Day: February 8, 2023

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

Panduan Dasar Beternak dengan Cara Mudah dan Menguntungkan

Beternak merupakan salah satu usaha yang memiliki potensi besar di bidang agribisnis. Dengan permintaan pasar yang stabil dan peluang keuntungan yang menjanjikan, banyak orang tertarik untuk terjun ke dalam dunia peternakan. Baik itu beternak unggas, sapi, kambing, atau bahkan hewan kecil seperti marmut, semua memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek penting dalam usaha ternak, mulai dari jenis hewan yang cocok diternakkan, cara perawatan, hingga keuntungan yang bisa diperoleh. Jenis-Jenis Hewan Ternak yang Menguntungkan Sebelum memulai usaha peternakan, penting untuk menentukan jenis hewan yang akan diternakkan. Berikut adalah beberapa pilihan hewan ternak yang populer dan menguntungkan: 1. Ternak Ayam (Pedaging dan Petelur) Ayam adalah salah satu hewan ternak paling populer dan mudah dipelihara. Ada dua jenis utama dalam beternak ayam, yaitu: Potensi Keuntungan:Beternak ayam, terutama ayam petelur, bisa memberikan pendapatan rutin harian dari hasil penjualan telur. Sementara ayam pedaging bisa memberikan keuntungan dalam waktu singkat karena siklus panennya yang cepat. 2. Ternak Sapi (Potong dan Perah) Sapi memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk produksi daging maupun susu. Potensi Keuntungan:Meskipun modal awal cukup besar, ternak sapi bisa memberikan keuntungan besar, terutama untuk jangka panjang. Peternak sapi perah bisa memperoleh penghasilan harian dari penjualan susu, sementara peternak sapi potong bisa mendapatkan keuntungan besar saat panen. 3. Ternak Kambing dan Domba Kambing dan domba menjadi pilihan ternak yang menarik karena perawatannya relatif lebih mudah dibandingkan sapi. Potensi Keuntungan:Beternak kambing dan domba bisa menjadi usaha yang menguntungkan karena permintaan daging yang tinggi, terutama di musim tertentu seperti Idul Adha. Selain itu, biaya pemeliharaan relatif lebih rendah dibandingkan sapi. 4. Ternak Ikan (Air Tawar dan Laut) Budidaya ikan adalah salah satu usaha peternakan dengan potensi keuntungan tinggi, terutama karena pertumbuhannya cepat dan permintaan pasar yang tinggi. Beberapa jenis ikan yang populer untuk dibudidayakan: Potensi Keuntungan:Budidaya ikan bisa memberikan keuntungan besar dengan modal yang relatif kecil. Jenis ikan seperti lele dan nila cocok untuk pemula karena mudah dipelihara dan cepat panen. 5. Memelihara Marmut Selain hewan ternak besar, ada juga usaha memelihara marmut yang bisa menjadi pilihan menarik, terutama bagi mereka yang ingin mencoba usaha ternak dalam skala kecil. Potensi Keuntungan:Marmut bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, terutama sebagai hewan peliharaan. Dengan biaya pemeliharaan yang rendah dan tingkat reproduksi yang cepat, usaha ini bisa menjadi alternatif bisnis ternak yang menguntungkan. Tips Sukses dalam Beternak Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam usaha peternakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Memilih Bibit yang Berkualitas Bibit atau anakan yang baik akan sangat menentukan keberhasilan usaha ternak. Pilihlah bibit yang sehat, aktif, dan memiliki rekam jejak genetik yang baik. 2. Menyediakan Kandang yang Sesuai Setiap jenis hewan memiliki kebutuhan kandang yang berbeda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah: 3. Pemberian Pakan yang Tepat Pakan merupakan faktor utama dalam pertumbuhan dan kesehatan hewan ternak. Pastikan pakan yang diberikan mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan hewan. 4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penyakit bisa menjadi ancaman besar dalam peternakan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah: 5. Manajemen Keuangan yang Baik Untuk sukses dalam beternak, penting untuk mengelola keuangan dengan baik. Catat semua pemasukan dan pengeluaran, serta lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan usaha. Keuntungan dari Usaha Peternakan Beternak memiliki banyak keuntungan, baik dari segi ekonomi maupun manfaat lain. Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh antara lain: Kesimpulan Usaha ternak adalah pilihan yang menjanjikan bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia agribisnis. Dengan memilih jenis hewan yang tepat, memperhatikan aspek perawatan, serta menerapkan manajemen yang baik, beternak bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Bagi yang tertarik dengan hewan peliharaan kecil, memelihara marmut juga bisa menjadi pilihan yang menarik. Meskipun terkesan sederhana, usaha ini memiliki pasar tersendiri dan dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin memulai usaha peternakan!

SELENGKAPNYA

PT Perorangan Jadi PT Biasa, Apakah Bisa?

“Jika seiring berjalan usaha PT perorangan tidak lagi memenuhi kriteria-kriteria PT perorangan, maka harus mengubah status badan hukumnya.” Pendirian PT perorangan merupakan salah satu bentuk kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah bagi pelaku usaha UMK agar dapat mendirikan PT. Kemudahan yang diberikan antara lain dapat didirikan oleh 1 orang, mendapat keringanan biaya pendirian badan hukum, serta tidak memerlukan akta notaris, melainkan cukup dengan membuat surat pernyataan pendirian berbahasa Indonesia yang didaftarkan secara elektronik kepada Kemenkumham. Apakah PT Perorangan Dapat Diubah ke Bentuk PT Biasa? Ketentuan mengenai perubahan status badan hukum PT lebih lanjut diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas (Permenkumham 21/2021). PT perorangan harus mengubah status badan hukumnya menjadi PT persekutuan biasa jika:a. Pemegang saham menjadi lebih dari 1 orang; dan/ataub. Tidak memenuhi kriteria UMK sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. 3 Langkah Mengubah PT Perorangan Menjadi PT Biasa 1. Melakukan perubahan status melalui akta notaris Langkah awal perubahan status PT Perorangan dilakukan dengan membuat akta notaris yang isinya memuat: a. Pernyataan pemegang saham yang memuat perubahan status PT perorangan menjadi PT biasa. b. Perubahan anggaran dasar dari semula pernyataan pendirian dan/atau pernyataan perubahan PT Perorangan menjadi anggaran dasar. c. Data PT, meliputi: – Perubahan susunan pemegang saham karena pengalihan saham dan/atau perubahan jumlah kepemilikan saham yang dimiliki;– Perubahan susunan nama dan jabatan anggota direksi dan/atau dewan komisaris;– Penggabungan, pengambilalihan, dan pemisahan yang tidak disertai perubahan anggaran dasar;– Pembubaran PT;– Berakhirnya status badan hukum PT;– Perubahan nama pemegang saham karena pemegang saham ganti nama; dan– Perubahan alamat lengkap PT. 2. Mendaftarkan perubahan status secara elektronikPerubahan status PT tersebut didaftarkan secara elektronik melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH), pelayanan jasa teknologi informasi PT secara elektronik yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. 3.  Mengisi surat pernyataan secara elektronikDalam surat pernyataan, pemohon menyatakan bahwa format isian PT dan keterangan mengenai dokumen pendukung yang diajukan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta pemohon bertanggung jawab penuh terhadap kebenaran format isian dan keterangan tersebut. Jadi, jika usaha Anda kini berbentuk PT Perorangan namun telah memenuhi syarat untuk menjadi PT Biasa, segera ajukan permohonan perubahan perseroan Anda. Semoga bermanfaat!

SELENGKAPNYA