Day: August 28, 2025

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

5 Strategi Marketing Tolak Angin Sampai Go Internasional 

5 Strategi Marketing Tolak Angin Sampai Go Internasional 

Kalau ngomongin obat herbal masuk angin di Indonesia, pasti yang pertama kebayang adalah Tolak Angin.  Brand legendaris ini udah jadi semacam default choice buat banyak orang.  Bahkan, tagline ikoniknya, “Orang Pintar Minum Tolak Angin”, udah nempel banget di kepala masyarakat. Tapi, pernah kepikiran gak, kenapa bisa segitunya?  Apa rahasia strategi pemasaran Tolak Angin sampai jadi top of mind brand bukan cuma di Indonesia, tapi juga mulai ekspansi ke pasar global? Di artikel ini, kita bakal bongkar tuntas strategi pemasaran Tolak Angin, gimana mereka build brand step by step, dan kenapa sekarang Tolak Angin bisa go internasional. Apa Itu Tolak Angin? Buat yang belum tahu, Tolak Angin adalah produk herbal dari PT Sido Muncul yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.  Komposisinya dari bahan alami kayak jahe, kayu manis, temulawak, dan peppermint. Kombinasi yang dipercaya ampuh buat meredakan masuk angin, perut kembung, mual, sampai pusing. Produk ini hadir dalam berbagai varian: Tolak Angin Cair, Sirup, sampai Lozenges alias permen herbal.  Jadi, gampang banget dipilih sesuai kebutuhan dan selera konsumen. Bagaimana Tolak Angin Bisa Jadi Top of Mind? Menjadi top of mind artinya merek itu jadi pilihan pertama yang muncul di benak konsumen saat menyebut suatu kategori produk.  Dalam kasus ini, saat orang bilang “masuk angin”, yang langsung kepikiran ya Tolak Angin. Tapi pencapaian ini gak terjadi secara kebetulan.  Ada proses bertahap yang dilalui, yang dalam dunia branding dikenal dengan brand awareness ladder. Yuk kita bedah satu per satu tahapannya dan gimana Tolak Angin menaklukkannya: 1. Unaware Brand Di tahap awal ini, konsumen belum tahu sama sekali bahwa Tolak Angin itu ada. Ini fase paling dasar dalam brand awareness. Apa yang dilakukan Tolak Angin? Tujuannya bikin orang sadar dulu bahwa ada produk herbal bernama Tolak Angin. 2. Brand Recognition Di tahap ini, orang mulai kenal nama Tolak Angin. Mungkin belum paham banget kegunaannya, tapi kalau lihat logo kuning-hijau dan tulisan khasnya, mereka mulai ngeh. Strategi Tolak Angin: Tujuannya membentuk identitas visual dan audio yang konsisten, supaya orang gampang ngenalin produk ini di antara kompetitor. 3. Brand Recall Nah, di tahap ini, orang udah bisa nginget Tolak Angin tanpa harus lihat iklannya. Misalnya, kalau ditanya: “Sebut merek obat herbal buat masuk angin!”, banyak yang langsung jawab Tolak Angin. Strategi yang dipakai: Tujuannya memperkuat ingatan konsumen supaya mereka spontan nyebut Tolak Angin saat ngomongin masuk angin. 4. Top of Mind Brand Ini puncak pencapaian! Saat orang ngomong “masuk angin”, yang pertama kali muncul di kepala mereka adalah Tolak Angin.  Bahkan banyak yang udah nganggepnya kayak “default solution” buat gejala masuk angin. Strategi Final: Tujuannya mengokohkan posisi sebagai pilihan utama konsumen, bahkan sebelum mereka mempertimbangkan merek lain. Tolak Angin sukses jadi top of mind karena konsistensi branding, iklan yang kuat, distribusi luas, dan edukasi pasar yang terus-menerus.  Mereka gak cuma jual produk, tapi bangun persepsi kuat bahwa “kalau masuk angin, solusinya ya Tolak Angin.” Proses ini butuh waktu panjang, tapi dengan strategi pemasaran yang tepat dan konsisten, mereka berhasil menempati posisi puncak di benak konsumen. Ekspansi Tolak Angin ke Pasar Global Ekspansi Tolak Angin ke pasar global jadi salah satu langkah besar yang patut diperhitungkan.  Produk herbal asal Indonesia ini kini gak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga sudah menembus pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika dan Eropa.  Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan produk herbal di dunia, di mana banyak konsumen global mulai mencari alternatif alami untuk menjaga kesehatan.  Menariknya, target pasar Tolak Angin bukan hanya diaspora Indonesia, tetapi juga masyarakat internasional yang membutuhkan herbal praktis untuk mencegah masuk angin. Strategi yang digunakan pun cukup matang, mulai dari menyesuaikan desain kemasan agar lebih internasional, mengantongi sertifikasi kesehatan global, hingga aktif berpartisipasi dalam pameran kesehatan dunia.  Dalam lima tahun terakhir, terutama sejak tren gaya hidup wellness semakin populer, ekspansi ini semakin agresif.  Tolak Angin juga memaksimalkan digital marketing global, bekerja sama dengan distributor lokal, serta menguatkan branding sebagai “Herbal Original dari Indonesia.”  Dengan strategi ini, Tolak Angin bukan hanya top of mind di Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu produk herbal yang dikenal dan dipercaya di dunia. Ekspansi Tolak Angin Kemana Saja? Tolak Angin bukan lagi sekadar obat herbal khas Indonesia yang hanya bisa ditemui di warung atau apotek dalam negeri.  Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat berbasis herbal, produk andalan Sido Muncul ini berhasil menembus pasar global. Kemana saja? 1. Filipina  Ekspor perdana Tolak Angin ke Filipina diumumkan oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.  Selain membuktikan bahwa produk herbal Indonesia bisa diterima pasar luar negeri, mereka menggandeng artis terkenal Kris Aquino sebagai brand ambassador untuk memperkuat brand awareness di Filipina. Hal ini menjadi titik awal ekspansi Tolak Angin ke ASEAN.  2. Arab Saudi  Pada Agustus 2020, Tolak Angin sejak itu resmi diekspor ke Arab Saudi.  Pelepasan ekspor perdana dilakukan via streaming dari pabrik di Semarang dan markas Sido Muncul di Jakarta.  Keberhasilan ini tak lepas dari pemenuhan dua persyaratan utama yaitu sertifikasi keamanan pangan/halal dan uji toksisitas.  Arab Saudi menjadi pintu masuk penting ke wilayah Timur Tengah.  3. Negara-negara Lain: Asia, Afrika, dan Barat Menurut laporan internasional, Tolak Angin juga dipasarkan di beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, Nigeria, Hong Kong, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat.  Meskipun sebagian kontribusi ekspor baru sekitar 5% dari total penjualan di 2014, hal ini menandakan kehadiran produk di berbagai belahan dunia.  4. Africa Tolak Angin gak berhenti di Afrika Barat, seperti Nigeria, tetapi juga merambah ke Afrika Timur.  Sido Muncul merencanakan penetrasi pasar Kenya sebagai titik masuk, diikuti pengiriman ke Tanzania dan Uganda pada kuartal I 2024.  Desain kemasan produk pun disesuaikan agar makin diterima oleh konsumen lokal. 5. Tahun 2025 dan Ekspansi Skala Lebih Besar Menurut laporan kuartal I–II 2025, Sido Muncul telah memperluas distribusi produk ke lebih dari 30 negara. Dengan pertumbuhan ekspor naik menjadi 10% dari total penjualan, dibandingkan 7% di tahun sebelumnya.  Pasar strategis yang berada di puncak pertumbuhan: Nigeria, Malaysia, dan Filipina.  5 Strategi Pemasaran Tolak Angin yang Bikin Sukses Ada strategi pemasaran jitu di balik popularitasnya. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran yang bikin Tolak Angin tetap eksis dan relevan di tengah persaingan. 1. Konsistensi Branding Salah satu kunci sukses

SELENGKAPNYA