Author: menjadipengaruh

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi oleh penulis

Buzzer vs Influencer Siapa Jagoan Sebenarnya untuk Meledakkan Bisnis Anda

Buzzer vs Influencer: Siapa Jagoan Sebenarnya untuk Meledakkan Bisnis Anda?

Di tengah riuhnya dunia digital, mempromosikan bisnis terasa seperti berteriak di tengah konser musik rock. Sulit sekali untuk didengar. Anda mungkin sudah mencoba berbagai cara, mulai dari posting rutin, pasang iklan, sampai ikut-ikutan tren yang ada. Tapi, hasilnya masih gitu-gitu aja. Lalu, Anda mendengar dua “senjata” andalan di dunia maya: Buzzer dan Influencer. Keduanya sering disebut-sebut sebagai kunci untuk membuat sebuah brand viral dan dikenal banyak orang. Namun, meski sering dianggap sama, keduanya punya cara kerja, kekuatan, dan tujuan yang sangat berbeda. Salah pilih strategi, alih-alih untung, bisa-bisa malah buntung. Jadi, mari kita bedah tuntas, apa sebenarnya perbedaan antara buzzer dan influencer? Dan yang terpenting, mana yang paling cocok untuk membawa bisnis Anda ke level selanjutnya? Mengenal Influencer: Sang Pembangun Kepercayaan Bayangkan Anda ingin membeli sebuah smartphone baru. Anda pasti akan bertanya kepada teman yang Anda anggap paling “ngerti” teknologi, kan? Anda percaya pada opininya karena ia punya pengetahuan, pengalaman, dan reputasi di bidang itu. Nah, di dunia digital, teman Anda itu adalah seorang influencer. Influencer adalah individu yang berhasil membangun audiens atau komunitas yang loyal di media sosial berdasarkan keahlian, minat, atau persona unik mereka. Kunci utama seorang influencer adalah kepercayaan dan autentisitas. Mereka tidak sekadar “jualan”, tapi berbagi pengalaman, memberikan ulasan jujur, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pengikutnya. Konten mereka terasa personal, orisinal, dan relevan dengan minat audiensnya. Ketika seorang beauty influencer merekomendasikan sebuah serum, pengikutnya percaya karena mereka sudah melihat perjalanan sang influencer dalam merawat kulitnya. Itulah kekuatan influence (pengaruh). Kapan Anda butuh Influencer? Mengenal Buzzer: Sang Penyebar Pesan Kilat Jika influencer adalah teman ahli Anda, maka buzzer adalah sekelompok orang dengan megafon di alun-alun kota. Tugas utama mereka bukanlah membangun hubungan personal, melainkan amplifikasi pesan—membuat sebuah informasi menyebar secepat dan seluas mungkin dalam waktu singkat. Kata “buzzer” sendiri berasal dari kata buzz yang berarti “dengungan”. Mereka bekerja, seringnya secara terkoordinasi, untuk menciptakan “dengungan” atau keramaian di media sosial. Tujuannya jelas: membuat sebuah tagar menjadi trending topic, memviralkan sebuah video, atau menyebarkan pengumuman penting secara masif. Fokus buzzer adalah kuantitas dan kecepatan. Mereka tidak harus punya keahlian spesifik di bidang tertentu. Kekuatan mereka terletak pada jangkauan kolektif dan kemampuan untuk membuat algoritma media sosial “menoleh” pada topik yang mereka angkat. Kapan Anda butuh Buzzer? Perbedaan Kunci: Buzzer vs Influencer Aspek Influencer Buzzer Tujuan Utama Membangun kepercayaan, loyalitas, dan pengaruh. Mengamplifikasi pesan, menciptakan buzz dan viralitas. Fokus Kualitas konten & interaksi (engagement). Kuantitas jangkauan & kecepatan penyebaran. Kredibilitas Dibangun dari keahlian dan autentisitas personal. Kekuatan terletak pada jumlah dan jangkauan, bukan figur. Eksekusi Profesional: Kunci Mengubah Strategi Menjadi Hasil Memahami perbedaan di atas adalah langkah pertama. Tantangan selanjutnya, yang seringkali menjadi titik kegagalan banyak kampanye, adalah eksekusi. Pasar digital dipenuhi oleh penyedia jasa dengan kualitas yang sangat bervariasi. Memilih mitra yang salah tidak hanya berarti anggaran terbuang, tetapi juga reputasi merek yang menjadi taruhannya. Sebuah strategi amplifikasi yang canggih mungkin melibatkan sinergi keduanya: menggunakan influencer untuk menghasilkan konten ulasan yang otentik dan kredibel, kemudian mengaktifkan layanan buzzer untuk mengamplifikasi potongan-potongan kunci dari ulasan tersebut agar menjangkau audiens yang lebih luas. Namun, orkestrasi semacam ini memerlukan keahlian, pengalaman, dan jaringan yang terverifikasi. Di sinilah pentingnya bermitra dengan platform yang memiliki rekam jejak profesional dan pendekatan strategis. Untuk menerjemahkan kerangka strategis ini menjadi hasil yang terukur, Anda memerlukan partner yang tidak hanya bertindak sebagai eksekutor, tetapi juga sebagai konsultan. BisnisOn hadir untuk mengisi celah tersebut. Sebagai platform layanan SMM (Social Media Marketing) yang berorientasi pada hasil, BisnisOn menyediakan akses ke layanan buzzer yang terkelola secara profesional serta dapat membantu merancang strategi aktivasi media sosial yang lebih komprehensif. Mereka memahami bahwa tujuan akhir dari setiap kampanye bukanlah sekadar angka di dasbor, melainkan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis. Dengan pendekatan yang terstruktur, BisnisOn memastikan setiap kampanye dirancang dan dieksekusi untuk mencapai objektif bisnis yang spesifik. Untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana strategi amplifikasi digital yang tepat dapat diimplementasikan untuk bisnis Anda, kami mengundang Anda untuk mengunjungi situs web resmi BisnisOn dan berkonsultasi dengan tim ahli mereka. Jalan Tengah yang Cerdas: Strategi Profesional Bersama BisnisOn Sekarang Anda mungkin berpikir, “Wah, ternyata rumit juga, ya. Saya harus cari influencer yang mana? Buzzer yang seperti apa? Bagaimana cara mengelolanya?” Kekhawatiran Anda sangat wajar. Mengelola kampanye digital memang bukan pekerjaan sambilan. Salah langkah sedikit saja, budget bisa terbuang sia-sia dan reputasi brand bisa jadi taruhannya. Di sinilah peran seorang partner profesional menjadi sangat krusial. Daripada pusing-pusing mencari sendiri dan mengambil risiko, ada solusi cerdas yang bisa Anda pertimbangkan. BisnisOn adalah platform layanan SMM (Social Media Marketing) yang memahami seluk-beluk dunia buzzer dan optimasi media sosial. Mereka bukan sekadar penyedia jasa, tetapi partner strategis yang bisa membantu Anda merancang dan mengeksekusi kampanye yang paling efektif. Dengan BisnisOn, Anda tidak perlu lagi berjudi dengan layanan abal-abal. Mereka memahami kebutuhan Anda untuk tampil kredibel di dunia maya. Daripada mengambil risiko dengan jasa beli followers termurah yang tidak jelas asal-usulnya dan bisa membahayakan akun Anda, BisnisOn menawarkan solusi penambahan followers yang lebih aman dan terpercaya. Semua dikerjakan secara profesional untuk memberikan hasil nyata dan pondasi audiens yang kuat, bukan sekadar angka kosong. Lupakan pusingnya mencari “buzzer terbaik” gunakan jasa buzzer murah. Fokuskan energi Anda untuk mengembangkan produk terbaik, dan biarkan urusan amplifikasi digital ditangani oleh ahlinya. BisnisOn memastikan setiap rupiah yang Anda investasikan untuk marketing memberikan return yang maksimal. Kesimpulan Buzzer dan influencer adalah dua alat yang sama-sama kuat, namun fungsinya berbeda. Influencer membangun jembatan kepercayaan, sementara buzzer membangun jalan tol informasi. Kunci kesuksesan bukan pada memilih mana yang lebih baik, melainkan memahami kapan harus menggunakan masing-masing kekuatan mereka. Untuk bisnis yang ingin tumbuh secara berkelanjutan, kombinasi strategi yang cerdas adalah jalan terbaik. Dan untuk memulai langkah cerdas itu, memiliki partner yang tepat seperti BisnisOn bisa menjadi pembeda antara kampanye yang biasa saja dan kampanye yang meledak di pasaran. Siap membuat brand Anda jadi buah bibir dengan cara yang tepat? Mungkin ini saatnya Anda melirik solusi profesional.

SELENGKAPNYA
unique selling proposition

Unique Selling Proposition (USP): Arti, Pentingnya, Cara & Contoh

Pengantar: Apa Itu Unique Selling Proposition (USP) dan Mengapa Ini Krusial untuk Bisnis Anda? Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara produk atau layanan Anda bisa benar-benar menonjol dan memikat hati pelanggan? Jawabannya seringkali terletak pada satu konsep fundamental: Unique Selling Proposition (USP). USP, atau yang kerap juga disebut Unique Selling Point, adalah elemen pembeda krusial yang memisahkan bisnis Anda dari kerumunan pesaing. Ini bukan sekadar slogan menarik, melainkan esensi dari apa yang membuat penawaran Anda istimewa dan layak dipilih oleh target pasar. Mengapa USP begitu krusial? Karena inilah fondasi yang menopang strategi pemasaran yang sukses dan berkelanjutan. Tanpa USP yang jelas dan kuat, produk atau layanan Anda berisiko tenggelam dalam kebisingan pasar, sulit dikenali, dan pada akhirnya, gagal menarik perhatian serta loyalitas konsumen yang Anda sasar. USP yang dirumuskan dengan baik akan menjadi kompas bagi seluruh upaya pemasaran Anda, memastikan pesan yang disampaikan konsisten, relevan, dan resonan dengan kebutuhan pelanggan. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam dunia USP. Mulai dari memahami definisinya secara komprehensif, menggali mengapa setiap bisnis mutlak memerlukannya, memandu Anda langkah demi langkah dalam mengidentifikasi dan merumuskan USP yang efektif untuk bisnis Anda, hingga menyajikan berbagai contoh inspiratif dari merek-merek ternama yang telah berhasil memanfaatkan kekuatan USP mereka untuk meraih kesuksesan. Memahami Lebih Dalam: Definisi dan Konsep Dasar Unique Selling Proposition (USP) Setelah memahami gambaran umumnya pada bagian pengantar, mari kita selami lebih dalam apa sebenarnya yang dimaksud dengan Unique Selling Proposition atau USP. Istilah USP sendiri merupakan singkatan dari Unique Selling Proposition. Anda mungkin juga sering mendengarnya disebut sebagai Unique Selling Point. Keduanya merujuk pada konsep yang sama. Secara esensial, USP adalah faktor unik dan spesifik yang secara jelas membedakan produk atau layanan Anda dari semua tawaran kompetitor di mata target konsumen. Ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan sebuah janji inti atau karakteristik khas yang paling menonjol dari penawaran Anda. Karakteristik pembeda inilah yang memberikan nilai tambah konkret dan menjadi alasan utama mengapa pelanggan pada akhirnya memutuskan untuk memilih Anda, bukan pesaing Anda. Bayangkan USP sebagai jawaban tegas atas pertanyaan konsumen: “Mengapa saya harus membeli dari Anda dan bukan dari yang lain?” Untuk memberikan perspektif yang lebih akademis, pakar pemasaran Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku mereka Marketing Management (2016) mendefinisikan USP sebagai keuntungan unik yang ditawarkan oleh sebuah produk atau layanan, yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan dianggap oleh pesaing sebagai sesuatu yang tidak dapat ditiru atau sulit untuk disamai. Definisi ini menggarisbawahi bahwa USP yang kuat tidak hanya unik, tetapi juga berkelanjutan karena sulit bagi kompetitor untuk menirunya dengan cepat. Dengan demikian, pemahaman yang solid mengenai berbagai aspek definisi dan konsep dasar USP ini menjadi fondasi penting sebelum kita melangkah lebih jauh. Arti Harfiah dan Makna Inti USP Untuk memahami esensi dari Unique Selling Proposition (USP) secara lebih mendalam, mari kita bedah arti harfiah dari setiap kata yang membentuknya. Seperti yang telah disebutkan, USP adalah singkatan dari Unique Selling Proposition, dan terkadang juga disebut sebagai Unique Selling Point. Unique (Unik): Kata ini merujuk pada suatu aspek, fitur, atau karakteristik yang benar-benar khas dan berbeda secara signifikan pada produk atau layanan Anda jika dibandingkan dengan semua penawaran lain dari kompetitor di pasar. Keunikan ini bukan sekadar perbedaan kecil, melainkan sesuatu yang menonjol dan mudah diidentifikasi oleh target konsumen Anda. Selling (Menjual): Komponen “selling” menekankan bahwa aspek unik tersebut harus memiliki daya tarik yang kuat dan persuasif. Artinya, keunikan itu harus mampu menjadi alasan mengapa pelanggan memilih produk atau layanan Anda. Ia harus menjawab pertanyaan implisit pelanggan, “Mengapa saya harus membeli ini?” dan memberikan argumen penjualan yang meyakinkan. Proposition (Proposisi) atau Point (Poin): Kata “proposition” atau “point” merujuk pada pernyataan nilai atau manfaat spesifik yang Anda tawarkan dan janjikan kepada pelanggan. Ini adalah inti dari penawaran Anda yang membedakannya—sebuah janji konkret yang diterima pelanggan ketika mereka memilih Anda. Dengan demikian, makna inti dari USP adalah sebuah aspek atau ciri khas unik yang membuat produk atau layanan Anda berbeda secara signifikan dari para pesaing, dan perbedaan ini memberikan nilai tambah yang jelas serta alasan kuat bagi pelanggan untuk memilih produk atau layanan tersebut. Nilai tambah ini bisa beragam, mulai dari kualitas superior, harga yang lebih terjangkau untuk manfaat setara, inovasi teknologi, desain eksklusif, hingga pengalaman pelanggan yang tak tertandingi. Lebih lanjut, USP yang efektif harus mampu menggambarkan dan memperkuat nilai merek (brand value) Anda. Artinya, keunikan yang Anda tawarkan harus selaras dengan identitas, filosofi, dan janji inti dari merek Anda. Ketika USP Anda berhasil dikomunikasikan, pelanggan tidak hanya mengenali keunggulan produk atau layanan, tetapi juga merasakan dan terhubung dengan nilai-nilai yang diusung oleh merek Anda secara keseluruhan. Tujuan Dasar Dibalik Perumusan USP Setelah Anda memahami definisi dan makna inti dari Unique Selling Proposition (USP), pertanyaan selanjutnya adalah: apa sebenarnya tujuan mendasar di balik perumusannya? Mengapa Anda perlu bersusah payah mengidentifikasi dan merumuskan USP untuk bisnis Anda? Jawabannya terletak pada beberapa tujuan strategis yang krusial bagi keberhasilan produk atau layanan Anda di pasar. Pertama, tujuan utama dari perumusan USP adalah untuk membuat produk atau layanan Anda terlihat jauh lebih menarik dan menonjol di mata target konsumen spesifik Anda. Di tengah gempuran informasi dan banyaknya pilihan, konsumen cenderung mencari sesuatu yang unik dan relevan dengan kebutuhan mereka. USP yang kuat akan menangkap perhatian mereka dan memicu rasa ingin tahu, membuat penawaran Anda tidak sekadar menjadi salah satu opsi, tetapi menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan secara serius. Kedua, dengan menonjolkan sebuah keunikan yang relevan dan bernilai bagi mereka, Anda secara signifikan mendorong peningkatan kemungkinan terjadinya pembelian. USP yang efektif bertindak sebagai argumen penjualan yang persuasif. Ia memberikan alasan konkret dan meyakinkan mengapa pelanggan harus memilih produk atau layanan Anda ketimbang semua alternatif lain yang tersedia di pasar. Semakin kuat dan jelas USP Anda, semakin besar pula daya tariknya untuk mengkonversi calon pelanggan menjadi pembeli setia. Ketiga, di tengah pasar yang semakin sesak dan kompetitif, USP berfungsi sebagai mercusuar yang membantu produk atau layanan Anda untuk ‘stand out’ atau tampil beda secara signifikan. Tanpa pembeda yang jelas, tawaran Anda berisiko tenggelam dalam kebisingan pasar, sulit diingat, dan pada akhirnya, diabaikan oleh konsumen. USP yang dirumuskan dengan baik

SELENGKAPNYA
Aerial view of heavy machinery operating in a vast open-pit mine under a cloudy sky.

Prosedur & Syarat Izin Usaha Pertambangan Galian C Terbaru

Memahami Izin Usaha Pertambangan (IUP) Galian C/Batuan Terbaru Jika Anda berkecimpung atau berencana memasuki dunia usaha penambangan material seperti pasir, batu, kerikil, atau tanah urug, Anda mungkin familiar dengan istilah “Galian C”. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa terminologi dan regulasi terkait izin ini telah mengalami perubahan signifikan. Saat ini, secara hukum, izin untuk kegiatan penambangan komoditas tersebut dikenal sebagai Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk komoditas Batuan. Memiliki IUP Batuan yang sah adalah sebuah keharusan mutlak. Tanpa izin ini, operasi penambangan Anda dianggap ilegal dan berisiko menghadapi sanksi hukum pidana maupun denda yang berat, serta penghentian paksa kegiatan. Legalitas melalui IUP memastikan usaha Anda berjalan sesuai koridor hukum, memberikan kepastian, dan mendukung praktik penambangan yang bertanggung jawab. Perlu Anda garis bawahi, peraturan yang mengatur IUP Batuan telah diperbarui secara fundamental. Landasan hukum lama seperti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 sudah tidak sepenuhnya berlaku dan telah digantikan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara beserta peraturan pelaksananya yang utama, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021. Perubahan ini membawa implikasi besar, termasuk pada kewenangan penerbitan izin dan prosedur pengajuannya. Artikel ini akan memandu Anda memahami seluk-beluk pengurusan IUP Batuan sesuai dengan peraturan terbaru. Kami akan membahas secara rinci mengenai: Dasar hukum terbaru yang menjadi acuan. Jenis-jenis komoditas yang masuk kategori Batuan. Instansi yang berwenang menerbitkan izin saat ini. Prosedur pengajuan izin melalui sistem Online Single Submission (OSS). Syarat-syarat administratif, teknis, lingkungan, dan finansial yang wajib dipenuhi. Estimasi biaya yang perlu dipersiapkan. Masa berlaku izin dan mekanisme perpanjangannya. Dasar Hukum Terbaru Pengaturan IUP Galian C/Batuan Memahami landasan hukum yang berlaku saat ini adalah langkah pertama yang krusial sebelum Anda mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk komoditas Batuan (yang sebelumnya sering disebut Galian C). Regulasi mengenai pertambangan mineral dan batubara di Indonesia telah mengalami perubahan mendasar. Landasan hukum utama yang sebelumnya adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara beserta peraturan pelaksananya seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2010, kini telah diubah secara signifikan dan digantikan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Sebagai aturan pelaksana teknis dari UU No 3 Tahun 2020, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. PP inilah yang menjadi acuan utama dan lebih rinci mengenai tata cara, prosedur, dan persyaratan dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan, termasuk untuk IUP Batuan. Salah satu perubahan paling fundamental yang dibawa oleh UU No 3 Tahun 2020 dan ditegaskan dalam PP No 96 Tahun 2021 adalah peralihan kewenangan penerbitan seluruh izin usaha pertambangan dari Pemerintah Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) ke Pemerintah Pusat, yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jika sebelumnya, berdasarkan UU No 4 Tahun 2009, kewenangan penerbitan izin dibagi berdasarkan lokasi (misalnya, Bupati/Walikota untuk izin dalam satu kabupaten/kota, Gubernur untuk lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi), kini semua perizinan ditarik dan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perubahan kewenangan ini, perhatikan tabel perbandingan berikut: Aspek Kewenangan Sebelum UU No 3 Tahun 2020 (Berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 & PP No 23 Tahun 2010) Sesudah UU No 3 Tahun 2020 & PP No 96 Tahun 2021 Penerbit Izin Utama (WIUP/IUP) Terbagi antara Bupati/Walikota, Gubernur, dan Menteri ESDM, tergantung lokasi geografis dan cakupan wilayah izin. Pemerintah Pusat (Menteri ESDM). Kewenangan tertentu dapat didelegasikan kepada Pemerintah Provinsi sesuai peraturan perundang-undangan, namun kewenangan utama tetap berada di Pemerintah Pusat. Alur Proses Pengajuan Awal Diajukan ke Pemerintah Daerah (Bupati/Walikota atau Gubernur) sesuai lokasi, seringkali memerlukan rekomendasi antar tingkatan pemerintahan. Diajukan secara terpusat melalui sistem perizinan yang dikelola oleh Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM), seringkali terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Peralihan kewenangan ini tentu saja membawa implikasi langsung terhadap prosedur dan persyaratan pengajuan IUP Batuan. Alur birokrasi berubah total, di mana Anda kini harus berinteraksi langsung dengan sistem dan mekanisme yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Persyaratan dokumen mungkin juga mengalami penyesuaian mengikuti standar yang ditetapkan secara nasional oleh Kementerian ESDM. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk selalu mendasarkan seluruh proses pengurusan IUP Batuan pada ketentuan terbaru, yaitu UU No 3 Tahun 2020 dan PP No 96 Tahun 2021, serta peraturan turunan lainnya yang relevan. Menggunakan acuan peraturan lama hanya akan menyebabkan kebingungan, kesalahan prosedur, dan potensi penolakan permohonan izin Anda. Jenis Komoditas yang Termasuk Kategori Galian C/Batuan Setelah memahami dasar hukum terbaru yang mengatur Izin Usaha Pertambangan (IUP), langkah selanjutnya adalah mengenali komoditas apa saja yang masuk dalam kategori yang dulu sering Anda dengar sebagai “Galian C”. Penting untuk ditegaskan kembali, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, istilah resmi yang digunakan saat ini adalah komoditas Batuan. Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara mengelompokkan komoditas tambang ke dalam beberapa golongan, yaitu Mineral Radioaktif, Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, Batubara, dan Batuan. Fokus kita di sini adalah pada golongan Batuan, yang mencakup berbagai material esensial untuk konstruksi, industri, dan kebutuhan lainnya. Lalu, material apa saja yang termasuk dalam kategori Batuan ini? Secara umum, komoditas Batuan meliputi material galian yang tidak termasuk dalam kategori mineral logam, mineral bukan logam, maupun batubara. Contohnya sangat beragam, mulai dari pasir dan kerikil yang umum digunakan hingga jenis batuan spesifik lainnya. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh komoditas tambang yang termasuk dalam kategori Batuan sesuai dengan penggolongan dalam peraturan perundang-undangan: Contoh Komoditas Tambang Kategori Batuan Andesit Tanah Liat (Clay) Tanah Urug / Tanah Timbun Kerikil Galian (dari bukit, sungai, endapan alam lainnya) Pasir Urug / Pasir Pasang / Pasir Alam Batu Kapur (Limestone/Gamping) Marmer Granit Batu Apung Tras Obsidian Perlit Diatomea Dolomit Batu Sabak (Slate) Mengapa penting bagi Anda untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis batuan yang akan ditambang? Jawabannya adalah karena identifikasi komoditas yang tepat akan sangat memengaruhi berbagai aspek dalam pengajuan dan pelaksanaan IUP Anda. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada:* Persyaratan Teknis: Metode penambangan, teknologi pengolahan, dan spesifikasi peralatan yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung jenis batuannya.* Studi

SELENGKAPNYA
Close-up of a woman's hands with business documents on a wooden desk in an office setting.

NIB Menggantikan Apa Saja? Ini Dokumen Izin Yang Tak Perlu Lagi

Memahami Peran NIB dalam Penyederhanaan Izin Usaha Pernah merasa proses mengurus izin usaha di Indonesia rumit dan memakan waktu karena banyaknya dokumen yang harus diurus secara terpisah? Kini, pemerintah telah melakukan terobosan signifikan untuk menyederhanakan proses tersebut melalui pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB). Secara definisi, NIB adalah identitas tunggal yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha di Indonesia, baik itu perorangan maupun badan usaha. Anggap saja NIB seperti ‘KTP’ untuk bisnis Anda. Kehadiran NIB, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, menjadi tonggak penting dalam reformasi birokrasi perizinan. Tujuan utama diterbitkannya NIB adalah untuk menyederhanakan dan mengintegrasikan seluruh proses perizinan berusaha. Hal ini diwujudkan melalui sistem Online Single Submission (OSS), sebuah platform elektronik terpadu yang dikelola oleh pemerintah. Melalui OSS, Anda dapat mengurus berbagai perizinan berusaha cukup dengan satu pintu, dan NIB menjadi kunci akses utama serta identitas dasar Anda dalam sistem ini. Dengan adanya NIB dan sistem OSS, sejumlah dokumen perizinan dasar yang sebelumnya harus Anda urus satu per satu kini fungsinya telah digantikan atau terintegrasi langsung ke dalam NIB. Ini berarti Anda tidak perlu lagi repot mengurus dokumen-dokumen seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk kegiatan dagang umum, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sebagai bukti pendaftaran, Surat Keterangan Usaha (SKU) yang sering diminta untuk keperluan administrasi, hingga Angka Pengenal Impor (API) dan Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) untuk kegiatan ekspor-impor. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut perbandingan ringkas fungsi beberapa dokumen izin lama sebelum dan sesudah era NIB: Dokumen Izin Lama Fungsi Utama Sebelum NIB Status/Fungsi dalam NIB SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Izin untuk menjalankan kegiatan usaha perdagangan. Fungsinya terintegrasi dalam NIB, khususnya untuk usaha dengan tingkat risiko rendah dan menengah. NIB menjadi bukti legalitas utama untuk berdagang. TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Bukti bahwa perusahaan telah melakukan wajib daftar perusahaan. Kewajiban pendaftaran terpisah dihapus. Fungsi pendaftaran perusahaan kini melekat pada NIB. SKU (Surat Keterangan Usaha) Surat keterangan yang menjelaskan keberadaan dan kegiatan usaha (sering digunakan UMK). Untuk banyak keperluan administratif dan perbankan, NIB dapat menggantikan fungsi SKU sebagai bukti dasar legalitas usaha. API (Angka Pengenal Impor) Identitas wajib bagi importir (API-U/API-P). Fungsinya terintegrasi dalam NIB. NIB berlaku sebagai identitas tunggal untuk kegiatan impor setelah diaktivasi. NIK (Nomor Identitas Kepabeanan) Identitas bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan kepabeanan (ekspor/impor). Fungsinya terintegrasi dalam NIB. NIB berlaku sebagai identitas tunggal untuk akses kepabeanan setelah diaktivasi. Integrasi ini secara signifikan memangkas jalur birokrasi, menghemat waktu, dan memberikan kepastian hukum yang lebih cepat bagi para pelaku usaha dalam memulai dan menjalankan bisnisnya di Indonesia. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan): Kini Terintegrasi dalam NIB Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia usaha, tentu sangat familiar dengan Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Sebelum era NIB dan sistem OSS diberlakukan, SIUP merupakan dokumen krusial dan menjadi izin wajib yang harus dimiliki oleh setiap badan usaha atau perorangan yang melakukan kegiatan usaha di sektor perdagangan. Fungsinya adalah sebagai bukti legalitas utama bahwa Anda diizinkan secara resmi oleh pemerintah untuk menjalankan aktivitas jual beli barang atau jasa. Namun, seiring dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan sistem perizinan berusaha terintegrasi melalui Online Single Submission (OSS), peran SIUP telah mengalami perubahan signifikan. Kini, fungsi SIUP untuk sebagian besar kegiatan usaha perdagangan telah terintegrasi ke dalam Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini sejalan dengan penerapan pendekatan perizinan berbasis risiko (sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021). Untuk kegiatan usaha perdagangan yang masuk dalam kategori risiko rendah dan menengah rendah, NIB secara otomatis berfungsi sebagai legalitas untuk memulai dan menjalankan operasional usaha Anda. Dengan demikian, NIB kini menjadi bukti legalitas utama bagi Anda untuk menjalankan kegiatan usaha perdagangan umum. Anda tidak perlu lagi mengurus SIUP secara terpisah jika kegiatan usaha Anda (berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia – KBLI) tergolong dalam kategori risiko rendah atau menengah rendah. Informasi penting yang sebelumnya tercantum dalam SIUP, seperti identitas perusahaan dan bidang usaha yang dijalankan, kini sudah tercakup dalam data yang Anda daftarkan saat mengajukan NIB melalui sistem OSS. Integrasi SIUP ke dalam NIB ini membawa angin segar berupa penyederhanaan proses yang signifikan, terutama bagi Anda yang baru merintis usaha. Proses memulai bisnis menjadi lebih cepat dan efisien karena Anda tidak lagi dibebani keharusan mengurus banyak dokumen izin dasar secara terpisah. Secara efektif, NIB kini tidak hanya berfungsi sebagai identitas tunggal, tetapi juga telah mengintegrasikan kewajiban pendaftaran usaha dagang yang sebelumnya salah satunya dibuktikan melalui SIUP. Perlu dicatat, meskipun NIB menggantikan SIUP untuk mayoritas kegiatan usaha perdagangan, untuk beberapa jenis usaha dengan tingkat risiko menengah tinggi atau tinggi, Anda mungkin masih memerlukan perizinan berusaha turunan (seperti Sertifikat Standar yang terverifikasi atau Izin) setelah NIB terbit, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk KBLI spesifik tersebut. TDP (Tanda Daftar Perusahaan): Tidak Perlu Diurus Terpisah Lagi Selain SIUP, dokumen lain yang dulu menjadi kewajiban dasar bagi setiap perusahaan yang berdiri di Indonesia adalah Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Sebelum adanya NIB, TDP berfungsi sebagai bukti otentik bahwa perusahaan Anda telah melakukan wajib daftar perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (dahulu diatur dalam UU No. 3 Tahun 1982). Setiap perusahaan, baik berbentuk CV, Firma, PT, Koperasi, hingga Perusahaan Perorangan, wajib memiliki TDP yang diterbitkan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan di tingkat Kabupaten/Kota. Kabar baiknya, sejalan dengan semangat penyederhanaan perizinan yang diusung melalui sistem OSS, kewajiban untuk mengurus dan memiliki TDP secara terpisah kini telah dihapuskan. Fungsi utama TDP sebagai penanda registrasi resmi sebuah perusahaan telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini berarti, begitu Anda mendapatkan NIB melalui sistem OSS, secara otomatis perusahaan Anda dianggap telah terdaftar secara resmi. Data-data penting terkait registrasi perusahaan yang sebelumnya tercantum dalam lembar TDP, seperti nama perusahaan, alamat kedudukan, status badan hukum/usaha, dan informasi identitas dasar lainnya, kini sudah tercakup secara digital dalam data NIB Anda di sistem OSS. Anda dapat melihat dan mengakses informasi ini kapan saja melalui akun OSS Anda. Penghapusan kewajiban TDP ini memberikan manfaat efisiensi administrasi yang sangat signifikan. Anda tidak perlu lagi melalui proses pengajuan TDP yang terpisah setelah akta pendirian disahkan, dan yang terpenting, Anda tidak perlu lagi repot melakukan perpanjangan TDP setiap 5 tahun sekali. Proses ini sebelumnya cukup

SELENGKAPNYA
Kbli usaha billiard

Kode KBLI Usaha Billiard: Nomor Resmi & Deskripsi Lengkap

Pentingnya Memahami Kode KBLI untuk Legalitas Usaha Billiard Anda Memulai bisnis di Indonesia, termasuk mendirikan usaha biliar yang menarik, tentu memerlukan perhatian pada aspek legalitas dan administrasi. Salah satu elemen fundamental yang menjadi dasar bagi berbagai proses perizinan dan kepatuhan hukum adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan singkatan KBLI. KBLI merupakan sistem pengkodean standar yang dikeluarkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengklasifikasikan jenis kegiatan ekonomi atau bidang usaha yang berjalan di Indonesia. Keberadaan KBLI sangat krusial karena menjadi acuan utama dalam berbagai tahapan administrasi bisnis. Mengapa mengetahui kode KBLI yang tepat begitu penting, khususnya bagi Anda yang ingin atau sedang menjalankan usaha biliar? Jawabannya sederhana: ketepatan kode KBLI adalah kunci kelancaran legalitas usaha Anda. Kode ini akan Anda gunakan saat mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS), mengurus izin-izin usaha turunan yang mungkin diperlukan, hingga dalam pelaporan pajak. Memilih kode KBLI yang spesifik dan sesuai dengan aktivitas utama bisnis biliar Anda akan menghindarkan Anda dari potensi masalah seperti penolakan permohonan izin, kesulitan dalam administrasi perpajakan, atau bahkan sanksi karena ketidaksesuaian klasifikasi usaha. Oleh karena itu, artikel ini dirancang khusus untuk membantu Anda memahami seluk-beluk KBLI untuk usaha biliar. Kami akan membahas secara rinci mengenai nomor kode KBLI yang resmi dan spesifik untuk penyediaan fasilitas biliar, menjabarkan deskripsi lengkap mengenai cakupan kegiatannya sesuai standar BPS, serta menyajikan informasi relevan lainnya yang Anda perlukan. Tujuan utama kami adalah memberdayakan Anda, para pemilik atau calon pengusaha biliar, dengan pengetahuan yang akurat mengenai KBLI. Dengan pemahaman yang benar, Anda dapat memastikan bahwa proses administrasi dan perizinan usaha biliar Anda berjalan sesuai dengan koridor peraturan yang berlaku di Indonesia, sehingga fondasi bisnis Anda kokoh dan operasional dapat berjalan dengan tenang dan lancar. Mengenal Apa Itu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Setelah memahami betapa pentingnya KBLI untuk legalitas usaha biliar Anda, mari kita telaah lebih dalam mengenai apa sebenarnya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) itu. Secara definitif, KBLI adalah sistem pengklasifikasian standar yang resmi digunakan di Indonesia untuk mengelompokkan berbagai jenis kegiatan ekonomi atau lapangan usaha. Sistem ini disusun, diterbitkan, dan diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menjadikannya acuan tunggal yang diakui pemerintah untuk identifikasi jenis usaha. Fungsi utama KBLI adalah menyediakan kerangka kerja yang seragam dan konsisten untuk mengklasifikasikan aktivitas ekonomi. Dengan adanya KBLI, berbagai instansi pemerintah, lembaga riset, dan pelaku usaha memiliki bahasa yang sama dalam menyebut dan mengkategorikan suatu bidang usaha. Struktur KBLI sendiri bersifat hierarkis, biasanya terdiri dari kode numerik 5 digit. Setiap digit mewakili tingkatan klasifikasi yang semakin spesifik, mulai dari kategori utama (1 digit pertama) hingga kelompok usaha yang paling rinci (5 digit). Dalam praktiknya di dunia administrasi bisnis, KBLI memegang peranan sentral. Kode KBLI inilah yang akan Anda pilih dan cantumkan ketika melakukan pendaftaran usaha untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Berdasarkan kode KBLI yang dipilih, sistem akan menentukan tingkat risiko usaha, jenis perizinan berusaha yang relevan, serta persyaratan lain yang harus dipenuhi. Selain itu, kode KBLI juga menjadi acuan penting bagi instansi perpajakan dalam mengidentifikasi jenis usaha dan potensi kewajiban pajaknya. Oleh karena itu, menggunakan kode KBLI yang paling sesuai dengan kegiatan utama bisnis Anda dan memastikan kode tersebut merupakan versi terbaru yang berlaku adalah hal yang mutlak. Kesalahan dalam pemilihan kode KBLI dapat berakibat fatal, mulai dari tertundanya proses pengurusan NIB dan izin usaha di sistem OSS, hingga potensi dikenakannya sanksi administratif oleh instansi terkait karena ketidaksesuaian data legalitas dengan aktivitas riil di lapangan. Memahami KBLI secara benar adalah langkah awal untuk menghindari masalah legalitas di kemudian hari. Kode KBLI Resmi dan Nomor Spesifik untuk Usaha Billiard Setelah memahami dasar-dasar KBLI dan perannya dalam administrasi bisnis, kini saatnya kita fokus pada informasi inti yang Anda cari: kode KBLI yang tepat untuk usaha penyediaan fasilitas biliar. Mengetahui nomor yang benar adalah langkah krusial agar klasifikasi usaha Anda akurat sejak awal. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kode KBLI yang secara spesifik ditujukan untuk usaha penyediaan fasilitas biliar adalah 93113. Nama resmi yang tercantum untuk kode KBLI ini adalah “Fasilitas Gelanggang atau Arena”. Mengapa kode ini yang digunakan? KBLI 93113 masuk dalam kategori yang lebih luas yang mencakup kegiatan penyediaan fasilitas untuk berbagai jenis olahraga, baik yang dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Kegiatan utama yang diklasifikasikan di bawah kode ini adalah pengoperasian fasilitas atau arena olahraga, termasuk penyediaan tempat dan sarana untuk bermain biliar bagi publik atau anggota. Penting untuk Anda catat bahwa fokus dari KBLI 93113 adalah pada penyediaan tempat atau fasilitasnya, bukan pada kegiatan pembuatan atau industri peralatan biliar itu sendiri. Jika bisnis Anda bergerak di bidang pembuatan meja biliar, stik, atau bola biliar, maka kode KBLI yang digunakan akan berbeda, yaitu 32401 (Industri Alat Permainan). Membedakan kedua hal ini sangat penting untuk menghindari kesalahan klasifikasi. Oleh karena itu, saat Anda melakukan pendaftaran usaha biliar Anda (sebagai tempat penyedia fasilitas bermain biliar) melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau mengurus perizinan berusaha lainnya, pastikan Anda memilih kode KBLI 93113 – Fasilitas Gelanggang atau Arena. Ini adalah kode resmi yang akan memastikan usaha Anda terklasifikasi dengan benar sesuai dengan kegiatan utamanya. Deskripsi Lengkap dan Cakupan Kegiatan KBLI 93113 untuk Usaha Billiard Setelah mengetahui bahwa kode KBLI yang tepat untuk usaha penyediaan fasilitas biliar adalah 93113 dengan nama resmi “Fasilitas Gelanggang atau Arena”, penting bagi Anda untuk memahami deskripsi lengkap dan cakupan kegiatan yang termasuk di dalamnya. Pemahaman ini akan memastikan Anda mengklasifikasikan bisnis secara akurat dan memenuhi persyaratan legalitas yang sesuai. Secara resmi, KBLI 93113 mencakup kelompok usaha yang menyediakan dan mengoperasikan fasilitas untuk kegiatan olahraga, baik yang dilakukan di darat, air, maupun udara, serta bisa berlokasi di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Fokus utama dari kode ini adalah pada penyediaan tempat atau arena yang dilengkapi dengan sarana pendukung dasar agar kegiatan olahraga dapat dilaksanakan. Dalam konteks usaha biliar Anda, cakupan KBLI 93113 secara eksplisit meliputi kegiatan inti sebagai berikut: Penyediaan tempat bermain

SELENGKAPNYA
black scientific calculator, orange, and notebook on table

5 Cara Mengatasi Nomor EFIN Pajak Lupa Dengan Mudah

Apa Itu EFIN dan Mengapa Anda Membutuhkannya? Pernahkah Anda merasa panik saat hendak melaporkan pajak secara online, namun tiba-tiba lupa nomor EFIN Anda? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Lupa EFIN adalah hal yang cukup umum terjadi. Namun, sebelum kita membahas cara mengatasinya, mari pahami dulu apa sebenarnya EFIN itu dan mengapa nomor ini begitu penting. EFIN, singkatan dari Electronic Filing Identification Number, adalah nomor identitas digital unik yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk setiap Wajib Pajak, baik orang pribadi maupun badan. Anggap saja EFIN ini seperti ‘kunci’ pribadi Anda untuk masuk ke dalam sistem perpajakan digital Indonesia. Fungsi utama EFIN sangat krusial dalam era digitalisasi perpajakan saat ini. Anda membutuhkannya untuk: Aktivasi Akun DJP Online: Saat pertama kali mendaftar atau mengaktifkan akun di portal DJP Online (djponline.pajak.go.id), Anda wajib memasukkan EFIN. Tanpa aktivasi ini, Anda tidak bisa menggunakan layanan di dalamnya. Lapor SPT Tahunan Secara Online (e-Filing): EFIN adalah salah satu syarat untuk dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Anda melalui platform e-Filing yang disediakan DJP atau Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) lainnya. Akses Layanan Pajak Digital Lainnya: EFIN juga seringkali diperlukan untuk mengakses berbagai fitur dan layanan perpajakan elektronik lain yang terus dikembangkan oleh DJP. Lalu, apa konsekuensi jika Anda lupa nomor EFIN? Dampaknya cukup signifikan. Anda tidak akan bisa login ke akun DJP Online Anda. Ini berarti Anda tidak dapat melaporkan SPT Tahunan secara elektronik, yang merupakan metode pelaporan yang dianjurkan dan seringkali lebih praktis. Keterlambatan atau kegagalan lapor pajak tentu dapat menimbulkan kendala administratif lebih lanjut. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mengatasi masalah lupa EFIN ini. Menemukan kembali nomor EFIN Anda akan memastikan kelancaran pemenuhan kewajiban perpajakan Anda, terutama menjelang batas waktu pelaporan SPT. Jangan khawatir, proses mendapatkan kembali EFIN tidaklah rumit. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah melalui 5 cara mudah dan resmi untuk memperoleh kembali nomor EFIN pajak Anda yang terlupa, sesuai dengan prosedur yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. 1. Melalui Email ke KPP Terdaftar Salah satu cara resmi dan cukup praktis untuk mendapatkan kembali nomor EFIN Anda yang terlupa adalah dengan mengirimkan permohonan melalui email langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda terdaftar sebagai Wajib Pajak. Metode ini cocok bagi Anda yang tidak sempat datang langsung ke kantor pajak. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda ikuti: Cari Alamat Email KPP Anda: Langkah pertama adalah mengetahui alamat email resmi KPP tempat NPWP Anda terdaftar. Anda dapat menemukannya dengan mudah melalui direktori unit kerja yang tersedia di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, yaitu pajak.go.id. Pastikan Anda mengirim email ke KPP yang benar sesuai dengan lokasi pendaftaran NPWP Anda. Tulis Email Permohonan: Buat email baru dengan subjek (judul email) yang jelas, yaitu: “Permohonan EFIN”. Hal ini akan membantu petugas KPP mengidentifikasi tujuan email Anda dengan cepat. Sertakan Data Diri di Badan Email: Di dalam badan email, cantumkan data diri Anda secara lengkap untuk keperluan verifikasi. Data yang wajib Anda sertakan adalah: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Anda Nama Lengkap (sesuai KTP) Alamat tempat tinggal (sesuai KTP) Alamat email aktif yang Anda gunakan saat ini (penting untuk menerima balasan) Nomor telepon atau ponsel aktif yang bisa dihubungi Lampirkan Swafoto (Selfie) Verifikasi: Ini adalah langkah krusial untuk memastikan keamanan data Anda. Anda perlu melampirkan sebuah foto swafoto (selfie) sambil memegang KTP asli dan kartu NPWP asli Anda. Pastikan wajah Anda terlihat jelas dalam foto tersebut, dan yang terpenting, data yang tertera pada KTP (terutama NIK dan nama) serta NPWP (nama dan nomor NPWP) juga harus terlihat jelas, tidak buram, dan dapat dibaca oleh petugas. Foto ini digunakan sebagai bukti bahwa permohonan memang diajukan oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. Kirim dan Tunggu Balasan: Setelah semua data lengkap dan swafoto terlampir, kirimkan email tersebut ke alamat email KPP terdaftar Anda. Selanjutnya, Anda perlu menunggu balasan dari pihak KPP. Petugas akan melakukan verifikasi data yang Anda kirimkan. Jika data valid, mereka akan mengirimkan nomor EFIN Anda melalui email balasan. Perlu diingat bahwa waktu respons dari KPP dapat bervariasi tergantung pada volume permohonan yang mereka terima. Pastikan Anda mengirimkan email dari alamat email aktif yang sering Anda periksa, karena nomor EFIN akan dikirimkan ke alamat email tersebut. 2. Menghubungi Kring Pajak (1500200) Jika Anda lebih nyaman berkomunikasi langsung melalui telepon atau mungkin tidak memiliki akses mudah ke email saat itu, menghubungi layanan call center resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah pilihan yang sangat tepat. Layanan ini dikenal dengan nama Kring Pajak dan dapat diakses melalui nomor 1500200. Perlu dicatat, berdasarkan informasi dari DJP, layanan lupa EFIN melalui telepon ini secara spesifik ditujukan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendapatkan EFIN Anda melalui Kring Pajak: Hubungi Nomor Resmi: Gunakan telepon Anda untuk menghubungi nomor 1500200. Pastikan Anda menelepon pada jam kerja resmi layanan Kring Pajak agar panggilan Anda dapat dilayani oleh petugas. Informasi jam layanan biasanya tersedia di situs resmi pajak.go.id. Siapkan Data Diri Anda: Sebelum melakukan panggilan, sangat penting untuk menyiapkan data-data yang akan dibutuhkan untuk proses verifikasi. Siapkan data berikut agar proses berjalan lancar: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nama Lengkap (sesuai KTP) Alamat tempat tinggal (sesuai data terdaftar di DJP/KTP) Nomor telepon/ponsel yang terdaftar Alamat email yang terdaftar saat registrasi EFIN atau akun DJP Online Proses Verifikasi oleh Petugas: Saat terhubung dengan petugas Kring Pajak, sampaikan bahwa Anda lupa nomor EFIN dan ingin mendapatkannya kembali. Petugas kemudian akan melakukan proses verifikasi dengan menanyakan beberapa data diri yang telah Anda siapkan tadi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa permintaan EFIN diajukan oleh Wajib Pajak yang sah dan untuk melindungi kerahasiaan data Anda. Penerimaan Nomor EFIN: Jika data yang Anda sebutkan cocok dan sesuai dengan data yang tersimpan dalam sistem DJP (verifikasi berhasil), petugas akan langsung menyebutkan nomor EFIN Anda melalui sambungan telepon tersebut. Catat Nomor EFIN: Ini langkah yang tidak boleh terlewat. Segera setelah petugas menyebutkan nomor EFIN Anda, catatlah dengan cermat dan benar. Pastikan Anda menyimpannya di tempat yang aman namun mudah Anda temukan kembali saat dibutuhkan di kemudian hari. Menghubungi Kring Pajak merupakan cara yang relatif cepat untuk mendapatkan EFIN kembali, terutama jika Anda sudah menyiapkan semua data yang

SELENGKAPNYA
HPP perusahaan manufaktur

Cara Hitung HPP Perusahaan Manufaktur

Hitung HPP (Harga Pokok Penjualan) merupakan salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan manufaktur. HPP menggambarkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual. Mengetahui cara menghitung HPP dengan tepat sangat vital, karena hal ini berpengaruh pada pengambilan keputusan bisnis yang strategis. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara rinci cara hitung HPP pada perusahaan manufaktur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Apa itu HPP dalam Perusahaan Manufaktur? Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang yang dijual dalam periode tertentu. Bagi perusahaan manufaktur, HPP melibatkan semua biaya yang terkait dengan proses produksi, mulai dari bahan baku hingga biaya tenaga kerja langsung. HPP sangat penting untuk mengetahui margin keuntungan perusahaan dan untuk perencanaan keuangan yang lebih efisien. Komponen Biaya dalam Perhitungan HPP Ada tiga komponen utama yang harus dipertimbangkan dalam menghitung HPP perusahaan manufaktur: Langkah-langkah Cara Menghitung HPP Perusahaan Manufaktur Untuk menghitung HPP perusahaan manufaktur, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti: 2. Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung 3. Menentukan Biaya Overhead Pabrik Menghitung HPPSetelah semua komponen biaya terkumpul, Anda dapat menghitung HPP dengan rumus berikut: HPP = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik Dengan mengetahui HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual yang menguntungkan serta mengevaluasi efisiensi operasional mereka. Contoh Perhitungan HPP Perusahaan Manufaktur Misalkan perusahaan manufaktur Anda memproduksi sepatu. Berikut adalah rincian biaya untuk bulan tertentu: Maka, HPP untuk bulan tersebut adalah: HPP = Rp 100.000.000 + Rp 50.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 170.000.000 Dengan menghitung HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual yang tepat dan menghitung margin keuntungan. Mengapa Perhitungan HPP Penting bagi Perusahaan Manufaktur? Kesimpulan Menghitung HPP pada perusahaan manufaktur adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bisnis tetap berjalan efisien dan menguntungkan. Dengan memahami cara menghitung HPP dan komponen-komponen yang terlibat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai harga jual, pengendalian biaya, dan perencanaan keuangan. Jangan ragu untuk melakukan evaluasi berkala terhadap HPP untuk memastikan bahwa bisnis Anda tetap kompetitif di pasar. Dengan mengikuti panduan ini, Anda kini dapat melakukan perhitungan HPP dengan lebih akurat dan efektif untuk perusahaan manufaktur Anda.

SELENGKAPNYA
Cara Menghitung Hpp Perusahaan Dagang + Contoh

Panduan Lengkap Cara Menghitung Hpp Perusahaan Dagang + Contoh

Apa Itu HPP Perusahaan Dagang dan Mengapa Penting? Bagi Anda yang menjalankan perusahaan dagang—yaitu bisnis yang fokus pada pembelian dan penjualan kembali barang tanpa mengubah bentuknya secara signifikan—memahami Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah hal yang fundamental. Berbeda dengan perusahaan manufaktur yang memproduksi barangnya sendiri, HPP perusahaan dagang secara spesifik mengacu pada total biaya langsung yang Anda keluarkan untuk memperoleh barang dagangan yang telah berhasil dijual selama periode akuntansi tertentu. Sederhananya, ini adalah biaya modal atas barang yang sudah laku. Lalu, mengapa perhitungan HPP yang akurat begitu krusial bagi perusahaan dagang? Ada beberapa alasan utama: Menentukan Laba Kotor: HPP adalah komponen kunci untuk menghitung laba kotor (Pendapatan Penjualan – HPP). Laba kotor menunjukkan profitabilitas dasar dari aktivitas jual beli barang Anda sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya. Tanpa angka HPP yang tepat, Anda tidak akan tahu seberapa menguntungkan penjualan produk Anda sebenarnya. Dasar Penetapan Harga Jual: Mengetahui biaya pokok setiap barang yang terjual adalah dasar penting dalam menetapkan harga jual. Harga jual harus cukup tinggi untuk menutupi HPP, biaya operasional lainnya, dan tentunya memberikan margin keuntungan yang Anda inginkan, sambil tetap bersaing di pasar. Kesalahan menghitung HPP bisa menyebabkan Anda menetapkan harga terlalu rendah (rugi) atau terlalu tinggi (tidak laku). Memahami HPP bukan hanya soal angka di laporan keuangan, tetapi juga tentang pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Dalam panduan lengkap ini, kita akan mengupas tuntas cara menghitung HPP khusus untuk perusahaan dagang. Kita akan mulai dengan mengenali komponen-komponen utama yang terlibat, seperti Persediaan Awal Barang Dagang, Pembelian Bersih selama periode, dan Persediaan Akhir Barang Dagang. Setelah itu, kita akan masuk ke langkah-langkah perhitungan praktisnya secara bertahap agar Anda mudah memahaminya dan menerapkannya pada bisnis Anda. Komponen Utama dalam Menghitung HPP Perusahaan Dagang Setelah memahami apa itu HPP dan mengapa perhitungannya sangat vital bagi perusahaan dagang Anda, langkah selanjutnya adalah mengenali elemen-elemen penyusunnya. Sebelum Anda dapat menghitung HPP secara akurat, Anda perlu memahami 3 komponen fundamental yang menjadi dasar perhitungannya. Ketiga komponen ini saling terkait dan merepresentasikan aliran biaya barang dagangan dalam bisnis Anda selama satu periode akuntansi. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai masing-masing komponen: Persediaan Awal Barang Dagang (Beginning Inventory)Ini adalah nilai total dari seluruh stok barang dagangan yang Anda miliki dan siap untuk dijual pada awal periode akuntansi (misalnya, awal bulan atau awal tahun). Angka persediaan awal periode ini sama dengan nilai persediaan akhir dari periode akuntansi sebelumnya. Anda biasanya dapat menemukan nilai ini pada neraca periode sebelumnya atau neraca saldo awal periode berjalan. Pembelian Bersih (Net Purchases)Komponen ini mewakili total biaya yang Anda keluarkan untuk memperoleh barang dagangan selama periode akuntansi berjalan, setelah memperhitungkan berbagai penyesuaian. Ini bukan sekadar total harga beli barang, tetapi mencakup semua biaya yang terkait langsung dengan perolehan barang tersebut hingga siap dijual, dikurangi dengan pengembalian atau diskon yang Anda terima. Rinciannya adalah: Pembelian Kotor: Total nilai pembelian barang dagang sebelum penyesuaian. Biaya Angkut Pembelian (Freight-In): Biaya transportasi atau ongkos kirim yang Anda tanggung untuk mendatangkan barang dagangan dari pemasok ke gudang Anda. Biaya ini menambah harga perolehan barang. Retur Pembelian (Purchase Returns): Nilai barang dagangan yang Anda kembalikan kepada pemasok (misalnya karena rusak atau tidak sesuai pesanan). Ini mengurangi total biaya pembelian. Potongan Pembelian (Purchase Discounts): Diskon atau potongan harga yang Anda dapatkan dari pemasok (misalnya karena membayar lebih awal). Ini juga mengurangi total biaya pembelian. Secara ringkas, rumus untuk menghitung Pembelian Bersih adalah: Pembelian Bersih = (Total Pembelian Kotor + Biaya Angkut Pembelian) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian) Angka Pembelian Bersih inilah yang mencerminkan biaya riil penambahan barang dagangan selama periode tersebut. Persediaan Akhir Barang Dagang (Ending Inventory)Ini adalah nilai total dari seluruh stok barang dagangan yang masih tersisa di gudang Anda dan belum terjual pada akhir periode akuntansi. Nilai persediaan akhir biasanya ditentukan melalui perhitungan fisik stok (stock opname) dan metode penilaian persediaan yang Anda gunakan (misalnya FIFO, LIFO, atau Average). Persediaan akhir ini penting karena merepresentasikan biaya barang yang belum menjadi beban (belum terjual) pada periode tersebut dan akan menjadi persediaan awal untuk periode akuntansi berikutnya. Memahami ketiga komponen ini—nilai barang di awal periode, biaya bersih penambahan barang selama periode, dan nilai barang yang tersisa di akhir periode—adalah kunci utama sebelum Anda melangkah ke rumus perhitungan HPP itu sendiri. Berikut ringkasannya dalam tabel: Komponen HPP Deskripsi Singkat Persediaan Awal Barang Dagang Nilai stok barang yang tersedia di awal periode akuntansi. Pembelian Bersih Total biaya perolehan barang dagang selama periode, setelah ditambah biaya angkut dan dikurangi retur serta potongan pembelian. Persediaan Akhir Barang Dagang Nilai stok barang yang belum terjual dan tersisa di akhir periode akuntansi. Dengan pemahaman yang kuat tentang setiap komponen ini, Anda akan lebih siap untuk melakukan perhitungan HPP dengan benar dan mendapatkan angka yang akurat untuk analisis bisnis Anda. Langkah-Langkah Praktis Menghitung HPP Perusahaan Dagang Setelah Anda memahami komponen-komponen fundamental yang membentuk Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk perusahaan dagang, kini saatnya kita masuk ke inti proses perhitungannya. Bagian ini akan menguraikan bagaimana Anda dapat menghitung HPP secara sistematis melalui langkah-langkah yang praktis dan mudah diikuti. Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah untuk memastikan Anda mendapatkan angka HPP yang akurat. Angka ini, seperti yang telah dibahas sebelumnya, sangat krusial untuk analisis profitabilitas dan penetapan harga jual produk Anda. Dengan mengikuti urutan yang benar, Anda dapat meminimalkan kesalahan dan menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal. Secara garis besar, proses perhitungan HPP untuk perusahaan dagang melibatkan tiga tahapan utama yang berurutan: Menghitung Pembelian Bersih: Langkah pertama adalah menentukan total biaya bersih perolehan barang dagangan selama periode berjalan. Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian komponen, ini melibatkan perhitungan total pembelian kotor, ditambah biaya angkut pembelian, lalu dikurangi retur dan potongan pembelian. Hasil dari langkah ini adalah nilai Pembelian Bersih yang akan digunakan pada tahap selanjutnya. Menghitung Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD): Setelah mengetahui nilai Pembelian Bersih, langkah berikutnya adalah menjumlahkannya dengan nilai Persediaan Awal Barang Dagang. Hasil penjumlahan ini menunjukkan total nilai barang dagangan yang secara teoritis siap atau tersedia untuk Anda jual selama periode akuntansi tersebut. Menghitung HPP Final: Langkah terakhir adalah menentukan berapa nilai dari barang yang tersedia untuk dijual tersebut yang benar-benar sudah laku terjual. Ini dilakukan

SELENGKAPNYA
Friendly interaction among restaurant workers and patrons indoors.

7 Bisnis UMKM yang Go Internasional

Pendahuluan: UMKM Indonesia yang Mendunia Mungkin kamu sering mendengar istilah “UMKM go internasional,” tapi apa sebenarnya artinya? Sederhananya, UMKM go internasional adalah UMKM yang berhasil memperluas jangkauan bisnisnya, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga hingga ke pasar luar negeri. Produk-produk mereka diminati dan digunakan oleh konsumen di berbagai negara. Tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan inspirasi sekaligus strategi bagi kamu, para pelaku UMKM di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa bersaing di pasar global bukanlah hal yang mustahil. Dengan strategi yang tepat, produk-produk UMKM Indonesia punya potensi besar untuk unjuk gigi di kancah internasional. Artikel ini akan membahas 7 contoh studi kasus UMKM yang telah sukses menembus pasar internasional. Kami akan mengupas tuntas strategi kunci keberhasilan mereka, mulai dari inovasi produk, pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga strategi pemasaran yang mereka terapkan. Harapannya, kamu bisa belajar dari kisah sukses mereka dan menerapkannya pada bisnismu sendiri. Mi Telur Asal Sidoarjo: Memenuhi Standar Kualitas Internasional Salah satu contoh gemilang dari UMKM Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional adalah produk Mi Telur asal Sidoarjo. Mungkin kamu penasaran, bagaimana produk mi telur bisa sampai diekspor? Kuncinya terletak pada pemenuhan standar kualitas internasional yang ketat. CV Indigo Sejahtera, produsen mi telur yang berlokasi di Jalan Raya Lebo, Kabupaten Sidoarjo, membuktikan bahwa kualitas adalah kunci utama untuk bersaing di pasar global (Alamisharia.co.id, n.d.; Antaranews.com, n.d.; Bisnis.com, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Ekspor perdana mi telur ini ke Jeddah, Arab Saudi, pada September 2022 lalu menjadi tonggak sejarah bagi CV Indigo Sejahtera. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung mengirimkan satu kontainer berukuran 40 kaki. Keberhasilan ini tidak lepas dari sertifikasi Saudi Food and Drug Authority (SFDA) yang telah dikantongi oleh CV Indigo Sejahtera untuk produk mi telur berbahan dasar sayuran mereka (Alamisharia.co.id, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Sertifikasi SFDA ini menjadi bukti bahwa produk mereka telah memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga membuka pintu ekspor ke negara tersebut. Lebih lanjut lagi, permintaan ekspor yang besar juga menjadi pendorong bagi CV Indigo Sejahtera untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini, mereka bahkan sedang berupaya memenuhi permintaan ekspor hingga 112 ton atau setara dengan 8 kontainer ke Jeddah (Alamisharia.co.id, n.d.; Ukmsumut.id, n.d.). Ini menunjukkan bahwa produk mi telur asal Sidoarjo ini tidak hanya sekadar “lewat” di pasar internasional, tetapi benar-benar diminati dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. siPutri (Batik Asal Semarang): Produksi dan Pemasaran yang Berkelanjutan Contoh sukses UMKM go internasional berikutnya datang dari Semarang, yaitu siPutri, sebuah merek batik yang mengusung konsep berkelanjutan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa yang membuat batik siPutri ini berbeda dan diminati pasar internasional? Kuncinya terletak pada komitmen mereka terhadap kelestarian lingkungan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Berbeda dengan batik pada umumnya, siPutri menggunakan bahan pewarna alami dalam setiap helai kainnya. Mereka memanfaatkan berbagai jenis tanaman seperti daun ketapang, kulit buah jolawe, kayu tingi, dan mahoni. Dengan menggunakan pewarna alami, siPutri tidak hanya menghasilkan warna-warna yang indah dan unik, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pembeli dari luar negeri, seperti Jerman, Kanada, Singapura, dan Dubai, sangat menghargai produk-produk dengan pewarna alami seperti ini. Tidak hanya itu, siPutri juga sangat memperhatikan pengelolaan limbah produksinya. Mereka menerapkan prinsip *reduce, reuse, recycle* secara konsisten. Misalnya, alih-alih menggunakan plastik, siPutri memilih tas pembungkus dari kertas daur ulang. Kancing bajunya pun terbuat dari batok kelapa tanpa proses *finishing* yang berlebihan. Bahkan, limbah cair sisa pewarnaan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, limbah padat diolah menjadi pupuk, dan kain sisa diubah menjadi produk bernilai tambah seperti tas, masker, dan barang lainnya. Lalu, bagaimana siPutri memasarkan produknya hingga bisa menembus pasar internasional? Mereka menggunakan berbagai saluran, mulai dari yang tradisional hingga modern. siPutri aktif mengikuti pameran-pameran kerajinan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, mereka juga memanfaatkan kekuatan media sosial, *website*, dan *e-commerce* untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan strategi pemasaran yang komprehensif ini, siPutri berhasil menarik perhatian pembeli dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia. Bepahkupi (Bekah Kupi): Kopi Indonesia yang Mendunia Kamu mungkin penasaran, bagaimana caranya produk kopi lokal bisa bersaing di pasar internasional? Bepahkupi, atau yang lebih dikenal dengan Bekah Kupi, punya jawabannya. UMKM asal Jakarta ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan fokus pada kualitas, produk kopi Indonesia bisa unjuk gigi di kancah global. Sejak 2020, produk kopi mereka telah berhasil diekspor ke berbagai negara, seperti Mesir, Amerika Serikat, dan Kazakhstan. Meskipun baru berdiri sejak 2019, Bepahkupi tidak main-main dalam menjaga kualitas produknya. Mereka menjalin kerja sama langsung dengan para petani kopi dari berbagai daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, seperti Lintong, Gayo, dan Wamena. Dengan melibatkan petani secara langsung, Bepahkupi tidak hanya mendapatkan biji kopi berkualitas tinggi, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Bepahkupi menawarkan tiga jenis produk utama yang menjadi andalan mereka, yaitu kopi bubuk, *roasted beans*, dan *grind beans*. Untuk memasarkan produknya, mereka menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu *Business-to-Business* (B2B) dan *Business-to-Consumer* (B2C). Strategi B2B memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan bisnis lain, seperti kafe, restoran, atau distributor. Sementara itu, strategi B2C memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan konsumen akhir melalui penjualan *online* atau *offline*. Kunci keberhasilan Bepahkupi dalam menembus pasar internasional terletak pada dua hal utama: kualitas biji kopi dan hubungan baik dengan petani. Dengan menjaga kualitas produk dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani, Bepahkupi berhasil membangun citra positif sebagai produsen kopi berkualitas tinggi yang peduli terhadap keberlanjutan. Tas Kuralin: Kerajinan Tangan Lokal dengan Sentuhan Tradisional Mungkin kamu pernah mendengar tentang Tas Kuralin? Produk kerajinan tangan asal Pesisir Barat, Lampung ini, berhasil membuktikan bahwa produk lokal dengan sentuhan tradisional juga bisa unjuk gigi di pasar internasional. Tas Kuralin menjadi salah satu produk unggulan UMKM di Kabupaten Pesisir Barat dan telah dikenal luas hingga ke luar negeri, bahkan sampai ke Prancis (Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan setempat, n.d.). Apa yang membuat Tas Kuralin begitu istimewa? Pertama, tas ini diproduksi dengan tujuan mulia, yaitu untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Para ibu-ibu di lingkungan setempat diajak untuk belajar membuat tas, dan ternyata responsnya sangat positif. Dengan demikian, produksi Tas Kuralin tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan dampak

SELENGKAPNYA
cara umkm mendapatkan modal

7 Cara Umkm Mendapatkan Modal: Mudah, Cepat & Aman

Pendahuluan: Mengapa Modal Penting untuk UMKM? Anda mungkin sering mendengar istilah UMKM, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tapi, tahukah Anda seberapa besar peran UMKM dalam perekonomian Indonesia? UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, UMKM dikategorikan berdasarkan aset dan omset. Usaha mikro memiliki aset maksimal Rp50 juta dan omset tahunan maksimal Rp300 juta. Usaha kecil memiliki aset antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan omset tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Sedangkan usaha menengah memiliki aset antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar, dengan omset tahunan antara Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar. Data menunjukkan bahwa UMKM menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, UMKM menciptakan lapangan kerja yang sangat besar dan menjadi penggerak utama roda ekonomi negara. Namun, di balik kontribusi besarnya, UMKM sering kali menghadapi tantangan klasik, yaitu keterbatasan modal. Modal ibarat bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Tanpa modal yang cukup, UMKM sulit untuk meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pasar, berinovasi, atau bahkan sekadar bertahan di tengah persaingan yang ketat. Kabar baiknya, ada berbagai cara bagi Anda, para pelaku UMKM, untuk mendapatkan modal yang dibutuhkan. Artikel ini akan membahas 7 cara mudah, cepat, dan aman untuk mendapatkan modal usaha, antara lain: Mengurus Legalitas Usaha Memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mencari Investor/Partner Usaha Menggunakan Platform Crowdfunding Menggunakan Tabungan Pribadi/Pinjaman Keluarga Mengajukan Bantuan Pemerintah (BPUM) Mengajukan Proposal ke Dinas/Kementerian UKM Alternatif Pendanaan: Fintech Lending Selain itu, artikel ini juga akan membahas pentingnya pengelolaan cash flow dan perencanaan keuangan yang matang. Dengan memahami berbagai opsi pendanaan dan strategi pengelolaan keuangan, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan UMKM Anda. Mengurus Legalitas Usaha: Langkah Awal yang Krusial Salah satu langkah terpenting, dan sering terlewatkan, dalam mendapatkan modal usaha adalah mengurus legalitas usaha Anda. Mengapa ini begitu penting? Lembaga keuangan dan investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki legalitas yang jelas. Dengan memiliki badan usaha yang sah, seperti Perseroan Terbatas (PT) atau PT Perorangan, Anda menunjukkan bahwa bisnis Anda serius, profesional, dan memiliki struktur yang jelas. Ini akan meningkatkan kepercayaan (trust) dan mengurangi risiko di mata pemberi pinjaman atau investor. Proses pengurusan legalitas usaha mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen, seperti akta pendirian, NPWP perusahaan, dan izin usaha terkait. Anda bisa mengurusnya sendiri atau menggunakan jasa profesional. Saat ini banyak penyedia jasa yang menawarkan bantuan pengurusan legalitas usaha dengan berbagai pilihan paket dan harga yang bisa di sesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Beberapa contoh UMKM yang berhasil mendapatkan modal setelah memiliki legalitas usaha: Sebuah startup kuliner yang awalnya beroperasi dari rumah berhasil mendapatkan pinjaman dari bank setelah mengubah statusnya menjadi PT. Legalitas ini meyakinkan bank bahwa usaha tersebut memiliki potensi dan dikelola secara profesional. Sebuah usaha kerajinan tangan yang awalnya hanya menjual produknya secara online berhasil menarik investor setelah memiliki legalitas PT Perorangan. Investor melihat bahwa usaha ini memiliki rencana bisnis yang jelas dan terstruktur. Sebuah toko online pakaian yang awalnya hanya berjualan melalui media sosial berhasil mendapatkan pendanaan dari platform crowdfunding setelah memiliki legalitas usaha. Legalitas ini meningkatkan kepercayaan para calon pemberi dana. Memilih jenis badan usaha yang tepat juga penting. Untuk UMKM, PT Perorangan bisa menjadi pilihan yang menarik karena proses pendiriannya lebih sederhana dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan PT biasa. Namun, jika Anda memiliki rencana untuk mengembangkan usaha Anda menjadi lebih besar di masa depan, PT mungkin lebih cocok. Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Solusi Modal dari Pemerintah Salah satu program pemerintah yang sangat membantu UMKM dalam mendapatkan modal adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi dengan suku bunga rendah yang disubsidi oleh pemerintah. Ini menjadi pilihan menarik karena beban bunga yang lebih ringan dibandingkan pinjaman komersial pada umumnya, sehingga tidak terlalu membebani arus kas usaha Anda. Mengapa KUR begitu diminati? Karena pemerintah ingin mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau, diharapkan UMKM dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara. Jenis-Jenis KUR Ada beberapa jenis KUR yang bisa Anda manfaatkan, tergantung pada skala usaha dan kebutuhan Anda: KUR Mikro: Ditujukan untuk usaha mikro dengan plafon maksimal Rp50 juta. KUR Kecil: Untuk usaha kecil dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. KUR TKI: Khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri, dengan plafon maksimal Rp25 juta. Masing-masing jenis KUR memiliki persyaratan dan ketentuan yang sedikit berbeda. Namun, secara umum, ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi: Syarat dan Ketentuan Umum Pengajuan KUR Usaha Anda telah berjalan minimal 6 bulan. Anda memiliki legalitas usaha (minimal Surat Keterangan Usaha/SKU). Anda tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor). Anda memiliki agunan (untuk KUR Kecil). Agunan tidak diwajibkan untuk KUR Mikro. Anda memiliki NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta). Bank Penyalur KUR dan Cara Menghubunginya KUR disalurkan melalui berbagai bank, baik bank pemerintah (Himbara) maupun bank swasta. Beberapa bank penyalur KUR yang utama antara lain: Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Tabungan Negara (BTN) Bank Central Asia (BCA) Bank Danamon Dan bank-bank lainnya. Anda bisa menghubungi bank-bank tersebut melalui *call center*, *website*, atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas bank mengenai detail program KUR, persyaratan, dan proses pengajuannya. Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui Meskipun KUR dirancang untuk memudahkan UMKM, tetap ada proses seleksi yang harus Anda lalui. Berikut beberapa tips agar pengajuan KUR Anda disetujui: Siapkan dokumen dengan lengkap dan rapi. Pastikan semua dokumen yang disyaratkan sudah Anda siapkan sebelum mengajukan. Buat laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan yang rapi dan transparan akan menunjukkan bahwa usaha Anda dikelola dengan baik. Anda bisa menggunakan *software* akuntansi *online* seperti Mekari Jurnal untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan. Jaga reputasi kredit Anda. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat kredit macet atau masalah keuangan lainnya. Siapkan rencana bisnis yang jelas. Tunjukkan kepada bank bagaimana Anda akan menggunakan dana KUR untuk mengembangkan usaha Anda. Bersikap proaktif. Jangan ragu untuk bertanya

SELENGKAPNYA