
Say Bread: Inovasi Bakery dan Cafe dari Grup Indomaret
Persaingan bisnis bakery dan cafe di Indonesia semakin kompetitif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk roti, pastry, dan kopi. Tren ini mendorong berbagai perusahaan, termasuk pelaku usaha di luar industri makanan, untuk ikut mengembangkan bisnis F&B. Indomaret Group menjadi salah satu perusahaan yang menangkap peluang tersebut melalui kehadiran Say Bread, brand bakery yang biasanya terpajang di dekat kasir Indomart dan disajikan hangat. Tapi, sebenarnya brand milik Indomaret ini rahasianya apa kok bisa gak kalah dengan brand besar? Say Bread: Bisnis Bakery Milik Indomaret Group Bagi yang sering berbelanja di minimarket, nama Indomaret tentu sudah sangat akrab. Merek yang berdiri di bawah naungan PT Indomarco Prismatama ini dikenal sebagai pelopor waralaba minimarket di Indonesia. Tidak berhenti di sana, Indomaret Group kemudian memperluas jangkauan bisnisnya ke industri bakery melalui brand Say Bread yang dikelola oleh PT Indoroti Makmur Bersama (IMB). Say Bread awalnya hadir sebagai produk roti yang bisa ditemukan langsung di gerai-gerai Indomaret. Seiring waktu, brand ini berkembang menjadi konsep yang lebih besar: sebuah bakery dan cafe dengan gerai berdiri sendiri (stand alone). Saat ini, Say Bread memiliki lima gerai stand alone yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bali, Ambon, dan Manado. Puncak dari ekspansi ini ditandai dengan pembukaan Say Bread Bakery dan Cafe pertama di Indomaret Drive Thru Tomang 41, Jakarta Barat, pada 30 November 2023. Grand opening ini sekaligus menjadi penanda bahwa Say Bread siap bersaing di segmen bakery premium dengan konsep yang lebih berpengalaman dan bernuansa lifestyle. “Lahirnya Say Bread Bakery dan Cafe Tomang, selain bertujuan untuk semakin melengkapi, juga untuk memberikan pilihan yang lebih bervariatif akan kebutuhan roti konsumen,” kata James Sebastian, Operation Executive Director Say Bread, saat grand opening berlangsung. Kolaborasi dengan Takaki Bakery Jepang Salah satu keunggulan Say Bread yang membedakannya dari brand bakery lokal lainnya adalah kolaborasi strategis dengan Takaki Bakery, perusahaan roti ternama asal Jepang yang berdiri sejak tahun 1948. Kerja sama ini memastikan bahwa setiap produk roti dan pastry yang dihasilkan memiliki standar kualitas tinggi dengan sentuhan presisi khas Jepang. Kolaborasi ini semakin terlihat nyata saat Say Bread membuka gerai barunya di Cikajang, Jakarta Selatan, pada Desember 2025. Peresmian gerai tersebut dihadiri langsung oleh pihak Takaki Bakery, termasuk Akiko Takaki selaku Owner of Takaki Bakery dan Takasi Osawa selaku Director of Takaki Bakery, bersama CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan. Dalam industri bakery yang terus berkembang, kepercayaan konsumen terhadap kualitas bahan baku dan proses produksi menjadi faktor penentu kesuksesan. Penelitian dari Journal of Food Science and Technology (Cauvain & Young, 2006) menunjukkan bahwa standar keamanan pangan dan konsistensi proses produksi roti secara langsung memengaruhi kepercayaan konsumen dan loyalitas merek dalam jangka panjang. Kolaborasi dengan Takaki Bakery menjadi langkah Say Bread untuk memastikan dua hal ini terpenuhi secara konsisten. Industri Bakery Indonesia Jadi Peluang Say Bread Keputusan Indomaret mengembangkan bisnis ke ranah bakery dan cafe bukan tanpa alasan yang kuat. Industri bakery di Indonesia memang sedang dalam fase pertumbuhan yang solid. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, industri makanan dan minuman termasuk bakery terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan permintaan yang stabil dari tahun ke tahun. Yusuf Hady, Operation Director PT Nippon Indosari Corpindo, memperkirakan pertumbuhan bisnis bakery di Indonesia berada di kisaran 7 hingga 10 persen setiap tahunnya, dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai sekitar Rp14 triliun. Menurutnya, prospek ke depan tetap menjanjikan karena roti termasuk makanan praktis yang tidak membutuhkan proses memasak di rumah, sehingga cocok untuk gaya hidup masyarakat urban yang dinamis. Di sisi konsumen, data dari Statistik Konsumsi Pangan Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa permintaan masyarakat Indonesia terhadap produk bakery terus meningkat sejak 2018, dengan pertumbuhan signifikan pada segmen pastry dan produk premium. Tren ini juga diperkuat oleh meningkatnya daya beli kelas menengah serta pengaruh budaya kuliner global yang membawa croissant, brioche, dan berbagai pastry Eropa semakin populer di kalangan konsumen Indonesia. Pakar manajemen bisnis kuliner, Dr. Ratih Hurriyati dari Universitas Pendidikan Indonesia, dalam berbagai forum bisnis menyebutkan bahwa strategi brand extension seperti yang dilakukan Indomaret melalui Say Bread merupakan langkah bisnis yang tepat. Perusahaan yang sudah memiliki ekosistem distribusi dan kepercayaan konsumen yang kuat memiliki keunggulan kompetitif saat memasuki segmen pasar baru, terutama di industri makanan sehari-hari seperti bakery. Menu Unggulan Say Bread Salah satu daya tarik utama Say Bread adalah keragaman menunya yang memadukan cita rasa klasik Eropa dengan selera konsumen Indonesia. Produk-produk di bawah lini Say Bread Premium dirancang untuk memberikan pengalaman rasa yang autentik sekaligus terjangkau. Beberapa produk unggulan yang bisa kamu temukan di Say Bread meliputi: Di gerai Cikajang yang dibuka pada Desember 2025, Say Bread juga menghadirkan menu terbaru yang semakin beragam, salah satunya Fruit Pastry: pastry berlapis renyah dengan custard lembut yang dipadukan buah segar seperti dark cherry, strawberry, mango, kiwi, dan blueberry. Menu ini menjadi bukti bahwa Say Bread terus berinovasi untuk memenuhi selera konsumen urban yang dinamis. Dari sisi harga, Say Bread menawarkan produk premium dengan harga yang sangat bersahabat. Kamu bisa menikmati berbagai pilihan roti mulai dari Rp11.000 hingga Rp27.000. Bahkan, produk terbaru di lini Brioche dibanderol mulai dari Rp12.500, menjadikannya pilihan sarapan atau camilan berkualitas yang tidak menguras kantong. Say Bread Bakery dan Cafe Konsep stand alone bakery & cafe yang dikembangkan Say Bread menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat membeli roti. Gerai-gerai Say Bread dirancang sebagai ruang singgah baru bagi masyarakat urban, tempat yang nyaman untuk bekerja, berbincang, atau sekadar beristirahat sambil menikmati aroma roti hangat fresh from the oven. James Sebastian, Director PT Indoroti Makmur Bersama (IMB), menjelaskan visi di balik konsep ini: “Setelah kesuksesan kami pada Say Bread Bakery & Café di Tomang, kami ingin berinovasi lebih lagi. Kami menghadirkan stand alone bakery & café yang lebih update, menawarkan roti dan sajian yang lebih variatif serta menarik bagi para pelanggan.” Say Bread juga memperkuat pendekatan customer-centric dengan menghadirkan suasana toko yang lebih nyaman, ruang duduk yang modern, serta pelayanan yang dirancang agar pengunjung bisa menikmati produk dengan pengalaman yang lebih personal. Ini sejalan dengan tren industri cafe di Indonesia yang semakin bergeser dari sekadar menjual minuman, menjadi menjual pengalaman dan suasana. Penelitian dari International Journal of Hospitality Management (Ryu & Han, 2010) menemukan bahwa kualitas fisik lingkungan