Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah-istilah seperti holding company, sister company, parent company, dan subsidiary company.
Meskipun istilah-istilah ini sering digunakan, banyak orang masih bingung tentang apa sebenarnya arti dan perbedaan di antara mereka.
Padahal, memahami istilah-istilah ini sangat penting, terutama jika kita tertarik atau terlibat dalam dunia bisnis, atau bahkan sedang merencanakan untuk membuat perusahaan sendiri.
Mari kita bahas satu per satu dengan penjelasan yang lebih rinci dan mudah dipahami.
1) Apa Itu Holding Company
Bayangkan holding company seperti seorang ibu yang memiliki banyak anak.
Holding company adalah sebuah perusahaan yang tugasnya adalah memiliki dan mengawasi perusahaan-perusahaan lain.
Perusahaan ini tidak ikut campur dalam kegiatan sehari-hari perusahaan yang dimilikinya, tapi lebih fokus pada pengambilan keputusan besar dan pengawasan secara umum.
Mengapa perusahaan memilih untuk menjadi holding company? Ada beberapa alasan:
a. Untuk mengurangi risiko keuangan. Jika satu “anak perusahaan” mengalami masalah, hal ini tidak akan langsung berdampak pada perusahaan lainnya.
b. Untuk melindungi aset. Dengan memisahkan kepemilikan, aset-aset penting bisa lebih terlindungi.
c. Untuk mengatur pajak dengan lebih baik. Struktur holding company bisa membantu perusahaan mengatur pajaknya dengan lebih efisien.
Contoh Holding Company:
Contoh dari Holding Company yaitu Berkshire Hathaway. Perusahaan ini dimiliki oleh Warren Buffett, seorang investor terkenal.
Berkshire Hathaway sendiri punya saham di banyak perusahaan besar seperti Coca-Cola, American Express, dan Apple.
Namun, Berkshire Hathaway tidak ikut mengatur bagaimana Coca-Cola membuat minuman atau bagaimana Apple membuat iPhone. Mereka hanya memiliki sahamnya dan mengawasi dari jauh.
2) Sister Company
Bayangkan sister company seperti saudara kandung dalam sebuah keluarga.
Mereka punya orang tua yang sama (dalam hal ini, perusahaan induk yang sama), tapi mereka punya kehidupan dan kegiatan masing-masing.
Sister company adalah perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh satu perusahaan induk yang sama.
Meskipun mereka punya “orang tua” yang sama, setiap sister company biasanya punya cara kerja sendiri-sendiri.
Mereka punya bos masing-masing, karyawan masing-masing, dan mengurus urusan mereka sendiri-sendiri.
Kadang-kadang, sister company bisa bekerja sama satu sama lain. Tapi tidak jarang juga mereka bersaing, terutama jika mereka bergerak di bidang yang sama.
Contoh Sister Company:
Contoh dari Sister Company yaitu Google dan YouTube. Keduanya dimiliki oleh perusahaan bernama Alphabet Inc.
Google fokus pada mesin pencari dan iklan online, sementara YouTube fokus pada platform berbagi video.
Meskipun keduanya dimiliki oleh perusahaan yang sama, mereka punya tim sendiri-sendiri dan cara kerja yang berbeda.
3) Parent Company
Parent company bisa diibaratkan sebagai orang tua dalam sebuah keluarga.
Mereka punya anak-anak (subsidiary company) yang mereka awasi dan bimbing, tapi mereka juga memberi kebebasan pada anak-anak mereka untuk berkembang.
Parent company adalah perusahaan yang memiliki cukup banyak saham di perusahaan lain sehingga bisa mengatur kebijakan dan keputusan penting perusahaan tersebut.
Biasanya, parent company memiliki lebih dari 50% saham perusahaan lain, yang kemudian disebut sebagai subsidiary company atau anak perusahaan.
Parent company biasanya mengatur hal-hal besar seperti strategi jangka panjang atau keputusan keuangan yang besar.
Tapi untuk kegiatan sehari-hari, biasanya subsidiary company diberi kebebasan untuk mengaturnya sendiri.
Contoh Parent Company:
Contoh dari Parent Company yaitu Procter & Gamble (P&G). P&G adalah parent company yang memiliki banyak merek terkenal seperti Gillette (pisau cukur), Pampers (popok bayi), dan Tide (deterjen).
P&G mengatur strategi besar untuk semua merek ini, tapi setiap merek punya tim sendiri yang mengurus produksi dan pemasaran sehari-hari.
4) Subsidiary Company
Subsidiary company bisa diibaratkan sebagai anak dalam sebuah keluarga.
Mereka punya orang tua (parent company) yang mengawasi mereka, tapi mereka juga punya kebebasan untuk mengatur kegiatan mereka sehari-hari.
Subsidiary company adalah perusahaan yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh perusahaan lain (parent company).
Meskipun parent company punya kuasa untuk mengatur, biasanya subsidiary company diberi kebebasan untuk mengatur kegiatan sehari-hari mereka sendiri.
Kenapa perusahaan membuat subsidiary company? Ada beberapa alasan:
a. Untuk fokus pada pasar tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan Amerika mungkin membuat subsidiary company di Indonesia untuk fokus pada pasar Indonesia.
b. Untuk mengelola bagian tertentu dari bisnis. Misalnya, sebuah perusahaan teknologi mungkin membuat subsidiary company khusus untuk mengembangkan software.
b. Untuk mengurangi risiko. Jika subsidiary company mengalami masalah, dampaknya pada parent company bisa diminimalkan.
Contoh Subsidiary Company:
Contoh dari Sumsidiary Company adalah Instagram. Instagram adalah subsidiary company dari Meta Platforms Inc. (dulu namanya Facebook Inc.).
Instagram punya tim sendiri yang mengurus aplikasinya sehari-hari, tapi keputusan besar seperti perubahan kebijakan privasi atau fitur baru yang besar biasanya diatur oleh Meta.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara holding company, sister company, parent company, dan subsidiary company sangat penting dalam dunia bisnis.
Struktur-struktur ini membantu perusahaan untuk mengatur bisnis mereka dengan lebih efisien, mengurangi risiko, dan kadang-kadang untuk mengoptimalkan pajak.
Holding company seperti “ibu” yang mengawasi banyak perusahaan tanpa ikut campur urusan sehari-hari.
Sister company seperti “saudara” yang punya orang tua sama tapi hidup mandiri. Parent company seperti “orang tua” yang membimbing anak-anaknya (subsidiary company) tapi memberi mereka kebebasan untuk berkembang.





