Saat ini, banyak pengusaha yang mulai menyadari pentingnya mendirikan PT perorangan untuk mengembangkan bisnis mereka.
Memiliki legalitas yang jelas, pemisahan aset, hingga kemudahan akses permodalan adalah beberapa keuntungan utama yang bisa didapatkan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai manfaat mendirikan PT perorangan dan bagaimana langkah ini dapat menjadi fondasi kuat bagi bisnis Anda.
Kelebihan PT Perorangan
1. Legalitas Bisnis Terjamin
Salah satu keuntungan utama dari mendirikan PT perorangan adalah terjaminnya legalitas bisnis Anda.
Dengan mendaftarkan perusahaan di Kemenkumham, Anda akan mendapatkan izin resmi serta kepastian status badan hukum untuk menjalankan usaha.
Hal ini penting karena bisnis yang terdaftar secara resmi lebih dipercaya oleh pelanggan, mitra bisnis, dan lembaga keuangan.
Dengan legalitas yang jelas, bisnis Anda dapat berjalan dengan lebih lancar dan terhindar dari masalah hukum di kemudian hari.
2. Pemisahan Aset/Kekayaan
Mendirikan PT perorangan memungkinkan adanya pemisahan harta kekayaan pemilik dengan perusahaan.
Ini berarti bahwa jika perusahaan menghadapi situasi yang tidak diinginkan, tanggung jawab pemilik hanya sebatas modal yang digunakan dalam membangun usaha.
Pemisahan ini sangat penting untuk melindungi aset pribadi Anda dari risiko bisnis. Dalam skenario terburuk sekalipun, harta pribadi Anda tetap aman dan tidak akan digunakan untuk menutupi kerugian perusahaan.
3. Rekening Perusahaan yang Profesional
Dengan mendirikan PT perorangan, Anda dapat membuat rekening bank dengan nama perusahaan.
Memiliki rekening perusahaan memberikan kesan profesional dan terpercaya di mata pelanggan serta mitra bisnis.
Rekening perusahaan juga memudahkan Anda dalam mengelola keuangan bisnis secara terpisah dari keuangan pribadi, sehingga pencatatan keuangan menjadi lebih rapi dan transparan.
Kemudahan ini tentu akan sangat membantu dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.
4. Akses Permodalan yang Lebih Mudah
Sertifikat PT perorangan dapat digunakan sebagai jaminan untuk pengajuan pinjaman modal ke bank dan investor.
Hal ini memberikan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan dana tambahan yang diperlukan dalam mengembangkan usaha.
Selain itu, bisnis dengan status PT perorangan juga seringkali menjadi prioritas dalam program-program pemerintah yang ditujukan untuk mendukung UMKM. Dengan akses permodalan yang lebih baik, Anda dapat mengembangkan bisnis dengan lebih cepat dan efektif.
5. Bisa Didirikan oleh Satu Orang
Salah satu keuntungan mendirikan PT perorangan adalah kemudahannya. Jika sebelumnya PT harus didirikan oleh minimal dua orang, kini Anda bisa mendirikannya sendiri.
Pendiri dapat menjadi direktur sekaligus pemegang saham, sehingga semua keputusan perusahaan ada di tangan Anda.
Fleksibilitas ini memberikan kebebasan lebih dalam mengelola bisnis sesuai dengan visi dan misi yang Anda inginkan.
Kekurangan PT Perorangan
1. Hanya Diperuntukkan Bagi Usaha Kecil & Mikro
PT perorangan secara khusus dirancang untuk usaha kecil dan mikro.
Hal ini berarti bahwa skala bisnis yang dapat didirikan dalam bentuk PT perorangan sangat terbatas.
Bagi pengusaha yang memiliki visi untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar, format PT perorangan mungkin tidak cukup memadai.
Pembatasan ini bisa menjadi kendala jika Anda berencana untuk melakukan ekspansi besar-besaran dalam jangka panjang.
2. Pemilik Hanya 1, Investor/Pemodal Tidak Bisa Masuk dalam Bentuk Saham
Salah satu keterbatasan utama PT perorangan adalah hanya bisa dimiliki oleh satu orang. Ini berarti bahwa tidak ada ruang bagi investor atau pemodal untuk masuk dan memiliki saham di perusahaan.
Bagi bisnis yang membutuhkan suntikan dana besar dari investor, struktur PT perorangan tidak memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk mengakomodasi investor.
Keterbatasan ini bisa menghambat pertumbuhan bisnis, terutama jika Anda membutuhkan modal tambahan untuk ekspansi.
3. Perusahaan Perorangan Masih Dianggap Kurang Kredibel
Meskipun status “PT” memberikan kesan profesional, PT perorangan sering kali masih dianggap kurang kredibel dibandingkan dengan PT yang memiliki lebih dari satu pemegang saham.
Pandangan ini dapat mempengaruhi persepsi pelanggan, mitra bisnis, dan lembaga keuangan terhadap bisnis Anda.
Kekurangan ini bisa menjadi tantangan dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas di pasar yang kompetitif.
Dalam beberapa kasus, calon klien atau mitra mungkin lebih memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki struktur kepemilikan yang lebih kompleks.
4. Sulit Mendapatkan Tender
PT perorangan juga menghadapi tantangan dalam mendapatkan tender atau proyek dari instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan swasta besar.
Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa PT perorangan mungkin tidak memiliki kapasitas dan sumber daya yang memadai untuk menangani proyek-proyek besar.





