
Apa Itu SBU? Definisi, Fungsi, Jenis, Syarat dan Cara Membuatnya
SBU atau Sertifikat Badan Usaha itu salah satu syarat legalitas usaha yang harus dimiliki oleh usaha konstruksi. Selain sebagai syarat legalitas, SBU juga berguna bagi konstruksi yang ingin mengikuti tender dan menjalin kerjasama dalam bentuk lainnya. Sebab, SBU ini biasanya wajib dilampirkan saat usaha konstruksi tersebut mau mengajukan pendaftarannya. Dalam artikel ini, kita akan bahas pengertian dari SBU mulai dari definisi lengkap, fungsi, jenis, syarat serta cara membuatnya dengan mudah. A) Apa Itu SBU dalam Bisnis? SBU (Sertifikat Badan Usaha) merupakan dokumen tanda bukti resmi atas usaha yang dijalankan. Biasanya, sertifikat ini dimiliki oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Siapa yang mengeluarkan SBU? Dokumen ini diterbitkan institusi bernama Badan Sertifikasi Terakreditasi atau LPJK. Badan ini akan menyerahkan SBU ke perusahaan yang dinyatakan sudah lulus atau sudah memenuhi standar sertifikasi. Selain sebagai tanda bukti, ada kegunaan lain dari SBU. Yaitu sebagai acuan dan penegasan suatu perusahaan kalau mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan klasifikasi bidang atau sub bidang. B) 5 Fungsi Utama dari SBU untuk Bisnis Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa manfaat SBU yang lainnya. Setidaknya ada 4 fungsi utama dari SBU bagi usaha, antara lain: 1. Bukti Nyata atas Kompetensi dan Keahlian Perusahaan SBU itu ibaratnya kartu sakti bagi bidang usaha tertentu. Sebab, SBU bisa jadi bukti nyata sebuah perusahaan kalau mereka punya kompetensi sesuai sama bidang usaha yang dijalankan. Contohnya, perusahaan konstruksi. Kalau sudah punya SBU, berarti perusahaan konstruksi tersebut sudah terbukti aman dan terpercaya pengerjaan proyeknya. Ini karena untuk mendapatkan SBU gak sembarangan. Hanya diberikan ke perusahaan yang sudah memenuhi berbagai persyaratan tertentu. Mulai dari kualifikasi tenaga kerja, kelengkapan dokumen legalitas, serta standar operasionalnya. 2. Syarat Utama dalam Mendirikan Usaha di Sektor Tertentu Sebenarnya SBU bukan syarat wajib untuk mendirikan usaha dan mengurus legalitas usaha seperti PT atau CV. Namun, SBU bisa jadi wajib untuk jenis usaha tertentu. Misalnya, sektor konstruksi atau jasa teknik. SBU bakal sangat diperlukan. Tanpa adanya SBU, perusahaan di sektor tersebut dinyatakan tidak lengkap legalitas usahanya. 3. Dokumen Wajib untuk Mendaftar sebagai Penyedia Jasa Penunjang Selain sebagai kelengkapan legalitas usaha, SBU juga berperan sebagai syarat utama dalam mendaftar penyedia jasa penunjang di berbagai sektor strategis. Misalnya industri minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan. SBU bakal dibutuhkan bahkan sifatnya wajib agar perusahaan di sektor tersebut bisa terdaftar sebagai penyedia jasa penunjang. Contoh layanan jasa penunjang antara lain penyediaan peralatan, jasa konsultasi teknik, pengelolaan fasilitas, sampai proyek konstruksi. Semua layanan ini punya aktivitas berisiko tinggi, sehingga butuh SBU untuk membuktikan kompetensi dan kredibilitas perusahaan. 4. Syarat untuk Mendapatkan IUJK IUJK merupakan Izin Usaha Jasa Konstruksi. Ini izin yang pemerintah daerah keluarkan kepada perusahaan yang menjalankan usaha konstruksi. Entah itu sebagai perencana konstruksi (konsultan), pelaksana konstruksi (kontraktor), atau pengawas konstruksi. Semua wajib memiliki IUJK agar bisa resmi beroperasi. Nah, saat mau mengurus IUJK, kamu akan diminta SBU sebagai salah satu syaratnya. 5. Memudahkan Perhitungan Pajak SBU ternyata juga bisa memudahkan perusahaan untuk menghitung pajak, bahkan jadi lebih efisien serta hemat. Sebab, SBU juga berisi informasi penting mengenai klasifikasi dan kualifikasi usaha. Ini menjadi dasar penentuan jenis pajak mana yang harus perusahaan bayarkan dan mana yang tidak. C) Berapa Tarif Pajak Konstruksi yang Sudah Punya SBU? Dilansir dari AdminKita, jasa konstruksi yang sudah punya SBU bakal dikenakan Pajak Penghasilan (PPh). Tarifnya berbeda-beda. Tergantung dari jenis layanan serta status kepemilikan SBU. Berikut detail lengkapnya: 1. Jasa Konsultasi Konstruksi Jasa konsultasi konstruksi dikenakan tarif PPh final sebagai berikut: 2. Layanan Pekerjaan Konstruksi Tarif pajak untuk layanan pekerjaan konstruksi tergantung pada kualifikasi SBU dan bentuk usahanya: 3. Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Untuk pekerjaan konstruksi yang terintegrasi, tarif pajaknya adalah: Dengan memiliki SBU, tarif pajak yang dikenakan lebih rendah dibandingkan yang tidak punya. D) Apa Saja Jenis-jenis SBU? Ternyata SBU itu gak cuma satu. Ada beberapa jenis SBU sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berikut merupakan jenis-jenis SBU yang wajib kamu tahu: 1. Konsultan Konstruksi Pertama ada SBU untuk konsultan konstruksi. Sesuai namanya, SBU ini ditujukan untuk perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi di bidang konstruksi saja. Bagi konsultan konstruksi, SBU bisa jadi bukti kredibilitas perusahaan dalam memberikan layanan tata kelola, manajemen proyek, keuangan, serta berbagai aspek lainnya yang menunjang pelaksanaan proyek konstruksi. 2. Konsultan non-Konstruksi SBU gak hanya berlaku untuk jasa konstruksi. Namun, bisa untuk sektor lainnya seperti bisnis dan finansial. Manfaat SBU ini sama seperti di bidang konstruksi. Menjamin kompetensi dan profesionalisme perusahaan dalam memberikan layanan konsultasi yang berkualitas serta sesuai standar. Contoh perusahaan yang wajib punya SBU ini antara lain penyedia layanan pengelolaan keuangan, strategi bisnis, pemasaran, atau pengembangan usaha. 3. SBU Jasa Konstruksi Kalau SBU ini jelas, ditujukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi langsung. Seperti proyek pembangunan gedung, perumahan, atau infrastruktur lainnya. Dengan adanya SBU, perusahaan jasa konstruksi punya peluang lebih besar untuk mendapatkan lebih banyak proyek strategis. Terutama di daerah kota-kota besar atau yang berkembang di mana aktivitas pembangunannya pesat. 4. SBU Spesialis SBU jenis ini biasanya dibutuhkan perusahaan yang bergerak di bidang usaha dengan keahlian khusus atau spesialisasi tertentu. Misalnya, perusahaan di sektor kesehatan. Bisa jasa pembangunan rumah sakit, laboratorium medis, atau fasilitas kesehatan lainnya. SBU spesialis ini jadi sertifikat penting bagi jasa konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan tersebut. Sebab, perlu ada standar yang tinggi untuk menangani proyek kesehatan agar mencegah terjadinya kesalahan pembangunan yang berakibat fatal bagi manusia dan lingkungan sekitar. E) Syarat dan Cara Membuat SBU dengan Mudah Mengurus pembuatan SBU sebenarnya cukup mudah. Namun, memang membutuhkan beberapa langkah yang harus kamu penuhi dulu, antara lain: 1. Punya Sertifikat Tenaga Konstruksi Dulu Perusahaan harus mengurus SKA (Sertifikat Keahlian) atau SKTK (Sertifikat Keterampilan Tenaga Kerja) lebih dulu. Nah, sertifikat ini berguna untuk memastikan tenaga kerja perusahaan tersebut punya keahlian yang memadai sesuai bidangnya. SKA ini diperuntukan untuk tenaga ahli di bidang konstruksi. Sementara SKTK, untuk tenaga kerja dengan keterampilan tertentu. Setelah perusahaan mendapatkan SKA atau SKTK untuk tenaga kerjanya, maka bisa ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT). Langkah berikutnya yaitu mengajukan proses sertifikasi dan registrasi usaha konstruksi perusahaan sebelum lanjut ke tahap pembuatan SBU. 2. Mendaftar Keanggotaan Asosiasi Tahap selanjutnya yaitu perusahaan harus bergabung sebagai anggota asosiasi yang relevan dengan bidang usaha