Day: August 11, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

Strategi Kopi Kenangan dalam Membangun Brand yang Kuat

Strategi Kopi Kenangan dalam Membangun Brand yang Kuat

Kopi Kenangan merupakan salah satu contoh brand lokal yang menarik untuk dipelajari ketika membahas perkembangan bisnis kopi modern di Indonesia. Didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa, Kopi Kenangan sejak awal mencoba mengisi celah antara kopi instan yang murah dan jaringan kedai kopi internasional yang relatif mahal. Model bisnisnya menggabungkan gerai fisik dengan pemesanan digital melalui aplikasi. Dalam beberapa tahun, pertumbuhannya berlangsung cukup cepat. Pada 2021, Kopi Kenangan mengumumkan statusnya sebagai perusahaan new retail F&B unicorn pertama di Asia Tenggara setelah memperoleh pendanaan Seri C. Saat itu, perusahaan telah memiliki lebih dari 600 gerai di 45 kota dan mempekerjakan lebih dari 3.000 orang. Perkembangannya tidak berhenti di Indonesia. Pada 2023, Kopi Kenangan menyebut telah mengoperasikan sekitar 900 outlet di tiga negara. Pada 2025, perusahaan juga merayakan pembukaan gerai ke-1.000 Kenangan Brands di Indonesia. Lalu, apa yang sebenarnya membuat brand ini bisa berkembang begitu cepat? Pasar Kopi Indonesia dan Perilaku Konsumen Pertumbuhan Kopi Kenangan tidak bisa dilepaskan dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi kopi. Kopi saat ini tidak hanya dipandang sebagai minuman untuk menghilangkan rasa kantuk. Bagi sebagian konsumen, membeli kopi juga sudah menjadi bagian dari rutinitas, gaya hidup, hingga aktivitas sosial. Survei GoodStats yang dilakukan pada Maret 2024 terhadap 1.005 responden menemukan bahwa 66% responden lebih memilih membeli kopi di kedai kopi dibanding menyeduhnya sendiri di rumah, sementara 34% memilih membuat kopi sendiri. Namun, data tersebut perlu dibaca secara proporsional. Survei GoodStats merupakan survei online dan bukan representasi seluruh populasi Indonesia. Karena itu, angka tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat indikasi perilaku konsumen, bukan untuk menyimpulkan bahwa dua pertiga seluruh masyarakat Indonesia selalu membeli kopi dari kedai. Kelompok usia muda juga menjadi pasar yang penting. Dalam survei Jakpat pada 6–9 Desember 2024 terhadap 1.115 responden Gen Z, sebanyak 896 responden menyatakan mengonsumsi kopi. Dari kelompok peminum kopi tersebut, 35% mengonsumsi kopi dari kafe, 27% mengonsumsi kopi kemasan, dan 20% mengonsumsi kopi dari pedagang kaki lima. Yang menarik, di antara responden Gen Z yang mengonsumsi kopi dari kafe, Kopi Kenangan menjadi merek yang paling banyak dikonsumsi dengan persentase 60%, diikuti Janji Jiwa 56%, Fore 54%, Tomoro 36%, dan Tuku 28%. Data ini memberikan konteks penting: Kopi Kenangan tidak tumbuh di pasar yang kosong. Justru, brand ini berkembang ketika pilihan konsumen semakin banyak dan persaingan kedai kopi semakin ketat. Sejarah Singkat Kopi Kenangan Kopi Kenangan memulai operasinya pada 2017 dengan sebuah gerai kecil. Pendiriannya berangkat dari gagasan untuk menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan jaringan kopi internasional, tetapi tetap menawarkan pengalaman yang lebih modern dibandingkan kopi instan atau kopi yang dijual di warung. Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui model new retail, yaitu menggabungkan pengalaman offline melalui gerai dengan kemudahan transaksi online. Pertumbuhan perusahaan berlangsung cukup agresif. Dalam waktu sekitar empat tahun sejak berdiri, Kopi Kenangan telah memiliki lebih dari 600 gerai di 45 kota. Pada periode tersebut, perusahaan juga telah menjual sekitar 40 juta cangkir kopi dalam 12 bulan terakhir sebelum pengumuman pendanaan Seri C. Pada 2021, Kopi Kenangan kemudian resmi menjadi perusahaan new retail F&B unicorn pertama di Asia Tenggara. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan Kopi Kenangan bukan hanya berasal dari pembukaan gerai, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menggabungkan produk, harga, distribusi, teknologi, dan komunikasi brand. Strategi Marketing Kopi Kenangan Jika harus dirangkum dalam satu strategi besar, kekuatan pemasaran Kopi Kenangan terletak pada kemampuannya membuat produk kopi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen. Hal ini terlihat dari bagaimana brand membangun identitas, menentukan produk, menggunakan kanal digital, hingga memperluas akses konsumen. 1. Nama Brand dan Produk yang Mudah Diingat Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah penggunaan nama “Kenangan”. Nama tersebut tidak terdengar seperti istilah teknis dalam industri kopi. Sebaliknya, kata “kenangan” merupakan sesuatu yang mudah dikaitkan dengan pengalaman pribadi. Pendekatan serupa terlihat dalam sejumlah penamaan menu yang menggunakan istilah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan budaya populer. Secara pemasaran, nama produk seperti ini mempunyai satu keuntungan penting yaitu lebih mudah dibicarakan. Ketika sebuah nama produk terasa unik atau relevan dengan pengalaman konsumen, produk tersebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi bahan percakapan maupun konten media sosial. Kajian akademik mengenai branding Kopi Kenangan Mantan juga menunjukkan adanya hubungan antara strategi penamaan produk dengan pembentukan brand image. Artinya, nama produk tidak hanya berfungsi untuk membedakan satu menu dengan menu lainnya. Dalam kasus tertentu, nama produk juga bisa menjadi bagian dari komunikasi brand. 2. Harga yang Menjembatani Dua Segmen Kopi Kenangan juga sejak awal mencoba mengambil posisi di antara dua pilihan yang sudah ada di pasar: kopi murah yang mudah ditemukan dan kopi dari jaringan internasional dengan harga lebih tinggi. Perusahaan sendiri menjelaskan bahwa konsep awal Kopi Kenangan memang ditujukan untuk mengisi celah antara kopi mahal dari jaringan internasional dan kopi instan yang banyak tersedia di Indonesia. Positioning semacam ini penting karena konsumen tidak selalu mencari produk yang paling murah atau paling premium. Ada konsumen yang menginginkan produk dengan kualitas dan pengalaman yang terasa lebih baik, tetapi tetap mempertimbangkan harga. Kopi Kenangan kemudian mempertahankan pendekatan tersebut ketika memperluas produknya. Pada 2024, misalnya, Kenangan Brands meluncurkan Satu Kenangan sebagai lini fresh brew dengan harga yang lebih ekonomis untuk menjangkau pasar konsumen yang lebih luas. 3. Digitalisasi Kopi Kenangan Kopi Kenangan juga menjadikan aplikasi sebagai bagian penting dari pengalaman pelanggan. Melalui aplikasi, konsumen dapat melakukan pemesanan lebih dahulu untuk pickup atau delivery, sehingga tidak harus selalu mengantre di gerai. Aplikasi tersebut juga memiliki sistem Kenangan Points dan berbagai manfaat keanggotaan. Dalam ketentuan aplikasinya, Kopi Kenangan juga menjelaskan adanya program loyalty seperti Kenangan Points dan Kenangan VIP yang dapat digunakan pelanggan ketika melakukan transaksi. Bagi bisnis, pendekatan seperti ini memberikan manfaat lebih dari sekadar transaksi. Ketika konsumen melakukan pembelian melalui kanal milik brand, perusahaan mempunyai saluran langsung untuk memberikan informasi mengenai produk, promosi, membership, dan berbagai penawaran lainnya. Dengan kata lain, aplikasi menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pembelian sekaligus mempertahankan hubungan dengan pelanggan. 4. Distribusi yang Membuat Brand Mudah Ditemukan Strategi pemasaran tidak akan maksimal jika konsumen sulit menemukan produknya. Karena itu, ekspansi gerai menjadi bagian penting dari pertumbuhan Kopi Kenangan. Pada 2023, perusahaan menyebut telah memiliki

SELENGKAPNYA