Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Pengusaha dapat dikukuhkan sebagai PKP jika telah melakukan penyerahan objek pajak sesuai Undang-Undang PPN (Pasal 44 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/ PMK.03/ 2017). Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak berfungsi  untuk mengetahui identitas sebenarnya atas PKP tersebut, dan berguna untuk melaksanakan hak dan kewajiban di bidang Pajak Pertambahan Nilai (PPPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta untuk pengawasan administrasi perpajakan. Tanggal pengukuhan tercantum dalam surat pengukuhan PKP sesuai dengan tanggal diterbitkannya Surat Pengukuhan PKP.  

Syarat Pengajuan Pengukuhan PKP

Pengusaha melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP dengan mengajukan permohonan secara elektronik atau tertulis, serta dilampiri dokumen yang disyaratkan.

  • Syarat mengajukan permohonan PKP secara elektronik untuk Pengusaha Orang Pribadi:
    1. WNI:  fotokopi KTP.
    2. WNA: fotokopi paspor dan fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
  • Syarat mengajukan permohonan PKP secara elektronik untuk Pengusaha Warisan Belum Terbagi:
    1. NPWP salah satu ahli waris (fotokopi), dalam hal diwakili oleh salah satu ahli waris.
    2. Akta wasiat, surat wasiat, atau dokumen lain (fotokopi) yang dipersamakan dan fotokopi kartu NPWP pelaksana wasiat, dalam hal diwakili oleh pelaksana wasiat.
    3. Fotokopi dokumen penunjukan pihak yang mengurus harta peninggalan serta fotokopi kartu NPWP pihak yang mengurus harta peninggalan, dalam hal diwakili oleh pihak yang mengurus harta. 
  • Syarat mengajukan PKP  untuk Pengusaha Badan dengan status pusat: 
    1. Fotokopi dokumen pendirian badan usaha.
    2. Dokumen identitas diri seluruh pengurus.
  • Syarat mengajukan PKP untuk status cabang:
    1. Surat keterangan sebagai cabang bagi Badan atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap.
    2. Dokumen identitas diri pimpinan cabang atau bentuk usaha tetap.
  • Syarat mengajukan PKP untuk Pengusaha Badan dengan bentuk Kerjasama Operasi (Joint Operation):
    1. Fotokopi perjanjian kerjasama atau akta pendirian sebagai bentuk Kerja Sama Operasi.
    2. Fotokopi kartu NPWP masing-masing anggota bentuk Kerja Sama Operasi yang diwajibkan untuk memiliki NPWP.
    3. Dokumen identitas diri pengurus yang ditunjuk sebagai seorang wakil bentuk Kerja Sama Operasi dan salah satu pengurus dari masing-masing perusahaan anggota bentuk Kerja Sama Operasi.
  • Syarat mengajukan PKP untuk Instansi Pemerintah:
    1. Fotokopi dokumen penunjang.
    2. Fotokopi dokumen penunjukan sebagai Bendahara Penerimaan dan/atau Kepala Urusan Keuangan Desa.
    3. Fotokopi dokumen identitas diri orang pribadi.
    4. Fotokopi NPWP orang pribadi.
Baca juga  EFIN Pajak: Jenis dan Cara Mendapatkannya

Ayo lakukan pengukuhan PKP-mu sekarang juga!

Bagikan:

Artikel Lainnya

bantuan modal usaha juni 2024

Cek Daftar Bantuan Modal Usaha Juni 2024 dan Persyaratannya Berikut

Bantuan Modal Usaha Juni 2024: Peluang untuk Pengembangan Ekonomi Umat Bulan Juni 2024 membawa kabar baik bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Pemerintah telah mengumumkan beberapa program bantuan modal usaha yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Program ini diharapkan dapat membantu UKM untuk bangkit dan berkembang, terutama setelah dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Bantuan Modal Usaha Juni 2024 FAQ tentang Bantuan Modal Usaha Juni 2024 Program bantuan modal usaha yang diluncurkan pada Juni 2024 ini memberikan peluang besar bagi pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya. Dengan memanfaatkan bantuan ini, diharapkan UKM dapat lebih berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Baca juga  EFIN Pajak: Jenis dan Cara Mendapatkannya

beda ceo dan direktur

Perbedaan Antara CEO dan Direktur pada Perusahaan dan Tinggi Mana Jabatannya

Pendahuluan Kepemimpinan memainkan peran yang sangat krusial dalam keberhasilan sebuah perusahaan.  Baik di perusahaan konvensional maupun startup, para pemimpin seperti CEO dan Direktur memiliki tanggung jawab yang berbeda namun sama-sama penting.  Memahami perbedaan antara CEO dan Direktur tidak hanya membantu dalam menentukan struktur organisasi yang efektif. Namun juga mempengaruhi operasional dan strategi bisnis. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara CEO dan Direktur, serta bagaimana peran-peran tersebut diterapkan dalam konteks perusahaan tradisional dan startup.  Definisi dan Peran CEO CEO, atau Chief Executive Officer, adalah eksekutif tertinggi dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dan kinerja perusahaan dikutip dari AlphaJWC.  Tugas utama seorang CEO meliputi pengambilan keputusan strategis, manajemen sumber daya perusahaan, dan pengawasan terhadap implementasi visi dan misi perusahaan.  Dalam hierarki perusahaan, CEO berada di puncak struktur organisasi, langsung bertanggung jawab kepada dewan direksi dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir.  Di perusahaan konvensional, peran CEO sering kali terfokus pada pengelolaan operasional yang stabil, pengembangan jangka panjang, dan kepatuhan terhadap regulasi yang ketat.  Sebagai contoh, seorang CEO di perusahaan manufaktur mungkin mengawasi proses produksi, memastikan efisiensi operasional, dan mengelola hubungan dengan pemasok dan pelanggan utama.  Sebaliknya, di startup, peran CEO cenderung lebih dinamis dan adaptif, mencakup tanggung jawab seperti mencari pendanaan, membangun budaya perusahaan yang inovatif, dan sering kali terlibat langsung dalam pengembangan produk.  Definisi dan Peran Direktur Direktur adalah individu yang memegang posisi eksekutif dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas pengelolaan aspek tertentu dari operasional perusahaan.  Ada berbagai jenis direktur, termasuk Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Keuangan, dan Direktur Pemasaran, masing-masing dengan tanggung jawab spesifik.  Baca juga  Perbedaan Direktur dan Komisaris dalam Perusahaan, Penjelasan LengkapDalam struktur perusahaan, direktur biasanya berada di bawah CEO dan berperan dalam melaksanakan kebijakan strategis yang ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi.  Peran direktur dalam perusahaan mencakup pengawasan departemen mereka, pengambilan keputusan taktis, dan memastikan bahwa tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai.  Tugas utama seorang direktur bisa bervariasi tergantung pada bidangnya; misalnya, Direktur Operasional bertanggung jawab atas efisiensi proses bisnis sehari-hari. Sementara Direktur Keuangan mengelola anggaran, laporan keuangan, dan strategi investasi perusahaan.  Di departemen pemasaran, seorang direktur bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran, termasuk kampanye promosi dan analisis pasar.  Perbedaan Utama Antara CEO dan Direktur Perbedaan dalam tanggung jawab dan tugas antara seorang CEO dan seorang Direktur mencerminkan fokus kerja yang berbeda dalam struktur organisasi perusahaan dilansir dari HiveFive.  Sebagai pemimpin tertinggi, CEO bertanggung jawab atas arah strategis perusahaan secara keseluruhan, dengan fokus pada pengambilan keputusan strategis, pengembangan visi perusahaan, dan memastikan pertumbuhan jangka panjang.  Sebaliknya, Direktur, meskipun juga berkontribusi pada keputusan strategis, lebih terfokus pada pengelolaan operasional dan implementasi taktis dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh CEO dan dewan direksi. Keputusan yang diambil oleh seorang CEO memiliki dampak yang lebih luas dan jangka panjang terhadap arah dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.  CEO seringkali harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti tren pasar, persaingan, dan regulasi. Sementara Direktur cenderung berfokus pada pengelolaan aspek internal perusahaan dan memastikan efisiensi operasional dalam departemen yang mereka pimpin. Dalam hierarki dan struktur organisasi, CEO berada di puncak, diikuti oleh dewan direksi dan kemudian direktur-direktur departemen.  CEO biasanya berinteraksi secara langsung dengan dewan direksi untuk melaporkan kinerja perusahaan dan memperoleh persetujuan atas keputusan strategis besar.  Baca juga  Alasan Pencabutan SP-PIRT dalam Industri PanganDi sisi lain, direktur berinteraksi lebih langsung dengan tim mereka di departemen masing-masing, mengkoordinasikan tugas sehari-hari dan memastikan pencapaian tujuan departemen. Perbedaan dalam interaksi dan hierarki ini juga dapat dilihat dalam struktur organisasi perusahaan konvensional dan startup.  Perusahaan konvensional cenderung memiliki hierarki yang lebih jelas dan formal, dengan pembagian kerja yang terdefinisi dengan jelas antara berbagai tingkatan manajemen.  Di startup, struktur organisasi cenderung lebih datar dan fleksibel, dengan interaksi yang lebih langsung antara CEO, Direktur, dan anggota tim, serta kemampuan untuk merespons perubahan dengan cepat. Kesimpulan Perbedaan antara CEO dan Direktur sangatlah penting untuk dipahami bagi kelangsungan dan kesuksesan sebuah perusahaan.  CEO bertanggung jawab atas strategi jangka panjang dan kinerja keseluruhan perusahaan, sementara Direktur lebih fokus pada pengawasan dan kepatuhan.  Memilih individu yang tepat untuk kedua peran ini krusial, karena mereka akan memengaruhi arah dan kesehatan organisasi secara keseluruhan.  Oleh karena itu, pengertian mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing, serta kemampuan untuk memilih individu yang memiliki visi, keahlian, dan integritas yang sesuai, sangatlah penting bagi kesuksesan perusahaan.

pembagian shift kerja karyawan

Contoh Perseroan Terbatas Tertutup dan Perbedaannya dengan PT Terbuka

Dalam dunia bisnis, memahami jenis-jenis Perseroan Terbatas (PT) sangat penting, terutama perbedaan antara PT Terbuka dan PT Tertutup. Artikel ini akan membahas contoh perseroan terbatas tertutup, karakteristiknya, serta perbedaannya dengan PT Terbuka. Apa Itu Perseroan Terbatas Tertutup? PT Tertutup adalah jenis perseroan terbatas yang saham-sahamnya tidak diperjualbelikan secara umum di pasar saham. Saham PT Tertutup biasanya dimiliki oleh sekelompok kecil pemegang saham, yang bisa termasuk pendiri, keluarga, atau sekelompok individu tertentu. Contoh dari PT Tertutup yang terkenal di Indonesia termasuk Djarum Group, Mayapada Group, dan Sinar Mas Group . Perbedaan PT Terbuka dan PT Tertutup Menurut ProLegal dan Riviera Publishing, berikut adalah perbedaan utama antara PT Terbuka dan PT Tertutup: Karakteristik Perseroan Terbatas Tertutup Manfaat Memiliki PT Tertutup FAQ tentang Perseroan Terbatas Tertutup Dengan memahami perbedaan antara PT Tertutup dan PT Terbuka serta contoh-contohnya, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai struktur perusahaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka. Baca juga  Contoh Legalitas Perusahaan dan Pentingnya Legalitas dalam Dunia Usaha

cek nama cv

Cara Cek Nama CV: Panduan Lengkap dan Tips Legalitas

Memastikan legalitas sebuah perusahaan adalah langkah penting sebelum melakukan kerjasama atau transaksi bisnis. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan cek nama CV (Commanditaire Vennootschap) guna memastikan perusahaan tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki legalitas yang jelas. Artikel ini akan membahas cara-cara untuk cek nama CV, tips penting, serta informasi tambahan yang relevan. Mengapa Penting untuk Cek Nama CV? Cek nama CV sangat penting untuk menghindari potensi penipuan dan memastikan bahwa perusahaan yang Anda ajak kerjasama beroperasi secara legal dan terpercaya. Dengan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat meminimalkan risiko dan memastikan bahwa semua transaksi dilakukan sesuai hukum. Cara Cek Nama CV Menurut artikel di izin.co.id, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk cek nama CV: Artikel di novandi.id juga menyebutkan bahwa Anda dapat memanfaatkan direktori bisnis atau basis data perusahaan yang menyediakan informasi tentang daftar nama CV yang telah terdaftar. Ini bisa menjadi sumber tambahan untuk memastikan legalitas sebuah CV. Tips untuk Cek Nama CV Mengutip dari artikel di izinkilat.id, berikut adalah beberapa tips untuk memastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat saat cek nama CV: FAQ tentang Cek Nama CV Dengan memahami cara cek nama CV dan memastikan legalitas perusahaan, Anda dapat melakukan transaksi bisnis dengan lebih aman dan terpercaya. Pastikan selalu melakukan pengecekan ini sebelum menjalin kerjasama untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Baca juga  Perbedaan PT Tertutup vs Terbuka: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Ada Pertanyaan Terkait Legalitas Bisnismu?

"*" indicates required fields

Gratis Ebook!

Legal Menjadi Pengaruh sudah bantu 1500+ pengusaha di seluruh Indonesia. Gabung sekarang dan rasakan kemudahan mendirikan PT, CV, dan legalitas lainnya!