Apa Itu KKPR? Definisi, Contoh, dan Cara Pengurusannya di OSS

person writing on paper

MenjadiPengaruh.com – Kesesuian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) merupakan jenis izin baru yang menggantikan izin lokasi dan izin pemanfaatan ruang dalam proses perizinan berusaha. 

Dikutip dari Simtaru, KKPR tidak hanya mengatur padanama izin, tetapi juga pada konsep dan prosedur perizinan berusaha secara keseluruhan. 

Regulasi ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, yang merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

KKPR berperan sebagai perizinan dasar yang harus diurus sebelum pelaku usaha dapat melanjutkan proses perizinan berusaha. 

Selain itu, KKPR juga diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG).

Cara Mendapat NIB Bagi PT Perorangan

Apa Saja Dasar Hukum KKPR?

– UU No.25 Tahun 2007 tentang penanaman modal;

– UU No.26 Tahun 2007 tentang penataan ruang;

– UU No.30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan;

– UU No.11 Tahun 2020 tentang cipta kerja;

– PP No.5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko;

– PP No.21 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang;

– Permen ATR/BPN No.13 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dan sinkronisasi program pemanfaatan ruang.

Apa Saja Contoh KKPR?

Berikut adalah beberapa contoh penerapan KKPR dalam berbagai kegiatan:

1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Pemohon IMB harus terlebih dahulu mengajukan permohonan KKPR kepada pemerintah daerah. Biasanya, IMB diperlukan untuk membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, atau membongkar bangunan.

Baca juga  Bagaimana Ketentuan Pajak Usaha Transportasi atau Angkutan?

2. Alih Fungsi Lahan

Proses perubahan penggunaan lahan dari satu kepentingan ke kepentingan lain memerlukan permohonan KKPR sebelum mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah.

3. Izin Perubahan Pemanfaatan Tanah (IPPT)

Pemegang hak atas tanah yang ingin mengubah pemanfaatan tanah harus mengajukan permohonan KKPR sebelum memperoleh IPPT dari pemerintah daerah.

4. Sertifikat Tanah

Pengajuan permohonan KKPR juga diperlukan untuk mendapatkan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Survei PKP: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Contoh KKPR untuk Kegiatan Non-Berusaha:

  • Pembangunan rumah tinggal pribadi
  • Pembangunan kebun atau pertanian
  • Pembangunan tempat ibadah
  • Pembangunan sarana pendidikan
  • Pembangunan sarana kesehatan

Contoh KKPR untuk Kegiatan Berusaha:

  • Pembukaan usaha pertokoan
  • Pembukaan usaha restoran
  • Pembukaan usaha industri
  • Pembukaan usaha pariwisata
  • Pembukaan usaha pertambangan

Bagaimana Cara Membuat KKPR di OSS?

Dilansir dari laman resmi DPUPR, berikut tata cara mengurus KKPR melalui OSS:

  1. Pelaku usaha masuk melalui OSS sesuai username dan Password
  2. Ajukan melalui permohonan baru untuk usaha baru dan belum memiliki perizinan berusaha sebelumnya, menu pengembangan untuk menambah kegiatan usaha.
  3. Isi detail rencana kegiatan usaha
  4. Pada halaman daftar kegiatan usaha, akan tampil “PKKPR belum diproses” untuk rencana kegiatan usaha yang dimohon
  5. Apabila diklik proses perizinan berusaha akan muncul pop up informasi “Proses perizinan berusaha menunggu verifikasi PKKPR oleh Kantah dan OPD Tata Ruang serta DPMPTSP sesuai kewenangannya. Jangka waktu pemrosesan PKKPR paling lama 20 hari setelah pembayaran PNPB (termasuk penerbitan Pertek)”.
  6. Silahkan menunggu notifikasi validasi kelengkapan data sekaligus pemberitahuan Surat Perintah Setor (SPS). 
  7. Pelaku usaha dapat mengetahui status permohonan melalui menu pelacakan

Pendirian PT Perorangan

Apa Perbedaan KKPR dan PKPR?

KKPR (Kesesuian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan PKKPR (Pernyataan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) memiliki perbedaan dalam beberapa aspek:

Baca juga  Beda Badan Usaha Berbadan Hukum vs Non-Berbadan Hukum: Contoh, Kelebihan, dan Kekurangannya

Ketentuan dan Tahapan

  • KKPR bersifat deklaratif, hanya memerlukan pernyataan kesesuaian kegiatan dengan rencana tata ruang.
  • PKKPR bersifat administratif, memerlukan permohonan kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan persetujuan.

Kelengkapan Pendaftaran

  • KKPR hanya memerlukan surat pernyataan kesesuaian.
  • PKKPR memerlukan surat pernyataan kesesuaian, surat keterangan kepemilikan tanah, rencana tata letak bangunan, dan rencana tata letak utilitas.

Persyaratan Penerbitan

  • KKPR diterbitkan oleh pemerintah daerah berdasarkan pertimbangan teknis, administratif, dan faktor lainnya.
  • PKKPR diterbitkan oleh pemerintah daerah berdasarkan pertimbangan teknis dan administratif.

Verifikasi Otomatis

  • KKPR tidak melibatkan verifikasi otomatis, membutuhkan waktu verifikasi manual oleh pemerintah daerah.
  • PKKPR melibatkan verifikasi otomatis, memberikan hasil verifikasi dalam waktu singkat.

Tarif PNBP

  • KKPR tidak dikenakan tarif PNBP.
  • PKKPR dikenakan tarif PNBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cek Penawaran Kami untuk Pembuatan PT dan CV

FAQ:

Apa itu KKPR?

KKPR adalah singkatan dari Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang. KKPR adalah izin yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan rencana tata ruang.

Apa saja manfaat KKPR?

Manfaat KKPR adalah sebagai berikut:
– Sebagai acuan bagi pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan rencana tata ruang.
– Sebagai dasar untuk memperoleh izin usaha lainnya, seperti izin lokasi, izin mendirikan bangunan, dan izin lingkungan.
– Meningkatkan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usaha.

Bagaimana cara mengurus KKPR?

Pengurusan KKPR dapat dilakukan secara online melalui Sistem Online Single Submission (OSS). Berikut adalah langkah-langkahnya:
– Masuk ke situs OSS.
– Buat akun OSS.
– Isi data-data yang diperlukan, termasuk data kegiatan usaha.
– Pilih jenis izin yang akan diurus, yaitu KKPR.
– Upload dokumen-dokumen yang diperlukan.
– Bayar biaya PNBP.
– Tunggu proses verifikasi dan persetujuan dari pemerintah.

Proses pengurusan KKPR biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu.

Baca juga  Apakah Perhitungan Pajak NPWP Pribadi dan Badan Terpisah?

Bagikan:

Artikel Lainnya

bantuan modal usaha juni 2024

Cek Daftar Bantuan Modal Usaha Juni 2024 dan Persyaratannya Berikut

Bantuan Modal Usaha Juni 2024: Peluang untuk Pengembangan Ekonomi Umat Bulan Juni 2024 membawa kabar baik bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Pemerintah telah mengumumkan beberapa program bantuan modal usaha yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Program ini diharapkan dapat membantu UKM untuk bangkit dan berkembang, terutama setelah dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Bantuan Modal Usaha Juni 2024 FAQ tentang Bantuan Modal Usaha Juni 2024 Program bantuan modal usaha yang diluncurkan pada Juni 2024 ini memberikan peluang besar bagi pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya. Dengan memanfaatkan bantuan ini, diharapkan UKM dapat lebih berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Baca juga  Prinsip dan Manfaat HKI

beda ceo dan direktur

Perbedaan Antara CEO dan Direktur pada Perusahaan dan Tinggi Mana Jabatannya

Pendahuluan Kepemimpinan memainkan peran yang sangat krusial dalam keberhasilan sebuah perusahaan.  Baik di perusahaan konvensional maupun startup, para pemimpin seperti CEO dan Direktur memiliki tanggung jawab yang berbeda namun sama-sama penting.  Memahami perbedaan antara CEO dan Direktur tidak hanya membantu dalam menentukan struktur organisasi yang efektif. Namun juga mempengaruhi operasional dan strategi bisnis. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara CEO dan Direktur, serta bagaimana peran-peran tersebut diterapkan dalam konteks perusahaan tradisional dan startup.  Definisi dan Peran CEO CEO, atau Chief Executive Officer, adalah eksekutif tertinggi dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dan kinerja perusahaan dikutip dari AlphaJWC.  Tugas utama seorang CEO meliputi pengambilan keputusan strategis, manajemen sumber daya perusahaan, dan pengawasan terhadap implementasi visi dan misi perusahaan.  Dalam hierarki perusahaan, CEO berada di puncak struktur organisasi, langsung bertanggung jawab kepada dewan direksi dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir.  Di perusahaan konvensional, peran CEO sering kali terfokus pada pengelolaan operasional yang stabil, pengembangan jangka panjang, dan kepatuhan terhadap regulasi yang ketat.  Sebagai contoh, seorang CEO di perusahaan manufaktur mungkin mengawasi proses produksi, memastikan efisiensi operasional, dan mengelola hubungan dengan pemasok dan pelanggan utama.  Sebaliknya, di startup, peran CEO cenderung lebih dinamis dan adaptif, mencakup tanggung jawab seperti mencari pendanaan, membangun budaya perusahaan yang inovatif, dan sering kali terlibat langsung dalam pengembangan produk.  Definisi dan Peran Direktur Direktur adalah individu yang memegang posisi eksekutif dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas pengelolaan aspek tertentu dari operasional perusahaan.  Ada berbagai jenis direktur, termasuk Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Keuangan, dan Direktur Pemasaran, masing-masing dengan tanggung jawab spesifik.  Baca juga  Bagaimana Ketentuan Pajak Usaha Transportasi atau Angkutan?Dalam struktur perusahaan, direktur biasanya berada di bawah CEO dan berperan dalam melaksanakan kebijakan strategis yang ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi.  Peran direktur dalam perusahaan mencakup pengawasan departemen mereka, pengambilan keputusan taktis, dan memastikan bahwa tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai.  Tugas utama seorang direktur bisa bervariasi tergantung pada bidangnya; misalnya, Direktur Operasional bertanggung jawab atas efisiensi proses bisnis sehari-hari. Sementara Direktur Keuangan mengelola anggaran, laporan keuangan, dan strategi investasi perusahaan.  Di departemen pemasaran, seorang direktur bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran, termasuk kampanye promosi dan analisis pasar.  Perbedaan Utama Antara CEO dan Direktur Perbedaan dalam tanggung jawab dan tugas antara seorang CEO dan seorang Direktur mencerminkan fokus kerja yang berbeda dalam struktur organisasi perusahaan dilansir dari HiveFive.  Sebagai pemimpin tertinggi, CEO bertanggung jawab atas arah strategis perusahaan secara keseluruhan, dengan fokus pada pengambilan keputusan strategis, pengembangan visi perusahaan, dan memastikan pertumbuhan jangka panjang.  Sebaliknya, Direktur, meskipun juga berkontribusi pada keputusan strategis, lebih terfokus pada pengelolaan operasional dan implementasi taktis dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi. Keputusan yang diambil oleh seorang CEO memiliki dampak yang lebih luas dan jangka panjang terhadap arah dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.  CEO seringkali harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti tren pasar, persaingan, dan regulasi. Sementara Direktur cenderung berfokus pada pengelolaan aspek internal perusahaan dan memastikan efisiensi operasional dalam departemen yang mereka pimpin. Dalam hierarki dan struktur organisasi, CEO berada di puncak, diikuti oleh dewan direksi dan kemudian direktur-direktur departemen.  CEO biasanya berinteraksi secara langsung dengan dewan direksi untuk melaporkan kinerja perusahaan dan memperoleh persetujuan atas keputusan strategis besar.  Baca juga  Jasa Pendaftaran NIB di {kota}Di sisi lain, direktur berinteraksi lebih langsung dengan tim mereka di departemen masing-masing, mengkoordinasikan tugas sehari-hari dan memastikan pencapaian tujuan departemen. Perbedaan dalam interaksi dan hierarki ini juga dapat dilihat dalam struktur organisasi perusahaan konvensional dan startup.  Perusahaan konvensional cenderung memiliki hierarki yang lebih jelas dan formal, dengan pembagian kerja yang terdefinisi dengan jelas antara berbagai tingkatan manajemen.  Di startup, struktur organisasi cenderung lebih datar dan fleksibel, dengan interaksi yang lebih langsung antara CEO, Direktur, dan anggota tim, serta kemampuan untuk merespons perubahan dengan cepat. Kesimpulan Perbedaan antara CEO dan Direktur sangatlah penting untuk dipahami bagi kelangsungan dan kesuksesan sebuah perusahaan.  CEO bertanggung jawab atas strategi jangka panjang dan kinerja keseluruhan perusahaan, sementara Direktur lebih fokus pada pengawasan dan kepatuhan.  Memilih individu yang tepat untuk kedua peran ini krusial, karena mereka akan memengaruhi arah dan kesehatan organisasi secara keseluruhan.  Oleh karena itu, pengertian mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing, serta kemampuan untuk memilih individu yang memiliki visi, keahlian, dan integritas yang sesuai, sangatlah penting bagi kesuksesan perusahaan.

pembagian shift kerja karyawan

Contoh Perseroan Terbatas Tertutup dan Perbedaannya dengan PT Terbuka

Dalam dunia bisnis, memahami jenis-jenis Perseroan Terbatas (PT) sangat penting, terutama perbedaan antara PT Terbuka dan PT Tertutup. Artikel ini akan membahas contoh perseroan terbatas tertutup, karakteristiknya, serta perbedaannya dengan PT Terbuka. Apa Itu Perseroan Terbatas Tertutup? PT Tertutup adalah jenis perseroan terbatas yang saham-sahamnya tidak diperjualbelikan secara umum di pasar saham. Saham PT Tertutup biasanya dimiliki oleh sekelompok kecil pemegang saham, yang bisa termasuk pendiri, keluarga, atau sekelompok individu tertentu. Contoh dari PT Tertutup yang terkenal di Indonesia termasuk Djarum Group, Mayapada Group, dan Sinar Mas Group . Perbedaan PT Terbuka dan PT Tertutup Menurut ProLegal dan Riviera Publishing, berikut adalah perbedaan utama antara PT Terbuka dan PT Tertutup: Karakteristik Perseroan Terbatas Tertutup Manfaat Memiliki PT Tertutup FAQ tentang Perseroan Terbatas Tertutup Dengan memahami perbedaan antara PT Tertutup dan PT Terbuka serta contoh-contohnya, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai struktur perusahaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka. Baca juga  Jasa Pendaftaran NIB di {kota}

cek nama cv

Cara Cek Nama CV: Panduan Lengkap dan Tips Legalitas

Memastikan legalitas sebuah perusahaan adalah langkah penting sebelum melakukan kerjasama atau transaksi bisnis. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan cek nama CV (Commanditaire Vennootschap) guna memastikan perusahaan tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki legalitas yang jelas. Artikel ini akan membahas cara-cara untuk cek nama CV, tips penting, serta informasi tambahan yang relevan. Mengapa Penting untuk Cek Nama CV? Cek nama CV sangat penting untuk menghindari potensi penipuan dan memastikan bahwa perusahaan yang Anda ajak kerjasama beroperasi secara legal dan terpercaya. Dengan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat meminimalkan risiko dan memastikan bahwa semua transaksi dilakukan sesuai hukum. Cara Cek Nama CV Menurut artikel di izin.co.id, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk cek nama CV: Artikel di novandi.id juga menyebutkan bahwa Anda dapat memanfaatkan direktori bisnis atau basis data perusahaan yang menyediakan informasi tentang daftar nama CV yang telah terdaftar. Ini bisa menjadi sumber tambahan untuk memastikan legalitas sebuah CV. Tips untuk Cek Nama CV Mengutip dari artikel di izinkilat.id, berikut adalah beberapa tips untuk memastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat saat cek nama CV: FAQ tentang Cek Nama CV Dengan memahami cara cek nama CV dan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat melakukan transaksi bisnis dengan lebih aman dan terpercaya. Pastikan selalu melakukan pengecekan ini sebelum menjalin kerjasama untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Baca juga  Jasa Pendaftaran NIB di {kota}

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Gratis Ebook!

Legal Menjadi Pengaruh sudah bantu 1500+ pengusaha di seluruh Indonesia. Gabung sekarang dan rasakan kemudahan mendirikan PT, CV, dan legalitas lainnya!