
7 Cara Umkm Mendapatkan Modal: Mudah, Cepat & Aman
Pendahuluan: Mengapa Modal Penting untuk UMKM? Anda mungkin sering mendengar istilah UMKM, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tapi, tahukah Anda seberapa besar peran UMKM dalam perekonomian Indonesia? UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, UMKM dikategorikan berdasarkan aset dan omset. Usaha mikro memiliki aset maksimal Rp50 juta dan omset tahunan maksimal Rp300 juta. Usaha kecil memiliki aset antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan omset tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Sedangkan usaha menengah memiliki aset antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar, dengan omset tahunan antara Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar. Data menunjukkan bahwa UMKM menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, UMKM menciptakan lapangan kerja yang sangat besar dan menjadi penggerak utama roda ekonomi negara. Namun, di balik kontribusi besarnya, UMKM sering kali menghadapi tantangan klasik, yaitu keterbatasan modal. Modal ibarat bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Tanpa modal yang cukup, UMKM sulit untuk meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pasar, berinovasi, atau bahkan sekadar bertahan di tengah persaingan yang ketat. Kabar baiknya, ada berbagai cara bagi Anda, para pelaku UMKM, untuk mendapatkan modal yang dibutuhkan. Artikel ini akan membahas 7 cara mudah, cepat, dan aman untuk mendapatkan modal usaha, antara lain: Mengurus Legalitas Usaha Memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mencari Investor/Partner Usaha Menggunakan Platform Crowdfunding Menggunakan Tabungan Pribadi/Pinjaman Keluarga Mengajukan Bantuan Pemerintah (BPUM) Mengajukan Proposal ke Dinas/Kementerian UKM Alternatif Pendanaan: Fintech Lending Selain itu, artikel ini juga akan membahas pentingnya pengelolaan cash flow dan perencanaan keuangan yang matang. Dengan memahami berbagai opsi pendanaan dan strategi pengelolaan keuangan, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan UMKM Anda. Mengurus Legalitas Usaha: Langkah Awal yang Krusial Salah satu langkah terpenting, dan sering terlewatkan, dalam mendapatkan modal usaha adalah mengurus legalitas usaha Anda. Mengapa ini begitu penting? Lembaga keuangan dan investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki legalitas yang jelas. Dengan memiliki badan usaha yang sah, seperti Perseroan Terbatas (PT) atau PT Perorangan, Anda menunjukkan bahwa bisnis Anda serius, profesional, dan memiliki struktur yang jelas. Ini akan meningkatkan kepercayaan (trust) dan mengurangi risiko di mata pemberi pinjaman atau investor. Proses pengurusan legalitas usaha mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen, seperti akta pendirian, NPWP perusahaan, dan izin usaha terkait. Anda bisa mengurusnya sendiri atau menggunakan jasa profesional. Saat ini banyak penyedia jasa yang menawarkan bantuan pengurusan legalitas usaha dengan berbagai pilihan paket dan harga yang bisa di sesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Beberapa contoh UMKM yang berhasil mendapatkan modal setelah memiliki legalitas usaha: Sebuah startup kuliner yang awalnya beroperasi dari rumah berhasil mendapatkan pinjaman dari bank setelah mengubah statusnya menjadi PT. Legalitas ini meyakinkan bank bahwa usaha tersebut memiliki potensi dan dikelola secara profesional. Sebuah usaha kerajinan tangan yang awalnya hanya menjual produknya secara online berhasil menarik investor setelah memiliki legalitas PT Perorangan. Investor melihat bahwa usaha ini memiliki rencana bisnis yang jelas dan terstruktur. Sebuah toko online pakaian yang awalnya hanya berjualan melalui media sosial berhasil mendapatkan pendanaan dari platform crowdfunding setelah memiliki legalitas usaha. Legalitas ini meningkatkan kepercayaan para calon pemberi dana. Memilih jenis badan usaha yang tepat juga penting. Untuk UMKM, PT Perorangan bisa menjadi pilihan yang menarik karena proses pendiriannya lebih sederhana dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan PT biasa. Namun, jika Anda memiliki rencana untuk mengembangkan usaha Anda menjadi lebih besar di masa depan, PT mungkin lebih cocok. Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Solusi Modal dari Pemerintah Salah satu program pemerintah yang sangat membantu UMKM dalam mendapatkan modal adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi dengan suku bunga rendah yang disubsidi oleh pemerintah. Ini menjadi pilihan menarik karena beban bunga yang lebih ringan dibandingkan pinjaman komersial pada umumnya, sehingga tidak terlalu membebani arus kas usaha Anda. Mengapa KUR begitu diminati? Karena pemerintah ingin mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau, diharapkan UMKM dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara. Jenis-Jenis KUR Ada beberapa jenis KUR yang bisa Anda manfaatkan, tergantung pada skala usaha dan kebutuhan Anda: KUR Mikro: Ditujukan untuk usaha mikro dengan plafon maksimal Rp50 juta. KUR Kecil: Untuk usaha kecil dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. KUR TKI: Khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri, dengan plafon maksimal Rp25 juta. Masing-masing jenis KUR memiliki persyaratan dan ketentuan yang sedikit berbeda. Namun, secara umum, ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi: Syarat dan Ketentuan Umum Pengajuan KUR Usaha Anda telah berjalan minimal 6 bulan. Anda memiliki legalitas usaha (minimal Surat Keterangan Usaha/SKU). Anda tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor). Anda memiliki agunan (untuk KUR Kecil). Agunan tidak diwajibkan untuk KUR Mikro. Anda memiliki NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta). Bank Penyalur KUR dan Cara Menghubunginya KUR disalurkan melalui berbagai bank, baik bank pemerintah (Himbara) maupun bank swasta. Beberapa bank penyalur KUR yang utama antara lain: Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Tabungan Negara (BTN) Bank Central Asia (BCA) Bank Danamon Dan bank-bank lainnya. Anda bisa menghubungi bank-bank tersebut melalui *call center*, *website*, atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas bank mengenai detail program KUR, persyaratan, dan proses pengajuannya. Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui Meskipun KUR dirancang untuk memudahkan UMKM, tetap ada proses seleksi yang harus Anda lalui. Berikut beberapa tips agar pengajuan KUR Anda disetujui: Siapkan dokumen dengan lengkap dan rapi. Pastikan semua dokumen yang disyaratkan sudah Anda siapkan sebelum mengajukan. Buat laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan yang rapi dan transparan akan menunjukkan bahwa usaha Anda dikelola dengan baik. Anda bisa menggunakan *software* akuntansi *online* seperti Mekari Jurnal untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan. Jaga reputasi kredit Anda. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat kredit macet atau masalah keuangan lainnya. Siapkan rencana bisnis yang jelas. Tunjukkan kepada bank bagaimana Anda akan menggunakan dana KUR untuk mengembangkan usaha Anda. Bersikap proaktif. Jangan ragu untuk bertanya