Daftar Isi

Panduan Lengkap Izin Usaha Perlengkapan Bayi: Kode KBLI dan Pemilihan PT/CV

Panduan Lengkap Izin Usaha Perlengkapan Bayi: Kode KBLI dan Pemilihan PT/CV

Memulai usaha perlengkapan bayi memang terdengar menarik, karena permintaannya yang selalu tinggi.

Tapi, masalahnya sering kali muncul saat kita harus mengurus berbagai izin usaha yang diperlukan.

Banyak orang yang bingung karena proses perizinan usaha di Indonesia bisa terasa rumit dan membingungkan.

Apalagi jika kita belum familiar dengan istilah-istilah seperti KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) dan belum tahu apakah usaha kita lebih cocok didirikan sebagai PT atau CV.

Di artikel ini, kita akan membahas semua hal yang perlu kamu ketahui tentang izin usaha perlengkapan bayi.

Mulai dari persyaratan, kode KBLI yang sesuai, hingga rekomendasi apakah sebaiknya menggunakan PT atau CV.

Bagaimana Peluang Usaha Perlengkapan Bayi di Indonesia?

Peluang usaha di bidang perlengkapan bayi ini sebenarnya sangat besar dan terus tumbuh seiring dengan peningkatan jumlah kelahiran.

Selain itu, semakin banyak orang tua yang sadar akan pentingnya produk-produk bayi yang berkualitas dan aman.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelahiran di Indonesia pada tahun 2022 saja mencapai sekitar 4,5 juta jiwa.

Artinya, ada jutaan bayi yang membutuhkan perlengkapan sehari-hari. Mulai dari popok, pakaian, hingga mainan dan produk-produk lainnya.

Bahkan, menurut survei yang dilakukan oleh Euromonitor International, pasar produk bayi di Indonesia tumbuh sekitar 8,2% setiap tahunnya.

Ini menunjukkan bahwa peluang di sektor ini sangat besar, dengan permintaan yang terus meningkat.

Selain itu, beberapa perlengkapan bayi yang paling laris di pasaran antara lain:

  • Popok bayi: Perlengkapan wajib bayi.
  • Pakaian bayi: Mulai dari baju sehari-hari, baju tidur, hingga pakaian khusus untuk bepergian.
  • Peralatan makan bayi: Produk seperti botol susu, sendok, dan piring bayi juga banyak dicari karena penting untuk mendukung perkembangan anak.
  • Mainan edukatif: Orang tua semakin peduli dengan perkembangan anak mereka, sehingga mainan yang edukatif dan aman bagi bayi sangat laris di pasaran.
  • Peralatan mandi bayi: Bak mandi, sabun khusus bayi, dan perlengkapan mandi lainnya juga menjadi produk yang sangat diminati.
  • Kereta dorong bayi: Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan produk lain, kereta dorong tetap diminati karena fungsinya yang praktis.

Melihat tingginya kebutuhan dan variasi produk yang dibutuhkan untuk bayi, usaha perlengkapan bayi ini bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.

Baca juga  Cara Buka Rekening Perusahaan di Mandiri: Syarat dan Panduan Lengkap 2025

Kamu bisa mulai dari produk-produk yang mudah dijangkau dulu, kemudian secara perlahan memperluas jenis barang yang kamu jual.

KBLI yang Cocok untuk Usaha Perlengkapan Bayi

Setelah mengetahui potensi bisnis ini, langkah selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah memilih KBLI yang tepat untuk usaha perlengkapan bayi kamu.

KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah kode yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis usaha di Indonesia.

Ini penting banget, karena nantinya akan menentukan izin usaha apa saja yang perlu kamu urus.

Berikut adalah beberapa KBLI yang cocok untuk usaha perlengkapan bayi:

KBLI C22199 – Industri barang dari karet lainnya
Kalau kamu berencana memproduksi perlengkapan bayi yang berbahan dasar karet, seperti dot atau mainan bayi yang terbuat dari karet, KBLI ini sangat cocok. Produk karet sangat populer karena aman dan fleksibel, sehingga nyaman digunakan oleh bayi. Misalnya, mainan karet yang sering dijadikan teether oleh bayi yang sedang tumbuh gigi.

KBLI C22299 – Industri barang dari plastik lainnya
Untuk perlengkapan bayi yang berbahan dasar plastik, seperti botol susu, piring bayi, atau peralatan makan lainnya, kamu bisa memilih KBLI ini. Plastik sering dipilih karena ringan, mudah dibersihkan, dan tahan lama, sehingga banyak digunakan dalam produk-produk bayi.

KBLI C14111 – Industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil
Jika kamu tertarik untuk memproduksi pakaian bayi, baik itu baju sehari-hari, baju tidur, atau bahkan pakaian khusus untuk acara tertentu, maka KBLI ini adalah pilihan yang tepat. Pakaian bayi punya pasar yang selalu stabil. Sebab, orang tua pasti membutuhkannya setiap saat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk momen-momen khusus.

Dengan memilih KBLI yang sesuai, kamu bisa lebih mudah dalam mengurus izin usaha karena jenis izin yang dibutuhkan akan tergantung pada klasifikasi usaha.

Pastikan untuk memilih KBLI yang paling sesuai dengan produk utama yang kamu tawarkan, agar proses izin usaha berjalan lebih lancar.

Mending Pakai PT atau CV untuk Usaha Perlengkapan Bayi?

Setelah memilih KBLI, langkah berikutnya adalah menentukan bentuk badan usaha yang paling sesuai untuk bisnis kamu.

Apakah sebaiknya didirikan sebagai Perseroan Terbatas (PT) atau Commanditaire Vennootschap (CV).

Kedua jenis badan usaha ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung pada skala usaha kamu dan rencana jangka panjangnya.

Baca juga  Perusahaan Umum: Pengertian, Contoh, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Perseroan Terbatas (PT)

PT merupakan badan usaha berbadan hukum yang memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat dibandingkan CV.

Jika kamu berencana untuk menjalankan usaha perlengkapan bayi dengan skala besar, mendirikan PT bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Salah satu keunggulan PT adalah pemisahan aset pribadi dan aset perusahaan. Jadi, jika terjadi risiko kerugian dalam bisnis, aset pribadi kamu tidak akan ikut terdampak.

Selain itu, PT juga lebih fleksibel jika kamu ingin menarik investor untuk mengembangkan usaha, karena struktur kepemilikannya yang terbagi dalam saham.

Jadi, kalau kamu punya visi untuk memperluas bisnis ke skala yang lebih besar. Seperti membuka cabang di berbagai kota atau bahkan menjual produk ke luar negeri, mendirikan PT lebih tepat.

Commanditaire Vennootschap (CV)

CV biasanya dipilih oleh pengusaha yang baru memulai usaha dengan skala kecil atau menengah.

Namun, ada kelemahan dari CV, yaitu tanggung jawab pemilik (sekutu aktif) atas segala risiko usaha, termasuk aset pribadi. Jadi, jika bisnis mengalami kerugian, aset pribadi bisa ikut terdampak.

CV cocok buat kamu yang baru memulai usaha perlengkapan bayi dengan modal terbatas dan tidak terlalu berencana untuk ekspansi besar-besaran dalam waktu dekat.

Namun, jika nantinya bisnis kamu berkembang pesat dan ingin lebih aman dari segi hukum serta menarik investor, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengubah status usaha menjadi PT.

Jadi, antara PT dan CV, pilihannya tergantung pada kebutuhan dan rencana jangka panjang bisnis kamu.

Kalau kamu ingin menjalankan usaha dengan skala kecil atau menengah dulu, CV mungkin lebih cocok.

Tapi kalau kamu punya rencana ekspansi besar dan ingin perlindungan hukum yang lebih baik, PT adalah pilihan yang lebih aman.

Berkas Pendirian yang Kamu Dapatkan Kalau Bikin PT/CV

Mendirikan PT atau CV memang membutuhkan beberapa dokumen penting agar bisnismu bisa beroperasi secara legal dan terstruktur dengan baik.

Setiap berkas ini memiliki fungsinya masing-masing dalam memastikan bisnis kamu memenuhi semua persyaratan hukum dan administratif.

Berikut ini adalah berkas-berkas yang akan kamu dapatkan saat mendirikan PT atau CV:

1. Pesan Nama PT/CV
Proses pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan bahwa nama perusahaanmu belum digunakan oleh perusahaan lain, sehingga kamu bisa mendaftarkannya secara resmi.

Baca juga  5 Perbedaan PT Perorangan dan Reguler, Mana yang Cocok?

2. Akta Pendirian
Akta ini adalah dokumen resmi yang disusun oleh notaris dan berisi rincian tentang pendirian perusahaan, termasuk nama, pemilik, dan tujuan usaha.

3. SK Kemenkumham
Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM ini adalah bukti bahwa perusahaanmu telah diakui secara hukum oleh negara.

4. NPWP Perusahaan
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan diperlukan agar bisnismu bisa memenuhi kewajiban perpajakan yang berlaku di Indonesia.

5. SKT Pajak Badan
Surat Keterangan Terdaftar Pajak ini merupakan bukti bahwa perusahaan kamu telah terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak dan siap melakukan kewajiban perpajakan.

6. Akun OSS RBA
Kamu akan mendapatkan akun untuk mengakses Online Single Submission (OSS), sistem yang mempermudah pengurusan perizinan usaha di Indonesia.

7. NIB (SIUP, TDP, SKU)
Nomor Induk Berusaha (NIB) yang juga mencakup Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Surat Keterangan Usaha (SKU) sebagai identitas legal usahamu.

8. Sertifikat Standar (KBLI tertentu)
Jika bisnis kamu termasuk dalam kategori yang memerlukan sertifikat standar tertentu sesuai KBLI, kamu akan menerima sertifikat ini untuk memenuhi standar operasional.

9. Pernyataan UMK terkait Tata Ruang
Pernyataan ini memastikan bahwa lokasi usaha kamu sesuai dengan peraturan tata ruang yang berlaku di wilayah tempat bisnis kamu beroperasi.

10. SPPL (Risiko Rendah)
Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup ini diperlukan jika usahamu termasuk dalam kategori risiko rendah terhadap lingkungan.

11. Pembukaan Rekening Badan
Dengan dokumen-dokumen ini, kamu juga bisa membuka rekening bank atas nama perusahaan untuk mempermudah transaksi bisnis yang lebih profesional.

Untuk mulai proses pendirian PT/CV, kamu bisa langsung konsultasi bersama tim ahli Legal Menjadi Pengaruh dengan KLIK LINK DI SINI!

Kesimpulan

Usaha perlengkapan bayi memiliki peluang yang sangat besar di Indonesia, apalagi dengan tingginya angka kelahiran dan permintaan akan produk-produk bayi yang berkualitas.

Kamu harus memahami semua persyaratan izin usaha, mulai dari memilih KBLI yang tepat hingga menentukan bentuk badan usaha yang paling sesuai antara PT atau CV.

Dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat, usaha perlengkapan bayi kamu bisa berkembang menjadi bisnis yang sukses dan berkelanjutan.

Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Daftar Isi