Category: Umum

Menampilkan semua artikel pada kategori yang disesuaikan

unique selling proposition

Unique Selling Proposition (USP): Arti, Pentingnya, Cara & Contoh

Pengantar: Apa Itu Unique Selling Proposition (USP) dan Mengapa Ini Krusial untuk Bisnis Anda? Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara produk atau layanan Anda bisa benar-benar menonjol dan memikat hati pelanggan? Jawabannya seringkali terletak pada satu konsep fundamental: Unique Selling Proposition (USP). USP, atau yang kerap juga disebut Unique Selling Point, adalah elemen pembeda krusial yang memisahkan bisnis Anda dari kerumunan pesaing. Ini bukan sekadar slogan menarik, melainkan esensi dari apa yang membuat penawaran Anda istimewa dan layak dipilih oleh target pasar. Mengapa USP begitu krusial? Karena inilah fondasi yang menopang strategi pemasaran yang sukses dan berkelanjutan. Tanpa USP yang jelas dan kuat, produk atau layanan Anda berisiko tenggelam dalam kebisingan pasar, sulit dikenali, dan pada akhirnya, gagal menarik perhatian serta loyalitas konsumen yang Anda sasar. USP yang dirumuskan dengan baik akan menjadi kompas bagi seluruh upaya pemasaran Anda, memastikan pesan yang disampaikan konsisten, relevan, dan resonan dengan kebutuhan pelanggan. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam dunia USP. Mulai dari memahami definisinya secara komprehensif, menggali mengapa setiap bisnis mutlak memerlukannya, memandu Anda langkah demi langkah dalam mengidentifikasi dan merumuskan USP yang efektif untuk bisnis Anda, hingga menyajikan berbagai contoh inspiratif dari merek-merek ternama yang telah berhasil memanfaatkan kekuatan USP mereka untuk meraih kesuksesan. Memahami Lebih Dalam: Definisi dan Konsep Dasar Unique Selling Proposition (USP) Setelah memahami gambaran umumnya pada bagian pengantar, mari kita selami lebih dalam apa sebenarnya yang dimaksud dengan Unique Selling Proposition atau USP. Istilah USP sendiri merupakan singkatan dari Unique Selling Proposition. Anda mungkin juga sering mendengarnya disebut sebagai Unique Selling Point. Keduanya merujuk pada konsep yang sama. Secara esensial, USP adalah faktor unik dan spesifik yang secara jelas membedakan produk atau layanan Anda dari semua tawaran kompetitor di mata target konsumen. Ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan sebuah janji inti atau karakteristik khas yang paling menonjol dari penawaran Anda. Karakteristik pembeda inilah yang memberikan nilai tambah konkret dan menjadi alasan utama mengapa pelanggan pada akhirnya memutuskan untuk memilih Anda, bukan pesaing Anda. Bayangkan USP sebagai jawaban tegas atas pertanyaan konsumen: “Mengapa saya harus membeli dari Anda dan bukan dari yang lain?” Untuk memberikan perspektif yang lebih akademis, pakar pemasaran Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku mereka Marketing Management (2016) mendefinisikan USP sebagai keuntungan unik yang ditawarkan oleh sebuah produk atau layanan, yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan dianggap oleh pesaing sebagai sesuatu yang tidak dapat ditiru atau sulit untuk disamai. Definisi ini menggarisbawahi bahwa USP yang kuat tidak hanya unik, tetapi juga berkelanjutan karena sulit bagi kompetitor untuk menirunya dengan cepat. Dengan demikian, pemahaman yang solid mengenai berbagai aspek definisi dan konsep dasar USP ini menjadi fondasi penting sebelum kita melangkah lebih jauh. Arti Harfiah dan Makna Inti USP Untuk memahami esensi dari Unique Selling Proposition (USP) secara lebih mendalam, mari kita bedah arti harfiah dari setiap kata yang membentuknya. Seperti yang telah disebutkan, USP adalah singkatan dari Unique Selling Proposition, dan terkadang juga disebut sebagai Unique Selling Point. Unique (Unik): Kata ini merujuk pada suatu aspek, fitur, atau karakteristik yang benar-benar khas dan berbeda secara signifikan pada produk atau layanan Anda jika dibandingkan dengan semua penawaran lain dari kompetitor di pasar. Keunikan ini bukan sekadar perbedaan kecil, melainkan sesuatu yang menonjol dan mudah diidentifikasi oleh target konsumen Anda. Selling (Menjual): Komponen “selling” menekankan bahwa aspek unik tersebut harus memiliki daya tarik yang kuat dan persuasif. Artinya, keunikan itu harus mampu menjadi alasan mengapa pelanggan memilih produk atau layanan Anda. Ia harus menjawab pertanyaan implisit pelanggan, “Mengapa saya harus membeli ini?” dan memberikan argumen penjualan yang meyakinkan. Proposition (Proposisi) atau Point (Poin): Kata “proposition” atau “point” merujuk pada pernyataan nilai atau manfaat spesifik yang Anda tawarkan dan janjikan kepada pelanggan. Ini adalah inti dari penawaran Anda yang membedakannya—sebuah janji konkret yang diterima pelanggan ketika mereka memilih Anda. Dengan demikian, makna inti dari USP adalah sebuah aspek atau ciri khas unik yang membuat produk atau layanan Anda berbeda secara signifikan dari para pesaing, dan perbedaan ini memberikan nilai tambah yang jelas serta alasan kuat bagi pelanggan untuk memilih produk atau layanan tersebut. Nilai tambah ini bisa beragam, mulai dari kualitas superior, harga yang lebih terjangkau untuk manfaat setara, inovasi teknologi, desain eksklusif, hingga pengalaman pelanggan yang tak tertandingi. Lebih lanjut, USP yang efektif harus mampu menggambarkan dan memperkuat nilai merek (brand value) Anda. Artinya, keunikan yang Anda tawarkan harus selaras dengan identitas, filosofi, dan janji inti dari merek Anda. Ketika USP Anda berhasil dikomunikasikan, pelanggan tidak hanya mengenali keunggulan produk atau layanan, tetapi juga merasakan dan terhubung dengan nilai-nilai yang diusung oleh merek Anda secara keseluruhan. Tujuan Dasar Dibalik Perumusan USP Setelah Anda memahami definisi dan makna inti dari Unique Selling Proposition (USP), pertanyaan selanjutnya adalah: apa sebenarnya tujuan mendasar di balik perumusannya? Mengapa Anda perlu bersusah payah mengidentifikasi dan merumuskan USP untuk bisnis Anda? Jawabannya terletak pada beberapa tujuan strategis yang krusial bagi keberhasilan produk atau layanan Anda di pasar. Pertama, tujuan utama dari perumusan USP adalah untuk membuat produk atau layanan Anda terlihat jauh lebih menarik dan menonjol di mata target konsumen spesifik Anda. Di tengah gempuran informasi dan banyaknya pilihan, konsumen cenderung mencari sesuatu yang unik dan relevan dengan kebutuhan mereka. USP yang kuat akan menangkap perhatian mereka dan memicu rasa ingin tahu, membuat penawaran Anda tidak sekadar menjadi salah satu opsi, tetapi menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan secara serius. Kedua, dengan menonjolkan sebuah keunikan yang relevan dan bernilai bagi mereka, Anda secara signifikan mendorong peningkatan kemungkinan terjadinya pembelian. USP yang efektif bertindak sebagai argumen penjualan yang persuasif. Ia memberikan alasan konkret dan meyakinkan mengapa pelanggan harus memilih produk atau layanan Anda ketimbang semua alternatif lain yang tersedia di pasar. Semakin kuat dan jelas USP Anda, semakin besar pula daya tariknya untuk mengkonversi calon pelanggan menjadi pembeli setia. Ketiga, di tengah pasar yang semakin sesak dan kompetitif, USP berfungsi sebagai mercusuar yang membantu produk atau layanan Anda untuk ‘stand out’ atau tampil beda secara signifikan. Tanpa pembeda yang jelas, tawaran Anda berisiko tenggelam dalam kebisingan pasar, sulit diingat, dan pada akhirnya, diabaikan oleh konsumen. USP yang dirumuskan dengan baik

SELENGKAPNYA

7 Contoh Kasus Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia dan Pelajaran Pentingnya

Hak Kekayaan Intelektual atau biasa disingkat HKI itu adalah hak eksklusif yang diberikan ke seseorang atau sebuah perusahaan atas karya atau ide yang mereka buat.  Karya ini bisa macam-macam, mulai dari lagu, tulisan, desain, teknologi, sampai merek usaha. Di zaman sekarang yang serba digital, pelanggaran HKI makin sering terjadi karena konten bisa dengan mudah diakses dan dibagikan.  Makanya, kita harus lebih aware dan belajar banyak dari ontoh-contoh pelanggaran HKI. Contoh yang sering terjadi di Indonesia antara lain pemalsuan merek terkenal, bajakan film, atau pakai software tanpa izin.  Kalau terus dibiarkan, pelanggaran ini bisa ngerusak perkembangan industri dan merugikan negara juga. Selain memenuhi kewajiban hukum, saya meyakini kalau menghargai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga menjadi bentuk tanggung jawab moral agar ekonomi kreatif Indonesia bisa terus berkembang. Sekarang, sebuah karya mudah disalin dan disebarkan secara luas berkat tekonolgi digital yang ada. Banyak kreator lokal yang karyanya dijiplak tanpa izin atau penghargaan. Padahal mereka telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk menciptakannya. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami dampak serius dari pelanggaran HKI, baik bagi pencipta maupun bagi industri. Kesadaran akan pentingnya HKI menjadi semakin mendesak. Menghormati HKI berarti ikut menumbuhkan inovasi dan kreativitas yang menjadi dasar kemajuan ekonomi dan budaya bangsa. Apa Itu HKI dan Jenis-jenisnya Definisi HKI Menurut Undang-Undang Menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak eksklusif yang diberikan kepada individu atau badan hukum atas hasil kreativitas intelektual mereka, baik dalam bentuk karya seni, karya sastra, inovasi teknologi, desain, merek dagang, atau kekayaan lainnya yang dihasilkan melalui daya cipta manusia. Di Indonesia, HKI diatur dalam berbagai undang-undang, seperti: – Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang melindungi hak pencipta atas karya seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. – Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, yang memberikan hak kepada penemu atas invensi di bidang teknologi. – Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang melindungi hak atas merek dagang dan indikasi geografis suatu produk. – Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, yang mengatur perlindungan atas desain produk yang memiliki nilai estetika. Jenis-jenis HKI: Hak Cipta, Merek, Paten, Desain Industri, Rahasia Dagang Indonesia sudah memberi berbagai jalur perlindungan ke beberapa jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Berikut jenis-jenisnya yang bisa kamu daftarkan: – Hak Cipta Hak Cipta dapat memberikan perlindungan untuk lagu, film, buku, foto, sampai software.  Pada dasarnya, hak cipta ini muncul otomatis sejak karya itu dibuat.  Namun, kamu bisa mendaftarkannya lebih lanjut ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual agar punya bukti tertulis dan dilindungi resmi secara hukum. – Merek Merek merupakan tanda untuk membedakan produk atau jasa satu bisnis dengan bisnis lain.  Merek yang bisa kamu daftarkan sebagai HKI bisa berupa nama, logo, atau simbol.  – Paten Paten merupakan hak eksklusif buat penemu atas temuannya, biasanya di bidang teknologi. Namun, paten ini proses seleksinya lebih ketat karena temuan tersebut harus yang benar-benar baru dan bisa dipakai di dunia industri. – Desain Industri HKI jenis Desain Industri fokusnya ke bentuk tampilan luar suatu produk. Contohnya seperti desain botol, kemasan, atau motif. Selama desainnya orisinal dan belum pernah ada, kamu bisa mendaftarkannya ke HKI. – Rahasia Dagang Rahasia Dagang merupakan jenis HKI yang isinya informasi penting milik bisnis yang dirahasiakan dan tidak boleh diketahui orang luar.  Contohnya seperti resep rahasia atau strategi penjualan. Jika orang luar terbukti memakai informasi ini untuk kepentingan sendiri, maka bisa terkena sanksi hukum. Perlindungan HKI in sangatlah penting baik untuk perorangan maupun perusahaan. Sebab, karyanya bisa terlindungi dan terhindar dari plagiat serta penyalahgunaan.  Selain itu, HKI juga membantu menjaga nilai ekonomi dari karya sehingga bisa menghasilkan keuntungan lewat lisensi atau penjualan dilansir dari IBLAM School of Law. Buat bisnis, punya merek yang terdaftar bikin usaha terlihat lebih serius dan dipercaya konsumen.  Dan yang paling penting, kalau ada pelanggaran, HKI bisa jadi dasar hukum yang kuat untuk kamu melawan balik pihak yang menyalahgunakan. 7 Contoh Kasus Pelanggaran HKI di Indonesia A. Kasus Hak Cipta Logo “Yupi” Kasus ini melibatkan dua perusahaan besar di industri makanan ringan, yakni PT Yupi Indo Jelly Gum dan PT Lotte Indonesia.  Sengketa bermula ketika PT. Yupi menilai bahwa logo produk “Milkita” milik Lotte punya kemiripan signifikan dengan logo “Yupi”, baik dari segi warna, bentuk huruf (font), hingga komposisi desain keseluruhan.  PT Yupi beranggapan bahwa kemiripan tersebut dapat menyesatkan konsumen dan merugikan secara komersial karena bisa menimbulkan kebingungan mengenai asal-usul produk.  Sengketa ini dibawa ke Pengadilan Niaga dan memutuskan bahwa PT. Lotte terbukti melanggar hak merek PT Yupi.  Pengadilan memerintahkan penghentian produksi Milkita dengan logo yang dipermasalahkan dan menjatuhkan kewajiban ganti rugi kepada pihak Lotte. Dasar hukum untuk kasus ini mengacu pada UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. B. Kasus Logo “Baba Rafi” Restoran cepat saji “Baba Rafi” terjerat kasus pelanggaran merek dagang setelah digugat oleh pemilik merek “Baba Rafi Enterprise”.  Dalam gugatan tersebut, pemilik asli menuduh bahwa restoran cepat saji tersebut telah menggunakan nama dan logo “Baba Rafi” tanpa persetujuan atau lisensi resmi. Akibatnya, Baba Rafi mengalami berbagai kerugian baik secara ekonomi maupun reputasi bisnis.  Persamaan nama dan logo antara keduanya menyebabkan kebingungan di pasar, terutama di antara konsumen yang sudah mengenal merek asli.  Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa terjadi pelanggaran hak atas merek, dan memerintahkan pihak tergugat untuk mengganti logo serta nama usaha. K asus ini menunjukkan pentingnya pendaftaran dan perlindungan merek, sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek. C. Kasus Lagu “Lagi Syantik” Lagu “Lagi Syantik” yang dinyanyikan oleh Siti Badriah sempat menjadi perdebatan setelah  dituduh meniru lagu “Terserah” milik penyanyi asal Malaysia, Nur Shahida.  Tuduhan yang dilontarkan menyebutkan bahwa terdapat kemiripan dari sisi melodi dan lirik dan bisa masuk dalam kategori plagiat.  Meski tidak sampai ke meja hijau, kasus ini cukup menyita perhatian publik dan media.  Akhirnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai di luar pengadilan.  Siti Badriah melalui manajemennya memberikan kompensasi dalam bentuk royalti kepada pihak penuduh.  Penyelesaian sengketa ini mengacu pada ketentuan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang mengatur perlindungan karya seni dan musik dari tindakan penjiplakan. D. Kasus Merek “Cap Kaki Tiga” vs “Cap

SELENGKAPNYA
HPP perusahaan manufaktur

Cara Hitung HPP Perusahaan Manufaktur

Hitung HPP (Harga Pokok Penjualan) merupakan salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan manufaktur. HPP menggambarkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual. Mengetahui cara menghitung HPP dengan tepat sangat vital, karena hal ini berpengaruh pada pengambilan keputusan bisnis yang strategis. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara rinci cara hitung HPP pada perusahaan manufaktur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Apa itu HPP dalam Perusahaan Manufaktur? Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang yang dijual dalam periode tertentu. Bagi perusahaan manufaktur, HPP melibatkan semua biaya yang terkait dengan proses produksi, mulai dari bahan baku hingga biaya tenaga kerja langsung. HPP sangat penting untuk mengetahui margin keuntungan perusahaan dan untuk perencanaan keuangan yang lebih efisien. Komponen Biaya dalam Perhitungan HPP Ada tiga komponen utama yang harus dipertimbangkan dalam menghitung HPP perusahaan manufaktur: Langkah-langkah Cara Menghitung HPP Perusahaan Manufaktur Untuk menghitung HPP perusahaan manufaktur, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti: 2. Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung 3. Menentukan Biaya Overhead Pabrik Menghitung HPPSetelah semua komponen biaya terkumpul, Anda dapat menghitung HPP dengan rumus berikut: HPP = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik Dengan mengetahui HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual yang menguntungkan serta mengevaluasi efisiensi operasional mereka. Contoh Perhitungan HPP Perusahaan Manufaktur Misalkan perusahaan manufaktur Anda memproduksi sepatu. Berikut adalah rincian biaya untuk bulan tertentu: Maka, HPP untuk bulan tersebut adalah: HPP = Rp 100.000.000 + Rp 50.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 170.000.000 Dengan menghitung HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual yang tepat dan menghitung margin keuntungan. Mengapa Perhitungan HPP Penting bagi Perusahaan Manufaktur? Kesimpulan Menghitung HPP pada perusahaan manufaktur adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bisnis tetap berjalan efisien dan menguntungkan. Dengan memahami cara menghitung HPP dan komponen-komponen yang terlibat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai harga jual, pengendalian biaya, dan perencanaan keuangan. Jangan ragu untuk melakukan evaluasi berkala terhadap HPP untuk memastikan bahwa bisnis Anda tetap kompetitif di pasar. Dengan mengikuti panduan ini, Anda kini dapat melakukan perhitungan HPP dengan lebih akurat dan efektif untuk perusahaan manufaktur Anda.

SELENGKAPNYA
Cara Menghitung Hpp Perusahaan Dagang + Contoh

Panduan Lengkap Cara Menghitung Hpp Perusahaan Dagang + Contoh

Apa Itu HPP Perusahaan Dagang dan Mengapa Penting? Bagi Anda yang menjalankan perusahaan dagang—yaitu bisnis yang fokus pada pembelian dan penjualan kembali barang tanpa mengubah bentuknya secara signifikan—memahami Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah hal yang fundamental. Berbeda dengan perusahaan manufaktur yang memproduksi barangnya sendiri, HPP perusahaan dagang secara spesifik mengacu pada total biaya langsung yang Anda keluarkan untuk memperoleh barang dagangan yang telah berhasil dijual selama periode akuntansi tertentu. Sederhananya, ini adalah biaya modal atas barang yang sudah laku. Lalu, mengapa perhitungan HPP yang akurat begitu krusial bagi perusahaan dagang? Ada beberapa alasan utama: Menentukan Laba Kotor: HPP adalah komponen kunci untuk menghitung laba kotor (Pendapatan Penjualan – HPP). Laba kotor menunjukkan profitabilitas dasar dari aktivitas jual beli barang Anda sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya. Tanpa angka HPP yang tepat, Anda tidak akan tahu seberapa menguntungkan penjualan produk Anda sebenarnya. Dasar Penetapan Harga Jual: Mengetahui biaya pokok setiap barang yang terjual adalah dasar penting dalam menetapkan harga jual. Harga jual harus cukup tinggi untuk menutupi HPP, biaya operasional lainnya, dan tentunya memberikan margin keuntungan yang Anda inginkan, sambil tetap bersaing di pasar. Kesalahan menghitung HPP bisa menyebabkan Anda menetapkan harga terlalu rendah (rugi) atau terlalu tinggi (tidak laku). Memahami HPP bukan hanya soal angka di laporan keuangan, tetapi juga tentang pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Dalam panduan lengkap ini, kita akan mengupas tuntas cara menghitung HPP khusus untuk perusahaan dagang. Kita akan mulai dengan mengenali komponen-komponen utama yang terlibat, seperti Persediaan Awal Barang Dagang, Pembelian Bersih selama periode, dan Persediaan Akhir Barang Dagang. Setelah itu, kita akan masuk ke langkah-langkah perhitungan praktisnya secara bertahap agar Anda mudah memahaminya dan menerapkannya pada bisnis Anda. Komponen Utama dalam Menghitung HPP Perusahaan Dagang Setelah memahami apa itu HPP dan mengapa perhitungannya sangat vital bagi perusahaan dagang Anda, langkah selanjutnya adalah mengenali elemen-elemen penyusunnya. Sebelum Anda dapat menghitung HPP secara akurat, Anda perlu memahami 3 komponen fundamental yang menjadi dasar perhitungannya. Ketiga komponen ini saling terkait dan merepresentasikan aliran biaya barang dagangan dalam bisnis Anda selama satu periode akuntansi. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai masing-masing komponen: Persediaan Awal Barang Dagang (Beginning Inventory)Ini adalah nilai total dari seluruh stok barang dagangan yang Anda miliki dan siap untuk dijual pada awal periode akuntansi (misalnya, awal bulan atau awal tahun). Angka persediaan awal periode ini sama dengan nilai persediaan akhir dari periode akuntansi sebelumnya. Anda biasanya dapat menemukan nilai ini pada neraca periode sebelumnya atau neraca saldo awal periode berjalan. Pembelian Bersih (Net Purchases)Komponen ini mewakili total biaya yang Anda keluarkan untuk memperoleh barang dagangan selama periode akuntansi berjalan, setelah memperhitungkan berbagai penyesuaian. Ini bukan sekadar total harga beli barang, tetapi mencakup semua biaya yang terkait langsung dengan perolehan barang tersebut hingga siap dijual, dikurangi dengan pengembalian atau diskon yang Anda terima. Rinciannya adalah: Pembelian Kotor: Total nilai pembelian barang dagang sebelum penyesuaian. Biaya Angkut Pembelian (Freight-In): Biaya transportasi atau ongkos kirim yang Anda tanggung untuk mendatangkan barang dagangan dari pemasok ke gudang Anda. Biaya ini menambah harga perolehan barang. Retur Pembelian (Purchase Returns): Nilai barang dagangan yang Anda kembalikan kepada pemasok (misalnya karena rusak atau tidak sesuai pesanan). Ini mengurangi total biaya pembelian. Potongan Pembelian (Purchase Discounts): Diskon atau potongan harga yang Anda dapatkan dari pemasok (misalnya karena membayar lebih awal). Ini juga mengurangi total biaya pembelian. Secara ringkas, rumus untuk menghitung Pembelian Bersih adalah: Pembelian Bersih = (Total Pembelian Kotor + Biaya Angkut Pembelian) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian) Angka Pembelian Bersih inilah yang mencerminkan biaya riil penambahan barang dagangan selama periode tersebut. Persediaan Akhir Barang Dagang (Ending Inventory)Ini adalah nilai total dari seluruh stok barang dagangan yang masih tersisa di gudang Anda dan belum terjual pada akhir periode akuntansi. Nilai persediaan akhir biasanya ditentukan melalui perhitungan fisik stok (stock opname) dan metode penilaian persediaan yang Anda gunakan (misalnya FIFO, LIFO, atau Average). Persediaan akhir ini penting karena merepresentasikan biaya barang yang belum menjadi beban (belum terjual) pada periode tersebut dan akan menjadi persediaan awal untuk periode akuntansi berikutnya. Memahami ketiga komponen ini—nilai barang di awal periode, biaya bersih penambahan barang selama periode, dan nilai barang yang tersisa di akhir periode—adalah kunci utama sebelum Anda melangkah ke rumus perhitungan HPP itu sendiri. Berikut ringkasannya dalam tabel: Komponen HPP Deskripsi Singkat Persediaan Awal Barang Dagang Nilai stok barang yang tersedia di awal periode akuntansi. Pembelian Bersih Total biaya perolehan barang dagang selama periode, setelah ditambah biaya angkut dan dikurangi retur serta potongan pembelian. Persediaan Akhir Barang Dagang Nilai stok barang yang belum terjual dan tersisa di akhir periode akuntansi. Dengan pemahaman yang kuat tentang setiap komponen ini, Anda akan lebih siap untuk melakukan perhitungan HPP dengan benar dan mendapatkan angka yang akurat untuk analisis bisnis Anda. Langkah-Langkah Praktis Menghitung HPP Perusahaan Dagang Setelah Anda memahami komponen-komponen fundamental yang membentuk Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk perusahaan dagang, kini saatnya kita masuk ke inti proses perhitungannya. Bagian ini akan menguraikan bagaimana Anda dapat menghitung HPP secara sistematis melalui langkah-langkah yang praktis dan mudah diikuti. Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah untuk memastikan Anda mendapatkan angka HPP yang akurat. Angka ini, seperti yang telah dibahas sebelumnya, sangat krusial untuk analisis profitabilitas dan penetapan harga jual produk Anda. Dengan mengikuti urutan yang benar, Anda dapat meminimalkan kesalahan dan menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal. Secara garis besar, proses perhitungan HPP untuk perusahaan dagang melibatkan tiga tahapan utama yang berurutan: Menghitung Pembelian Bersih: Langkah pertama adalah menentukan total biaya bersih perolehan barang dagangan selama periode berjalan. Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian komponen, ini melibatkan perhitungan total pembelian kotor, ditambah biaya angkut pembelian, lalu dikurangi retur dan potongan pembelian. Hasil dari langkah ini adalah nilai Pembelian Bersih yang akan digunakan pada tahap selanjutnya. Menghitung Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD): Setelah mengetahui nilai Pembelian Bersih, langkah berikutnya adalah menjumlahkannya dengan nilai Persediaan Awal Barang Dagang. Hasil penjumlahan ini menunjukkan total nilai barang dagangan yang secara teoritis siap atau tersedia untuk Anda jual selama periode akuntansi tersebut. Menghitung HPP Final: Langkah terakhir adalah menentukan berapa nilai dari barang yang tersedia untuk dijual tersebut yang benar-benar sudah laku terjual. Ini dilakukan

SELENGKAPNYA
Beda Direktur vs Komisaris vs Direktur Utama vs CEO dalam PT Mulai dari Tugas dan Fungsinya

Beda Direktur vs Komisaris vs Direktur Utama vs CEO dalam PT: Mulai dari Tugas dan Fungsinya

Dalam struktur Perseroan Terbatas (PT), kamu pasti sering mendengar istilah seperti Direktur, Komisaris, Direktur Utama, dan CEO.  Posisi-posisi ini punya peran penting masing-masing di dalam perusahaan, tapi sering kali orang bingung membedakan tugas dan tanggung jawab mereka.  Nah, di artikel ini, kita akan bahas tuntas perbedaan-perbedaan tersebut, mulai dari peran, wewenang, sampai posisi mereka dalam perusahaan. Semua aturan yang mengatur soal Direksi dan Dewan Komisaris di dalam PT ini sudah dijelaskan di Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (atau yang biasa kita kenal dengan UU PT).  Artikel ini bakal mengupasnya dengan rujukan ke undang-undang itu, biar penjelasannya jelas dan berbasis hukum. Direktur: Penggerak Utama Operasional Perusahaan Kalau kita ngomongin struktur PT, Direktur itu adalah orang yang pegang kendali langsung atas jalannya operasional sehari-hari.  Bisa dibilang, Direktur ini seperti “mesin” utama yang bikin roda perusahaan terus berputar, sesuai dengan strategi yang sudah disepakati.  Dalam UU PT, jabatan ini masuk dalam kategori “direksi,” yang artinya adalah organ perusahaan yang punya kewenangan dan tanggung jawab penuh untuk mengurus jalannya perusahaan. Direktur ini kerja di lini eksekutif. Jadi, mereka yang pegang keputusan-keputusan penting di bagian operasional, mulai dari ngatur sumber daya, produksi, pemasaran, sampai penjualan.  Tapi tentu saja, semua keputusan ini harus sejalan dengan rencana besar yang sudah diketok palu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Nah, Direktur ini nantinya akan bertanggung jawab langsung ke RUPS, karena forum ini adalah tempat tertinggi untuk ambil keputusan strategis perusahaan. Ngomongin jumlah Direktur, sebuah PT bisa aja punya lebih dari satu. Tergantung dari seberapa besar dan rumit bisnisnya.  Biasanya, perusahaan bakal bagi-bagi tugas ke beberapa Direktur, misalnya ada Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran, Direktur Operasional, dan lain-lain.  Tapi meskipun beda bidang, secara keseluruhan mereka ini tetap disebut sebagai “direksi.” Kalau merujuk ke Pasal 1 UU PT, direksi ini yang punya hak dan tanggung jawab penuh buat ngurus perusahaan demi kepentingan perusahaan itu sendiri, sesuai tujuan yang sudah ditetapkan.  Mereka juga yang mewakili perusahaan kalau ada urusan di dalam atau di luar pengadilan. Tugas mereka cukup banyak, seperti bikin daftar pemegang saham, menyusun risalah RUPS, laporan tahunan, laporan keuangan, dan pastinya, menjaga semua dokumen penting itu tetap rapi dan aman (ini dijelaskan juga di Pasal 100 UU PT). Terus, siapa yang bisa mengangkat atau memberhentikan Direktur? Jawabannya adalah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).  Proses ini biasanya sudah diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan pastinya mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kinerja Direktur, integritas, sampai kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dikutip dari IzinKilat. Komisaris: Pengawas Kinerja Direksi Kalau Direktur itu ibarat “mesin” yang menggerakkan roda perusahaan, maka Komisaris bisa dibilang sebagai “mata” yang terus mengawasi jalannya mesin itu.  Dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), istilah resminya adalah “dewan komisaris.” Tugas dari komisaris yaitu mengawasi jalannya perusahaan secara umum atau khusus sesuai aturan yang ada di anggaran dasar, sekaligus jadi pemberi saran buat Direksi. Intinya, Dewan Komisaris bertugas memastikan Direksi menjalankan perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari anggaran dasar, undang-undang, sampai prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau yang sering disebut good corporate governance. Yang perlu digarisbawahi adalah Komisaris nggak ikut campur dalam urusan operasional sehari-hari perusahaan. Ini nih bedanya sama Direktur.  Kalau Direktur sibuk dengan urusan teknis dan operasional, Komisaris justru fokus pada pengawasan dan kasih masukan.  Dewan Komisaris juga yang memastikan kalau Direksi sudah bekerja sesuai strategi, mengelola risiko, dan ngejar target yang sudah ditetapkan.  Komisaris Utama biasanya juga berperan buat nyambungin masukan dari dewan ke direksi, bahkan sampai ke investor. Selain mengawasi, Komisaris juga bertugas memberi nasihat ke Direksi. Bisa soal strategi bisnis, urusan keuangan, cara mengelola risiko, atau apapun yang penting demi kelangsungan hidup perusahaan.  Pengalaman dan wawasan Komisaris biasanya jadi nilai tambah yang bisa bantu Direksi bikin keputusan yang lebih mantap. Sama seperti Direktur, Komisaris juga wajib bertanggung jawab ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Di sinilah Komisaris melaporkan hasil pengawasan mereka ke para pemegang saham. RUPS juga punya kuasa buat ngangkat atau memberhentikan anggota Dewan Komisaris sesuai yang tertulis di anggaran dasar perusahaan. Selain jadi pengawas, Dewan Komisaris juga bertindak sebagai jembatan antara Direksi dan pemegang saham.  Mereka bertugas menyampaikan harapan dan kepentingan para pemegang saham ke Direksi.  Komisaris Utama pun biasanya memonitor jalannya keuangan dan operasional perusahaan.  Selain itu, mereka memastikan supaya dana dan aset milik pemegang saham dikelola dengan baik.  Kalau perusahaan mau ambil langkah besar seperti akuisisi, Direksi wajib minta saran dulu dari Dewan Komisaris. Direktur Utama: Pemimpin Utama dalam Jajaran Direksi Setelah tahu peran Direktur yang mengurus operasional dan Komisaris yang jadi pengawas, sekarang kita kenalan dengan Direktur Utama.  Sebagai pimpinan paling atas, Direktur Utama punya tanggung jawab yang lebih berat dibanding direktur lainnya.  Dia harus memastikan semua lini perusahaan berjalan sesuai tujuan yang sudah ditetapkan.  Artinya, Direktur Utama nggak cuma mengurus satu bidang, tapi memantau keseluruhan perusahaan agar tetap selaras dan kompak. Peran Direktur Utama memang sangat strategis. Dialah yang menentukan ke mana arah dan tujuan perusahaan dalam jangka panjang.  Visi dan misi perusahaan diterjemahkan oleh Direktur Utama menjadi langkah-langkah nyata, yang nanti akan dijalankan bareng para direktur di bawahnya.  Di dunia internasional, jabatan Direktur Utama ini sering disamakan dengan Managing Director atau Chief Executive Officer (CEO).  Walaupun istilah CEO nggak diatur langsung dalam UU PT, tapi dalam praktiknya, istilah ini sering dipakai buat menyebut posisi tertinggi di perusahaan. Nggak cuma di dalam perusahaan, Direktur Utama juga sering jadi wajah perusahaan di hadapan publik, investor, mitra bisnis, atau pemangku kepentingan lainnya.  Jadi, kemampuan Direktur Utama buat membangun relasi, komunikasi, dan negosiasi sangat penting buat menjaga nama baik perusahaan. Walaupun punya jabatan paling tinggi, Direktur Utama tetap wajib bertanggung jawab ke RUPS.  Setiap keputusan besar dan jalannya kinerja perusahaan harus dilaporkan secara rutin dan terbuka ke para pemegang saham. Bahkan, keputusan-keputusan strategis juga tetap harus dapat lampu hijau dari RUPS. CEO: Jabatan Eksekutif Tertinggi Jabatan yang satu ini sering banget disebut-sebut sebagai posisi paling tinggi di dalam perusahaan.  Secara garis besar, CEO adalah orang yang memegang kendali penuh atas arah dan performa perusahaan.  Dia yang memastikan visi, misi, dan strategi besar perusahaan bisa dijalankan dengan baik, dan semua tim bergerak ke arah

SELENGKAPNYA
Friendly interaction among restaurant workers and patrons indoors.

7 Bisnis UMKM yang Go Internasional

Pendahuluan: UMKM Indonesia yang Mendunia Mungkin kamu sering mendengar istilah “UMKM go internasional,” tapi apa sebenarnya artinya? Sederhananya, UMKM go internasional adalah UMKM yang berhasil memperluas jangkauan bisnisnya, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga hingga ke pasar luar negeri. Produk-produk mereka diminati dan digunakan oleh konsumen di berbagai negara. Tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan inspirasi sekaligus strategi bagi kamu, para pelaku UMKM di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa bersaing di pasar global bukanlah hal yang mustahil. Dengan strategi yang tepat, produk-produk UMKM Indonesia punya potensi besar untuk unjuk gigi di kancah internasional. Artikel ini akan membahas 7 contoh studi kasus UMKM yang telah sukses menembus pasar internasional. Kami akan mengupas tuntas strategi kunci keberhasilan mereka, mulai dari inovasi produk, pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga strategi pemasaran yang mereka terapkan. Harapannya, kamu bisa belajar dari kisah sukses mereka dan menerapkannya pada bisnismu sendiri. Mi Telur Asal Sidoarjo: Memenuhi Standar Kualitas Internasional Salah satu contoh gemilang dari UMKM Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional adalah produk Mi Telur asal Sidoarjo. Mungkin kamu penasaran, bagaimana produk mi telur bisa sampai diekspor? Kuncinya terletak pada pemenuhan standar kualitas internasional yang ketat. CV Indigo Sejahtera, produsen mi telur yang berlokasi di Jalan Raya Lebo, Kabupaten Sidoarjo, membuktikan bahwa kualitas adalah kunci utama untuk bersaing di pasar global (Alamisharia.co.id, n.d.; Antaranews.com, n.d.; Bisnis.com, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Ekspor perdana mi telur ini ke Jeddah, Arab Saudi, pada September 2022 lalu menjadi tonggak sejarah bagi CV Indigo Sejahtera. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung mengirimkan satu kontainer berukuran 40 kaki. Keberhasilan ini tidak lepas dari sertifikasi Saudi Food and Drug Authority (SFDA) yang telah dikantongi oleh CV Indigo Sejahtera untuk produk mi telur berbahan dasar sayuran mereka (Alamisharia.co.id, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Sertifikasi SFDA ini menjadi bukti bahwa produk mereka telah memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga membuka pintu ekspor ke negara tersebut. Lebih lanjut lagi, permintaan ekspor yang besar juga menjadi pendorong bagi CV Indigo Sejahtera untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini, mereka bahkan sedang berupaya memenuhi permintaan ekspor hingga 112 ton atau setara dengan 8 kontainer ke Jeddah (Alamisharia.co.id, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Ini menunjukkan bahwa produk mi telur asal Sidoarjo ini tidak hanya sekadar “lewat” di pasar internasional, tetapi benar-benar diminati dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. siPutri (Batik Asal Semarang): Produksi dan Pemasaran yang Berkelanjutan Contoh sukses UMKM go internasional berikutnya datang dari Semarang, yaitu siPutri, sebuah merek batik yang mengusung konsep berkelanjutan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa yang membuat batik siPutri ini berbeda dan diminati pasar internasional? Kuncinya terletak pada komitmen mereka terhadap kelestarian lingkungan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Berbeda dengan batik pada umumnya, siPutri menggunakan bahan pewarna alami dalam setiap helai kainnya. Mereka memanfaatkan berbagai jenis tanaman seperti daun ketapang, kulit buah jolawe, kayu tingi, dan mahoni. Dengan menggunakan pewarna alami, siPutri tidak hanya menghasilkan warna-warna yang indah dan unik, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pembeli dari luar negeri, seperti Jerman, Kanada, Singapura, dan Dubai, sangat menghargai produk-produk dengan pewarna alami seperti ini. Tidak hanya itu, siPutri juga sangat memperhatikan pengelolaan limbah produksinya. Mereka menerapkan prinsip *reduce, reuse, recycle* secara konsisten. Misalnya, alih-alih menggunakan plastik, siPutri memilih tas pembungkus dari kertas daur ulang. Kancing bajunya pun terbuat dari batok kelapa tanpa proses *finishing* yang berlebihan. Bahkan, limbah cair sisa pewarnaan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, limbah padat diolah menjadi pupuk, dan kain sisa diubah menjadi produk bernilai tambah seperti tas, masker, dan barang lainnya. Lalu, bagaimana siPutri memasarkan produknya hingga bisa menembus pasar internasional? Mereka menggunakan berbagai saluran, mulai dari yang tradisional hingga modern. siPutri aktif mengikuti pameran-pameran kerajinan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, mereka juga memanfaatkan kekuatan media sosial, *website*, dan *e-commerce* untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan strategi pemasaran yang komprehensif ini, siPutri berhasil menarik perhatian pembeli dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia. Bepahkupi (Bekah Kupi): Kopi Indonesia yang Mendunia Kamu mungkin penasaran, bagaimana caranya produk kopi lokal bisa bersaing di pasar internasional? Bepahkupi, atau yang lebih dikenal dengan Bekah Kupi, punya jawabannya. UMKM asal Jakarta ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan fokus pada kualitas, produk kopi Indonesia bisa unjuk gigi di kancah global. Sejak 2020, produk kopi mereka telah berhasil diekspor ke berbagai negara, seperti Mesir, Amerika Serikat, dan Kazakhstan. Meskipun baru berdiri sejak 2019, Bepahkupi tidak main-main dalam menjaga kualitas produknya. Mereka menjalin kerja sama langsung dengan para petani kopi dari berbagai daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, seperti Lintong, Gayo, dan Wamena. Dengan melibatkan petani secara langsung, Bepahkupi tidak hanya mendapatkan biji kopi berkualitas tinggi, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Bepahkupi menawarkan tiga jenis produk utama yang menjadi andalan mereka, yaitu kopi bubuk, *roasted beans*, dan *grind beans*. Untuk memasarkan produknya, mereka menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu *Business-to-Business* (B2B) dan *Business-to-Consumer* (B2C). Strategi B2B memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan bisnis lain, seperti kafe, restoran, atau distributor. Sementara itu, strategi B2C memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan konsumen akhir melalui penjualan *online* atau *offline*. Kunci keberhasilan Bepahkupi dalam menembus pasar internasional terletak pada dua hal utama: kualitas biji kopi dan hubungan baik dengan petani. Dengan menjaga kualitas produk dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani, Bepahkupi berhasil membangun citra positif sebagai produsen kopi berkualitas tinggi yang peduli terhadap keberlanjutan. Tas Kuralin: Kerajinan Tangan Lokal dengan Sentuhan Tradisional Mungkin kamu pernah mendengar tentang Tas Kuralin? Produk kerajinan tangan asal Pesisir Barat, Lampung ini, berhasil membuktikan bahwa produk lokal dengan sentuhan tradisional juga bisa unjuk gigi di pasar internasional. Tas Kuralin menjadi salah satu produk unggulan UMKM di Kabupaten Pesisir Barat dan telah dikenal luas hingga ke luar negeri, bahkan sampai ke Prancis (Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan setempat, n.d.). Apa yang membuat Tas Kuralin begitu istimewa? Pertama, tas ini diproduksi dengan tujuan mulia, yaitu untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Para ibu-ibu di lingkungan setempat diajak untuk belajar membuat tas, dan ternyata responsnya sangat positif. Dengan demikian, produksi Tas Kuralin tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan dampak

SELENGKAPNYA
cara umkm mendapatkan modal

7 Cara Umkm Mendapatkan Modal: Mudah, Cepat & Aman

Pendahuluan: Mengapa Modal Penting untuk UMKM? Anda mungkin sering mendengar istilah UMKM, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tapi, tahukah Anda seberapa besar peran UMKM dalam perekonomian Indonesia? UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, UMKM dikategorikan berdasarkan aset dan omset. Usaha mikro memiliki aset maksimal Rp50 juta dan omset tahunan maksimal Rp300 juta. Usaha kecil memiliki aset antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan omset tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Sedangkan usaha menengah memiliki aset antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar, dengan omset tahunan antara Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar. Data menunjukkan bahwa UMKM menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, UMKM menciptakan lapangan kerja yang sangat besar dan menjadi penggerak utama roda ekonomi negara. Namun, di balik kontribusi besarnya, UMKM sering kali menghadapi tantangan klasik, yaitu keterbatasan modal. Modal ibarat bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Tanpa modal yang cukup, UMKM sulit untuk meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pasar, berinovasi, atau bahkan sekadar bertahan di tengah persaingan yang ketat. Kabar baiknya, ada berbagai cara bagi Anda, para pelaku UMKM, untuk mendapatkan modal yang dibutuhkan. Artikel ini akan membahas 7 cara mudah, cepat, dan aman untuk mendapatkan modal usaha, antara lain: Mengurus Legalitas Usaha Memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mencari Investor/Partner Usaha Menggunakan Platform Crowdfunding Menggunakan Tabungan Pribadi/Pinjaman Keluarga Mengajukan Bantuan Pemerintah (BPUM) Mengajukan Proposal ke Dinas/Kementerian UKM Alternatif Pendanaan: Fintech Lending Selain itu, artikel ini juga akan membahas pentingnya pengelolaan cash flow dan perencanaan keuangan yang matang. Dengan memahami berbagai opsi pendanaan dan strategi pengelolaan keuangan, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan UMKM Anda. Mengurus Legalitas Usaha: Langkah Awal yang Krusial Salah satu langkah terpenting, dan sering terlewatkan, dalam mendapatkan modal usaha adalah mengurus legalitas usaha Anda. Mengapa ini begitu penting? Lembaga keuangan dan investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki legalitas yang jelas. Dengan memiliki badan usaha yang sah, seperti Perseroan Terbatas (PT) atau PT Perorangan, Anda menunjukkan bahwa bisnis Anda serius, profesional, dan memiliki struktur yang jelas. Ini akan meningkatkan kepercayaan (trust) dan mengurangi risiko di mata pemberi pinjaman atau investor. Proses pengurusan legalitas usaha mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen, seperti akta pendirian, NPWP perusahaan, dan izin usaha terkait. Anda bisa mengurusnya sendiri atau menggunakan jasa profesional. Saat ini banyak penyedia jasa yang menawarkan bantuan pengurusan legalitas usaha dengan berbagai pilihan paket dan harga yang bisa di sesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Beberapa contoh UMKM yang berhasil mendapatkan modal setelah memiliki legalitas usaha: Sebuah startup kuliner yang awalnya beroperasi dari rumah berhasil mendapatkan pinjaman dari bank setelah mengubah statusnya menjadi PT. Legalitas ini meyakinkan bank bahwa usaha tersebut memiliki potensi dan dikelola secara profesional. Sebuah usaha kerajinan tangan yang awalnya hanya menjual produknya secara online berhasil menarik investor setelah memiliki legalitas PT Perorangan. Investor melihat bahwa usaha ini memiliki rencana bisnis yang jelas dan terstruktur. Sebuah toko online pakaian yang awalnya hanya berjualan melalui media sosial berhasil mendapatkan pendanaan dari platform crowdfunding setelah memiliki legalitas usaha. Legalitas ini meningkatkan kepercayaan para calon pemberi dana. Memilih jenis badan usaha yang tepat juga penting. Untuk UMKM, PT Perorangan bisa menjadi pilihan yang menarik karena proses pendiriannya lebih sederhana dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan PT biasa. Namun, jika Anda memiliki rencana untuk mengembangkan usaha Anda menjadi lebih besar di masa depan, PT mungkin lebih cocok. Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Solusi Modal dari Pemerintah Salah satu program pemerintah yang sangat membantu UMKM dalam mendapatkan modal adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi dengan suku bunga rendah yang disubsidi oleh pemerintah. Ini menjadi pilihan menarik karena beban bunga yang lebih ringan dibandingkan pinjaman komersial pada umumnya, sehingga tidak terlalu membebani arus kas usaha Anda. Mengapa KUR begitu diminati? Karena pemerintah ingin mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau, diharapkan UMKM dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara. Jenis-Jenis KUR Ada beberapa jenis KUR yang bisa Anda manfaatkan, tergantung pada skala usaha dan kebutuhan Anda: KUR Mikro: Ditujukan untuk usaha mikro dengan plafon maksimal Rp50 juta. KUR Kecil: Untuk usaha kecil dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. KUR TKI: Khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri, dengan plafon maksimal Rp25 juta. Masing-masing jenis KUR memiliki persyaratan dan ketentuan yang sedikit berbeda. Namun, secara umum, ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi: Syarat dan Ketentuan Umum Pengajuan KUR Usaha Anda telah berjalan minimal 6 bulan. Anda memiliki legalitas usaha (minimal Surat Keterangan Usaha/SKU). Anda tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor). Anda memiliki agunan (untuk KUR Kecil). Agunan tidak diwajibkan untuk KUR Mikro. Anda memiliki NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta). Bank Penyalur KUR dan Cara Menghubunginya KUR disalurkan melalui berbagai bank, baik bank pemerintah (Himbara) maupun bank swasta. Beberapa bank penyalur KUR yang utama antara lain: Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Tabungan Negara (BTN) Bank Central Asia (BCA) Bank Danamon Dan bank-bank lainnya. Anda bisa menghubungi bank-bank tersebut melalui *call center*, *website*, atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas bank mengenai detail program KUR, persyaratan, dan proses pengajuannya. Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui Meskipun KUR dirancang untuk memudahkan UMKM, tetap ada proses seleksi yang harus Anda lalui. Berikut beberapa tips agar pengajuan KUR Anda disetujui: Siapkan dokumen dengan lengkap dan rapi. Pastikan semua dokumen yang disyaratkan sudah Anda siapkan sebelum mengajukan. Buat laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan yang rapi dan transparan akan menunjukkan bahwa usaha Anda dikelola dengan baik. Anda bisa menggunakan *software* akuntansi *online* seperti Mekari Jurnal untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan. Jaga reputasi kredit Anda. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat kredit macet atau masalah keuangan lainnya. Siapkan rencana bisnis yang jelas. Tunjukkan kepada bank bagaimana Anda akan menggunakan dana KUR untuk mengembangkan usaha Anda. Bersikap proaktif. Jangan ragu untuk bertanya

SELENGKAPNYA
Cara Daftar TikTok Shop 2025 Mengisi Nomor Izin Usaha dan Persyaratan Lainnya

Cara Daftar TikTok Shop 2025: Mengisi Nomor Izin Usaha dan Persyaratan Lainnya

TikTok Shop makin hari makin populer sebagai platform jualan online bagi para pelaku usaha Indonesia. Ini bukan tanpa alasan. Memang TikTok Shop bisa memberi peluang bagi pebisnis untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Terlebih lagi TikTok Shop punya segudang fitur basis pengguna yang banyak. Oleh sebab itu, banyak orang yang kini mulai mencari tahu bagaimana cara mendaftar TikTok Shop 2025 yang terbaru. Mulai dari pengisian nomor izin usaha di TikTok sampai memenuhi persyaratan lainnya. Buat kamu yang mau ikutan daftar TikTok Shop, bisa perhatikan dengan seksama langkah-langkah berikut ya! Apa Saja Syarat Berjualan di TikTok Shop 2025 yang Harus Dipenuhi? Sebelum masuk ke langkah-langkah cara daftar TikTok Shop 2025, kamu wajib penuhi syarat-syaratnya dulu. Jadi, gak semua orang bisa mendaftar. Hanya orang yang memenuhi kriteria berikut ini yang bisa: Jika semua syarat di atas sudah terpenuhi, maka kamu bisa langsung mendaftar TikTok Shop dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Cara Mendaftar TikTok Shop 2025 dengan Mudah dan Cepat Kalau sudah memenuhi syarat di atas, kamu bisa lanjut mengikut cara mendaftar TikTok Shop lebih dulu. Berikut caranya diringkas dari AdminKita: 1. Buka aplikasi TikTok Shop Seller Center melalui browser atau aplikasi TikTok. 2. Daftar dengan akun TikTok yang sudah ada atau buat akun baru. 3. Pilih jenis bisnis yang kamu jalankan. 4. Masukkan nama toko sesuai dengan brand atau nama usaha kamu. 5. Isi data diri dan informasi toko dengan benar. 6. Siapkan dokumen yang diperlukan seperti KTP atau Paspor untuk verifikasi identitas. 7. Masukkan email yang akan digunakan di TikTok Shop. 8. Cek email dan masukkan kode verifikasi yang dikirimkan, lalu klik Konfirmasi. 9. Tunggu proses verifikasi dari TikTok. 10. Setelah akun diverifikasi, kamu bisa mulai menambahkan produk dan berjualan. Proses ini biasanya gak memakan waktu lama kok. Asalkan semua data yang kamu masukkan itu benar dan gak ada kendala jaringan internet atau sistem saat proses verifikasi. Cara Mendapatkan Nomor Izin Usaha untuk Bisa Mendaftar TikTok Shop 2025 Sebelum bisa isi nomor izin usaha di TikTok Shop, ya tentu kamu harus punya nomor izinnya lebih dulu. Nama nomor yang dimaksud ini adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagaimana cara mendapatkannya? Kamu bisa mengurusnya dalam satu hari bersama Legal Menjadi Pengaruh dengan klik LINK DI SINI. Dalam sistem NIB ini, izin usaha dikategorikan berdasarkan tingkat risikonya: 1. Tingkat Risiko Rendah – Hanya memerlukan NIB sebagai izin usaha. 2. Tingkat Risiko Menengah-Rendah – Memerlukan NIB dan Sertifikat Standar. 3. Tingkat Risiko Menengah-Tinggi – Memerlukan NIB dan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi. 4. Tingkat Risiko Tinggi – Memerlukan NIB dan izin tambahan dari pemerintah yang sudah diverifikasi. Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat Risiko Usaha Kita? Caranya yaitu dengan mengecek kode KBLI yang sesuai dengan bidang usaha kamu ya. Misalnya, jika kamu menjual pakaian tanpa produksi sendiri, maka kode KBLI yang sesuai adalah 47711 (Perdagangan Pakaian Secara Eceran). Selanjutnya, kamu perlu menentukan skala usaha berdasarkan modal yang dimiliki: Sebagai contoh, jika usaha dagang pakaianmu di TikTok Shop memiliki modal Rp 500 juta, maka usaha kamu tergolong Usaha Mikro dengan Tingkat Risiko Rendah. Berarti kamu hanya perlu memiliki NIB untuk berjualan. Cara Mengisi Nomor Izin Usaha di TikTok Shop 2025 Kalau sudah mendapatkan NIB untuk bisnis kamu, maka bisa langsung mengisi nomornya di TikTok Shop. Cara mengisinya sebagai berikut dikutip dari SmartLegal:  1. Masuk ke akun TikTok Shop Seller Center. 2. Buka menu Pengaturan atau Profil Toko. 3. Cari kolom Nomor Izin Usaha. 4. Masukkan NIB yang sudah kamu dapatkan dari OSS. 5. Klik Simpan dan tunggu proses verifikasi. Jika NIB sudah terverifikasi, akun TikTok Shop kamu akan aktif sepenuhnya. Selanjutnya, kamu bisa mulai mengunggah produk serta menjalankan strategi pemasaran yang efektif agar penjualannya meningkat pesat. Kesimpulan Untuk memulai berjualan di TikTok Shop 2025, kamu perlu memenuhi beberapa syarat seperti berusia minimal 18 tahun, punya minimal 2.000 pengikut, dan minimal 50 tayangan video dalam 28 hari terakhir.  Langkah pendaftarannya cukup mudah, mulai dari membuka aplikasi TikTok Shop Seller Center, mendaftar dengan akun TikTok, memilih jenis bisnis, hingga mengisi data diri dan informasi toko.  Salah satu persyaratan penting adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa diurus dalam satu hari berdasarkan kategori tingkat risiko usahamu, mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi.  Kode KBLI dan skala usaha berdasarkan modal juga perlu diperhatikan untuk menentukan jenis izin yang diperlukan, misalnya jika usahamu tergolong Usaha Mikro dengan Tingkat Risiko Rendah, kamu hanya perlu memiliki NIB saja.  Setelah mendapatkan NIB, kamu bisa mengisinya di TikTok Shop melalui menu Pengaturan atau Profil Toko lalu tunggu proses verifikasi. 

SELENGKAPNYA
kemitraan usaha

7 Contoh Kemitraan Usaha Kecil Yang Saling Menguntungkan

Pendahuluan Pernahkah Anda membayangkan bisnis Anda berkembang pesat, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memiliki akses ke sumber daya yang sebelumnya tak terjangkau? Kemitraan usaha kecil bisa menjadi kunci untuk mewujudkan impian tersebut. Kemitraan usaha adalah sebuah strategi di mana dua atau lebih pihak bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, seperti yang dijelaskan dalam buku Kemitraan Usaha karya Muhammad Jafar Hafsah dan Kemitraan Meraih Keuntungan Bersama karya Ian Linton. Lebih jauh lagi, Pasal 1 UU No 20 Tahun 2008 tentang UMKM (UU UMKM) menegaskan bahwa kemitraan harus didasarkan pada prinsip saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan. Dalam konteks usaha kecil, kemitraan yang saling menguntungkan menawarkan berbagai manfaat signifikan. Bayangkan Anda dapat meningkatkan skala usaha Anda dengan cepat, mendapatkan akses ke teknologi atau keahlian khusus, serta memperluas jangkauan pasar Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar sendirian. Kemitraan memungkinkan Anda untuk berbagi sumber daya, risiko, dan tentu saja, keuntungan. Artikel ini akan membahas 7 contoh kemitraan usaha kecil yang telah terbukti sukses. Dari kemitraan inti-plasma di perkebunan sawit hingga kolaborasi event organizer, Anda akan menemukan berbagai model kemitraan yang bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan bisnis Anda. Setiap contoh akan diulas secara mendalam, sehingga Anda dapat memahami bagaimana kemitraan tersebut bekerja dan manfaat apa saja yang bisa Anda peroleh. Inti-Plasma (Perkebunan Sawit) Salah satu contoh kemitraan usaha kecil yang saling menguntungkan adalah model inti-plasma, khususnya dalam industri perkebunan kelapa sawit. Dalam kemitraan ini, terdapat dua pihak utama: petani sawit rakyat sebagai plasma, dan perusahaan perkebunan besar sebagai inti, seperti yang dijelaskan dalam Pasal 107 PP 7/2021. Dalam skema ini, perusahaan inti memiliki peran sentral. Mereka menyediakan berbagai bentuk dukungan kepada petani plasma, mulai dari bimbingan teknis tentang cara budidaya sawit yang baik dan benar, penyediaan bibit unggul yang dapat meningkatkan produktivitas, hingga jaminan pembelian hasil panen dengan harga yang wajar. Sementara itu, petani plasma berkontribusi dengan menyediakan lahan perkebunan mereka dan tenaga kerja untuk mengelola kebun sawit. Dengan kata lain, petani fokus pada operasional di lapangan, sementara perusahaan inti memberikan dukungan teknis dan kepastian pasar. Kemitraan ini menawarkan keuntungan yang signifikan bagi kedua belah pihak. Bagi petani plasma, mereka mendapatkan kepastian pasar karena hasil panen mereka dijamin akan dibeli oleh perusahaan inti. Selain itu, bimbingan teknis dan bibit unggul yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas kebun mereka, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Bagi perusahaan inti, kemitraan ini memastikan pasokan bahan baku yang stabil dan berkualitas. Dengan membina petani plasma, perusahaan dapat mengontrol kualitas kelapa sawit yang dihasilkan, serta memastikan keberlanjutan pasokan untuk kebutuhan industri mereka. Sebagai contoh, kita bisa melihat kemitraan antara petani sawit di Riau dengan perusahaan perkebunan besar. Melalui kemitraan ini, banyak petani sawit yang merasakan peningkatan kesejahteraan karena adanya jaminan pasar dan peningkatan produktivitas kebun mereka. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur juga mencatat bahwa program kemitraan inti-plasma telah menjadi salah satu upaya untuk menyejahterakan petani sawit. Subkontrak (Manufaktur Komponen Otomotif) Contoh lain dari kemitraan yang saling menguntungkan adalah subkontrak dalam industri manufaktur komponen otomotif. Dalam skema ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan sebagai pemasok komponen-komponen tertentu, seperti baut, mur, *spare part*, atau komponen lainnya, kepada perusahaan manufaktur otomotif yang lebih besar. Perusahaan besar, dalam hal ini, bertindak sebagai kontraktor utama, sementara UMKM adalah subkontraktor, seperti yang dijelaskan dalam Pasal 108 ayat (1) PP 7/2021. Bagaimana kemitraan ini bekerja? UMKM akan menerima pesanan secara konsisten dari perusahaan manufaktur besar untuk memproduksi komponen-komponen tertentu. Selain pesanan, perusahaan besar juga memberikan bimbingan teknis kepada UMKM. Dukungan ini dapat berupa pelatihan tentang cara meningkatkan kualitas produk, penggunaan teknologi yang lebih efisien, hingga bantuan dalam memperoleh bahan baku yang berkualitas, seperti yang tercantum dalam Pasal 108 ayat (2) PP 7/2021. Apa keuntungan bagi UMKM? Tentu saja, dengan menjadi subkontraktor, UMKM mendapatkan jaminan pesanan yang berkelanjutan. Ini memberikan kepastian pendapatan dan membantu UMKM untuk merencanakan produksi mereka dengan lebih baik. Bimbingan teknis yang diberikan juga memungkinkan UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka, memenuhi standar industri otomotif yang ketat, dan pada akhirnya, meningkatkan daya saing mereka. Lalu, bagaimana dengan perusahaan besar? Dengan menggandeng UMKM sebagai subkontraktor, perusahaan besar dapat memperoleh pasokan komponen dengan biaya yang lebih efisien. Mereka tidak perlu lagi memproduksi semua komponen sendiri, yang bisa jadi membutuhkan investasi besar dalam mesin dan tenaga kerja. Dengan demikian, perusahaan besar dapat lebih fokus pada kegiatan inti mereka, seperti perakitan kendaraan, riset dan pengembangan, serta inovasi produk. Beberapa contoh nyata dari kemitraan ini dapat Anda temukan di berbagai daerah di Indonesia: UMKM di Jawa Barat yang memproduksi komponen-komponen kecil untuk perusahaan perakitan mobil. Kemitraan ini telah membantu UMKM tersebut meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk mereka, sehingga mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan otomotif. UMKM pengrajin logam di daerah lain yang membuat peralatan sederhana untuk perakitan mobil atau sepeda motor, seperti dalam program pendampingan yang dilakukan oleh PT Astra International Tbk. Melalui kemitraan subkontrak ini, UMKM tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga kesempatan untuk terus berkembang. Mereka dapat meningkatkan kemampuan teknis, manajemen, dan kualitas produk, yang pada akhirnya akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi mereka. Waralaba (Minuman Kekinian) Anda mungkin sering melihat gerai minuman kekinian dengan merek yang sama di berbagai lokasi. Nah, ini bisa jadi salah satu contoh kemitraan usaha kecil yang sukses melalui skema waralaba, atau yang dikenal juga dengan istilah franchise. Dalam kemitraan ini, *brand* minuman kekinian (pemberi waralaba) memberikan hak kepada Anda (penerima waralaba) untuk menggunakan merek dagang mereka, resep rahasia, dan sistem operasional bisnis yang sudah teruji, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Apa saja keuntungan yang bisa Anda dapatkan sebagai penerima waralaba? Pertama, Anda langsung mendapatkan keuntungan dari *brand* yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Anda tidak perlu lagi membangun *brand awareness* dari nol. Kedua, Anda akan mendapatkan pelatihan dan dukungan operasional dari pemberi waralaba. Mereka akan membimbing Anda tentang cara menjalankan bisnis, mengelola *outlet*, hingga menjaga kualitas produk. Ketiga, risiko bisnis Anda relatif lebih rendah karena sistem bisnisnya sudah teruji dan terbukti berhasil. Bagi pemberi waralaba, keuntungan utamanya adalah perluasan jangkauan pasar tanpa perlu membuka cabang sendiri dan mengeluarkan biaya investasi yang besar. Mereka dapat mengembangkan bisnis mereka

SELENGKAPNYA
Contoh dan Gambar Struktur Organisasi Perusahaan PT, Susunan Lengkap yang Profesional

Contoh dan Gambar Struktur Organisasi Perusahaan PT, Susunan Lengkap yang Profesional

Struktur organisasi perusahaan PT harus disusun sedemikian rupa agar operasionalnya berjalan dengan baik serta profesional.  PT sendiri merupakan salah satu bentuk usaha yang punya struktur dan sistem manajemen yang terstruktur. Sebab, PT butuh membagi tugas serta tanggung jawab masing-masing karyawan untuk menjalankan perusahaan dengan efisien.  Selain itu, struktur organisasi perusahaan PT yang tepat bisa membantu mengelola sumber daya dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas, guna mencapai tujuan bisnis yang telah dicanangkan sebelumnya. Dalam artikel ini, kita akan mengulik secara lengkap contoh serta gambar struktur organisasi perusahaan PT yang profesional. Apa Itu PT (Perseroan Terbatas)? Perseroan Terbatas atau PT merupakan bentuk badan usaha yang punya status badan hukum. Dalam PT, modal perusahaan terbagi menjadi saham-saham.  PT bisa didirikan oleh minimal 2 (dua) orang yang nanti berperan sebagai Direktur dan Komisaris. Direktur diisi oleh satu orang, dan Komisaris bisa diisi oleh lebih dari dua orang. Tujuan utama PT yaitu jelas untuk menghasilkan keuntungan serta mengembangkan usahanya jadi lebih besar. Badan usaha PT bisa memisahkan harta kekayaan pemilik dengan perusahaan. Jadi, tanggung jawab pemilik saham itu hanya sebesar jumlah saham yang mereka punya. Sehingga, andaikata PT merugi, punya hutang, bahkan bangkrut, aset kekayaan pribadi pemilik tetap aman dan gak ikut terseret untuk melunasi kewajiban perusahaan. Apa Bisnis yang Cocok Menjadi PT? Memang tidak semua jenis usaha cocok dijalankan dan diubah dalam bentuk PT. Apalagi kalau bisnisnya skala menengah dan kecil. Biasanya, PT cocok untuk bisnis yang punya prospek jangka panjang serta butuh pengelolaan yang lebih profesional. Namun, beberapa sektor bisnis malah bisa wajib memakai PT sesuai dengan regulasi dan standar yang ada. Contohnya seperti bisnis konstruksi dan pertambangan dilansir dari IZIN. Berikut beberapa jenis bisnis yang sebaiknya dijalankan dalam bentuk PT: – Perdagangan: Usaha di bidang jual beli barang, baik skala kecil maupun besar, seperti grosir, ritel, dan ekspor-impor. – Industri: Usaha manufaktur yang memproduksi barang jadi atau setengah jadi, seperti pabrik makanan, tekstil, dan elektronik. – Jasa Angkutan: Perusahaan transportasi, baik darat, laut, maupun udara, seperti logistik dan ekspedisi. – Pertambangan: Bisnis yang berkaitan dengan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam, seperti batu bara dan minyak bumi. – Konstruksi: Perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, seperti gedung, jembatan, dan jalan raya. – Pertanian: Usaha di bidang agribisnis, seperti perkebunan, peternakan, dan hortikultura. – Forwarding: Perusahaan yang bergerak dalam jasa pengiriman barang dan logistik antar daerah atau negara. – Pariwisata: Bisnis yang berkaitan dengan akomodasi, restoran, dan layanan wisata. – Teknologi Informasi: Perusahaan pengembangan perangkat lunak, layanan IT, dan solusi digital lainnya. Itulah beberapa lini bisnis yang sebaiknya mengubah struktur perusahaannya menjadi PT. Sebab, beberapa sektor bisnis tersebut membutuhkan struktur organisasi profesional agar tiap jabatan mampu mengemban tanggung jawab masing-masing.   Contoh Struktur Organisasi Perusahaan PT Profesional Konsultasi Gratis Setelah memahami beberapa sektor bisnis yang baiknya menjadi PT, selanjutnya kita kulik contoh struktur organisasi perusahaan PT yang profesional. Contoh struktur di bawah ini tidak baku. Bisa lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan. Namun, secara umum berikut susunan struktur organisasi perusahaan PT yang biasanya ada: 1. Direksi PT Direksi merupakan yang menduduki posisi tertinggi dalam struktur PT. Tugas dari direksi yaitu bertanggung jawab terhadap semua kebijakan dan strategi perusahaan, memastikan kelangsungan usaha, menetapkan visi dan misi perusahaan, serta mengawasi jalannya operasional secara keseluruhan. Biasanya direksi terdiri dari para pemegang saham utama yang kemudian tergabung ke dalam dewan direksi. 2. Komisaris PT Komisaris punya peran sebagai pengawas kinerja direksi dan perusahaan secara umum. Kalau direksi fokus aktif dalam operasional, komisaris hanya memberi saran serta evaluasi kebijakan yang diterapkan perusahaan. Selain itu, komisaris juga bertugas memastikan perusahaan telah beroperasi sesuai dengan arah tujuan bisnis serta tidak melanggar hukum. 3. Direktur Utama Direktur utama adalah pemimpin eksekutif dalam perusahaan. Tanggung jawabnya yaitu langsung terlibat memastikan dalam jalannya operasional perusahaan setiap harinya. Tugas harian dari direktur utama biasanya meliputi pengambilan keputusan strategis, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, dan kebijakan operasional lainnya. Selain itu, direktur utama bisa berperan sebagai perwakilan perusahaan dalam berbagai perjanjian bisnis dengan pihak eksternal. 4. Direktur Sementara direktur merupakan posisi eksekutif yang punya tugas sesuai dengan bidang dan bagian tertentu dalam perusahaan. Contohnya seperti berikut: – Direktur Operasional: Bertanggung jawab atas kegiatan produksi, distribusi, dan efisiensi kerja. – Direktur Keuangan: Mengelola aspek keuangan, termasuk anggaran, investasi, dan pelaporan keuangan. – Direktur Pemasaran: Bertugas mengembangkan strategi pemasaran, branding, dan penjualan produk atau jasa perusahaan. 5. Manajer Manajer punya peran mengawasi operasional perusahaan serta harus memastikan setiap divisinya bekerja sesuai target yang sudah ditentukan. Selain itu, manajer bertugas mengatur karyawan di bawahnya dan melaporkan hasil kerja kepada direktur. 6. Divisi Divisi atau departemen perusahaan terdiri dari tim yang bekerja langsung sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Beberapa divisi yang biasa ada di dalam PT antara lain: – Marketing: Bertugas untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan. – Sales: Mengelola strategi penjualan dan hubungan dengan pelanggan. – Kreatif: Membantu dalam pembuatan materi promosi dan branding perusahaan. 7. Administrasi dan Gudang Ini adalah bagian yang bertanggung jawab atas semua pencatatan operasional serta pengelolaan barang milik perusahaan. Selain itu, divisi administrasi dan gudang juga bertugas memastikan semua transaksi, persediaan, serta pengiriman barang berjalan dengan baik dikutip dari AdminKita. Gambaran Struktur Organisasi Perusahaan PT Kesimpulan Struktur organisasi perusahaan PT merupakan komponen vital dalam menjalankan operasional bisnis secara profesional dan efisien. Pembagian tugas serta tanggung jawab karyawan PT diatur secara sistematis dan sedemikian rupa untuk mencapai tujuan bisnis dengan lebih mudah.  Struktur organisasi PT yang umum terdiri dari Direksi, Komisaris, Direktur Utama, Direktur bidang (seperti Operasional, Keuangan, dan Pemasaran), Manajer, berbagai Divisi (Marketing, Sales, Kreatif), serta Administrasi dan Gudang, yang semuanya bekerja bersama dalam sistem hierarki yang terorganisir.  Dengan struktur organisasi yang tepat, PT dapat mengelola sumber daya dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas perusahaan secara efektif dan efisien. Rekomendasi Jasa Pendirian PT Konsultasi Gratis Banyak pelaku usaha pemula atau UMKM masih menunda proses legalisasi usahanya karena menganggapnya sebagai hal yang mahal dan rumit. Padahal saat ini, proses pendirian badan usaha seperti PT sudah jauh lebih mudah dan terjangkau. Jika kamu sedang mencari solusi pendirian PT yang praktis, cepat, dan hemat, Legal MP adalah mitra yang tepat untuk kamu. Mengapa Memilih Legal MP? Legal

SELENGKAPNYA