Menjadipengaruh.com – Memulai bisnis memang bukan hal yang gampang. Nah, untuk para calon pengusaha di sini, salah satu hal penting yang perlu dipikirkan matang-matang adalah jenis usaha yang akan dijalankan.
Di Indonesia, ada dua jenis perusahaan yang cukup populer, yakni perusahaan dagang dan perusahaan jasa. Kamu harus bisa memahami perbedaan antara keduanya agar dapat memilih jenis usaha yang benar-benar sesuai dengan passion, keahlian, serta modal yang dimiliki.
Jadi, melalui artikel ini, kita akan mencoba menjelaskan perbedaan antara perusahaan dagang dan jasa secara lebih santai tapi tetap sopan. Dengan begitu, kamu bisa memulai bisnis dengan lebih mantap dan terarah. Siap untuk membahasnya lebih lanjut?
Definisi Bisnis
Pada dasarnya, bisnis merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan utama menghasilkan keuntungan.
Keuntungan tersebut diperoleh melalui proses memproduksi dan menjual barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan bisnis ini dapat dijalankan dalam berbagai skala, mulai dari usaha kecil menengah (UKM) hingga perusahaan besar multinasional.
Selain menghasilkan keuntungan, bisnis juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang dapat membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Peran Penting Bisnis dalam Perekonomian
Bisnis punya peran yang cukup penting dalam ekonomi suatu negara dengan berkontribusi pada pendapatan pemerintah melalui pembayaran pajak.
Mereka juga berperan dalam merangsang pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan barang dan layanan yang meningkatkan taraf hidup mereka.
Selain itu, bisnis juga mendorong inovasi dan perkembangan teknologi dengan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja mereka.
— Usaha Dagang (UD) Perlu Surat Izin? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Perusahaan Dagang
Setelah memahami sedikit tentang definisi bisnis, kita akan lanjut ke pembahasan perusahaan dagang. Apa maksudnya?
Definisi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang merupakan entitas bisnis yang terutama terlibat dalam kegiatan jual-beli barang atau produk yang diproduksi oleh pihak lain.
Mereka memperoleh barang dari produsen atau distributor, kemudian menjualnya kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan profit.
Karakteristik Perusahaan Dagang
Beberapa ciri khusus dari perusahaan dagang antara lain:
– Membeli produk dari pihak lain
– Menjual produk tanpa mengubah bentuk
– Keuntungan diperoleh dari selisih harga
– Memiliki persediaan barang
– Menggunakan akun-akun khusus dalam akuntansi
Contoh Perusahaan Dagang
Berikut beberapa contoh perusahaan dagang:
– Toko kelontong: Menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, dan bahan bakar.
– Supermarket: Menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari dalam skala yang lebih besar daripada toko kelontong.
– Hypermarket: Menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari dan barang elektronik dalam skala yang besar.
– Pedagang grosir: Menjual produk dalam jumlah besar kepada pengecer.
– Distributor: Menjual produk dari produsen kepada pengecer.
— Mengapa Perdagangan Besar Farmasi harus menggunakan PT Reguler?
Perusahaan Jasa
Perusahaan dalam bisnis gak cuma berdagang produk atau barang saja seperti perusahaan dagang.
Ada juga yang namanya perusahaan jasa. Apa itu?
Definisi Perusahaan Jasa
Sesuai namanya, perusahaan jasa adalah perusahaan yang fokus pada aktivitas menyediakan layanan atau jasa kepada konsumen.
Berbeda dengan perusahaan dagang yang menjual produk fisik, perusahaan jasa menawarkan produk tidak berwujud yang dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen.
Karakteristik Perusahaan Jasa
Ciri-ciri khusus dari perusahaan jasa meliputi:
– Menyediakan layanan atau jasa
– Konsumen terlibat langsung dalam jasanya
– Jasa tidak bisa dilihat, diraba, atau disimpan
– Kualitas jasa bisa tergantung dari penyedia dan konsumennya
– Jasa tidak dapat disimpan dan akan hilang setelah digunakan.
Contoh Perusahaan Jasa
– Perusahaan transportasi: Menyediakan layanan transportasi orang dan barang, seperti taksi, ojek online, dan perusahaan penerbangan.
– Perusahaan telekomunikasi: Menyediakan layanan komunikasi, seperti telepon, internet, dan televisi kabel.
– Perusahaan keuangan: Menyediakan layanan keuangan, seperti bank, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya.
– Perusahaan kesehatan: Menyediakan layanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, dan dokter.
– Perusahaan pendidikan: Menyediakan layanan pendidikan, seperti sekolah, universitas, dan lembaga kursus.
— Ingin Memulai Bisnis? Berikut Macam-macam PT untuk Legalitas Usaha Anda
Perbedaan Antara Perusahaan Dagang dan Jasa
Untuk lebih lengkapnya dari berbagai sisi, berikut perbedaan mendasar dari perusahaan dagang dengan jasa dikutip dari laman Bamal:
Aspek Legal
Perusahaan dagang biasanya tunduk pada regulasi perdagangan barang, seperti izin impor dan ekspor serta peraturan perpajakan terkait barang.
Sementara, perusahaan jasa diatur oleh regulasi yang berkaitan dengan jenis layanan yang mereka tawarkan, seperti lisensi profesional dan perlindungan konsumen sesuai sektor layanan yang mereka operasikan.
Produk atau Layanan yang Ditawarkan
Perusahaan dagang menjual barang fisik atau produk materi, seperti pakaian, elektronik, dan makanan.
Kalau, perusahaan jasa menyediakan layanan tidak berwujud atau intangible, seperti konsultasi, perawatan kesehatan, dan pendidikan.
Metode Penjualan
Perusahaan dagang umumnya menggunakan berbagai saluran penjualan seperti retailer, e-commerce, dan distributor.
Untuk perusahaan jasa biasanya menjual layanan mereka secara langsung atau melalui model kontrak jangka panjang, langganan, atau perjanjian proyek.
Pelanggan dan Target Pasar
Konsumen dari perusahaan dagang adalah individu atau organisasi yang membeli barang untuk digunakan atau dijual kembali.
Sementara pelanggan perusahaan jasa merupakan individu atau organisasi yang membutuhkan layanan, seperti konsultasi hukum, perawatan medis, atau layanan kebersihan.
Keuntungan dan Kerugian Berbisnis di Bidang Dagang dan Jasa
Tiap orang punya keputusannya sendiri, apakah mau berbisnis di bidang dagang atau jasa.
Keduanya punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing saat dijalankan.
Buat kamu yang bingung mau pilih bisnis dagang atau jasa nantinya, bisa lihat ulasan berikut dirangkum dari Kumparan:
Keuntungan Berbisnis di Bidang Dagang
- Berpotensi berkembang besar karena menjual produk secara massal.
- Keuntungan bisa tinggi dengan menjual produk di atas harga produksi.
- Membangun merek dan identitas produk yang kuat.
- Kontrol penuh atas kualitas produk yang dijual.
Kerugian Berbisnis di Bidang Dagang
- Persaingan ketat membuat sulit pertahankan pangsa pasar dan raih untung besar.
- Risiko kehilangan atau kekurangan stok yang merugikan.
- Tergantung pada perubahan musiman dan tren pasar.
- Membutuhkan biaya logistik untuk pengiriman, penyimpanan, distribusi yang tinggi.
Keuntungan Berbisnis di Bidang Jasa
- Membangun hubungan berkelanjutan dengan pelanggan sehingga hasilnya stabil.
- Leluasa mengembangkan inovasi layanan sesuai kebutuhan pasar.
- Kurang terpengaruh fluktuasi harga bahan baku.
- Berpotensi untung jangka panjang karena fokus pada kepuasan pelanggan.
Kerugian Berbisnis di Bidang Jasa
- Sulit mengukur kualitas layanan secara objektif.
- Sangat bergantung pada SDM berkualitas tinggi.
- Layanan tidak bisa disimpan, rentan fluktuasi permintaan.
- Risiko tuntutan hukum jika ada kelalaian dalam layanan profesional.
Penutup
Rekomendasi untuk Memilih Jenis Bisnis yang Tepat
Itulah tadi beberapa perbedaan definisi, kelebihan, dan kekurangan dari perusahaan dagang dan jasa.
Sebelum pilih yang jenis perusahaan yang mana, coba sesuaikan dulu resiko-resiko apa saja yang bisa kamu terima.
Ada orang yang mau menerima resiko dari bidang jasa sehingga mereka bisa mengantisipasinya saat menjalankan perusahaan jasa.
Ada juga orang yang sanggup menerima resiko perusahaan dagang sehingga mereka bisa tahu apa saja perbaikan yang harus dilakukan.
Langkah-Langkah untuk Memulai Bisnis
Dunia bisnis itu penuh resiko. Kamu harus punya plan atau rencana yang jelas sebelum memulainya.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Riset dan cari ide bisnis
- Lakukan riset pasar
- Analisis kompetitor
- Membuat business plan
- Tentukan struktur bisnis (PT, CV, Koperasi, dsb)
- Dapatkan izin usaha yang diperlukan
- Pahami peraturan dan pajak yang berlaku
- Tentukan strategi pemasaran kamu
- Siapkan alur operasional dan manajemen
- Teruslah belajar dan mengikuti perkembangan terbaru di industri kamu





