Sosmed vs Website: Efektif Mana Sih Buat Mulai Bisnis Rumahan?

Sosmed vs Website jadi dua platform yang banyak dipertimbangkan sama pebisnis buat tingkatin sales. Saat ini, hampir semua aktivitas manusia dilakukan mengikuti kemajuan arus teknologi. Jadi, semua arus informasi yang menunjang kehidupan hampir semuanya diakses melalui platform digital termasuk bisnis.

Dua platform yang udah disebutin di atas punya keunggulan dan kelemahannya masing-masing, sehingga penting banget buat kalian paham perbedaan keduanya untuk tentukan mana yang terbaik buat bisnis rumahan-mu.

Kebanyakan orang cenderung menggunakan platform sosial media untuk menjalankan bisnis rumahannya. Hal ini mayoritas dikarenakan masih banyak yang belum tau kelebihan dan kekurangan platform lain dalam pasarin bisnisnya, salah satunya yakni website. Namun, apakah sosial media aja cukup efektif untuk bisnis rumahan-mu? Atau bisnis rumahan perlu website juga?

Yuk, simak lebih lanjut jawabannya di bawah ini. Antara sosmed vs website lebih efektif mana sih?

Bangun Bisnis Pake Sosial Media

Sosial Media awalnya cuma dipakai untuk media komunikasi dan bersosialisasi aja. Tapi seiring perkembangan zaman, sosial media juga dipake untuk platform jualan, loh. Gak heran, banyak akun bisnis yang muncul di media sosial, misalnya di instagram dan facebook. Lalu, apa sih yang bikin media sosial ini banyak dipakai sama pebisnis? Ini dia alasannya :

  • Mudah Dikelola dan Digunakan

Cukup dengan update aplikasi buat dapetin pembaruan sistem tanpa harus keluarin biaya maintenance platform. Kamu juga gak butuh waktu lama buat tau cara menggunakan platform sosial media, mulai dari mengatur akun hingga memposting yang hanya dilakukan dengan beberapa klik.

  • Gratis

Kamu bisa daftar dengan menggunakan identitas yang kamu mau, dan akun sudah bisa langsung digunakan. Semua fitur bebas biaya kecuali kamu mau melakukan iklan.

  • Berinteraksi Langsung dengan Calon Customer
Baca juga  Ruginya Gak Punya Website Bisnis

Melakukan interaksi secara langsung dengan calon customer di sosial media mudah banget. Kamu bisa langsung balas pesan melalui direct message ataupun membalas pertanyaan lewat kolom komentar.

  • Jangkauan Luas

Salah satu jangkauan yang bisa dinikmati lagi adalah jangkauan yang sangat luas sekali. Dengan jangkauan yang luas ini, kamu bisa manfaatin fitur hashtag buat mempersempit target pasar yang kamu mau.

Selain gratis dan gampang dikelola, sosial media jadi tempat yang efektif dan sangat membantu pebisnis rumahan dan pemula untuk memasarkan produknya. Namun ternyata sosial media juga punya beberapa kelemahan yang perlu kamu ketahui juga nih. Dibawah ini adalah kelemahan dari platform sosial media.

  • Terbatasnya Desain Platform

Dengan sosial media, kamu masih belum bisa mengubah tampilan akun sesuai dengan keinginan brand-mu. Salah satu cara yang bisa kamu lakuin adalah menyesuaikan desain konten bisnismu dengan karakteristik dari bisnis yang dikelola.

  • Tidak Fleksibel

Maksudnya adalah sosial media cuma bisa menjaring calon customer lewat konten aja. Jadi belum bisa menggunakan opsi lain seperti bikin email list dan yang lainnya.

Pentingnya Website Buat Bisnis Pemula

Setelah tau kekurangan sosial media buat bisnis, sebenarnya bisa diatasi dengan mudah sama website loh. Website kasih ruang yang fleksibel buat tampilin karakter bisnismu. Di halaman utama, kamu bisa terapin desain sesuai sama karakteristik brand-mu. Kamu juga bisa pilih komentar positif yang mau kamu tampilin di halaman testimonial.

Website juga bisa digunakan untuk ngenalin bisnis ke target pasar, menampilkan katalog produk, nawarin pendaftaran buat jadi reseller, dan bikin format pemesanan. Semua komponen itu bisa dilakuin di satu platform dengan mudah.

Selain itu, alasan lain yang bisa mendorong pebisnis perlu membangun website yakni :

  • Memudahkan Branding
Baca juga  Strategi Jitu Closing Sales Tinggi

Bangun citra positif brand jadi hal yang penting banget buat bisnismu. Dengan website, pasti akan mempermudah aktifitas branding itu. Salah satu caranya bisa dengan mendeskripsikan brand-mu di halaman “Tentang Kami” atau dengan posting artikel tentang produkmu.

  • Mendukung Aktifitas Marketing

Dengan website, kamu bisa melakukan promosi di banyak tempat. Mulai dari halaman pertama website hingga pada halaman katalog produk, loh.

  • Bebas Tentukan Desain

Kamu juga bisa menyesuaikan desain website dengan karakteristik atau citra bisnismu. Kamu bisa lakuin desain sesuai keinginan-mu tanpa ada batasan apapun.

  • Fungsi Platform Luas

Website juga bisa kamu gunakan dengan memakai banyak halaman. Misalnya saja, halaman pertama perkenalan brand-mu, halaman kedua menampilkan katalog produk, dan lain lain.

Banyak banget kan kelebihan website yang bisa bantu bisnismu dikenal dan naikin omset penjualan. Namun, disisi lain kamu juga harus tau kelemahan dari website, antara lain :

  • Berbayar

Untuk membuat website, kamu perlu hosting dan domain yang mana membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  • Dikerjakan Sendiri

Semua hal yang ada pada website harus dikerjakan sendiri, tiidak otomatis seperti media sosial. Mulai dari pemilihan desain, pengelolaan isinya, hingga pada keamanan dan kecepatan website.

  • Lebih Kompleks, Perlu Belajar

Penggunaan website tidak semudah penggunaan platform sosial media, sehingga perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari bagaimana cara penggunaan dan pengelolaannya.

Sosmed vs Website, Lebih Efektif Mana Sih?

Nah, kalo udah tau kelebihan dan kekurangan masing-masing platform. Sekarang, waktunya kamu tentukan platform mana sih yang paling efektif antara Sosmed vs Website untuk awali bisnis rumahan?

Sebelum kamu memutuskan untu menggunakan sosial media atau website buat bisnismu. Penting buat mempertimbangkan tujuan bisnis, target audiens, dan sumber daya yang kamu punya. Idelanya kombinasi dari kedua platform ini bisa memberikan manfaat yang maksimal buat bisnis.

Baca juga  Buyer Persona : Arti, Tujuan, Cara Membuat

Di bawah ini adalah pertimbangan buat bantu kamu membuat keputusan :

  • Tujuan Bisnis

Coba tentukan tujuan apa yang ingin kamu capai dengan kehadiran online bisnismu. Kalo fokus utamanya adalah membangun merek dan reputasi bisnis, website jadi pilihan terbaik dan memberikan kepercayaan serta kontrol yang lebih besar. Namun, kalo ingin fokus pada interaksi sosial, keterlibatan customer, dan promosi produk, maka sosial media bisa menjadi pilihan yang efektif.

  • Target Audiens

Coba pelajari dan kebiasaan audiens-mu. Kalo audiens utama lebih aktif di sosial media tertentu, maka fokuslah ke sosial media tersebut yang bakal kasih hasil yang lebih baik buat bisnismu. Namun, kalo target audiens lebih suka cari informasi lewat mesin pencari atau cenderung kunjungi website maka website akan lebih efektif buat bisnismu.

Kesimpulan

Jadi, kalo ditanya sosmed vs website, mana sih platform efektif untuk mengawali bisnis rumahan? Jawabannya adalah: Keduanya!

Ya, opsi terbaik adalah dengan menggunakan keduanya, karena keduanya saling melengkapi. Sosial media mampu menutupi kekurangan website, dan website juga mampu menutupi kekurangan sosial media. Tapi, kalo kamu mau coba salah satu dulu gak ada salahnya kok!

Penjelasan di atas bisa jadi pertimbangan untuk memulai bisnis rumahanmu. Baik website ataupun sosial media punya hal baik dan kurangnya masing-masing, jadi diantara kedua platform ini mana kira-kira cocok sama bisnismu?

Kabar baiknya, sekarang kamu bisa dengan mudah bikin website bisnismu sendiri. Kamu bisa gunakan layanan di Menjadi pengaruh buat bantu bikin website terbaik buat kembangin bisnismu loh! Klik disini untuk konsultasi gratis!

Buat kamu yang suka informasi seputar marketing, kamu bisa ikutin terus artikel dari Menjadi Pengaruh dan tunggu kelanjutan artikel lainnya!

Bagikan:

Artikel Lainnya

Tipe Layout Website yang Menarik Pembaca, Mana Favoritmu?

Menjadi Pengaruh-Layout website punya peran untuk membuat pembaca nyaman membaca dan mengerti isi websitemu. Gak cuma menarik, tapi layout website yang baik adalah ketika pembaca memiliki pengalaman interaktif yang mudah saat membaca sehingga menghasilkan respon positif dari mereka. Idealnya, kamu harus bisa ciptakan layout yang mudah digunakan dan dilihat pelanggan. Karena itu, dibawah ini ada beberapa desain tipe layout website yang biasanya dipakai oleh web designer Baca Juga: tips Membuat Layout Website menjadi User Friendly Desain Layout Website Desain Layout yang pertama adalah split. Sesuai namanya, desain ini menampilkan layout wesbite yang terbelah dua, secara vertikal ataupun horizontal. Layout ini sangat cocok buat kamu yang ingin tampilkan dua macam konten yang sejenis. Sebagai contoh, kamu bisa tampilkan perbedaan harga sebelum dan sesudah atau memberikan perbedaan (Before & After) setelah memakai layananmu Selanjutnya ada Grid of Cards yang menampilkan website seperti kartu yang berbaris rapi. Desain ini cocok untuk menampilkan banyak item dengan bobot yang sama dengan Youtube dan Pinterest adalah contoh pengguna layout ini. Website yang menampilan portofolio juga bisa menggunakan desain ini untuk langsung menunjukkan hasil karya. Kalau desain ini, tampilkan konten utama dalam satu kolom vertikal. Desain single column adalah tipe layout website yang paling simpel tapi menyajikan bentuk yang mudah dinavigasi pembaca. Jenis ini cocok juga untuk website mobile, karena pembaca cukup scroll ke bawah untuk membaca lebih banyak konten Desain yang terakhir ada multi column yang terinspirasi dari koran dan majalah cetak. Tipe layout website ini biasanya tampilkan konten dalam bentuk grid yang fleksibel. Konten utama biasanya punya porsi paling besar dan konten lainnya memiliki porsi kecil. Baca juga  Social Commerce: Cara Berbelanja Era ModernTampilan layout ini juga memudahkan pengguna untuk memilih topik tertentu yang menurut mereka lebih menarik atau relevan. Kesimpulan Begitulah tipe layout website yang bisa kamu pakai di situsmu secara langsung. Tipe Layout Website menetukan bagaimana kamu ingin pembaca membaca situsmu, apakah ingin pilih sendiri topik yang relevan atau tinggal scroll saja. Ingin baca perihal digital marketing? Bisa baca di sini, ya!

tips Membuat Layout Website menjadi User Friendly

tips Membuat Layout Website menjadi User Friendly

Menjadi Pengaruh-Layout website jadi salah satu kunci bagaimana situs kamu akan dilihat lama oleh pengunjung. Layout website yang baik menghasilkan keselarasan dan keseimbangan dalam menggabungkan beberapa elemen penting seperti  desain, konten, navigasi, dan fungsional. Selain itu, website juga  harus hadirkan kesan yang tidak terlalu rumit, menarik, dan tentunya user friendly yang akan meningkatkan kinerja situs kamu. Sebelum membahas cara membuat layout website, terlebih dahulu kita bahas elemen penting pada website. Elemen Website Website memiliki banyak elemen yang saling terkait satu sama lain. Dengan mengetahui elemen website, kamu bisa optimalkan fungsi website dan kembangkan tampilan situsmu. Karena itu, inilah elemen dasar website yang harus kamu tahu: Header adalah elemen website yang paling menarik mata sebab bagian ini adalah hal yang paling pertama dilihat oleh pengunjung. Header yang menarik perhatian bikin pembaca merasa tertarik dan memutuskan untuk lanjut baca halaman website kamu.   Elemen navigasi wajib ada di website karena  digunakan untuk arahkan pengunjung menuju halaman internal situs yang lainnya. Elemen ini bertujuan untuk menghilangkan rasa tersesat pengunjung ketika masuk ke website. Selanjutnya adalah sidebar, yang bisa berupa daftar konten lain, menu tambahan, dan lainnya. Sidebar punya beberapa fungsi, yaitu berikan spotlight ke halaman lain, naikkan leads ke promo, dan tingkatkan exposure halaman lain. Elemen konten adalah bagian utama dari halaman website karena fitur ini adalah isi utama situs kamu. Kamu bisa sampaikan konten utama dan sampaikan inti websitemu di elemen ini. Elemen yang paling terakhir tapi tidak kalah penting adalah footer.Kamu bisa isi bagian footer ini dengan isi konten pendukung maupun link yang berguna untuk tingkatkan website. Baca juga  Brand Awareness : Arti, Manfaat, dan contohBaca Juga: Website Penting Buat Bisnis Online? Buat Layout Website User Friendly Dalam membuat layout website, ada hal yang harus kamu perhatikan. Konten adalah hal utama dalam pembuatan website untuk yakinkan pengguna tetap tinggal di wesbite kamu. Konten yang segar, ringan, dan menarik adalah beberapa faktor yang buat website menjadi user friendly. Pengunjung website biasanya hanya melihat sekilas isi konten. Maka dari itu, menggunakan judul sub-judul, dan bullets yang tepat akan bantu memecahkan teks. Teks yang terpecah aka bantu pembaca mencari kata kunci konten kamu. Menggunakan kontras warna yang tepat antara latar belakang situs dengan konten membuat pembaca mudah membaca konten. Pastikan kamu mengambil skema warna yang tepat sehingga konten tetap terlihat jelas. Penggunaan font yang simpel dan mudah dibaca adalah pilihan yang baik. Gaya font rumit bisa jadi lebih menarik, namun pilihan yang mudah dibaca dan jelas tentu menjadi prioritas pembaca. Memilih font yang yang tepat akan memudahkan pembaca memahami konten yang kita sampaikan dengan lebih mudah Pastikan link yang kamu pasang di website bisa diakses semua orang. Link yang rusak akan membuat websitemu terlihat tidak profesional dan turunkan kredibilitasmu. Cek kembali setiap link yang kamu pasang untuk hindari link yang rusak atau tidak bisa diakses. Baca Juga: Pentingnya Backlink Untuk Dorong Performa SEO Kesimpulan Begitulah elemen penting serta tips membuat layout website. Dengan mengatur dan mengisi layout secara benar, audiens bisa lebih lama berada di website kamu. Kamu juga bisa menggabungkan tips membuat layout website dengan teknik digital marketing. Teknik apa saja yang bisa dipakai? Baca di sini buat cari tau! Baca juga  Buyer Persona : Arti, Tujuan, Cara Membuat

Prinsip Hierarki Visual Biar Landing Page Lebih Menarik

Prinsip Hierarki Visual Biar Landing Page Lebih Menarik

Menjadi Pengaruh-Hierarki Visual adalah prinsip tata letak elemen desain yang menampilkan hal penting lebih dulu sampai yang lebih tidak penting. Desain yang kamu buat harus mampu menampilkan poin utama dan dapat dipahami oleh siapa pun yang melihat. Hierarki visual dapat dicapai melalui sejumlah teknik desain yang berbeda, seperti warna, ukuran, spasi, dan lainnya.  Lalu, bagaimana hierarki visual yang baik dan benar? Langsung aja kita bahas di bawah! Baca Juga: Tips Ampuh Optimasi Landing Page-mu Urutan Hierarki Visual Secara sekilas, gambar yang lebih besar tentu akan menarik perhatian lebih dahulu ketimbang yang lebih kecil Bukan hanya untuk menarik perhatian saja, tapi elemen berukuran besar seharusnya membawa pesan yang paling penting. Penentuan skala bantu audiens untuk tahu elemen mana yang ingin ditonjolkan terlebih dahulu. Prinsip selanjutnya adalah warna dan kontras yang membuat satu elemen kebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Warna hangat seperti merah atau kuning akan lebih mencolok jika disandingkan dengan background warna dingin atau gelap. Prinsip yang ketiga adalah Tipografi atau penulisan. Kombinasikan beberapa ukuran font dala satu desain membantu kamu menentukan elemen penting selain lewat ukuran dan warna. Ruang kosong menjadi prinsip selanjutnya yang harus kamu perhatikan. Menciptakan ruang kosong juga merupakan hal yang penting karena elemen ini bisa buat objek utamamu menjadi lebih “terlihat.” Sebaliknya, menambah terlalu banyak gambar justru membuat desain tampak ramai dan kehilangan fokus. Pada elemen ini, terdapat dua pola yang sering digunakan, yaitu pola “F” dan “Z.” Pola “F” bercirikan audiens akan membaca dari kiri kemudian ke kanan, lalu dilanjut ke informasi di bawahnya. Pola ini akan dipakai jika website atau desain yang dirancang memiliki teks yang padat. Baca juga  Tips Ampuh Optimasi Landing Page-muSementara itu, pola membaca “Z” biasanya lebih banyak dipakai untuk situs yang memiliki banyak gambar. Lewat pola ini, informasi penting aka diletakkan di paling atas, lalu pengguna aka berlanjut memandang ke sebelah kanan kemudian secara diagonal melihat ke kiri bawah. Menempatkan beberapa objek yang berdekatan merpakan salah satu prinsip dasar dalam sampaikan pesan pada format visual. Objek yang berdekatan menandakan elemen-elemen tersebut punya keterkaitan satu sama lain. Prinsip hierarki visual terakhir adalah pengaplikasian teknik fotografi Rule of Third. Rule of Third bantu gambar terlihat bermakna dibandingkan gambar yang selalu diletakkan di tengah bidang. Kesimpulan Begitulah prinsip hierarki visual yang bisa kamu terapkan di Landing Page kamu. Memahami prinsip hierarki visual akan membuat desain Landing Page kamu menjadi lebih bermakna. Kamu juga bisa memengaruhi tindakan seseorang melalui desain yang kamu sajikan. Ingin membaca hal lain tentang Landing Page dan Digital Marketing? Bisa baca di sini, ya!

Taktik Upselling, Strategi Dongkrak Penjualan Produk

Taktik Upselling, Strategi Dongkrak Penjualan Produk

Menjadi Pengaruh-Upselling punya arti sebagai taktik pemasaran yang bikin pelanggan bersedia beli produk dengan harga lebih tinggi. Strategi ini bertujuan untuk tingkatkan nilai penjualan dan pendapatan perusahaan. Peningkatan harga ini bisa dipengaruhi dari kuantitas, ukuran, maupun varian yang serupa serta terbaru atau lebih lengkap. Lalu bagaimana cara menerapkan strategi upselling? Kita lanjut bahas di bawah! Cara kerja Strategi Upselling Sekarang kita akan membahas mengenai cara penerapan pada strategi upselling Ada beberapa penerapan dalam cara kerjanya. Mari kita ambil contoh konsumen pembelian ponsel pintar Saat kita ingin membeli sebuah ponsel pintar, seringkali kita sudah menentukan ingin membeli produk dan merek yang mana sebagai pilihan kita. Ketika sampai di lokasi pembelian, sales datang dan siap melayani kamu. Ketika kamu mengucapkan ponsel yang diinginkan, sales akan mencoba untuk mengganti pilihanmu dengan produk dan merek yang lebih baik tapi tentu lebih mahal. Kamu yang tergoda akan menjadi bimbang dan kemungkinan untuk mengganti pilihan sesuai yang dikatakan sales menjadi meningkat. Nah, ajakan untuk mengganti pilihanmu dengan produk yang lebih mahal adalah penerapan strategi upselling. Perlu diingat, kamu tidak boleh paksa pembeli untuk beli produk yang sudah ditawarkan. Sebagai penjual, kamu harus tetap jelaskan dengan gamblang kelebihan produk tambahan yang ditawarkan dan tidak boleh membohongi pelanggan demi kepentingan pribadi.. Baca Juga: Cross-Channel Marketing, Strategi Integrasi Online dan Offline Tips Penerapan Strategi Setelah mengetahui cara kerja upselling, sekarang kita akan membahas tips dalam menerapkan taktik ini. Upselling tidak boleh memaksakan kehendak kepada pelanggan karena tidak semua konsumen bisa ditawarkan dengan taktik ini. Kamu harus mengetahui dulu kebutuhan pelanggan sehingga bisa mempertimbangkan apakah akan gunakan strategi upseliing atau tidak. Baca juga  Brand Awareness : Arti, Manfaat, dan contohTentu pembeli tidak akan langsung tertarik dan membeli barang yang kita tawarkan dengan teknik ini. Untuk atasi itu, kamu harus bisa meyakinkan pembeli agar tertarik dan mau lakukan pembelian yang lebih mahal. Bagaimana caranya? Bisa dengan memberikan data pendukung yang valid agar bantu membuktikan kalau produk tambahan tersebut memang bernamfaat buat mereka. Dalam menerapkan strategi upselling, kamu harus ingat kalau harga yang ditawarkan harus tetap masuk akal. Harga yang ditawarkan harus tetap masuk akal dan sesuai dengan kualitas produk yang diberikan Baca Juga: Decoy Marketing, Strategi Umpan Pengaruhi Persepsi Kesimpulan Begitulan penerapan strategi upselling. yang bisa kamu terapkan kepada pelanggan. Meski bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, penerapan strategi ini tidak boleh memaksakan kehendak dari pelanggan. Berikan penjelas sejelas-jelasnya dan yakinkan pelanggan dengan data serta fitur yang valid untuk bantu mengubah keinginan pelanggan sesuai keinginanmu Strategi upseliing bukan satu-satunya taktik pemasaran di dunia digital marketing. Kalau kamu penasaran dengan taktik lainnya, bisa baca di sini langsung.

Ada Pertanyaan Terkait Marketing Bisnismu?

"*" indicates required fields

Gratis Ebook!

Legal Menjadi Pengaruh sudah bantu 1500+ pengusaha di seluruh Indonesia. Gabung sekarang dan rasakan kemudahan mendirikan PT, CV, dan legalitas lainnya!