Point Coffee Indomaret menjadi salah satu fenomena paling menarik dalam industri kopi Indonesia.
Di tengah persaingan ketat antara brand besar seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Fore Coffee, hingga Starbucks, Point Coffee justru muncul dari arah yang tidak disangka.
Berawal dari brand yang cenderung “sunyi”, Point Coffee berubah menjadi salah satu jaringan kopi terbesar di Indonesia setelah berkolaborasi dengan Indomaret.
Popularitasnya melonjak bukan hanya karena jangkauan outletnya yang masif, tetapi juga karena harga Point Coffee yang terjangkau, rasa kopi yang stabil, serta konsep grab and go yang cocok dengan gaya hidup masyarakat urban.
Artikel ini membahas secara lengkap strategi sukses Point Coffee, rekomendasi rasa yang banyak dicari, keunggulan dari sisi harga, kualitas produk, hingga alasannya bisa bersaing dengan ratusan merek kopi lokal lainnya.
Basis Keberhasilan Point Coffee di Indonesia
Point Coffee resmi berdiri pada 30 Mei 2016 sebagai brand kopi yang awalnya bergerak dengan tenang tanpa ekspansi agresif.
Berbeda dengan kompetitor yang sejak awal berlomba membuka ratusan gerai dan membuat kampanye marketing masif, Point Coffee memilih fokus pada kualitas produk dan pengembangan internal.
Namun arah bisnis mereka berubah drastis setelah menjalin kolaborasi besar dengan PT Indomarco Prismatama, perusahaan yang mengoperasikan jaringan minimarket Indomaret.
Kemitraan ini menjadi titik balik signifikan karena Indomaret memiliki lebih dari dua puluh ribu outlet aktif di seluruh Indonesia.
Jaringan ini bukan hanya luas, tetapi memiliki tingkat kunjungan harian yang sangat tinggi.
Setiap harinya ratusan ribu konsumen masuk ke Indomaret untuk berbelanja kebutuhan harian, dan kehadiran Point Coffee di dalam area yang sama membuat brand ini secara otomatis mendapatkan potensi pasar tanpa harus melakukan promosi besar.
Lewat kerja sama ini, Point Coffee mampu membuka lebih dari seribu dua ratus outlet yang berada berdampingan dengan Indomaret, tanpa perlu mengeluarkan biaya pembangunan gerai mandiri yang biasanya cukup besar.
Model ekspansi ini membuat mereka mampu menjangkau berbagai wilayah, dari pusat kota besar hingga kota kecil dan rest area di sepanjang jalur perjalanan antar provinsi.
Dengan distribusi yang terintegrasi dan lokasi yang sangat mudah ditemukan, Point Coffee tidak hanya memperluas pasar dengan cepat, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai brand kopi yang selalu hadir dekat konsumen.
Kolaborasi ini menjadikan Point Coffee salah satu brand kopi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Sekaligus membuat pengalaman menikmati kopi berkualitas semakin mudah diakses oleh masyarakat, kapanpun dan dimanapun.
Strategi Sukses Point Coffee yang Membuatnya Unggul di Pasar Kopi
Berikut adalah riset gabungan dari tren pasar, teori marketing, dan analisis perilaku konsumen yang memperlihatkan bagaimana Point Coffee berhasil memenangkan hati masyarakat Indonesia.
1. Konsep Grab and Go
Salah satu strategi utama Point Coffee adalah memilih posisi sebagai coffee shop cepat saji, bukan kafe tempat nongkrong seperti kebanyakan kompetitor.
Mereka menerapkan proses penyajian yang sederhana, jumlah menu yang tidak terlalu banyak, serta desain outlet yang kecil dan efisien.
Tren menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin menyukai minuman cepat saji yang bisa dinikmati sambil beraktivitas.
Nah, Point Coffee memaksimalkan kebutuhan tersebut dengan menyediakan kemasan sekali pakai, waktu pelayanan sekitar 2 – 3 menit, tempat duduk yang terbatas, serta fokus pada penjualan take away.
Pendekatan ini membuat operasional lebih efisien sehingga harga Point Coffee dapat tetap terjangkau bagi berbagai kalangan.
2. Strategi Place yang Luar Biasa Kuat
Dalam teori marketing, Place Strategy terdiri dari tiga pendekatan:
a. Intensive Strategy — Buka Outlet Sebanyak Mungkin
Point Coffee memanfaatkan jangkauan Indomaret yang luas.
Mereka tidak perlu membangun ratusan lokasi sendiri. Cukup memanfaatkan ruang di dalam atau sebelah Indomaret, sehingga dalam hitungan tahun, mereka:
- hadir di banyak wilayah suburban,
- menjangkau pasar rest area,
- masuk ke wilayah yang biasanya sulit dijangkau brand kopi besar.
Ini membuat Point Coffee sangat accessible dibanding kompetitor.
b. Selective Strategy — Memilih Lokasi yang Sudah Memiliki Traffic Tinggi
Indomaret merupakan minimarket dengan traffic pengunjung tertinggi di Indonesia.
Dengan “menumpang” traffic yang sudah ada, Point Coffee otomatis mendapatkan:
- perhatian pelanggan yang sedang belanja,
- pembelian impulsif, terutama minuman dingin,
- pelanggan loyal karena akses yang sangat mudah.
Strategi ini membuat customer acquisition cost mereka jauh lebih murah dibanding brand lain.
c. Exclusive Strategy — Kerjasama Eksklusif dengan Indomaret
Point Coffee hanya bekerja dengan Indomaret, bukan jaringan ritel lain.
Eksklusivitas ini membuat brand mereka:
- terlihat premium,
- memiliki diferensiasi yang jelas,
- sekaligus menjadi private label yang memperkuat brand identity Indomaret.
Kolaborasi eksklusif ini jarang terjadi di kategori F&B Indonesia, sehingga menjadi keunggulan kompetitif besar.
3. Berfokus pada Kualitas Bahan dan Proses Brewing
Walaupun harga Point Coffee terbilang murah, mereka tetap menonjolkan kualitas produk. Beberapa poin utamanya:
- menggunakan 100% biji kopi asli Indonesia,
- kualitas diracik dan diuji oleh maestro kopi internasional, Hendri Kurniawan,
- semua minuman dibuat fresh saat ada pesanan, bukan pre-mix yang disimpan lama.
Kualitas adalah pilar utama yang membuat konsumen loyal.
4. Product Differentiation yang Tidak Ribet
Secara diferensiasi, Point Coffee tidak punya “keunikan ekstrem” seperti:
- Kopi Susu Gula Aren ala Kopi Kenangan,
- branding nostalgia ala Janji Jiwa,
- atau konsep artisan ala Fore Coffee.
Namun Point Coffee memilih diferensiasi yang langsung menyentuh kebutuhan konsumen:
- lokasi paling mudah diakses,
- konsep grab and go,
- harga paling affordable,
- kualitas rasa tetap stabil,
- outlet tersebar sampai ke kota kecil.
Di dunia F&B, diferensiasi tidak selalu harus rumit, ya! Yang penting relevan.
Berapa Harga Point Coffee?
Salah satu keyword paling dicari adalah harga Point Coffee, dan memang ini faktor penting mengapa brand ini cepat diterima.
Secara umum, harga menu Point Coffee berada di rentang:
- Rp15.000 – Rp28.000 untuk kopi
- Rp14.000 – Rp25.000 untuk non-coffee
- Rp10.000 – Rp20.000 untuk pastry & snack pendamping

Harga ini jauh di bawah rata-rata pemain besar, namun rasa yang diberikan tetap berkualitas.
Maka banyak konsumen menilai Point Coffee sebagai solusi harian saat ingin minum kopi dengan budget terbatas.
Harga yang ramah kantong membuatnya menjadi pilihan terjangkau bagi anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang membutuhkan kopi cepat saji tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Selain itu, kehadirannya di area minimarket juga menjadikannya alternatif nongkrong yang murah dan praktis bagi pelanggan yang ingin menikmati minuman sebentar sebelum melanjutkan aktivitas.
Rekomendasi Rasa Point Coffee yang Best Seller
Rekomendasi rasa Point Coffee yang paling banyak dicari selalu menjadi pertanyaan utama para pembeli baru.
Dengan menu yang cukup beragam, beberapa varian berhasil menonjol dan menjadi best seller karena rasanya yang konsisten, mudah dinikmati, dan cocok untuk berbagai kalangan.
1. Caramel Macchiato — Manis, creamy, dan aman untuk pemula
Caramel Macchiato menjadi salah satu menu paling populer di Point Coffee karena rasanya yang manis, creamy, dan aman untuk pemula.
Minuman ini cocok untuk orang yang tidak menyukai kopi pahit, pembeli pertama yang ingin mencoba Point Coffee, serta pecinta minuman manis ala dessert.
Perpaduan rasa yang seimbang membuatnya mudah dinikmati tanpa terasa berlebihan.
2. Cafe Latte — Best seller untuk yang suka kopi ringan
Cafe Latte menjadi salah satu best seller Point Coffee karena menawarkan rasa kopi yang ringan dengan komposisi susu yang tidak berlebihan serta aroma yang lembut dan enak.
Minuman ini cocok dinikmati pada pagi hari atau saat bekerja sehingga menjadi pilihan aman yang jarang mengecewakan, terutama bagi penikmat kopi yang mencari rasa seimbang dan tidak terlalu kuat.
3. Americano — Favorit pecinta kopi murni
Americano di Point Coffee dikenal memiliki karakter kopi yang cukup bold, tidak terlalu asam, dan tidak terasa agak watery meski harganya tergolong murah.
Bagi penikmat kopi yang mencari rasa yang lebih kuat dan sederhana tanpa tambahan susu, menu ini menjadi salah satu pilihan terbaik.
4. Kopi Susu Gula Aren — Jawaban untuk tren kopi kekinian
Walaupun banyak kompetitor yang menjadikan gula aren sebagai menu andalan, Point Coffee tetap memiliki peminat setia untuk varian ini.
Keunggulannya terletak pada rasa yang tidak terlalu manis, gula aren yang tidak mendominasi sehingga karakter kopi tetap terasa, serta sensasi yang tetap segar saat dinikmati dalam keadaan dingin.
5. Frappe Series — Best seller untuk non-coffee drinkers
Untuk varian Frappe, Point Coffee juga memiliki beberapa menu yang banyak dicari karena menawarkan sensasi minuman dingin yang creamy dan menyegarkan.
Varian Frappe ini cocok untuk pelanggan yang ingin minuman manis, bertekstur halus, dan tidak terlalu kuat rasa kopinya.
Biasanya pilihan seperti Mocha Frappe, Caramel Frappe, dan Matcha Frappe menjadi favorit karena perpaduan es yang lembut, rasa manis yang pas, serta tampilan yang menggugah selera.
Menu ini sering dipesan saat cuaca panas atau ketika pelanggan ingin minuman yang lebih dessertlike namun tetap mudah dinikmati kapan saja.
Kesimpulan
Point Coffee berhasil menunjukkan bahwa kekuatan lokasi dapat menjadi faktor dominan dalam memenangkan pasar minuman cepat saji di Indonesia.
Harga yang terjangkau tetap bisa menghadirkan kualitas, sementara kolaborasi distribusi dengan jaringan besar seperti Indomaret mampu menempatkan mereka sejajar bahkan melampaui sejumlah brand kopi yang sudah lebih dulu populer.
Dengan mengusung konsep grab and go yang sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini, Point Coffee terus berkembang pesat.
Jika ekspansi ke kota kecil semakin diperkuat dan inovasi menu terus dilakukan, Point Coffee berpotensi menjadi brand kopi dengan jumlah outlet terbesar dan akses konsumen terluas dalam beberapa tahun mendatang.





