Author: Fabby Daraja

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi oleh penulis

Contoh Penerapan Merek Kolektif dan Keberhasilannya yang Pernah Terjadi

Contoh Penerapan Merek Kolektif dan Keberhasilannya yang Pernah Terjadi

Di dunia bisnis yang penuh persaingan seperti sekarang, nama atau merek jadi salah satu kunci agar produk atau layanan kamu makin dikenal.  Nah, selain merek yang biasa dipakai sama satu perusahaan atau individu, ada juga nih yang namanya merek kolektif.  Jadi, apa sih merek kolektif itu? Sederhananya, ini adalah merek yang dipakai bareng-bareng oleh kelompok pelaku usaha, komunitas, atau organisasi. Kalau dibandingkan sama merek biasa yang cuma dipegang satu pihak, merek kolektif ini justru jadi identitas buat beberapa orang atau usaha yang punya tujuan yang sama.  Biasanya merek ini sering dipakai sama koperasi, UMKM yang tergabung dalam satu komunitas, atau asosiasi produsen.  Dalam artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam mengenai pengertian merek kolektif serta bagaimana cara mendaftarkannya: Definisi dan Karakteristik Merek Kolektif Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis di Indonesia, merek kolektif adalah merek yang digunakan bersama oleh beberapa pihak yang tergabung dalam satu kelompok atau organisasi. Tujuannya, untuk membedakan barang atau jasa yang dihasilkan oleh para anggota kelompok tersebut dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh pihak lain di luar kelompok.  Dengan kata lain, merek kolektif digunakan secara bersama-sama oleh para anggota kelompok sesuai dengan peraturan internal yang telah ditetapkan. Tidak semua pihak bisa mendaftarkan merek kolektif. Hanya organisasi, asosiasi, koperasi, atau kelompok pelaku usaha lainnya yang dapat mengajukan pendaftaran merek ini. Selain itu, pihak yang mengajukan harus memiliki anggaran dasar atau peraturan tertulis yang mengatur penggunaan merek kolektif di antara para anggotanya.  Merek ini tidak bisa diajukan oleh individu atau perusahaan perorangan karena tujuan utamanya adalah untuk digunakan oleh sekelompok orang atau badan yang memiliki kepentingan yang sama. Merek kolektif memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari merek biasa.  Pertama, merek ini digunakan oleh seluruh anggota kelompok yang terdaftar.  Kedua, setiap anggota yang menggunakan merek tersebut wajib mematuhi standar kualitas yang telah ditentukan bersama oleh kelompok.  Ketiga, ada sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemilik merek kolektif atau badan yang ditunjuk untuk memastikan bahwa seluruh anggota yang memakai merek ini mematuhi standar yang telah ditetapkan.  Dengan adanya pengawasan ini, reputasi dan kualitas produk yang menggunakan merek kolektif tetap terjaga di mata konsumen dikutip dari Mebiso. Manfaat dan Fungsi Merek Kolektif dalam Bisnis Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau mendaftarkan merek secara kolektif, berikut beberapa di antaranya: 1. Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat Dengan mendaftarkan merek kolektif, kelompok atau organisasi akan mendapatkan perlindungan hukum yang lebih kuat dari negara.  Ini berguna untuk mencegah pihak luar menggunakan merek tersebut tanpa izin atau meniru ciri khas produk yang dihasilkan oleh kelompok.  Perlindungan hukum ini juga memberikan rasa aman bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan usahanya tanpa takut persaingan yang tidak sehat dari pihak luar. 2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang menggunakan merek kolektif. Sebab, mereka tahu bahwa produk tersebut telah melalui proses seleksi dan memiliki standar kualitas tertentu yang telah disepakati oleh anggota kelompok.  Merek kolektif mencerminkan kebersamaan dan komitmen dari para produsen yang terlibat untuk menjaga mutu produk, sehingga menambah kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka beli. 3. Membantu UMKM dan Koperasi dalam Branding UMKM dan koperasi seringkali mengalami kendala dalam membangun citra merek yang kuat di tengah dominasi merek-merek besar.  Dengan merek kolektif, mereka bisa menggabungkan kekuatan sumber daya dan identitas mereka untuk menciptakan citra merek yang lebih solid dan dikenal luas. Misalnya, merek kolektif yang digunakan oleh koperasi kopi di sebuah daerah bisa menjadi simbol kualitas bagi kopi dari wilayah tersebut, yang pada akhirnya memudahkan proses pemasaran ke pasar lokal maupun internasional. 4. Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Produk lokal yang menggunakan merek kolektif cenderung lebih unggul di pasar karena merek ini membawa citra komunitas dan keunikan daerah asalnya.  Merek kolektif bisa menjadi senjata utama untuk mempromosikan produk khas daerah ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.  Selain itu, dengan adanya standar dan pengawasan yang ketat, produk lokal yang menggunakan merek kolektif bisa lebih bersaing dalam hal kualitas dibandingkan dengan produk sejenis yang tidak memiliki standar kolektif. Syarat-syarat Daftar Merek Kolektif Kalau mau daftar merek kolektif, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan lebih dulu seperti: – Dokumen Legalitas Organisasi/Koperasi/Asosiasi Pertama, siapkan dokumen resmi yang menunjukkan kalau kelompok kamu legal. Ini bisa berupa akta pendirian. – Aturan Pemakaian Merek di Kelompok Selain itu, harus ada aturan tertulis yang mengatur siapa saja yang boleh pakai merek ini dan gimana standar kualitasnya. Tahapan Daftar Merek Kolektif Setelah semua dokumen siap, proses pendaftarannya lewat beberapa langkah berikut: 1) Daftar ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Langkah awalnya, kamu isi formulir dan ajukan permohonan ke DJKI sambil bawa semua berkas yang diminta. 2) Pemeriksaan Formal & Substantif DJKI bakal mengecek apakah dokumen kamu lengkap atau belum (pemeriksaan formal). Kalau aman, dilanjut cek isi atau detail mereknya agar gak mirip dengan merek orang lain (pemeriksaan substantif). 3) Dipublikasikan dan Masa Sanggah Kalau lolos pemeriksaan, merek kamu bakal diumumkan di Berita Resmi Merek selama 2 bulan. Di masa ini, siapa aja bisa protes kalau merasa dirugikan atau punya merek yang mirip. 4) Dapat Sertifikat Kalau Aman Kalau nggak ada yang protes, DJKI bakal keluarin sertifikat resmi. Nah, dari sini merek kamu resmi terdaftar dan dilindungi hukum. Contoh Merek Kolektif yang Sukses Sudah banyak merek kolektif di Indonesia yang terbukti bikin produknya makin berkembang. Contohnya sebagai berikut: – Kopi Gayo Berkat merek kolektif, Kopi Gayo makin gampang tembus pasar internasional. Kualitasnya juga terjaga dan makin dikenal di luar negeri. – Tenun Ikat Sumba Tenun ini nggak cuma bikin pengrajin lokal makin sejahtera, tapi juga menjaga budaya Sumba tetap hidup lewat perlindungan merek kolektif. Merek Kolektif buat UMKM & Koperasi UMKM dan koperasi juga banyak yang pakai merek kolektif buat bikin bisnis mereka makin kuat. – Batik Pekalongan Batik ini pakai merek kolektif buat jaga ciri khas dan kualitasnya. Jadi, konsumen bisa lebih yakin kalau batik ini memang asli Pekalongan. – Koperasi Susu di Jawa Barat Beberapa koperasi susu di Jawa Barat pakai merek kolektif buat memastikan mutu susu mereka tetap konsisten. Hasilnya, konsumen makin percaya dan loyal. Contoh dari Luar Negeri Merek kolektif nggak cuma dipakai di Indonesia, tapi juga di luar

SELENGKAPNYA
Izin Usaha dan Kode KBLI untuk Kontrakan atau Kos-kosan

Izin Usaha dan Kode KBLI untuk Kontrakan atau Kos-kosan

Banyak orang yang punya kontrakan atau kos-kosan tapi belum mengurus izin usaha.  Padahal, izin ini bukan cuma soal biar usaha kamu resmi, tapi juga biar usaha kamu bisa terus berkembang. Kalau kos-kosan atau kontrakan kamu sudah legal, kamu bakal dapat banyak keuntungan.  Mulai dari perlindungan hukum kalau ada masalah dengan penyewa, sampai lebih mudah mengurus urusan perbankan, seperti membuka rekening bisnis atau mengajukan pinjaman usaha.  Bahkan, investor juga lebih tertarik kerja sama kalau bisnis kamu sudah legal. Selain itu, penghuni kos atau kontrakan juga bakal lebih percaya karena usaha kamu dikelola secara profesional dan sesuai aturan.  Manfaat Punya Izin Usaha: Resmi, Aman, dan Bisa Akses Banyak Fasilitas Apa aja sih untungnya kalau kamu mengurus izin usaha buat kos-kosan atau kontrakan? Dr. Erman Rajagukguk, pakar hukum bisnis dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa legalitas usaha memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatannya. Izin usaha menjadi bukti sah bahwa kegiatan tersebut diakui negara dan terlindungi dari tindakan yang merugikan. Beliau juga menekankan bahwa legalitas menjadi faktor penting untuk mendapatkan akses pembiayaan dari bank, karena lembaga keuangan membutuhkan jaminan bahwa bisnis dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Prof. Dr. Tulus Tambunan, seorang ekonom dan peneliti UMKM, menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang sudah memiliki izin usaha formal umumnya lebih mudah mendapatkan akses permodalan, baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan usaha yang sudah terdaftar secara resmi, mereka juga berpeluang ikut dalam berbagai program pemerintah yang mendukung pengembangan bisnis. Menurut beliau, proses legalisasi usaha menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sekaligus membangun kepercayaan dari konsumen dan mitra bisnis. Ini dia beberapa kelebihan dan manfaat lainnya bagi bisnis yang punya legalitas: Usaha kamu resmi dan sah: Jadi, kamu gak perlu takut kena razia atau dilarang beroperasi karena usaha kamu sudah terdaftar di pemerintah. Aman secara hukum: Kalau suatu hari ada masalah sama penyewa, kamu bisa lebih tenang karena usaha kamu punya kekuatan hukum. Gampang akses layanan bank & investasi: Bank biasanya minta bukti legalitas buat ngasih pinjaman atau kredit usaha. Selain itu, calon investor juga lebih yakin buat kerja sama sama kamu. Mudah kembangkan usaha: Kalau kamu mau buka cabang kos-kosan atau nambah properti buat dikontrakkan, izin usaha yang lengkap bikin proses perizinannya jauh lebih lancar. Memahami Kode KBLI untuk Kontrakan dan Kos-Kosan KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah sistem yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengelompokkan berbagai jenis kegiatan ekonomi di Indonesia agar data dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis secara seragam. Sistem ini berfungsi sebagai acuan dalam penyelenggaraan statistik, perencanaan, evaluasi kebijakan, hingga perizinan usaha dialnsir dari publikasi resmi BPS berjudul Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020, Nomor Publikasi 03120.2001, ISBN 978-602-438-353-4. Sederhananya, ini adalah kode yang dipakai pemerintah buat ngelompokin jenis-jenis usaha yang ada di Indonesia.  KBLI ini nanti kamu masukin waktu mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) atau izin lainnya. Nah, setiap usaha punya kode KBLI yang beda-beda, jadi kamu wajib tahu kode yang paling pas buat bisnis kos-kosan atau kontrakan kamu. Versi terbarunya, KBLI 2020, merupakan hasil penyempurnaan dari KBLI 2015 (Peraturan Kepala BPS Nomor 19 Tahun 2017) dan tetap mengacu pada standar internasional, yaitu ISIC Rev. 4 (International Standard Industrial Classification of All Economic Activities), sehingga klasifikasi ekonomi di Indonesia selaras dengan praktik global. KBLI yang Cocok Buat Bisnis Kos-Kosan dan Kontrakan Secara umum, kos-kosan dan kontrakan masuk ke kategori usaha penyewaan properti atau akomodasi. Berikut dua KBLI yang paling sering dipakai: 1) KBLI 68110 – Real Estate Milik Sendiri yang Disewakan Kode ini cocok banget buat kamu yang nyewain rumah, kontrakan, atau ruko yang disewakan tahunan atau jangka panjang. Apa saja yang masuk KBLI 68110? Pokoknya, kalau properti kamu disewakan lebih dari 6 bulan atau tahunan, lebih baik memakai kode KBLI ini. 2) KBLI 55900 – Penyediaan Akomodasi Jangka Pendek Nah, kalau kamu lebih ke arah kos harian atau bulanan, kode ini yang paling cocok. Apa saja yang masuk KBLI 55900? Kalau kos kamu sistemnya tempat penginapan sementara, ini KBLI yang bisa kamu pilih. Bedanya KBLI buat Kos Harian, Bulanan, dan Kontrakan Tahunan Jenis Usaha Kode KBLI Penjelasan Kos Harian 55900 Sistem sewa harian/sementara Kos Bulanan 55900 Sewa kamar bulanan Kontrakan Tahunan/Rumah 68110 Sewa rumah atau kontrakan jangka panjang Syarat Mengurus Izin Usaha Kos-Kosan dan Kontrakan Bisnis kos-kosan dan kontrakan selalu menarik, apalagi kalau lokasinya strategis seperti dekat kampus atau kawasan industri dikutip dari Superkos. Tapi sebelum kamu mulai menyewakan kamar, ada beberapa izin yang perlu kamu urus biar usahamu sah di mata hukum. Yuk, simak syarat dan langkah-langkah lengkapnya! A) Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Urus Izin Kos-Kosan dan Kontrakan Syarat Administratif Untuk mulai mengurus izin usaha kos-kosan atau kontrakan, kamu harus siapin beberapa dokumen penting berikut ini: Kalau kamu jalani usaha ini sebagai perorangan, berarti kamu butuh KTP, NPWP, dan KK. Ini penting biar data kamu tercatat resmi sebagai pemilik usaha. Kamu juga perlu bukti kalau tanah atau bangunan yang kamu pakai itu legal. Misalnya: Syarat Teknis Nggak cuma kelengkapan dokumen saja, bangunan kos-kosan juga harus sesuai standar teknis berikut: Prosedur Mengurus Izin Usaha Kos-Kosan dan Kontrakan Pembuatan PT dan CV dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI! Kalau semua syarat sudah siap, sekarang saatnya ikuti proses pengurusannya: 1. Daftar Usaha Lewat OSS (Online Single Submission) OSS adalah sistem online dari pemerintah buat kamu yang mau buka usaha. 2. Bikin NIB (Nomor Induk Berusaha)  Pertama-tama, daftar dulu di website OSS (oss.go.id), isi semua data sampai kamu dapet NIB. NIB ini semacam identitas resmi usaha kamu. 3. Pilih KBLI yang Pas Selanjutnya, kamu pilih kode KBLI sesuai jenis usaha. Untuk kos-kosan biasanya pakai KBLI 68111 (Real Estate Milik Sendiri atau Disewa) buat bisnis sewa properti kayak kos atau kontrakan. Pastikan kamu memilih kode yang benar biar proses perizinan jadi lebih lancar. 4. Urus Izin Lingkungan (Kalau Dibutuhkan) Di beberapa daerah, usaha kos-kosan wajib punya izin lingkungan. Apalagi kalau kos tersebut punya kamar dengan jumlah yang banyak. Selain itu, kamu harus cek dulu peraturan di daerah. Sebab, tiap daerah punya regulasi yang berbeda. Ada beberapa daerah yang mewajibkan kamu harus punya dokumen lingkungan

SELENGKAPNYA
Beda Direktur vs Komisaris vs Direktur Utama vs CEO dalam PT Mulai dari Tugas dan Fungsinya

Beda Direktur vs Komisaris vs Direktur Utama vs CEO dalam PT: Mulai dari Tugas dan Fungsinya

Dalam struktur Perseroan Terbatas (PT), kamu pasti sering mendengar istilah seperti Direktur, Komisaris, Direktur Utama, dan CEO.  Posisi-posisi ini punya peran penting masing-masing di dalam perusahaan, tapi sering kali orang bingung membedakan tugas dan tanggung jawab mereka.  Nah, di artikel ini, kita akan bahas tuntas perbedaan-perbedaan tersebut, mulai dari peran, wewenang, sampai posisi mereka dalam perusahaan. Semua aturan yang mengatur soal Direksi dan Dewan Komisaris di dalam PT ini sudah dijelaskan di Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (atau yang biasa kita kenal dengan UU PT).  Artikel ini bakal mengupasnya dengan rujukan ke undang-undang itu, biar penjelasannya jelas dan berbasis hukum. Direktur: Penggerak Utama Operasional Perusahaan Kalau kita ngomongin struktur PT, Direktur itu adalah orang yang pegang kendali langsung atas jalannya operasional sehari-hari.  Bisa dibilang, Direktur ini seperti “mesin” utama yang bikin roda perusahaan terus berputar, sesuai dengan strategi yang sudah disepakati.  Dalam UU PT, jabatan ini masuk dalam kategori “direksi,” yang artinya adalah organ perusahaan yang punya kewenangan dan tanggung jawab penuh untuk mengurus jalannya perusahaan. Direktur ini kerja di lini eksekutif. Jadi, mereka yang pegang keputusan-keputusan penting di bagian operasional, mulai dari ngatur sumber daya, produksi, pemasaran, sampai penjualan.  Tapi tentu saja, semua keputusan ini harus sejalan dengan rencana besar yang sudah diketok palu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Nah, Direktur ini nantinya akan bertanggung jawab langsung ke RUPS, karena forum ini adalah tempat tertinggi untuk ambil keputusan strategis perusahaan. Ngomongin jumlah Direktur, sebuah PT bisa aja punya lebih dari satu. Tergantung dari seberapa besar dan rumit bisnisnya.  Biasanya, perusahaan bakal bagi-bagi tugas ke beberapa Direktur, misalnya ada Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran, Direktur Operasional, dan lain-lain.  Tapi meskipun beda bidang, secara keseluruhan mereka ini tetap disebut sebagai “direksi.” Kalau merujuk ke Pasal 1 UU PT, direksi ini yang punya hak dan tanggung jawab penuh buat ngurus perusahaan demi kepentingan perusahaan itu sendiri, sesuai tujuan yang sudah ditetapkan.  Mereka juga yang mewakili perusahaan kalau ada urusan di dalam atau di luar pengadilan. Tugas mereka cukup banyak, seperti bikin daftar pemegang saham, menyusun risalah RUPS, laporan tahunan, laporan keuangan, dan pastinya, menjaga semua dokumen penting itu tetap rapi dan aman (ini dijelaskan juga di Pasal 100 UU PT). Terus, siapa yang bisa mengangkat atau memberhentikan Direktur? Jawabannya adalah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).  Proses ini biasanya sudah diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan pastinya mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kinerja Direktur, integritas, sampai kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dikutip dari IzinKilat. Komisaris: Pengawas Kinerja Direksi Kalau Direktur itu ibarat “mesin” yang menggerakkan roda perusahaan, maka Komisaris bisa dibilang sebagai “mata” yang terus mengawasi jalannya mesin itu.  Dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), istilah resminya adalah “dewan komisaris.” Tugas dari komisaris yaitu mengawasi jalannya perusahaan secara umum atau khusus sesuai aturan yang ada di anggaran dasar, sekaligus jadi pemberi saran buat Direksi. Intinya, Dewan Komisaris bertugas memastikan Direksi menjalankan perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari anggaran dasar, undang-undang, sampai prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau yang sering disebut good corporate governance. Yang perlu digarisbawahi adalah Komisaris nggak ikut campur dalam urusan operasional sehari-hari perusahaan. Ini nih bedanya sama Direktur.  Kalau Direktur sibuk dengan urusan teknis dan operasional, Komisaris justru fokus pada pengawasan dan kasih masukan.  Dewan Komisaris juga yang memastikan kalau Direksi sudah bekerja sesuai strategi, mengelola risiko, dan ngejar target yang sudah ditetapkan.  Komisaris Utama biasanya juga berperan buat nyambungin masukan dari dewan ke direksi, bahkan sampai ke investor. Selain mengawasi, Komisaris juga bertugas memberi nasihat ke Direksi. Bisa soal strategi bisnis, urusan keuangan, cara mengelola risiko, atau apapun yang penting demi kelangsungan hidup perusahaan.  Pengalaman dan wawasan Komisaris biasanya jadi nilai tambah yang bisa bantu Direksi bikin keputusan yang lebih mantap. Sama seperti Direktur, Komisaris juga wajib bertanggung jawab ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Di sinilah Komisaris melaporkan hasil pengawasan mereka ke para pemegang saham. RUPS juga punya kuasa buat ngangkat atau memberhentikan anggota Dewan Komisaris sesuai yang tertulis di anggaran dasar perusahaan. Selain jadi pengawas, Dewan Komisaris juga bertindak sebagai jembatan antara Direksi dan pemegang saham.  Mereka bertugas menyampaikan harapan dan kepentingan para pemegang saham ke Direksi.  Komisaris Utama pun biasanya memonitor jalannya keuangan dan operasional perusahaan.  Selain itu, mereka memastikan supaya dana dan aset milik pemegang saham dikelola dengan baik.  Kalau perusahaan mau ambil langkah besar seperti akuisisi, Direksi wajib minta saran dulu dari Dewan Komisaris. Direktur Utama: Pemimpin Utama dalam Jajaran Direksi Setelah tahu peran Direktur yang mengurus operasional dan Komisaris yang jadi pengawas, sekarang kita kenalan dengan Direktur Utama.  Sebagai pimpinan paling atas, Direktur Utama punya tanggung jawab yang lebih berat dibanding direktur lainnya.  Dia harus memastikan semua lini perusahaan berjalan sesuai tujuan yang sudah ditetapkan.  Artinya, Direktur Utama nggak cuma mengurus satu bidang, tapi memantau keseluruhan perusahaan agar tetap selaras dan kompak. Peran Direktur Utama memang sangat strategis. Dialah yang menentukan ke mana arah dan tujuan perusahaan dalam jangka panjang.  Visi dan misi perusahaan diterjemahkan oleh Direktur Utama menjadi langkah-langkah nyata, yang nanti akan dijalankan bareng para direktur di bawahnya.  Di dunia internasional, jabatan Direktur Utama ini sering disamakan dengan Managing Director atau Chief Executive Officer (CEO).  Walaupun istilah CEO nggak diatur langsung dalam UU PT, tapi dalam praktiknya, istilah ini sering dipakai buat menyebut posisi tertinggi di perusahaan. Nggak cuma di dalam perusahaan, Direktur Utama juga sering jadi wajah perusahaan di hadapan publik, investor, mitra bisnis, atau pemangku kepentingan lainnya.  Jadi, kemampuan Direktur Utama buat membangun relasi, komunikasi, dan negosiasi sangat penting buat menjaga nama baik perusahaan. Walaupun punya jabatan paling tinggi, Direktur Utama tetap wajib bertanggung jawab ke RUPS.  Setiap keputusan besar dan jalannya kinerja perusahaan harus dilaporkan secara rutin dan terbuka ke para pemegang saham. Bahkan, keputusan-keputusan strategis juga tetap harus dapat lampu hijau dari RUPS. CEO: Jabatan Eksekutif Tertinggi Jabatan yang satu ini sering banget disebut-sebut sebagai posisi paling tinggi di dalam perusahaan.  Secara garis besar, CEO adalah orang yang memegang kendali penuh atas arah dan performa perusahaan.  Dia yang memastikan visi, misi, dan strategi besar perusahaan bisa dijalankan dengan baik, dan semua tim bergerak ke arah

SELENGKAPNYA
Jenis Pajak Yayasan, Kewajiban, serta Pembagian Objek Pajak Penghasilannya

Jenis Pajak Yayasan, Kewajiban, serta Pembagian Objek Pajak Penghasilannya

Menurut aturan perpajakan di Indonesia, setiap orang yang memenuhi syarat tertentu dan semua badan itu wajib bayar pajak. Nah, badan ini bentuknya beragam. Bisa itu kumpulan orang atau modal yang bergerak di bidang usaha (profit) atau yang bukan (non-profit). Yayasan sendiri statusnya juga sebagai wajib pajak karena berbentuk badan usaha meski sifatnya non-profit. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), organisasi nirlaba seperti yayasan biasanya dapat dana dari donasi anggota atau penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun. Mengapa Yayasan Itu Statusnya Sebagai Subjek Pajak? Pada dasarnya, yayasan masuk dalam kategori subjek Pajak Penghasilan (PPh).  Cara pengakuan pemasukan dan pengeluaran yayasan juga sama seperti organisasi lain.  Di akhir periode keuangan, yayasan bakal menyusun laporan yang mencatat Sisa Hasil Usaha. Ini mirip dengan laporan laba-rugi di perusahaan.  Makanya, yayasan juga wajib lapor SPT tahunan PPh badan.  Kalau sampai melanggar aturan pajak, tetap saja yayasan bisa kena sanksi administrasi atau bahkan pidana. Apa Saja yang Jadi Objek Pajak Yayasan? Objek pajak yayasan dibagi jadi dua kategori. Yaitu objek pajak penghasilan dan yang bukan objek pajak penghasilan. Berikut rinciannya: 1. Objek Kena Pajak Penghasilan 2. Bukan Objek Pajak Penghasilan Jenis-jenis Pajak Yayasan yang Harus Dibayarkan Sebagai sebuah entitas berbadan hukum, yayasan pasti memiliki kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi.  Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Pasal 2 Ayat (1) Huruf b, yayasan dikategorikan sebagai subjek pajak badan. Ini artinya yayasan punya tanggung jawab perpajakan yang mirip dengan perusahaan atau badan usaha lainnya. Lalu, apa saja kewajiban pajak yang perlu diperhatikan oleh sebuah yayasan? Berikut beberapa di antaranya: 1. PPh Pasal 4 Ayat 2 – Pajak Final atas Penghasilan Tertentu Yayasan itu bisa mendapatkan berbagai jenis penghasilan. Nah, beberapa di antaranya  bisa dikenai pajak final.  Misalnya, jika yayasan memiliki dana yang ditempatkan dalam bentuk deposito atau tabungan. Maka bunga yang diperoleh dari dana tersebut dikenakan pajak final.  Begitu juga kalau yayasan memperoleh pendapatan dari menyewakan tanah atau bangunan. Penghasilan tersebut juga akan dikenakan pajak final sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. PPh Pasal 21 – Kewajiban Memotong Pajak atas Penghasilan Karyawan atau Pihak Lain Jika yayasan memiliki karyawan atau memberikan honorarium kepada tenaga ahli, maka wajib memotong Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21).  Pajak ini berlaku atas penghasilan yang diperoleh seseorang dalam bentuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, atau bentuk pembayaran lain terkait pekerjaan atau jasa. Sebagai contoh, yayasan mengundang pembicara dalam sebuah seminar dan membayar honorarium kepada mereka. Maka yayasan wajib memotong pajak dari pembayaran tersebut dan menyetorkannya ke kas negara. 3. PPh Pasal 23 – Pemotongan Pajak atas Penghasilan dari Berbagai Sumber Selain PPh 21, yayasan juga memiliki kewajiban untuk memotong PPh Pasal 23 dalam kondisi tertentu.  Pajak ini berlaku atas beberapa jenis penghasilan yang dibayarkan kepada pihak lain, seperti dividen, bunga, royalti, serta pembayaran atas jasa tertentu.  Besarnya pajak yang harus dipotong tergantung pada jenis penghasilan tersebut, rinciannya antara lain: A) 15% dari jumlah bruto, jika penghasilan berasal dari: B) 2% dari jumlah bruto, jika penghasilan diperoleh dari: Jadi, jika yayasan menyewa peralatan dari pihak ketiga atau menggunakan jasa konsultan untuk proyek tertentu, maka wajib memotong PPh 23 sebelum melakukan pembayaran kepada pihak tersebut. Perpajakan dalam Penyusunan Laporan Keuangan Yayasan Dalam penyusunan laporan keuangan, yayasan harus mempertimbangkan aspek perpajakan karena statusnya sebagai subjek pajak.  Yayasan tetap dianggap sebagai Wajib Pajak meskipun tidak selalu memperoleh penghasilan yang dikenakan pajak. Sebagai contoh, sebuah yayasan yang hanya mengandalkan dana hibah atau donasi mungkin tidak memiliki penghasilan yang dikenai pajak.  Namun, jika yayasan tersebut membayar gaji kepada karyawan atau membayar jasa profesional, maka tetap ada kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi. Contoh pajaknya antara lain pemotongan PPh 21 dan PPh 23. Peran Yayasan sebagai Pemotong Pajak Di dalam praktiknya, yayasan seringkali bertindak sebagai pemotong pajak atas berbagai transaksi.  Berikut beberapa contoh kewajiban pemotongan pajak yang harus dilakukan oleh yayasan: Kesimpulan Yayasan memang berbentuk non-profit, tapi tetap punya kewajiban pajak layaknya badan usaha lainnya.  Beberapa jenis pajak yang harus diperhatikan adalah PPh 21 untuk karyawan atau tenaga ahli, PPh 23 untuk jasa tertentu, serta PPh 4 Ayat 2 yang bersifat final.  Selain itu, yayasan juga wajib menyusun laporan keuangan dengan mempertimbangkan aspek perpajakan agar tetap patuh aturan.  Meski ada beberapa sumber dana yang bukan objek pajak, seperti donasi atau hibah, tetap ada penghasilan tertentu yang dikenakan pajak.

SELENGKAPNYA
Jenis Pajak PT PMA dan Kewajibannya yang Harus Dipenuhi setelah Beroperasi

Jenis Pajak PT PMA dan Kewajibannya yang Harus Dipenuhi setelah Beroperasi

PT PMA atau Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing, merupakan perusahaan yang didirikan di Indonesia dengan modal dari investor asing. Baik modal itu hanya sebagian, sepenuhnya, maupun bekerja sama dengan investor lokal.  Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia, PT PMA punya kewajiban membayar pajak sesuai dengan aturan yang berlaku.  Lalu, apa saja jenis pajak yang harus dibayar PT PMA? Mari kita bahas lebih dalam pada artikel ini! Mengenal PT PMA secara Singkat Sebelum lanjut mengenai jenis pajaknya, kita harus paham dulu bagaimana bentuk dari PT PMA itu sendiri. Secara definisi, PT PMA merupakan jenis perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang diatur oleh hukum di Indonesia dan melibatkan investasi asing di dalamnya.  Investasi ini bisa berasal sepenuhnya dari luar negeri atau dalam bentuk kerja sama dengan pemilik modal lokal. Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin), PT PMA bisa menjadi strategi bisnis yang menarik bagi para pengusaha asing yang ingin melakukan ekspansi ke Indonesia.  Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak diminati investor asing untuk menanamkan modalnya. Perusahaan berbentuk PT PMA wajib mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku ya, sebab statusnya sebagai badan hukum di Indonesia. Dengan kata lain, PT PMA itu termasuk subjek pajak yang punya kewajiban membayar pajak dan bisa dikenakan sanksi jika tidak mematuhinya. Jenis-jenis Pajak yang Wajib Dibayar oleh PT PMA Biar makin paham tentang pajak yang harus dibayar oleh PT PMA, berikut daftar kewajiban perpajakannya yang harus dipenuhi: 1. Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) PPh Badan adalah pajak yang wajib dibayar oleh perusahaan atas penghasilan yang mereka peroleh dalam satu tahun.  Mengapa PT PMA harus setor PPh Badan? Itu karena PT PMA masih termasuk badan usaha yang dikenakan pajak. Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 yang telah beberapa kali diperbarui, pajak dari PPh Badan yaitu sebesar 22% dari total pendapatan dalam satu tahun pajak. 2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN adalah pajak yang dikenakan pada transaksi jual beli barang dan jasa tertentu.  Pajak ini berlaku bagi individu, perusahaan, maupun lembaga pemerintah ya. Asalkan sudah berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dilansir dari laman KlikPajak, barang dan jasa yang dikenakan PPN disebut Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP).  Untuk tarif PPN yang berlaku saat ini untuk PT PMA besarnya 12% dari nilai transaksi. Pemerintah sudah memastikan bahwa tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik dari 11% menjadi 12% mulai tahun 2025.  Keputusan ini sudah diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Namun, barang yang tidak tergolong mewah masih tetap menggunakan perhitungan PPN dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) nilai lain sebesar 11/12 dari harga jual. Dengan menggunakan DPP nilai lain ini, maka PPN yang harus dibayar tetap sebesar 11%. 3. Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) PPh 21 adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan yang diterima oleh individu. Contohnya seperti apa? Yaitu gaji, honor, atau pembayaran atas jasa tertentu.  PT PMA wajib memotong pajak ini dari penghasilan karyawan mereka sebelum diberikan. Tarif PPh 21 sendiri bisa bervariasi tergantung besaran penghasilannya. Nominalnya mulai dari 5 persen, 15 persen, 25 persen, sampai 30 persen. 4. Pajak Penghasilan Pasal 26 (PPh 26) PPh 26 ini khusus mengatur pajak orang asing (Wajib Pajak Luar Negeri) yang mendapatkan penghasilan dari Indonesia.  Ini berbeda dengan PPh 21 yang dikenakan ke karyawan lokal ya. PPh 26 sendiri biasanya disebut sebagai pajak atas pendapatan orang asing di Indonesia. Objek pajaknya cukup luas, antara lain: 5. Bea Meterai Bea Meterai adalah pajak yang dikenakan pada dokumen resmi, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik.  Contohnya adalah surat perjanjian, akta notaris, dan dokumen transaksi keuangan tertentu. Sejak 2022, tarif Bea Meterai yang berlaku adalah Rp10.000 per dokumen.  Pajak ini berlaku baik untuk individu maupun badan usaha yang menerbitkan atau menerima dokumen tersebut. Peraturan Pajak Terbaru yang Harus Diperhatikan PT PMA PT PMA yang beroperasi di Indonesia wajib memperhatikan beberapa aturan pajak yang terbaru seiring berubahnya kebijakan dari pemerintah. Selain itu, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif pajak untuk mendukung investasi PT PMA di Indonesia.  Mengutip informasi dari Regional Investment BKPM, beberapa peraturan yang mengatur insentif pajak meliputi: Beberapa keuntungan yang bisa PT PMA manfaatkan melalui insentif pajak ini antara lain: 1. Pengurangan Pajak Penghasilan Perusahaan bisa mendapatkan pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 30% dari total investasi dalam aktiva tetap, yang berlaku selama 6 tahun dengan besaran 5% per tahun. 2. Kriteria Perusahaan yang Berhak Mendapat Insentif Tidak semua PT PMA bisa mendapatkan insentif ini. Biasanya, yang memenuhi syarat untuk mendapatkannya adalah perusahaan yang: Kesimpulan Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia, PT PMA wajib memahami dan mematuhi berbagai aturan perpajakan yang berlaku.  Ada beberapa jenis pajak yang harus dibayar, seperti PPh Badan, PPN, PPh 21, PPh 26, hingga Bea Meterai.  Dengan memahami kewajiban ini, PT PMA bisa menghindari sanksi dan memastikan bisnis tetap berjalan lancar.  Di sisi lain, meski tarif PPN akan naik menjadi 12% pada 2025, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif pajak untuk mendukung investasi asing.  Insentif ini bisa berupa pengurangan pajak penghasilan dan keuntungan tambahan bagi sektor industri tertentu.  Namun, tidak semua perusahaan bisa mendapatkannya. Hanya PT PMA yang memenuhi kriteria tertentu yang berhak atas fasilitas ini.  Jadi, perusahaan harus selalu update dengan kebijakan pajak terbaru agar bisa mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan beban pajak.

SELENGKAPNYA
Nomor KITAS – Memahami Perbedaan Permit Number dan NIORA

Nomor KITAS – Memahami Perbedaan Permit Number dan NIORA

Warga Negara Asing (WNA) yang mau tinggal di Indonesia biasanya sudah paham kalau harus punya KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas). Namun, di dalam KITAS ada dua nomor yang sering tertukar, yaitu Permit Number dan NIORA (Nomor Induk Orang Asing). Banyak yang masih salah kaprah soal definisi dan fungsi dari kedua nomor ini. Dalam artikel ini, yuk kita kupas tuntas perbedaan dari Permit Number dengan NIORA ya! Apa Itu KITAS? KITAS adalah izin tinggal sementara buat Warga Negara Asing (WNA) yang ingin menetap di Indonesia dalam waktu tertentu.  Biasanya, KITAS diberikan untuk pekerja asing, pasangan WNA yang menikah dengan WNI, pelajar asing, atau ekspatriat yang punya izin tinggal sementara. Fungsi KITAS untuk WNA di Indonesia KITAS punya beberapa manfaat, di antaranya: Beda KITAS dan KITAP KITAS sering disamakan dengan KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), padahal sebenarnya beda jauh. Berikut perbedaannya: – KITAS hanya berlaku sementara, biasanya 6-12 bulan dan bisa diperpanjang beberapa kali. – KITAP adalah izin tinggal tetap yang berlaku selama 5 tahun dan bisa diperpanjang terus selama masih memenuhi syarat. Memahami Jenis Nomor dalam KITAS Di dalam KITAS, tertera dua nomor penting yang harus diingat, yaitu Permit Number serta NIORA. Apa sih perbedaan antara keduanya? Permit Number Permit Number adalah nomor izin tinggal yang dikeluarkan oleh Imigrasi untuk pemegang KITAS. Nomor ini punya beberapa fungsi utama, seperti: Karena nomor ini terkait izin tinggal sementara, Permit Number bakal berubah setiap kali KITAS diperpanjang atau diperbarui. NIORA (Nomor Induk Orang Asing) NIORA atau Nomor Induk Orang Asing adalah nomor identitas resmi yang diberikan ke setiap WNA yang terdaftar di sistem imigrasi Indonesia.  Beda dari Permit Number, NIORA punya beberapa fungsi sebagai berikut: Kalau Permit Number bisa berubah seiring perpanjangan izin tinggal, NIORA itu tetap sama meskipun status izin tinggalnya berubah dikutip dari JangkarGroup. Perbedaan Permit Number dan NIORA Aspek Permit Number NIORA Fungsi Izin tinggal terbatas Identitas WNA di Indonesia Masa Berlaku Selama KITAS aktif Seumur hidup WNA di Indonesia Penerbitan Saat pembuatan KITAS Sekali saat pertama kali masuk sistem imigrasi Digunakan untuk Perpanjangan KITAS, izin kerja Pelacakan WNA dalam sistem imigrasi Kenapa Banyak Orang Salah Mengartikan Nomor KITAS? Wajar saja banyak orang yang salah mengartikan nomor yang ada di KITAS, yaitu Permit Number dan NIORA. Sebab, kedua nomor itu punya struktur yang hampir mirip. Selain itu, gak ada penjelasan secara gamblang di KITAS-nya apa maksud dari nomor tersebut. Dari pihak imigrasi juga sangat minim dan kurang mensosialisasikan perbedaan antara NIORA dan Permit Number. Oleh sebab itu, kita harus lebih meningkatkan kepekaan dan kesadaran tentang berbagai dokumen penting dalam imigrasi.  Kalau ada yang sampai salah, bisa berdampak ke masalah izin tinggal sehingga butuh waktu lagi untuk membereskannya. Cara Mengecek Permit Number dan NIORA dalam KITAS Kamu bisa menemukan Permit Number di KITAS pada bagian atas atau tengah dokumen. Biasanya, Permit Number ini ditulis dengan format angka unik yang diawali dengan kode tertentu sesuai sama jenis izin tinggal yang diberikan. Kalau kamu masih kesulitan menemukannya, bisa cek dan periksa surat keputusan imigrasi yang diberikan saat penerbitan KITAS. Kalau untuk NIORA, kamu bisa mengeceknya juga dengan melihat di KITAS pada bagian yang mencantumkan informasi pribadi. Cara lainnya yaitu dengan mengakses layanan online Direktorat Jenderal Imigrasi atau langsung menghubungi kantor imigrasi tempat kamu mengurus KITAS. Konsekuensi Kesalahan dalam Menggunakan Permit Number atau NIORA Ada beberapa dampak dan risiko kalau kamu sampai salah menggunakan Permit Number dan NIORA, berikut beberapa di antaranya dirangkum dari Founders: 1. Risiko Salah Mengisi Dokumen Resmi Kalau Permit Number atau NIORA tertukar atau salah diinput dalam dokumen resmi, ini bisa menyebabkan: 2. Dampak pada Proses Perpanjangan KITAS atau Perubahan Status Izin Tinggal Salah menginput nomor tersebut juga bisa menghambat perpanjangan KITAS atau perubahan status izin tinggal.  Apalagi, pihak imigrasi bisa saja butuh waktu lebih lama untuk memverifikasi kembali data yang tidak cocok dengan sistem mereka. 3. Kemungkinan Dikenai Sanksi Administrasi atau Penundaan Pengurusan Izin Dalam beberapa kasus, kesalahan penggunaan Permit Number atau NIORA juga bisa menyebabkan sanksi seperti: – Penundaan dalam proses administrasi yang mengakibatkan keterlambatan dalam pengurusan izin tinggal. – Sanksi administrasi berupa denda atau bahkan pencabutan izin tinggal jika kesalahan dianggap sebagai ketidaksesuaian data yang serius. Tips Agar Tidak Salah Menggunakan Nomor KITAS Supaya kamu gak melakukan kesalahan dalam penggunaan Permit Number atau NIORA, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti: 1. Pahami Dulu Fungsi Masing-masing Nomor Sebelum mengisi dokumen, pahami dengan jelas perbedaan antara Permit Number dan NIORA agar tidak terjadi kesalahan. 2. Selalu Cek Dokumen Resmi Sebelum Mengisi Data Administrasi Sebelum mengisi formulir atau dokumen keimigrasian, kamu harus memeriksa kembali KITAS dan mencocokkan informasi yang dibutuhkan. 3. Tanyakan Langsung ke Kantor Imigrasi atau Konsultan Hukum Keimigrasian Jika masih merasa ragu mengenai nomor yang harus digunakan, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan pihak imigrasi atau konsultan hukum yang berpengalaman dalam bidang keimigrasian. Kesimpulan Sekarang kamu udah tahu kan bedanya Permit Number dan NIORA di KITAS? Intinya, Permit Number itu nomor izin tinggal yang bisa berubah setiap kali KITAS diperpanjang. Sedangkan NIORA adalah nomor identitas tetap WNA selama mereka terdaftar di sistem imigrasi.  Karena bentuknya mirip dan kurangnya sosialisasi dari pihak imigrasi, nggak heran banyak yang masih bingung.  Padahal, kalau salah dalam memakainya, bisa bikin ribet urusan administrasi, mulai dari pengurusan dokumen, perpanjangan izin tinggal, sampai kemungkinan kena sanksi.  Makanya, paham fungsi masing-masing nomor dengan baik biar nggak keliru saat mengisi dokumen resmi.  Kalau masih ragu, lebih baik cek dulu KITAS kamu atau langsung tanyakan ke kantor imigrasi

SELENGKAPNYA
SK Kemenkumham – Pengertian, Fungsi, dan Prosedur Penerbitannya untuk PT

SK Kemenkumham – Pengertian, Fungsi, dan Prosedur Penerbitannya untuk PT

SK Kemenkumham merupakan salah satu aspek utama yang harus kamu perhatikan kalau mendirikan legalitas usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Apa sih kegunaan SK Kemenkumham dalam legalitas PT? Mengapa dokumen ini begitu penting? Dalam artikel ini, kita akan bahas lebih alam apa itu SK Kemenkumham dan pentingnya dalam pendirian PT. Pengertian SK Kemenkumham SK Kemenkumham adalah Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai bukti resmi bahwa sebuah badan usaha berbentuk PT telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum.  Tanpa SK ini, sebuah PT belum memiliki legalitas penuh dan tidak dapat beroperasi secara sah sesuai peraturan perundang-undangan. Badan usaha PT yang sudah punya SK Kemenkumham telah dinyatakan memenuhi syarat hukum untuk beroperasi. Selain itu, SK Kemenkumham juga bisa berfungsi dan dipakai untuk keperluan administrasi lainnya seperti pengajuan izin usaha lanjutan, pembukaan rekening perusahaan, serta menjalin kerjasama dengan mitra atau investor. Dasar hukum yang mengikat SK Kemenkumham antara lain: Dasar hukum ini memastikan bahwa setiap perusahaan yang mendapatkan SK Kemenkumham telah melalui prosedur yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dikutip dari Legalist. Fungsi dan Manfaat SK Kemenkumham bagi PT Sudah disinggung sebelumnya, SK Kemenkumham punya beberapa fungsi lainnya bagi badan usaha PT. Mari kita bahas lebih dalam fungsi dan manfaat itu di bawah ini: 1. Sebagai Bukti Sah Pendirian Perusahaan SK Kemenkumham merupakan bukti otentik bahwa suatu PT telah resmi berdiri sebagai badan hukum. Ini menjadi landasan utama bagi perusahaan untuk dapat beroperasi secara resmi dan legal. 2. Legalitas dalam Melakukan Kegiatan Usaha Tanpa SK Kemenkumham, suatu PT tidak memiliki kekuatan hukum yang sah untuk beroperasi. Dengan adanya SK ini, perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. Mempermudah Pengurusan Izin Usaha dan Perbankan Perusahaan yang telah memiliki SK Kemenkumham lebih mudah dalam mengurus berbagai izin usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan lanjutan lainnya. Sebab, dokumen ini sering diminta sebagai salah satu syaratnya dalam pendaftaran.  Selain itu, dokumen ini juga menjadi syarat utama dalam pembukaan rekening bank atas nama perusahaan, yang sangat penting untuk transaksi bisnis. 4. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Investor Investor dan mitra bisnis cenderung lebih percaya kepada perusahaan yang memiliki legalitas lengkap. SK Kemenkumham menjadi salah satu indikator utama bahwa perusahaan telah terdaftar secara resmi dan memiliki status hukum yang jelas. Dengan demikian, peluang mendapatkan pendanaan atau kerja sama bisnis menjadi lebih besar. Prosedur Penerbitan SK Kemenkumham untuk PT Jika kamu ingin mulai mengajukan SK Kemenkumham, ada beberapa langkah yang harus dilakukan serta dokumen yang perlu disiapkan seperti: A. Persyaratan Dokumen 1) Akta Pendirian PT dari Notaris Akta pendirian ini harus dibuat oleh notaris yang memiliki kewenangan di Indonesia dan memuat informasi penting seperti nama perusahaan, bidang usaha, susunan pemegang saham, serta modal dasar. 2) NPWP Perusahaan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan harus dibuat sebagai identitas wajib pajak badan usaha dan menjadi syarat utama dalam pengajuan legalitas lainnya. 3) Data Pemegang Saham dan Direksi Data lengkap pemegang saham dan direksi perusahaan harus disertakan saat prosess pengajuan. Data ini mencakup KTP, NPWP, serta komposisi kepemilikan saham dalam perusahaan. B. Tahapan Pengajuan SK Kemenkumham Setelah kamu melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan, berikut merupakan langkah-langkah untuk mengajukan SK Kemenkumham: 1. Pembuatan Akta Pendirian di Notaris Langkah pertama adalah membuat akta pendirian PT melalui notaris. Notaris akan menyusun akta berdasarkan data yang diberikan oleh pemilik perusahaan dan memastikan bahwa akta tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. Pendaftaran melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Setelah akta pendirian dibuat, notaris akan mendaftarkan perusahaan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) yang dikelola oleh Kemenkumham. Dalam tahap ini, data perusahaan akan dikirimkan secara online untuk diverifikasi. 3. Verifikasi dan Evaluasi oleh Kemenkumham Setelah data masuk ke sistem SABH, Kemenkumham akan melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap dokumen yang diajukan. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan, pemohon akan diminta untuk melakukan perbaikan atau melengkapi dokumen. 4. Penerbitan SK Kemenkumham Jika semua dokumen telah sesuai dan lolos verifikasi, Kemenkumham akan menerbitkan SK pendirian PT secara elektronik. Biaya dan Waktu Penerbitan SK Kemenkumham Proses penerbitan SK Kemenkumham punya biaya serta waktu yang berbeda-beda. Prosesnya tergantung dari beberapa faktor berikut: Umumnya, proses penerbitan SK Kemenkumham memakan waktu sekitar 1 hingga 7 hari kerja, tergantung pada kelengkapan dokumen serta antrean di sistem SABH.  Kalau semua dokumen telah lengkap dan tidak ada kendala dalam verifikasi, SK bisa terbit dalam waktu yang lebih singkat dikutip dari Ruangpedia. Perbedaan SK Kemenkumham dengan Dokumen Legalitas Lain Bagi orang awam, mungkin sering mendengar beberapa dokumen berikut. – SK Kemenkumham – Akta Pendirian PT – NIB (Nomor Induk Berusaha) – SIUP (Surat izin Usaha Perdagangan) Semua dokumen ini memang penting bagi sebuah PT. Namun, tiap dokumen tersebut punya fungsinya masing-masing. Berikut kami rangkumkan perbedaannya agar lebih mudah dipahami: Dokumen Fungsi Utama Penerbit Kaitan dengan Legalitas Kaitan dengan Operasional Akta Pendirian PT Dokumen yang dibuat notaris sebagai dasar pendirian PT Notaris Belum memiliki kekuatan hukum penuh tanpa SK Kemenkumham Tidak langsung terkait dengan operasional, tetapi menjadi dasar pembuatan dokumen lainnya SK Kemenkumham Bukti pengesahan PT sebagai badan hukum Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wajib dimiliki agar PT sah sebagai badan hukum Tidak secara langsung mengatur operasional perusahaan NIB (Nomor Induk Berusaha) Identitas usaha yang berfungsi sebagai izin dasar untuk beroperasi OSS (Online Single Submission) Tidak membuktikan bahwa perusahaan berbadan hukum, tetapi diperlukan agar bisa beroperasi Wajib dimiliki untuk menjalankan usaha secara legal SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Izin usaha khusus untuk perusahaan di bidang perdagangan Dinas Perdagangan melalui OSS Tidak membuktikan bahwa perusahaan berbadan hukum, tetapi diperlukan untuk usaha perdagangan Wajib bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan Konsekuensi Jika PT Tidak Memiliki SK Kemenkumham Kalau gak punya SK Kemenkumham, sebuah PT bakal menghadapi berbagai konsekuensi serius yang bisa menghambat keberlangsungan bisnisnya. Berikut merupakan beberapa dampaknya: 1. Status PT Tidak Diakui Secara Hukum Tanpa SK Kemenkumham, PT belum dianggap sebagai badan hukum resmi. Artinya, keberadaan PT tersebut tidak diakui oleh negara dan tidak memiliki hak serta kewajiban sebagaimana PT resmi. 2. Kesulitan dalam Mengurus Izin Usaha Sebagian besar izin usaha, seperti NIB dan SIUP, hanya bisa diperoleh jika PT telah memiliki SK Kemenkumham. Jika tidak memilikinya, perusahaan akan kesulitan mendapatkan

SELENGKAPNYA
white and red labeled box

Nomor KITAS dan KITAP – Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengurusnya

Bagi warga negara asing (WNA) yang mau tinggal dan bekerja di Indonesia dalam jangka waktu tertentu, harus paham dulu apa itu KITAS dan KITAP. Sebab, kedua dokumen ini merupakan izin tinggal yang wajib dimiliki agar bisa tinggal di Indonesia secara resmi dan legal. Nomor yang tertera KITAS dan KITAP adalah bukti identitas resmi yang wajib dimiliki WNA. Dalam artikel ini, kita akan bahas secara lengkap mengenai KITAS dan KITAP. Mulai dari pengertiannya, fungsinya, serta bagaimana cara mengurus nomor KITAS dan KITAP bagi WNA yang mau tinggal dan bekerja di Indonesia. Pengertian KITAS dan KITAP 1. Apa Itu KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas)? Secara definisi, KITAS merupakan dokumen izin tinggal terbatas yang pemerintah Indonesia berikan kepada WNA sebagai alasan yang sah untuk bisa menetap dalam jangka waktu tertentu. WNA yang sudah punya KITAS berarti sudah punya izin resmi untuk tinggal dan beraktivitas di Indonesia. Selain itu, WNA tersebut juga bisa bekerja, tinggal bersama keluarga, atau menjalani masa pensiunnya dilansir dari laman Imigrasi.go.id. Adapun jenis-jenis KITAS yang dikeluarkan pemerintah Indonesia antara lain: 2. Apa Itu KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)? KITAP merupakan izin tinggal tetap yang diberikan ke WNA kalau sudah memenuhi syarat untuk menetap di Indonesia dalam jangka waktu yang lebih lama. Terus, apa bedanya dengan KITAS? Nah, KITAS itu hanya berlaku selama satu tahun dan harus diperpanjang secara berkala. Sedangkan KITAP punya masa berlaku yang lebih lama, yaitu sampai 5 tahun serta bisa diperpanjang. Selain itu, pemegang KITA punya lebih banyak hak ketimbang KITAS seperti kemudahan dalam mengurus administrasi dan perizinan kerja. Adapun keuntungan KITAP dibanding KITAS yang lainnya, yaitu: Fungsi dan Manfaat Nomor KITAS dan KITAP Hal terpenting dalam memiliki KITAS dan KITAP adalah nomor di dalamnya. Dengan nomor ini, WNA punya berbagai hak dan keistimewaan seperti: 1. Sebagai Identitas Resmi WNA di Indonesia Nomor KITAS dan KITAP berfungsi sebagai identitas resmi bagi WNA yang tinggal di Indonesia.  Dokumen ini wajib ditunjukkan saat melakukan berbagai keperluan administratif dan legal. 2. Keperluan Administrasi dan Legalitas Pemegang KITAS atau KITAP bisa menggunakan nomor ini untuk berbagai keperluan, seperti: 3. Hak dan Kewajiban Pemegang KITAS/KITAP Sebagai pemegang KITAS atau KITAP, WNA memiliki hak dan kewajiban yang harus dipatuhi sebagai berikut: Hak Pemegang KITAS/KITAP Kewajiban pemegang KITAS/KITAP: Letak dan Format Nomor KITAS/KITAP Di mana kita bisa menemukan nomor KITAS/KITAP? Nah, nomor ini biasanya tertera pada kartu fisik yang sudah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia. Nomor KITAS/KITAP juga bisa kamu lihat dalam dokumen elektronik atau surat keputusan yang sudah diterbitkan oleh pihak imigrasi saat permohonan disetujui dikutip dari laman tmtak.co.id. Biasanya nomor tersebut ada di bagian atas atau tengah kartu dengan format numerik yang unik sebagai identifikasi izin tinggal pemegangnya. Contoh format penomorannya yaitu: Kombinasi angka ini menunjukkan kode wilayah penerbitan, jenis izin, serta nomor urut pemegang izin. Untuk memahami format ini, kamu dapat melihat contoh berikut: “12” menunjukkan kode kantor imigrasi yang menerbitkan KITAS. “34” adalah kode jenis izin tinggal. “56789” adalah nomor unik pemegang izin. Ada sedikit perbedaan dalam format penomoran antara KITAS dan KITAP. Nomor KITAP lebih panjang dan punya struktur yang berbeda untuk menandakan bahwa sifatnya lebih permanen dibandingkan izin tinggal terbatas seperti KITAS. Cara Mengurus KITAS dan KITAP di Indonesia A. Syarat dan Dokumen yang Diperlukan Sebelum mengajukan KITAS atau KITAP, pemohon harus menyiapkan dokumen tertentu. Berikut adalah daftar dokumen yang umumnya diperlukan: Untuk KITAS: Untuk KITAP: B. Langkah-Langkah Mengurus KITAS 1. Pengajuan ke Imigrasi Pemohon atau sponsor harus mengajukan permohonan KITAS melalui Kantor Imigrasi setempat atau melalui sistem online. Setelah dokumen lengkap, pemohon akan dijadwalkan untuk wawancara dan pengambilan biometrik. Jika disetujui, KITAS akan diterbitkan dalam beberapa hari kerja. 2. Biaya dan Durasi Proses Biaya KITAS bervariasi tergantung pada jenisnya, biasanya berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp10.000.000. Waktu pemrosesan biasanya 7-14 hari kerja setelah dokumen lengkap. C. Langkah-Langkah Mengurus KITAP 1. Proses Perpanjangan dari KITAS ke KITAP Pemegang KITAS yang telah tinggal minimal 3 tahun dapat mengajukan KITAP. Prosesnya diawali dengan pengajuan permohonan di kantor imigrasi. Setelah disetujui, pemohon akan diminta menghadiri wawancara dan pengambilan sidik jari. Jika dokumen lengkap dan memenuhi syarat, KITAP akan diterbitkan. 2. Biaya dan Waktu Pemrosesan Biaya KITAP lebih tinggi dibandingkan KITAS, umumnya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp15.000.000. Proses penerbitan memakan waktu sekitar 14-30 hari kerja tergantung pada kantor imigrasi yang menangani permohonan. Perbedaan KITAS dan KITAP dalam Proses Pengurusan Meski sama-sama berfungsi sebagai izin tinggal WNA di Indonesia, namun KITAS dan KITAP punya beberapa perbedaan dalam proses pengurusannya. Mari kita cek satu-satu! 1. Masa Berlaku Masa berlaku KITAS umumnya berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung pada jenisnya dan tujuan tinggal. KITAP memiliki masa berlaku yang lebih lama, yakni hingga 5 tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis.  Selain itu, ada syarat tambahan untuk mendapatkan KITAP seperti memiliki pasangan warga negara Indonesia atau telah bekerja dalam jangka waktu tertentu di Indonesia.  2. Syarat Perpanjangan A. Syarat Perpanjangan KITAS B. Syarat Perpanjangan KITAP Keuntungan Pemegang KITAP Dibandingkan KITAS Setelah punya KITAS, biasanya para WNA langsung segera mengurus KITAP karena punya berbagai hak yang lebih banyak. Contohnya seperti berikut: 1. Masa Tinggal yang Lebih Lama: KITAP memiliki masa berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis tanpa harus mengajukan permohonan baru setiap tahun. 2. Lebih Mudah Memiliki Properti: Pemegang KITAP lebih mudah dalam mengurus kepemilikan properti di Indonesia dibandingkan pemegang KITAS. 3. Hak untuk Bekerja dan Berbisnis: Dengan KITAP, pemegangnya memiliki kebebasan lebih luas dalam bekerja dan berbisnis di Indonesia. 4. Lebih Mudah Mengurus Dokumen Lain: Pemegang KITAP dapat dengan lebih mudah mengurus KTP Orang Asing, NPWP, serta SIM Indonesia. Biaya Mengurus KITAS dan KITAP Biaya pengurusan KITAS dan KITAP bervariasi tergantung pada jenis izin dan tujuan tinggal. Berikut adalah estimasi biaya resmi: Faktor yang Mempengaruhi Biaya Biaya Tambahan Jika Menggunakan Jasa Agen Pengurusan Jika menggunakan jasa agen atau konsultan imigrasi, biaya pengurusan KITAS dan KITAP akan lebih tinggi. Berikut adalah kisaran biaya tambahan yang mungkin dikenakan: Kesimpulan Jika kita rangkum, KITAS dan KITAP merupakan dokumen penting bagi WNA yang ingin tinggal dan bekerja di Indonesia secara legal. Dengan memahami prosedur dan biaya pengurusannya, WNA bisa memilih izin tinggal yang sesuai dengan kebutuhannya

SELENGKAPNYA
Panduan Lengkap KBLI dan Izin Usaha untuk Toko Kelontong atau Warung Sembako

Panduan Lengkap KBLI dan Izin Usaha untuk Toko Kelontong atau Warung Sembako

Membuka toko kelontong atau warung sembako itu sangatlah menjanjikan, Sebab, semua orang pasti membutuhkan bahan pokok sehari-harinya. Namun, membuka toko kelontong gak bisa dilakukan asal buka saja loh ya. Kamu harus mendaftarkan legalitasnya dengan jenis KBLI yang cocok sesuai dengan tingkat risikonya agar terhindar dari sanksi. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap mengenai KBLI yang cocok untuk toko kelontong atau warung sembako. Apa Itu KBLI dan Mengapa Penting untuk Usaha Toko Kelontong? Sebelum lanjut, kita harus tahu dulu apa itu KBLI. KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan pemerintah untuk mengidentifikasi jenis usaha berdasarkan aktivitasnya.  Nah, setiap bisnis di Indonesia harus mencocokkan aktivitas usahanya dengan kode KBLI yang sesuai sehingga bisa mengurus izin usaha. Selain itu, KBLI juga berguna untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta untuk mengajukan izin lanjutan seperti izin edar makanan dan minuman kalau diperlukan. KBLI yang Sesuai untuk Usaha Toko Kelontong dan Warung Sembako Lantas, KBLI apa yang sebaiknya dipakai usaha toko kelontong atau warung sembako? Berdasarkan regulasi terbaru, berikut beberapa kode KBLI yang sesuai: 1. KBLI 47111 – Perdagangan eceran di toko dengan dominasi barang makanan, minuman, dan tembakau KBLI ini cocok untuk toko kelontong yang menjual berbagai produk kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, minuman, dan rokok. 2. KBLI 47112 – Perdagangan eceran khusus makanan dan minuman di toko Sementara KBLI ini lebih spesifik untuk toko yang hanya menjual makanan dan minuman, tanpa menjual produk lain seperti rokok atau barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Rangkuman Kriteria Usaha yang Cocok Masuk dalam KBLI Ini Langkah-langkah Mendapatkan Izin Usaha Toko Kelontong Nah, kalau sudah ketemu nomor KBLI yang sesuai, kamu bisa lanjut untuk mendapatkan izin usaha toko kelontong. Berikut langkah demi langkahnya yang akan kamu lakukan: 1. Daftar NIB (Nomor Induk Berusaha) 2. Mengurus Izin Usaha Lanjutan 3. Memenuhi Kewajiban Pajak Modal dan Persiapan Sebelum Membuka Usaha Toko Sembako Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka toko sembako bisa bervariasi tergantung skala bisnis yang mau kamu jalankan. Kalau untuk usaha kecil, biasanya butuh modal sekitar Rp 5 juta sampai Rp 20 juta. Modal ini kamu gunakan untuk membeli stok awal, etalase, timbangan, rak penyimpanan, dan peralatan kasir sederhana dilansir dari Legalisasi. Jika ingin usaha lebih besar, tentunya modal yang diperlukan juga lebih besar. Tips Menyusun Strategi Pembelian Barang Dagangan Biar gak boncos, kamu harus punya strategi pembelian barang yang lebih efisien sehingga bisnis bisa untung besar. Caranya yang mudah, kamu bisa mulai memberi barang dengan jumlah yang sesuai dengan permintaan pelanggan dulu. Kemudian, kamu mulai mencari berbagai pemasok atau supplier dan bandingkan harganya. Selain itu, jangan lupa untuk mengecek masa kadaluarsa barang dagangan. Terutama kalau produk itu masanya pendek atau cepat rusak seperti beras, gula, serta minyak goreng. Pemilihan Lokasi dan Manajemen Persediaan Barang yang Tepat Lokasi toko kelontong punya peran yang sangat besar dalam penjualan. Kamu bisa pilih tempat yang gampang diakses orang, dekat dengan pemukiman warga, serta punya traffic yang ramai dikutip dari PijarMahir. Selain itu, kamu juga harus mengatur manajemen stok barang supaya gak terjadi kekurangan atau kelebihan barang yang bisa merugikan usaha. Tantangan dan Solusi dalam Menjalankan Warung Sembako Meski toko kelontong kesannya seperti usaha yang sepele, tapi ternyata ada beberapa tantangan yang harus kamu hadapi. Mulai dari persaingan dengan minimarket modern, keterbatasan modal, hingga kesulitan dalam mengelola stok barang. Masyarakat kini lebih sering memiilh minimarket modern karena lebih nyaman fasilitasnya seperti ruangan ber-AC dan punya sistem pembayaran non-tunai. Selain itu, seringnya pemilik toko kelontong itu modalnya terbatas untuk memperbanyak stok barang. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mencari pemasok yang menawarkan sistem pembayaran tempo. Kamu juga bisa bekerja sama dengan koperasi dan lembaga keuangan yang bisa memberikan pinjaman usaha. Kesimpulan Memilih kode KBLI yang tepat sangatlah penting untuk memastikan toko kelontong atau warung sembako legal dan bisa mendapatkan NIB serta izin usaha.  Selain legalitas, modal awal sekitar Rp 5 juta – Rp 20 juta juga perlu dipersiapkan, ditambah strategi belanja dan lokasi yang strategis agar usaha lebih menguntungkan.  Tantangan seperti persaingan dengan minimarket dan keterbatasan modal bisa diatasi dengan mencari pemasok yang menawarkan pembayaran tempo atau mengajukan pinjaman usaha.  Legalitas sejak awal bukan cuma menghindari sanksi, tapi juga membuka peluang bisnis lebih besar.  Jadi, sebelum mulai usaha, pastikan semua izin sudah diurus agar bisnis lancar dan berkembang!

SELENGKAPNYA
Cara Daftar TikTok Shop 2025 Mengisi Nomor Izin Usaha dan Persyaratan Lainnya

Cara Daftar TikTok Shop 2025: Mengisi Nomor Izin Usaha dan Persyaratan Lainnya

TikTok Shop makin hari makin populer sebagai platform jualan online bagi para pelaku usaha Indonesia. Ini bukan tanpa alasan. Memang TikTok Shop bisa memberi peluang bagi pebisnis untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Terlebih lagi TikTok Shop punya segudang fitur basis pengguna yang banyak. Oleh sebab itu, banyak orang yang kini mulai mencari tahu bagaimana cara mendaftar TikTok Shop 2025 yang terbaru. Mulai dari pengisian nomor izin usaha di TikTok sampai memenuhi persyaratan lainnya. Buat kamu yang mau ikutan daftar TikTok Shop, bisa perhatikan dengan seksama langkah-langkah berikut ya! Apa Saja Syarat Berjualan di TikTok Shop 2025 yang Harus Dipenuhi? Sebelum masuk ke langkah-langkah cara daftar TikTok Shop 2025, kamu wajib penuhi syarat-syaratnya dulu. Jadi, gak semua orang bisa mendaftar. Hanya orang yang memenuhi kriteria berikut ini yang bisa: Jika semua syarat di atas sudah terpenuhi, maka kamu bisa langsung mendaftar TikTok Shop dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Cara Mendaftar TikTok Shop 2025 dengan Mudah dan Cepat Kalau sudah memenuhi syarat di atas, kamu bisa lanjut mengikut cara mendaftar TikTok Shop lebih dulu. Berikut caranya diringkas dari AdminKita: 1. Buka aplikasi TikTok Shop Seller Center melalui browser atau aplikasi TikTok. 2. Daftar dengan akun TikTok yang sudah ada atau buat akun baru. 3. Pilih jenis bisnis yang kamu jalankan. 4. Masukkan nama toko sesuai dengan brand atau nama usaha kamu. 5. Isi data diri dan informasi toko dengan benar. 6. Siapkan dokumen yang diperlukan seperti KTP atau Paspor untuk verifikasi identitas. 7. Masukkan email yang akan digunakan di TikTok Shop. 8. Cek email dan masukkan kode verifikasi yang dikirimkan, lalu klik Konfirmasi. 9. Tunggu proses verifikasi dari TikTok. 10. Setelah akun diverifikasi, kamu bisa mulai menambahkan produk dan berjualan. Proses ini biasanya gak memakan waktu lama kok. Asalkan semua data yang kamu masukkan itu benar dan gak ada kendala jaringan internet atau sistem saat proses verifikasi. Cara Mendapatkan Nomor Izin Usaha untuk Bisa Mendaftar TikTok Shop 2025 Sebelum bisa isi nomor izin usaha di TikTok Shop, ya tentu kamu harus punya nomor izinnya lebih dulu. Nama nomor yang dimaksud ini adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagaimana cara mendapatkannya? Kamu bisa mengurusnya dalam satu hari bersama Legal Menjadi Pengaruh dengan klik LINK DI SINI. Dalam sistem NIB ini, izin usaha dikategorikan berdasarkan tingkat risikonya: 1. Tingkat Risiko Rendah – Hanya memerlukan NIB sebagai izin usaha. 2. Tingkat Risiko Menengah-Rendah – Memerlukan NIB dan Sertifikat Standar. 3. Tingkat Risiko Menengah-Tinggi – Memerlukan NIB dan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi. 4. Tingkat Risiko Tinggi – Memerlukan NIB dan izin tambahan dari pemerintah yang sudah diverifikasi. Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat Risiko Usaha Kita? Caranya yaitu dengan mengecek kode KBLI yang sesuai dengan bidang usaha kamu ya. Misalnya, jika kamu menjual pakaian tanpa produksi sendiri, maka kode KBLI yang sesuai adalah 47711 (Perdagangan Pakaian Secara Eceran). Selanjutnya, kamu perlu menentukan skala usaha berdasarkan modal yang dimiliki: Sebagai contoh, jika usaha dagang pakaianmu di TikTok Shop memiliki modal Rp 500 juta, maka usaha kamu tergolong Usaha Mikro dengan Tingkat Risiko Rendah. Berarti kamu hanya perlu memiliki NIB untuk berjualan. Cara Mengisi Nomor Izin Usaha di TikTok Shop 2025 Kalau sudah mendapatkan NIB untuk bisnis kamu, maka bisa langsung mengisi nomornya di TikTok Shop. Cara mengisinya sebagai berikut dikutip dari SmartLegal:  1. Masuk ke akun TikTok Shop Seller Center. 2. Buka menu Pengaturan atau Profil Toko. 3. Cari kolom Nomor Izin Usaha. 4. Masukkan NIB yang sudah kamu dapatkan dari OSS. 5. Klik Simpan dan tunggu proses verifikasi. Jika NIB sudah terverifikasi, akun TikTok Shop kamu akan aktif sepenuhnya. Selanjutnya, kamu bisa mulai mengunggah produk serta menjalankan strategi pemasaran yang efektif agar penjualannya meningkat pesat. Kesimpulan Untuk memulai berjualan di TikTok Shop 2025, kamu perlu memenuhi beberapa syarat seperti berusia minimal 18 tahun, punya minimal 2.000 pengikut, dan minimal 50 tayangan video dalam 28 hari terakhir.  Langkah pendaftarannya cukup mudah, mulai dari membuka aplikasi TikTok Shop Seller Center, mendaftar dengan akun TikTok, memilih jenis bisnis, hingga mengisi data diri dan informasi toko.  Salah satu persyaratan penting adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa diurus dalam satu hari berdasarkan kategori tingkat risiko usahamu, mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi.  Kode KBLI dan skala usaha berdasarkan modal juga perlu diperhatikan untuk menentukan jenis izin yang diperlukan, misalnya jika usahamu tergolong Usaha Mikro dengan Tingkat Risiko Rendah, kamu hanya perlu memiliki NIB saja.  Setelah mendapatkan NIB, kamu bisa mengisinya di TikTok Shop melalui menu Pengaturan atau Profil Toko lalu tunggu proses verifikasi. 

SELENGKAPNYA