
Contoh Penerapan Merek Kolektif dan Keberhasilannya yang Pernah Terjadi
Di dunia bisnis yang penuh persaingan seperti sekarang, nama atau merek jadi salah satu kunci agar produk atau layanan kamu makin dikenal. Nah, selain merek yang biasa dipakai sama satu perusahaan atau individu, ada juga nih yang namanya merek kolektif. Jadi, apa sih merek kolektif itu? Sederhananya, ini adalah merek yang dipakai bareng-bareng oleh kelompok pelaku usaha, komunitas, atau organisasi. Kalau dibandingkan sama merek biasa yang cuma dipegang satu pihak, merek kolektif ini justru jadi identitas buat beberapa orang atau usaha yang punya tujuan yang sama. Biasanya merek ini sering dipakai sama koperasi, UMKM yang tergabung dalam satu komunitas, atau asosiasi produsen. Dalam artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam mengenai pengertian merek kolektif serta bagaimana cara mendaftarkannya: Definisi dan Karakteristik Merek Kolektif Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis di Indonesia, merek kolektif adalah merek yang digunakan bersama oleh beberapa pihak yang tergabung dalam satu kelompok atau organisasi. Tujuannya, untuk membedakan barang atau jasa yang dihasilkan oleh para anggota kelompok tersebut dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh pihak lain di luar kelompok. Dengan kata lain, merek kolektif digunakan secara bersama-sama oleh para anggota kelompok sesuai dengan peraturan internal yang telah ditetapkan. Tidak semua pihak bisa mendaftarkan merek kolektif. Hanya organisasi, asosiasi, koperasi, atau kelompok pelaku usaha lainnya yang dapat mengajukan pendaftaran merek ini. Selain itu, pihak yang mengajukan harus memiliki anggaran dasar atau peraturan tertulis yang mengatur penggunaan merek kolektif di antara para anggotanya. Merek ini tidak bisa diajukan oleh individu atau perusahaan perorangan karena tujuan utamanya adalah untuk digunakan oleh sekelompok orang atau badan yang memiliki kepentingan yang sama. Merek kolektif memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari merek biasa. Pertama, merek ini digunakan oleh seluruh anggota kelompok yang terdaftar. Kedua, setiap anggota yang menggunakan merek tersebut wajib mematuhi standar kualitas yang telah ditentukan bersama oleh kelompok. Ketiga, ada sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemilik merek kolektif atau badan yang ditunjuk untuk memastikan bahwa seluruh anggota yang memakai merek ini mematuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan ini, reputasi dan kualitas produk yang menggunakan merek kolektif tetap terjaga di mata konsumen dikutip dari Mebiso. Manfaat dan Fungsi Merek Kolektif dalam Bisnis Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau mendaftarkan merek secara kolektif, berikut beberapa di antaranya: 1. Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat Dengan mendaftarkan merek kolektif, kelompok atau organisasi akan mendapatkan perlindungan hukum yang lebih kuat dari negara. Ini berguna untuk mencegah pihak luar menggunakan merek tersebut tanpa izin atau meniru ciri khas produk yang dihasilkan oleh kelompok. Perlindungan hukum ini juga memberikan rasa aman bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan usahanya tanpa takut persaingan yang tidak sehat dari pihak luar. 2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang menggunakan merek kolektif. Sebab, mereka tahu bahwa produk tersebut telah melalui proses seleksi dan memiliki standar kualitas tertentu yang telah disepakati oleh anggota kelompok. Merek kolektif mencerminkan kebersamaan dan komitmen dari para produsen yang terlibat untuk menjaga mutu produk, sehingga menambah kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka beli. 3. Membantu UMKM dan Koperasi dalam Branding UMKM dan koperasi seringkali mengalami kendala dalam membangun citra merek yang kuat di tengah dominasi merek-merek besar. Dengan merek kolektif, mereka bisa menggabungkan kekuatan sumber daya dan identitas mereka untuk menciptakan citra merek yang lebih solid dan dikenal luas. Misalnya, merek kolektif yang digunakan oleh koperasi kopi di sebuah daerah bisa menjadi simbol kualitas bagi kopi dari wilayah tersebut, yang pada akhirnya memudahkan proses pemasaran ke pasar lokal maupun internasional. 4. Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Produk lokal yang menggunakan merek kolektif cenderung lebih unggul di pasar karena merek ini membawa citra komunitas dan keunikan daerah asalnya. Merek kolektif bisa menjadi senjata utama untuk mempromosikan produk khas daerah ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. Selain itu, dengan adanya standar dan pengawasan yang ketat, produk lokal yang menggunakan merek kolektif bisa lebih bersaing dalam hal kualitas dibandingkan dengan produk sejenis yang tidak memiliki standar kolektif. Syarat-syarat Daftar Merek Kolektif Kalau mau daftar merek kolektif, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan lebih dulu seperti: – Dokumen Legalitas Organisasi/Koperasi/Asosiasi Pertama, siapkan dokumen resmi yang menunjukkan kalau kelompok kamu legal. Ini bisa berupa akta pendirian. – Aturan Pemakaian Merek di Kelompok Selain itu, harus ada aturan tertulis yang mengatur siapa saja yang boleh pakai merek ini dan gimana standar kualitasnya. Tahapan Daftar Merek Kolektif Setelah semua dokumen siap, proses pendaftarannya lewat beberapa langkah berikut: 1) Daftar ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Langkah awalnya, kamu isi formulir dan ajukan permohonan ke DJKI sambil bawa semua berkas yang diminta. 2) Pemeriksaan Formal & Substantif DJKI bakal mengecek apakah dokumen kamu lengkap atau belum (pemeriksaan formal). Kalau aman, dilanjut cek isi atau detail mereknya agar gak mirip dengan merek orang lain (pemeriksaan substantif). 3) Dipublikasikan dan Masa Sanggah Kalau lolos pemeriksaan, merek kamu bakal diumumkan di Berita Resmi Merek selama 2 bulan. Di masa ini, siapa aja bisa protes kalau merasa dirugikan atau punya merek yang mirip. 4) Dapat Sertifikat Kalau Aman Kalau nggak ada yang protes, DJKI bakal keluarin sertifikat resmi. Nah, dari sini merek kamu resmi terdaftar dan dilindungi hukum. Contoh Merek Kolektif yang Sukses Sudah banyak merek kolektif di Indonesia yang terbukti bikin produknya makin berkembang. Contohnya sebagai berikut: – Kopi Gayo Berkat merek kolektif, Kopi Gayo makin gampang tembus pasar internasional. Kualitasnya juga terjaga dan makin dikenal di luar negeri. – Tenun Ikat Sumba Tenun ini nggak cuma bikin pengrajin lokal makin sejahtera, tapi juga menjaga budaya Sumba tetap hidup lewat perlindungan merek kolektif. Merek Kolektif buat UMKM & Koperasi UMKM dan koperasi juga banyak yang pakai merek kolektif buat bikin bisnis mereka makin kuat. – Batik Pekalongan Batik ini pakai merek kolektif buat jaga ciri khas dan kualitasnya. Jadi, konsumen bisa lebih yakin kalau batik ini memang asli Pekalongan. – Koperasi Susu di Jawa Barat Beberapa koperasi susu di Jawa Barat pakai merek kolektif buat memastikan mutu susu mereka tetap konsisten. Hasilnya, konsumen makin percaya dan loyal. Contoh dari Luar Negeri Merek kolektif nggak cuma dipakai di Indonesia, tapi juga di luar








