Day: November 25, 2025

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

Pemerintah Bagikan Tanah ke 1 Juta Warga Miskin, Begini Mekanismenya

Pemerintah Bagikan Tanah ke 1 Juta Warga Miskin, Begini Mekanismenya

Menjadi Pengaruh — Pemerintah akan membagikan tanah negara kepada 1 juta warga miskin sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.  Program ini dilakukan melalui mekanisme Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang tersebar di sejumlah daerah. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usai melakukan rapat bersama Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat. Menurut Cak Imin, pemerintah kini mempercepat pelaksanaan reforma agraria agar manfaatnya langsung menyentuh masyarakat paling miskin, khususnya kelompok desil I dan II. “Kita membaca peta reforma agraria, agar seluruh pelaksanaan reforma agraria melibatkan masyarakat desil I dan II menjadi yang mendapatkan manfaat utama,” ujar Cak Imin dalam keterangan resmi. Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan setidaknya 1 juta masyarakat miskin ekstrem bisa menikmati program redistribusi lahan melalui skema TORA. “Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menargetkan setidak-tidaknya 1 juta orang miskin (ekstrem) yang bisa menikmati program redistribusi lahan melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA),” sambungnya. Tepat Sasaran dan Sesuai Peta Kemiskinan Distribusi tanah ini akan disesuaikan dengan data sebaran masyarakat miskin ekstrem dan lokasi lahan TORA, sehingga penyaluran tanah benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung. Cak Imin berharap program ini dapat menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada 2026. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan. Menurutnya, langkah ini merupakan perubahan paradigma penanganan kemiskinan yang kini tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga peningkatan kepemilikan aset produktif. “Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,” tegas Cak Imin. Koordinasi Antar Kementerian dan Kelembagaan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan optimistis bahwa target 1 juta penerima dapat tercapai bila koordinasi lintas kementerian berjalan optimal.  Ia menegaskan bahwa kementeriannya siap menyediakan lahan sementara koordinasi program akan dilakukan oleh Menko PM. “Kami menyiapkan lahannya, beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko (Muhaimin) yang melakukan itu,” jelas Nusron. Program TORA ini akan melibatkan beberapa kementerian terkait di bawah koordinasi Menko PM sebagaimana mandat Inpres 8/2025. Arah Baru Reforma Agraria Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat miskin ekstrem dapat memiliki akses terhadap lahan sebagai modal kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki taraf hidup.  Pemerintah juga mendorong pemanfaatan tanah secara produktif, seperti pertanian, perkebunan, atau usaha mikro berbasis lahan. Program reforma agraria yang diperkuat ini diharapkan dapat menjadi fondasi jangka panjang untuk pemerataan kesejahteraan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan dan kawasan tertinggal. Syarat Penerima Tanah TORA Penerima tanah TORA harus memenuhi beberapa kriteria utama, yaitu: 1. Termasuk dalam Desil I dan II Masyarakat Miskin Ekstrem Kelompok ini adalah sasaran utama sebagaimana diatur dalam peta reforma agraria pemerintah dan DTSN. 2. Bergantung pada Tanah untuk Produktivitas Prioritas diberikan kepada petani kecil, buruh tani, atau masyarakat dengan mata pencaharian yang berkaitan langsung dengan tanah. 3. Mekanisme Migrasi Bila Diperlukan Jika lokasi TORA tidak memiliki masyarakat miskin ekstrem sesuai kriteria, pemerintah dapat memfasilitasi migrasi terencana agar lahan tetap produktif dan tepat sasaran. 4. Lahan Berasal dari Tanah Negara Tanah yang dibagikan adalah tanah negara yang sudah dilepaskan penguasaannya dan siap didistribusikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Apa Artinya Program TORA bagi Pengusaha dan Dunia Usaha? Program TORA tidak hanya penting bagi masyarakat miskin ekstrem, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi pengusaha, perusahaan agribisnis, pelaku industri pangan, hingga UMKM berbasis desa. Redistribusi tanah kepada satu juta warga berpotensi menciptakan satu juta unit produksi kecil baru di sektor pertanian, hortikultura, maupun peternakan. Bagi pelaku usaha, kondisi ini membuka peluang kemitraan pemasok yang jauh lebih luas dan stabil. Rantai pasok juga berpotensi menjadi lebih terjaga karena kapasitas produksi bahan baku lokal meningkat. Berbagai pilot project kemitraan antara petani dan perusahaan di Indonesia sebelumnya terbukti mampu menaikkan pendapatan petani hingga 30 persen, dan ini menunjukkan bagaimana TORA dapat memperkuat ekosistem produksi. Peningkatan kepemilikan dan produktivitas lahan ini juga mendukung ekspansi industri pengolahan. Sektor seperti industri makanan olahan, pabrik pakan, penggilingan, hingga industri kemasan akan mendapatkan suplai bahan baku lokal dengan biaya logistik yang lebih rendah. Pada akhirnya, TORA mendorong tumbuhnya agroindustri nasional dengan fondasi yang lebih kuat dan merata di pedesaan.

SELENGKAPNYA
Strategi Marketing Momoyo: Es Krim Ember Jadi Branding Efektif

Strategi Marketing Momoyo: Es Krim Ember Jadi Branding Efektif

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan di industri minuman kekinian dan dessert semakin ketat. Hampir setiap minggu muncul brand baru dengan konsep berbeda.  Namun dari sekian banyak strategi pemasaran yang muncul, salah satu yang paling menarik perhatian publik adalah langkah Momoyo dengan kemasan es krim “ember 1 liter”. Bukan hanya unik, strategi ini ternyata mampu meningkatkan awareness, penjualan, dan engagement konsumen secara signifikan.  Konsepnya sederhana, es krim jumbo dalam ember yang menjelma jadi taktik pemasaran yang sangat efektif, terutama di era media sosial. Artikel ini membahas secara lengkap bagaimana Momoyo memanfaatkan ember 1 liter sebagai strategi marketing cerdas, lengkap dengan data dan insight yang relevan. Mengapa Ember 1 Liter Jadi Fenomena? Kehadiran ember 1 liter Momoyo bukan sekadar gimmick. Ini adalah produk yang benar-benar mencuri perhatian publik.  Menurut pemberitaan Kumparan, ukuran resmi Momoyo Ember memang mencapai 1000 ml dengan harga sekitar Rp 26.000, tergantung varian. Harga ini terbilang sangat terjangkau untuk ukuran jumbo, sehingga menjadi alasan utama produk ini viral. Beberapa keuntungan utama penggunaan ember 1 liter antara lain: a. Porsi Besar = Momen Bersama Dengan kapasitas yang besar, es krim ini menjadi pilihan ideal untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.  Ukuran besar ini memang menarik karena cocok untuk konsumsi sharing, bukan hanya personal. Ini membuat konsumen otomatis mengasosiasikan Momoyo dengan momen kebersamaan, ya! Sebuah nilai emosional yang sangat kuat dalam brand building. b. Portable dan Praktis Dibawa Ember 1 liter dengan tutup rapat membuat produk mudah dibawa ke mana saja.  Cocok untuk piknik, kumpul keluarga, atau sekadar menikmati di rumah saat cuaca panas. c. Harga Terjangkau untuk Porsi Jumbo Dengan harga mulai 20–30 ribuan (tergantung lokasi), konsumen merasa mendapatkan value yang lebih besar dibanding membeli cup kecil berkali-kali. d. Menciptakan Persepsi “Lebih Berkualitas” Momoyo menekankan penggunaan bahan segar dan berkualitas tinggi di setiap produknya.  Hal ini diperkuat lewat berbagai pernyataan di platform resmi mereka yang menekankan bahan premium dan proses R&D rutin. e. Fleksibel untuk Berbagai Varian Momoyo tidak hanya menjual es krim. Ada juga: Semua varian ini menargetkan segmen yang lebih luas dan memperluas pasar mereka. Strategi Marketing Kreatif Momoyo dengan Ember 1 Liter Penggunaan ember sebagai kemasan ternyata menjadi fondasi strategi marketing yang sangat kuat.  Beberapa taktik yang dijalankan Momoyo antara lain: a. Kemasan sebagai Iklan Berjalan Desain sablon pada ember dibuat eye-catching. Ini membuat setiap pembeli yang membawa ember menjadi “media promosi berjalan”. Terutama jika dibawa di ruang publik atau diposting di media sosial. Ini adalah strategi low-cost marketing yang efektif, karena kemasan menjadi bagian penting dari identitas brand. b. Penguatan Branding Lewat Media Sosial Momoyo aktif membuat konten menarik di TikTok dan Instagram.  Konsumen diajak ikut challenge, membuat review es krim ember, hingga konten lucu tentang besar dan hematnya porsi 1 liter. Strategi ini memanfaatkan UGC (User Generated Content), yang terbukti meningkatkan engagement dan trust. c. Diskon dan Promosi Khusus Ember Beberapa outlet memberikan diskon khusus untuk pembelian ember 1 liter, terutama saat peluncuran varian baru.  Promosi ini mendorong pembelian impulsif sekaligus repeat purchase. d. Value Experience: “Es Krim untuk Momen Kebersamaan” Branding Momoyo tidak hanya fokus pada rasa atau ukuran, tetapi juga mood dan momen kebersamaan.  Identitas Brand Momoyo yang Kuat Berkat Strategi Ember Keberhasilan Momoyo bukan kebetulan. Strategi ember membantu menguatkan identitas brand secara signifikan. a. Diferensiasi yang Mudah Diingat Di tengah lautan produk minuman dan es krim, Momoyo muncul dengan kemasan yang unik.  b. Konsistensi Visual yang Kuat Desain ember, warna, outlet, dan branding visual semuanya selaras. Ini membuat produk mudah diidentifikasi hanya dari kemasan. c. Inovasi Produk Konsisten Menurut situs Momoyo Global, mereka melakukan pengembangan produk (R&D) aktif untuk menjaga minat pasar dan konsistensi rasa.  Inilah yang membuat brand tetap relevan meski kompetisi meningkat. d. Memperhatikan Pengalaman Konsumen Momoyo memastikan rasa, varian, dan pengalaman beli konsumen selalu menyenangkan.  Strategi ember memperkuat positioning sebagai brand yang peduli kualitas sekaligus value besar. Tantangan Strategi Ember 1 Liter Setiap strategi tentu ada risikonya. Beberapa tantangan Momoyo antara lain: 1. Biaya Produksi Tinggi Ember plastik lebih mahal daripada cup kecil biasa. Ini menuntut manajemen biaya yang efisien. 2. Risiko Kebocoran Ukuran besar berarti risiko tumpah lebih tinggi jika tutup tidak maksimal. Kemasan harus benar-benar kuat. 3. Isu Lingkungan Kemasan plastik besar berpotensi menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.  Brand harus mulai mempertimbangkan opsi ramah lingkungan atau program daur ulang ember. 4. Persepsi “Murahan” jika Tidak Dikelola Ukuran besar sering dianggap produk diskon atau murah. Jika tidak menjaga kualitas, brand bisa kehilangan image premium. Pelajaran Marketing dari Momoyo yang Bisa Ditiru Bisnis Lain Berikut insight penting yang bisa dipelajari oleh UMKM atau brand kuliner: a. Kemasan Unik Bisa Menjadi Pembeda Bukan selalu soal rasa. Packaging inovatif bisa menciptakan awareness besar dengan biaya rendah. b. Produk Harus Punya Value Emosional Momoyo menjual momen kebersamaan, bukan sekadar es krim besar. Ini membuat konsumen terikat. c. Manfaatkan Media Sosial & UGC Ajak konsumen posting pengalaman mereka. Efek viral bisa muncul tanpa iklan besar. d. Inovasi Konsisten Meski gimmick awal menarik, brand harus terus menjaga kualitas dan menghadirkan varian baru. e. Gunakan Harga sebagai Strategi Psikologi Momoyo menawarkan 1 liter dengan harga terjangkau, jadi menciptakan persepsi “worth it” dan mendorong repeat purchase. Kesimpulan Strategi ember 1 liter Momoyo adalah bukti bahwa inovasi kemasan dapat menjadi senjata marketing yang efektif.  Dengan menggabungkan porsi jumbo, harga terjangkau, branding visual yang kuat, serta promosi media sosial, Momoyo berhasil memperluas pasar dan meningkatkan loyalitas konsumen. Di balik kesederhanaannya, strategi ini punya fondasi yang kuat: Menghadirkan value yang lebih besar, pengalaman emosional, dan diferensiasi produk. 

SELENGKAPNYA