
Rahasia Sukses Martabak Pecenongan 78 hingga Punya Ratusan Cabang
Martabak Pecenongan 78 menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang berhasil bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis makanan di Indonesia. Di saat banyak warung makan atau restoran hanya ramai di awal lalu perlahan sepi hingga akhirnya tutup, Martabak Pecenongan 78 justru mampu terus berkembang selama puluhan tahun dan memiliki ratusan cabang. Perjalanan bisnis Martabak Pecenongan 78 tentu tidak selalu mulus. Pada masa-masa awal berdiri, usaha ini sempat mengalami berbagai tantangan dan jatuh bangun sebelum akhirnya dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Jakarta, bahkan di berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang membentuk strategi bisnis mereka hingga mampu bertahan selama 62 tahun. Terus, apa yang membuat Martabak Pecenongan 78 tetap eksis di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat? Awal Mula Martabak Pecenongan 78 Awalnya usaha ini cuma modal gerobak sederhana, tapi berhasil diterima masyarakat dari berbagai kalangan. Di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner, usaha keluarga yang udah diwariskan turun temurun ini terus cari cara baru dan nggak berhenti di zona nyaman. Buktinya kelihatan jelas waktu pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Saat banyak usaha kuliner lain justru gulung tikar karena pembatasan sosial dan daya beli yang turun, Martabak Pecenongan 78 malah buka ratusan cabang baru. Kalau kamu pernah jalanin usaha kecil di masa pandemi, kamu pasti tahu betapa beratnya ambil keputusan buat ekspansi di tengah situasi yang serba nggak pasti kayak gitu. Kebanyakan pemilik usaha justru milih bertahan aman, kurangi stok, bahkan tutup sementara karena takut rugi lebih besar. Konsistensi Jadi Fondasi Usaha Martabak Pecenongan 78 Salah satu godaan terbesar buat pemilik usaha itu keinginan buat selalu ikutin tren yang lagi rame. Begitu ada satu jenis makanan viral di media sosial, banyak pengusaha kuliner yang langsung tergoda buat banting setir ikutin arah pasar yang lagi naik daun. Owner punya pandangan yang beda soal ini. Menurut dia, langkah kayak gitu bukan strategi yang tepat buat jaga usaha tetap bertahan dalam jangka panjang. Tren itu sifatnya cuma sementara, sedangkan konsistensi jadi faktor utama yang bikin sebuah usaha bisa bertahan sampai puluhan tahun. Pengalaman kayak gini mungkin kerasa familiar buat kamu yang pernah ngurus usaha makanan atau minuman kekinian. Ingat nggak waktu tren kopi kekinian lagi booming beberapa tahun lalu? Banyak pengusaha yang buru buru ganti konsep usahanya jadi kedai kopi, padahal sebelumnya jualan jenis makanan lain sama sekali. Sebagian dari mereka berhasil, tapi nggak sedikit juga yang akhirnya kehilangan ciri khas usahanya dan pelanggan setia karena kebanyakan gonta ganti arah. Pemilik usaha sebaiknya tetap konsisten sama produk yang mereka jual, sambil terus cari peluang di sekitar buat dikembangkan lebih jauh lagi. Martabak Pecenongan 78 sendiri dari awal berdiri sampai sekarang tetap fokus di menu martabak sebagai produk utamanya. Meski begitu, mereka tetap ikutin selera pasar dengan cara berinovasi di variasi menu, contohnya ngeluarin martabak Sultan yang ukurannya besar banget dengan tampilan lebih mewah. Selain dari sisi produk, mereka juga fleksibel dalam cara komunikasi ke target pasar mereka. Kalau dulu promosi cuma mengandalkan cerita dari mulut ke mulut antar pelanggan, sekarang mereka aktif kelola media sosial dan lebih mengutamakan layanan pesan online, salah satunya lewat kerja sama dengan airasia food. Pelajaran ini sebenarnya berlaku buat usaha apa pun yang lagi kamu jalanin, nggak terbatas di bisnis kuliner aja. Kalau kamu punya toko baju, usaha jasa, atau bahkan usaha rumahan kecil kecilan, konsistensi di produk inti sambil tetap terbuka sama cara pemasaran baru bisa jadi jalan tengah yang lebih aman dibanding ubah total arah bisnis setiap kali muncul tren baru. Jaga Kepercayaan Meski Usaha Makin Besar Tantangan lain yang sering dihadapi pemilik usaha adalah gimana caranya jaga kualitas ketika skala bisnis makin besar. Semakin banyak cabang yang dibuka, semakin besar juga risiko standar kualitas produknya mulai turun karena susah diawasin secara menyeluruh. Kalau kualitas udah nggak jadi prioritas utama, pelanggan pasti bakal kecewa, dan ujung ujungnya bikin performa bisnis secara keseluruhan ikut menurun. Kondisi kayak gini yang coba dihindari Rey (owner) sejak awal dia mulai ngurus usaha keluarga ini. Sebagai generasi penerus, dia selalu naruh kualitas di posisi paling penting demi jaga kepercayaan pelanggan. Harga martabak dari Pecenongan 78 memang lebih tinggi dibanding merek martabak lain di pasaran. Tapi Rey bilang, harga segitu sebanding sama kualitas rasa dan bahan baku yang dipakai. Dia juga mengaku, dalam situasi mendesak, misalnya waktu harga bahan baku lagi mahal mahalnya, godaan buat ganti bahan dengan kualitas lebih rendah demi tekan biaya produksi pasti ada. Tapi dia milih hindari langkah itu, karena buat dia kepercayaan pelanggan itu modal yang harus terus dijaga. Kamu yang pernah belanja di tempat langganan terus ngerasain kualitasnya menurun drastis, pasti paham betapa gampangnya kepercayaan itu hilang begitu ada penurunan mutu, walaupun cuma terjadi sekali doang. Banyak pelanggan yang langsung berhenti beli setelah satu kali dapet pengalaman kurang enak, meski sebelumnya udah jadi pelanggan setia bertahun tahun. Ini nunjukkin kalau jaga kualitas itu bukan cuma soal jaga rasa produk aja, tapi juga soal jaga hubungan jangka panjang sama orang yang udah percaya sama usaha kamu. Selain jaga kualitas produk, Martabak Pecenongan 78 juga bangun sistem buat nampung kritik dan masukan dari pelanggan secara serius. Mereka punya layanan call center yang siap tanggapi keluhan pelanggan soal produk mereka. Selama puluhan tahun beroperasi, komitmen ini terus dijaga supaya pelanggan selalu dapet pengalaman terbaik setiap kali beli produk mereka. Langkah seperti ini penting buat kamu pertimbangkan kalau lagi bangun usaha, soalnya pelanggan yang keluhannya ditanggapi dengan baik biasanya lebih loyal dibanding pelanggan yang ngerasa diabaikan setelah nyampein masalahnya. Kolaborasi Martabak Pecenongan 78 Strategi ketiga yang dibagikan Rey soal keterbukaan terhadap kolaborasi. Menurut dia, kolaborasi jadi salah satu cara buat perkuat posisi bisnis di tengah persaingan usaha kuliner yang makin ketat sekarang ini. Martabak Pecenongan 78 nggak cuma kerja sama sama sejumlah figur publik dan influencer buat pasarin produknya, tapi juga terbuka sama kerja sama dengan layanan pesan antar makanan online, salah satunya airasia food. Rey jelasin, nama besar AirAsia yang udah dikenal luas sama masyarakat Indonesia jadi salah satu pertimbangan penting buat Martabak Pecenongan 78 gabung sebagai mitra merchant. Menurut dia, selama empat bulan jadi mitra airasia food, bisnis Martabak Pecenongan 78 ngalamin peningkatan transaksi