Day: July 21, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

KKV dan OH! SOME, Apakah Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya

KKV dan OH! SOME, Apakah Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kalau kamu sering wara-wiri di mal, pasti pernah lihat toko kuning yang jual pernak-pernik lucu, kosmetik, mainan, sampai camilan impor. Nah, toko itu dulu namanya KKV. Tapi belakangan ini banyak gerai yang berubah jadi OH! SOME, dan ini bikin banyak orang bingung. Apakah cuma ganti nama doang, atau memang ada perusahaan baru di baliknya? Pertanyaan ini wajar banget muncul, apalagi topik ini sempat viral di media sosial. Ada yang bilang cuma rebranding biasa, ada juga yang bilang ini soal kontrak lisensi yang habis. Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas soal hubungan KKV dan OH! SOME, mulai dari sejarahnya, siapa pemiliknya, sampai kenapa dua nama ini sekarang jadi dua entitas yang benar-benar berbeda. Awal Mula Brand Toko KKV Sebelum ngomongin soal perubahan nama, ada baiknya kita mundur dulu ke belakang untuk tahu dari mana sebenarnya KKV berasal. KKV adalah bagian dari KK Group, perusahaan asal China yang didirikan oleh Wu Yuening pada tahun 2015. Menariknya, Wu Yuening awalnya berkarier di bidang teknologi informasi sebelum akhirnya banting setir membangun bisnis ritel gaya hidup ini. Gerai pertama yang dia luncurkan namanya KK Guan, dan konsepnya memang fokus jualan barang-barang impor. Baru pada tahun 2019, nama KKV mulai dikenal luas setelah KK Group meluncurkan jaringan toko yang menyasar target pasar anak muda. Setahun berikutnya, di 2020, mereka melebarkan sayap lagi dengan membuka jaringan gerai X11 yang fokus jualan mainan dan fashion. Kalau ngomongin Indonesia, gerai KKV pertama resmi buka pada 4 Maret 2020 di Central Park Jakarta. Luasnya lumayan besar, lebih dari 3.000 meter persegi, dan isinya lebih dari 10.000 produk yang terbagi ke 15 kategori berbeda. Bayangkan, satu toko tapi isinya bisa dari kosmetik, camilan, mainan, sampai perlengkapan rumah tangga, semua ada. Bisnis ini ternyata laris manis. Dalam 10 bulan pertama tahun 2023 saja, gerai KKV di Indonesia berhasil mencatat pendapatan sekitar 420,1 juta yuan dengan laba 96,9 juta yuan dan margin laba kotor 23,1 persen. Nah, yang bikin makin menarik, volume transaksi bulanan toko-toko di Indonesia ternyata hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan toko sejenis di China, dengan rata-rata 2,5 juta yuan per bulan. Angka ini menunjukkan kalau pasar Indonesia memang jadi salah satu tambang emas buat KK Group, sampai akhirnya mereka juga ekspansi ke Malaysia pada Januari 2024. Kenapa KKV Tiba-Tiba Ganti Nama Jadi OH! SOME? Pada pertengahan tahun 2024, warganet mulai ramai membahas soal gerai KKV yang berubah nama jadi OH! SOME. Momen viralnya sendiri bermula dari sebuah video yang dibagikan lewat akun TikTok, yang memperlihatkan proses pergantian nama di salah satu toko. Dari situ, netizen lain mulai ikut cerita kalau gerai di kota mereka juga sudah berubah. Yang menarik, dari video-video yang beredar, sebenarnya tidak banyak yang berubah dari sisi produk maupun tata letak toko. Barang yang dijual sama persis, cuma logo dan namanya saja yang diganti. Ini yang bikin banyak orang mikir kalau ini murni cuma soal branding. Tapi kalau digali lebih dalam, ternyata ada cerita bisnis yang lebih kompleks di baliknya. Dugaan paling kuat adalah karena kontrak lisensi penggunaan merek KKV antara pemilik asli di China dengan operator di Indonesia sudah berakhir. Jadi sebenarnya, dulu KKV di Indonesia dijalankan lewat semacam kerja sama lisensi. Ketika kontraknya habis dan tidak diperpanjang, pihak yang tadinya mengoperasikan toko-toko KKV di Indonesia akhirnya membuat merek baru sendiri, yaitu OH! SOME. Situasi ini sebenarnya mirip banget dengan kasus yang pernah terjadi di industri ritel lain, misalnya perpindahan lisensi antara Ace Hardware dan Azko yang juga pernah bikin heboh warganet Indonesia. Pola bisnisnya sama, ketika kontrak lisensi merek internasional berakhir, operator lokal biasanya punya dua pilihan, mempertahankan hubungan dengan pemilik merek lama atau membangun identitas baru yang independen. Siapa Sebenarnya Pemilik OH! SOME? Sekarang OH! SOME resmi dimiliki dan dioperasikan oleh Blue Origin Group. Perusahaan ini mengambil alih operasional toko-toko yang sebelumnya berjalan di bawah nama KKV di Indonesia. Jadi meskipun tampilan produk dan konsep tokonya masih mirip banget dengan KKV, secara hukum dan kepemilikan, OH! SOME sudah berdiri sendiri, terpisah dari KK Group yang jadi pemilik asli merek KKV di China. Salah satu bukti kuat kalau OH! SOME memang serius membangun identitas sendiri adalah soal pendaftaran mereknya. Merek OH! SOME sudah resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI pada 15 Januari 2025, tepatnya untuk kelas 35 yang mencakup kegiatan usaha ritel dan perdagangan. Perlindungan hukum atas merek ini berlaku sampai 1 April 2034. Pendaftaran merek dagang memang jadi kewajiban setiap perusahaan yang mau punya identitas bisnis yang diakui secara legal dan terlindungi dari penyalahgunaan pihak lain. Selain soal legalitas merek, langkah rebranding ini juga dibarengi dengan strategi ekspansi. Setelah resmi berganti nama, OH! SOME membuka gerai baru di Summarecon Mall Bekasi, dan kabarnya bakal terus menambah cabang ke kota-kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung. Jadi bukan cuma ganti papan nama doang, mereka juga terus memperluas jangkauan tokonya ke berbagai wilayah. Kalau kamu penasaran kenapa dipilih nama OH! SOME, alasannya cukup sederhana, yaitu supaya brand ini lebih gampang diingat dan lebih catchy didengar. Nama yang unik memang jadi salah satu strategi penting biar toko bisa menarik perhatian konsumen baru sambil tetap mempertahankan pelanggan lama. Selain nama, konsep toko juga ikut diperbarui supaya kesannya lebih segar dan cocok dengan selera anak muda zaman sekarang. Terus, KKV yang Asli Sekarang Kemana? Setelah kerja sama lisensi dengan operator lama di Indonesia berakhir, KK Group, sebagai pemilik merek KKV asal China, memutuskan kembali mengelola bisnisnya secara langsung di Indonesia tanpa menggunakan mitra lisensi seperti sebelumnya. Keputusan itu bukan lagi sekadar rencana. Pada 2026, KK Group resmi membawa kembali KKV ke Indonesia dan langsung membuka beberapa gerai di berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Garut, hingga Bali. Mereka juga menyatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi jangka panjangnya. Artinya, sekarang memang ada dua perusahaan yang berjalan sendiri-sendiri. Di satu sisi, ada KKV yang dioperasikan langsung oleh KK Group sebagai pemilik merek asli dari China. Di sisi lain, ada OH! SOME yang tetap dikelola oleh Blue Origin Group sebagai perusahaan lokal setelah perjanjian lisensinya berakhir. Jadi, anggapan bahwa “KKV berubah menjadi OH! SOME” sebenarnya kurang tepat. Yang terjadi adalah

SELENGKAPNYA