesuai ketentuan. 

Namun, ada resiko besar di balik strategi ini.

Risiko Jangka Panjang: Overclaim Bisa Jadi Bumerang

Dalam jangka pendek, strategi branding ala Wings Group memang terbukti efektif. 

Produk terlihat sehat, konsumen percaya, dan penjualan pun lancar. 

Visual buah segar atau kata “alami” sudah cukup membuat banyak orang yakin tanpa harus membaca label. 

Namun, masalahnya muncul ketika konsumen mulai lebih kritis

Generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, semakin peduli terhadap gaya hidup sehat dan terbiasa mengecek informasi gizi.

Jika klaim yang berlebihan terus dipertahankan, citra brand bisa berbalik arah. Produk yang awalnya dipersepsikan sehat bisa dianggap menyesatkan ketika fakta komposisi terbongkar. 

Dalam jangka panjang, ini berisiko besar: Kepercayaan publik menurun, loyalitas pelanggan hilang, bahkan membuka peluang kompetitor yang lebih transparan untuk merebut pasar.

Kesimpulan

Wings Group memang pintar memainkan persepsi. Dengan visual yang meyakinkan, positioning “alami & sehat”, dan harga murah, produk mereka terasa seperti pilihan sehat bagi konsumen. 

Namun, transparansi makin penting, apalagi dengan regulasi BPOM terbaru. Brand harus adaptasi dengan peraturan untuk mendapat kepercayaan pelanggan.

Daftar Isi