Daftar Isi

Perbedaan Merger dan Akuisisi Perusahaan dalam Dunia Bisnis

Perbedaan Merger dan Akuisisi Perusahaan dalam Dunia Bisnis

Strategi merger dan akuisisi sering digunakan perusahaan untuk memperkuat posisinya.

Seiring persaingan yang semakin ketat, merger dan akuisisi menjadi solusi yang sering ditempuh perusahaan untuk bertahan dan berkembang. 

Artikel ini akan membahas secara sederhana apa itu merger dan akuisisi, serta mengapa keduanya penting bagi perusahaan.

Pengertian Merger

Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu. 

Artinya, perusahaan-perusahaan tersebut melebur dan menjadi satu entitas baru. 

Misal, penggabungan Exxon dan Mobil pada tahun 1999, yang menghasilkan ExxonMobil, salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. 

Salah satu keuntungan utama dari merger adalah menciptakan efisiensi operasional dan memperluas pasar. 

Dengan merger, perusahaan bisa saling melengkapi dalam hal sumber daya, teknologi, atau pasar sehingga meningkatkan daya saing.

Pengertian Akuisisi

Akuisisi adalah proses di mana satu perusahaan mengambil alih perusahaan lain, tapi kedua perusahaan tersebut tetap beroperasi secara terpisah. 

Perusahaan yang mengakuisisi akan mengontrol perusahaan yang diakuisisi tanpa menggabungkannya menjadi satu. 

Contohnya yaitu ketika Facebook membeli Instagram pada tahun 2012. 

Dengan akuisisi ini, Facebook bisa memperluas layanannya dan menambah jumlah pengguna tanpa harus membangun platform baru dari nol. 

Keuntungan dari akuisisi bisa berupa perluasan pangsa pasar, akses teknologi baru, atau memperkuat portofolio produk dikutip dari Kompas.

Perbedaan Utama antara Merger dan Akuisisi

Merger dan akuisisi adalah dua strategi penggabungan perusahaan yang sering kali dianggap serupa.

Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam proses hukum, struktur kepemilikan, dan tingkat kontrol.

Proses Hukum

Dalam merger, dua perusahaan digabung menjadi satu entitas baru.

Proses hukumnya melibatkan persetujuan dari kedua pihak, termasuk izin dari regulator jika diperlukan. 

Sedangkan dalam akuisisi, perusahaan yang diakuisisi tetap mempertahankan strukturnya.

Baca juga  Perbedaan Antara Visa Diplomatik dan Visa Lainnya: Penjelasan Lengkap

Namun, berada di bawah kontrol perusahaan yang mengambil alih. 

Tidak ada perubahan signifikan pada struktur hukum perusahaan pengakuisisi.

Struktur Kepemilikan

Pada merger, kepemilikan saham dari dua perusahaan biasanya digabung, sehingga pemegang saham dari kedua entitas berbagi kepemilikan di perusahaan baru. 

Sementara pada akuisisi, perusahaan yang diakuisisi biasanya menjadi anak perusahaan, dan pemilik perusahaan yang mengambil alih memiliki kendali penuh atas struktur kepemilikan tersebut.

Tingkat Kontrol

Dalam merger, kedua perusahaan sepakat untuk bergabung dan berbagi kendali. 

Sebaliknya, pada akuisisi, perusahaan pengakuisisi memperoleh kontrol penuh atas perusahaan target, yang biasanya tidak memiliki kendali atas keputusan pengambilalihan.

Jenis-jenis Merger dan Akuisisi

Baik merger dan akuisisi punya jenisnya masing-masing. Pembagian ini karena ada beberapa faktor yang menentukan.

A) Jenis-jenis Merger

1. Merger Horizontal

Terjadi ketika dua perusahaan dalam industri yang sama bergabung untuk mengurangi persaingan atau meningkatkan pangsa pasar. Contohnya adalah penggabungan dua perusahaan ritel (satu bidang bisnis).

2. Merger Vertikal

Melibatkan penggabungan perusahaan di rantai pasokan yang berbeda, misalnya antara produsen dan distributor, dengan tujuan meningkatkan efisiensi.

3. Merger Konglomerat

Terjadi antara dua perusahaan dari industri yang berbeda untuk diversifikasi portofolio bisnis, misalnya penggabungan antara perusahaan makanan dan perusahaan teknologi.

B) Jenis-jenis Akuisisi

1. Akuisisi Aset

Perusahaan pengakuisisi membeli aset tertentu dari perusahaan target tanpa harus mengambil alih seluruh entitas. Contohnya bisa berupa pembelian fasilitas produksi atau merek dagang.

2. Akuisisi Saham

Perusahaan pengakuisisi membeli sebagian besar saham perusahaan target, sehingga mendapatkan kontrol operasional. Ini adalah metode yang sering digunakan untuk memperoleh kendali penuh atas perusahaan.

3. Pengambilalihan Paksa (Hostile Takeover)

Terjadi ketika perusahaan target tidak menyetujui proses akuisisi, namun perusahaan pengakuisisi tetap melanjutkan proses dengan membeli saham perusahaan target secara agresif di pasar terbuka.

Baca juga  Cara Mengajukan Gugatan Cerai: Panduan Lengkap dan Terbaru (2024)

Tantangan dan Risiko Merger dan Akuisisi

Merger dan akuisisi bisa membawa tantangan besar, seperti biaya tinggi dan risiko kerugian jika tidak berhasil dilansir dari Alphajwc.

Menggabungkan dua perusahaan dengan budaya yang berbeda juga bisa menimbulkan masalah, dan mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang seringkali jadi hambatan. 

Namun, merger dan akuisisi bisa berhasil jika dilakukan dengan baik, seperti melalui riset mendalam sebelum mengambil keputusan, merancang strategi integrasi yang jelas, dan membuat perencanaan keuangan yang matang. 

Semua ini penting untuk memastikan penggabungan berjalan lancar dan menguntungkan. 

Faktor Penentu Keberhasilan Merger dan Akuisisi

Keberhasilan merger dan akuisisi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti riset mendalam dan due diligence, strategi integrasi yang matang, serta perencanaan keuangan yang solid. 

Riset dan due diligence diperlukan untuk mengevaluasi kondisi keuangan, reputasi, serta potensi risiko dan peluang dari target akuisisi. 

Kesalahan dalam proses ini bisa mengakibatkan kerugian besar. 

Selain itu, strategi integrasi yang baik akan membantu penggabungan operasi dan sistem perusahaan secara harmonis, sehingga menghindari gesekan dalam organisasi. 

Perencanaan keuangan yang matang juga sangat penting untuk menjaga arus kas dan stabilitas perusahaan selama proses integrasi. 

Semua faktor ini harus berjalan beriringan untuk memastikan merger atau akuisisi berjalan sukses dan memberikan hasil yang diharapkan.

Kesimpulan

Merger dan akuisisi adalah strategi penting yang sering digunakan perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar dan menghadapi persaingan. 

Merger melibatkan penggabungan dua perusahaan menjadi satu entitas baru, sementara akuisisi terjadi ketika satu perusahaan mengambil alih perusahaan lain tanpa penggabungan struktur. 

Kedua strategi ini memiliki perbedaan mendasar dalam proses hukum, struktur kepemilikan, dan tingkat kontrol. 

Baca juga  Kiat Jitu Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, merger dan akuisisi juga menghadapi berbagai tantangan, seperti biaya tinggi dan risiko integrasi yang gagal. 

Keberhasilan dari strategi ini bergantung pada riset yang mendalam, strategi integrasi yang matang, dan perencanaan keuangan yang solid.

Daftar Isi