Day: August 6, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

Ide Bisnis Makanan Minuman Sehat Di Balik Tren Less Sugar ala Gen Z

Ide Bisnis Makanan Minuman Sehat Di Balik Tren Less Sugar ala Gen Z

Coba kamu perhatikan kebiasaan sehari-hari waktu pesan minuman di kedai kopi atau gerai minuman kekinian. Beberapa tahun lalu, pertanyaan dari kasir biasanya cuma seputar ukuran gelas atau tambahan topping. Sekarang, hampir semua tempat menyediakan pilihan level gula, mulai dari normal, less sugar, sampai no sugar sama sekali. Kebiasaan ini bukan kebetulan. Ada pergeseran pola konsumsi yang cukup nyata di kalangan Gen Z dan milenial, dan pergeseran ini membuka peluang besar buat kamu yang lagi mempertimbangkan terjun ke bisnis makanan dan minuman sehat. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan memang terus meningkat, dan hal ini jadi salah satu pendorong utama kenapa bisnis makanan sehat terus bergeliat. Industri makanan dan minuman sehat masih menunjukkan arah yang positif, terutama karena semakin banyak orang yang pengin menjalani gaya hidup seimbang dan mencari makanan yang bergizi sekaligus aman dikonsumsi. Perubahan selera konsumen ini bikin pelaku usaha punya banyak ruang buat berinovasi, meski tentu saja tantangannya tetap ada. Berikut ulasan soal peluang, cara membangun bisnis yang berhasil, sampai inovasi yang bisa kamu terapkan pada bisnis makanan dan minuman sehat, lengkap dengan data terbaru soal fenomena Gen Z dan milenial yang mulai mengurangi konsumsi gula. Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Sehat Permintaan terhadap makanan sehat yang tinggi disebabkan oleh kesadaran kesehatan yang makin kuat, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Semakin banyak kasus penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi, bikin masyarakat lebih memilih makanan yang rendah gula, rendah garam, dan tinggi serat. Selain itu, perhatian terhadap isu lingkungan turut mendorong konsumen memilih makanan berbahan dasar tumbuhan dan proses produksi yang berkelanjutan, sehingga produk vegan serta plant-based makin banyak diminati. Kemudahan belanja lewat e-commerce dan layanan antar makanan juga bikin konsumen bisa dapat makanan sehat tanpa harus keluar rumah. Kondisi ini jadi celah buat pelaku bisnis makanan sehat untuk menawarkan layanan berlangganan, di mana pelanggan bisa menerima makanan sehat yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi mereka setiap harinya. Kekhawatiran terhadap konsumsi gula berlebih bukan tanpa dasar. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadi peningkatan angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas, dari 15,4 persen pada 2013 menjadi 21,8 persen pada 2018. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh pola makan yang tidak seimbang. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 28,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan, sementara 61,27 persen penduduk usia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Riset dari Kompas juga memperlihatkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan, yaitu sekitar 47,9 juta orang atau 17,6 persen dari total populasi Indonesia mengonsumsi gula melebihi standar harian yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia. Sehingga bisa dibilang satu dari enam orang Indonesia punya pola makan yang berisiko meningkatkan kemungkinan obesitas dan diabetes. Data semacam inilah yang perlahan mengubah pola pikir konsumen, khususnya generasi muda, terhadap pilihan minuman sehari-hari mereka. Menariknya, perubahan itu udah mulai kelihatan dalam angka nyata. Jakpat, lembaga riset pasar yang rutin melakukan survei terhadap perilaku Gen Z Indonesia, mencatat berdasarkan temuan terbaru mereka, mayoritas Gen Z sudah tidak lagi mengonsumsi minuman manis setiap hari, dengan hanya 3 persen yang masih minum minuman manis lebih dari tiga kali sehari dan 11 persen yang minum dua sampai tiga kali sehari. Sebagian besar responden sekarang berada di kategori konsumsi sedang sampai rendah. Laporan lengkap survei ini dirilis lewat riset bertajuk Gen Z Characteristics and Behaviors, dan survei tersebut melibatkan 1.155 responden Gen Z di Indonesia yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Mulai dari gaya hidup, kebiasaan konsumsi, kesehatan mental, pendidikan dan karier, sampai keuangan. Kamu bisa lihat laporan asli dari riset ini di situs insight.jakpat.net, jadi data yang dikutip di artikel ini bisa kamu telusuri sendiri kebenarannya. Pergeseran pola konsumsi gula ini juga kelihatan dari kebiasaan berolahraga dan pemilihan produk. Sebuah survei bertajuk Tren Makanan dan Minuman pada Gen Z dan Milenial mencatat sekitar 38 persen responden lebih menyukai makanan dengan kadar gula rendah, 19 persen memilih camilan sehat, dan 11 persen memilih makanan atau minuman yang bisa membantu menurunkan berat badan. Sebagian dokter dan ahli gizi juga menilai perubahan ini sebagai tanda bahwa generasi muda semakin sadar terhadap dampak konsumsi gula ke tubuh mereka, bukan cuma soal berat badan tapi juga soal kulit dan kesehatan jangka panjang. Meski begitu, kamu perlu paham kalau tren ini bukan berarti minuman manis sepenuhnya ditinggalkan. Teh manis dan kopi tetap jadi minuman favorit di kalangan Gen Z maupun milenial. Teh manis masih jadi minuman manis paling populer di kalangan Gen Z, dengan 63 persen responden pria dan 71 persen responden wanita mengonsumsinya secara rutin, disusul kopi manis di posisi kedua dengan rata-rata sekitar 53 persen. Selain itu, kopi menjadi minuman dengan tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia, dengan 67 persen Gen Z dan 74 persen milenial mengonsumsinya, disusul teh di posisi kedua dengan 65 persen Gen Z dan 75 persen milenial. Yang berubah bukan jenis minumannya, tapi level kemanisannya. Banyak konsumen tetap memilih teh atau kopi sebagai minuman harian, tapi minta porsi gula yang lebih sedikit, pakai pemanis alternatif, atau bahkan pesan versi tanpa gula sama sekali. Kalau kamu menjalankan usaha kedai kopi, minuman kekinian, atau katering makanan sehat, perubahan kecil semacam ini justru bisa jadi peluang besar kalau ditangkap dengan tepat, misalnya dengan menyediakan opsi pemanis rendah kalori atau default level gula yang lebih ringan. Tips Menjalankan Bisnis Makanan dan Minuman Sehat Biar bisnis kamu bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang makin ramai, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. 1. Pahami Segmen Pasar dengan JelasKategori makanan sehat sangat beragam, mulai dari diet ketogenik, vegan, bebas gluten, hingga rendah gula. Karena itu, penting untuk menentukan target pasar sejak awal agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, jika menyasar Gen Z yang mulai mengurangi konsumsi gula, sediakan pilihan less sugar atau no sugar sebagai menu standar. Langkah sederhana ini bisa meningkatkan kepuasan pelanggan karena mereka merasa produk benar-benar dibuat sesuai preferensi mereka. 2. Jaga Transparansi Bahan Baku dan Proses ProduksiKonsumen kini semakin peduli terhadap asal-usul bahan dan proses pembuatan makanan. Cantumkan informasi yang jelas mengenai kandungan nutrisi, bahan organik, atau sumber bahan baku yang digunakan. Label seperti tanpa

SELENGKAPNYA